WorksheetsLembar Kerja Farmakologi dan Sedasi RS Premier Surabaya
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Farmakokinetik obat secara umum menjelaskan tentang ...
Absorpsi, distribusi, mekanisme, ekskresi obat
Absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi obat
Absorpsi, degradasi, mekanisme, ekskresi obat
Semua salah
Semua benar
Hal ini perlu diperhatikan sebelum pasien menjalani tindakan sedasi.
Kebiasaan minum alkohol
Alergi obat dan makanan
Riwayat sleep apnea
A dan B benar
A, B dan C benar
Hipersalivasi adalah salah satu efek samping dari obat yang mana?
Midazolam
Diazepam
Fentanyl
Pethidine
Ketamine
Obat sedasi yang dapat dikerjakan oleh perawat dengan instruksi DPJP, kecuali obat apa?
Propofol
Midazolam
Diazepam
A dan B benar
B dan C benar
Seorang pasien berusia 70 tahun dengan malnutrisi dan kadar albumin serum 2.0 g/dL (LOW) diberikan dosis standar Propofol. Apa hasil yang paling mungkin terjadi?
Tidak ada perubahan signifikan dalam efek obat
Efek sedatif yang lebih dalam dan berkepanjangan
Efek yang berkurang karena ikatan protein yang buruk
Metabolisme obat yang lebih cepat
Di bawah ini BENAR mengenai Sedasi Dalam
Bisa menurutiperintah
Berespondenganrangsangan verbal
Berespondenganrangsangannyeriberulang
Jalan nafasadaptipastikanaman
Pernafasandakmengalamigangguan
Sumbatanjalannafas yang paling seringterjadi pada pemberianSedasiadalah
Jatuhnyapangkal lidah
Liur yang menyumbatjalannafas
Gigi Palsu
Spasmejalannafas
Muntahanasisaisilambung
Efek pemberian Sedasi pada Kardiovaskular
Tekanan darah naik
Vasodilatasi pembuluh darah
Kontraksi jantung meningkat
Suara nafas tambahan Gargling, didapatkan pada
Sumbatan jalan nafas akibat pangkal lidah
Sumbatan jalan nafas akibat gigi palsu
Sumbatan jalan nafas akibat benda cair
Sumbatan jalan nafas akibat spasme laring
Jalan nafas yang bebas
Apabila nadi a. Radialis masih teraba, berapakah tekanan darah sistolik minimal pasien.
50 mmHg
60 mmHg
70 mmHg
80 mmHg
Semua di atas salah
Hal yang benar mengenai SpO2.
Wajib digunakan untuk monitoring selama sedasi
Kepanjangan dari Saturasi perifer Oximetri
Salah satu alat monitoring invasive
Nilai normalnya di atas 90%
Digunakan untuk merekam aktivitas listrik di jantung
Yang termasuk kriteria dalam Aldrete score adalah:
Keluhan mual
Keluhan muntah
Nyeri
Derajat kesadaran
Tekanan darah
Yang pertama kali dilakukan saat menerima pasien dari ruang endoskopi yang mendapat obat sedasi
Mencari keluarga pasien
Hand over dengan perawat anestesi
Monitoring fungsi vital
Mengisi Electronic medical record
Minta tandatangan dokter anestesi
Pasien dewasa yang baru mendapat obat sedasi untuk tindakan gastroskopi, boleh mengemudikan kendaraannya dengan syarat:
Punya SIM
Sadar baik
4 jam setelah discharge
6 jam setelah discharge
12 jam setelah discharge
Pasien dinyatakan memenuhi kriteria pindah ruangan dari RR setelah dilakukan pemeriksaan MRI dengan sedasi bila skor Aldrete berapa?
6
8
9
7
5
Pasien boleh pulang setelah dilakukan endoskopi – aff DJ stent dengan anestesi sedasi, semua benar, kecuali
Pernapasan stabil
Kencing spontan
Sudah minum tidak muntah
Sudah bisa berdiri tanpa dibantu
Tinggal di hotel tanpa pendamping.
Morfin harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir karena:
Metabolit morfin dapat terakumulasi dan menyebabkan toksisitas.
