wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS EPIDEMIOLOGI GIZI

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Suatu wilayah menunjukkan peningkatan kasus wasting selama musim hujan. Berdasarkan konsep determinan epidemiologi gizi, faktor mana yang paling mungkin berperan dominan?
a. Penurunan frekuensi konsumsi makanan keluarga

a)

Penurunan frekuensi konsumsi makanan keluarga

b)

Peningkatan kejadian penyakit infeksi seperti diare

c)

Perubahan pola asuh anak oleh ibu

d)

Penurunan produksi pangan akibat musim kemarau

e)

Praktik budidaya tanaman pekarangan yang menu

2.

Di sebuah desa, prevalensi stunting tidak turun meskipun program PMT dan suplementasi vitamin A sudah rutin diberikan. Analisis yang tepat terhadap kondisi tersebut adalah:

a)

Suplementasi vitamin A tidak efektif untuk menurunkan stunting

b)

PMT tidak diperlukan untuk anak di desa tersebut

c)

Terdapat faktor tidak langsung seperti sanitasi buruk yang belum ditangani

d)

Data surveilans gizi tidak valid sehingga hasil tidak dapat dipercaya

e)

Pendidikan ibu terlalu tinggi sehingga intervensi tidak berdampak

3.

Suatu puskesmas menemukan bahwa anak-anak dari ibu yang bekerja penuh waktu memiliki angka wasting lebih tinggi. Interpretasi epidemiologis yang paling logis adalah:

a)

Anak-anak tersebut lebih sering berada di luar rumah

b)

Ibu bekerja umumnya memiliki akses makanan lebih baik

c)

Pola asuh makan dan frekuensi pemberian makanan mungkin kurang optimal

d)

Anak dari ibu bekerja memiliki kebutuhan energi lebih tinggi

e)

Pemeriksaan antropometri pada kelompok ini biasanya salah

4.

Jika suatu daerah menunjukkan BB/U normal namun TB/U rendah pada sebagian besar balita, maka intervensi yang paling sesuai adalah:

a)

Peningkatan suplementasi vitamin A

b)

Peningkatan program PMT pemulihan

c)

Intervensi penanganan stunting jangka panjang

d)

Pemberian TTD pada remaja putri

e)

Fortifikasi garam beryodium

5.

Dalam pemetaan daerah prioritas stunting, Kabupaten X memiliki angka 33% dan dianggap prioritas. Analisis yang mendasari keputusan tersebut adalah:

a)

Data kabupaten tersebut paling mudah diperoleh

b)

Prevalensi >30% termasuk kategori sangat tinggi

c)

Kabupaten X memiliki puskesmas terbanyak

d)

Penduduknya paling padat

e)

Angka wasting sangat rendah

6.

Sebuah studi menemukan hubungan signifikan antara diare berulang dengan wasting di balita. Interpretasi terbaik adalah:

a)

Diare menyebabkan status gizi lebih baik

b)

Wasting tidak ada hubungannya dengan penyakit infeksi

c)

Ada hubungan dua arah antara gizi kurang dan infeksi

d)

Wasting hanya terjadi pada anak yang tidak imunisasi

e)

Anak yang mengalami wasting pasti mengalami stunting

7.

Jika penilaian FFQ menunjukkan pola makan anak monoton dengan konsumsi dominan nasi dan teh manis, maka risiko utama yang perlu diwaspadai adalah:

a)

Overweight

b)

Defisiensi mikronutrien

c)

Edema

d)

Kadar ferritin meningkat

e)

Konsumsi protein berlebih

8.

Sebuah desa dengan tingkat pendidikan ibu tinggi justru memiliki kasus anemia remaja tinggi. Interpretasi yang paling logis adalah:

a)

Pendidikan ibu tidak berpengaruh pada status gizi

b)

Pola makan remaja yang terbentuk oleh body image issues

c)

Data pendidikan ibu tidak akurat

d)

Anemia tidak dipengaruhi pola konsumsi

e)

Remaja di desa tersebut kurang aktivitas fisik

9.

Dalam kerangka UNICEF, rendahnya akses air bersih termasuk faktor:

a)

Penyebab langsung

b)

Penyebab tidak langsung (lingkungan kesehatan)

c)

Penyebab dasar

d)

Dampak fisiologis

e)

Determinan genetik

10.

Kasus marasmus lebih banyak ditemukan di daerah yang mengalami kelangkaan pangan berkepanjangan. Hal ini mengindikasikan:

a)

Defisiensi protein berat dengan energi cukup

b)

Defisiensi energi kronis

c)

Anak mengalami obesitas

d)

Konsumsi lemak berlebih

e)

Tingkat infeksi sangat tinggi

11.

