Font size
WorksheetsLATIHAN OLIM 6 PAI
Total questions: 100
Worksheet time: 53mins
Surah Ad-Duha diturunkan untuk menghibur Nabi Muhammad SAW setelah beliau tidak menerima wahyu selama beberapa waktu. Surah ini termasuk golongan surah:
A. Madaniyyah
B. Makkiyyah
C. Shifatiyyah
D. Tabi'iyyah
Lafaz Ad-Duha pada ayat pertama surah Ad-Duha memiliki arti:
Waktu malam yang sunyi
Waktu fajar menyingsing
Waktu siang hari
Waktu matahari sepenggalah naik (waktu dhuha)
Ayat yang memerintahkan untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim terdapat dalam Surah Ad-Duha ayat ke:
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9
Surah Al-'A'la diawali dengan perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk:
B. Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan
C. Membaca dengan nama Tuhan yang menciptakan
D. Memberi peringatan kepada kaumnya
Dalam Surah Al-'A'la, Allah SWT menjelaskan bahwa Dia adalah Zat yang menciptakan lalu menyempurnakan ciptaan-Nya. Ayat yang mengandung makna tersebut adalah:
Qadaflahamanzakkaˉ
Allazıˉkhalaqafasawwaˉ
Waalqaˉfıˉhaˉrawaˉsiya
Fazakkirinnafa′atizzikraˉ
Pernyataan "Dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan" adalah terjemahan dari Surah Ad-Duha ayat ke:
2
3
4
5
Surah Al-'A'la menjelaskan bahwa kesuksesan yang kekal akan diraih oleh orang yang:
Memiliki harta benda yang banyak
Selalu mengingat dan menyucikan dirinya
Berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa
Menjadi pemimpin yang adil
Lafaz Al-'A'la memiliki arti:
Yang Maha Agung
Yang Mahatinggi
Yang Maha Mulia
Yang Maha Pengasih
Di antara nikmat Allah yang disebutkan dalam Surah Ad-Duha adalah bahwa Nabi Muhammad SAW didapati dalam keadaan:
Miskin lalu dicukupkan
Sendirian lalu diberi sahabat
Yatim lalu dilindungi
Bodoh lalu diajari
Berdasarkan Surah Ad-Duha ayat terakhir, wujud syukur atas nikmat Tuhan adalah dengan:
Memperbanyak puasa sunnah
Menyebut-nyebut nikmat Tuhan
Melaksanakan haji dan umrah
Bersedekah kepada yang membutuhkan
(Analisis Konteks) Asbabun nuzul (sebab turun) Surah Ad-Duha yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW tidak menerima wahyu untuk sementara waktu, mengajarkan kita pelajaran terpenting bahwa:
Surah Al-'A'la menyebutkan bahwa Allah SWT menetapkan kadar (ukuran) segala sesuatu. Sikap yang paling tepat mencerminkan pemahaman ini dalam konteks menjaga ekosistem lingkungan adalah:
Menangkap ikan sebanyak-banyaknya karena Allah Maha Pemberi Rezeki.
Menjaga keseimbangan alam dan tidak berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya.
Menebang pohon tua untuk diganti dengan pohon baru yang lebih produktif.
Menganggap semua benda di alam adalah ciptaan Allah sehingga tidak perlu dikhawatirkan kerusakannya.
Ayat terakhir Surah Ad-Duha dapat dihubungkan dengan ayat terakhir Surah Al-'Ala. Keterkaitan makna keduanya adalah:
Semua nikmat harus diumumkan kepada orang lain untuk pamer.
Perintah bersyukur dan ajaran tentang kesuksesan abadi adalah ajaran universal sejak nabi-nabi terdahulu.
Kebahagiaan duniawi adalah puncak dari ajaran semua agama.
Kitab-kitab kuno hanya berisi ajaran tentang bagaimana menjadi kaya dan mulia.
Seorang anak yatim di lingkungan Anda sering diejek dan dijauhi oleh teman-temannya karena status ekonominya. Tindakan yang paling sesuai dengan ajaran Surah Ad-Duha ayat 9 adalah:
Menegur teman-teman tersebut dan melaporkan kepada guru.
Memberikan bantuan materi secara diam-diam kepada anak yatim tersebut.
Mengajak teman-teman lain untuk berteman baik dan melindunginya dari ejekan.
