wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UASGANJIL_B.INDO(XIRPL&TKR)

Total questions: 50

Worksheet time: 3hrs 30mins

Name
Class
Date
1.

Artikel ilmiah adalah tulisan yang berisi...

a)

Opini penulis mengenai isu terkini tanpa data

b)

Cerita pengalaman pribadi penulis

c)

Hasil kajian ilmiah yang disusun secara sistematis dan menggunakan data

d)

Cerita fiksi untuk menghibur pembaca

e)

Informasi komersial untuk tujuan promosi

2.

Tujuan pencantuman daftar pustaka dalam artikel ilmiah adalah...

a)

A. Agar artikel terlihat lebih panjang

b)

B. Untuk menunjang kredibilitas dan sumber informasi

c)

C. Agar pembaca tidak perlu membaca artikel

d)

D. Sebagai tempat menyimpan data rahasia penelitian

e)

E. Untuk menonjolkan gaya penulisan penulis

3.

Judul : Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII
Penulis : Dr. Siti Rahmawati, M.Pd.
Tahun Terbit : 2022
Penerbit : Pustaka Pelajar
Kota Terbit : Yogyakarta

Berikut ini penulisan Daftar pustaka yang tepat dari data di atas yaitu...

a)

Pratama, A. 2021. Penulisan Karya Ilmiah yang Benar. Jakarta: Erlangga.

b)

Rahmawati, S. 2022. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

c)

Santoso, B., & Marlina, L. 2020. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

d)

Nugroho, D. & Lestari, M. 2020. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Bandung: Rosdakarya.

e)

Setiawan, A. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.

4.

Judul artikel ilmiah yang baik adalah...

a)

Panjang dan rumit agar terkesan akademis

b)

Umum dan tidak mencerminkan isi penelitian

c)

Spesifik, jelas, dan sesuai topik penelitian

d)

Berisi pernyataan emosional penulis

e)

Menggunakan singkatan tanpa penjelasan

5.

Unsure intrinsik cerpen yang mengatur waktu, tempat, dan suasana disebut...

a)

Tema

b)

Alur

c)

Latar

d)

Sudut pandang

e)

Tokoh

6.

Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.

Tema yang paling tepat untuk cerpen tersebut adalah…

a)

Persaingan yang mengarah pada permusuhan

b)

Persahabatan yang berakhir konflik

c)

Semangat belajar meski dalam keterbatasan

d)

Perjuangan membantu teman saat kesusahan

e)

Kesedihan karena listrik padam

7.

Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.

Amanat yang dapat diambil dari cerpen tersebut adalah…

a)

A. Belajar tidak penting saat listrik padam

b)

B. Jika ingin menang, harus mengalahkan teman

c)

C. Jadilah lebih pintar dari siapa pun

d)

D. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah

e)

E. Sahabat adalah musuh terberat dalam belajar

8.

Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.

Latar waktu pada cerpen tersebut adalah…

a)

Pagi hari ketika belajar kelompok

b)

Siang hari di sekolah

c)

Malam hari saat listrik padam

d)

Sore hari di taman

e)

Subuh hari sebelum ujian

9.

Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk menjawab soal no 7-10! "Lampu di Jendela" Malam itu, Rina belajar di kamar yang gelap karena listrik di rumahnya padam. Ia menatap keluar jendela dan melihat cahaya dari rumah tetangga. Cahaya itu berasal dari lampu belajar milik Siska, sahabat sekaligus saingannya di sekolah. Melihat Siska belajar dengan serius meski hari libur, Rina merasa tertantang. Ia lalu menyalakan lilin kecil yang tersisa dan melanjutkan belajar dengan tekad kuat. Dalam hati, ia berjanji bahwa keterbatasan tidak akan menghentikannya meraih prestasi terbaik. Keesokan harinya, Rina tersenyum bangga ketika guru mengumumkan bahwa ia mendapatkan nilai tertinggi pada ulangan matematika. Ia teringat pada lilin kecil yang menerangi perjuangannya semalam.

a)

Alur maju

b)

Alur mundur

c)

Alur campuran

d)

Alur kilas balik penuh

e)

Alur zig-zag

10.

Suasana dalam paragraf pertama teks dapat digambarkan sebagai...

a)

Ramai dan menyenangkan

b)

Mencekam dan penuh teror

c)

Gelap dan penuh tantangan

d)

Cerah dan penuh optimisme

e)

Membosankan dan monoton

11.

Artikel termasuk jenis tulisan yang bersifat…

a)

Imajinatif

b)

Faktual

c)

Fiksi

d)

Humor

e)

Naratif murni

12.

Ciri utama artikel adalah…

a)

Menggunakan bahasa nonformal

b)

Berisi pendapat tanpa data

c)

Mengutamakan fakta dan analisis

d)

Berbentuk dialog

e)

Berisi cerita tokoh

13.