Suatu daerah perkotaan menunjukkan peningkatan obesitas yang sangat cepat dalam 5 tahun terakhir, meskipun akses fasilitas olahraga cukup banyak. Analisis yang paling mungkin adalah:

a)

Program olahraga tidak digunakan masyarakat karena kurang sosialisasi

b)

Konsumsi makanan ultra-proses meningkat seiring urbanisasi

c)

Data obesitas kemungkinan salah

d)

Penduduk memiliki pendidikan lebih tinggi

e)

Aktivitas fisik masyarakat meningkat

12.

Dalam data 2023, provinsi perkotaan memiliki prevalensi obesitas 48%, sedangkan pedesaan 25%. Analisis yang paling tepat untuk memahami perbedaan ini adalah:

a)

Pedesaan memiliki lebih banyak fasilitas olahraga

b)

Akses makanan cepat saji lebih tinggi di perkotaan

c)

Pendapatan pedesaan lebih tinggi

d)

Pola budaya makan pedesaan lebih tidak sehat

e)

Penimbangan di pedesaan tidak akurat

13.

Jika tren obesitas meningkat bersamaan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, maka hubungan epidemiologis yang paling mungkin adalah:

a)

Aktivitas fisik populasi menurun

b)

Konsumsi makanan meningkat karena berkendara

c)

Penggunaan kendaraan menyebabkan obesitas langsung

d)

Pola makan lebih teratur

e)

Pengeluaran energi meningkat

14.

Dalam studi kohort, individu yang sering konsumsi makanan ultra-proses 3 kali lebih berisiko mengalami obesitas setelah 5 tahun. Analisis yang tepat:

a)

Studi kohort tidak bisa mengukur risiko

b)

Paparan diet berpotensi menjadi faktor penyebab obesitas

c)

Hubungan tersebut tidak dapat dipercaya

d)

Variabel penelitian yang tidak sesuai

e)

Diet ultra-proses tidak memengaruhi IMT

15.

Jika penelitian menemukan hubungan signifikan antara obesitas sentral dan resistensi insulin, maka kesimpulan epidemiologis terbaik adalah:

a)

Obesitas sentral hanya terjadi pada orang dengan diabetes

b)

Lemak perut berperan dalam gangguan metabolisme

c)

Resistensi insulin menyebabkan konsumsi makan meningkat

d)

Obesitas tidak ada hubungannya dengan penyakit metabolik

e)

Semua individu obesitas pasti mengalami resistensi insulin

16.

Jika obesitas lebih tinggi pada usia >40 tahun, maka faktor fisiologis yang memungkinkan adalah:

a)

Aktivitas fisik meningkat

b)

Metabolisme basal menurun seiring usia

c)

Asupan vitamin meningkat

d)

Kualitas tidur lebih baik

e)

Remaja makan lebih sedikit dari sebelumnya

17.

Jika kebijakan fortifikasi pangan berjalan baik namun obesitas tetap meningkat, penyebab yang paling mungkin:

a)

Fortifikasi meningkatkan kandungan energi

b)

Faktor lingkungan seperti fast food lebih dominan memengaruhi obesitas

c)

Fortifikasi gagal total

d)

Masyarakat tidak menyukai pangan fortifikasi

e)

Masalah gizi mikro penyebab utama obesitas

18.

Jika suatu wilayah memiliki akses tinggi terhadap fast food dan juga minim ruang hijau publik, faktor utama penyebab obesitas berdasarkan kerangka determinan adalah:

a)

Determinan proksimal

b)

Determinan budaya

c)

Determinan lingkungan dan sosial ekonomi

d)

Determinan klinis

e)

Determinan genetik

19.

Jika peningkatan obesitas selaras dengan penurunan konsumsi makanan tradisional dan peningkatan konsumsi makanan ultra-proses, maka fenomena tersebut disebut:

a)

Food security improvement

b)

Nutrition transition

c)

Malabsorpsi pangan

d)

Transisi infeksi

e)

Food fortification effect

20.

Hasil RCT menunjukkan bahwa program intervensi aktivitas fisik menurunkan lemak tubuh secara signifikan, sedangkan intervensi edukasi saja tidak. Analisis efektifitas paling tepat:

a)

Aktivitas fisik lebih efektif karena meningkatkan pembakaran energi secara langsung

b)

Edukasi selalu tidak berguna

c)

RCT tidak cocok untuk penelitian gizi

d)

Aktivitas fisik mengganggu metabolisme

e)

Edukasi menyebabkan peningkatan IMT

21.

Di Desa Suka Maju, 45% balita mengalami diare berulang dalam 3 bulan terakhir. Prevalensi stunting mencapai 32%.
Apa faktor paling berkontribusi dalam kasus ini?

a)

Asupan gula tinggi    

b)

Infeksi berulang akibat sanitasi buruk

c)

Pola makan yang tidak seimbang

d)

Anak terlalu aktif bermain

e)

Konsumsi buah berlebih

22.

