wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen 9.1 Kepemimpinan

Total questions: 96

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

Apa perbedaan utama antara pemimpin dan manajer menurut penjelasan dalam materi ini?

a)

Pemimpin selalu lebih baik dari manajer

b)

Manajer hanya fokus pada tugas administratif, sedangkan pemimpin tidak

c)

Seorang manajer yang baik belum tentu merupakan pemimpin yang baik, dan sebaliknya

d)

Pemimpin tidak memiliki kekuasaan dalam organisasi

2.

Menurut John R.P. French dan Bertram Raven, berapa banyak sumber kekuasaan yang diidentifikasi dalam kepemimpinan?

a)

Tiga

b)

Empat

c)

Lima

d)

Enam

3.

Salah satu sumber kekuasaan yang disebutkan oleh French dan Raven adalah "reward power". Dalam konteks kepemimpinan, apa yang dimaksud dengan reward power?

a)

Kekuasaan yang berasal dari kemampuan memberikan penghargaan kepada bawahan

b)

Kekuasaan yang berasal dari ancaman hukuman

c)

Kekuasaan yang berasal dari posisi formal dalam organisasi

d)

Kekuasaan yang berasal dari keahlian khusus

4.

Jelaskan mengapa pemahaman terhadap teori-teori kepemimpinan penting bagi seorang manajer agar dapat menjadi pemimpin yang baik!

a)

Karena teori-teori tersebut hanya untuk pengetahuan umum

b)

Karena teori-teori tersebut membantu manajer memahami cara memimpin dengan efektif

c)

Karena teori-teori tersebut tidak relevan dengan praktik manajemen

d)

Karena teori-teori tersebut hanya membahas tugas administratif

5.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh penggunaan kekuasaan balasan (Reward Power) dalam organisasi?

a)

Memberikan bonus kepada karyawan yang mencapai target penjualan

b)

Memberikan peringatan kepada karyawan yang melanggar aturan

c)

Memecat karyawan yang tidak disiplin

d)

Menunjuk karyawan sebagai pemimpin tim karena jabatan formalnya

6.

Apa perbedaan utama antara kekuasaan balasan (Reward Power) dan kekuasaan paksaan (Coercive Power)?

a)

Kekuasaan balasan memberikan penghargaan, sedangkan kekuasaan paksaan memberikan hukuman

b)

Kekuasaan balasan hanya digunakan oleh pemilik perusahaan, sedangkan kekuasaan paksaan oleh manajer

c)

Kekuasaan balasan bersifat negatif, sedangkan kekuasaan paksaan bersifat positif

d)

Kekuasaan balasan tidak mempengaruhi perilaku karyawan, sedangkan kekuasaan paksaan sangat mempengaruhi

7.

Seorang manajer yang memiliki wewenang formal untuk memerintah bawahan dalam organisasi menggunakan jenis kekuasaan apa?

a)

Kekuasaan Legitimasi (Legitimate Power)

b)

Kekuasaan Referensi (Referent Power)

c)

Kekuasaan Kepakaran (Expert Power)

d)

Kekuasaan Balasan (Reward Power)

8.

Bagaimana kekuasaan referensi (Referent Power) dapat mempengaruhi perilaku bawahan dalam organisasi?

a)

Bawahan akan meniru perilaku manajer yang dikagumi atau dianggap sebagai model

b)

Bawahan akan menerima hukuman jika tidak mengikuti perintah

c)

Bawahan akan mendapatkan penghargaan jika mencapai target

d)

Bawahan akan mengikuti perintah karena keahlian manajer

9.

Mengapa seseorang dengan kekuasaan kepakaran (Expert Power) dapat mempengaruhi orang lain dalam organisasi?

a)

Karena orang tersebut memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang diakui

b)

Karena orang tersebut memiliki jabatan formal

c)

Karena orang tersebut dapat memberikan hukuman

d)

Karena orang tersebut populer di kalangan karyawan

10.

Apa perbedaan utama antara pemimpin dan manajer menurut teks?

a)

Pemimpin biasanya memiliki kemampuan memotivasi orang lain dengan semangat dan karisma tinggi, sedangkan manajer lebih fokus pada perencanaan dan pengelolaan organisasi.

b)

Pemimpin selalu memiliki jabatan formal, sedangkan manajer tidak.

c)

Manajer tidak pernah memotivasi karyawan, sedangkan pemimpin selalu memotivasi.

d)

Pemimpin hanya menggunakan kekuasaan balasan, sedangkan manajer menggunakan kekuasaan referensi.

11.

Mengapa kepemilikan terhadap sumber kekuasaan tidak secara otomatis membuat bawahan mengerjakan sesuatu yang spesifik?

a)

Karena bawahan ingin meniru prestasi manajer, tetapi kemampuan mereka masih terbatas.

b)

Karena manajer selalu menggunakan kekuasaan balasan.

c)

Karena semua bawahan memiliki keahlian yang sama dengan manajer.

d)

Karena bawahan tidak pernah ingin meniru perilaku manajer.

12.