Morfin tidak memiliki efek samping pada ginjal.
Morfin sepenuhnya aman untuk semua pasien ginjal.
Morfin meningkatkan fungsi ginjal secara signifikan.
Seorang pasien pasca-operasi ditemukan memiliki laju pernapasan 6 kali/menit setelah menerima Fentanyl. Apa tujuan dan strategi utama saat memberikan Naloxone?
Memberikan dosis IV penuh (0.4 mg) dan segera menyiapkan IV Benzodiazepin untuk kejang
Memberikan secara titrasi dosis kecil (misalnya 0.04 mg) untuk mengembalikan nafas spontan yang adekuat, bukan kesadaran penuh
Memberikan dosis IM tunggal yang besar (0.4 mg) untuk memastikan kesadaran penuh segera
Mulai infus kontinyu 0.05mg/jam dan menunggu efeknya mulai bekerja dalam 15 menit
Seorang pasien telah menerima Midazolam dan Fentanyl untuk sedasi prosedural. Mengapa kombinasi ini sangat berisiko tinggi menyebabkan depresi pernapasan?
Keduanya memiliki efek sinergis dalam menekan pusat pernafasan di otak
Midazolam dan Fentanyl sama-sama memiliki metabolit aktif yang terkumulas di ginjal
Midazolam menghambat metabolisme Fentanyl, menyebabkan akumulasi
Fentanyl menyebabkan pelepasan Histamin, memperburuk bronkokonstriksi dari Midazolam
Seorang laki-laki 62 tahun pasca operasi herniotomi dengan general anestesi. Operasi selesai pasien di ekstubasi masih tidur pulas, pasien ditransport ke-RR. Sampai di RR pasien akan dipasang monitor, pasien tampak pucat, teraba dingin, tidak tampak gerakan nafas. Kesimpulan saudara, pasien tersebut Apa yang dialami oleh pasien tersebut?
Coma
Henti nafas
Shock berat
Cardiac arrest
Anestesi terlalu dalam
Sikap saudara terhadap pasien tsb adalah:
Segera pijat jantung 15 kali dilanjutkan nafas buatan 2 kali
Segera pijat jantung 30 kali dilanjutkan nafas buatan 2 kali
Segera beri nafas buatan 1 kali dilanjutkan pijat jantung 5 kali
Segera beri nafas buatan 2 kali dilanjutkan pijat jantung 15 kali
Segera beri nafas buatan 2 kali dilanjutkan pijat jantung 30 kali
Anda membantu dokter jaga UGD dalam tim Code Blue. Diberitakan ada Code Blue akibat reaksi anafilaksis di Poli Gigi. Setelah penyuntikan obat, pasien mendadak tidak sadar, pucat dan teraba dingin. Langkah pertama dalam menolong pasien tersebut adalah?
Rebahan pasien, posisi shock, berikan pijat jantung.
Rebahan pasien, bebaskan jalan nafas, posisi shock.
Rebahan pasien, posisi shock, langsung kirim ke IRD.
Rebahan pasien, berikan pernafasan buatan, posisi shock.
Rebahan pasien, posisi shock, berikan pijat jantung dan nafas buatan.
Pasien tetap tidak sadar, tidak lama kemudian mendadak nafas berhenti. Sikap anda adalah:
Membebaskan jalan nafas, posisi shock
Ditidurkan terlentang, posisi shock dan pijat jantung.
Pasien tetap tidak sadar, tidak lama kemudian mendadak nafas berhenti. Bantuan datang, dipasang monitor EKG dan didapat gambaran:
Asystolic
Fine Ventricle Fibrillation
Coarse Ventricle Fibrillation
Pulseless Electrical Activity (PEA)
Electro Mechanical Dissosiation (EMD)
Diagnosa pasti cardiac arrest pasien tersebut berdasar pada pemeriksaan, didapat:
Tidak sadar
Tidak bernafas
Tidak ada reaksi dengan cubitan
Tidak teraba hangat dan sianotik
Tidak teraba denyut karotis setelah diperiksa 10 detik
