Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Kerajaan Hindu-Budha Nusantara

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 39mins

Name
Class
Date
1.
Prasasti Yupa dari Kutai mencatat upacara korban dan pemberian hadiah oleh raja. Dalam konteks sumber material, mengapa prasasti seperti Yupa sangat bernilai bagi rekonstruksi struktur politik awal di Nusantara? Pilih jawaban yang paling tepat.
a)
Karena hanya berisi doa-doa tanpa informasi sosial
b)
Karena merekam tindakan resmi raja yang menunjukkan legitimasi, jaringan patronase, dan struktur sosial
c)
Karena berisi resep pertanian yang berguna bagi ekonomi modern
d)
Karena ditulis dalam bahasa Tiongkok sehingga tidak relevan
e)
Karena hanya menunjukkan pengaruh budaya asing tanpa konteks lokal
2.
Catatan tentang Raja Mulawarman menunjukkan pemberian hadiah kepada brahmana dan warga. Secara historis, bagaimana praktik dermawan kerajaan dapat dilihat sebagai alat politik?
a)
Hanya sebagai tindakan religius tanpa konsekuensi politik
b)
Sebagai mekanisme redistribusi yang memperkuat loyalitas elite dan legitimasi raja
c)
Sebagai tanda kelemahan ekonomi kerajaan
d)
Sebagai praktik yang memisahkan raja dari masyarakat
e)
Sebagai bukti pengaruh Islam awal di Kutai
3.
Prasasti Ciaruteun menampilkan jejak kaki raja Purnawarman. Jika seorang peneliti ingin membandingkan simbol tersebut dengan representasi raja di India, pendekatan metodologis yang paling tepat adalah...
a)
Menganggap semua representasi raja di Asia identik
b)
Melakukan studi komparatif ikonografis yang sensitif konteks lokal dan sumber India kontemporer
c)
Mengabaikan konteks lokal karena sumber India lebih penting
d)
Menerjemahkan prasasti tanpa memperhatikan simbolnya
e)
Menggunakan prasasti untuk membuktikan adanya migrasi besar-besaran dari India
4.
Pembangunan saluran irigasi oleh Purnawarman (Gomati) sering disebut dalam sumber. Dari perspektif ekonomi agraris, implikasi utama pembangunan irigasi bagi kekuasaan kerajaan adalah...
a)
Meningkatkan kegiatan ritual tanpa manfaat ekonomi
b)
Meningkatkan produksi pertanian yang menciptakan surplus dan memperkuat basis pajak serta legitimasi penguasa
c)
Mengurangi peran raja karena desa menjadi mandiri
d)
Menimbulkan konflik internasional
e)
Tidak signifikan karena kerajaan bergantung pada perdagangan laut
5.
Penggunaan huruf Pallawa dalam prasasti Tarumanegara menunjukkan kontak budaya dengan India. Unsur mana yang paling relevan untuk dianalisis ketika meneliti proses adopsi aksara ini?
a)
Hanya teks prasasti tanpa bukti lain
b)
Jaringan perdagangan, hubungan antar-elite, peran agama, dan mekanisme pembelajaran aksara
c)
Asumsi bahwa aksara dibawa oleh satu penakluk militer
d)
Pengaruh langsung dari Tiongkok
e)
Klaim modern tanpa verifikasi
6.
Jika ditemukan prasasti baru di Kutai yang menyebut nama pelayan istana, sumber tambahan apa yang penting untuk merekonstruksi posisi sosial pelayan tersebut?
a)
Tidak perlu sumber lain karena prasasti cukup
b)
Arkeologi pemukiman, bahan material, tradisi lisan, dan catatan eksternal seperti catatan Cina/India
c)
Hanya catatan kolonial abad ke-19
d)
Catatan perjalanan Eropa abad ke-17
e)
Sastra modern saja
7.
Dalam interpretasi klaim keturunan ilahi pada prasasti-prasasti kerajaan awal, penafsiran yang paling produktif secara historis adalah...
a)
Menganggap klaim sebagai kebohongan tanpa nilai analitis
