NEW
Font size
WorksheetsSASXII
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
1. Saat dilakukan pengukuran dengan voltmeter, baterai menunjukkan tegangan 12,6 V dalam kondisi mesin mati. Namun, ketika mesin dihidupkan, tegangan hanya naik menjadi 12,8 V.
Dari hasil tersebut, diagnosis yang paling tepat adalah …
a. Baterai masih dalam kondisi baik
b. Alternator tidak mengisi dengan normal
c. Regulator tegangan terlalu tinggi
d. Baterai mengalami overcharge
e. Sambungan massa terlalu kuat
1. Baterai kendaraan menunjukkan tanda-tanda lemah meskipun baru saja di-charge. Pemeriksaan menunjukkan tegangan masih 12,4 V tetapi arus load test turun cepat. Hal ini menunjukkan bahwa …
a. Terminal baterai kotor
b. Air aki terlalu banyak
c. Pelat baterai mengalami sulfatasi
d. Baterai terhubung seri dengan sistem starter
e. Regulator tegangan terlalu rendah
1. Ketika mengganti baterai kendaraan dengan kapasitas Ah yang lebih kecil dari standar, dampak yang paling mungkin terjadi adalah …
a. Tegangan pengisian menjadi lebih tinggi
b. Umur alternator menjadi lebih panjang
c. Starter bekerja lebih cepat
d. Baterai cepat rusak karena kelebihan beban
e. Sistem kelistrikan menjadi lebih stabil
Selama pengujian bocoran arus(Keparasit drain), diketahui arus sebesar 0,35 A mengalir meskipun seluruh sistem dalam kondisi mati. Berdasarkan data tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan teknisi adalah …
a. Mengganti baterai dengan kapasitas lebih besar
b. Melepas satu pe
c. Mengganti regulator tegangan
d. Mengisi baterai dengan arus tinggi
e. Membersihkan terminal baterai
1. Seorang teknisi menemukan bahwa baterai tidak dapat di-charge dengan baik meskipun charger berfungsi normal. Setelah diperiksa, berat jenis elektrolit tidak berubah. Hal ini menandakan …
a. Charger rusak
b. Pelat p
c. Air aki terlalu encer
d. Terminal baterai tidak terpasang
e. Regulator tegangan terlalu rendah
1. Dalam proses penggantian baterai, kabel negatif selalu dilepas lebih dahulu. Tujuan utama prosedur tersebut adalah …
a. Mempermudah pemasangan kabel positif
b. Menghindari hubungan singkat antara terminal positif dan bodi kendaraan
c. Menjaga arus tetap mengalir ke sistem komputer kendaraan
d. Menyeimbangkan tegangan antara sel baterai
e. Mempercepat proses pengisian setelah pemasangan
1. Ketika lampu depan kanan tidak menyala, tetapi lampu kiri berfungsi normal, dan tegangan di soket lampu kanan 12 V, maka kerusakan paling mungkin terjadi pada …
a. Sekring utama
b. Saklar kombinasi
c. Relay lampu utama
d. Kabel massa lampu kanan
e. Alternator kendaraan
1. Lampu rem menyala terus walaupun pedal rem tidak ditekan. Berdasarkan gejala tersebut, penyebab paling logis adalah …
a. Bohlam lampu rem terbakar
b. Kabel positif putus
c. Relay lampu macet terbuka
d. Sekring terlepas dari dudukannya
e. Saklar rem terhubung pendek (short)
1. Saat menghidupkan lampu sein kiri, kedua sisi lampu sein menyala bersamaan. Penyebab yang paling mungkin adalah …
a. Flasher rusak total
b. Sekring lampu sein terbakar
c. Kabel massa antara sisi kiri dan kanan terhubung
d. Saklar hazard dalam kondisi macet atau short
e. Relay starter bocor arus