Jelaskan bagaimana seorang manajer dapat menggunakan kekuasaan dalam organisasi menurut teks.

a)

Dengan menggunakan kekuasaan balasan dan hukuman melalui sumber daya organisasi.

b)

Dengan hanya menggunakan kekuasaan referensi.

c)

Dengan memotivasi karyawan melalui pidato inspiratif.

d)

Dengan menghindari penggunaan kekuasaan sama sekali.

13.

Menurut teks, mengapa kata-kata saja dari manajer tidak cukup kuat untuk memotivasi karyawannya?

a)

Karena manajer biasanya memotivasi karyawan dengan insentif gaji, bukan hanya kata-kata.

b)

Karena manajer tidak memiliki kekuasaan dalam organisasi.

c)

Karena karyawan tidak pernah mendengarkan manajer.

d)

Karena manajer selalu menggunakan kekuasaan referensi.

14.

Menurut teori bakat, apa yang membedakan pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang tidak efektif?

a)

Sifat/karakteristik pribadi yang dimiliki sejak lahir

b)

Jumlah pengalaman kerja yang dimiliki

c)

Tingkat pendidikan yang dicapai

d)

Dukungan dari masyarakat

15.

Mengapa teori bakat dianggap tidak sesuai dengan pandangan bahwa kepemimpinan dapat dipelajari?

a)

Karena teori bakat mengasumsikan sifat kepemimpinan dibawa sejak lahir

b)

Karena teori bakat menekankan pentingnya pendidikan formal

c)

Karena teori bakat hanya fokus pada pengalaman kerja

d)

Karena teori bakat mengabaikan faktor lingkungan

16.

Sifat apa yang sering disebut dimiliki oleh pemimpin menurut teori bakat?

a)

Lebih cerdas, percaya diri, bertanggung jawab, dan jangkauan luas

b)

Lebih pendiam, kurang percaya diri, dan tidak bertanggung jawab

c)

Tidak memiliki kelebihan dibandingkan orang lain

d)

Hanya mengandalkan keberuntungan

17.

Mengapa teori bakat tidak mampu menjelaskan mengapa ada orang yang lebih cerdas dibandingkan pemimpin, tetapi tidak menjadi pemimpin?

a)

Karena kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan

b)

Karena semua orang cerdas pasti menjadi pemimpin

c)

Karena kecerdasan adalah satu-satunya faktor kepemimpinan

d)

Karena teori bakat menolak adanya pemimpin yang introvert

18.

Bagaimana pengalaman menjadi pemimpin dapat memengaruhi karakteristik kepemimpinan seseorang?

a)

Pengalaman membuat seseorang mampu menguasai karakteristik yang diperlukan untuk menjadi pemimpin

b)

Pengalaman tidak berpengaruh terhadap karakteristik kepemimpinan

c)

Pengalaman hanya penting bagi pemimpin yang introvert

d)

Pengalaman hanya meningkatkan kecerdasan seseorang

19.

Penelitian tentang sifat-sifat pemimpin menemukan bahwa:

a)

Tidak ada sifat-sifat khusus yang membedakan pemimpin dengan nonpemimpin

b)

Semua pemimpin memiliki sifat yang sama

c)

Sifat-sifat pemimpin selalu diwariskan secara genetik

d)

Sifat-sifat pemimpin hanya dipengaruhi oleh lingkungan

20.

Apa temuan utama dari penelitian yang membedakan pemimpin yang efektif dengan yang tidak efektif?

a)

Kemampuan mengawasi menggunakan teknik-teknik pengawasan situasi tertentu

b)

Tingkat kecerdasan yang lebih tinggi

c)

Sifat introvert yang dominan

d)

Pengalaman militer yang luas

21.

Menurut teori perilaku kepemimpinan, apa yang membedakan pemimpin dari nonpemimpin?

a)

Sifat bawaan sejak lahir

b)

Perilaku yang dapat diidentifikasi

c)

Tingkat pendidikan

d)

Jumlah pengalaman kerja

22.

Teori perilaku kepemimpinan berpendapat bahwa pemimpin dapat dipelajari. Apa makna dari pernyataan tersebut?

a)

Pemimpin harus memiliki bakat alami

b)

Kepemimpinan hanya untuk orang tertentu

c)

Seseorang dapat mempelajari perilaku kepemimpinan untuk menjadi pemimpin yang efektif

d)

Pemimpin tidak perlu belajar apapun

23.

Fungsi pemimpin menurut teori perilaku mencakup dua hal. Manakah di bawah ini yang merupakan fungsi tugas (task-related functions)?

a)

Menjadi penengah dalam konflik

b)

Mengarahkan bawahan agar menyelesaikan tugas

c)

Menjaga hubungan antaranggota

d)

Memberikan motivasi sosial

24.

Bagaimana teori perilaku kepemimpinan menjelaskan efektivitas seorang pemimpin dalam situasi di mana ia hanya ahli dalam satu fungsi?

a)

Pemimpin tetap efektif dalam semua situasi

b)

Pemimpin dapat digantikan oleh orang lain yang lebih ahli dalam fungsi lain

c)

Pemimpin tidak perlu menjalankan fungsi sosial

d)

Pemimpin harus menghindari tugas yang tidak dikuasai

25.

