Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN HARIAN MATERI CERPEN. XI

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 1–5! "Perjuangan di Bawah Merah Putih" karya Abdul Malik Saat matahari terbit di timur, merah putih berkibar di angin. Ini adalah pagi 17 Agustus 1945, saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Namun, kemerdekaan itu tidak datang dengan mudah. Cerita ini bermula di kota Yogyakarta, pada tahun 1942. Ketika Belanda menyerah kepada tentara Jepang, Indonesia berada di bawah cengkeraman Jepang selama Perang Dunia II. Meskipun situasinya sulit, semangat perjuangan tidak pernah padam. Seorang pemuda bernama Rizal tinggal di desa kecil dekat Yogyakarta. Ia adalah salah satu anggota gerakan bawah tanah yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Pada suatu hari, Rizal menerima pesan rahasia bahwa mereka harus bersiap untuk menghadapi momen penting. Rizal dan rekan-rekannya bergerak dengan hati-hati. Mereka mulai merencanakan aksi berani untuk menyebarkan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan kepada rakyat di seluruh Yogyakarta. Namun, Jepang sangat ketat mengawasi segala sesuatu, dan penangkapan bisa berarti hukuman mati. Pada malam 16 Agustus 1945, Rizal dan rekan-rekannya bersiap untuk aksi besar. Mereka menyusup ke kota dengan poster-poster merah putih yang berisikan teks Proklamasi. Mereka menempelkannya di dinding-dinding kota, di bawah gelap malam yang sepi. Pada saat yang sama di Jakarta, Soekarno dan Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan. Berita ini dengan cepat menyebar, bahkan sampai ke Yogyakarta. Rizal dan teman-temannya merasa terharu mendengar berita tersebut. Mereka tahu perjuangan mereka tidak sia-sia. Tapi mereka juga sadar bahwa tantangan belum selesai. Mereka harus melindungi kemerdekaan yang baru saja dinyatakan. Setelah Proklamasi, Indonesia menghadapi perjuangan melawan tentara Jepang yang masih berkuasa dan persiapan pertempuran melawan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia. Kisah perjuangan ini adalah salah satu bagian kecil dari sejarah panjang Indonesia. Perjuangan, semangat, dan tekad untuk meraih kemerdekaan tetap hidup dalam hati setiap anak bangsa. Sejarah ini mengajarkan kita bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang perlu dijaga dan dihargai. Tema utama dalam cerpen “Perjuangan di Bawah Merah Putih” adalah perjuangan meraih kemerdekaan. Hal yang paling memperkuat tema tersebut adalah …
a)
A. Semangat Rizal dalam menyembunyikan identitasnya sebagai pemuda desa.
b)
B. Aksi Rizal dan teman-temannya menyebarkan poster Proklamasi meskipun berisiko tinggi.
c)
C. Situasi desa Yogyakarta yang tenang dan jauh dari pusat pemerintahan.
d)
D. Kebiasaan rakyat yang menunggu instruksi dari pemerintah kolonial.
e)
E. Keinginan Rizal untuk memperluas jaringan pertemanan di kota
2.
Faktor yang mendorong munculnya gerakan bawah tanah yang diikuti Rizal adalah…
a)
A. Keinginan rakyat untuk merayakan kemerdekaan setiap tahun.
b)
B. Penyerahan Belanda kepada Jepang yang membuat rakyat tenang.
c)
C. Kekerasan dan penindasan Jepang yang memunculkan semangat perlawanan.
d)
D. Kehidupan desa yang damai sehingga pemuda ingin mencari pengalaman baru.
e)
E. Kekhawatiran akan serangan dari negara tetangga.
3.
Peristiwa yang menjadi latar sejarah penting dalam cerita tersebut adalah…
a)
A. Penurunan bendera Belanda di Kota Yogyakarta pada tahun 1930.
b)
B. Pembentukan gerakan pemuda setelah Indonesia merdeka sepenuhnya.
c)
C. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang dibacakan di Jakarta.
d)
D. Perjanjian Belanda–Jepang mengenai penyerahan wilayah Nusantara.
e)
E. Penyerangan besar-besaran Jepang ke Eropa saat Perang Dunia II.
4.