1. Dalam pemeriksaan rangkaian kelistrikan, ditemukan sekring 10A sering putus ketika lampu jauh diaktifkan. Langkah diagnosa yang paling tepat adalah …
a. Ganti sekring dengan ukuran lebih besar
b. Periksa kemungkinan hubungan singkat pada kabel menuju bohlam lampu jauh
c. Tambahkan resistor pada rangkaian
d. Ganti saklar utama
e. Periksa tegangan baterai
1. Lampu indikator belok tidak berkedip di panel, namun lampu sein kendaraan berkedip normal. Kesimpulan yang paling tepat adalah …
a. Flasher rusak total
b. Saklar hazard terbuka
c. Bohlam indikator panel putus
d. Relay lampu sein tidak bekerja
e. Tegangan baterai lemah
1. Pada saat pemeriksaan sistem penerangan, teknisi menemukan tegangan di terminal lampu depan hanya 10,5 V padahal di baterai 12,6 V. Hal ini menunjukkan bahwa …
a. Terdapat tahanan (resistansi) tinggi pada jalur kabel atau konektor
b. Sekring lampu terlalu besar
c. Saklar kombinasi bekerja sempurna
d. Baterai dalam kondisi lemah
e. Flasher rusak
1. Saat saklar wiper dihidupkan, motor wiper tidak bergerak sama sekali. Setelah diukur, terdapat tegangan 12 V di terminal motor, tetapi arus tidak mengalir. Kemungkinan kerusakan yang paling logis adalah …
a. Sekring wiper putus
b. Relay wiper macet terbuka
c. Terminal massa motor wiper lepas
d. Arm wiper macet di poros
e. Switch wiper rusak
1. Motor wiper hanya beroperasi pada kecepatan tinggi, sedangkan kecepatan rendah tidak berfungsi. Berdasarkan kondisi ini, kemungkinan besar kerusakan terjadi pada …
a. Saklar kombinasi bagian low speed
b. Kumparan motor bagian high speed
c. Sekring utama sistem wiper
d. Relay wiper utama
e. Terminal massa motor
1. Setelah wiper dimatikan, posisi bilah wiper berhenti di tengah kaca dan tidak kembali ke posisi semula (park position). Hal ini disebabkan oleh …
a. Link wiper terlalu kaku
b. Relay wiper tidak mendapat arus
c. Saklar kombinasi aus
d. Switch park di dalam motor rusak
e. Fuse wiper terbakar
1. Saat wiper bekerja, gerakan bilah terasa lambat dan terhenti saat beban air kaca tebal. Pemeriksaan awal menunjukkan tegangan normal. Penyebab paling mungkin adalah …
a. Motor wiper kelebihan arus
b. Relay wiper rusak
c. Fuse longgar
d. Saklar kombinasi aus
e. Sambungan linkage kering atau macet
1. Pada posisi intermittent, wiper tidak berhenti sesuai interval waktu, tetapi terus bekerja seperti mode low. Analisis yang paling tepat adalah …
a. Relay utama macet
b. Modul intermittent control unit rusak
c. Saklar kombinasi aus
d. Motor wiper konslet
e. Fuse putus sebagian
1. Wiper berfungsi normal, namun washer tidak bekerja dan tidak terdengar suara motor washer. Pemeriksaan pertama yang paling tepat adalah …
a. Mengecek relay wiper
b. Mengecek sekering khusus sistem washer
c. Memeriksa selang washer
e. Mengganti saklar kombinasi
e. Mengganti saklar kombinasi
1. Ketika tombol power window sisi pengemudi ditekan ke bawah, kaca jendela tidak bergerak, namun terdengar suara klik dari relay. Setelah diukur, tegangan di motor window 12 V. Analisis yang paling tepat adalah …
a. Motor power window rusak atau macet
b. Relay power window tidak bekerja
c. Sekring utama putus
d. Tombol power window rusak
e. Jalur massa terputus
1. Kaca jendela bagian belakang tidak bisa digerakkan dari tombol pintu pengemudi maupun tombol di pintu belakang. Pemeriksaan menunjukkan sekering dan motor normal. Penyebab paling mungkin adalah …
