NEW
Font size
WorksheetsDDTKP 1
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Sebuah proyek pembangunan sekolah mengalami keterlambatan karena urutan pekerjaan tidak sesuai rencana. Analisis paling tepat untuk menentukan penyebab kritis keterlambatan adalah melalui penggunaan…
Penjadwalan ulang pekerjaan tanpa mempertimbangkan hubungan antar tugas
Pengurangan aktivitas pekerjaan tanpa meninjau WBS proyek
Penambahan tenaga kerja tanpa perubahan urutan kerja
Analisis jalur kritis pada jadwal proyek berbasis CPM
Penyusunan laporan harian tanpa evaluasi teknis lanjutan
Ketika sebuah pondasi batu kali gagal menahan beban, padahal ukurannya sesuai gambar kerja, analisis teknis pertama yang paling logis dilakukan adalah…
Mengganti batu kali dengan material lain tanpa pemeriksaan
Memperbaiki finishing bangunan tanpa meninjau struktur awal
Menambah jumlah pekerja untuk mempercepat pekerjaan lain
Memeriksa kualitas fisik batu kali berdasarkan standar SNI
Meningkatkan ketebalan plesteran pada bagian atas pondasi
Dalam proyek pembuatan taman perumahan, tanah timbunan cepat turun (ambles) setelah hujan. Keputusan berbasis manajemen risiko yang paling tepat adalah…
Mengubah seluruh desain tanpa mempertimbangkan analisis awal
Menambah pekerja agar penanaman lebih cepat diselesaikan
Menyusun mitigasi dengan menambah pemadatan sesuai standar teknis
Mengganti tanaman hias tanpa memperbaiki tanah timbunan
Mengabaikan risiko karena jadwal launching perumahan
Tim proyek menemukan pasir yang digunakan pada adukan beton memiliki kadar lumpur di atas batas SNI. Keputusan teknis yang paling tepat adalah…
Menggunakan pasir yang sama untuk efisiensi waktu proyek
Menambahkan air agar adukan menjadi lebih mudah dikerjakan
Mengganti sumber pasir yang memenuhi uji kadar lumpur
Mempercepat pengecoran sebelum mutu beton berubah
Mencampur pasir tersebut dengan tanah untuk menghemat biaya
Dalam penyusunan WBS pembangunan gedung kantor, tim memasukkan item pekerjaan “pengecatan dinding” sebelum “plesteran dinding”. Kesalahan logis yang harus dianalisis adalah…
Pemilihan jenis cat tidak sesuai spesifikasi teknis
Urutan pekerjaan arsitektural tidak mengikuti alur teknis standar
Volume pekerjaan tidak sesuai kebutuhan material
Ketidaksesuaian warna cat dengan preferensi pemilik proyek
Kurangnya pekerja pada bidang finishing bangunan
Seorang pengawas menemukan adukan beton terlalu kering saat pengecoran slab. Langkah pengendalian mutu yang paling tepat adalah…
Menambahkan air sebanyak mungkin di lokasi pengecoran
Mengurangi jumlah agregat kasar tanpa perhitungan ulang
Menghentikan pengecoran untuk menyesuaikan rasio air–semen
Melanjutkan pengecoran agar tidak mengganggu progres proyek
Menambah waktu curing tanpa memperbaiki adukan utama
Pada tahap inisiasi proyek pembangunan drainase, hasil analisis SWOT menunjukkan ancaman berupa curah hujan ekstrem. Tindak lanjut paling relevan adalah…
Menyusun rencana mitigasi kapasitas aliran drainase lebih besar
Mengurangi jumlah pekerja untuk efisiensi biaya proyek
Mengabaikan ancaman untuk menjaga jadwal semula
Memulai proyek pada musim hujan tanpa persiapan tambahan
Mengubah desain drainase tanpa perhitungan hidrologi
Tim proyek ingin mempercepat penyelesaian tahap struktur, tetapi jadwal MEP belum disinkronkan. Risiko yang paling mungkin terjadi adalah…
Ketidaksesuaian warna material penutup bangunan
Benturan pekerjaan yang menyebabkan pembongkaran ulang struktur
Berkurangnya kualitas estetika pekerjaan interior
Hilangnya kebutuhan utilitas pada bangunan akhir
Penurunan biaya proyek akibat percepatan
Dalam penyusunan RAB, volume pekerjaan dinding pasangan bata tidak dihitung akurat. Akibat logis yang paling mungkin terjadi adalah…
Peningkatan nilai estetika dinding secara keseluruhan