Menjelaskan kepada anak yatim tersebut bahwa Allah akan melindunginya.
What are the prime numbers between 1 and 10?
5
4
3
6
2
Surah Al-A'la menekankan pada penyucian diri (Qad aflaha man zakkāhā). Di antara tindakan berikut, manakah yang memiliki keterkaitan paling kuat dengan konsep penyucian diri (tazkiyatun nafs)?
Memperbanyak sedekah kepada fakir miskin.
Menjaga lisan dari perkataan buruk dan ghibah.
Menghafal Al-Qur'an dan hadis.
Mengikuti kegiatan sosial di masyarakat.
Janji Allah dalam Surah Ad-Duha ayat 5, "Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas," merujuk pada karunia terbesar bagi Nabi Muhammad SAW. Karunia tersebut adalah:
Kemenangan dalam semua peperangan melawan kaum kafir.
Kedudukan sebagai pemberi syafaat di hari kiamat (Maqāman Maḥmūd).
Harta benda yang melimpah dan kekuasaan atas Jazirah Arab.
Keselamatan diri dari segala marabahaya dan musibah.
Jika Surah Ad-Duha memberi semangat dan penghiburan pada saat terpuruk, maka Surah Al-'Ala memberikan penekanan utama pada:
Keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Pentingnya menuntut ilmu pengetahuan.
Keesaan dan kekuasaan Allah yang tiada tara.
Panduan mencapai kebahagiaan hakiki melalui tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
Ayat Fa zakkir in nafa'atiz zikrā dalam Surah Al-'Ala mengandung instruksi yang bijak. Intisari instruksi ini dalam konteks dakwah modern adalah:
Berdakwah harus selalu tegas dan keras agar pesan tersampaikan.
Memberikan peringatan hanya kepada orang yang diyakini akan menerimanya.
Teruslah berdakwah dan memberi peringatan selama peringatan itu masih bermanfaat.
Peringatan hanya berlaku bagi umat yang menolak kebenaran.
Surah Ad-Duha dan Al-'Ala sama-sama menekankan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Ad-Duha berfokus pada perubahan dari kesempatan menjadi kelapangan, sedangkan Al-'Ala berfokus pada perubahan dari:
Kekafiran menjadi keimanan.
Kehidupan dunia menjadi kehidupan akhirat yang lebih baik.
Makna Asmaulhusna Al-Gaffar adalah:
Yang Maha Pengampun
Yang Maha Mendengar
Yang Maha Pemaaf
Yang Maha Mengetahui
Asmaulhusna Al-‘Afuw secara bahasa berarti:
Mengampuni dosa yang kecil
Menghapus dosa dan kesalahan
Mengazab pelaku dosa besar
Melupakan dosa hamba
Sifat Allah Al-Wāḥid menegaskan tentang:
Kekuatan Allah yang tak tertandingi
Kekuasaan Allah di seluruh alam semesta
Keesaan Allah dalam Zat, Sifat, dan Perbuatan-Nya
Kebijaksanaan Allah dalam menetapkan hukum
Al-Ṣamad adalah Asmaulhusna yang berarti:
A. Allah adalah satu-satunya tujuan dalam beribadah
B. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu
C. Allah adalah sumber dari segala kebaikan
D. Allah adalah penguasa hari pembalasan
Ketetapan Allah SWT sejak zaman azali (sebelum diciptakan alam semesta) mengenai segala sesuatu yang akan terjadi disebut:
Qadar
Qada’
Ikhtiar
Perwujudan atau kenyataan dari ketetapan Allah SWT (Qada’) yang terjadi pada diri manusia atau alam semesta disebut:
Ikhtiar
Doa
Qadar
Tawakal
Contoh dari takdir mubram (yang tidak dapat diubah oleh usaha manusia) adalah:
Kepandaian seseorang
Kematian seseorang
Kekayaan seseorang
Kesehatan seseorang
Sikap yang benar setelah berusaha keras dan bertekad kuat dalam mencapai cita-cita, serta menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT, dinamakan:
Husnudzan
Ikhtiar
Tawakal
Qana’ah
Meneladani sifat Al-Gaffar dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan:
Menjauhi segala perbuatan dosa
Rajin beristigfar memohon ampunan
Memaafkan kesalahan orang lain
Selalu bersyukur atas nikmat-Nya
Keyakinan bahwa segala sesuatu di alam semesta, baik yang baik maupun yang buruk, sudah ditetapkan oleh Allah SWT adalah inti dari:
Rukun Islam
Rukun Iman
Syahadatain
Tauhid Rububiyyah
Meskipun Al-Gaffar dan Al-'Afuw sama-sama terkait dengan pengampunan dosa, perbedaan mendasar antara keduanya adalah:
Al-Gaffar adalah mengampuni, sedangkan Al-'Afuw adalah menghapus dosa tanpa meninggalkan jejak sanksi.
