wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda (Benar/Salah) – Agama Buddha Semester I

Total questions: 35

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Kunci kesuksesan seorang pelajar dalam menyelesaikan pendidikannya dalam hubungannya dengan meditasi adalah berlatih meditasi untuk meningkatkan konsentrasi.

a)

Benar

b)

Salah

2.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Dalam era digital saat ini, seorang gharavasa dapat mengadaptasi semangat ‘persahabatan yang baik’ (kalyanamitta) untuk pembangunan masyarakat dengan cara membatasi akses informasi hanya dari sumber-sumber tradisional saja karena lebih terpercaya.

a)

Benar

b)

Salah

3.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Kontribusi nyata seorang Gharavasa dalam pembangunan lingkungan hidup modern, yang mencerminkan ajaran Buddha adalah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, mendukung gerakan pelestarian alam, dan mengadvokasi kebijakan berkelanjutan.

a)

Benar

b)

Salah

4.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Dunia Ekonomi selalu menjadi masalah umum manusia, baik individu, keluarga, bangsa, maupun dunia, karena setiap manusia perlu memenuhi kebutuhan hidupnya seperti halnya dalam Kitab Anguttara Nikaya II.66 cita-cita sebagai upasaka-upasika. Ajaran Buddha memegang prinsip dalam memenuhi kebutuhan yaitu samma ajiva.

a)

Benar

b)

Salah

5.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Dari pengorbanan para tokoh agama Buddha sebagai murid dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk keluarga sesuai lima macam pengorbanan (Adittaya Sutta Mundarayavagga Anguttara Nikaya) yaitu melindungi raja/pemerintah.

a)

Benar

b)

Salah

6.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Seorang bhiksu yang semasa hidupnya aktif dalam berbagai pelayanan dan dikenal dengan sebutan Bhante obat karena suka membagikan obat-obatan secara gratis adalah Bhikkhu Girirakkhito.

a)

Benar

b)

Salah

7.

True/False: Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah. Orang Indonesia pertama yang ditahbiskan menjadi bhikkhu setelah 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit adalah Bhikkhu Ashin Jinarakkhita.

a)

Benar

b)

Salah

8.

Pada awal abad ke-20, ketika semangat kebangkitan nasional mulai tumbuh di Hindia Belanda, beberapa tokoh seperti Kwee Tek Hoay, Menglaar Meetens (Ketua Perhimpunan Theosofi cabang Indonesia), dan Pandita Jasias Van Dienst merasa prihatin karena ajaran Buddha hampir tidak lagi dikenal di tanah air. Mereka kemudian berinisiatif mengundang seorang bhikkhu dari luar negeri untuk memperkenalkan kembali Dhamma kepada masyarakat Indonesia. Bhikkhu ini dikenal sangat bijaksana dan sederhana; dalam setiap ceramahnya, beliau menekankan pentingnya pengembangan batin dan kebijaksanaan agar manusia dapat hidup damai di tengah perubahan zaman. Kedatangan beliau menjadi awal kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia modern, serta menginspirasi munculnya generasi tokoh Buddhis berikutnya seperti Bhikkhu Ashin Jinarakkhita. Dari kisah di atas, siapakah bhikkhu yang dimaksud, dan bagaimana peran kedatangannya dapat dikaitkan dengan upaya pelestarian ajaran Buddha di Indonesia masa kini?

a)

Bhikkhu Narada

b)

Bhikkhu Ashin Jinarakkhita

c)

Bhikkhu Jinaratana

d)

Bhikkhu Jinapiya

e)

Bhikkhu Girirakkhito

9.

Tjan San atau Romo Thedja menerima upasampada (penahbisan penuh) sebagai seorang biksu di Vihara Sakyawarman, Pacet, Cianjur, pada tanggal 8 Desember 1987, pukul 08.00 WIB, dengan Bhikkhu yang menjadi upajjhaya beliau adalah ….

a)

Bhikkhu Narada

b)

Bhikkhu Ashin Jinarakkhita

c)

Bhikkhu Girirakkhito

d)

Bhikkhu MAHASTAVIRA VAJRAGIRI

e)

Bhikkhu Jinadhammo

10.