b)
Memahami klaim sebagai strategi legitimasi simbolik yang menyatukan kekuasaan spiritual dan politik
c)
Menilai klaim sebagai indikasi dominasi Eropa
d)
Mengabaikan klaim karena hanya mitos
e)
Menyimpulkan klaim sebagai bukti sistem kasta India yang identik di Nusantara
8.
Langkah verifikasi penting sebelum menarik kesimpulan dari prasasti Ciaruteun adalah...
a)
Segera menerbitkan tafsiran tanpa verifikasi
b)
Verifikasi paleografis, analisis konteks temuan, dan perbandingan dengan sumber lain
c)
Mengabaikan konteks arkeologis karena teks lebih penting
d)
Menyamakan prasasti dengan dokumen modern
e)
Menafsirkan prasasti hanya melalui legenda lisan
9.
Dalam struktur sosial Kutai sebagaimana direkonstruksi dari prasasti, peran elite lokal kemungkinan besar adalah...
a)
Tidak berperan dalam pengelolaan ekonomi
b)
Bertindak sebagai perantara distribusi hadiah dan administrasi lokal atas nama raja
c)
Hanya berperan dalam ritual tanpa akses ekonomi
d)
Kelompok asing yang tidak berpengaruh
e)
Selalu bertentangan dengan raja
10.
Sriwijaya dikenal sebagai pusat pembelajaran Buddha Mahayana dan pengendali jalur perdagangan maritim. Bagaimana peran lembaga monastik berkontribusi pada dominasi maritim Sriwijaya?
a)
Hanya berfungsi religius tanpa implikasi politik
b)
Menjadi node intelektual dan diplomatik yang memperkuat jaringan perdagangan dan legitimasi antara pelabuhan
c)
Menghambat perdagangan karena fokus pada asketisme
d)
Mengganti fungsi kerajaan dalam administrasi pelabuhan
e)
Tidak ada kontribusi signifikan
11.
Prasasti Kedukan Bukit menyebut ekspedisi laut dan penaklukan. Dalam analisis politik maritim, indikator apa yang paling kuat menunjukkan kontrol Sriwijaya atas jalur perdagangan?
a)
Jumlah candi di daratan
b)
Rujukan eksplisit pada ekspedisi laut, pengiriman hadiah, dan kontrol pelabuhan
c)
Penggunaan kereta kuda dalam prasasti
d)
Referensi pada upacara pertanian
e)
Penyebutan nama raja saja
12.
Balaputradewa disebut memiliki hubungan diplomatik luas. Sumber eksternal apa yang paling berguna untuk memverifikasi klaim pengaruh Sriwijaya di luar Sumatera?
a)
Catatan Belanda abad ke-17
b)
Catatan Tiongkok (Dinasti Tang) dan prasasti lokal di Semenanjung Malaka/India
c)
Kisah rakyat modern semata
d)
Naskah Jawa abad ke-19
e)
Sastra Persia abad pertengahan
13.
Kerajaan Melayu Tua mengalami kontak intens dengan Sriwijaya. Faktor kunci yang menentukan keberlanjutan kerajaan pesisir seperti Melayu terhadap tekanan Sriwijaya adalah...
a)
Jumlah candi yang dibangun
b)
Kontrol atas jalur perdagangan dan kemampuan membentuk aliansi maritim
c)
Penerapan hukum Hindu secara ketat
d)
Dominasi budaya India
e)
Kekuatan tentara darat semata
14.
Ratu Shima dari Kalingga terkenal karena penegakan hukum yang keras terhadap pencurian. Fungsi narasi semacam ini dalam tradisi kerajaan adalah...
a)
Hanya cerita tanpa tujuan
b)
Menegaskan otoritas pusat dan membangun citra penguasa sebagai penegak keadilan
c)
Menunjukkan kegagalan sistem hukum
d)
Meniru praktik Eropa
e)
Hanya mitos agraris
15.
Candi Kalasan dan prasasti berkaitan menunjukkan patronase kerajaan terhadap lembaga keagamaan. Bagaimana patronase ini mempengaruhi perkembangan seni dan arsitektur sakral?
a)
Menghambat kreativitas lokal
b)
Memberi sumber daya dan legitimasi sehingga memungkinkan pembangunan candi besar dan perkembangan gaya lokal
c)
Tidak relevan karena dibiayai pedagang asing
