wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS KWN

Total questions: 20

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Penyelenggaraan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi itu wajib diselenggarakan dan sebaiknya diselenggarakan sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri dan harus dimuat dalam kurikulum masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberadaan mata kuliah pendidikan Pancasila merupakan kehendak negara, bukan kehendak perseorangan atau golongan, demi terwujudnya tujuan negara yang tercantum dalam ...

a)

Ketentuan dalam pasal 35 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012

b)

Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 914/E/T/2012, tertanggal 30 Juni 2012

c)

Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 914/E/T/2011, tertanggal 30 Juni 2011

d)

Ketentuan dalam pasal 35 ayat (5) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2015

2.

Munculnya permasalahan yang mendera Indonesia, memperlihatkan telah tergerusnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, perlu diungkap berbagai permasalahan di negeri tercinta ini yang menunjukkan pentingnya mata kuliah pendidikan Pancasila yaitu permasalahan tentang kesadaran perpajakan, korupsi, pencemaran lingkungan, disintegrasi bangsa, dekadensi moral, narkoba, penegakan hukum yang berkeadilan dan terorisme. Dengan memperhatikan masalah tersebut, maka pendidikan Pancasila sangat penting untuk diajarkan pada berbagai jenjang pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Urgensi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, yaitu ...

a)

Agar mahasiswa tidak tercerabut dari akar budaya barat

b)

Agar mahasiswa dapat memperkokoh jiwa kebangsaan sehingga menjadi dorongan pokok (leitmotive) dan bintang penunjuk jalan (leitstar)

c)

Agar mahasiswa memiliki pedoman atau kaidah penuntun dalam berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan nilai nilai invidualisme

d)

Agar mahasiswa sebagai calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa untuk bidang dan tingkatannya sendiri

3.

Dalam sebuah diskusi akademik, seorang mahasiswa berpendapat bahwa melemahnya identitas nasional generasi muda disebabkan oleh globalisasi budaya yang tidak dapat dihindari. Namun mahasiswa lain menyatakan bahwa penyebab utama justru kurangnya internalisasi nilai Pancasila dalam dunia pendidikan. Jika Anda diminta menilai kedua argumen tersebut berdasarkan konsep identitas nasional dan faktor pembentuknya dalam buku PKn 2016, manakah evaluasi yang paling tepat?

a)

Argumen pertama lebih tepat karena globalisasi menjadi faktor tunggal yang paling dominan menurut teori identitas nasional.

b)

Argumen kedua lebih tepat karena internalisasi nilai Pancasila adalah satu-satunya unsur pembentukan identitas nasional

c)

Kedua argumen tidak tepat karena identitas nasional terbentuk hanya oleh faktor objektif seperti geografi dan demografi.

d)

Kedua argumen memiliki kekuatan karena identitas nasional dipengaruhi faktor internal (pendidikan) dan eksternal (globalisasi).

4.

Dalam perkembangan sosial politik modern, muncul perdebatan mengenai pergeseran loyalitas warga negara dari negara-bangsa menuju komunitas global. Jika Anda diminta mengevaluasi hal ini berdasarkan definisi wawasan kebangsaan Indonesia, keputusan apa yang paling tepat?

a)

Pergeseran loyalitas harus ditolak sepenuhnya karena bertentangan dengan prinsip demokrasi.

b)

Pergeseran itu dapat diterima selama tidak menghilangkan loyalitas utama pada NKRI sebagai nasional-state.

c)

Pergeseran tersebut tidak perlu dipersoalkan karena identitas global lebih tinggi dibanding identitas nasional.

d)

Pergeseran tersebut wajib didukung karena sesuai prinsip global citizenship.

5.

Anda ditugasi menyusun strategi untuk memperkuat identitas nasional di kampus multikultural. Strategi mana yang paling sesuai dengan konsep “nation-building” dalam Bab 1?

a)

Mewajibkan seluruh mahasiswa memakai batik setiap hari.

b)

Membuat dialog antar budaya untuk memperkuat kesadaran kebangsaan.

c)

Melarang budaya asing ditampilkan dalam kegiatan kampus.

d)

Menghilangkan semua unsur budaya lokal demi keseragaman nasional.

6.