Visi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha adalah: "Terwujudnya Masyarakat Buddha Indonesia yang Taat Beragama, Rukun, Harmonis, Cerdas, dan Sejahtera." Apabila Ditjen Bimas Buddha dihadapkan pada situasi di mana terjadi peningkatan tajam radikalisme dan disinformasi berbasis SARA di media sosial yang berpotensi memecah belah bangsa, manakah dari dua komponen kunci visi tersebut yang harus dijadikan prioritas strategis utama dalam program kerjanya, dan mengapa?

a)

Taat Beragama dan Sejahtera, karena peningkatan ketaatan akan mengurangi keinginan untuk berbuat radikal, dan kesejahteraan akan mengatasi kemiskinan yang sering menjadi pemicu konflik.

b)

Rukun/Harmonis dan Cerdas, karena kerukunan adalah benteng pertahanan paling mendasar terhadap polarisasi, sedangkan kecerdasan (literasi digital dan kritis) dibutuhkan untuk melawan disinformasi.

c)

Cerdas dan Taat Beragama, karena kecerdasan akan membuat umat mampu mengelola teknologi secara mandiri, sementara ketaatan akan menjamin moralitas umat.

d)

Harmonis dan Sejahtera, karena umat yang harmonis dan mandiri secara ekonomi akan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap pengaruh ideologi luar yang bersifat destruktif.

e)

Taat Beragama dan Rukun, karena kerukunan (antar-umat beragama) dan ketaatan (internal umat) adalah prasyarat dasar bagi terciptanya harmoni yang lebih luas.

11.

Bhante Narada selalu menarik pendengar, setiap kali di mana pun beliau bertugas menyampaikan khotbah dalam karya Dharmaduta di luar negeri, bahkan mendapat gelar keagamaan dari raja Kamboja yaitu ….

a)

Sri Maha Dhamma

b)

Sri Maha Sadhu

c)

Sri Mahadhatu

d)

Sri Dhammasobhana

e)

Phra Khru Buddhadhhampraka

12.

Tugas pokok dan fungsi (tupoksi) seorang Direktur Jenderal Urusan dan Pendidikan Agama Buddha adalah ….

a)

Merumuskan kebijakan tentang perayaan hari raya agama Buddha di Indonesia

b)

Melaksanakan kebijakan terkait pendirian rumah ibadah agama Buddha

c)

Mengelola keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah

d)

Merumuskan kebijakan di bidang kelembagaan dan penyuluhan serta pendidikan dasar, menengah, dan tinggi agama Buddha

e)

Mengelola kebijakan di bidang keuangan dan administrasi kementerian agama

13.

Berikut ini adalah jasa-jasa yang dilakukan oleh Drs. Oka Dipoethra terhadap perkembangan agama Buddha, kecuali ….

a)

Berjuang melalui jalur pemerintahan dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Agama

b)

Bersama-sama dengan tokoh agama Buddha menggagas kegiatan lokakarya pemantapan ajaran agama Buddha

c)

Menginisiasi pembabaran Dharma melalui media elektronik seperti Mimbar Agama Buddha di RRI dan TVRI

d)

Memperjuangkan dibentuknya Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)

e)

Mendirikan Sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha dan Perguruan Tinggi Agama Buddha

14.

Setelah Indonesia merdeka, berbagai bidang kehidupan mulai dibangun kembali, termasuk bidang pendidikan. Para tokoh agama Buddha menyadari bahwa kemerdekaan tidak hanya berarti lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga juga pembebasan batin dari kebodohan dan ketidaktahuan (avijja). Melalui sekolah-sekolah dan vihara, mereka mulai mengajarkan ajaran Buddha dengan menekankan nilai-nilai kebajikan, kedamaian, dan kesadaran diri. Di tengah kemajuan teknologi saat ini, sebagian sekolah mulai fokus pada prestasi akademik dan kemampuan digital. Namun, pendidikan agama Buddha tetap memegang prinsip bahwa kemajuan sejati terletak pada pembentukan karakter dan kebijaksanaan batin. Berdasarkan konteks di atas, apa fokus utama pendidikan Agama Buddha di Indonesia setelah kemerdekaan, dan bagaimana nilai tersebut masih relevan untuk membentuk karakter generasi muda saat ini?

a)

Pendidikan ilmu pengetahuan alam

b)

Pendidikan seni dan budaya

c)

Pendidikan moral dan spiritual

d)

Pendidikan bahasa asing

e)

Pendidikan vokasi dan keterampilan

15.