Seorang balita usia 18 bulan memiliki tinggi badan -3 SD dan berat badan masih normal. Riwayat: ibu mengalami KEK selama hamil.
Apa kesimpulan yang paling tepat?

a)

Anak hanya mengalami wasting

b)

Stunting karena kekurangan gizi kronis sejak kehamilan

c)

Kondisi normal pada bayi aktif

d)

Ibu mengalami anemia di masa kehamilan

e)

Pengukuran antromopetri yang tidak akurat

23.

Di wilayah A, 70% rumah tidak memiliki jamban sehat. Sebagian besar balita mengalami infeksi cacingan. Angka stunting 35%.
Faktor risiko utama pada kasus ini adalah:

a)

Kualitas ASI kurang

b)

Sanitasi lingkungan

c)

Pola makan balita tidak seimbang

d)

Posyandu tidak optimal

e)

Akses air bersih yang kurang

24.

Di Kabupaten Z, 60% ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Stunting naik menjadi 29%.
Apa hubungan paling logis?

a)

ASI eksklusif berlebih menyebabkan stunting

b)

Tanpa ASI eksklusif, risiko infeksi dan malnutrisi meningkat

c)

ASI tidak berpengaruh pada pertumbuhan

d)

MP-ASI dini menghambar pertumbuhan

e)

Air susu formula lebih aman

25.

Keluarga miskin di daerah terpencil mengonsumsi makanan berbasis karbohidrat (nasi + mie) setiap hari. Jarang protein.
Apa risiko yang paling mungkin muncul?

a)

Overweight

b)

Stunting akibat malnutrisi kronis

c)

Obesitas sentral

d)

Gangguan tidur

e)

Dehidrasi

26.

Survei lapangan menunjukkan bahwa keluarga dengan pendidikan ibu rendah memiliki prevalensi stunting lebih tinggi.
Kesimpulan yang tepat?

a)

Pendidikan tidak berpengaruh pada pola makan

b)

Ibu berpendidikan rendah kurang memiliki pengetahuan gizi

c)

Stunting disebabkan karena anak terlalu aktif

d)

Pendidikan tinggi menyebabkan stunting

e)

Pendidikan tinggi menyebabkan stunting

27.

Balita A jarang dibawa ke posyandu. Riwayat: imunisasi tidak lengkap dan sering ISPA. Tinggi badan < -2 SD.
Apa faktor risiko utama?

a)

Ibu hamil makan terlalu banyak

b)

Kurangnya pemantauan pertumbuhan dan imunisasi

c)

Anak terlalu banyak bermain gadget

d)

Anak makan terlalu cepat

e)

Lingkungan yang tidak bersih

28.

Program suplementasi ibu hamil berjalan baik, tetapi prevalensi stunting tetap tinggi. Evaluasi menemukan bahwa MP-ASI tidak adekuat.
Interpretasi terbaik:

a)

Suplementasi ibu hanyalah faktor kecil

b)

MP-ASI berpengaruh besar pada pertumbuhan tahun kedua

c)

Stunting hanya disebabkan faktor genetik

d)

Anak kurang makan nasi

e)

MP-ASI yang cepat baik untuk tumbuh kembang anak

29.

Di sekolah PAUD, guru menemukan banyak anak kurang aktif dan lambat memahami instruksi. Sebagian besar teridentifikasi stunting.
Apa dampak stunting yang paling terkait?

a)

Nafsu makan menurun

b)

Gangguan kognitif

c)

Anak menjadi hiperaktif

d)

Gangguan kognitif dan perkembangan

e)

Gangguan Psikologis dan perkembangan

30.

Studi cross-sectional menunjukkan hubungan antara tidak adanya jamban keluarga dan stunting.
Apa batasan dari studi ini?

a)

Tidak dapat melihat hubungan sama sekali

b)

Tidak bisa menghitung prevalensi

c)

Tidak dapat menentukan sebab-akibat secara pasti

d)

Tidak bisa digunakan pada anak

e)

Tidak mampu di analisis

31.

Dalam evaluasi program pencegahan, ditemukan bahwa keluarga yang mengikuti edukasi gizi memiliki balita dengan tinggi badan sesuai umur.
Apa kesimpulan yang tepat?

a)

Edukasi gizi meningkatkan perilaku pemberian makan

b)

Edukasi membuat anak cepat gemuk

c)

Edukasi tidak Evektif

d)

Stunting tidak dipengaruhi pola asuh

e)

Edukasi tidak berhubungan denga perilaku makan

32.

Wasting didefinisikan sebagai kondisi ketika anak memiliki:

a)

Berat badan rendah berdasarkan umur

b)

Tinggi badan rendah berdasarkan umur

c)

Berat badan rendah untuk tinggi badan

d)

Berat badan berlebih untuk tinggi badan

e)

Lingkar lengan yang kurang

33.