Al-Gaffar untuk dosa kecil, sedangkan Al-'Afuw untuk dosa besar.
Al-Gaffar hanya untuk orang beriman, sedangkan Al-'Afuw untuk semua manusia.
Al-Gaffar adalah janji di akhirat, sedangkan Al-'Afuw adalah pengampunan di dunia.
Fulan dihadapkan pada keputusan sulit: mencontek demi nilai bagus atau jujur meski nilainya rendah. Jika Fulan memilih jujur karena keyakinannya pada Al-Samad, ini berarti ia meyakini:
A. Allah akan memberinya rezeki yang melimpah jika ia jujur.
B. Allah adalah tempat bergantung yang akan memberikan kecukupan dan jalan keluar tanpa harus melanggar aturan.
C. Allah akan melihat usahanya dan memaafkan jika ia terpaksa mencontek.
D. Kejujuran adalah takdirnya yang tidak dapat diubah.
Seorang siswa gagal dalam olimpiade padahal sudah belajar keras. Ia menerima kegagalan tersebut sebagai Qadar Allah SWT. Sikap yang paling mencerminkan pemahaman yang benar terhadap takdir ini adalah:
Berhenti belajar karena hasil sudah ditetapkan sejak azali.
Tetap berusaha lebih keras di waktu berikutnya karena Qadar harus diiringi ikhtiar.
Menyalahkan takdir dan merasa putus asa.
Meyakini bahwa kegagalan tersebut adalah takdir mubram yang tidak bisa diubah.
Pengakuan terhadap Al-Wāhid (Maha Esa) memiliki implikasi utama dalam berinteraksi sosial, yaitu:
Menjadikan diri sebagai satu-satunya pusat kebenaran dan menolak perbedaan.
Menyembah hanya kepada Allah SWT, tetapi bersikap toleran dan menghargai perbedaan keyakinan.
Menjadikan hukum Islam sebagai satu-satunya hukum yang berlaku di seluruh dunia.
Meyakini bahwa semua agama adalah sama karena sumbernya dari Tuhan Yang Esa.
(Analisis Kebalikan) Jika seseorang hanya mengandalkan doa tanpa melakukan usaha (ikhtiar), ia telah melanggar prinsip keimanan terhadap Qada dan Qadar. Pelanggaran yang ia lakukan adalah:
Mengabaikan takdir mubram yang tidak dapat diubah.
Mengabaikan peran Qadar sebagai perwujudan hasil dari usaha.
Mengabaikan peran Qada’ sebagai ketetapan awal.
Menganggap dirinya lebih kuat dari ketetapan Allah.
Pernyataan "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri" adalah dasar untuk memahami takdir mu'allaq. Konsep Asmaulhusna yang paling relevan dengan pernyataan ini adalah:
Al-Gaffar (Maha Pengampun)
Al-Wāḥid (Maha Esa)
Al-Ṣamad (Tempat Bergantung)
Al-Hakam (Maha Menetapkan Hukum)
Seorang pemimpin yang meneladani sifat Al-'Afuw akan cenderung mengambil kebijakan yang:
Sangat tegas dan tidak kompromi terhadap pelanggaran.
Memberikan kesempatan kedua bagi bawahan yang melakukan kesalahan, selama masih bisa diperbaiki.
Tidak peduli dengan kesalahan bawahannya asalkan pekerjaannya selesai.
Menghukum berat semua kesalahan agar menjadi pelajaran.
Keimanan kepada Qada’ dan Qadar harus melahirkan dua sikap yang seimbang, yaitu:
Optimis dan mudah menyerah
Ikhtiar (usaha) dan Tawakal (menyerah)
Tawadhu (rendah hati) dan Takabur (sombong)
Jujur dan berani mengambil risiko
Manakah dari pernyataan berikut yang menunjukkan ketidakpahaman terhadap konsep iman kepada Qada dan Qadar?