Pada tahun-tahun setelah kemerdekaan, banyak organisasi Buddhis bermunculan di berbagai daerah Indonesia. Mereka berupaya memperkenalkan kembali ajaran Sang Buddha kepada masyarakat yang telah lama tidak mengenalnya. Salah satu organisasi mengadakan festival kebudayaan Buddhis yang menampilkan pertunjukan seni, musik, dan drama bertema Dhamma, serta membuka ruang dialog antarumat beragama. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat luas, tidak hanya umat Buddha, tetapi juga lintas agama dan budaya. Melalui cara yang kreatif dan damai ini, pesan Dhamma dapat tersampaikan secara menyenangkan dan menyentuh hati banyak orang. Dari ilustrasi di atas, metode penyebaran ajaran Buddha yang paling efektif dilakukan organisasi tersebut adalah….

a)

Mengadakan festival kebudayaan Buddhis secara rutin

b)

Penyebaran ajaran melalui media massa

c)

Melakukan kerja sama internasional dengan negara-negara Buddhis

d)

Pendirian vihara dan cetiya di berbagai daerah

e)

Penerjemahan kitab suci ke dalam bahasa daerah

16.

Pada tahun 1950-an, agama Buddha di Indonesia mulai bangkit kembali setelah berabad-abad mengalami kemunduran sejak runtuhnya kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit. Namun, kebangkitan ini tidak terjadi begitu saja. Sejumlah bhikkhu dari Thailand dan Sri Lanka datang ke Indonesia dengan semangat Dhamma dan persaudaraan lintas bangsa. Mereka tidak hanya memberikan ajaran, tetapi juga menahbiskan bhikkhu lokal agar ajaran Buddha dapat berkembang secara mandiri di tanah air. Kegiatan ini menandai awal revitalisasi tradisi Theravada di Indonesia modern dan menjadi fondasi bagi pembentukan lembaga-lembaga Buddhis nasional. Dari kisah tersebut, analisislah peran para bhikkhu dari Thailand dan Sri Lanka terhadap perkembangan agama Buddha di Indonesia. Tindakan mereka paling tepat digambarkan sebagai….

a)

Pembangunan candi-candi Buddha baru

b)

Mendirikan sekolah-sekolah Buddhis

c)

Pengembangan seni dan budaya Buddha

17.

Perhatikan teks berikut ini! Satya dan Mitta adalah teman sekelas. Satya berasal dari suku Jawa, sedangkan Mitta merupakan keturunan India. Keluarga Satya melakukan puja bakti dengan bahasa Jawa dan tidak pernah melakukan tradisi lain. Ketika Satya berkunjung ke vihara Mitta, ia merasa malu karena tidak dapat mengikuti puja bakti di vihara tersebut yang menggunakan bahasa Pali. Sebagai seorang teman, hal terbaik yang sebaiknya dilakukan Mitta adalah….

a)

membiarkan Satya tidak mengikuti puja bakti supaya tidak merasa malu

b)

menyarankan Satya agar mempelajari tradisi lain dalam agama Buddha

c)

mengatakan bahwa semua tradisi itu baik sehingga cukup belajar satu tradisi yang paling sesuai

d)

menyarankan agar Satya mencoba berbagai tradisi dan menggabungkannya dalam praktik puja

e)

membiarkan Satya mengajarkan tradisi puja bakti bahasa Jawa kepada umat di vihara Mitta

18.

