wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Assesmen Akhir Semester (AAS) PAIBP kelas X 2025

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Makna dari Fastabiqul Khoirot sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah …

a)

Berlomba-lomba dalam memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya

b)

Saling bersaing dalam hal duniawi untuk mencapai kesuksesan pribadi

c)

Berlomba-lomba dalam keburukan untuk mendapatkan perhatian manusia

d)

Berlomba-lomba dalam kebaikan dan amal saleh demi ridha Allah SWT

e)

Saling membanggakan diri atas prestasi yang dimiliki

2.

Ayat yang menjadi dasar perintah Fastabiqul Khoirot terdapat dalam surat …

a)

Al-Maidah ayat 48

b)

Al-Kahfi ayat 10

c)

Al-Ma’un ayat 5

d)

Al-Mumtahanah ayat 8

e)

Al-Qari’ah ayat 3

3.

Perhatikan ayat berikut!

... لِكُلِّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجَا, وَلَوْ شَاءَ اللهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا اَتَكُمْ فَاسْتَبِقُوْا الخَيْرَاتِ , اِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ.

Pada Lafadz  فَيُنَبِّئُكُمْ  artinya ….

a)

Bersembunyilah

b)

Selesaikanlah

c)

Bekerjalah

d)

Lalu dia memberitahukan

e)

Kamu sekalian

4.

Salah satu hikmah dari sikap Fastabiqul Khoirot dalam kehidupan bermasyarakat adalah …

a)

Menimbulkan persaingan yang tidak sehat

b)

Membentuk rasa iri terhadap keberhasilan orang lain

c)

Meningkatkan semangat tolong-menolong dan solidaritas sosial

d)

Membuat seseorang menjadi sombong karena lebih baik

e)

Menumbuhkan sifat acuh tak acuh terhadap sesama

5.

اِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا

Hukum tajwid lafadz bergaris bawah yang sesuai Adalah …

a)

Mad Thobi’i

b)

Idhar Halqi

c)

Ikhfa Syafawi

d)

Idham mimi

e)

Idhar Syafawi

6.

Akibat yang mungkin muncul jika seseorang tidak memiliki semangat Fastabiqul Khoirot adalah …

a)

Hidupnya penuh semangat dan motivasi

b)

Menjadi pribadi yang malas, egois, dan tidak peduli

c)

Disukai banyak orang karena tidak bersaing

d)

Sering mendapat kesempatan berbuat baik

e)

Mudah memperoleh kepercayaan orang lain

7.

Ketika temanmu mengajak berdonasi untuk korban bencana, tindakan yang mencerminkan Fastabiqul Khoirot adalah …

a)

Menolak karena tidak punya banyak uang

b)

Menyumbang dengan niat ikhlas berapa pun jumlahnya

c)

Menyumbang agar dilihat guru

d)

Menunggu teman lain menyumbang dulu

e)

Mengabaikan ajakan tersebut

8.

Dalam kegiatan sosial sekolah, beberapa siswa bekerja sama membersihkan lingkungan tanpa disuruh. Hal ini menunjukkan bahwa mereka …

a)

Melakukan pekerjaan karena terpaksa

b)

Sedang mencari perhatian guru

c)

Mewujudkan semangat Fastabiqul Khoirot secara kolektif

d)

Tidak paham arti kerja bakti

e)

Ingin mendapat nilai tambahan

9.

Bentuk kreativitas yang mencerminkan Fastabiqul Khoirot di sekolah adalah …

a)

Mengadakan lomba menulis kisah inspiratif tentang kebaikan

b)

Membuat konten gosip di media sosial

c)

Menyebarkan rumor agar teman terkenal

d)

Mengabaikan kegiatan keagamaan sekolah

e)

Membuat grup chat untuk membicarakan kelemahan orang lain

10.