Salah satu ciri konstitusi adalah bersifat “rigid” atau “flexible”. Jika Indonesia menetapkan perubahan UUD 1945 melalui mekanisme khusus MPR dan tidak dapat diubah oleh lembaga di bawahnya, maka karakter konstitusi Indonesia adalah….

a)

Sepenuhnya fleksibel

b)

Rigid dengan pembatasan tegas

c)

Tidak tertulis

d)

Fleksibel karena dapat diubah sewaktu-waktu

7.

Seorang pejabat tinggi negara mengusulkan agar pasal tentang pembatasan masa jabatan presiden dihapus untuk “efektivitas pembangunan jangka panjang”.
Evaluasilah usulan ini berdasarkan prinsip konstitusi modern!

a)

Usulan tepat karena pembangunan harus berkelanjutan tanpa batasan politik.

b)

Usulan salah karena bertentangan dengan prinsip pembagian kekuasaan dan mencegah tirani.

c)

Usulan tepat karena presiden adalah pemegang kekuasaan tertinggi negara.

d)

Usulan tidak relevan karena konstitusi tidak mengatur masa jabatan.

8.

Ada wacana bahwa Pancasila sebaiknya tidak dijadikan sebagai sumber dari segala sumber hukum karena dianggap tidak operasional. Berdasarkan argumen filosofis Pancasila dalam arus sejarah bangsa Indonesia, manakah evaluasi yang paling tepat?

a)

Wacana itu tepat karena Pancasila tidak memiliki kekuatan hukum.

b)

Wacana itu salah karena Pancasila justru menjadi dasar moral, etik, dan tujuan hukum nasional.

c)

Wacana itu benar karena Pancasila hanya ideologi politik, bukan ideologi hukum.

d)

Wacana itu tepat karena hukum Indonesia harus mengganti Pancasila dengan sumber hukum internasional.

9.

Jika suatu negara memiliki hukum yang jelas tetapi penegak hukumnya korup, maka negara tersebut tidak memenuhi konsep rechtsstaat karena….

a)

Hanya hukum tertulis yang menjadi indikator

b)

Korupsi tidak berpengaruh terhadap konsep rule of law

c)

Negara hukum hanya memerlukan peraturan lengkap

d)

Penegakan hukum harus objektif dan tidak diskriminatif

10.

Dalam sebuah kasus, pemerintah membatasi akses internet di suatu daerah dengan alasan keamanan nasional. Untuk menilai legalitas keputusan tersebut menurut prinsip negara hukum, evaluasi yang paling tepat adalah…

a)

Tindakan itu harus selalu dibenarkan karena negara wajib menjaga stabilitas.

b)

Tindakan itu otomatis melanggar HAM dan konstitusi.

c)

Tindakan itu sah jika ada dasar hukum jelas dan bertujuan melindungi hak publik secara proporsional.

d)

Tindakan itu dapat dilakukan tanpa dasar hukum karena situasi darurat.

11.

Demokrasi Indonesia menggunakan model demokrasi konstitusional. Jika suatu kebijakan pemerintah diambil berdasarkan suara terbanyak tetapi bertentangan dengan konstitusi, maka….

a)

Kebijakan tersebut tetap sah karena suara rakyat tertinggi.

b)

Kebijakan tidak dapat dibatalkan karena keputusan itu demokratis.

c)

Kebijakan harus dibatalkan karena konstitusi lebih tinggi daripada keputusan mayoritas.

d)

Kebijakan menjadi sah jika rakyat setuju 100%.

12.

Anda diminta merancang instrumen evaluasi untuk mengukur kualitas demokrasi di kampus. Berdasarkan indikator demokrasi dalam integrasi bangsa, instrumen yang paling tepat adalah….

a)

Menilai seberapa sering mahasiswa memakai atribut kampus

b)

Menilai keterbukaan proses pemilihan dan partisipasi seluruh mahasiswa

c)

Mengukur jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu.

d)

Mengukur intensitas penggunaan media sosial politik.

13.

Di sebuah desa, kepala desa mengangkat kerabatnya sebagai sekretaris desa tanpa seleksi. Jika Anda diminta menilai tindakan tersebut berdasarkan demokrasi dan good governance, maka tindakan tersebut….

a)

Sah karena kepala desa punya kewenangan penuh

b)

Sah karena keputusan tersebut bermanfaat bagi keluarga

c)

Tidak sah karena melanggar prinsip meritokrasi dan akuntabilitas publik

d)

epat karena nepotisme dapat memperkuat kepercayaan internal

14.

