wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

DDTKP 1

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah proyek pembangunan sekolah mengalami keterlambatan karena urutan pekerjaan tidak sesuai rencana. Analisis paling tepat untuk menentukan penyebab kritis keterlambatan adalah melalui penggunaan…

a)

Penjadwalan ulang pekerjaan tanpa mempertimbangkan hubungan antar tugas

b)

Pengurangan aktivitas pekerjaan tanpa meninjau WBS proyek

c)

Penambahan tenaga kerja tanpa perubahan urutan kerja

d)

Analisis jalur kritis pada jadwal proyek berbasis CPM

e)

Penyusunan laporan harian tanpa evaluasi teknis lanjutan

2.

Ketika sebuah pondasi batu kali gagal menahan beban, padahal ukurannya sesuai gambar kerja, analisis teknis pertama yang paling logis dilakukan adalah…

a)

Mengganti batu kali dengan material lain tanpa pemeriksaan

b)

Memperbaiki finishing bangunan tanpa meninjau struktur awal

c)

Menambah jumlah pekerja untuk mempercepat pekerjaan lain

d)

Memeriksa kualitas fisik batu kali berdasarkan standar SNI

e)

Meningkatkan ketebalan plesteran pada bagian atas pondasi

3.

Dalam proyek pembuatan taman perumahan, tanah timbunan cepat turun (ambles) setelah hujan. Keputusan berbasis manajemen risiko yang paling tepat adalah…

a)

Mengubah seluruh desain tanpa mempertimbangkan analisis awal

b)

Menambah pekerja agar penanaman lebih cepat diselesaikan

c)

Menyusun mitigasi dengan menambah pemadatan sesuai standar teknis

d)

Mengganti tanaman hias tanpa memperbaiki tanah timbunan

e)

Mengabaikan risiko karena jadwal launching perumahan

4.

Tim proyek menemukan pasir yang digunakan pada adukan beton memiliki kadar lumpur di atas batas SNI. Keputusan teknis yang paling tepat adalah…

a)

Menggunakan pasir yang sama untuk efisiensi waktu proyek

b)

Menambahkan air agar adukan menjadi lebih mudah dikerjakan

c)

Mengganti sumber pasir yang memenuhi uji kadar lumpur

d)

Mempercepat pengecoran sebelum mutu beton berubah

e)

Mencampur pasir tersebut dengan tanah untuk menghemat biaya

5.

Dalam penyusunan WBS pembangunan gedung kantor, tim memasukkan item pekerjaan “pengecatan dinding” sebelum “plesteran dinding”. Kesalahan logis yang harus dianalisis adalah…

a)

Pemilihan jenis cat tidak sesuai spesifikasi teknis

b)

Urutan pekerjaan arsitektural tidak mengikuti alur teknis standar

c)

Volume pekerjaan tidak sesuai kebutuhan material

d)

Ketidaksesuaian warna cat dengan preferensi pemilik proyek

e)

Kurangnya pekerja pada bidang finishing bangunan

6.

Seorang pengawas menemukan adukan beton terlalu kering saat pengecoran slab. Langkah pengendalian mutu yang paling tepat adalah…

a)

Menambahkan air sebanyak mungkin di lokasi pengecoran

b)

Mengurangi jumlah agregat kasar tanpa perhitungan ulang

c)

Menghentikan pengecoran untuk menyesuaikan rasio air–semen

d)

Melanjutkan pengecoran agar tidak mengganggu progres proyek

e)

Menambah waktu curing tanpa memperbaiki adukan utama

7.

Pada tahap inisiasi proyek pembangunan drainase, hasil analisis SWOT menunjukkan ancaman berupa curah hujan ekstrem. Tindak lanjut paling relevan adalah…

a)

Menyusun rencana mitigasi kapasitas aliran drainase lebih besar

b)

Mengurangi jumlah pekerja untuk efisiensi biaya proyek

c)

Mengabaikan ancaman untuk menjaga jadwal semula

d)

Memulai proyek pada musim hujan tanpa persiapan tambahan

e)

Mengubah desain drainase tanpa perhitungan hidrologi

8.

Tim proyek ingin mempercepat penyelesaian tahap struktur, tetapi jadwal MEP belum disinkronkan. Risiko yang paling mungkin terjadi adalah…

a)

Ketidaksesuaian warna material penutup bangunan

b)

Benturan pekerjaan yang menyebabkan pembongkaran ulang struktur

c)

Berkurangnya kualitas estetika pekerjaan interior

d)

Hilangnya kebutuhan utilitas pada bangunan akhir

e)

Penurunan biaya proyek akibat percepatan

9.

Dalam penyusunan RAB, volume pekerjaan dinding pasangan bata tidak dihitung akurat. Akibat logis yang paling mungkin terjadi adalah…

a)

Peningkatan nilai estetika dinding secara keseluruhan

b)

Pengurangan tenaga kerja karena pekerjaan menjadi ringan

c)

Sistem drainase otomatis meningkat kualitasnya

d)

Pembengkakan biaya karena kekurangan material

e)

Percepatan waktu karena volume pekerjaan mengecil

10.