Jelaskan secara strategis bagaimana dua fungsi pemimpin (tugas dan sosial) dapat mempengaruhi efektivitas organisasi dalam jangka panjang.

a)

Hanya fungsi tugas yang penting untuk efektivitas organisasi

b)

Kedua fungsi harus dijalankan secara seimbang agar organisasi berjalan efektif

c)

Fungsi sosial dapat diabaikan jika tugas berjalan baik

d)

Fungsi tugas dan sosial tidak berpengaruh pada efektivitas organisasi

26.

Menurut Teori Tannenbaum dan Warren H. Schmidt, gaya kepemimpinan dapat dijelaskan melalui dua titik ekstrem. Apa saja dua titik ekstrem tersebut?

a)

Fokus pada atasan (pemimpin) dan fokus pada bawahan

b)

Fokus pada hasil dan fokus pada proses

c)

Fokus pada pelanggan dan fokus pada produk

d)

Fokus pada keuntungan dan fokus pada kerugian

27.

Bagaimana peran manajer yang memiliki gaya kepemimpinan dengan fokus pada pekerjaan (task oriented style)?

a)

Lebih mementingkan pekerjaan dengan mengendalikan dan mengawasi karyawan secara dekat

b)

Memberikan kebebasan penuh kepada bawahan untuk mengambil keputusan

c)

Hanya memperhatikan kepuasan pekerja tanpa mengawasi pekerjaan

d)

Tidak pernah membuat keputusan sendiri

28.

Manajer yang menyajikan ide dan mengundang pertanyaan dari bawahan berada di wilayah mana dalam kerangka kepemimpinan Tannenbaum dan Schmidt?

a)

Wilayah kebebasan untuk bawahan

b)

Penggunaan wewenang oleh manajer

c)

Fokus pada pelanggan

d)

Fokus pada hasil

29.

Jelaskan secara strategis bagaimana seorang manajer dapat meningkatkan motivasi bawahan menurut gaya kepemimpinan yang berorientasi pada karyawan (employee oriented style).

a)

Dengan memberi perhatian pada masalah kepuasan pekerja atau perkembangan pekerja/bawahan

b)

Dengan mengabaikan kebutuhan bawahan dan hanya fokus pada hasil

c)

Dengan membatasi komunikasi antara manajer dan bawahan

d)

Dengan memberikan tugas tanpa penjelasan

30.

Dalam kerangka Tannenbaum dan Schmidt, apa yang dilakukan manajer ketika ia menentukan batas, kemudian meminta kelompok membuat keputusan?

a)

Memberikan kebebasan kepada bawahan dalam batas yang telah ditentukan

b)

Mengambil semua keputusan sendiri tanpa melibatkan bawahan

c)

Menyajikan keputusan yang tidak bisa diubah

d)

Mengabaikan pendapat bawahan sepenuhnya

31.

Menurut Tannenbaum dan Schmidt, apa yang dimaksud dengan "zero sum game" dalam gaya kepemimpinan?

a)

Permainan di mana total hasil selalu positif

b)

Permainan di mana jika satu pihak mendapat lebih, pihak lain mendapat kurang sehingga jumlahnya nol

c)

Permainan di mana semua pihak selalu menang

d)

Permainan di mana hasil tidak dapat diukur

32.

Faktor apa saja yang menurut dua akademisi tersebut menentukan gaya kepemimpinan dalam organisasi?

a)

Faktor manajer, faktor bawahan, faktor situasi

b)

Faktor manajer, faktor karyawan, faktor situasi

c)

Faktor manajer, faktor organisasi, faktor waktu

d)

Faktor manajer, faktor struktur, faktor perhatian

33.

Bagaimana gaya kepemimpinan manajer yang lebih otoriter dapat menjadi lebih efektif menurut penjelasan dalam teks?

a)

Ketika pekerjaan membutuhkan partisipasi tinggi

b)

Ketika pekerjaan berada dalam tekanan waktu dan harus cepat selesai

c)

Ketika karyawan memiliki pengalaman yang baik

d)

Ketika organisasi tidak memiliki nilai yang jelas

34.

Penelitian Ohio State University melihat efektivitas kepemimpinan melalui dua variabel. Variabel apa saja yang digunakan?

a)

Struktur inisiatif dan perhatian

b)

Struktur organisasi dan motivasi

c)

Struktur inisiatif dan komunikasi

d)

Struktur organisasi dan partisipasi

35.

Jelaskan mengapa gaya kepemimpinan manajer tidak selalu merupakan "zero sum game" menurut penelitian lanjutan.

a)

Karena manajer hanya bisa fokus pada satu pihak saja

b)

Karena manajer dapat bersifat multidimensi, fokus pada bawahan sekaligus atasan

c)

Karena manajer tidak memiliki otoritas dalam organisasi

d)

Karena kepemimpinan selalu bersifat otoriter

36.

Matriks dua variabel efektivitas kepemimpinan menurut Studi Ohio State University (struktur inisiatif dan perhatian).

a)

Struktur inisiatif dan perhatian

b)

Struktur tugas dan motivasi

c)

Kepemimpinan otoriter dan demokratis

d)

Komunikasi dan kontrol

37.