Artikel populer biasanya menggunakan bahasa yang…

a)

Kaku dan ilmiah

b)

Rumit

c)

Mudah dipahami

d)

Puitis

e)

Tidak baku

14.

Artikel ilmiah berbeda dari artikel populer karena…

a)

Ditulis oleh siswa

b)

Tidak membutuhkan referensi

c)

Menggunakan metode dan data yang valid

d)

Ditulis dalam bentuk puisi

e)

Menggunakan bahasa gaul

15.

Pernyataan berikut termasuk opini dalam artikel…

a)

Air mendidih pada suhu 100°C

b)

Jakarta adalah ibu kota Indonesia

c)

Menurut saya, membaca buku dapat meningkatkan kreativitas

d)

Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia

e)

Tahun memiliki 12 bulan

16.

Artikel harus didukung oleh…

a)

Mitos

b)

Cerita rakyat

c)

Ilustrasi fiksi

d)

Fakta dan data

e)

Pantun

17.

Fungsi artikel dalam media massa adalah…

a)

Menghibur pembaca dengan cerita fantasi

b)

Menginformasikan dan memberi pandangan penulis

c)

Menyajikan dialog antar tokoh

d)

Menyebarkan rumor

e)

Mengiklankan produk

18.

Artikel yang baik harus disusun dengan…

a)

Emosi

b)

Data yang akurat dan logis

c)

Bahasa daerah

d)

Kalimat percakapan

e)

Ekspresi berlebihan

19.

Kalimat berikut yang termasuk fakta adalah…

a)

Menurut saya, remaja terlalu sering bermain gawai

b)

Pendidikan adalah hal yang paling penting

c)

Banyak orang percaya olahraga membawa kebahagiaan

d)

Berdasarkan survei, 80% siswa belajar menggunakan internet

e)

Saya pikir teknologi harus dibatasi

20.

Salah satu tujuan artikel ilmiah adalah…

a)

Menghibur pembaca

b)

Memberi informasi berdasarkan penelitian

c)

Menyampaikan cerita inspiratif

d)

Menjual karya sastra

e)

Mengarang cerita fiksi

21.

Artikel populer biasanya membahas topik…

a)

Imajinatif

b)

Ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari

c)

Sangat teknis

d)

Hanya tentang sejarah

e)

Tentang drama

22.

Sumber data yang dapat digunakan untuk artikel ilmiah adalah…

a)

Cerita pribadi

b)

Dongeng

c)

Jurnal penelitian

d)

Opini teman

e)

Ramalan cuaca lama

23.

Kemampuan utama yang dibutuhkan untuk menulis artikel adalah…

a)

Mengarang cerita fantasi

b)

Menghafal cerita rakyat

c)

Menganalisis data dan fakta

d)

Menggunakan bahasa gaul

e)

Menulis pantun

24.

Yang tidak termasuk ciri artikel adalah…

a)

Objektif

b)

Informatif

c)

Berdasarkan data

d)

Fiktif

e)

Menjelaskan fenomena

25.

Istilah opini dalam artikel berarti…

a)

Data hasil penelitian

b)

Pendapat penulis yang disertai alasan

c)

Fakta yang sudah pasti

d)

Kenyataan yang tidak dapat diperdebatkan

e)

Aturan resmi

26.

Artikel yang bertujuan memengaruhi pembaca termasuk artikel…

a)

Informatif

b)

Naratif

c)

Persuasif

d)

Deskriptif

e)

Ekspresif

27.

Media yang paling sering memuat artikel adalah…

a)

Buku cerita

b)

Novel

c)

Surat kabar dan majalah

d)

Buku puisi

e)

Kamus

28.

Artikel yang membahas kesehatan, lingkungan, dan sosial biasanya tergolong…

a)

Artikel naratif

b)

Artikel populer

c)

Dongeng

d)

Esai romantis

e)

Cerita sejarah

29.

Artikel yang bersumber dari penelitian harus menggunakan bahasa yang…

a)

Emotif

b)

Berlebihan

c)

Formal dan baku

d)

Sederhana tanpa aturan

e)

Tidak jelas

30.

Manakah informasi yang dapat dimasukkan ke dalam artikel ilmiah?

a)

Cerita pribadi penulis

b)

Hasil survei yang dapat dipertanggungjawabkan

c)

Pendapat tanpa data

d)

Mitos yang berkembang

e)

Cerita fiksi

31.