Ratusan tahun yang lalu, Jalur Sutera bukan hanya menjadi jalur perdagangan barang, tetapi juga jalur pertukaran gagasan, kepercayaan, dan kebudayaan. Melalui jalur darat dan laut ini, para pedagang dari India, Tiongkok, dan wilayah Asia Tengah singgah di berbagai pelabuhan di Nusantara. Selain membawa barang dagangan seperti sutra, rempah, dan logam mulia, mereka juga membawa ajaran Buddha, yang kemudian berinteraksi dengan kebudayaan lokal. Di pelabuhan-pelabuhan seperti Barus, Palembang, dan Kedah, para pedagang ini sering berdialog dengan tokoh masyarakat setempat, mendirikan tempat peribadatan sederhana, dan memperkenalkan nilai-nilai kedamaian, welas asih, serta kebijaksanaan. Interaksi ini tidak hanya memperkaya kebudayaan Nusantara, tetapi juga menumbuhkan kebhinekaan dalam praktik keagamaan yang tetap harmonis hingga kini. Dari kisah tersebut, analisislah bagaimana perdagangan melalui Jalur Sutera dan jalur laut berperan penting dalam perkembangan agama Buddha di Indonesia.

a)

Semakin banyak orang yang datang ke nusantara membawa ajaran agama Buddha dan juga agama baru.

b)

Para pedagang mengambil keuntungan dari perdagangan dan sekaligus dari pernikahan dengan warga lokal sehingga terbentuk keluarga campuran

c)

Banyak ajaran yang dibawa para pedagang, tidak hanya ajaran Buddha, sehingga perkembangan agama Buddha tidak terlalu signifikan

d)

Pertukaran budaya dan ajaran agama menyebabkan percampuran dan kehilangan kemurnian ajaran Buddha

e)

Ajaran Buddha yang sampai ke Indonesia sudah mengalami percampuran dengan budaya negara yang dilalui sehingga memunculkan budaya-budaya baru

19.

Pada zaman pemerintahan kolonial Belanda, didirikan perhimpunan teosofi oleh orang-orang Belanda terpelajar yang bertujuan untuk….

a)

mempelajari inti kebijaksanaan semua agama dan untuk menciptakan inti persaudaraan yang universal

b)

mempelajari agama-agama minoritas di dunia agar dapat dikembangkan sejajar dengan agama lain

c)

mempelajari agama Buddha yang kala itu tidak terdengar kabar perkembangannya setelah masa kerajaan

d)

memperkenalkan ajaran Buddha kepada masyarakat melalui ceramah-ceramah di berbagai kota di Indonesia

e)

mendirikan organisasi-organisasi baru untuk mengembangkan agama Buddha di Indonesia

20.

Pandangan Pandit J. Kaharudin tentang pikiran adalah Raja Kehidupan sangat memotivasi umat Buddha untuk mengelola pikirannya dengan baik, mengendalikan pikirannya agar selalu terkonsentrasi ke hal-hal yang baik, sehingga ucapan dan perbuatannya juga menjadi baik. Ini sesuai dengan nasihat Sang Buddha yang berbunyi “Sacitta pariyo dapanam atau sucikan pikiran. Contoh dari pikiran benar….

a)

usaha menahan diri

b)

bebas dari caci maki

c)

bebas dari tidak sopan

d)

bebas dari hawa nafsu

e)

bebas dari berbohong

21.

Selain kehidupan sosial, keharmonisan agama Buddha dan Hindu pada masa kerajaan Majapahit juga terwujud secara legal kenegaraan yaitu….

a)

kitab suci agama Buddha dan Hindu dijadikan dasar filosofi negara

b)

banyaknya candi-candi Buddha dan Hindu yang dibangun berdekatan

c)

ditunjuknya Dharmadhyaksa Ring Kasogatan dan Dharmadhyaksa Ring Kasiwan

d)

candi-candi dijadikan pusat peribadatan dan acara resmi kenegaraan

e)

ditunjuknya para rohaniawan agama Buddha dan Hindu sebagai pejabat negara

22.