Berdasarkan penelitian pada Studi Ohio State, gaya kepemimpinan dengan perhatian tinggi cenderung menghasilkan apa?

a)

Tingkat kepuasan karyawan yang paling tinggi dan tingkat absensi serta perpindahan kerja yang rendah

b)

Tingkat keluhan karyawan yang tinggi dan perpindahan kerja yang tinggi

c)

Tingkat kepuasan karyawan yang rendah dan absensi yang tinggi

d)

Tingkat absensi yang tinggi dan kepuasan karyawan yang rendah

38.

Menurut hasil penelitian, dalam situasi perang atau militer, gaya kepemimpinan yang paling efektif adalah yang berorientasi pada apa?

a)

Tugas (perhatian rendah)

b)

Karyawan (perhatian tinggi)

c)

Struktur rendah

d)

Struktur inisiatif

39.

Menurut penelitian Studi Ohio State, manajer pada bidang nonproduksi lebih efektif jika mereka memiliki perhatian yang tinggi terhadap karyawan karena:

a)

situasi kerja nonproduksi membutuhkan perhatian terhadap karyawan untuk menghasilkan kepemimpinan yang efektif

b)

struktur inisiatif lebih penting daripada perhatian

c)

absensi karyawan tidak berpengaruh pada efektivitas kepemimpinan

d)

kepemimpinan semata-mata tergantung pada struktur tinggi

40.

Bagaimana penelitian Studi Ohio State menyimpulkan hubungan antara perhatian pemimpin dan efektivitas kepemimpinan?

a)

Kepemimpinan dengan perhatian tinggi merupakan kepemimpinan yang efektif

b)

Kepemimpinan dengan struktur tinggi selalu lebih efektif

c)

Kepemimpinan dengan perhatian rendah menghasilkan kepuasan karyawan yang tinggi

d)

Kepemimpinan dengan struktur rendah lebih efektif dalam semua situasi

41.

Menurut studi University of Michigan yang dipelopori oleh Rensis Likert, apa perbedaan utama antara fokus pada produksi (production centered) dan fokus pada karyawan (employee centered)?

a)

Fokus pada produksi menekankan partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan, sedangkan fokus pada karyawan menekankan pengawasan ketat.

b)

Fokus pada produksi menekankan standar kerja yang keras dan pengawasan ketat, sedangkan fokus pada karyawan menekankan partisipasi, rasa percaya, dan penghargaan antaranggota.

c)

Fokus pada produksi menekankan penghargaan antaranggota, sedangkan fokus pada karyawan menekankan hukuman.

d)

Fokus pada produksi dan fokus pada karyawan tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

42.

Berdasarkan hasil penelitian University of Michigan, gaya kepemimpinan seperti apa yang dianggap lebih efektif dalam meningkatkan prestasi karyawan?

a)

Gaya kepemimpinan yang berfokus pada produksi.

b)

Gaya kepemimpinan yang berfokus pada karyawan.

c)

Gaya kepemimpinan yang otoriter-eksploitatif.

d)

Gaya kepemimpinan yang tidak melibatkan bawahan.

43.

Menurut studi University of Michigan, gaya kepemimpinan yang berfokus pada karyawan (employee centered) dianggap lebih efektif karena...

a)

gaya ini menekankan hukuman dan ancaman.

b)

gaya ini membatasi komunikasi hanya satu arah.

c)

gaya ini mendorong partisipasi, rasa percaya, dan penghargaan antaranggota, serta membangun hubungan baik antara pemimpin dan bawahan.

d)

gaya ini hanya mengutamakan hasil produksi.

44.

Sistem kepemimpinan otoriter-eksploitatif (exploitative-authoritative) menurut Likert memiliki ciri-ciri sebagai berikut, kecuali:

a)

Kepercayaan yang rendah terhadap bawahan.

b)

Motivasi bawahan melalui ancaman atau hukuman.

c)

Komunikasi dilakukan dua arah secara terbuka.

d)

Pengambilan keputusan hanya untuk manajer.

45.

Pada sistem benevolent-authoritative, manajer melakukan hal berikut, kecuali:

a)

Mempercayai bawahan sampai tingkat tertentu.

b)

Memotivasi bawahan melalui ancaman dan hukuman.

c)

Membatasi komunikasi hanya ke bawah tanpa memperhatikan pendapat bawahan.

d)

Mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan meskipun masih melakukan pengawasan ketat.

46.

Apa perbedaan utama antara sistem manajerial konsultatif dan partisipatif dalam hal pengambilan keputusan?

a)

Konsultatif hanya melibatkan atasan, partisipatif melibatkan semua karyawan

b)

Konsultatif melibatkan pendapat bawahan secara terbatas, partisipatif mendorong partisipasi penuh karyawan

c)

Konsultatif tidak menggunakan insentif, partisipatif selalu menggunakan insentif

d)

Konsultatif lebih produktif daripada partisipatif

47.

Mengapa organisasi dengan manajer bertipe partisipatif (sistem 4) dianggap paling efektif dalam mencapai tujuan?

a)

Karena manajer selalu membuat keputusan sendiri tanpa melibatkan karyawan

b)

Karena komunikasi hanya berjalan satu arah dari atasan ke bawahan

c)

Karena partisipasi karyawan dalam penentuan tujuan dan penilaian kemajuan sangat didorong

d)

Karena insentif ekonomi tidak digunakan sama sekali

48.