a. Saklar pengunci (lock switch) aktif
b. Relay power window rusak
c. Arus pengisian alternator berlebihan
d. Motor power window overheat
e. Jalur ground motor tidak ada
1. Motor power window bekerja lambat hanya pada satu pintu, sedangkan lainnya normal. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh …
a. Relay rusak sebagian
b. Sekring utama lemah
c. Regulator kaca longgar
d. Arus alternator rendah
e. Terminal baterai kotor
1. Semua pintu dapat dikunci dari kunci utama, tetapi tidak dapat terbuka secara bersamaan saat tombol unlock ditekan. Berdasarkan gejala tersebut, kerusakan paling mungkin terdapat pada …
a. Motor aktuator pintu pengemudi
b. Rangkaian unlock pada modul central lock
c. Kunci pintu penumpang
d. Sekring sistem audio
e. Saklar kombinasi utama
1. Ketika tombol lock/unlock di panel pengemudi ditekan, tidak terjadi reaksi apa pun pada semua pintu. Pemeriksaan awal yang paling tepat adalah …
a. Memeriksa kerja relay starter
b. Melepas dan memasang ulang baterai
c. Mengganti motor aktuator
d. Memeriksa sekring sistem central lock
e. Menambah kapasitas aki
1. Kaca spion elektrik kanan tidak bisa digerakkan ke arah kiri-kanan, tetapi bisa naik-turun dengan normal. Berdasarkan gejala tersebut, kemungkinan kerusakan terdapat pada …
a. Saklar pengatur arah vertikal
b. Relay pengatur cermin
c. Fuse utama spion
d. Jalur ground saklar
e. Motor arah horizontal pada spion
1. Saat kunci kontak diputar ke posisi “START”, terdengar bunyi klik dari motor starter, namun motor tidak berputar. Berdasarkan gejala tersebut, analisis paling tepat adalah …
a. Baterai kelebihan muatan
b. Kontak utama solenoid starter tidak terhubung sempurna
c. Gigi pinion starter patah
d. Saklar pengapian rusak total
e. Terminal massa terlalu besar
1. Motor starter tidak berfungsi sama sekali, bahkan tidak terdengar bunyi klik. Pemeriksaan pertama yang paling tepat adalah …
a. Mengecek hubungan massa motor starter
b. Mengecek sekering utama atau relay starter
c. Mengganti solenoid starter
d. Mengisi ulang baterai
e. Memeriksa gigi pinion starter
1. Ketika starter diaktifkan, lampu indikator di dasbor redup dan starter berputar sangat lambat. Hasil pengukuran tegangan baterai menunjukkan 9,5 V. Berdasarkan data tersebut, penyebab paling mungkin adalah …
a. Baterai lemah atau kapasitas turun
b. Motor starter short circuit
c. Regulator tegangan rusak
d. Saklar starter macet
e. Fuse utama terlalu besar
1. Ketika kunci kontak dilepas dari posisi “START”, motor starter tetap berputar. Kemungkinan kerusakan yang paling tepat adalah …
a. Kontak utama solenoid menempel
b. Relay starter tidak mendapat arus
c. Kunci kontak aus pada terminal ACC
d. Fuse starter putus sebagian
e. Gigi pinion tidak masuk penu
1. Motor starter berputar tetapi mesin tidak ikut berputar. Hal ini mengindikasikan bahwa …
a. Relay starter rusak
b. Gigi pinion macet di ring gear
c. Kopling starter (overrunning clutch) slip
d. Arus starter terlalu tinggi
e. Solenoid tidak aktif
1. Hasil pengukuran arus pada motor starter menunjukkan nilai jauh lebih tinggi dari spesifikasi, namun motor berputar lambat. Kemungkinan besar penyebabnya adalah …