Anak dianggap wasting jika Z-score BB/TB berada pada angka:

a)

> +2 SD

b)

-1 SD

c)

< -2 SD

d)

< -1 SD

e)

. > +1 SD

34.

Wasting paling banyak terjadi pada kelompok usia:

a)

0–3 bulan

b)

6–59 bulan

c)

5–10 tahun

d)

Remaja

e)

Dewasa

35.

Determinasi langsung wasting meliputi:

a)

Kemiskinan dan pendidikan

b)

Sanitasi dan akses kesehatan

c)

Asupan tidak adekuat dan infeksi

d)

Budaya dan politik

e)

Ketersediaan teknologi

36.

Faktor determinan tidak langsung pada wasting adalah:

a)

Penyakit infeksi

b)

Pola asuh dan ketahanan pangan

c)

Kemiskinan ekstrem

d)

Rendahnya pendidikan ibu

e)

Tekanan politik

37.

MP-ASI yang baik harus diberikan mulai usia:

a)

< 3 bulan

b)

3 bulan

c)

6 bulan

d)

12 bulan

e)

24 bulan

38.

Upaya pencegahan wasting melalui sanitasi dapat berupa?

a)

Konsumsi air putih 8 gelas per hari

b)

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir

c)

Konsumsi makanan beragam

d)

Optimalkan pola asuh anak

e)

Pola makan yang adekuat

39.

Anemia didefinisikan sebagai kondisi ketika:

a)

Hemoglobin berada di atas batas normal

b)

Sel darah putih menurun

c)

Hemoglobin lebih rendah dari normal

d)

Tekanan darah meningkat

e)

Tekanan darah normal

40.

Jenis anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi adalah:

a)

Anemia hemolitik

b)

Anemia defisiensi besi

c)

Anemia aplastik

d)

Anemia sel sabit

e)

Anemia hipoplastik

41.

Anemia megaloblastik terjadi akibat kekurangan:

a)

Zat besi saja

b)

Vitamin C

c)

Vitamin B12 dan asam folat

d)

Vitamin D

e)

Kalsium

42.

Penyebab anemia yang terkait dengan kehilangan darah adalah:

a)

Cidera, menstruasi berat, dan operasi

b)

Kekurangan magnesium

c)

Stres berkepanjangan

d)

Konsumsi sayur berlebih

e)

Aktivitas fisik tinggi

43.

Penyakit kronis seperti ginjal dan kanker dapat menyebabkan anemia karena:

a)

Merangsang produksi sel darah merah

b)

Menghambat produksi oksigen

c)

Menghambat produksi leukosit

d)

Meningkatkan kadar hemoglobin

e)

Menghambat produksi eritrosir

44.

Gejala menurunnya daya tahan tubuh pada penderita anemia disebabkan oleh:Peningkatan produksi hormon

a)

Peningkatan produksi hormon

b)

Kekurangan oksigen pada sel imun

c)

Penumpukan zat besi

d)

Peningkatan sel darah putih

e)

Penurunan kadar air dalam tubuh

45.

Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) terutama ditujukan untuk:

a)

Anak balita

b)

Laki-laki dewasa

c)

Remaja putri dan wanita usia subur

d)

Lansia

e)

Anak Usia sekolah dasar

46.

Upaya fortifikasi pangan bertujuan untuk:

a)

Mengurangi nilai gizi makanan

b)

Menambah zat gizi tertentu

c)

Mengganti makanan sumber hewani

d)

Meningkatkan rasa makanan

e)

Menambah bumbu tertentu

47.

Suplementasi zat besi diperlukan apabila:

a)

Asupan zat besi dari makanan tidak mencukupi

b)

Asupan makanan terlalu tinggi protein

c)

Kadar hemoglobin terlalu tinggi

d)

 Anak mengalami infeksi

e)

Konsumsi vitamin A berlebihan

48.

Anemia memiliki dampak jangka panjang berupa:

a)

Meningkatkan produktivitas

b)

Meningkatkan ketahanan tubuh

c)

Menurunkan prestasi belajar dan kinerja

d)

Meningkatkan massa otot

e)

Meningkatkan kemampuan berpikir

49.

Dampak anemia terhadap fungsi otak adalah

a)

Meningkatkan fokus

b)

Meningkatkan energi

c)

Menurunkan konsentrasi dan daya ingat

d)

Menurunkan risiko sakit kepala

e)

Meningkatkan kecepatan berpikir

50.

Anemia sel sabit disebabkan oleh:

a)

Kekurangan vitamin A

b)

Kelainan genetik pada hemoglobin

c)

Infeksi akut

d)

Kekurangan asupan protein

e)

Gangguan penyerapan zat besi