NEW
Font size
WorksheetsTry Out - Psikiatri
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan mudah marah, sulit tidur, dan penurunan kinerja kerja. Dokter ingin menegakkan diagnosis psikiatrik secara menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor biologis (riwayat penyakit fisik), psikologis (mekanisme koping), dan sosial (dukungan keluarga). Pendekatan ini sesuai dengan
Model psikoanalitik klasik
Pendekatan biopsikososial
Pendekatan behavioristik murni
Pendekatan neurobiologis tunggal
Pendekatan fenomenologis eksistensial
Perempuan 24 tahun datang dengan keluhan sering sedih dan menarik diri. Saat wawancara, dokter menilai isi pikir, arus pikir, orientasi, afek, dan persepsi pasien. Komponen tersebut termasuk dalam bagian
Riwayat penyakit dahulu
Pemeriksaan status mental
Pemeriksaan status fisik
Pemeriksaan penunjang psikometrik
Formulasi diagnostik multiaxial
Laki-laki 76 tahun dirawat karena infeksi saluran kemih, sejak 2 hari tampak bingung, mengoceh tidak terarah, dan memburuk di malam hari. Tingkat kesadaran berfluktuasi, perhatian buruk, dan gejala muncul akut. Pemeriksaan CT kepala normal. Diagnosis paling tepat adalah
Demensia Alzheimer
Demensia vaskular multiinfark
Depresi berat dengan gejala psikotik
Gangguan amnestik organik
Delirium akibat kondisi medis umum
Perempuan 71 tahun perlahan menjadi pelupa selama 3 tahun, sering mengulang pertanyaan, sulit mengelola keuangan, namun kesadaran baik. CT scan menunjukkan atrofi hipokampus dan lobus temporal. Gambaran ini paling khas untuk
Demensia vaskular
Demensia Lewy body
Demensia Alzheimer
Ensefalopati Wernicke
Frontotemporal dementia
Seorang pasien dengan keluhan lupa menjalani pemeriksaan MoCA-INA dan memperoleh skor 13/30. Berdasarkan interpretasi skor MoCA-INA, temuan ini paling sesuai dengan
Fungsi kognitif normal
Gangguan kognitif ringan (MCI)
Demensia ringan
Demensia sedang
Demensia berat
Laki-laki 38 tahun datang di IGD dengan bicara pelo, jalan sempoyongan, wajah kemerahan, nistagmus, dan bau alkohol kuat. Kesadaran apatis namun masih dapat dibangunkan. Temuan ini paling sesuai dengan
Putus alkohol ringan
Delirium tremens
Intoksikasi alkohol akut
Korsakoff psikosis
Halusinosis alkoholik
Laki-laki 45 tahun berhenti minum alkohol mendadak setelah bertahun-tahun minum berat. Dalam 24–48 jam muncul tremor hebat, gelisah, insomnia, berkeringat, takikardi, dan keluhan “ingin minum”. Kesadaran masih cukup baik, tanpa disorientasi berat. Kondisi ini paling sesuai dengan
Intoksikasi alkohol ringan
Keadaan putus alkohol (withdrawal)
Delirium tremens
Halusinosis alkoholik murni
Depresi akibat alkohol
Seorang pengguna heroin datang dengan penurunan kesadaran, frekuensi napas 6x/menit, tekanan darah rendah, bicara pelo, kulit lembab, dan miosis “pin point”. Tanda yang paling khas untuk intoksikasi opioid pada kasus ini adalah
Dilatasi pupil dan takikardi
Demam tinggi dan hipertensi
Hiperventilasi dan diaforesis
Tremor kasar dan hiperrefleksia
Miosis dan depresi napas
Laki-laki 26 tahun sering mendengar suara laki-laki yang memerintahnya, yakin tetangga memasang penyadap, dan bicara meloncat-loncat. Ia makin menarik diri, jarang mandi, ekspresi datar. Manakah yang termasuk gejala negatif skizofrenia pada kasus ini
Halusinasi auditorik
Waham kejar
Pembicaraan inkoheren
Menarik diri dan motivasi menurun
Perilaku gelisah tidak terarah
