WorksheetsProses Bisnis Manufaktur & Rekayasa Elektronika
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Definisi yang paling tepat untuk Proses Bisnis Manufaktur adalah...
Serangkaian aktivitas yang berfokus pada pemasaran produk akhir kepada konsumen.
Serangkaian langkah terstruktur yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi melalui operasi yang bernilai tambah.
Proses akuntansi dan pencatatan keuangan yang terjadi dalam sebuah perusahaan.
Kegiatan perencanaan sumber daya manusia dan pelatihan karyawan.
Upaya riset pasar untuk menentukan harga jual produk.
Pada industri rekayasa elektronika, proses utama yang melibatkan perancangan dan pembuatan papan sirkuit tercetak (Printed Circuit Board/PCB) adalah...
Quality Control (QC)
Inventory Management
Surface Mount Technology (SMT) dan Through-Hole Technology (THT)
Warehouse Management
Financial Auditing
Langkah pertama yang paling krusial dalam siklus pengembangan produk (Product Development Life Cycle) pada rekayasa elektronika adalah...
Pengujian prototipe.
Analisis kebutuhan dan spesifikasi desain.
Produksi massal.
Pemasaran dan penjualan.
Pembelian bahan baku.
Jenis proses manufaktur di mana produk dibuat secara berkelompok (batch) berdasarkan pesanan spesifik, sering digunakan untuk produk elektronik khusus, disebut...
Continuous Flow Manufacturing
Job Shop Manufacturing
Mass Production
Assembly Line Manufacturing
Repetitive Manufacturing
Peran utama dari sistem Computer-Aided Design (CAD) dalam proses rekayasa elektronika adalah...
Mengelola inventaris bahan baku.
Membuat gambar teknik, simulasi, dan tata letak komponen elektronik (layar PCB).
Melakukan budgeting proyek.
Mengawasi kualitas produk akhir.
Merencanakan jadwal pengiriman.
Supply Chain Management (SCM) didefinisikan sebagai...
Hanya fokus pada proses pengiriman produk akhir dari pabrik ke pelanggan.
Hanya mengelola hubungan antara perusahaan dengan pemasok bahan baku.
Koordinasi strategis dari fungsi-fungsi bisnis tradisional dan taktik di seluruh fungsi-fungsi bisnis di dalam sebuah perusahaan dan di seluruh mitra bisnis dalam rantai pasokan.
Proses penyimpanan produk di gudang sebelum didistribusikan.
Kegiatan pemasaran dan promosi produk di pasar global.
Berikut yang bukan merupakan komponen utama dari Supply Chain Management (SCM) adalah...
Perencanaan (Planning)
Pengadaan (Sourcing)
Pembuatan/Produksi (Making)
Pengembalian/Retur (Returning)
Pengawasan SDM (Human Resources Oversight)
Fenomena yang terjadi ketika fluktuasi kecil dalam permintaan konsumen menyebabkan variasi pesanan yang semakin besar ke hulu rantai pasokan (pemasok), disebut...
Just-in-Time Effect
Bullwhip Effect
Bottleneck Effect
Demand Pull Effect
Push-Pull Effect
Tujuan utama penerapan strategi Just-in-Time (JIT) dalam SCM adalah untuk...
Memaksimalkan jumlah persediaan bahan baku di gudang.
Meminimalkan biaya persediaan dan meningkatkan efisiensi dengan hanya memproduksi/memesan saat dibutuhkan.
Memperluas lini produk perusahaan.
Mengabaikan kualitas produk demi kecepatan produksi.
Mengalihkan semua proses produksi ke pihak ketiga (outsourcing).
Dalam konteks SCM, kegiatan logistik mencakup...
Desain produk elektronik.
Pergerakan dan penyimpanan barang, dari titik asal hingga titik konsumsi.
Rekrutmen karyawan baru.
Analisis laporan keuangan tahunan.
Penelitian dan Pengembangan (R&D).
Metode produksi yang berfokus pada penghilangan segala jenis pemborosan (waste) untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan dengan sumber daya minimal, disebut...
Mass Production
Lean Manufacturing
Six Sigma
Kaizen
Custom Manufacturing
Salah satu dari 7 jenis pemborosan (Muda) dalam sistem produksi Toyota yang berkaitan dengan pergerakan yang tidak perlu dari operator atau peralatan adalah...
Overproduction (Produksi berlebihan)
Waiting (Menunggu)
Motion (Gerakan)
Defects (Cacat)
Inventory (Persediaan)
Prinsip Kaizen dalam peningkatan proses produksi secara berkelanjutan berarti...
Melakukan perubahan besar-besaran dan revolusioner sekali dalam setahun.
Melakukan perbaikan kecil, bertahap, dan berkelanjutan dari waktu ke waktu.
Hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk akhir.
Mengalihkan semua tanggung jawab perbaikan kepada manajemen puncak.
Menggunakan teknologi otomatisasi terbaru.
Dalam industri elektronik, reflow soldering adalah bagian dari proses...
Wafer fabrication.
Perakitan PCB (merekatkan komponen ke papan sirkuit).
Pengemasan produk akhir.
Desain kemasan.
Uji ketahanan air (waterproof test).
Alat yang digunakan untuk memvisualisasikan urutan langkah-langkah dalam suatu proses produksi, seringkali menggunakan simbol standar, adalah...
Histogram
Diagram Pareto
Peta Alir Proses (Process Flow Chart)
Scatter Plot
Control Chart
Perawatan yang dilakukan secara terencana dan terjadi sebelum terjadi kerusakan, bertujuan untuk mencegah kegagalan peralatan, adalah...
