NEW
Font size
WorksheetsUASGANJIL_B.INDO(XIRPL&TKR)
Total questions: 50
Worksheet time: 3hrs 30mins
Artikel ilmiah adalah tulisan yang berisi...
Opini penulis mengenai isu terkini tanpa data
Cerita pengalaman pribadi penulis
Hasil kajian ilmiah yang disusun secara sistematis dan menggunakan data
Cerita fiksi untuk menghibur pembaca
Informasi komersial untuk tujuan promosi
Tujuan pencantuman daftar pustaka dalam artikel ilmiah adalah...
A. Agar artikel terlihat lebih panjang
B. Untuk menunjang kredibilitas dan sumber informasi
C. Agar pembaca tidak perlu membaca artikel
D. Sebagai tempat menyimpan data rahasia penelitian
E. Untuk menonjolkan gaya penulisan penulis
Judul : Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII
Penulis : Dr. Siti Rahmawati, M.Pd.
Tahun Terbit : 2022
Penerbit : Pustaka Pelajar
Kota Terbit : Yogyakarta
Berikut ini penulisan Daftar pustaka yang tepat dari data di atas yaitu...
Pratama, A. 2021. Penulisan Karya Ilmiah yang Benar. Jakarta: Erlangga.
Rahmawati, S. 2022. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Santoso, B., & Marlina, L. 2020. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.
Nugroho, D. & Lestari, M. 2020. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Bandung: Rosdakarya.
Setiawan, A. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Judul artikel ilmiah yang baik adalah...
Panjang dan rumit agar terkesan akademis
Umum dan tidak mencerminkan isi penelitian
Spesifik, jelas, dan sesuai topik penelitian
Berisi pernyataan emosional penulis
Menggunakan singkatan tanpa penjelasan
Unsure intrinsik cerpen yang mengatur waktu, tempat, dan suasana disebut...
Tema
Alur
Latar
Sudut pandang
Tokoh
Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.
Tema yang paling tepat untuk cerpen tersebut adalah…
Persaingan yang mengarah pada permusuhan
Persahabatan yang berakhir konflik
Semangat belajar meski dalam keterbatasan
Perjuangan membantu teman saat kesusahan
Kesedihan karena listrik padam
Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.
Amanat yang dapat diambil dari cerpen tersebut adalah…
A. Belajar tidak penting saat listrik padam
B. Jika ingin menang, harus mengalahkan teman
C. Jadilah lebih pintar dari siapa pun
D. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah
E. Sahabat adalah musuh terberat dalam belajar
Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.
Latar waktu pada cerpen tersebut adalah…
Pagi hari ketika belajar kelompok
Siang hari di sekolah
Malam hari saat listrik padam
Sore hari di taman
Subuh hari sebelum ujian
Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.
Alur maju
Alur mundur
Alur campuran
Alur kilas balik penuh
Alur zig-zag
Suasana dalam paragraf pertama teks dapat digambarkan sebagai...
Ramai dan menyenangkan
Mencekam dan penuh teror
Gelap dan penuh tantangan
Cerah dan penuh optimisme
Membosankan dan monoton
Artikel termasuk jenis tulisan yang bersifat…
Imajinatif
Faktual
Fiksi
Humor
Naratif murni
Ciri utama artikel adalah…
Menggunakan bahasa nonformal
Berisi pendapat tanpa data
Mengutamakan fakta dan analisis
Berbentuk dialog
Berisi cerita tokoh
Artikel populer biasanya menggunakan bahasa yang…
Kaku dan ilmiah
Rumit
Mudah dipahami
Puitis
Tidak baku
Artikel ilmiah berbeda dari artikel populer karena…
Ditulis oleh siswa
Tidak membutuhkan referensi
Menggunakan metode dan data yang valid
Ditulis dalam bentuk puisi
Menggunakan bahasa gaul
Pernyataan berikut termasuk opini dalam artikel…
Air mendidih pada suhu 100°C
Jakarta adalah ibu kota Indonesia
Menurut saya, membaca buku dapat meningkatkan kreativitas
Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia
Tahun memiliki 12 bulan
Artikel harus didukung oleh…
Mitos
Cerita rakyat
Ilustrasi fiksi
Fakta dan data
Pantun
Fungsi artikel dalam media massa adalah…
Menghibur pembaca dengan cerita fantasi
Menginformasikan dan memberi pandangan penulis
Menyajikan dialog antar tokoh
Menyebarkan rumor
Mengiklankan produk
Artikel yang baik harus disusun dengan…
Emosi
Data yang akurat dan logis
Bahasa daerah
Kalimat percakapan
Ekspresi berlebihan
Kalimat berikut yang termasuk fakta adalah…
Menurut saya, remaja terlalu sering bermain gawai
Pendidikan adalah hal yang paling penting
Banyak orang percaya olahraga membawa kebahagiaan
Berdasarkan survei, 80% siswa belajar menggunakan internet
Saya pikir teknologi harus dibatasi
Salah satu tujuan artikel ilmiah adalah…
Menghibur pembaca
Memberi informasi berdasarkan penelitian
Menyampaikan cerita inspiratif
Menjual karya sastra
Mengarang cerita fiksi
Artikel populer biasanya membahas topik…
Imajinatif
Ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari
Sangat teknis
Hanya tentang sejarah
Tentang drama
Sumber data yang dapat digunakan untuk artikel ilmiah adalah…
Cerita pribadi
Dongeng
Jurnal penelitian
