wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Multimeter Analog

Total questions: 40

Worksheet time: 22mins

Name
Class
Date
1.

Apa fungsi utama dari multimeter analog?

a)

Menyimpan data dalam format digital

b)

Menampilkan gambar dan video

c)

Mengukur suhu dan kelembapan

d)

Mengukur tegangan, arus, dan resistansi listrik.

2.

Bagaimana cara mengukur tegangan dengan multimeter analog?

a)

Untuk mengukur tegangan dengan multimeter analog, atur ke posisi V, pilih rentang, hubungkan probe, dan baca nilai.

b)

Hanya perlu menghubungkan probe tanpa mengatur posisi multimeter.

c)

Pilih rentang dan baca nilai tanpa mengatur posisi V.

d)

Atur ke posisi A, pilih rentang, dan baca nilai tanpa menghubungkan probe.

3.

Apa yang harus dilakukan sebelum mengukur resistansi?

a)

Matikan sumber daya rangkaian yang akan diukur.

b)

Ukur resistansi tanpa persiapan.

c)

Nyalakan sumber daya rangkaian yang akan diukur.

d)

Gunakan alat ukur yang tidak sesuai.

4.

Apa yang dimaksud dengan skala pada multimeter analog?

a)

Skala pada multimeter analog menunjukkan jenis arus listrik.

b)

Skala pada multimeter analog digunakan untuk mengukur tekanan udara.

c)

Skala pada multimeter analog adalah indikator nilai pengukuran yang dapat dibaca.

d)

Skala pada multimeter analog adalah alat untuk mengukur suhu.

5.

Bagaimana cara mengatur multimeter untuk mengukur arus?

a)

Atur multimeter ke mode volt, sambungkan probe dengan benar, dan hubungkan secara paralel.

b)

Atur multimeter ke mode resistansi, sambungkan probe dengan benar, dan hubungkan secara paralel.

c)

Atur multimeter ke mode frekuensi, sambungkan probe dengan salah, dan hubungkan secara seri.

d)

Atur multimeter ke mode arus, sambungkan probe dengan benar, dan hubungkan secara seri.

6.

Apa yang terjadi jika multimeter dihubungkan secara salah saat mengukur tegangan?

a)

Multimeter dapat rusak atau menyebabkan kerusakan pada komponen yang diukur.

b)

Multimeter akan mengeluarkan bunyi peringatan.

c)

Multimeter akan berfungsi normal tanpa masalah.

d)

Multimeter akan menunjukkan hasil yang akurat.

7.

Apa yang dimaksud dengan pengukuran resistansi?

a)

Pengukuran resistansi adalah proses menghitung daya listrik yang digunakan.

b)

Pengukuran resistansi adalah proses mengukur suhu suatu komponen.

c)

Pengukuran resistansi adalah proses menentukan hambatan suatu komponen terhadap aliran arus listrik.

d)

Pengukuran resistansi adalah cara untuk menentukan tegangan listrik.

8.

Mengapa penting untuk mengkalibrasi multimeter?

a)

Untuk mengurangi biaya pemeliharaan alat.

b)

Untuk mempercepat proses pengukuran.

c)

Untuk memastikan akurasi dan keandalan pengukuran.

d)

Untuk meningkatkan daya tahan multimeter.

9.

Apa kesalahan umum saat mengukur resistansi?

a)

Mengabaikan suhu lingkungan saat pengukuran.

b)

Menggunakan multimeter yang rusak.

c)

Mengukur resistansi tanpa probe yang tepat.

d)

Kesalahan umum saat mengukur resistansi adalah tidak mematikan daya pada rangkaian.

10.

Bagaimana cara membaca hasil pengukuran pada multimeter analog?

a)

Tunggu hingga jarum multimeter berhenti bergerak sebelum membaca.

b)

Hanya gunakan angka yang paling besar pada skala.

c)

Baca nilai pada skala tanpa memperhatikan jenis pengukuran.

d)

Baca nilai pada skala sesuai dengan jenis pengukuran yang dipilih.

11.

Apa yang harus diperhatikan saat mengukur arus DC?

a)

Sambungkan semua kabel secara paralel

b)

Perhatikan pengaturan multimeter, sambungan seri, dan polaritas.

c)

Gunakan pengaturan AC pada multimeter

d)

Periksa suhu lingkungan

12.

Apa yang dimaksud dengan 'short circuit' dalam pengukuran resistansi?

a)

Short circuit adalah kondisi di mana arus listrik mengalir tanpa hambatan, mengakibatkan pembacaan resistansi yang tidak akurat.

b)

Short circuit terjadi ketika arus listrik terputus sepenuhnya.

c)

Short circuit adalah pengukuran resistansi yang akurat.

d)

Short circuit adalah kondisi di mana resistansi sangat tinggi.

13.

Bagaimana cara menghindari kesalahan saat menggunakan multimeter?

a)

Gunakan multimeter tanpa probe

b)

Periksa pengaturan, gunakan probe yang sesuai, dan pastikan koneksi baik.

c)

Biarkan multimeter dalam mode otomatis

d)

Hindari memeriksa koneksi sebelum penggunaan

14.

Apa yang harus dilakukan jika jarum multimeter tidak bergerak saat pengukuran?

a)

Tunggu beberapa menit sebelum mencoba lagi.

b)

Gunakan multimeter lain tanpa memeriksa.

c)

Ganti baterai multimeter.

d)

Periksa koneksi dan pengaturan multimeter.

