WorksheetsSoal UTS K3
Total questions: 20
Worksheet time: 40mins
Dokumen yang berfungsi memberikan informasi lengkap tentang bahaya bahan kimia, cara penanganan, penyimpanan, dan tindakan darurat disebut
GHS
SOP Laboratorium
MSDS (Material Safety Data Sheet)
TDS
Tujuan utama penerapan prinsip 3P (Pengelolaan, Penyimpanan, Penanganan) bahan kimia adalah
Meningkatkan efisiensi penggunaan bahan
Mengendalikan risiko bahaya dan mencegah kecelakaan kerja
Menghemat ruang penyimpanan
Mengurangi biaya pengadaan bahan
Simbol GHS dengan gambar api menandakan bahwa bahan tersebut
Korosif
Beracun akut
Mudah terbakar
Bersifat oksidator
Yang termasuk contoh bahaya kesehatan dari bahan kimia adalah
Ledakan tangki gas
Iritasi kulit akibat paparan asam kuat
Kebocoran gas di laboratorium
Tumpahan bahan pelarut ke lantai
MSDS dapat ditemukan dan diakses di
Arsip laboratorium, komputer K3, atau folder bahan kimia
Ruang dosen
Kantor administrasi akademik
Gudang bahan habis pakai
Seorang mahasiswa hendak menyimpan H2SO4 dan NaOH dalam rak yang sama. Berdasarkan prinsip penyimpanan aman bahan kimia, tindakan yang benar adalah
Menyimpannya berdampingan agar mudah diambil
Memisahkan karena keduanya inkompatibel (asam dan basa)
Menyimpannya dalam wadah terbuka agar mudah diidentifikasi
Meletakkannya di dekat sumber panas
Berdasarkan MSDS, tindakan pertama ketika bahan kimia tumpah ke kulit adalah
Mengelap dengan tisu kering
Menetralkan dengan larutan asam lemah
Membilas dengan air mengalir selama minimal 15 menit dan melepas pakaian terkontaminasi
Mengompres dengan alkohol
Dalam MSDS bagian “Tindakan Pemadaman Kebakaran”, dinyatakan bahwa bahan tertentu tidak boleh dipadamkan dengan air. Hal ini karena
Air dapat meningkatkan titik nyala
Reaksi antara air dan bahan dapat menghasilkan gas mudah terbakar atau ledakan
Air memperluas area kebakaran
Air menyebabkan bahan menjadi korosif
Berdasarkan isi MSDS bagian “Penanganan dan Penyimpanan”, salah satu prinsip yang harus diperhatikan adalah
Menyimpan bahan di ruang gelap tanpa ventilasi
Menjauhkan bahan dari sumber panas dan sinar matahari langsung
Menggantung wadah di dinding
Menyimpan bahan reaktif dalam wadah terbuka
MSDS Dinding berbeda dengan MSDS Lengkap karena
MSDS Dinding berisi informasi ringkas dan cepat dibaca saat darurat, sedangkan MSDS Lengkap memuat 16 bagian detail sesuai GHS
MSDS Dinding digunakan hanya oleh dosen
MSDS Dinding berisi data kimia lengkap
MSDS Dinding wajib disimpan dalam komputer
Fungsi utama MSDS Dinding di laboratorium adalah
Sebagai laporan administrasi bahan kimia
Sebagai panduan cepat untuk respon darurat di area kerja
Sebagai dokumen pelatihan pegawai
Sebagai daftar stok bahan
Kasus: Seorang teknisi memanaskan etanol di dekat nyala bunsen dan terjadi percikan api. Berdasarkan MSDS dan prinsip K3, penyebabnya adalah
Etanol disimpan tertutup rapat
Etanol menghasilkan uap mudah terbakar dan bersentuhan dengan api
Pemanas listrik tidak aman
Terjadi reaksi spontan
Kasus: Dalam audit gudang ditemukan botol tanpa label dan simbol GHS. Tindakan perbaikan yang tepat adalah
Melakukan pelabelan ulang sesuai GHS dan melampirkan MSDS bahan
Membuang ke saluran air
Menyimpan tanpa tanda
Menutup rapat lalu diamkan
Kasus: Pekerja menghirup gas klorin akibat kebocoran dan hanya menutup hidung dengan kain basah. Berdasarkan MSDS, tindakan pertama yang benar adalah
Tetap di ruangan
Menyemprot air untuk menetralkan gas
Segera evakuasi ke udara terbuka dan beri oksigen bila perlu
Menutup ventilasi
Kasus: Mahasiswa menggunakan toluena tanpa ventilasi dan tanpa masker. Ia merasa pusing setelah 15 menit. Berdasarkan MSDS, bahaya yang mungkin terjadi adalah
Iritasi kulit
Paparan uap toksik yang memengaruhi sistem saraf pusat
Luka bakar kimia
Alergi ringan
Tujuan utama penggunaan APD adalah
Meningkatkan penampilan pekerja
Mengurangi efisiensi kerja
Menurunkan risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan
Menambah beban dalam bekerja
Sinta sedang bekerja di laboratorium biologi dan melakukan pemanasan sampel dalam tabung reaksi. Ketika pemanasan berlangsung, sampel mendidih dan percikan mengenai wajahnya. APD apa yang kurang ia gunakan
Sarung tangan kain
Kacamata keselamatan atau face shield
Jas laboratorium
Sepatu tertutup
Saat memindahkan drum bahan kimia, Arif hanya memakai sepatu olahraga. Drum tersebut tergelincir dan mengenai ujung kakinya. APD yang seharusnya dipakai adalah
Sepatu karet anti air
Sandal laboratorium
Safety shoes bertoe cap (ujung besi)
Sepatu kain biasa
Pada praktikum biokimia, beberapa bahan bersifat iritan. Namun sebagian mahasiswa menganggap jas laboratorium tidak terlalu penting. Fungsi utama jas lab adalah
Menambah estetika penampilan
Melindungi kulit dan pakaian dari bahan berbahaya
Mengurangi rasa panas di ruangan
Memberi identitas kelompok
Mahasiswa melakukan kerja lapangan di area industri dengan paparan amonia dalam udara. APD apa yang paling tepat untuk perlindungan pernapasan
Masker kain tiga lapis
Respirator dengan cartridge filter
Face shield tanpa masker
Masker debu (dust mask)