Alasan masyarakat Yogyakarta membutuhkan penyebaran poster Proklamasi adalah…
a)
A. Penduduk Yogyakarta tidak berpendidikan sehingga mudah dibingungkan.
b)
B. Warga belum mengetahui kabar kemerdekaan karena Jepang membatasi informasi.
c)
C. Poster Proklamasi digunakan Jepang sebagai alat propaganda.
d)
D. Yogyakarta menjadi pusat kekuasaan Jepang di Asia Tenggara.
e)
E. Penduduk menolak informasi dari Jakarta.
5.
Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah fakta sejarah yang benar-benar terjadi. Hubungan antara peristiwa sejarah tersebut dengan cerita dalam cerpen “Perjuangan di Bawah Merah Putih” adalah…
a)
A. Cerpen mengubah tanggal Proklamasi menjadi 18 Agustus agar lebih dramatis.
b)
B. Cerpen menggambarkan bahwa Rizal menjadi salah satu tokoh yang memimpin pembacaan Proklamasi.
c)
C. Cerpen menampilkan Proklamasi sebagai latar peristiwa nyata yang memengaruhi tindakan Rizal dan kawan-kawannya.
d)
D. Cerpen menunjukkan bahwa Proklamasi tidak berdampak apa pun bagi masyarakat Yogyakarta.
e)
E. Cerpen menggambarkan bahwa Proklamasi terjadi setelah Jepang menyerahkan kekuasaan secara damai kepada rakyat.
6.
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 6–9! “Pikiranku langsung terlempar pada kenangan saat aku kelas enam SD ketika mencium bau obat yang menyengat di ruang ini. Setelah pulang sekolah, aku langsung menuju UGD sebuah rumah sakit umum. Perutku sakit, hingga aku hanya bisa meringis. Di sekelilingku tampak pasien lain yang terbaring di kasur tipis bersprei putih. Tiba-tiba seorang perawat mendorong satu kasur beroda dan menghentikannya tepat di sampingku. Di atasnya terbaring seorang pria botak bersimbah darah. Ia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga dan matanya memandang kosong. Kata orang-orang, ia korban kecelakaan sepeda motor.” Sudut pandang yang digunakan pada kutipan tersebut adalah …
a)
A. Orang pertama sebagai tokoh utama yang terlibat langsung dalam peristiwa.
b)
B. Orang pertama sebagai tokoh sampingan yang hanya mengamati dari jauh.
c)
C. Orang ketiga serba tahu yang mengetahui seluruh isi hati tokoh.
d)
D. Orang ketiga terbatas yang hanya mengikuti satu tokoh.
e)
E. Orang ketiga objektif yang hanya menggambarkan tindakan tanpa emosi.
7.
Alur yang tampak dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
a)
A. Alur maju karena cerita bergerak dari awal menuju akhir tanpa kilas balik.
b)
B. Alur mundur karena tokoh “aku” mengingat peristiwa masa lalu ketika berada di ruang UGD.
c)
C. Alur campuran karena terdapat perpaduan maju dan mundur secara bergantian.
d)
D. Alur balik penuh karena keseluruhan cerita diawali dari akhir cerita.
e)
E. Alur episodik karena peristiwa tidak saling terkait dan berdiri sendiri.
8.
Watak tokoh “aku” yang penakut dalam kutipan tersebut ditunjukkan melalui …
a)
A. Dialog tokoh yang menggambarkan ketakutan terhadap suasana rumah sakit.
b)
B. Komentar pengarang mengenai karakter tokoh “aku”.
c)
C. Tindakan tokoh yang langsung berlari meninggalkan ruang UGD.
d)
D. Pikiran tokoh yang menggambarkan kecemasan dan rasa ngeri melihat korban kecelakaan.
e)
E. Reaksi orang-orang sekitar yang menyebut tokoh “aku” mudah panik.
9.
Permasalahan utama dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
a)
A. Ketakutan tokoh karena disuntik obat bius
b)
B. Ketakutan tokoh menyaksikan korban kecelakaan
c)
C. Tokoh sedang menahan sakit perut
d)
D. Kebingungan perawat dalam menangani pasien
e)
E. Panik mencari bantuan
10.