Opini teman
Ramalan cuaca lama
Kemampuan utama yang dibutuhkan untuk menulis artikel adalah…
Mengarang cerita fantasi
Menghafal cerita rakyat
Menganalisis data dan fakta
Menggunakan bahasa gaul
Menulis pantun
Yang tidak termasuk ciri artikel adalah…
Objektif
Informatif
Berdasarkan data
Fiktif
Menjelaskan fenomena
Istilah opini dalam artikel berarti…
Data hasil penelitian
Pendapat penulis yang disertai alasan
Fakta yang sudah pasti
Kenyataan yang tidak dapat diperdebatkan
Aturan resmi
Artikel yang bertujuan memengaruhi pembaca termasuk artikel…
Informatif
Naratif
Persuasif
Deskriptif
Ekspresif
Media yang paling sering memuat artikel adalah…
Buku cerita
Novel
Surat kabar dan majalah
Buku puisi
Kamus
Artikel yang membahas kesehatan, lingkungan, dan sosial biasanya tergolong…
Artikel naratif
Artikel populer
Dongeng
Esai romantis
Cerita sejarah
Artikel yang bersumber dari penelitian harus menggunakan bahasa yang…
Emotif
Berlebihan
Formal dan baku
Sederhana tanpa aturan
Tidak jelas
Manakah informasi yang dapat dimasukkan ke dalam artikel ilmiah?
Cerita pribadi penulis
Hasil survei yang dapat dipertanggungjawabkan
Pendapat tanpa data
Mitos yang berkembang
Cerita fiksi
Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk soal nomor 31-40! "Sepotong Roti untuk Bintang" Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang anak bernama Bintang. Setiap pagi, ia selalu membantu ibunya berjualan roti di pasar. Roti buatan ibunya terkenal enak, tetapi hidup mereka tetap sederhana. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju pasar, Bintang melihat seorang kakek tua yang duduk di pinggir jalan. Tubuhnya kurus, dan ia tampak sangat lapar. Tanpa berpikir panjang, Bintang mengambil sepotong roti yang seharusnya dijual dan memberikannya kepada sang kakek. Kakek itu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Ketika Bintang menceritakan kejadian itu kepada ibunya, ia sempat khawatir dimarahi. Namun, ibunya justru tersenyum lembut. "Nak, rezeki selalu datang dari arah yang tidak kita sangka. Kebaikan kecilmu hari ini adalah berkah besar bagi orang lain," ujarnya. Keesokan harinya, dagangan roti mereka tiba-tiba laris lebih cepat dari biasanya. Banyak pembeli baru yang datang setelah mendengar betapa baik hati Bintang. Sejak saat itu, Bintang semakin yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia.
Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah…
Ibu Bintang
Para pembeli roti
Kakek tua
Bintang
Penjual pasar
"Sepotong Roti untuk Bintang" Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang anak bernama Bintang. Setiap pagi, ia selalu membantu ibunya berjualan roti di pasar. Roti buatan ibunya terkenal enak, tetapi hidup mereka tetap sederhana. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju pasar, Bintang melihat seorang kakek tua yang duduk di pinggir jalan. Tubuhnya kurus, dan ia tampak sangat lapar. Tanpa berpikir panjang, Bintang mengambil sepotong roti yang seharusnya dijual dan memberikannya kepada sang kakek. Kakek itu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Ketika Bintang menceritakan kejadian itu kepada ibunya, ia sempat khawatir dimarahi. Namun, ibunya justru tersenyum lembut. "Nak, rezeki selalu datang dari arah yang tidak kita sangka. Kebaikan kecilmu hari ini adalah berkah besar bagi orang lain," ujarnya. Keesokan harinya, dagangan roti mereka tiba-tiba laris lebih cepat dari biasanya. Banyak pembeli baru yang datang setelah mendengar betapa baik hati Bintang. Sejak saat itu, Bintang semakin yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia.
Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah…
Kota besar
Hutan belantara
Pasar dan jalan desa
Sekolah
Rumah sakit
"Sepotong Roti untuk Bintang" Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang anak bernama Bintang. Setiap pagi, ia selalu membantu ibunya berjualan roti di pasar. Roti buatan ibunya terkenal enak, tetapi hidup mereka tetap sederhana. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju pasar, Bintang melihat seorang kakek tua yang duduk di pinggir jalan. Tubuhnya kurus, dan ia tampak sangat lapar. Tanpa berpikir panjang, Bintang mengambil sepotong roti yang seharusnya dijual dan memberikannya kepada sang kakek. Kakek itu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Ketika Bintang menceritakan kejadian itu kepada ibunya, ia sempat khawatir dimarahi. Namun, ibunya justru tersenyum lembut. "Nak, rezeki selalu datang dari arah yang tidak kita sangka. Kebaikan kecilmu hari ini adalah berkah besar bagi orang lain," ujarnya. Keesokan harinya, dagangan roti mereka tiba-tiba laris lebih cepat dari biasanya. Banyak pembeli baru yang datang setelah mendengar betapa baik hati Bintang. Sejak saat itu, Bintang semakin yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia.