Keharmonisan agama Buddha dan Hindu masa kerajaan Majapahit tercatat pada semboyan “Çiwa Buddha Bhinneka Tunggal Ika, Tan hana Dharma Mangrwa” yang diambil dari kitab ….

a)

Kakawin Sutasoma

b)

Kakawin Negarakertagama

c)

Kakawin Hariwangsa

d)

Kakawin Nilacandra

e)

Kakawin Ramayana

23.

Para sejarawan mencatat bahwa Agama Buddha diterima dengan relatif mudah oleh masyarakat Nusantara pada masa awal penyebarannya. Fenomena ini sering dikaitkan dengan sifat ajarannya yang non-konflik. Analisislah faktor ajaran Buddhis yang paling krusial dalam menjamin penerimaan dan assimilasi yang mulus di Nusantara, terutama dalam konteks masyarakat yang kental dengan kepercayaan animisme, dinamisme, dan nilai-nilai kolektif:

a)

Penekanan ajaran pada konsep nirwana sebagai surga yang dapat dicapai dengan melakukan ritual-ritual keagamaan yang kompleks dan mahal.

b)

Ajaran yang secara eksplisit menjanjikan kekayaan dan status sosial tinggi bagi para pengikutnya, selaras dengan kepentingan para pedagang yang membawanya.

c)

Fleksibilitas ajaran yang memungkinkan asimilasi dengan tradisi lokal (seperti penghormatan terhadap leluhur dan keselarasan dengan alam), berkat fokusnya pada kedamaian batin dan prinsip non-kekerasan.

d)

Doktrin kasta yang diwarisi dari India yang justru menawarkan struktur sosial yang lebih jelas dan ketat kepada masyarakat Nusantara.

e)

Aturan monastik yang ketat dan eksklusif, yang mengharuskan setiap penganut baru untuk sepenuhnya meninggalkan semua identitas dan kebudayaan lokal mereka.

24.

Agama Buddha pernah berjaya pada masa kerajaan-kerajaan namun kemudian turut menghilang seiring dengan runtuhnya kerajaan-kerajaan tersebut. Hal yang menjadi penyebab keruntuhan agama Buddha adalah….

a)

raja yang baru memerintahkan agar rakyat berpindah agama sesuai dengan agama raja

b)

lemahnya sistem kepercayaan rakyat kepada raja yang baru

c)

raja tidak lagi peduli dengan agama yang dianut rakyat

d)

rakyat hanya ikut-ikutan agama yang tren saat itu

e)

lemahnya pondasi keyakinan umat Buddha pada masa itu karena ikut-ikutan agama raja

25.

Berikut ini cara untuk mempraktikkan perenungan terhadap Buddha adalah ....

a)

Merenungkan enam sifat Dhamma, yaitu adalah telah sempurna dibabarkan, nyata di dalam kehidupan, tak lapuk oleh waktu, mengundang untuk dibuktikan, menuntun ke dalam batin, dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

b)

Merenungkan sembilan sifat Ariya-Sangha, yaitu bertindak lurus, telah bertindak benar, telah bertindak patut, patut menerima persembahan, patut menerima tempat bernaung, patut menerima bingkisan, patut menerima penghormatan, lapangan untuk menanam jasa yang tiada taranya di alam semesta.

c)

Merenungkan sembilan sifat Buddha, maha suci, telah mencapai pencerahan sempurna, sempurna pengetahuan dan tingkah lakunya, sempurna menempuh jalan ke Nibbana, pengenal semua alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, yang sadar, yang patut dimuliakan.

d)

Perenungan terhadap kebajikan, direnungkan kebajikan berdana yang telah dilaksanakan, yang menyebabkan musnahnya kekikiran.

e)

Perenungan terhadap sila, direnungkan sila yang telah dilaksanakan, yang tidak patah, yang tidak ternoda, yang dipuji oleh para bijaksana, dan menuju pemusatan pikiran.

26.

Objek meditasi yang tepat untuk orang yang mudah gugup, susah fokus, dan gampang melamun adalah

a)

Metta, karuna, mudita, upekkha

b)

Warna biru, kuning, merah, dan jingga

c)

keluar dan masuknya nafas

d)

perenungan terhadap kejiijkan dari makanan

e)

perenungan terhadap Buddha, Dhamma, dan Sangha

27.