Bagaimana kisi-kisi manajerial (Managerial Grid) berbeda dari studi kepemimpinan sebelumnya menurut teks?

a)

Kisi-kisi manajerial hanya fokus pada tugas

b)

Kisi-kisi manajerial menilai kepemimpinan secara multidimensional, tidak hanya satu orientasi

c)

Kisi-kisi manajerial tidak mempertimbangkan orientasi pada karyawan

d)

Kisi-kisi manajerial tidak menggunakan skala penilaian

49.

Mengapa penting bagi seorang manajer untuk memiliki orientasi pada tugas dan karyawan secara bersamaan menurut konsep kisi-kisi manajerial?

a)

Agar dapat meningkatkan prestasi yang superior

b)

Agar dapat menghindari konflik di tempat kerja

c)

Agar dapat mengurangi beban kerja manajer

d)

Agar dapat mengabaikan pendapat bawahan

50.

Jelaskan bagaimana penggunaan skala 1 sampai 9 dalam kisi-kisi manajerial membantu mengidentifikasi gaya kepemimpinan seorang manajer.

a)

Skala ini digunakan untuk menentukan tingkat insentif yang diberikan

b)

Skala ini digunakan untuk mengukur seberapa sering manajer berkomunikasi

c)

Skala ini digunakan untuk mengidentifikasi kombinasi orientasi tugas dan karyawan dalam gaya kepemimpinan

d)

Skala ini digunakan untuk menilai jumlah bawahan yang dimiliki manajer

51.

Berdasarkan Gambar 9.3 Bagan Kisi-kisi Manajerial, gaya kepemimpinan manakah yang menunjukkan perhatian tinggi terhadap karyawan tetapi rendah terhadap produksi?

a)

Team Management (9.9)

b)

Country Club Management (1.9)

c)

Authority Compliance (9.1)

d)

Middle of The Road Management (5.5)

52.

Gaya kepemimpinan 1.1 disebut sebagai impoverished management atau laissez-faire management karena:

a)

Manajer sangat memperhatikan karyawan tetapi tidak memperhatikan produksi.

b)

Manajer tidak menjalankan peran kepemimpinan dan memiliki perhatian rendah terhadap karyawan dan kerja.

c)

Manajer sangat memperhatikan produksi tetapi tidak memperhatikan karyawan.

d)

Manajer menyeimbangkan perhatian antara karyawan dan produksi.

53.

Menurut penjelasan pada teks, apa yang membedakan gaya kepemimpinan 9.1 (task or authoritarian management) dengan gaya kepemimpinan 1.9 (country club management)?

a)

9.1 lebih memperhatikan karyawan, sedangkan 1.9 lebih memperhatikan produksi.

b)

9.1 memperhatikan produksi tinggi dan karyawan rendah, sedangkan 1.9 memperhatikan karyawan tinggi dan produksi rendah.

c)

9.1 dan 1.9 sama-sama memperhatikan karyawan dan produksi secara seimbang.

d)

9.1 tidak menjalankan peran kepemimpinan, sedangkan 1.9 sangat otoriter.

54.

Menurut Blake dan Mouton, mengapa gaya kepemimpinan 9.9 (team atau democratic management) dianggap paling efektif?

a)

Karena hanya fokus pada produksi

b)

Karena memperhatikan karyawan dan kerja secara tinggi

c)

Karena mengabaikan kepuasan karyawan

d)

Karena meningkatkan absensi kerja

55.

Apa yang menjadi inti dari teori situasi (contingency) dalam kepemimpinan?

a)

Kepemimpinan selalu efektif dalam semua situasi

b)

Efektivitas kepemimpinan tergantung pada situasi tertentu

c)

Gaya kepemimpinan tidak pernah berubah

d)

Semua pemimpin harus otoriter

56.

Faktor apa saja yang termasuk dalam pendekatan situasional (contingency) menurut teks?

a)

Hanya budaya organisasi

b)

Hanya perilaku karyawan

c)

Pekerjaan, perilaku teman kerja, karakteristik karyawan, budaya organisasi

d)

Hanya kebijakan organisasi

57.

Model kepemimpinan Hersey dan Blanchard membagi gaya kepemimpinan berdasarkan:

a)

Berdasarkan usia pemimpin

b)

Berdasarkan empat kotak dengan sumbu perilaku kerja dan hubungan antarmanusia

c)

Berdasarkan tingkat pendidikan bawahan

d)

Berdasarkan jumlah bawahan

58.

Mengapa kesiapan bawahan penting dalam model kepemimpinan Hersey dan Blanchard?

a)

Karena menentukan efektivitas kepemimpinan

b)

Karena hanya mempengaruhi gaji

c)

Karena tidak berpengaruh pada tugas

d)

Karena hanya penting untuk promosi

59.

Bagaimana gaya kepemimpinan 9.9 dapat mempengaruhi absensi dan kepuasan karyawan?

a)

Meningkatkan absensi dan menurunkan kepuasan

b)

Mengurangi absensi dan meningkatkan kepuasan

c)

Tidak berpengaruh pada absensi

d)

Hanya meningkatkan absensi

60.