Latar waktu yang tampak dalam cerpen adalah…
Tengah malam
Pagi hari
Musim hujan
Malam minggu
Tengah tahun
Tema cerpen “Sepotong Roti untuk Bintang” adalah…
Kehidupan mewah di kota
Petualangan mencari harta karun
Kebaikan hati dan kepedulian terhadap sesama
Mimpi menjadi kaya
Pertengkaran dalam keluarga
Konflik utama dalam cerpen adalah ketika…
Bintang kehilangan roti dagangannya
Bintang khawatir dimarahi ibunya setelah memberi roti kepada kakek
Roti mereka tidak laku
Pembeli memprotes harga roti
Kakek menolak bantuan Bintang
Amanat yang dapat diambil dari cerpen adalah…
Kita harus bekerja keras tanpa peduli orang lain
Jangan memberi sesuatu kepada orang yang tidak dikenal
Kebaikan kecil dapat membawa keberkahan besar
Menjual roti adalah pekerjaan terbaik
Tidak perlu membantu orang lain
Sudut pandang yang digunakan dalam cerpen tersebut adalah…
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga serbatahu
Orang kedua
Campuran
Watak Bintang dalam cerpen tersebut adalah…
Pelit dan sombong
Pemalas
Baik hati dan peduli
Pemarah
Cuek dan tidak peduli
Bagian klimaks dalam cerpen adalah…
Bintang melihat kakek tua di pinggir jalan
Bintang membantu ibunya berjualan
Bintang mengkhawatirkan reaksi ibunya setelah memberi roti
Dagangan laris keesokan hari
Kakek menolak roti
Nilai moral yang terkandung dalam cerpen adalah…
Rezeki datang setelah kita marah
Jangan pernah berbagi dengan orang asing
Kebaikan adalah hal yang merugikan
Menolong orang lain dapat membawa kebaikan kembali kepada kita
Kaya adalah tujuan hidup
“Payung untuk Rara”
Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.
Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.
Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.
Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.
Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”
Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah…
Teman-teman Rara
Rara
Ibu Rara
Pedagang dekat sekolah
Kakak Rara
“Payung untuk Rara”
Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.
Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.
Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.
Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.
Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”
Latar waktu pada cerita tersebut adalah…
Malam hari
Siang hari
Pagi hari saat hujan
Sore hari sebelum senja
Tengah malam
“Payung untuk Rara”
Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.
Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.
Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.
Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.
Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”
Tema cerita “Payung untuk Rara” adalah…
Persaingan di sekolah
Kedisiplinan belajar
Kebaikan dan tolong-menolong
Kebanggaan diri
Kesedihan mendalam
“Payung untuk Rara”
Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.
Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.
Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.
Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.
Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”
Konflik utama dalam cerpen terjadi ketika…
Rara mendapat nilai jelek
Rara lupa membawa payung dan kehujanan
Rara pergi jalan-jalan
Pak Damar kehilangan kuncinya
Teman Rara menolak mengobrol
Amanat yang dapat dipetik dari cerita adalah…
Kita tidak boleh membantu orang asing
Jangan keluar rumah saat hujan
Kebaikan kecil dapat memberi dampak besar bagi orang lain
Semua orang harus selalu membawa payung
Tidak perlu memikirkan orang lain
Watak Pak Damar dalam cerpen tersebut adalah…
Sombong
Pelit
Ramah dan suka menolong
Pemarah
Cuek
Sudut pandang yang digunakan dalam cerpen adalah…
Orang pertama pelaku utama
Orang kedua
Orang pertama saksi
Orang ketiga serbatahu
Sudut pandang campuran
Nilai ekstrinsik sosial dalam cerita tampak pada…
Kebiasaan masyarakat untuk saling membantu
Kecintaan Rara pada pelajaran Matematika
Hobi Pak Damar membaca buku
Kemampuan Rara bermain musik
Kesukaan teman Rara bermain hujan
Nilai moral (ekstrinsik) yang terdapat dalam cerita adalah…
Jangan berjalan saat hujan
Bantuan kecil dapat berarti besar bagi orang lain
Guru harus selalu tegas
Murid harus membawa bekal
Hujan adalah hambatan dalam hidup
Nilai budaya (ekstrinsik) yang dapat ditemukan dalam cerpen tersebut adalah…
Tradisi saling menghormati orang yang lebih tua
Tradisi pesta panen
Kebiasaan lomba menyanyi
Tradisi pernikahan adat
Ritual adat tertentu