Dalam tradisi meditasi Buddhis, pemilihan objek meditasi sering disesuaikan dengan watak atau kecenderungan mental utama seseorang (carita) untuk mencapai kemajuan spiritual yang optimal. Seseorang yang memiliki watak kuat keyakinannya (saddhā carita) cenderung memiliki semangat yang tinggi namun rentan terhadap kekecewaan besar jika keyakinannya terguncang. Evaluasilah dan justifikasikan mengapa objek perenungan terhadap sifat-sifat luhur Buddha, Dhamma, dan Sangha (disebut Anussati atau Enam Perenungan) adalah objek yang paling efektif untuk watak ini

a)

Objek tersebut memaksa pikiran untuk menjadi lebih analitis dan kritis terhadap kerangka ajaran, sehingga menghilangkan keyakinan yang tidak rasional

b)

Perenungan ini berfokus pada sifat jijik dari badan jasmani (Asubha), yang sangat penting untuk mengurangi keterikatan dan memperkuat keyakinan

c)

Objek ini menenangkan pikiran secara cepat, sehingga cocok bagi watak yang cenderung banyak berpikir atau cemas (vitakka carita)

d)

Perenungan terhadap kualitas luhur (seperti kesucian dan kebijaksanaan) memperkuat landasan emosional keyakinan dan menghilangkan keraguan, memberikan sukacita (pīti) sebagai modalitas meditasi yang dibutuhkan oleh watak saddhā

e)

Objek perenungan ini adalah yang paling sulit dan kompleks, sehingga hanya orang dengan keyakinan kuat yang mampu mempraktikkannya

28.

Seorang remaja bernama Santi sangat tekun berlatih Dhamma. Setiap hari ia membaca syair-syair Dhammapada dan merasa damai setiap kali merenungkan sifat-sifat luhur Sang Buddha. Namun, ketika mencoba meditasi dengan mengamati nafas, ia merasa pikirannya malah gelisah dan tidak bisa bertahan lama. Guru pembimbingnya menyarankan agar Santi memilih objek meditasi yang sesuai dengan karakternya, yaitu seseorang yang memiliki keyakinan terhadap Buddha dan ajaran-Nya. Setelah mengganti objek meditasi, Santi merasa lebih tenang, bahagia, dan mudah berkonsentrasi karena pikirannya tertuju pada sosok yang ia hormati. Berdasarkan kisah tersebut, analisislah jenis objek meditasi yang paling tepat bagi seseorang dengan watak saddhā carita, seperti Santi

a)

perenungan terhadap keluar masuknya nafas

b)

perenungan terhadap sifat-sifat kebajikan Buddha

c)

perenungan terhadap empat unsur dasar

d)

perenungan terhadap kejiijkan dari makanan

e)

perenungan terhadap empat unsur badan jasmani

29.

Tidak semua orang memiliki watak dominan, bagi orang-orang yang memiliki watak campuran (sabba carita) sebaiknya menggunakan salah satu objek meditasi berikut ini, yaitu

a)

perenungan empat unsur badan jasmani

b)

Buddhanussati, Dhammanussati, Sanghanussati

c)

warna biru, kuning, merah, putih, dan empat kediaman luhur

d)

wujud padat, cair, udara, ruang, sinar, dan empat keadaan tanpa bentuk

e)

keadaan ruangan tanpa batas, kesadaran tanpa batas, kekosongan tanpa batas

30.

Seorang anak muda, bernama Ongso, hidup di tengah hiruk-pikuk kota besar dan menghadapi tekanan pekerjaan yang tinggi, membuatnya sering merasa cemas, reaktif, dan sulit fokus. Ia memutuskan untuk rutin berlatih meditasi mindfulness yang berakar pada ajaran Buddhis. Berdasarkan tujuan spiritual meditasi yang sebenarnya (mencapai kedamaian batin dan kesadaran tinggi), evaluasilah hasil yang paling esensial dan berdampak jangka panjang dari praktik Ongso yang konsisten terhadap kualitas hidupnya

a)