Saya akan terus berusaha dan berdoa karena hasil adalah urusan Allah.
Kekalahan ini sudah takdir, jadi tidak perlu dievaluasi lagi.
Kegagalan adalah cara Allah menguji seberapa kuat usaha saya.
Saya harus bertanggung jawab atas pilihan yang saya ambil.
Perilaku paling etis yang mencerminkan keyakinan akan Al-Wāḥid di tengah masyarakat yang majemuk adalah:
Membatasi pergaulan hanya dengan sesama muslim.
Bersikap inklusif dan adil kepada semua, sambil menjaga kemurnian tauhid.
Mengajak non-muslim untuk masuk Islam dengan cara yang memaksa.
Menganggap semua praktik ibadah di luar Islam adalah sesat.
Dalam ajaran Islam, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir diperintahkan untuk memuliakan:
Gurunya
Orang tuanya
Tetangganya
Pemimpinnya
Batasan terdekat yang dianggap sebagai tetangga menurut sebagian ulama adalah:
7 rumah ke segala arah
10 rumah ke segala arah
40 rumah ke segala arah
50 rumah ke segala arah
Salah satu bentuk akhlak terbaik terhadap tetangga non-muslim adalah:
Membantu pembangunan tempat ibadah mereka
Ikut serta dalam ritual ibadah mereka
Bersikap adil, berbuat baik, dan tidak mengganggu ibadah mereka
Memaksa mereka untuk menerima kebenaran Islam
Tindakan yang paling dilarang dalam Islam terkait perlakuan terhadap hewan adalah:
Menyembelih hewan untuk kurban
Membebani hewan melebihi batas kemampuannya
Memelihara hewan buas
Berburu hewan untuk dimakan
Peduli terhadap lingkungan tumbuhan diwujudkan dalam tindakan:
Menghemat penggunaan air sumur
Menanam pohon meskipun tidak produktif
Mengambil daun tumbuhan untuk pengobatan
Memotong dahan yang menghalangi jalan
Hadis Nabi SAW menyebutkan bahwa orang yang menyingkirkan duri dari jalan adalah termasuk:
Sedekah
Infak
Jihad
Amal jariah
Sikap toleransi kepada tetangga non-muslim dalam hal akidah dan ibadah dikenal dengan istilah:
Tasamuh
Ukhuwah
Takaful
Tabayyun
Seorang muslim melihat seekor kucing kelaparan. Tindakan yang sesuai dengan akhlak Islami terhadap hewan adalah:
Membiarkannya karena sudah takdir
Menangkapnya dan menjadikannya hewan piaraan
Memberinya makanan dan minuman
Mengusirnya agar tidak mengganggu
Salah satu hak tetangga yang harus dipenuhi, terutama saat kita memasak makanan berbau sedap, adalah:
Mengundang mereka untuk makan
Memberi sebagian masakan tersebut
Memastikan mereka tidak tahu masakan itu
Menjual masakan tersebut kepada mereka
Merusak tanaman yang tumbuh subur tanpa alasan yang dibenarkan syariat termasuk perbuatan yang:
Mubah
Makruh
Dilarang (merusak lingkungan)
Sunnah jika tanaman itu mengganggu
(Dilema Akhlak) Anda melihat tetangga non-muslim sedang mengadakan acara ibadah yang melibatkan pengerahan massa hingga mengganggu ketenangan lingkungan, namun sudah mengantongi izin. Sikap yang paling bijaksana sesuai syariat adalah:
Mengirimkan surat protes kepada ketua RT karena mengganggu.
Mengajak warga lain untuk melakukan protes balasan.
Bersabar, tetap bersikap baik, dan meminimalkan interaksi yang mengganggu ibadah Anda.
Ikut serta dalam acara mereka sebagai bentuk solidaritas dan toleransi.
Hadis Nabi SAW berbunyi: "Barangsiapa yang menahan (mencekik) seekor burung dengan sia-sia, kelak di hari kiamat ia akan berkata: Ya Rabb, si Fulan telah menahanku dengan sia-sia dan tidak memanfaatkanku." Intisari pesan hadis ini yang paling utama adalah:
A. Semua perlakuan terhadap hewan akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
B. Hewan boleh dibunuh asalkan dimanfaatkan dagingnya.
C. Burung adalah satu-satunya hewan yang memiliki hak khusus.
D. Menjaga hewan sama wajibnya dengan menjaga manusia.
Dalam konteks pembangunan kota modern, kewajiban seorang muslim yang peduli lingkungan adalah:
Hanya fokus pada penghijauan di sekitar rumah ibadah.