d)
Membuat seni menjadi identik dengan India tanpa variasi lokal
e)
Hanya simbol tanpa pengaruh praktis
16.
Mataram Kuno menunjukkan koeksistensi dinasti Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha). Dampak politik dari koeksistensi dua dinasti ini terhadap pembangunan monumen adalah...
a)
Tidak ada pengaruh sama sekali
b)
Mendorong patronase ganda yang menghasilkan monumen Hindu dan Buddha dalam wilayah yang sama
c)
Menimbulkan penghapusan salah satu agama secara cepat
d)
Menyebabkan peningkatan perdagangan internasional semata
e)
Menghilangkan tradisi lokal
17.
Medang Kamulan (Medang) sering dikaitkan dengan letusan Gunung Merapi dalam yurisdiksi perpindahan pusat. Bukti apa yang harus dicari untuk mendukung hipotesis bahwa letusan gunung berkontribusi pada perubahan politik?
a)
Hanya teks sastra tanpa bukti lain
b)
Lapisan tefra di stratigrafi arkeologi, penurunan pemukiman, dan penanggalan radiokarbon yang koheren
c)
Hanya cerita rakyat modern
d)
Catatan Eropa abad ke-18
e)
Analisis linguistik modern semata
18.
Dalam menelaah hubungan antara Mataram Kuno dan pusat-pusat keagamaan, apa fungsi candi besar seperti Borobudur selain sebagai situs ibadah?
a)
Hanya sekadar hiasan arsitektural
b)
Sebagai pusat pedagogis, legitimasi politik, dan representasi kosmologi yang menyokong otoritas kerajaan
c)
Tempat penyimpanan biji-bijian nasional
d)
Markas militer tersembunyi
e)
Struktur untuk perdagangan internasional
19.
Menggunakan pendekatan multi-sumber untuk sejarah pesisir Sumatera membantu mengatasi bias sumber tunggal karena...
a)
Sumber tunggal biasanya lengkap dan tanpa bias
b)
Kombinasi prasasti, catatan asing, arkeologi, dan tradisi lisan memungkinkan verifikasi silang dan rekonstruksi dinamika kontak
c)
Catatan asing harus selalu diutamakan
d)
Arkeologi tidak relevan untuk sejarah pesisir
e)
Tradisi lisan selalu lebih akurat daripada prasasti
20.
Karya sastra seperti Bharatayuddha pada masa Kediri sering mencerminkan ideal kepemimpinan. Jika menulis esai tentang hubungan sastra dan legitimasi politik Kediri, metode yang paling sesuai adalah...
a)
Mengabaikan sastra karena tidak bernilai historis
b)
Analisis tekstual kontekstual (hermeneutika) untuk membaca karya sebagai wacana politik yang merefleksikan legitimasi
c)
Menggunakan sastra hanya untuk hiburan
d)
Menerjemahkan tanpa konteks sejarah
e)
Menyamakan karya dengan mitos tanpa analisis
21.
Ken Arok mendirikan Singasari melalui serangkaian intrik politik. Dari perspektif sejarah politik, tindakan Ken Arok paling tepat dikategorikan sebagai...
a)
Pemimpin spiritual tanpa ambisi
b)
Pendiri dinasti melalui kudeta dan legitimasi simbolik
c)
Invasi asing besar-besaran
d)
Pemberontakan petani
e)
Transformasi budaya tanpa dampak politik
22.
Catatan Tiongkok sering menjadi sumber eksternal tentang hubungan Jawa dengan dunia luar. Dalam menilai keandalan catatan ini, sejarawan perlu memperhatikan...
a)
Catatan asing selalu benar tanpa verifikasi
b)
Tujuan penulisan, jalur diplomatik, kemungkinan salah identifikasi nama tempat, dan konteks kronologis
c)
Menolak catatan asing karena bias budaya
d)
Menggunakan catatan asing tanpa korelasi sumber lokal
e)
Mengganti sumber lokal dengan catatan asing
23.
Kertanegara melakukan ekspedisi politik ke wilayah seberang laut. Kebijakan ini berkontribusi langsung pada apa yang kemudian menjadi...
a)