Indonesia menghadapi infiltrasi budaya global yang kuat melalui media sosial, fashion, film, dan gaya hidup. Sebagian pihak menilai bahwa globalisasi mengancam identitas nasional, sementara lainnya menilai bahwa globalisasi memperkaya budaya bangsa. Evaluasi paling tepat terhadap dilema tersebut adalah…

a)

Globalisasi berdampak positif maupun negatif sehingga perlu filter nilai berdasarkan kepribadian nasional.

b)

Globalisasi hanya berdampak negatif sehingga harus ditolak seluruhnya.

c)

Globalisasi tidak berpengaruh terhadap identitas nasional.

d)

Identitas nasional tidak penting dalam era global.

15.

Anda diminta merancang program kampanye identitas nasional untuk generasi Z yang cenderung lebih dekat dengan budaya global. Program manakah yang paling efektif dan konstruktif?

a)

Mengajak generasi Z memakai pakaian tradisional setiap hari.

b)

Membuat challenge TikTok yang menggabungkan konten kreatif budaya lokal dan isu sosial kebangsaan berbasis data.

c)

Melarang generasi Z mengakses budaya asing.

d)

Mengadakan pidato formal tentang rasa cinta tanah air.

16.

Sebuah kota multikultural memiliki konflik identitas antara kelompok pendatang dan masyarakat lokal. Anda sebagai peneliti diminta memberikan rekomendasi berbasis civic culture. Solusi kreatif mana yang paling sesuai?

a)

Mewajibkan pendatang mengikuti pelatihan adat lokal tanpa timbal balik.

b)

Membentuk program kolaborasi ekonomi dan budaya di mana kedua kelompok terlibat dalam proyek sosial bersama untuk membangun shared identity.

c)

Melarang pendatang membuka usaha.

d)

Membiarkan konflik agar menjadi pelajaran sosial alami.

17.

Identitas nasional Indonesia bersifat dinamis dan terbuka. Namun sebagian kalangan salah memahami keterbukaan ini sebagai upaya meninggalkan nilai-nilai dasar bangsa. Evaluasi paling tepat terhadap kesalahpahaman tersebut adalah:

a)

Identitas nasional memang harus ditinggalkan agar modern.

b)

Identitas tidak perlu dipertahankan.

c)

Identitas nasional harus bersifat tertutup untuk menjaga kemurniannya.

d)

Keterbukaan tidak berarti meninggalkan nilai dasar, tetapi menafsirkan ulang agar relevan dengan zaman.

18.

Gerakan digital nasionalisme mulai marak, namun sebagian bersifat hypernationalistic hingga menimbulkan ujaran kebencian terhadap negara lain. Apa evaluasi kritis Anda sebagai akademisi PKn?

a)

Hypernationalism adalah bentuk cinta tanah air yang wajar.

b)

Ujaran kebencian dapat dibiarkan selama menjaga harga diri bangsa.

c)

Nasionalisme digital harus dikendalikan melalui literasi digital yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan etika kewarganegaraan.

d)

Hypernationalism adalah identitas nasional baru Indonesia.

19.

Penguatan identitas nasional seringkali dikritik sebagai bentuk nasionalisme sempit. Namun dalam konteks Indonesia, identitas nasional justru dianggap sebagai perekat keberagaman. Mahasiswa diminta membandingkan identitas nasional Indonesia dengan identitas nasional negara homogen. Apa keunikan identitas nasional Indonesia dibanding negara homogen?

a)

Identitas nasional Indonesia didasarkan pada penyamaan budaya mayoritas

b)

Indonesia tidak memiliki identitas nasional yang jelas

c)

Identitas nasional Indonesia didominasi budaya global

d)

Identitas nasional Indonesia terdiri dari integrasi ratusan budaya yang berbeda

20.

Dalam era digital, identitas nasional seringkali bersaing dengan identitas global. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia lebih mengenal budaya populer luar negeri daripada sejarah nasional. Mereka menilai isu global lebih relevan dibanding isu lokal. Dalam diskusi kelas, muncul pertanyaan apakah identitas nasional masih penting dalam kehidupan modern. Jika dilihat melalui teori pembentukan identitas nasional, apa akibat jangka panjang dari melemahnya identitas nasional generasi muda?

a)

Hilangnya legitimasi historis dan rasa keterikatan terhadap negara

b)

Berkembangnya semangat kemandirian ekonomi

c)

Meningkatnya konflik fisik antar daerah

d)

Terbentuknya komunitas digital yang lebih kreatif