Menuntut pemerintah untuk menghentikan semua pembangunan demi lingkungan.
Mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meminimalkan kerusakan ekosistem.
Membiarkan urusan lingkungan ditangani sepenuhnya oleh pemerintah.
Mengapa Islam mewajibkan berbuat baik kepada tetangga (baik muslim maupun non-muslim) dan juga sangat menekankan peduli terhadap hewan dan tumbuhan?
Karena ini adalah cara untuk menunjukkan keunggulan agama Islam.
Karena semua itu adalah ciptaan Allah yang memiliki hak untuk dihormati.
Karena tetangga dan alam adalah sumber rezeki bagi manusia.
Karena ini adalah strategi untuk memperluas wilayah kekuasaan Islam.
Di antara kasus berikut, manakah yang termasuk pelanggaran akhlak terhadap lingkungan yang paling fatal (merusak ekosistem)?
Tidak menyiram tanaman hias di rumah.
Membuang sampah dapur di got dekat rumah.
Membiarkan keran air di rumah bocor.
Menggunakan pestisida berlebihan yang mematikan mikroorganisme tanah secara luas.
Tetangga non-muslim Anda sedang sakit parah dan tidak ada yang merawat. Meskipun ada kekhawatiran tertular penyakit, tindakan yang harus Anda ambil sebagai muslim yang berakhlak adalah:
Hanya mendoakannya dari jauh.
Menjenguk dan sebisa mungkin memberikan bantuan atau dukungan moral.
Menyuruh tetangga lain yang muslim untuk menjenguk.
Melaporkan kepada pihak berwajib agar diurus.
Keutamaan berbuat baik kepada tetangga hingga Malaikat Jibril terus berpesan kepada Nabi Muhammad SAW mengenai hal ini menunjukkan bahwa:
Hubungan bertetangga lebih penting daripada hubungan kekerabatan.
Kebaikan kepada tetangga adalah kunci utama terciptanya harmoni dan keamanan sosial.
Memuliakan tetangga adalah rukun Islam yang keenam.
Hanya tetangga muslim yang memiliki hak penuh.
Etika Islam dalam menyembelih hewan untuk konsumsi bertujuan untuk:
Memastikan dagingnya halal secara sempurna.
Menjaga kualitas rasa daging.
Meminimalkan rasa sakit dan penderitaan pada hewan.
Mempercepat proses kematian.
Saat musim kemarau, Anda melihat tetangga Anda (muslim) menggunakan air secara berlebihan untuk mencuci mobil, padahal di lingkungan sudah diberlakukan penghematan air. Nasihat terbaik yang mencerminkan akhlak Islami tentang lingkungan adalah:
A. Mengingatkan dengan keras bahwa perbuatannya haram karena termasuk israf (pemborosan).
B. Memberikan contoh penggunaan air yang efisien tanpa menghakimi perbuatannya.
C. Mendiamkannya karena itu urusan pribadi.
D. Menegurnya secara halus dengan mengaitkan dengan anjuran hemat air, termasuk anjuran dalam wudu.
Saat ini marak pembukaan lahan dengan cara membakar hutan yang merusak ekosistem secara parah. Perilaku ini bertentangan dengan prinsip akhlak Islam tentang lingkungan karena:
Pembakaran hutan hanya merugikan pengusaha lain.
Melanggar prinsip ishlāh (perbaikan) dan menimbulkan fasād (kerusakan) di bumi yang dilarang keras.
Membunuh hewan yang haram dimakan secara tidak sengaja.
Bertentangan dengan hukum pemerintah daerah setempat.