Pada pekerjaan kolom, hasil slump test menunjukkan nilai terlalu rendah. Penyebab paling mungkin adalah…

a)

Warna semen berbeda dari yang biasanya digunakan

b)

Jumlah tulangan baja terlalu banyak

c)

Agregat kasar tidak cukup besar ukurannya

d)

Kadar air dalam campuran beton kurang dari standar

e)

Bekisting terlalu tebal untuk menahan tekanan beton

11.

Sebuah proyek mengalami banjir karena drainase sementara tidak dibuat. Evaluasi paling tepat berdasarkan sistem kontrol teknis adalah…

a)

Pengendalian jadwal selesai lebih awal dari target

b)

Pengendalian kualitas sudah maksimal tanpa kekurangan

c)

Pengendalian biaya dilakukan terlalu cepat

d)

Pengendalian risiko tidak diterapkan sesuai prosedur

e)

Pengendalian tenaga kerja sudah sesuai standar

12.

Pekerja kesulitan membuat jalur pipa air bersih karena gambar MEP tidak lengkap. Evaluasi paling tepat terkait dokumentasi adalah…

a)

Proses pemadatan tanah belum dilakukan

b)

Spesifikasi estetika bangunan belum ditentukan

c)

Standar mutu beton tidak dicantumkan

d)

Dokumen perencanaan komunikasi tidak disusun dengan baik

e)

Perjanjian kontrak tidak memuat nilai pekerjaan

13.

Pada tahap finishing, ditemukan warna cat ruangan tidak seragam. Analisis teknis paling logis adalah…

a)

Pencampuran cat tidak seragam antara satu batch dengan lainnya

b)

Ruangan terlalu terang sehingga warna tampak berbeda

c)

Jenis kuas yang digunakan terlalu kecil

d)

Ketebalan dinding tidak sama

e)

Pekerja terlalu cepat memotong bidang aplikasi

14.

Penggunaan baja ringan untuk rangka atap dipilih karena mempertimbangkan efisiensi konstruksi modern. Analisis paling tepat adalah…

a)

Baja ringan dapat menyerap air sehingga lebih awet

b)

Baja ringan tidak memerlukan pengujian mutu

c)

Warna baja lebih baik daripada material tradisional

d)

Bentuk baja ringan mirip kayu alami

e)

Bobot ringan dan kemudahan pemasangan meningkatkan efisiensi

15.

Pekerjaan dinding bata cepat retak dua minggu setelah plesteran. Analisis teknis paling tepat adalah…

a)

Plesteran belum cukup kering sebelum diaplikasikan

b)

Penggunaan semen terlalu banyak

c)

Dinding bata terlalu tebal

d)

Pemasangan bata dilakukan saat musim hujan

16.

Bata terlalu halus sehingga warna tidak merata

a)

Bata terlalu halus sehingga warna tidak merata

b)

Pemasangan kusen jendela belum dilakukan

c)

Kualitas pasir plesteran tidak memenuhi standar SNI

d)

Pekerja terlalu cepat memotong bata

e)

Cat dinding diaplikasikan terlalu cepat

17.

Balok lantai mengalami lendutan lebih besar dari desain. Evaluasi awal paling tepat adalah…

a)

Penggunaan keramik terlalu berat

b)

Ruangan terlalu luas sehingga tampak melengkung

c)

Warna bekisting tidak sesuai standar

d)

Pengawasan dilakukan pada sore hari

e)

Kekuatan tekan beton tidak memenuhi mutu rencana

18.

Material kayu pada pintu utama cepat lapuk dalam enam bulan. Analisis berdasarkan klasifikasi kayu adalah…

a)

Kayu terpotong menggunakan alat yang tidak steril

b)

Sambungan kayu tidak menggunakan lem yang tepat

c)

Kayu memiliki warna yang kurang cocok untuk pintu

d)

Kayu terlalu berat sehingga cepat rusak

e)

Kayu memiliki kelas awet rendah dan tidak diawetkan

19.

Tanah dasar pada proyek jalan lingkungan sangat lembek. Tindakan paling tepat adalah…

a)

Mengubah warna rambu lalu lintas

b)

Mengurangi jumlah kendaraan melintas

c)

Mengganti semua material dengan yang lebih murah

d)

Menambahkan lapisan cat pada permukaan jalan

e)

Melakukan stabilisasi tanah dasar sebelum pengerasan

20.

Jadwal pekerjaan MEP dan finishing tidak disinkronkan sehingga plafon dibongkar ulang. Evaluasi paling tepat adalah…

a)

Pemilihan material plafon tidak sesuai warna

b)

Jumlah pekerja finishing terlalu sedikit

c)

Gambar arsitektur terlalu tebal garisnya

d)

Harga pipa terlalu tinggi sehingga diganti

e)

Kurangnya koordinasi komunikasi antar stakeholder