Berdasarkan penjelasan, apa yang sebaiknya dilakukan seorang manajer agar kepemimpinannya lebih efektif menurut Blake dan Mouton?

a)

Mengubah gaya kepemimpinan menjadi 9.9

b)

Mengabaikan pelatihan manajer

c)

Fokus pada produksi saja

d)

Tidak memperhatikan bawahan

61.

Apa yang ditunjukkan oleh gambar empat kotak dalam model kepemimpinan Hersey dan Blanchard?

a)

Pembagian gaya kepemimpinan berdasarkan perilaku kerja dan hubungan antarmanusia

b)

Pembagian tugas berdasarkan departemen

c)

Pembagian gaji berdasarkan jabatan

d)

Pembagian waktu kerja

62.

Berdasarkan Matriks Kepemimpinan Hersey dan Blanchard, pada tahap awal perjalanan organisasi, gaya kepemimpinan nomor berapakah yang paling efektif diterapkan?

a)

Nomor 1

b)

Nomor 2

c)

Nomor 3

d)

Nomor 4

63.

Mengapa gaya kepemimpinan nomor 1 (kerja tinggi, hubungan rendah) dianggap efektif pada awal perjalanan organisasi menurut penjelasan dalam teks?

a)

Karena karyawan belum tahu banyak dan membutuhkan instruksi yang rinci

b)

Karena karyawan sudah berpengalaman dan dapat mengarahkan diri sendiri

c)

Karena hubungan manusiawi lebih penting daripada instruksi kerja

d)

Karena struktur kerja tidak diperlukan pada tahap awal

64.

Pada tahap ketika karyawan mulai belajar dan semakin terbiasa dengan organisasi, gaya kepemimpinan apa yang sebaiknya diterapkan oleh manajer menurut Hersey dan Blanchard?

a)

Gaya kepemimpinan nomor 2 (hubungan tinggi, tugas tinggi)

b)

Gaya kepemimpinan nomor 1 (hubungan rendah, tugas tinggi)

c)

Gaya kepemimpinan nomor 3 (hubungan tinggi, tugas rendah)

d)

Gaya kepemimpinan nomor 4 (hubungan rendah, tugas rendah)

65.

Alasan gaya kepemimpinan nomor 3 (hubungan tinggi, tugas rendah) lebih sesuai diterapkan ketika kesiapan karyawan semakin baik adalah...

a)

Karena manajer tidak perlu lagi memberikan instruksi yang tegas dan mengarahkan secara langsung

b)

Karena hubungan manusiawi tidak lagi penting

c)

Karena struktur kerja tidak diperlukan sama sekali

d)

Karena karyawan masih membutuhkan instruksi yang rinci

66.

Pada tahap akhir, ketika karyawan sudah sangat berpengalaman dan dapat mengarahkan diri sendiri, gaya kepemimpinan mana yang paling tepat diterapkan menurut Matriks Hersey dan Blanchard?

a)

Gaya kepemimpinan nomor 4 (hubungan rendah, tugas rendah)

b)

Gaya kepemimpinan nomor 1 (hubungan rendah, tugas tinggi)

c)

Gaya kepemimpinan nomor 2 (hubungan tinggi, tugas tinggi)

d)

Gaya kepemimpinan nomor 3 (hubungan tinggi, tugas rendah)

67.

Menurut model kepemimpinan situasional, apa yang harus dilakukan manajer atau pemimpin agar gaya kepemimpinannya efektif?

a)

Mengikuti gaya kepemimpinan yang sama dalam setiap situasi

b)

Menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan kondisi karyawan

c)

Mengabaikan kondisi karyawan dan fokus pada hasil

d)

Memberikan kebebasan penuh kepada karyawan tanpa evaluasi

68.

Apa yang dapat terjadi jika manajer tidak cukup fleksibel dalam mengubah gaya kepemimpinannya?

a)

Efektivitas kepemimpinan meningkat

b)

Perkembangan karyawan menjadi terhambat

c)

Motivasi karyawan semakin tinggi

d)

Profesionalisme karyawan berkembang pesat

69.

Menurut Model Fiedler, apa yang menjadi dasar seseorang menjadi pemimpin yang efektif?

a)

Hanya karena karakteristik individu mereka

b)

Hanya karena pengalaman kerja yang panjang

c)

Karena karakteristik individu dan variabel situasi serta interaksi dengan bawahan

d)

Karena latar belakang pendidikan yang tinggi

70.

Dimensi "kekuasaan posisi" dalam Model Fiedler menjelaskan bahwa pemimpin yang memiliki kekuasaan posisi yang besar akan:

a)

Sulit mendapatkan kepatuhan dari bawahan

b)

Lebih mudah memperoleh kepatuhan bawahan

c)

Tidak berpengaruh terhadap kepatuhan bawahan

d)

Selalu menimbulkan konflik dengan bawahan

71.

Bagaimana struktur pekerjaan yang jelas menurut Model Fiedler dapat memengaruhi bawahan?

a)

Membuat bawahan tidak bertanggung jawab

b)

Membuat bawahan bertanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan

c)

Membingungkan bawahan dalam melaksanakan tugas

d)

Mengurangi motivasi bawahan

72.