Memberikan sebagian harta benda di jalan Allah SWT, baik yang wajib (zakat) maupun yang sunah, disebut:
Hadiah
Infak
Hibah
Sedekah
Pemberian yang bersifat sunah, tidak hanya terbatas pada harta benda, tetapi juga meliputi senyum, tenaga, dan ide baik, disebut:
Infak
Hadiah
Wakaf
Sedekah
Pemberian sesuatu kepada seseorang sebagai penghargaan atau tanda kasih sayang tanpa ikatan kewajiban dan biasanya ditujukan untuk non-fakir miskin disebut:
Hibah
Hadiah
Sedekah
Zakat
Hukum asal dari segala sesuatu makanan dan minuman di dunia ini adalah:
Wajib
Haram
Mubah (Halal)
Sunnah
Makanan yang diharamkan karena zatnya (misalnya, darah atau daging babi) disebut haram:
Li ghairihi
Li zatihi
Mutlaq
Muqayyad
Contoh makanan yang haram li ghairihi (haram karena cara memperolehnya) adalah:
Daging hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah
Daging ular
Makanan hasil curian
Minuman keras (khamr)
Memberikan harta kepada kerabat dekat yang membutuhkan, selain mendapatkan pahala sedekah, juga mendapatkan pahala:
Haji
Silaturahmi
Zakat fitrah
Infak wajib
Mengeluarkan uang untuk dimasukkan ke dalam kotak amal masjid dengan niat mengharapkan pahala dari Allah termasuk kategori:
Hadiah
Infak
Zakat
Hibah
Hewan yang haram dimakan karena memiliki taring yang kuat untuk memangsa (seperti harimau atau serigala) termasuk dalam kriteria:
Hewan buas
Hewan ternak
Hewan air
Hewan pengerat
Perbedaan utama antara hadiah dan sedekah adalah:
Sedekah hanya untuk muslim, hadiah untuk semua orang.
Hadiah bertujuan non-sosial (penghargaan), sedekah bertujuan sosial (membantu fakir miskin).
Sedekah wajib, hadiah sunah.
Hadiah hanya berupa barang, sedekah bisa berupa jasa.
Seorang atlet mendapatkan piala emas dan uang tunai sebagai hadiah atas kemenangannya. Ia berniat menyedekahkan uang tunai tersebut. Perubahan status dari uang tunai itu adalah:
Tetap berstatus hadiah dan tidak bisa menjadi sedekah.
Berubah status dari hadiah menjadi sedekah karena niatnya.
Menjadi infak karena berupa uang tunai.
Menjadi harta warisan yang wajib dibagikan.
Jika seekor sapi disembelih dengan cara yang benar (syar'i), namun sapi tersebut sakit parah dan kualitas dagingnya sangat buruk. Hukum mengonsumsi daging sapi ini adalah:
Haram, karena membahayakan kesehatan tubuh.
Mubah, karena penyembelihannya sudah benar.
Makruh, karena kualitasnya rendah.
Haram, karena termasuk bangkai.
Prinsip fikih tentang makanan halal menuntut kehati-hatian dalam memilih bahan. Manakah dari situasi berikut yang paling membutuhkan prinsip kehati-hatian dalam penentuan kehalalan?
Minum air putih yang diambil dari sumur sendiri.
Membeli buah-buahan dari pasar tradisional.
Memakan kue-kue yang diproduksi pabrik besar yang menggunakan banyak bahan tambahan (aditif).
Memakan sayuran yang ditanam di kebun sendiri.
Hukum infak dan sedekah adalah sunah, namun bisa berubah menjadi wajib. Kapankah infak dapat berubah menjadi wajib?
Ketika infak diucapkan dalam bentuk nazar atau janji kepada Allah.
Ketika infak diberikan kepada fakir miskin yang sangat kelaparan.
Ketika infak dikeluarkan dalam jumlah yang sangat besar.
Ketika infak dikeluarkan pada malam hari raya.
Hikmah utama dari anjuran sedekah, terutama yang berupa senyum dan perkataan baik (bukan harta), adalah:
Untuk memastikan semua orang miskin terpenuhi kebutuhannya.
Untuk menyebarkan kedamaian dan kehangatan di antara anggota masyarakat tanpa memandang status ekonomi.
Untuk mengganti kewajiban zakat bagi yang tidak mampu.
Untuk menghindari sifat riya dalam bersedekah harta.
Air perasan anggur (jus anggur) hukumnya halal. Namun, jika dibiarkan hingga berfermentasi dan memabukkan (menjadi khamr), hukumnya menjadi haram. Perubahan hukum ini didasarkan pada prinsip:
Perubahan zat (Istihalah) dari halal menjadi haram.
Perubahan kepemilikan.
Hukum asal segala sesuatu adalah haram.