Ide kegiatan sosial yang dapat dilakukan siswa sebagai wujud Fastabiqul Khoirot adalah …

a)

Membuat lomba siapa yang paling kaya

b)

Mengadakan bakti sosial ke panti asuhan

c)

Mengumpulkan uang untuk kepentingan pribadi

d)

Menyebar konten negatif di media sosial

e)

Mengolok teman yang kurang mampu

11.

Istilah Syu‘abul Īmān berasal dari bahasa Arab yang berarti cabang-cabang keimanan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa iman memiliki tujuh puluh lebih cabang, yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Berdasarkan hal tersebut, yang dimaksud dengan Syu‘abul Īmān adalah …

a)

Sekumpulan ritual keagamaan yang hanya berhubungan dengan hubungan manusia

           kepada Allah SWT saja.

b)

Seluruh bentuk amalan baik yang mencerminkan penghayatan iman kepada Allah

           SWT, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

c)

Serangkaian ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji yang menjadi dasar keislaman seseorang.

d)

Semua perbuatan yang hanya dilakukan oleh orang berilmu dan alim ulama tanpa

           melibatkan masyarakat umum.

e)

Sikap pasrah terhadap takdir tanpa perlu disertai amal perbuatan yang nyata.

12.

Dalam hadis tentang Syu‘abul Īmān disebutkan bahwa cabang iman yang paling tinggi adalah ucapan lā ilāha illallāh, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. Berdasarkan hadis ini, dapat disimpulkan bahwa …

a)

Setiap amal perbuatan memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah SWT tanpa

           memandang niat seseorang.

b)

Amal kecil yang dilakukan dengan niat ikhlas tetap termasuk bagian dari keimanan

           yang bernilai tinggi.

c)

Amal yang berhubungan dengan sosial tidak termasuk bagian dari iman karena tidak

           bersifat ibadah mahdhah.

d)

Menyingkirkan duri dari jalan hanya bentuk kepedulian sosial, bukan termasuk cabang iman.

e)

Keimanan hanya diukur dari seberapa banyak ibadah ritual yang dikerjakan seseorang.

13.

Seseorang yang beriman tidak hanya menunjukkan keimanan melalui ucapan, tetapi juga melalui perbuatan nyata yang bermanfaat bagi sesama. Hal ini menunjukkan bahwa …

a)

Iman hanya akan sempurna apabila disertai amal saleh yang nyata dan terus-menerus.

b)

Iman cukup diwujudkan dengan meyakini dalam hati tanpa perlu membuktikan

            dengan tindakan.

c)

Amal saleh tidak memiliki hubungan langsung dengan keimanan seseorang.

d)

Keimanan tidak perlu dibuktikan melalui perilaku sosial karena bersifat pribadi.

e)

Cukup dengan mengucapkan syahadat maka seluruh cabang iman otomatis sudah

           terpenuhi.

14.

Ahmad setiap hari menyempatkan diri untuk menolong orang tua menyebrang jalan, menjaga kebersihan sekolah, serta menahan amarah ketika diejek oleh temannya. Berdasarkan contoh tersebut, perilaku Ahmad mencerminkan …

a)

Pengamalan cabang iman yang mencakup aspek keimanan kepada Allah saja.

b)

Pengamalan cabang iman yang mencakup hubungan dengan sesama manusia dan

           pengendalian diri.

c)

Bentuk ibadah yang hanya termasuk ke dalam ibadah mahdhah semata.

d)

Aktivitas sosial yang tidak termasuk dalam cabang iman karena tidak bersifat ritual.

e)

Sikap sosial yang dilakukan untuk mendapatkan pujian dari teman-temannya.

15.

Masyarakat yang menumbuhkan cabang iman seperti menolong sesama, menghormati tetangga, dan menjaga amanah akan menciptakan suasana sosial yang …

a)

Penuh kecurigaan dan kompetisi tidak sehat antarwarga.

b)

Damai, rukun, dan saling menumbuhkan rasa saling percaya.

c)

Tidak stabil karena setiap orang merasa lebih beriman dari yang lain.

d)

Tergantung pada kebijakan pemerintah setempat.

e)

Tidak ada bedanya dengan masyarakat yang tidak beriman.