Seorang pria mengalami waham kejar, halusinasi suara, dan perilaku kacau selama 5 minggu. Sebelumnya tidak ada riwayat psikotik. Fungsi premorbid cukup baik. Belum ada perbaikan berarti. Diagnosis yang paling sesuai berdasarkan durasi adalah
Brief psychotic disorder
Gangguan skizoafektif
Gangguan waham menetap
Skizofrenia paranoid
Skizofreniform
Dalam penjelasan hipotesis dopamin skizofrenia, peningkatan aktivitas dopamin di jalur mesolimbik terutama berhubungan dengan
Gejala negatif dan gangguan kognitif
Gejala positif seperti waham dan halusinasi
Gejala katatonik dan stupor
Gangguan memori jangka pendek
Gangguan tidur dan iritabilitas
Laki-laki 28 tahun memiliki riwayat beberapa episode depresi berat. Tiga bulan lalu ia mengalami periode 1 minggu di mana sangat berenergi, hampir tidak tidur, berbicara cepat, ide grandiositas, belanja berlebihan hingga berutang, dan harus dirawat karena membahayakan diri secara finansial. Riwayat psikotik tidak jelas. Diagnosis paling mungkin
Gangguan depresi mayor rekuren
Gangguan bipolar I
Gangguan bipolar II
Siklotima
Gangguan kepribadian emosional tidak stabil
Perempuan 32 tahun dengan episode depresi mayor pertama: mood sangat rendah, anhedonia, nafsu makan turun, insomnia, ide bunuh diri pasif namun tanpa rencana spesifik. Tidak ada gejala psikotik dan dukungan keluarga baik. Terapi farmakologis lini pertama yang paling sesuai
Antidepresan SSRI
Antidepresan MAOI
Antipsikotik tipikal dosis tinggi
Benzodiazepin jangka panjang
Litium monoterapi
Laki-laki 40 tahun dengan depresi berat datang ke poliklinik, mengaku sudah menyiapkan pisau untuk melukai diri, memiliki rencana spesifik dan surat wasiat. Istri tampak kewalahan dan tidak dapat menjamin pengawasan di rumah. Langkah terbaik
Memberikan SSRI dan kontrol 4 minggu lagi
Merujuk ke psikolog untuk CBT saja
Memberikan benzodiazepin untuk tidur
Merujuk untuk rawat inap psikiatri segera
Menyarankan istirahat di rumah dengan keluarga
Perempuan 27 tahun melaporkan serangan mendadak berupa jantung berdebar, sesak, gemetar, rasa akan mati, mencapai puncak dalam 10 menit dan mereda sendiri. Serangan berulang tanpa pemicu jelas, dan ia mulai menghindari bepergian sendiri. Pemeriksaan fisik dan EKG normal. Terapi farmakologis lini pertama yang dianjurkan
Antipsikotik atipikal
SSRI
Beta blocker saja
TCA dosis tinggi
Benzodiazepin jangka panjang tanpa obat lain
Laki-laki 35 tahun selama >6 bulan merasa “tegang terus”, khawatir berlebihan tentang pekerjaan, kesehatan keluarga, dan keuangan, sulit mengendalikan rasa cemas, disertai tegang otot dan gangguan tidur. Tidak ada serangan panik mendadak. Kondisi ini paling sesuai dengan
Gangguan panik
Gangguan penyesuaian
Gangguan somatisasi
Gangguan cemas menyeluruh (GAD)
Fobia spesifik
Seorang mahasiswa sering dihantui pikiran berulang bahwa tangannya kotor dan bisa menularkan penyakit pada orang tua, walaupun sudah mencuci berkali-kali dan tahu pikirannya berlebihan. Ia merasa terdorong mencuci tangan hingga kulit iritasi. Terapi yang paling tepat
Hanya benzodiazepin bila cemas
CBT dengan teknik exposure and response prevention ditambah SSRI dosis tinggi
Antipsikotik tipikal monoterapi
Hipnoterapi tunggal
Psikoanalisis klasik jangka panjang saja
Gadis 17 tahun sangat takut gemuk meskipun sudah sangat kurus. Ia membatasi makan secara ekstrem dan berolahraga berlebihan. BMI 16,5 kg/m², menstruasi tidak datang 6 bulan terakhir. Ia terus merasa “masih gemuk” saat bercermin. Diagnosis paling sesuai
