NEW
Font size
WorksheetsUjian Pemahaman Bacaan: Kasus Kebidanan dan Neonatal (Kelas 13)
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Kasus 1: Ibu Ani, 40 tahun, G5P4A0, hamil 39 minggu, datang ke BPS dengan keluhan mulas-mulas sejak 6 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TFU 34 cm, DJJ 150 dpm, tekanan darah 130/90 mmHg, edema +2 pada tungkai, dan proteinuria +2. Ibu memiliki riwayat alergi penisilin. Persalinan sebelumnya berlangsung cepat. Bidan melakukan pemantauan dengan CTG dan mendapatkan hasil sebagai berikut: DJJ dasar 150 dpm, variabilitas <5 dpm, terdapat deselerasi lambat berulang yang dimulai setelah kontraksi mencapai puncak. Berdasarkan hasil CTG Ibu Ani, interpretasi yang paling tepat adalah...
Normal, karena DJJ dasar dalam batas normal.
Non-reassuring, karena ditemukan variabilitas menurun dan deselerasi lambat.
Normal, karena tidak ditemukan akselerasi.
Non-reassuring, karena DJJ dasar berada di batas atas normal.
Normal, karena deselerasi yang terjadi adalah deselerasi dini.
Kasus 1: Ibu Ani, 40 tahun, G5P4A0, hamil 39 minggu, CTG menunjukkan DJJ dasar 150 dpm, variabilitas <5 dpm, dengan deselerasi lambat berulang. Tindakan pertama yang paling tepat dilakukan oleh bidan adalah...
Segera mempersiapkan rujukan dengan diagnosis pre-eklampsia berat.
Memberikan oksigen 8–10 liter/menit via masker dan mengubah posisi ibu miring ke kiri.
Meminta ibu mengejan untuk mempercepat persalinan.
Memberikan infus Ringer Laktat untuk menjaga hidrasi.
Memasang kateter untuk mengukur balance cairan.
Kasus 1: Ibu Ani memiliki riwayat alergi penisilin. Mengingat riwayat alergi ibu, prinsip "Benar" manakah yang paling krusial untuk diterapkan sebelum memberikan obat apapun?
Benar Waktu
Benar Informasi
Benar Dosis
Benar Pasien
Benar Dokumentasi
Kasus 2: Ibu Beta, 28 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu, datang dengan ketuban pecah dini sejak 2 jam lalu. Cairan ketuban jernih. Hasil pemeriksaan: DJJ 140 dpm, TFU 33 cm, tidak ada kontraksi. Bidan merencanakan pemberian antibiotik profilaksis Ampicillin 2 gram IV. Saat menyiapkan obat, bidan lupa memeriksa label untuk kedua kalinya karena tergesa-gesa oleh panggilan telepon. Prinsip "Benar" manakah yang berpotensi dilanggar dalam skenario ini?
Benar Pasien dan Benar Waktu
Benar Obat dan Benar Dosis
Benar Rute dan Benar Informasi
Benar Dokumentasi dan Benar Respons Pasien
Benar Indikasi dan Benar untuk Menolak
Kasus 2: Sebelum memberikan Ampicillin, komponen terpenting apakah yang harus ditanyakan oleh bidan kepada Ibu Beta berdasarkan format pengkajian risiko?
Riwayat operasi sebelumnya.
Riwayat alergi obat, khususnya penisilin.
Riwayat penyakit jantung.
Pola makan sehari-hari.
Riwayat imunisasi.
Kasus 2: Setelah pemberian dosis pertama Ampicillin, Ibu Beta mengeluh gatal-gatal dan sesak napas. Tindakan bidan yang paling tepat adalah...
Mencatat keluhan sebagai efek samping ringan dan memantau.
Segera menghentikan infus, membuka akses intravena dengan cairan NaCl 0,9%, dan memanggil bantuan.
Memberikan antihistamin oral dan melanjutkan infus dengan kecepatan lebih lambat.
Meminta ibu untuk batuk dan mengambil napas dalam.
Mengganti antibiotik dengan Erythromycin tanpa konsultasi dokter.
Kasus 3: Ibu Citra, 32 tahun, G2P1A0, hamil 41 minggu, datang ke BPS dengan his teratur setiap 5 menit. Pembukaan 7 cm. DJJ 170 dpm dengan variabilitas minimal. Bidan menduga terjadi gawat janin. Diagnosis banding utama untuk kondisi DJJ Ibu Citra (170 dpm) adalah, KECUALI...
Hipoksia janin.
Infeksi intra-amnion.
Reaksi terhadap obat yang diberikan pada ibu.
Kehamilan postterm dengan insufisiensi plasenta.
Variasi normal dari janin yang aktif.
Kasus 3: Menggunakan format SBAR untuk merujuk Ibu Citra, apa yang harus dimasukkan dalam bagian "Assessment"?
"Ibu Citra, G2P1A0, hamil 41 minggu, inpartu kala I fase aktif."
"Saya bidan Sari dari BPS Sejahtera."
"Saya mendiagnosis gawat janin dan membutuhkan penanganan lebih lanjut."
"Pembukaan 7 cm, DJJ 170 dpm dengan variabilitas minimal, diduga gawat janin."
"Mohon segera ditindaklanjuti, saya akan mengirim pasien dengan ambulans."
Kasus 3: Dalam konteks kesejahteraan janin intrapartum, temuan DJJ Ibu Citra paling konsisten dengan...
Janin yang sedang tidur.
Kompensasi janin terhadap hipoksia.
Tekanan pada kepala janin yang normal.
Adanya akselerasi yang memuaskan.
Janin dengan anemia.