Bacalah teks cerpen di bawah ini untuk soal nomor 31-40! "Sepotong Roti untuk Bintang" Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang anak bernama Bintang. Setiap pagi, ia selalu membantu ibunya berjualan roti di pasar. Roti buatan ibunya terkenal enak, tetapi hidup mereka tetap sederhana. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju pasar, Bintang melihat seorang kakek tua yang duduk di pinggir jalan. Tubuhnya kurus, dan ia tampak sangat lapar. Tanpa berpikir panjang, Bintang mengambil sepotong roti yang seharusnya dijual dan memberikannya kepada sang kakek. Kakek itu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Ketika Bintang menceritakan kejadian itu kepada ibunya, ia sempat khawatir dimarahi. Namun, ibunya justru tersenyum lembut. "Nak, rezeki selalu datang dari arah yang tidak kita sangka. Kebaikan kecilmu hari ini adalah berkah besar bagi orang lain," ujarnya. Keesokan harinya, dagangan roti mereka tiba-tiba laris lebih cepat dari biasanya. Banyak pembeli baru yang datang setelah mendengar betapa baik hati Bintang. Sejak saat itu, Bintang semakin yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia.

Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Ibu Bintang

b)

Para pembeli roti

c)

Kakek tua

d)

Bintang

e)

Penjual pasar

32.

"Sepotong Roti untuk Bintang" Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang anak bernama Bintang. Setiap pagi, ia selalu membantu ibunya berjualan roti di pasar. Roti buatan ibunya terkenal enak, tetapi hidup mereka tetap sederhana. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju pasar, Bintang melihat seorang kakek tua yang duduk di pinggir jalan. Tubuhnya kurus, dan ia tampak sangat lapar. Tanpa berpikir panjang, Bintang mengambil sepotong roti yang seharusnya dijual dan memberikannya kepada sang kakek. Kakek itu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Ketika Bintang menceritakan kejadian itu kepada ibunya, ia sempat khawatir dimarahi. Namun, ibunya justru tersenyum lembut. "Nak, rezeki selalu datang dari arah yang tidak kita sangka. Kebaikan kecilmu hari ini adalah berkah besar bagi orang lain," ujarnya. Keesokan harinya, dagangan roti mereka tiba-tiba laris lebih cepat dari biasanya. Banyak pembeli baru yang datang setelah mendengar betapa baik hati Bintang. Sejak saat itu, Bintang semakin yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia.

Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Kota besar

b)

Hutan belantara

c)

Pasar dan jalan desa

d)

Sekolah

e)

Rumah sakit

33.

"Sepotong Roti untuk Bintang" Di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang anak bernama Bintang. Setiap pagi, ia selalu membantu ibunya berjualan roti di pasar. Roti buatan ibunya terkenal enak, tetapi hidup mereka tetap sederhana. Suatu hari, saat dalam perjalanan menuju pasar, Bintang melihat seorang kakek tua yang duduk di pinggir jalan. Tubuhnya kurus, dan ia tampak sangat lapar. Tanpa berpikir panjang, Bintang mengambil sepotong roti yang seharusnya dijual dan memberikannya kepada sang kakek. Kakek itu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Ketika Bintang menceritakan kejadian itu kepada ibunya, ia sempat khawatir dimarahi. Namun, ibunya justru tersenyum lembut. "Nak, rezeki selalu datang dari arah yang tidak kita sangka. Kebaikan kecilmu hari ini adalah berkah besar bagi orang lain," ujarnya. Keesokan harinya, dagangan roti mereka tiba-tiba laris lebih cepat dari biasanya. Banyak pembeli baru yang datang setelah mendengar betapa baik hati Bintang. Sejak saat itu, Bintang semakin yakin bahwa kebaikan tidak akan pernah sia-sia.

Latar waktu yang tampak dalam cerpen adalah…

a)

Tengah malam

b)

Pagi hari

c)

Musim hujan

d)

Malam minggu

e)

Tengah tahun

34.

Tema cerpen “Sepotong Roti untuk Bintang” adalah…

a)

Kehidupan mewah di kota

b)

Petualangan mencari harta karun

c)

Kebaikan hati dan kepedulian terhadap sesama

d)

Mimpi menjadi kaya

e)

Pertengkaran dalam keluarga

35.

Konflik utama dalam cerpen adalah ketika…

a)

Bintang kehilangan roti dagangannya

b)

Bintang khawatir dimarahi ibunya setelah memberi roti kepada kakek

c)

Roti mereka tidak laku

d)

Pembeli memprotes harga roti

e)

Kakek menolak bantuan Bintang

36.

Amanat yang dapat diambil dari cerpen adalah…

a)

Kita harus bekerja keras tanpa peduli orang lain

b)

Jangan memberi sesuatu kepada orang yang tidak dikenal

c)

Kebaikan kecil dapat membawa keberkahan besar

d)

Menjual roti adalah pekerjaan terbaik

e)

Tidak perlu membantu orang lain

37.

Sudut pandang yang digunakan dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang ketiga serbatahu

d)

Orang kedua

e)

Campuran

38.