16.

Dalam kehidupan modern, banyak faktor yang dapat melemahkan cabang iman seseorang, seperti terlalu sibuk mengejar dunia, pengaruh media sosial yang negatif, dan lemahnya kontrol diri. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menjaga keutuhan cabang iman adalah …

a)

Menjauhi seluruh teknologi dan berhenti berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

b)

Menggunakan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak dzikir, belajar agama, dan

           memanfaatkan teknologi untuk dakwah.

c)

Membatasi aktivitas sosial agar tidak tergoda oleh perbuatan buruk orang lain.

d)

Menyalahkan lingkungan sekitar yang tidak mendukung perilaku beriman.

e)

Berdiam diri dan pasrah tanpa usaha karena iman tidak bisa dijaga oleh manusia.

17.

Setelah mengikuti kajian tentang Syu‘abul Īmān, Siti melakukan refleksi diri dan menyadari bahwa ia sering menunda shalat dan jarang berinfak. Dari evaluasi tersebut, tindakan terbaik yang dapat ia lakukan sebagai wujud peningkatan iman adalah …

a)

Merasa cukup hanya dengan menyesal dalam hati tanpa mengubah perilaku.

b)

Meningkatkan kedisiplinan dalam ibadah dan membiasakan berbagi walau sedikit.

c)

Membandingkan dirinya dengan orang lain yang juga kurang beribadah.

d)

Menyalahkan kesibukan sekolah sebagai alasan untuk tidak beramal saleh.

e)

Menganggap bahwa iman bisa diperbaiki nanti ketika sudah tua.

18.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang yang berbuat baik namun niatnya bukan karena Allah SWT. Menurut konsep Syu‘abul Īmān, perilaku seperti ini termasuk …

a)

Amal saleh yang diterima sepenuhnya oleh Allah SWT tanpa melihat niat.

b)

Amal yang secara lahiriah baik tetapi tidak bernilai di sisi Allah karena tidak disertai

           keikhlasan.

c)

Amal yang bernilai tinggi karena bermanfaat bagi orang lain meskipun tanpa niat

           ibadah.

d)

Amal yang tetap mendekatkan seseorang kepada Allah meski dilakukan karena dunia.

e)

Amal yang menjadi bukti utama bahwa iman seseorang telah sempurna.

19.

Dalam rangka menumbuhkan semangat Syu‘abul Īmān di lingkungan sekolah, sekelompok siswa SMK membuat program “Satu Hari Satu Kebaikan” yang mengajak teman-temannya untuk menolong sesama, menjaga kebersihan, dan menebar senyum. Program tersebut mencerminkan …

a)

Penerapan cabang iman melalui inovasi sosial yang mengajak siswa berlomba dalam

            kebaikan.

b)

Kegiatan formal yang tidak memiliki hubungan dengan keimanan.

c)

Program ekstrakurikuler biasa yang tidak terkait dengan nilai agama.

d)

Aktivitas yang hanya bertujuan untuk mendapatkan penghargaan dari sekolah.

e)

Bentuk kompetisi antar siswa yang lebih menekankan pada penilaian prestasi.

20.

Di era digital, banyak remaja Muslim yang terpapar konten negatif dan mulai lalai terhadap ibadah. Sebagai pelajar beriman, upaya kreatif yang dapat dilakukan untuk mempertahankan cabang iman di tengah kondisi tersebut adalah …

a)

Menghapus semua aplikasi media sosial tanpa memanfaatkannya untuk hal positif.

b)

Membuat konten dakwah kreatif yang menanamkan nilai-nilai iman melalui media

            digital.

c)

Menghindari seluruh teknologi agar tidak tergoda oleh dunia maya.

d)

Menyalahkan teman-teman yang sering bermain media sosial.

e)

Mengabaikan pengaruh media karena dianggap tidak penting.

21.