Menurut Fiedler, apa yang dimaksud dengan "favorableness of situation" dalam konteks kepemimpinan?

a)

Situasi kerja saat kekuasaan jelas, struktur pekerjaan baik, dan hubungan antara pemimpin dan bawahan baik.

b)

Situasi kerja saat bawahan tidak menyukai pemimpinnya.

c)

Situasi kerja tanpa struktur dan kekuasaan.

d)

Situasi kerja dengan orientasi tugas rendah.

73.

Bagaimana gaya kepemimpinan seseorang yang memberikan rating tinggi kepada teman kerja yang paling tidak disukai menurut skala LPC?

a)

Cenderung berorientasi pada hubungan manusia.

b)

Cenderung berorientasi pada tugas.

c)

Tidak memiliki gaya kepemimpinan.

d)

Selalu memilih orientasi kerja.

74.

Jelaskan bagaimana metode kedua dalam penilaian kesamaan antara pihak yang berlawanan menurut Fiedler dapat menghasilkan hasil yang sama dengan metode pertama.

a)

Karena asumsi bahwa orang yang senang bekerja dengan orang yang memiliki banyak kesamaan dengan mereka.

b)

Karena semua orang memiliki gaya kepemimpinan yang sama.

c)

Karena rating selalu tinggi pada semua situasi.

d)

Karena struktur pekerjaan tidak berpengaruh.

75.

Jika seorang manajer memberikan rating rendah (LPC rendah) kepada teman kerja yang paling tidak disukai, gaya kepemimpinan seperti apa yang cenderung dimilikinya?

a)

Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas.

b)

Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan manusia.

c)

Gaya kepemimpinan yang tidak terstruktur.

d)

Gaya kepemimpinan yang selalu fleksibel.

76.

Berdasarkan Gambar 9.5, bagaimana hubungan antara kekuasaan posisi pemimpin dan efektivitas kepemimpinan dalam situasi yang berbeda?

a)

Kekuasaan posisi pemimpin yang kuat cenderung meningkatkan efektivitas kepemimpinan dalam situasi baik.

b)

Kekuasaan posisi pemimpin yang lemah selalu menghasilkan kepemimpinan yang efektif.

c)

Efektivitas kepemimpinan tidak dipengaruhi oleh kekuasaan posisi pemimpin.

d)

Kekuasaan posisi pemimpin yang kuat hanya penting dalam situasi jelek.

77.

Efektivitas kepemimpinan menurut Fiedler berbeda-beda tergantung pada situasi kerja yang dihadapi karena...

a)

setiap situasi kerja memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda pula.

b)

efektivitas kepemimpinan tidak dipengaruhi oleh situasi kerja.

c)

semua situasi kerja membutuhkan gaya kepemimpinan yang sama.

d)

manajer selalu menggunakan orientasi hubungan manusiawi.

78.

Menurut teori jalur-tujuan (Path-Goal Theory), apa yang menjadi dasar motivasi seseorang dalam bekerja?

a)

Harapan mengenai balasan (reward) dan kekuatan daya tarik balasan (valence)

b)

Jumlah gaji yang diterima setiap bulan

c)

Hubungan pribadi dengan atasan

d)

Tingkat pendidikan yang dimiliki

79.

Salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas kepemimpinan menurut teori jalur-tujuan adalah karakteristik bawahan. Apa yang termasuk dalam karakteristik bawahan tersebut?

a)

Kemampuan yang dipersepsikan dan pengendalian diri (locus of control)

b)

Tingkat pendidikan dan usia bawahan

c)

Jumlah bawahan dalam organisasi

d)

Lokasi geografis tempat kerja

80.

Bagaimana gaya kepemimpinan yang suportif (mendukung) menurut teori jalur-tujuan?

a)

Memberi perhatian terhadap kebutuhan bawahan dan menciptakan suasana organisasi yang menyenangkan

b)

Memberikan instruksi yang tegas dan tidak memberi ruang diskusi

c)

Mengutamakan hasil kerja tanpa memperhatikan kesejahteraan bawahan

d)

Mengabaikan hubungan antar karyawan

81.

Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada kerja lebih efektif dalam situasi yang sangat terstruktur seperti perang karena...

a)

Karena struktur kerja jelas dan hubungan atasan-bawahan baik

b)

Karena bawahan bebas mengambil keputusan sendiri

c)

Karena tidak ada aturan yang harus diikuti

d)

Karena suasana kerja tidak menentu

82.

Dalam teori jalur-tujuan, perilaku pemimpin dapat dikategorikan dalam empat kelompok. Salah satunya adalah kepemimpinan yang partisipatif. Apa yang dilakukan pemimpin dengan gaya ini?

a)

Memberi kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan

b)

Memberikan instruksi tanpa diskusi

c)

Mengabaikan pendapat bawahan

d)

Hanya fokus pada hasil kerja

83.

Manakah dari berikut ini yang merupakan ciri utama dari kepemimpinan yang instrumental (directive)?

a)

Memberikan pengarahan yang spesifik dan menjelaskan apa yang diharapkan dari bawahan.

b)

Mendorong bawahan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

c)

Menetapkan tujuan dan mencari cara untuk meningkatkan prestasi.

d)

Meningkatkan kepercayaan diri bawahan tanpa arahan khusus.

84.