Bacalah kutipan cerpen berikut! Cahaya langit mulai meredup perlahan. Dari arah bukit, siluet burung-burung tampak bergerak menuju sarang masing-masing. Di kejauhan, seorang kakek berjalan terpincang-pincang sambil menenteng cangkul dan bersandar pada tongkat tuanya. Ia baru kembali dari ladang, dengan wajah letih namun langkah yang tetap mantap. Unsur latar waktu yang tergambar dalam kutipan tersebut adalah …
a)
A. Pagi hari
b)
B. Siang hari
c)
C. Senja hari
d)
D. Tengah malam
e)
E. Dini hari
11.
Bacalah kutipan cerpen berikut! Aku pulang dengan perasaan kacau. Aku tak dapat tidur. Mataku terpejam, tetapi pikiranku melayang pada peristiwa sore tadi. Rasanya aku ingin melupakan semuanya, tetapi kenangan itu justru semakin jelas di kepalaku. Pertentangan batin yang dialami tokoh “aku” pada kutipan tersebut disebut konflik …
a)
A. Konflik dengan keluarga
b)
B. Konflik dengan orang lain
c)
C. Konflik sosial
d)
D. Konflik batin
e)
E. Konflik tokoh sampingan
12.
Pembuka cerpen berikut menggunakan cara … “Dari Jakarta yang panas dan penuh polusi, kini aku berada di Ra’as, pulau kecil tanpa gedung tinggi.”
a)
A. Mendeskripsikan suasana
b)
B. Mendeskripsikan orang
c)
C. Mendeskripsikan tempat
d)
D. Mendeskripsikan waktu
e)
E. Mendeskripsikan objek
13.
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 13! “Saya ingin lagu gending Jawa.” “Tolong, Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa.” “Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa,” kata sopir. “Saya punya. Saya selalu membawa kaset gending Jawa,” jawab penumpang itu. Para penumpang lain pun ikut mendengarkan. Tidak lama kemudian terdengar suara: “Bolehkah lagu itu ditukar?” Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, nilai utama yang tampak dari interaksi para penumpang dan sopir adalah …
a)
A. Nilai kerja keras karena para penumpang saling berusaha untuk memenuhi keinginan masing-masing.
b)
B. Nilai disiplin karena sopir menolak memutar lagu di luar jadwal perjalanan.
c)
C. Nilai toleransi karena para penumpang berusaha saling menghargai perbedaan selera musik.
d)
D. Nilai religius karena penumpang membawa kaset gending Jawa untuk kebutuhan ibadah.
e)
E. Nilai kemandirian karena penumpang mengambil alih tugas sopir dalam memilih musik.
14.
Cermatilah penggalan cerita pendek dengan saksama untuk soal nomor 14-16! ‘Aku masih saja khawatir. Ramalan dukun-dukun itu mulai lagi mengganggu pikiranku. Kau juga mulai diganggu ramalan mereka? Tidak. Kita tidak boleh terpengaruh oleh ramalan-ramalan. Kita harus berdoa semoga ramalan itu tidak akan menimpa Lasuddin. Aku masih ingat, mereka menyebarkan ke seluruh kampung ramalan-ramalan itu. Benarkah akan terjadi seperti yang mereka katakan, bahwa semua keturunan kita akan musnah di ujung pisau sunat? Yakinkah kau akan itu? Kita berserah saja kepada-Nya. Doakanlah Lasuddin.” Nilai kehidupan yang ada pada penggalan tersebut adalah nilai….
a)
A. Moral dan agama
b)
B. Sosial dan budaya
c)
C. Agama dan budaya
d)
D. Budaya dan agama
e)
E. Pendidikan dan sosial
15.
Nilai kehidupan yang akan disampaikan terlihat pada kalimat….
a)
A. Aku masih saja khawatir.
b)
B. Ramalan dukun-dukun itu mulai lagi mengganggu pikiranku.
c)
C. Kau juga mulai diganggu ramalan mereka?
d)
D. Kita tidak boleh terpengaruh oleh ramalan-ramalan.
e)
E. Kita berserah saja kepada-Nya.
16.
Amanat yang dapat diambil dari kutipan di atas adalah….
a)
A. Kita harus waspada terhadap ramalan dukun.
b)
B. Agama melarang kita pergi ke dukun.
c)
C. Allah memiliki ketentuan yang pasti
d)
D. Semua kehidupan sudah ada yang mengaturnya.
e)
E. Kita seharusnya tidak percaya dengan ramalan dukun.
17.