Dalam ajaran Islam, perilaku foya-foya termasuk sikap yang tercela karena menunjukkan sifat berlebih-lebihan dalam menggunakan nikmat Allah tanpa mempertimbangkan manfaat dan kebutuhan. Maka yang dimaksud dengan foya-foya adalah …

a)

Menikmati hidup dengan rasa syukur dan berbagi dengan orang lain.

b)

Menggunakan harta secukupnya sesuai kebutuhan dan kemampuan.

c)

Menghambur-hamburkan harta untuk kesenangan semata tanpa tujuan yang

           bermanfaat.

d)

Menyimpan harta dengan pelit dan tidak mau berbagi pada sesama.

e)

Mengatur keuangan dengan hemat dan terencana untuk masa depan.

22.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isrā’: 27, “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
Ayat ini menegaskan bahwa …

a)

Orang yang membelanjakan hartanya secara berlebihan disamakan dengan perilaku

            setan yang sombong dan suka menyesatkan manusia.

b)

Orang yang hemat dianggap sama dengan setan karena tidak mau berbagi.

c)

Setan mengajarkan manusia untuk hidup sederhana dan hemat.

d)

Pemborosan adalah ciri orang yang dermawan dan beriman.

e)

Ayat ini hanya berlaku bagi orang kaya yang tidak menolong fakir miskin.

23.

Perhatikan potongan ayat berikut dari QS. Al-Isrā’: 26-27:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ 
Dalam potongan ayat tersebut terdapat hukum tajwid
ghunnah pada bacaan …

a)

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ

b)

كَانُوا إِخْوَانَ

c)

إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

d)

الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا

e)

الشَّيَاطِينِ إِنَّ

24.

Salah satu dampak moral dari perilaku foya-foya adalah menurunnya kepekaan sosial. Hal ini karena orang yang terbiasa hidup mewah …

a)

Akan semakin peka terhadap penderitaan orang lain.

b)

Cenderung hanya memikirkan kesenangan diri sendiri tanpa mempedulikan sesama.

c)

Menjadi panutan karena selalu membantu masyarakat.

d)

Tidak akan terpengaruh oleh gaya hidup lingkungan.

e)

Mudah bersyukur dan hidup sederhana.

25.

Perhatikan pernyataan berikut:

  1. 1. Mengelola uang saku dengan bijak.

  2. 2. Membeli barang bermerek untuk gengsi.

  3. 3. Membantu teman yang kesulitan.

  4. 4. Menghabiskan waktu dan uang di kafe setiap hari.

  5. 5. Menabung untuk keperluan sekolah.
    Yang termasuk contoh
    foya-foya adalah …

a)

1 dan 5

b)

2 dan 4

c)

3 dan 5

d)

1 dan 3

e)

2 dan 5

26.

Salah satu penyebab seseorang mudah tergoda berfoya-foya adalah pengaruh media sosial. Banyak remaja ingin tampil mewah karena ingin dianggap keren dan dihargai. Kondisi ini menunjukkan bahwa …

a)

Pengaruh sosial dapat mengubah nilai iman seseorang jika tidak memiliki kontrol diri.

b)

Semua orang yang memakai media sosial pasti hidup berlebihan.

c)

Hidup sederhana hanya bisa dilakukan oleh orang yang tidak punya uang.

d)

Keimanan tidak ada hubungannya dengan gaya hidup modern.

e)

Media sosial tidak berdampak sama sekali pada perilaku manusia.

27.

Rudi selalu menghabiskan uang saku untuk membeli barang yang tidak penting hanya demi dipuji teman. Setelah memahami ajaran Islam tentang foya-foya, ia mulai menahan diri dan menabung untuk hal bermanfaat. Hal yang dilakukan Rudi mencerminkan …

a)

Kesadaran iman yang menuntunnya memperbaiki diri dari perilaku boros.

b)

Rasa takut miskin sehingga tidak mau membelanjakan uangnya.

c)

Kebiasaan baru yang muncul karena terpaksa mengikuti aturan sekolah.

d)

Keinginan menyaingi teman-temannya agar dianggap hemat.

e)

Sifat egois karena tidak mau berbagi dengan orang lain.