Penutupan pelabuhan-pelabuhan Jawa
b)
Tradisi ekspedisi maritim dan diplomasi yang mempengaruhi kebijakan Majapahit selanjutnya
c)
Penghentian perdagangan internasional
d)
Isolasi politik Jawa
e)
Penggantian raja oleh dewan pedagang
24.
Konflik dengan kekuatan eksternal seperti Mongol memaksa kerajaan-kerajaan Jawa bereaksi. Implikasi utama tekanan eksternal terhadap politik internal Jawa adalah...
a)
Tidak berpengaruh pada kebijakan dalam negeri
b)
Mendorong reformasi militer, pembentukan aliansi, dan strategi diplomatik yang memperkuat respons politik
c)
Hanya menyebabkan kepanikan tanpa dampak jangka panjang
d)
Menghapus semua tradisi lokal
e)
Membuat kerajaan bergantung sepenuhnya pada bantuan asing
25.
Sumpah Palapa oleh Gajah Mada sering disinggung sebagai simbol persatuan. Dalam kajian ideologi politik, fungsi utama sumpah ini adalah...
a)
Hanya seremoni tanpa arti politik
b)
Perangkat ideologis untuk memobilisasi legitimasi dan dukungan moral-politik bagi ekspansi Majapahit
c)
Ritual religius semata
d)
Jargon tanpa pengaruh nyata
e)
Menggantikan lembaga pemerintahan formal
26.
Negarakertagama memberi uraian administrasi Majapahit. Sebagai sumber primer, nilai utama naskah ini dalam studi administrasi adalah...
a)
Hanya pujian tanpa informasi faktual
b)
Memberi informasi struktur administratif, nama wilayah, dan pejabat sehingga membantu rekonstruksi tata pemerintahan
c)
Tidak berguna karena berisi mitos
d)
Mengungkapkan pengaruh Eropa
e)
Hanya relevan untuk studi sastra
27.
Dalam menyusun argumen bahwa kejayaan Majapahit bersifat multidimensi, elemen mana yang harus dimasukkan untuk argumen sintesis yang kuat?
a)
Hanya aspek militer
b)
Menggabungkan faktor agraris (irigasi), jaringan perdagangan maritim, dan kapasitas militer-diplomatik
c)
Mengabaikan ekonomi dan hanya menekankan budaya
d)
Mengklaim keberhasilan semata keberuntungan
e)
Menolak semua bukti sejarah
28.
Frasa 'Bhinneka Tunggal Ika' muncul dalam Sutasoma. Dalam konteks Majapahit, fungsi frasa ini paling tepat dijelaskan sebagai...
a)
Hanya frasa puitis tanpa makna politis
b)
Prinsip toleransi yang membantu legitimasi politik di tengah keragaman etnis dan agama
c)
Instruksi militer
d)
Tanda dominasi agama tertentu secara paksa
e)
Prinsip administratif semata
29.
Perang Paregreg melemahkan struktur politik Majapahit pada akhir abad ke-14. Jika membuat analisis yang menegaskan faktor internal sebagai penyebab utama keruntuhan, bukti empiris apa yang harus disajikan?
a)
Hanya mengutip cerita rakyat tanpa bukti lain
b)
Prasasti pasca-konflik yang menunjukkan fragmentasi kekuasaan, data arkeologi tentang penurunan pemukiman, dan kronik yang merekam konflik elite
c)
Hanya sumber Eropa abad ke-17
d)
Argumen teoretis tanpa data
e)
Analisis linguistik modern saja
30.
Setelah jatuhnya Majapahit, pengaruh budaya Jawa berpindah ke Bali. Metode apa yang efektif untuk melacak unsur Majapahit dalam budaya Bali pasca-abad ke-15?
a)
Hanya membandingkan bahasa modern
b)
Menggabungkan studi naskah, arsitektur, praktik ritual, dan etnografi untuk menemukan kontinuitas simbolik dan institusional
c)
Mengandalkan prasasti Majapahit saja
d)
Mengasumsikan tidak ada hubungan karena jarak
e)
Hanya analisis seni lukis modern
31.
Prasasti Blanjong di Sanur menjadi sumber penting Bali Kuno. Dalam menilai legitimasi penguasa berdasarkan prasasti ini, aspek analisis paling relevan adalah...