Perawatan Korektif (Corrective Maintenance)
Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
Perawatan Prediktif (Predictive Maintenance)
Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
Perawatan Breakdown
Metode perawatan yang menggunakan teknik pemantauan kondisi (condition monitoring), seperti analisis getaran atau termografi, untuk menentukan kapan perawatan harus dilakukan, adalah...
Perawatan Korektif (Corrective Maintenance)
Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
Perawatan Prediktif (Predictive Maintenance)
Perawatan Pencegahan (Preventive Maintenance)
Perawatan Breakdown
Tujuan utama dari penerapan Total Productive Maintenance (TPM) adalah...
Hanya fokus pada perbaikan mesin setelah rusak.
Mencapai efisiensi peralatan secara keseluruhan (OEE) yang maksimal melalui keterlibatan seluruh karyawan.
Mengurangi biaya tenaga kerja operasional.
Meningkatkan persediaan suku cadang.
Hanya melatih teknisi perawatan spesialis.
Dalam konteks OEE (Overall Equipment Effectiveness), faktor yang mengukur kecepatan aktual mesin dibandingkan dengan kecepatan idealnya adalah...
Ketersediaan (Availability)
Kualitas (Quality)
Kinerja (Performance)
Efektivitas
Reliabilitas
Jika sebuah mesin berhenti beroperasi secara tiba-tiba karena kegagalan komponen yang tidak terduga, jenis perawatan yang harus segera dilakukan adalah...
Perawatan Pencegahan
Perawatan Prediktif
Perawatan Korektif (Perbaikan)
Perawatan Otonom
Perawatan Terjadwal
Kearifan lokal (local wisdom) dalam pengelolaan SDM mengacu pada...
Penerapan standar manajemen SDM global tanpa modifikasi.
Pemanfaatan nilai-nilai, budaya, dan praktik tradisional yang relevan untuk meningkatkan kinerja dan keharmonisan kerja.
Penggunaan sistem teknologi informasi SDM terbaru.
Fokus hanya pada rekrutmen dari daerah setempat.
Mengabaikan semua praktik SDM modern.
Contoh penerapan kearifan lokal "Musyawarah" dalam konteks SDM manufaktur adalah...
Pengambilan keputusan oleh manajemen puncak tanpa melibatkan karyawan.
Proses performance appraisal yang dilakukan secara individu.
Mekanisme pengambilan keputusan atau penyelesaian konflik yang melibatkan diskusi mufakat dari semua pihak terkait.
Pemberian sanksi tanpa peringatan.
Penetapan gaji berdasarkan standar regional.
Bagaimana kearifan lokal dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas dalam proses produksi?
Dengan mengurangi jam kerja karyawan secara drastis.
Dengan menanamkan nilai-nilai seperti ketelitian, tanggung jawab kolektif, dan semangat gotong royong dalam budaya kerja.
Dengan mengimpor semua bahan baku dari luar negeri.
Dengan membatasi penggunaan teknologi modern.
Dengan mengabaikan standar keselamatan kerja.
Dalam konteks Indonesia, konsep "Gotong Royong" dapat diintegrasikan dalam tim produksi untuk meningkatkan...
Individualisme dan kompetisi.
Egoisme dan kepentingan pribadi.
Kerjasama tim, saling membantu, dan rasa kepemilikan kolektif terhadap hasil produksi.
Biaya operasional.
Job description yang kaku.
Penggunaan bahasa daerah atau ritual tertentu sebelum memulai pekerjaan (jika relevan dan tidak mengganggu) merupakan contoh integrasi kearifan lokal dalam fungsi SDM, khususnya terkait dengan...
Proses audit keuangan.
Penciptaan lingkungan kerja yang nyaman, bermakna, dan berbudaya.
Penetapan harga jual.
Perancangan skema pensiun.
Perencanaan logistik.
Dalam rekayasa elektronika, mengapa prototyping dianggap penting sebelum memasuki produksi massal?
Untuk menentukan harga jual akhir.
Untuk memverifikasi desain, mengidentifikasi kelemahan, dan mengurangi risiko kegagalan saat produksi massal.
Untuk memesan bahan baku sebanyak-banyaknya.
Untuk melatih tim pemasaran.
Untuk mengukur efisiensi pengiriman.
Jika terjadi ketidakstabilan pasokan bahan baku (risiko SCM), tindakan mitigasi yang paling efektif adalah...
Menutup pabrik sementara waktu.
Mencari pemasok alternatif atau mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengan pemasok kunci.
Menghentikan semua kegiatan pemasaran.
Melipatgandakan produksi barang jadi.
Mengubah semua desain produk secara radikal.
Penyebab utama dari 6 Kerugian Besar (Six Big Losses) dalam TPM yang berkaitan dengan waktu tunggu operator saat mesin sedang dalam siklus otomatis adalah...
Setup and Adjustment
Idling and Minor Stoppages
Reduced Speed
Defects in Process
Startup Losses
Seorang manajer SCM menerapkan sistem Vendor-Managed Inventory (VMI). Artinya, tanggung jawab untuk mengelola dan mengisi kembali stok produk perusahaan di gudang pelanggan berada pada...
Pelanggan
Pesaing
Pemasok (Vendor)
Tim pemasaran
Pemerintah
Komitmen jangka panjang untuk melakukan perbaikan kecil secara terus-menerus, yang merupakan gabungan antara filosofi produksi dan kearifan lokal Jepang, adalah...
Six Sigma
Benchmarking
Re-engineering
Kaizen
Brainstorming