28.

Jika seorang siswa lebih suka menampilkan kemewahan dan kesenangan di media sosial daripada berbagi inspirasi kebaikan, maka menurut pandangan Islam …

a)

Ia telah menggunakan media sosial secara positif dan produktif.

b)

Perilakunya menunjukkan kecenderungan riya dan foya-foya yang dapat melemahkan iman

c)

Ia sudah mengamalkan nilai sederhana sesuai ajaran Al-Qur’an.

d)

Media sosial tidak mempengaruhi moral seseorang.

e)

Ia bebas menampilkan apapun karena itu hak pribadi.

29.

Sebagai bentuk penerapan nilai kesederhanaan di sekolah, ide kegiatan yang sesuai dengan ajaran Islam untuk menghindari foya-foya adalah …

a)

Mengadakan lomba gaya busana mewah antar kelas.

b)

Menggalang donasi sosial dari hasil menabung siswa.

c)

Mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran di sekolah.

d)

Membuat konten pamer barang di media sosial sekolah.

e)

Membeli barang baru setiap ada tren mode.

30.

Untuk mencegah diri dari kebiasaan hidup berlebihan, langkah nyata yang bisa dilakukan pelajar Muslim adalah …

a)

Membatasi penggunaan uang hanya untuk hal-hal yang penting dan memperbanyak sedekah

b)

Menghindari semua bentuk hiburan agar tidak bersenang-senang sama sekali.

c)

Menyalahkan orang tua karena memberi uang saku sedikit.

d)

Mengikuti gaya hidup teman agar dianggap tidak ketinggalan zaman.

e)

Membelanjakan seluruh uang demi menambah kesenangan pribadi.

31.

Al-Qur’an dan Hadis merupakan dua sumber utama ajaran Islam yang menjadi pedoman hidup umat manusia. Al-Qur’an berisi firman Allah SWT, sedangkan Hadis berisi sabda, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan pengertian tersebut, fungsi utama Al-Qur’an dan Hadis bagi seorang Muslim adalah …

a)

Sebagai bahan bacaan spiritual semata tanpa perlu diamalkan dalam kehidupan.

b)

Sebagai pedoman dan petunjuk hidup agar manusia dapat menempuh jalan yang

            benar dan diridhai Allah SWT.

c)

Sebagai sumber sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW tanpa makna praktis.

d)

Sebagai pedoman hukum yang hanya berlaku pada masa Rasulullah SAW.

e)

Sebagai karya sastra yang indah untuk dipelajari bahasanya.

32.

Kedudukan Al-Qur’an dan Hadis dalam Islam ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Al-Qur’an menjelaskan secara umum, sementara Hadis menjelaskan secara rinci. Oleh karena itu, seorang Muslim yang berpegang pada keduanya akan …

a)

Hidup dalam kebingungan karena banyak perbedaan penafsiran.

b)

Memiliki pedoman yang jelas dalam bertindak, beribadah, dan berakhlak di tengah

           perubahan zaman.

c)

Terbatas pengetahuannya karena hanya fokus pada ibadah.

d)

Tidak dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi modern.

e)

Cenderung menolak setiap bentuk kemajuan duniawi.

33.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. An-Nisā’: 59:

      “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu …”
Makna yang terkandung dalam ayat tersebut adalah …

a)

Ketaatan hanya diberikan kepada pemimpin duniawi tanpa memperhatikan ajaran

           agama.

b)

Seorang Muslim wajib menaati Allah, Rasul, dan pemimpin selama perintahnya tidak

           bertentangan dengan ajaran Islam.

c)

Umat Islam bebas menolak aturan pemerintah kapan pun tidak disukai.

d)

Ketaatan kepada Rasul tidak perlu dilakukan di zaman modern.

e)

Perintah Allah hanya berlaku bagi ulama, bukan bagi masyarakat umum.