15.

Apa yang dimaksud dengan 'open circuit' dalam pengukuran?

a)

Open circuit adalah kondisi di mana rangkaian tidak tertutup dan tidak ada aliran arus.

b)

Open circuit adalah kondisi di mana rangkaian berfungsi dengan baik dan tidak ada gangguan.

c)

Open circuit adalah kondisi di mana rangkaian terhubung dan arus mengalir.

d)

Open circuit adalah kondisi di mana rangkaian memiliki arus yang sangat tinggi.

16.

Mengapa multimeter analog lebih sulit dibaca dibandingkan multimeter digital?

a)

Multimeter analog lebih sulit dibaca karena memerlukan interpretasi posisi jarum pada skala.

b)

Multimeter analog lebih akurat dalam pengukuran dibandingkan multimeter digital.

c)

Multimeter digital tidak memerlukan baterai untuk berfungsi.

d)

Multimeter analog lebih cepat dalam pengukuran dibandingkan multimeter digital.

17.

Apa yang harus dilakukan jika multimeter menunjukkan nilai yang tidak stabil?

a)

Ganti baterai multimeter.

b)

Tunggu beberapa saat dan coba lagi.

c)

Gunakan multimeter lain tanpa memeriksa yang pertama.

d)

Periksa koneksi dan kalibrasi multimeter.

18.

Bagaimana cara mengukur resistansi pada komponen elektronik?

a)

Gunakan multimeter untuk mengukur resistansi.

b)

Gunakan osiloskop untuk mengukur resistansi.

c)

Menggunakan penggaris untuk mengukur resistansi.

d)

Mengukur resistansi dengan menggunakan voltmeter.

19.

Apa yang dimaksud dengan 'overload' pada multimeter?

a)

'Overload' pada multimeter adalah kondisi ketika alat menerima arus atau tegangan melebihi kapasitas maksimum.

b)

'Overload' merujuk pada penggunaan baterai yang lemah dalam multimeter.

c)

'Overload' terjadi ketika multimeter tidak terhubung dengan benar.

d)

'Overload' adalah istilah untuk pengukuran suhu pada multimeter.

20.

Apa yang harus dilakukan jika multimeter menunjukkan pembacaan negatif?

a)

Ganti multimeter dengan yang baru.

b)

Balikkan kabel pengukur atau periksa sumber tegangan.

c)

Ubah pengaturan multimeter ke mode AC.

d)

Tunggu beberapa menit sebelum mengambil pembacaan lagi.

21.

Untuk mengukur tegangan DC, maka selector switch pada multimeter harus pada posisi …

a)

Ω

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCA

22.

Untuk mengukur hambatan, maka selector switch pada multimeter harus pada posisi …

a)

Ω

b)

DCV

c)

ACV

d)

DCA

23.

Hasil pengukuran tahanan di bawah ini jika selektor pada posisi batas ukur x10 Ω....

a)

42 Ω

b)

420 Ω

c)

4200 Ω

d)

42,0 Ω

24.

Hasil pengukuran tahanan di bawah ini jika selektor pada posisi batas ukur x10 Ω....

a)

42 Ω

b)

420 Ω

c)

4200 Ω

d)

42,0 Ω

25.

Hasil pengukuran tegangan searah di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 10 V....

a)

3,3 V

b)

3,6 V

c)

2,8 V

d)

3,0 V

26.

Hasil pengukuran tegangan searah di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 50 V....

a)

16,5 V

b)

15 V

c)

18,5 V

d)

80 V

27.

Hasil pengukuran tegangan searah di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 250 V....

a)

82,5 V

b)

80,5 V

c)

90 V

d)

95 V

28.

Hasil pengukuran tahanan di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 100 ...

a)

20 Ω

b)

200

c)

2000

d)

20000 Ω

29.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 2,5 V ..

a)

125 V

b)

12,5 V

c)

1,25 V

d)

120 V

30.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 10 V ..

a)

125 V

b)

5 V

c)

25 V

d)

1,25 V

31.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 50 V ..

a)

125 V

b)

5 V

c)

25 V

d)

1,25 V

32.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 250 V ..

a)

125 V

b)

12,5 V

c)

250 V

d)

1,25 V

33.

Satuan tegangan adalah...

a)

Volt (V)

b)

Ampere (A)

c)

Watt (W)

d)

Hertz (Hz)

34.

Satuan arus adalah...

a)

Volt (V)

b)

Ampere (A)

c)

Watt (W)

d)

Hertz (Hz)

35.

Satuan daya adalah...

a)

Volt (V)

b)

Ampere (A)

c)

Watt (W)

d)

Hertz (Hz)

36.

Satuan tahanan/hambatan adalah...

a)

Volt (V)

b)

Ampere (A)

c)

Watt (W)

d)

Ohm (Ω)

37.

Hasil pengukuran tahanan di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur x10 Ω ...

a)

8,5 Ω

b)

85 Ω

c)

850 Ω

d)

80 Ω

38.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 10 V ...

a)

7 V

b)

85 Ω

c)

35 V

d)

165 V

39.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 50 V ...

a)

7 V

b)

85 Ω

c)

35 V

d)

165 V

40.

Hasil pengukuran tegangan listrik di bawah ini jika selektor diarahkan pada batas ukur 250 V ...

a)

7 V

b)

85 Ω

c)

35 V

d)

175 V