Anoreksia nervosa
Bulimia nervosa
Binge eating disorder
Gangguan dismorfik tubuh
Gangguan somatisasi
Perempuan 23 tahun mengalami episode berulang makan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat dan merasa kehilangan kontrol. Setelah itu ia memuntahkan sendiri, menggunakan pencahar, dan berolahraga berlebihan. Berat badan dalam batas normal. Gambaran ini paling sesuai dengan
Anoreksia nervosa tipe restriktif
Bulimia nervosa
Binge eating disorder
Gangguan kepribadian ambang
Obesitas murni tanpa gangguan makan
Pria 34 tahun mengeluh sulit memulai tidur dan sering terbangun sejak 2 bulan terakhir, terjadi hampir setiap malam (≥4 kali/minggu). Ia khawatir berlebihan bahwa kurang tidur akan merusak pekerjaannya. Siang hari merasa lelah dan konsentrasi menurun. Tidak ditemukan gangguan fisik signifikan. Kriteria penting untuk menegakkan F51.0 insomnia non-organik adalah
Gangguan tidur minimal 1 minggu, tanpa gangguan fungsi
Gangguan tidur setiap malam tanpa henti selama 3 bulan
Gangguan tidur ≥3 kali/minggu selama ≥1 bulan dengan gangguan fungsi
Gangguan tidur hanya saat ada stresor berat
Gangguan tidur yang selalu disertai mimpi buruk
Anak laki-laki 10 tahun dengan IQ 55, terlambat belajar membaca dan menulis, namun masih dapat diajari aktivitas sehari-hari seperti mandi dan berpakaian dengan sedikit bantuan. Ia dapat berkomunikasi sederhana dan bergaul terbatas. Gambaran ini sesuai dengan
Retardasi mental ringan
Retardasi mental sedang
Retardasi mental berat
Retardasi mental sangat berat
Gangguan belajar spesifik tanpa retardasi
Anak 6 tahun dapat mengerti instruksi kompleks, kosakata cukup luas, dan mampu menyusun kalimat sesuai usia. Namun pengucapan bunyi tertentu (misalnya “r”, “s”) sering salah sehingga bicara kurang jelas. Riwayat pendengaran normal, tidak ada kelainan neuromuskular. Diagnosis paling sesuai
Language disorder
Speech sound disorder
Mutisme selektif
Gangguan spektrum autisme
Intellectual disability
Anak 8 tahun di sekolah sulit duduk tenang, sering meninggalkan tempat duduk, menyela teman saat bicara, dan sering lupa membawa buku. Di rumah, ia juga tidak bisa fokus saat mengerjakan tugas, mudah teralihkan, dan banyak bergerak. Prestasi akademik menurun. Diagnosis paling sesuai
Gangguan kecemasan menyeluruh
Gangguan belajar spesifik
Gangguan spektrum autisme
ADHD (Gangguan aktivitas dan perhatian)
Temperamen sulit tanpa gangguan
Remaja laki-laki 14 tahun sering bolos sekolah, berkelahi, merusak fasilitas umum, berbohong untuk keuntungan sendiri, dan beberapa kali mencuri barang berharga. Ia tampak tidak merasa bersalah, dan perilaku tersebut menetap >1 tahun. Tidak ada riwayat halusinasi atau waham. Diagnosis paling sesuai
Oppositional defiant disorder
Conduct disorder
ADHD tipe kombinasi
Gangguan kepribadian antisosial
Gangguan penyesuaian dengan perilaku mengganggu
Anak 9 tahun dibawa orang tua karena sering berkedip kuat dan meringis wajah berulang kali, terutama saat cemas di kelas. Gerakan berlangsung singkat, tiba-tiba, berulang, dan kadang dapat ditahan beberapa detik bila diingatkan. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Diagnosis paling sesuai
Epilepsi parsial sederhana
Tic fasialis motorik
Distonia fokal
Gangguan konversi motorik
Gangguan somatoform