Ongso mampu mempromosikan meditasi di kantornya sehingga jam kerjanya menjadi lebih fleksibel dan santai

b)

Ongso mendapatkan peningkatan tajam dalam penghasilan material karena ia menjadi lebih kompetitif dan ambisius

c)

Ongso mampu mengamati pikiran dan emosinya tanpa langsung bereaksi, yang secara fundamental mengubah hubungannya dengan kecemasan dan stres pekerjaan

d)

Ongso akhirnya berhasil menarik diri sepenuhnya dari kehidupan sosial yang dianggapnya sebagai sumber penderitaan

e)

Ongso menjadi sangat tenang sehingga ia tidak lagi memiliki motivasi untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas-tugas di tempat kerja

31.

Multiple Response — Pilihlah satu atau lebih pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan (pilihlah jawaban lebih dari satu yang benar). Pemerintah berencana mengeluarkan regulasi baru tentang pelaksanaan Dharmayatra (perjalanan spiritual ke tempat suci) yang mencakup batasan jumlah peziarah per hari, pengetatan aturan berpakaian, dan larangan penggunaan perangkat teknologi untuk dokumentasi di area utama. Berikut adalah aturan yang harus dipatuhi saat melakukan Dharmayatra adalah….

a)

Berbicara dengan bebas dan tanpa batas

b)

Bermain dan bercanda dengan ribut

c)

Tidak mengambil benda-benda yang ada di tempat suci

d)

Membuang sampah sembarangan

e)

Menjaga kebersihan dan kelestarian tempat suci

32.

Multiple Response — Pilihlah satu atau lebih pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan (pilihlah jawaban lebih dari satu yang benar). Yang bukan contoh keragu-raguan kepada Buddha yang merupakan rintangan batin dalam meditasi adalah….

a)

dapat diselami oleh para bijaksana

b)

Guru suci para dewa dan manusia

c)

Ajaran berada sangat dekat

d)

Tidak lapuk oleh waktu

e)

Yang berkelakuan jujur

33.

Multiple Response — Pilihlah satu atau lebih pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan (pilihlah jawaban lebih dari satu yang benar). Perhatikan daftar tokoh-tokoh agama Buddha berikut: 1) Bhikkhu Girirakkhito Mahathera 2) Bhikkhu Narada Mahathera 3) Pandit Jinaratana Kaharudin 4) YM. Bhikkhu Ashin Jinarakkhita 5) Dr. Krisnanda Mukti Wijaya. Tokoh-tokoh agama Buddha dari kalangan perumah tangga ditunjukkan pada nomor….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

34.

Multiple Response — Pilihlah satu atau lebih pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan (pilihlah jawaban lebih dari satu yang benar). Berikut ini deretan macam-macam obyek meditasi dalam Visuddhi Magga: 1) Buddhanussati 2) Dhammanussati 3) Metta 4) Karuna 5) Mudita. Dari deretan obyek meditasi di atas, sesuai petunjuk dalam Majjhima Nikaya 61–62, obyek meditasi yang dapat melenyapkan sifat jahat (vyapada), sifat bengis (vihesa), sifat antipati (arati), dan sifat kebencian (patigha) adalah….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

35.

Multiple Response — Pilihlah satu atau lebih pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan (pilihlah jawaban lebih dari satu yang benar). Perhatikan pernyataan berikut: 1) Memberikan pengobatan, membagikan obat-obatan gratis, mendirikan klinik, dan pusat pelayanan pengobatan bagi umat Buddha dan masyarakat umum 2) Membentuk organisasi Buddhis pertama di Indonesia 3) Memberikan bantuan beasiswa agar anak-anak yang sulit terjangkau pendidikan dapat menempuh pendidikan seperti yang lainnya 4) Memperbaiki jalan, pembuatan jalan, pembuatan sanitasi, pembuatan jembatan, serta memprakarsai pembangunan tempat ibadah 5) Memberikan nasihat untuk hidup sederhana serta berbakti kepada orang tua. Dari pernyataan di atas, yang merupakan karya nyata dari Bhante Vajragiri adalah….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5