a)
Mengabaikan konteks arkeologis
b)
Paleografi, konteks temuan, onomastik (nama raja), dan korelasi dengan bukti lain
c)
Membandingkannya hanya dengan prasasti Eropa
d)
Menggunakan terjemahan modern tanpa verifikasi
e)
Tidak ada aspek relevan
32.
Perbedaan pola patronase antara kerajaan Buddha dan Hindu memengaruhi bentuk arsitektur sakral. Pernyataan mana yang paling akurat?
a)
Tidak ada perbedaan yang signifikan
b)
Kerajaan Buddha cenderung mendukung stupa dan monastik, sedangkan kerajaan Hindu mendukung kuil-pemujaan yang memperkuat ritual kerajaan
c)
Perbedaan hanya soal bahan bangunan
d)
Patronase hanya dipengaruhi pedagang asing
e)
Perbedaan hanya bersifat kebetulan
33.
Ketika mengevaluasi klaim hegemonik Majapahit atas wilayah Nusantara, mengapa penting membedakan hegemoni simbolik dan kontrol administratif?
a)
Keduanya selalu sama sehingga tidak perlu dibedakan
b)
Kerena pengakuan simbolik (penghormatan, upeti) tidak selalu berarti adanya birokrasi atau kontrol administratif penuh
c)
Karena kontrol administratif tidak pernah ada
d)
Karena klaim simbolik selalu fiksional
e)
Karena sumber asing tidak dapat dipercaya
34.
Konsep lokalisasi sering dipakai untuk menjelaskan adaptasi ajaran India di Nusantara. Contoh lokalisasi yang tepat adalah...
a)
Mengadopsi agama India secara utuh tanpa perubahan
b)
Penggabungan motif lokal pada relief Borobudur dan praktik ritual di Bali yang mengintegrasikan kepercayaan setempat
c)
Menolak semua elemen India
d)
Mengganti bahasa lokal dengan bahasa India sepenuhnya
e)
Hanya meniru bentuk seni tanpa substansi
35.
Berdasarkan kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca, jelaskan bagaimana struktur pemerintahan Majapahit akhir menggambarkan konsep mandala dan hubungan pusat-daerah dalam politik Nusantara kala itu.
a)
Pemerintahan sentralistik penuh
b)
Hubungan feodal tanpa kendali pusat
c)
Konsep mandala dengan daerah bawahan semi-otonom
d)
Kerajaan konfederasi lepas
e)
Sistem kerajaan tunggal seperti Eropa
36.
Bukti kemunduran Majapahit dapat dilihat dari melemahnya otoritas pusat dan meningkatnya konflik antar bangsawan. Faktor utama yang mempercepat kemunduran ini adalah ...
a)
Serangan kerajaan luar
b)
Perpecahan internal dan perebutan tahta
c)
Perubahan iklim
d)
Pemberontakan rakyat terhadap pajak tinggi
e)
Kematian Gajah Mada
37.
Candi Penataran di Blitar menggambarkan puncak seni arsitektur Majapahit. Analisislah ciri khas seni bangunan tersebut yang menunjukkan sinkretisme Hindu–Buddha.
a)
Pemisahan tegas simbol Hindu dan Buddha
b)
Hanya mengandung simbol Siwaisme
c)
Perpaduan ikonografi Wisnu dan Buddha
d)
Dominasi relief Buddha murni
e)
Tidak ada pengaruh agama
38.
Kebudayaan Bali Kuno memperlihatkan kesinambungan tradisi Hindu–Buddha. Faktor utama yang menyebabkan ajaran tersebut bertahan lama di Bali adalah ...
a)
Isolasi geografis dan kuatnya lembaga adat
b)
Dukungan kolonial Belanda
c)
Minat pedagang asing
d)
Keterbukaan terhadap Islam
e)
Migrasi besar-besaran dari Jawa Tengah
39.
Kitab Usana Bali memuat ajaran-ajaran keagamaan dan nilai sosial masyarakat Bali Kuno. Hal ini menunjukkan bahwa ...
a)
Tradisi lisan diabaikan
b)
Nilai lokal dihapus
c)
Agama disebarkan lewat sastra lokal
d)
Budaya asing mendominasi penuh
e)
Sastra hanya berfungsi hiburan
40.
Berdasarkan catatan Cina Dinasti Ming, sisa-sisa kerajaan Majapahit masih berhubungan dengan perdagangan internasional hingga abad ke-16. Kondisi ini menandakan bahwa ...