Adanya niat untuk berbuat dosa.
Seorang pengusaha kaya memberi hadiah mobil mewah kepada pegawainya yang berprestasi agar pegawai itu lebih termotivasi. Tindakan ini termasuk:
Sedekah wajib
Hadiah yang bersifat ta’lif al-qulub (melunakkan hati)
Infak yang bersifat sunah
Bentuk suap (riswah)
Larangan memakan makanan haram bukan hanya terkait dengan ritual keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi kesehatan. Hubungan ini menunjukkan bahwa:
Semua makanan halal pasti sehat dan semua yang haram pasti merusak.
Fikih Islam mengatur makanan tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dari sisi maslahat (kebaikan) fisik dan akal.
Kesehatan lebih penting daripada kehalalan.
Makanan yang haram secara zat tidak boleh diolah menjadi obat.
Anda adalah seorang pembuat roti. Seorang pelanggan memesan kue dengan bahan yang Anda curigai mengandung lemak babi (haram li zatihi). Tindakan Anda yang paling tepat adalah:
Membuatnya saja dan tidak perlu memberitahu pelanggan.
Menolak pesanan tersebut dan menjelaskan alasan keharamannya secara halus.
Mengganti bahan tersebut dengan yang halal tanpa sepengetahuan pelanggan.
Tetap membuatnya dan beristigfar setelahnya.
Mengapa Islam membedakan antara Infak, Sedekah, dan Hadiah?
Agar menghindari tumpang tindih dalam pembagian harta.
Untuk menentukan pihak yang berhak menerima (mustahik) berdasarkan niat dan tujuan pemberiannya.
Untuk membatasi jumlah harta yang dikeluarkan.
Agar manusia tidak terlalu mencintai dunia.
Khulafaurasyidin artinya:
Para raja yang berkuasa
Para pengganti yang mendapat petunjuk
Para pemimpin yang berani
Para sahabat yang setia
Khalifah pertama Khulafaurasyidin yang bergelar As-Siddiq adalah:
A. Umar bin Khattab
B. Ali bin Abi Thalib
C. Abu Bakar
D. Utsman bin Affan
Salah satu kebijakan terpenting pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq adalah:
Pembentukan kalender Hijriyah
Pengumpulan (Kodifikasi) lembaran-lembaran Al-Qur'an
Pembangunan Baitul Mal (kas negara)
Pengangkatan gubernur berdasarkan kesukuan
Khalifah yang mendapat gelar Al-Faruq (Pembedaan antara yang hak dan yang batil) adalah:
Utsman bin Affan
Umar bin Khattab
Ali bin Abi Thalib
Abu Bakar
Pembentukan Kalender Hijriyah sebagai kalender resmi Islam merupakan prestasi gemilang pada masa kekhalifahan:
Utsman bin Affan
Umar bin Khattab
Ali bin Abi Thalib
Abu Bakar
Khalifah ketiga yang terkenal sangat dermawan dan mendapat gelar Dzun Nurain (pemilik dua cahaya) adalah:
Ali bin Abi Thalib
Utsman bin Affan
Umar bin Khattab
Muawiyah bin Abi Sufyan
Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, dilakukan penyusunan mushaf standar Al-Qur'an yang dikenal dengan:
Mushaf Madinah
Mushaf Kufah
Mushaf Utsmani
Mushaf Makkah
Khalifah keempat Khulafaurasyidin yang merupakan sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW adalah:
Abu Bakar
Ali bin Abi Thalib
Umar bin Khattab
Zaid bin Tsabit
Masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib diwarnai dengan konflik internal umat Islam yang dikenal sebagai:
Perang Riddah
Perang Yarmuk
Perang Jamal dan Shiffin
Perang Hunain
Pemberontakan kaum murtad, nabi palsu, dan orang yang enggan membayar zakat terjadi pada awal kekhalifahan:
Umar bin Khattab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib
Abu Bakar
Keputusan Khalifah Abu Bakar untuk memerangi kaum yang enggan membayar zakat setelah wafatnya Nabi SAW menunjukkan prinsip kepemimpinan yang utama, yaitu:
Mementingkan perluasan wilayah Islam daripada persatuan.
Menjaga dan mempertahankan kemurnian ajaran dan hukum Islam tanpa kompromi.
Berusaha keras mengumpulkan harta untuk Baitul Mal.