Kasus 4: Seorang bayi baru lahir dari Ibu Dina, 20 tahun, G1P0A0, persalinan spontan aterm. Bayi menangis kuat, warna kulit kemerahan. Bidan meletakkan bayi di dada ibu untuk dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Mekanisme fisiologis utama yang terjadi selama kontak kulit ke kulit (IMD) pada bayi adalah...
Peningkatan denyut jantung dan pernapasan.
Penurunan suhu tubuh untuk menghemat energi.
Stabilisasi suhu, jantung, pernapasan, dan peningkatan ikatan.
Stimulasi refleks mengisap yang langsung sempurna.
Pengeluaran hormon prolaktin dalam jumlah besar.
Kasus 4: Setelah 15 menit, bayi belum juga menemukan puting ibu. Tindakan bidan yang paling tepat adalah...
Segera menyendawakan bayi karena mungkin ada sumbatan lendir.
Mengambil bayi dan memberikannya susu formula karena bayi kelaparan.
Tetap membiarkan dan memantau, karena proses merayap bisa memakan waktu hingga 1 jam.
Memaksa kepala bayi untuk menempel pada puting ibu.
Menunda IMD dan membersihkan bayi terlebih dahulu.
Kasus 4: Pada pemeriksaan payudara antenatal Ibu Dina minggu lalu, ditemukan puting datar. Manakah dari berikut ini yang merupakan tindakan antenatal yang TEPAT untuk mempersiapkan menyusui?
Menyarankan untuk tidak menyusui dan langsung merencanakan pemberian susu formula.
Memberitahu ibu bahwa puting datar pasti akan menyebabkan kegagalan menyusui.
Melakukan "penarikan" puting (nipple pulling) yang agresif setiap hari.
Memberikan edukasi tentang pelekatan yang efektif dan mungkin menggunakan nipple shield jika diperlukan.
Menyuruh ibu untuk memijat payudara dengan alkohol.
Kasus 5: Ibu Eka, 35 tahun, hamil 10 minggu, datang untuk ANC pertama. Ibu bertanya tentang pentingnya ASI dan menyatakan kekhawatiran tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup. Faktor risiko antenatal apakah yang dapat mempengaruhi keberhasilan menyusui pada Ibu Eka?
Usia ibu yang sudah 35 tahun.
Kekhawatiran dan kurangnya kepercayaan diri ibu.
Jenis kelamin bayi yang belum diketahui.
Tinggi badan ibu.
Warna kulit areola.
Kasus 5: Manakah komponen asuhan antenatal yang langsung menunjang keberhasilan menyusui?
Pemeriksaan dalam.
Pemberian tablet Fe.
Skrining hepatitis B.
Konseling dan penilaian payudara.
Pemeriksaan golongan darah.
Kasus 5: Bidan menjelaskan tentang manfaat kolostrum. Pernyataan mana tentang kolostrum yang PALING TEPAT?
Kolostrum adalah susu yang basi dan harus dibuang.
Kolostrum kaya akan antibodi dan sel darah putih yang melindungi bayi dari infeksi.
Kolostrum hanya berfungsi sebagai pencahar untuk mengeluarkan mekonium.
Volume kolostrum yang sedikit menandakan produksi ASI selanjutnya akan gagal.
Kolostrum tidak mengandung nutrisi yang penting.
Kasus 6: Ibu Fani, 38 minggu hamil, dibawa ke BPS setelah mengalami kecelakaan ringan. Ibu mengeluh nyeri perut hebat dan tegang terus-menerus. Pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, Nadi 120x/menit, TFU 35 cm, DJJ tidak terdengar. Diagnosis banding UTAMA untuk kondisi Ibu Fani adalah...
Plasenta Previa.
Persalinan preterm.
Solusio Plasenta.
Hiperemesis Gravidarum.
Infeksi Saluran Kemih.
Kasus 6: Berdasarkan prinsip "TEPAT" dalam rujukan, tindakan pertama bidan sebelum memindahkan pasien adalah...
Segera membawa ibu ke rumah sakit dengan kendaraan pribadi.
Melengkapi administrasi dan surat rujukan terlebih dahulu.
Memastikan kondisi ibu stabil untuk transportasi (misalnya, memasang IV line jika mampu).
Menelepon keluarga untuk meminta persetujuan biaya.
Memberikan analgesik untuk mengurangi nyeri.
Kasus 6: Dalam komunikasi SBAR ke rumah sakit rujukan, informasi mana yang paling kritikal untuk disampaikan di bagian "Situation"?
Usia kehamilan Ibu Fani.
Ibu mengalami kecelakaan, nyeri perut hebat, perut tegang, dan DJJ tidak terdengar.
Riwayat kehamilan sebelumnya.
Alamat lengkap Ibu Fani.
Nama lengkap suami Ibu Fani.
Kasus 7: Seorang bayi lahir dari ibu dengan diabetes gestasional. Bidan akan memberikan suntikan Vitamin K1 0,5 mg IM. Sebelum menyuntikkan Vitamin K1, bidan harus melakukan perhitungan. Prinsip "Benar" manakah yang paling relevan?
Benar Pasien
Benar Obat
Benar Dosis
Benar Waktu
Benar Dokumentasi
Kasus 7: Setelah pemberian obat, bidan mendokumentasikan: "Vit K1 0,5 mg IM diberikan di paha kanan lateral. Bayi tenang, tidak menangis. Tidak ada reaksi yang tidak diinginkan." Aspek dokumentasi manakah yang masih kurang?
Nama bidan pemberi.
Waktu pemberian yang spesifik.
Tanda tangan dan nama jelas bidan.
Nama obat generik.
Respons pasien sudah dicatat, sehingga sudah lengkap.