Watak Bintang dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Pelit dan sombong

b)

Pemalas

c)

Baik hati dan peduli

d)

Pemarah

e)

Cuek dan tidak peduli

39.

Bagian klimaks dalam cerpen adalah…

a)

Bintang melihat kakek tua di pinggir jalan

b)

Bintang membantu ibunya berjualan

c)

Bintang mengkhawatirkan reaksi ibunya setelah memberi roti

d)

Dagangan laris keesokan hari

e)

Kakek menolak roti

40.

Nilai moral yang terkandung dalam cerpen adalah…

a)

Rezeki datang setelah kita marah

b)

Jangan pernah berbagi dengan orang asing

c)

Kebaikan adalah hal yang merugikan

d)

Menolong orang lain dapat membawa kebaikan kembali kepada kita

e)

Kaya adalah tujuan hidup

41.

“Payung untuk Rara”

Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.

Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.

Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.

Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.

Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”

Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Teman-teman Rara

b)

Rara

c)

Ibu Rara

d)

Pedagang dekat sekolah

e)

Kakak Rara

42.

“Payung untuk Rara”

Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.

Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.

Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.

Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.

Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”

Latar waktu pada cerita tersebut adalah…

a)

Malam hari

b)

Siang hari

c)

Pagi hari saat hujan

d)

Sore hari sebelum senja

e)

Tengah malam

43.

“Payung untuk Rara”

Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.

Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.

Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.

Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.

Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”

Tema cerita “Payung untuk Rara” adalah…

a)

Persaingan di sekolah

b)

Kedisiplinan belajar

c)

Kebaikan dan tolong-menolong

d)

Kebanggaan diri

e)

Kesedihan mendalam

44.

“Payung untuk Rara”

Pagi itu hujan turun sangat deras. Rara, seorang siswi kelas enam, berdiri di depan sekolah tanpa payung. Ia baru sadar bahwa payungnya tertinggal di rumah. Sementara itu, halaman sekolah mulai sepi karena teman-temannya sudah dijemput orang tua masing-masing.

Saat Rara mulai cemas, datanglah Pak Damar, penjaga sekolah yang dikenal ramah. Ia membawa sebuah payung biru besar. “Rara, kamu belum pulang? Ayo, biar Bapak antar sampai depan gang,” katanya lembut.

Rara tersenyum lega. Mereka berjalan perlahan di bawah payung yang sama. Di tengah perjalanan, Pak Damar bercerita bagaimana ia dulu sering berjalan pulang tanpa payung saat masih kecil, sehingga ia selalu berusaha membantu siapa pun yang sedang kesulitan.

Sesampainya di depan gang rumah Rara, gadis kecil itu mengucapkan terima kasih. “Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati dan tidak lupa membawa payung,” ujarnya.

Pak Damar mengangguk. “Yang penting kita saling membantu, Ra. Kebaikan kecil bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik.”

Konflik utama dalam cerpen terjadi ketika…

a)

Rara mendapat nilai jelek

b)

Rara lupa membawa payung dan kehujanan

c)

Rara pergi jalan-jalan

d)

Pak Damar kehilangan kuncinya

e)

Teman Rara menolak mengobrol

45.

Amanat yang dapat dipetik dari cerita adalah…

a)

Kita tidak boleh membantu orang asing

b)

Jangan keluar rumah saat hujan

c)

Kebaikan kecil dapat memberi dampak besar bagi orang lain

d)

Semua orang harus selalu membawa payung

e)

Tidak perlu memikirkan orang lain

46.

Watak Pak Damar dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Sombong

b)

Pelit

c)

Ramah dan suka menolong

d)

Pemarah

e)

Cuek

47.

Sudut pandang yang digunakan dalam cerpen adalah…

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang kedua

c)

Orang pertama saksi

d)

Orang ketiga serbatahu

e)

Sudut pandang campuran

48.

Nilai ekstrinsik sosial dalam cerita tampak pada…

a)

Kebiasaan masyarakat untuk saling membantu

b)

Kecintaan Rara pada pelajaran Matematika

c)

Hobi Pak Damar membaca buku

d)

Kemampuan Rara bermain musik

e)

Kesukaan teman Rara bermain hujan

49.

Nilai moral (ekstrinsik) yang terdapat dalam cerita adalah…

a)

Jangan berjalan saat hujan

b)

Bantuan kecil dapat berarti besar bagi orang lain

c)

Guru harus selalu tegas

d)

Murid harus membawa bekal

e)

Hujan adalah hambatan dalam hidup

50.

Nilai budaya (ekstrinsik) yang dapat ditemukan dalam cerpen tersebut adalah…

a)

Tradisi saling menghormati orang yang lebih tua

b)

Tradisi pesta panen

c)

Kebiasaan lomba menyanyi

d)

Tradisi pernikahan adat

e)

Ritual adat tertentu