Menganggap semua penolak zakat sebagai kafir.
Keberhasilan Umar bin Khattab dalam menata administrasi negara dan menerapkan hukum secara tegas dapat dihubungkan dengan prinsip Qada' dan Qadar dalam hal:
Menjadikan takdir sebagai alasan untuk bekerja keras (ikhtiar) dalam penegakan keadilan.
Meyakini bahwa penegakan hukum adalah takdir mubram yang tidak bisa diubah.
Menetapkan semua hukum adalah kehendak Allah tanpa perlu musyawarah.
Menganggap dirinya sebagai satu-satunya pemegang otoritas.
Keputusan Khalifah Utsman bin Affan untuk membakukan mushaf Al-Qur'an (Mushaf Utsmani) menunjukkan pemahaman mendalam tentang Al-Wāhid dan Al-Ṣamad, yaitu:
Menjaga persatuan umat agar tidak terpecah dalam masalah bacaan, sebagai refleksi dari Keasaan Allah.
Menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber hukum.
Meyakini bahwa tulisan Al-Qur'an harus seragam di seluruh dunia.
Menganggap Al-Qur'an sebagai tempat bergantung utama.
Masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib mengajarkan pelajaran berharga tentang:
Pentingnya mengutamakan kekerabatan dalam politik.
Konflik politik dapat terjadi meskipun di antara sahabat terbaik Nabi SAW, menuntut kebijaksanaan dalam berorganisasi.
Persatuan umat lebih penting daripada penegakan hukum.
Pemerintahan yang baik hanya dapat dicapai melalui jalur keturunan.
Pengangkatan Abu Bakar melalui musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah, yang kemudian menunjuk Umar bin Khattab, dan seterusnya, menunjukkan bahwa sistem politik Khulafaurasyidin adalah:
Monarki mutlak (warisan)
Demokrasi liberal
Syura (Musyawarah) dan bersifat elektif (pemilihan) dengan berbagai mekanisme.
Tirani militer
Sifat Al-'Afuw yang Maha Pemaaf seharusnya menjadi teladan bagi para Khulafaurasyidin. Khalifah manakah yang paling menunjukkan teladan ini, terutama dalam hubungannya dengan lawan politik setelah kemenangan?
Umar bin Khattab saat menaklukkan Persia
Abu Bakar saat memimpin Perang Riddah
Utsman bin Affan saat masa-masa fitnah
Ali bin Abi Thalib saat menyelesaikan sengketa setelah Perang Jamal
Perluasan wilayah Islam yang massif pada masa Umar bin Khattab memiliki dampak positif yang paling signifikan pada peradaban Islam:
Menambah jumlah harta rampasan perang.
Menyebarkan ajaran Islam dan membuka interaksi dengan berbagai peradaban maju (seperti Persia dan Romawi).
Menghapuskan semua peradaban lama yang ada di wilayah taklukan.
Memudahkan umat Islam untuk melaksanakan haji.
(Peran Sosial) Utsman bin Affan terkenal karena kepeduliannya yang tinggi terhadap umat, salah satunya dengan membeli Sumur Rau'mah. Tindakan ini mencerminkan semangat:
Infak dan sedekah yang bersifat jâriyah (berkelanjutan)
Pembangunan infrastruktur wajib
Korupsi dan penyalahgunaan wewenang
Pengelolaan hadiah dari raja lain
Peristiwa wafatnya ketiga khalifah, yaitu Umar, Utsman, dan Ali, secara tragis (dibunuh) mengajarkan kita bahwa:
Pemimpin Islam pasti akan menghadapi akhir yang buruk.
Kekuasaan adalah ujian berat yang penuh risiko dan fitnah, bahkan bagi pemimpin terbaik sekalipun.
Pembunuhan politik adalah takdir mubram bagi setiap pemimpin.
Jabatan khalifah harus dihindari oleh orang-orang saleh.
Mengapa periode pemerintahan para sahabat ini disebut sebagai Khulafaurasyidin (Para Pengganti yang Mendapat Petunjuk)?
Karena mereka adalah satu-satunya khalifah yang dijamin masuk surga.
Karena mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan Nabi Muhammad SAW.
Karena pola kepemimpinan mereka berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi SAW, menjadikannya model ideal.
Karena mereka memimpin dengan sistem politik yang sangat maju pada zamannya.
