NEW
Font size
WorksheetsRemidial ASAS IPS 8
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Negara X memiliki garis pantai yang panjang dan luas lautan yang membentang, kaya akan berbagai jenis ikan, terumbu karang, dan sumber daya hayati laut lainnya. Namun, kegiatan penangkapan ikan ilegal (Illegal, Unreported, and Unregulated/IUU Fishing) dan penggunaan pukat harimau masih marak terjadi di beberapa wilayahnya.
Pernyataan yang paling tepat menggambarkan kondisi pemanfaatan potensi SDA maritim Negara X tersebut adalah:
Potensi maritim Negara X telah dimanfaatkan secara optimal karena luasnya lautan yang dimiliki
Kekayaan SDA maritim Negara X terancam rusak dan berkelanjutan akibat praktik penangkapan ikan yang merusak
Tingginya angka IUU Fishing menunjukkan bahwa negara tersebut tidak memiliki potensi perikanan yang signifikan
Pemanfaatan sumber daya laut hanya berfokus pada ekspor tanpa memperhatikan kebutuhan domestik.
Hutan tropis Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia dan gudang keanekaragaman hayati. Selain menghasilkan kayu, hutan juga berfungsi vital sebagai penyimpan air tanah dan pencegah erosi. Pada sebuah kasus, perusahaan perkebunan membuka lahan dengan membakar hutan untuk menanam kelapa sawit secara masif.
Dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dalam skala besar adalah:
Peningkatan cadangan air tanah karena sistem perakaran kelapa sawit yang dalam.
Keseimbangan ekosistem terjaga karena penggantian vegetasi kayu dengan kelapa sawit
Peningkatan risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor serta penurunan keanekaragaman hayati
Peningkatan kualitas udara secara signifikan karena proses fotosintesis yang intensif dari tanaman baru.
Di suatu desa, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Lembaga Pendidikan di desa tersebut mulai memperkenalkan kurikulum yang menekankan pada praktik pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik dan teknik pengolahan lahan tanpa bakar.
Fungsi utama Lembaga Pendidikan dalam konteks pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) berdasarkan ilustrasi tersebut adalah:
Memberikan sanksi hukum kepada petani yang merusak lingkungan
Mendorong petani untuk mendapatkan modal usaha dari bank
Menanamkan nilai, pengetahuan, dan keterampilan konservasi kepada masyarakat
Membuat regulasi tentang tata ruang wilayah untuk pertanian.
Lembaga Agama seringkali mengeluarkan fatwa atau anjuran keagamaan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan larangan merusak alam, seperti anjuran untuk tidak boros dalam penggunaan air dan menanam pohon sebagai bentuk amal.
Peran spesifik Lembaga Agama dalam upaya pelestarian SDA adalah...
Membangun infrastruktur penampungan air bersih bagi masyarakat
Mengawasi secara langsung kegiatan industri pertambangan
Menjadikan ajaran agama sebagai dasar moral dan etika dalam berinteraksi dengan alam
Menyediakan bantuan dana untuk penanaman kembali hutan yang gundul.
Sebuah perusahaan tambang berhasil mengeruk sumber daya mineral, namun aktivitas penambangan tersebut menyebabkan pencemaran sungai dan konflik lahan dengan masyarakat adat. Jika kasus ini dibawa ke meja hijau, Lembaga Hukum memiliki peran krusial.
Peran Lembaga Hukum yang paling relevan untuk menjaga kelestarian SDA dalam kasus tersebut adalah:
Melakukan negosiasi antara perusahaan dan masyarakat adat
Menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat yang terdampak.
Menegakkan peraturan dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar undang-undang lingkungan hidup
Memberikan edukasi tentang bahaya pencemaran kepada seluruh pihak.
Tingkat kelahiran (natalitas) di Negara Z sangat tinggi, sementara tingkat kematian (mortalitas) menurun drastis karena kemajuan teknologi kesehatan. Akibatnya, jumlah penduduk usia muda sangat mendominasi struktur populasi.
Dampak sosial-ekonomi yang paling mungkin timbul dari kondisi dinamika kependudukan tersebut adalah:
Rendahnya kebutuhan akan fasilitas pendidikan dan kesehatan
Beban ketergantungan (dependency ratio) meningkat akibat tingginya jumlah penduduk usia non-produktif.
Kebutuhan akan lapangan kerja menurun karena mayoritas penduduk sudah produktif
Distribusi pendapatan nasional akan merata dengan cepat.
Bapak Budi adalah seorang buruh pabrik yang tinggal di desa. Anak perempuannya, Siti, berhasil lulus dari universitas terkemuka dengan beasiswa dan kini bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan multinasional di kota besar.
Jenis mobilitas sosial yang dialami oleh Siti, jika dibandingkan dengan status sosial ayahnya, adalah:
Mobilitas horizontal intragenerasi, karena terjadi dalam satu generasi dan tidak mengubah status
Mobilitas vertikal naik antargenerasi, karena status sosial Siti lebih tinggi daripada ayahnya.
Mobilitas vertikal turun intragenerasi, karena terjadi dalam satu generasi dan mengalami penurunan status
Mobilitas lateral, karena hanya melibatkan perpindahan tempat tinggal tanpa perubahan status.
Pemerintah mencanangkan program pemerataan pembangunan dengan membangun sentra industri dan fasilitas pendidikan berkualitas di luar Pulau Jawa. Tujuan utama program ini adalah mengurangi kepadatan penduduk dan sentralisasi kegiatan ekonomi di Pulau Jawa.
Konsep mobilitas penduduk yang hendak diatasi dan didorong melalui program tersebut adalah...
Mobilitas Horizontal dan Suku
Urbanisasi dan Mobilitas Vertikal.
Transmigrasi dan Mobilitas Antargenerasi
Urbanisasi dan Mobilitas Geografis.
Seorang anak dari keluarga pedagang kecil di sebuah daerah terpencil bercita-cita menjadi dokter. Meskipun harus menempuh pendidikan yang mahal, ia bertekad kuat, belajar sungguh-sungguh, dan akhirnya berhasil meraih mimpinya.
Faktor pendorong mobilitas sosial pada ilustrasi tersebut yang paling utama adalah:
Perbedaan ras, karena ia pindah dari daerah terpencil ke perkotaan
Perkawinan, karena ia menikah dengan orang dari status sosial yang lebih tinggi
Keadaan ekonomi, karena ia berasal dari keluarga kurang mampu
Keinginan untuk melihat daerah lain, karena ia berpindah tempat tinggal.
Fenomena "brain drain" terjadi ketika individu-individu terdidik dan berketerampilan tinggi beremigrasi ke negara lain untuk mencari peluang yang lebih baik.
Dampak negatif "brain drain" terhadap dinamika kependudukan dan pembangunan di negara asal adalah:
Peningkatan jumlah penduduk produktif di dalam negeri
Kehilangan sumber daya manusia berkualitas yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional
Peningkatan angka kelahiran karena kesadaran akan pentingnya pendidikan
Keseimbangan distribusi penduduk antardaerah semakin terwujud.