34.

(Soal Tajwid – Q.S. An-Nisā’: 59)

       Perhatikan potongan ayat berikut:

أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ 
Pada potongan ayat di atas terdapat hukum tajwid
ikfa haqiqi pada bacaan …

a)

أَطِيعُوا

b)

الرَّسُولَ

c)

الْأَمْرِ

d)

مِنكُمْ

e)

اللَّهَ

35.

(Soal Tajwid – Q.S. An-Nisā’: 105)

     Perhatikan potongan ayat:

إِنَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ
Hukum tajwid yang terdapat pada potongan ayat tersebut adalah …

a)

Idghām bighunnah pada kata إِلَيْكَ الْكِتَابَ

b)

 Ikhfā pada kata إِنَّا أَنزَلْنَا  karena huruf ن bertemu dengan ز

c)

Idghām bilā ghunnah pada kata بِالْحَقِّ

d)

Qalqalah kubrā pada huruf ق sukun di akhir kata بِالْحَقِّ

e)

Mad jāiz munfashil pada kata إِنَّا أَنزَلْنَا

36.

Dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup tercermin dari perilaku seseorang yang …

a)

Menjadikan keduanya hanya sebagai bacaan rutin tanpa memahami maknanya.

b)

Mengambil petunjuk dari Al-Qur’an dan Hadis dalam memecahkan masalah hidup,

           baik dalam urusan pribadi maupun sosial.

c)

Memisahkan antara agama dan kehidupan dunia.

d)

Menganggap ajaran Islam sudah tidak relevan dengan zaman sekarang.

e)

Membaca ayat-ayat Al-Qur’an hanya untuk mendapatkan pahala bacaan.

37.

Apabila seseorang hidup tanpa menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman, maka akibat yang akan muncul adalah …

a)

Hidupnya terarah dan penuh keberkahan.

b)

Masyarakat menjadi damai dan saling menghargai.

c)

Timbul kerusakan moral, kebingungan dalam menentukan arah hidup, dan hilangnya

           nilai kebenaran.

d)

Tercipta kesejahteraan karena bebas melakukan apa pun.

e)

Semakin dekat dengan Allah SWT tanpa perlu pedoman hidup.

38.

Banyak remaja Muslim yang lebih mengidolakan influencer media sosial daripada mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis. Fenomena ini menunjukkan bahwa …

a)

Teknologi modern selalu membawa dampak negatif.

b)

Al-Qur’an dan Hadis tidak mampu menyesuaikan diri dengan zaman.

c)

Kurangnya pemahaman terhadap isi Al-Qur’an menyebabkan manusia kehilangan arah moral dan spiritual.

d)

Para remaja tidak perlu peduli dengan ajaran Islam karena masih muda.

e)

Pengaruh agama sebaiknya dibatasi agar tidak menghambat kreativitas.

39.

Dalam rangka menanamkan nilai Al-Qur’an dan Hadis di sekolah, ide kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa adalah …

a)

Mengadakan lomba membaca puisi bebas bertema cinta.

b)

Mengadakan program “One Verse One Action” yang mengajak siswa mengamalkan

           satu ayat setiap pekan.

c)

Membuat vlog hiburan tanpa pesan moral.

d)

Menyebarkan konten gosip melalui media sosial.

e)

Mengadakan pesta akhir tahun di luar sekolah tanpa pengawasan guru.

40.

Agar Al-Qur’an dan Hadis benar-benar menjadi pedoman hidup, seorang pelajar sebaiknya …

a)

Membaca Al-Qur’an hanya saat ujian agama.

b)

Menghafal ayat Al-Qur’an tanpa berusaha memahami maknanya.

c)

Menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dasar berpikir, bertindak, dan berakhlak

           dalam kehidupan nyata.

d)

Memisahkan antara nilai agama dan aktivitas sekolah.

e)

Menunda berbuat baik hingga dewasa nanti.