Dalam situasi di mana bawahan sudah mahir dalam pekerjaannya, gaya kepemimpinan apa yang paling sesuai digunakan menurut teori path-goal?

a)

Kepemimpinan partisipatif

b)

Kepemimpinan instrumental (directive)

c)

Kepemimpinan suportif

d)

Kepemimpinan orientasi pencapaian prestasi

85.

Bagaimana karakteristik pribadi bawahan dapat memengaruhi efektivitas gaya kepemimpinan menurut pendekatan path-goal?

a)

Jika bawahan merasa tidak mampu, gaya directive lebih sesuai.

b)

Jika bawahan merasa tidak mampu, gaya partisipatif lebih sesuai.

c)

Jika bawahan merasa mampu, gaya suportif lebih sesuai.

d)

Jika bawahan merasa mampu, gaya directive lebih sesuai.

86.

Menurut kerangka path-goal, faktor apa saja yang memengaruhi motivasi bawahan?

a)

Karakteristik pribadi bawahan, perilaku pemimpin, dan karakteristik lingkungan

b)

Karakteristik pribadi bawahan dan perilaku pemimpin saja

c)

Perilaku pemimpin dan karakteristik lingkungan saja

d)

Karakteristik lingkungan saja

87.

Mengapa fleksibilitas pemimpin dianggap penting dalam teori path-goal?

a)

Karena pemimpin harus dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan situasi yang dihadapi.

b)

Karena pemimpin harus selalu menggunakan gaya directive.

c)

Karena pemimpin harus mengikuti standar yang tetap.

d)

Karena pemimpin tidak perlu mempertimbangkan karakteristik bawahan.

88.

Menurut teori kepemimpinan, bagaimana gaya kepemimpinan yang paling sesuai jika bawahan memiliki locus of control yang tinggi?

a)

Gaya kepemimpinan partisipatif

b)

Gaya kepemimpinan directive

c)

Gaya kepemimpinan otoriter

d)

Gaya kepemimpinan laissez-faire

89.

Mengapa gaya kepemimpinan directive tidak cocok diterapkan pada struktur kerja yang tinggi?

a)

Karena bawahan tidak suka selalu diberi tahu apa yang harus dikerjakan

b)

Karena bawahan lebih suka bekerja sendiri tanpa arahan

c)

Karena sistem formal tidak memerlukan kepemimpinan

d)

Karena gaya directive hanya cocok untuk pekerjaan kreatif

90.

Apa fokus utama dari Model Vroom-Yetton dan Vroom-Jago dalam proses kepemimpinan?

a)

Tingkat partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan

b)

Tingkat motivasi bawahan dalam bekerja

c)

Tingkat pengawasan langsung oleh atasan

d)

Tingkat kesejahteraan karyawan

91.

Bagaimana peran bawahan dalam gaya keputusan "AII" menurut Model Vroom-Yetton-Jago?

a)

Memberikan informasi, tetapi keputusan tetap diambil oleh manajer sendiri

b)

Membuat keputusan bersama manajer

c)

Tidak terlibat sama sekali dalam proses pengambilan keputusan

d)

Menentukan keputusan akhir tanpa campur tangan manajer

92.

Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan gaya keputusan CII menurut tabel pada gambar?

a)

Manajer mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan pendapat bawahan.

b)

Manajer dan bawahan bertemu, mendiskusikan masalah, mengevaluasi alternatif, lalu manajer mengambil keputusan yang mungkin tidak mencerminkan pengaruh bawahan.

c)

Manajer dan bawahan bertemu sebagai kelompok, mendiskusikan masalah, dan kelompok mengambil keputusan bersama.

d)

Manajer hanya meminta informasi dari bawahan tanpa diskusi kelompok.

93.

Jika penerimaan keputusan oleh kelompok merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan, gaya keputusan manakah yang paling sesuai untuk digunakan?

a)

AI

b)

CI

c)

CII

d)

GII

94.

Seorang manajer menghadapi masalah yang tidak terstruktur dan membutuhkan informasi dari bawahan. Gaya keputusan manakah yang lebih sesuai untuk situasi ini?

a)

AI dan CI

b)

CII dan GII

c)

AI dan AII

d)

CI dan CII

95.

Mengapa penerimaan keputusan oleh karyawan penting dalam menentukan gaya kepemimpinan yang sesuai?

a)

Karena penerimaan keputusan mencerminkan seberapa baik manajer menyelesaikan masalah sendiri.

b)

Karena penerimaan keputusan menunjukkan seberapa besar kemungkinan bawahan mendukung keputusan yang diambil.

c)

Karena penerimaan keputusan hanya penting jika keputusan bersifat kompromi.

d)

Karena penerimaan keputusan tidak mempengaruhi kualitas keputusan.

96.

Bagaimana seorang manajer dapat menentukan apakah gaya AI bukan merupakan gaya yang sesuai dalam pengambilan keputusan?

a)

Jika manajer memiliki semua informasi dan mampu memecahkan masalah sendiri.

b)

Jika manajer tidak memiliki informasi atau kemampuan untuk memecahkan masalah sendiri.

c)

Jika manajer ingin keputusan diambil secara kelompok.

d)

Jika manajer hanya ingin meminta saran dari bawahan.