a. Hubungan singkat antar lilitan motor starter
b. Baterai overcharg
c. Gigi pinion aus
d. Relay starter macet terbuka
e. Fuse terlalu besar
1. Saat mesin hidup, tegangan baterai tetap pada 12,1 volt dan tidak naik. Berdasarkan gejala tersebut, analisis yang paling tepat adalah …
a. Regulator tegangan bekerja normal
b. Kiprok atau IC regulator tidak mengatur arus pengisian
c. Alternator menghasilkan tegangan terlalu tinggi
d. Sekring lampu utama putus
e. Arus bocor pada sistem starter
1. Ketika mesin dihidupkan, lampu indikator baterai di panel instrumen tidak padam. Kemungkinan penyebab utama adalah …
a. Regulator bekerja terlalu cepat
b. Terminal B alternator terputus
c. Sekring utama terlepas sebagian
d. Baterai kelebihan muatan
e. Pulley alternator longgar
1. Pengukuran tegangan pada terminal baterai saat mesin berputar menunjukkan 15,8 volt. Kondisi ini mengindikasikan …
a. Regulator tegangan rusak (tidak membatasi tegangan)
b. Alternator tidak berfungsi
c. Baterai dalam kondisi lemah
d. Sabuk penggerak alternator kendor
e. Diode rectifier terbuka
1. Jika salah satu dioda pada rectifier alternator putus, maka gejala yang kemungkinan muncul adalah …
a. Arus pengisian naik drastis
b. Tegangan keluaran alternator berfluktuasi dan rendah
c. Baterai cepat panas
d. Lampu indikator tidak menyala
de. Regulator cepat aus
1. Saat mesin hidup, terdengar suara mendengung dari alternator dan suhu bodinya meningkat. Penyebab yang paling mungkin adalah …
a. Sabuk alternator kendor
b. Dioda mengalami hubungan singkat (short)
c. Regulator tegangan normal
d. Rotor tidak mendapat arus eksitasi
e. Baterai sudah penuh
1. Sebuah kendaraan mengalami sulit dihidupkan dan setelah pemeriksaan tidak terdapat percikan bunga api di busi. Langkah diagnosis pertama yang paling tepat adalah …
a. Mengganti semua busi
b. Mengukur tegangan pada terminal positif koil pengapian
c. Membuka distributor dan memeriksa kontak platina
d. Menyetel celah busi
e. Membersihkan filter udara
1. Pada sistem pengapian konvensional, sudut dwell terlalu kecil akan menyebabkan …
a. Arus primer terlalu lama mengalir ke koil
b. Tegangan pengapian menjadi lemah
c. Percikan busi menjadi lebih besar
c. Percikan busi menjadi lebih besar
e. Konsumsi bahan bakar meningkat
1. Ketika mesin berputar, percikan api busi tampak lemah dan berwarna merah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh …
a. Celah busi terlalu sempit
b. Tegangan pengisian berlebih
c. Koil pengapian lemah atau rusak
d. Kabel tegangan tinggi terlalu pendek
e. Sudut dwell terlalu besar
1. Sebuah kendaraan dengan sistem pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignition) tidak menghasilkan percikan di busi, padahal koil dan busi dalam kondisi baik. Komponen yang paling mungkin rusak adalah …
a. Kondensor
b. SCR (Silicon Controlled Rectifier) atau unit CDI
c. Rotor distributor
d. Kabel massa
e. Fuse utama
1. Setelah dilakukan pengukuran, resistansi kumparan primer koil menunjukkan nilai jauh lebih tinggi dari spesifikasi. Gejala yang paling mungkin muncul pada kendaraan adalah …
a. Mesin tetap hidup normal
b. Percikan busi menjadi lemah atau tidak muncul sama sekali
c. Sudut dwell bertambah
d. Pengisian baterai meningkat
e. Mesin idle menjadi tinggi