“Sejak itu, para penumpang memahami bahwa sekecil apa pun perbedaan, ada baiknya disampaikan dengan cara yang tidak menyinggung orang lain.” Apa alasan kutipan tersebut termasuk koda, bukan bagian lain?
a)
A. Karena berisi penegasan ulang konflik.
b)
B. Karena menyimpulkan tindakan sopir.
c)
C. Karena menyajikan amanat atau pesan yang menjadi refleksi akhir cerita.
d)
D. Karena memperkenalkan tokoh baru yang memberikan nasihat.
e)
E. Karena menggambarkan suasana setelah konflik tanpa nilai moral.
18.
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 18-20! “Payung di Ujung Gang” Hujan turun sejak siang, membuat gang kecil di belakang pasar berubah menjadi kubangan air kecokelatan. Saat itu, Dina berjalan cepat sambil memeluk beberapa buku di dadanya. Ia baru pulang dari perpustakaan umum, berharap tiba di rumah sebelum hujan semakin deras. Namun, tepat di ujung gang, hujan tiba-tiba menumpahkan curahan lebih lebat, memaksanya berhenti di bawah pohon mangga yang rindang. Di balik derasnya hujan, Dina melihat seorang nenek berdiri kebingungan sambil memegang plastik berisi sayuran. Nenek itu tampak bimbang menatap genangan air yang menghalangi langkahnya. Dina mengenali wajah itu—tetangga barunya yang baru pindah minggu lalu. Nenek itu hanya berdiri diam, sesekali menunduk, seolah mencari cara melewati jalan licin yang bisa membuatnya tergelincir. Dina menatap tasnya. Di dalamnya ada payung lipat kecil yang selalu ia bawa, meski jarang dipakai. Ia ragu. Payung itu sebenarnya mulai longgar rangkanya dan sering terlipat oleh angin. Jika ia pakai sendiri, mungkin masih cukup kuat. Tapi jika dipakai berdua dengan nenek itu, bisa saja jebol. Dina menghela napas panjang. Namun melihat tangan nenek yang gemetar dan tatapannya yang cemas, Dina melangkah keluar dari tempat berteduh, membuka payungnya, dan menawarkannya dengan senyum. Mereka berjalan perlahan melewati gang becek itu. Payung Dina benar-benar hampir patah, namun cukup menjaga mereka dari hujan. Setelah sampai depan rumah sang nenek, wanita tua itu menepuk pundak Dina dan mengucapkan terima kasih dengan suara bergetar. Dina hanya tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, Nek.” Ketika ia kembali berjalan menuju rumah, Dina baru menyadari sesuatu: meski payungnya nyaris rusak, hatinya terasa lebih hangat daripada sebelumnya. Perhatikan kutipan berikut! “Hujan turun sejak siang, membuat gang kecil di belakang pasar berubah menjadi kubangan air kecokelatan… Dina berjalan cepat sambil memeluk beberapa buku… Namun, tepat di ujung gang, hujan semakin deras, memaksanya berhenti di bawah pohon mangga.” Bagian struktur cerpen yang ditunjukkan oleh kutipan tersebut adalah …
a)
A. Abstrak
b)
B. Orientasi
c)
C. Komplikasi
d)
D. Evaluasi
e)
E. Resolusi
19.
Perhatikan kutipan berikut! “Dina ragu. Payung itu rangkanya mulai longgar. Jika ia pakai sendiri masih cukup kuat, tetapi jika dipakai berdua, bisa saja jebol. Namun melihat tangan nenek gemetar dan tatapannya cemas, Dina melangkah keluar dari tempat berteduh dan menawarkan payungnya.” Kutipan tersebut menunjukkan bagian struktur …
a)
A. Abstrak
b)
B. Orientasi
c)
C. Komplikasi
d)
D. Resolusi
e)
E. Koda
20.
Perhatikan kutipan berikut! “Setelah sampai depan rumah sang nenek, wanita tua itu menepuk pundak Dina dan mengucapkan terima kasih… Dina baru menyadari sesuatu: meski payungnya nyaris rusak, hatinya terasa lebih hangat daripada sebelumnya.” Bagian struktur cerpen yang tepat untuk kutipan tersebut adalah …
a)
A. Komplikasi
b)
B. Evaluasi
c)
C. Resolusi
d)
D. Orientasi
e)
E. Koda