a)
Majapahit sepenuhnya terisolasi
b)
Majapahit masih memiliki pengaruh ekonomi meski politiknya melemah
c)
Majapahit sudah bubar total
d)
Majapahit beralih ke kerajaan Islam
e)
Majapahit berpindah ke Kalimantan
41.
Perbandingan antara struktur kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menunjukkan bahwa ...
a)
Keduanya sama-sama agraris
b)
Sriwijaya maritim sedangkan Majapahit agraris-maritim
c)
Majapahit sepenuhnya maritim
d)
Sriwijaya berbasis pegunungan
e)
Keduanya tidak terlibat perdagangan
42.
Dalam sistem sosial keagamaan Hindu–Buddha, muncul lapisan masyarakat seperti brahmana dan ksatria. Di Nusantara, lapisan ini disesuaikan dengan ...
a)
Struktur kasta India tanpa perubahan
b)
Tradisi lokal dan jabatan pemerintahan
c)
Sistem Islam awal
d)
Sistem barter ekonomi
e)
Pengaruh Tiongkok
43.
Perbandingan konsep dewaraja antara Kerajaan Mataram Kuno dan Majapahit menunjukkan bahwa ...
a)
Majapahit menolak konsep dewaraja
b)
Mataram Kuno lebih kuat mempraktikkan dewaraja
c)
Majapahit menerapkan dewaraja secara ekstrem
d)
Keduanya tidak mengenal konsep itu
e)
Dewaraja hanya mitos
44.
Tradisi pemujaan arwah leluhur di Bali mencerminkan perpaduan antara ...
a)
Animisme dan Islam
b)
Hindu Bali dan tradisi lokal pra-Hindu
c)
Kristen dan Buddha
d)
Islam dan Hindu
e)
Budaya Cina dan India
45.
Candi Gunung Kawi di Tampaksiring menunjukkan bentuk penghormatan terhadap raja-raja Bali Kuno. Struktur candi ini menandakan bahwa ...
a)
Candi berfungsi sebagai benteng
b)
Raja dianggap manusia biasa
c)
Raja dipuja sebagai dewa setelah wafat
d)
Candi hanya tempat ibadah rakyat
e)
Candi tidak memiliki makna spiritual
46.
Bukti sinkretisme agama di Nusantara tampak pada keberadaan Candi Jawi dan Candi Jago. Hal ini menunjukkan ...
a)
Pemisahan tegas antara agama Hindu dan Buddha
b)
Upaya penyatuan dua ajaran besar
c)
Konflik antaragama
d)
Dominasi salah satu ajaran
e)
Pemusnahan simbol agama
47.
Analisislah bagaimana pengaruh arsitektur Hindu–Buddha masih tampak dalam kebudayaan modern Indonesia.
a)
Tidak ada pengaruh tersisa
b)
Hanya tersisa dalam museum
c)
Terlihat pada candi dan motif batik serta arsitektur publik modern
d)
Hanya di Bali
e)
Hanya di Kalimantan
48.
Prasasti Blanjong di Bali berisi tulisan campuran Sanskerta dan Bali Kuno. Hal ini menandakan bahwa ...
a)
Budaya lokal sepenuhnya digantikan India
b)
Budaya lokal dan India berinteraksi harmonis
c)
India menolak budaya lokal
d)
Masyarakat tidak berpendidikan
e)
Hanya bangsawan yang menulis
49.
Perbandingan sistem pemerintahan Majapahit dan Bali Kuno menunjukkan kesinambungan konsep triwangsa dan desa adat. Hal ini berarti ...
a)
Bali menolak warisan Majapahit
b)
Bali sepenuhnya meniru sistem India
c)
Sistem sosial Majapahit diwariskan ke Bali dengan adaptasi lokal
d)
Bali menutup diri dari pengaruh luar
e)
Struktur sosial sepenuhnya hilang
50.

Candi Prambanan dikenal sebagai salah satu contoh arsitektur Hindu yang megah. Apa yang paling mencolok dari desain arsitektur candi ini dalam konteks keagamaan?

a)

Candi tidak memiliki makna keagamaan

b)

Desainnya yang simetris mencerminkan kosmologi Hindu dan hubungan antara dunia manusia dan dewa

c)

Hanya berfungsi sebagai tempat tinggal raja

d)

Candi ini tidak memiliki pengaruh budaya

e)

Hanya sebagai tempat pertemuan sosial