Pengurangan tenaga kerja karena pekerjaan menjadi ringan
Sistem drainase otomatis meningkat kualitasnya
Pembengkakan biaya karena kekurangan material
Percepatan waktu karena volume pekerjaan mengecil
Pada pekerjaan kolom, hasil slump test menunjukkan nilai terlalu rendah. Penyebab paling mungkin adalah…
Warna semen berbeda dari yang biasanya digunakan
Jumlah tulangan baja terlalu banyak
Agregat kasar tidak cukup besar ukurannya
Kadar air dalam campuran beton kurang dari standar
Bekisting terlalu tebal untuk menahan tekanan beton
Sebuah proyek mengalami banjir karena drainase sementara tidak dibuat. Evaluasi paling tepat berdasarkan sistem kontrol teknis adalah…
Pengendalian jadwal selesai lebih awal dari target
Pengendalian kualitas sudah maksimal tanpa kekurangan
Pengendalian biaya dilakukan terlalu cepat
Pengendalian risiko tidak diterapkan sesuai prosedur
Pengendalian tenaga kerja sudah sesuai standar
Pekerja kesulitan membuat jalur pipa air bersih karena gambar MEP tidak lengkap. Evaluasi paling tepat terkait dokumentasi adalah…
Proses pemadatan tanah belum dilakukan
Spesifikasi estetika bangunan belum ditentukan
Standar mutu beton tidak dicantumkan
Dokumen perencanaan komunikasi tidak disusun dengan baik
Perjanjian kontrak tidak memuat nilai pekerjaan
Pada tahap finishing, ditemukan warna cat ruangan tidak seragam. Analisis teknis paling logis adalah…
Pencampuran cat tidak seragam antara satu batch dengan lainnya
Ruangan terlalu terang sehingga warna tampak berbeda
Jenis kuas yang digunakan terlalu kecil
Ketebalan dinding tidak sama
Pekerja terlalu cepat memotong bidang aplikasi
Penggunaan baja ringan untuk rangka atap dipilih karena mempertimbangkan efisiensi konstruksi modern. Analisis paling tepat adalah…
Baja ringan dapat menyerap air sehingga lebih awet
Baja ringan tidak memerlukan pengujian mutu
Warna baja lebih baik daripada material tradisional
Bentuk baja ringan mirip kayu alami
Bobot ringan dan kemudahan pemasangan meningkatkan efisiensi
Pekerjaan dinding bata cepat retak dua minggu setelah plesteran. Analisis teknis paling tepat adalah…
Plesteran belum cukup kering sebelum diaplikasikan
Penggunaan semen terlalu banyak
Dinding bata terlalu tebal
Pemasangan bata dilakukan saat musim hujan
Bata terlalu halus sehingga warna tidak merata
Bata terlalu halus sehingga warna tidak merata
Pemasangan kusen jendela belum dilakukan
Kualitas pasir plesteran tidak memenuhi standar SNI
Pekerja terlalu cepat memotong bata
Cat dinding diaplikasikan terlalu cepat
Balok lantai mengalami lendutan lebih besar dari desain. Evaluasi awal paling tepat adalah…
Penggunaan keramik terlalu berat
Ruangan terlalu luas sehingga tampak melengkung
Warna bekisting tidak sesuai standar
Pengawasan dilakukan pada sore hari
Kekuatan tekan beton tidak memenuhi mutu rencana
Material kayu pada pintu utama cepat lapuk dalam enam bulan. Analisis berdasarkan klasifikasi kayu adalah…
Kayu terpotong menggunakan alat yang tidak steril
Sambungan kayu tidak menggunakan lem yang tepat
Kayu memiliki warna yang kurang cocok untuk pintu
Kayu terlalu berat sehingga cepat rusak
Kayu memiliki kelas awet rendah dan tidak diawetkan
Tanah dasar pada proyek jalan lingkungan sangat lembek. Tindakan paling tepat adalah…
Mengubah warna rambu lalu lintas
Mengurangi jumlah kendaraan melintas
Mengganti semua material dengan yang lebih murah
Menambahkan lapisan cat pada permukaan jalan
Melakukan stabilisasi tanah dasar sebelum pengerasan
Jadwal pekerjaan MEP dan finishing tidak disinkronkan sehingga plafon dibongkar ulang. Evaluasi paling tepat adalah…
Pemilihan material plafon tidak sesuai warna
Jumlah pekerja finishing terlalu sedikit
Gambar arsitektur terlalu tebal garisnya
Harga pipa terlalu tinggi sehingga diganti
Kurangnya koordinasi komunikasi antar stakeholder
