wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJI KOMPETENSI FIKIH KELAS VII (GANJIL)

Total questions: 50

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Tisu Basah Khusus untuk Bersuci (Wet Wipes/Moist Towelettes): Diformulasikan dengan bahan pembersih dan disinfektan, praktis, dan mudah dibawa. Ia membersihkan kotoran secara fisik.

  1. Semprotan Debu Tayammum Portabel (Portable Tayammum Spray/ Dust in a Can): Sebuah inovasi yang kontroversial namun cerdas. Berupa kaleng berisi partikel debu murni dan kering yang disemprotkan ke tangan. Ia tidak membersihkan, tetapi secara harfiah memindahkan medium tayammum (debu) ke dalam bentuk yang portabel.

Kedua alat ini sama-sama menjawab tantangan modern: kepraktisan dan portabilitas. Namun, di balik klaim "solusi darurat" mereka, terdapat perdebatan fiqih yang kompleks. Manakah di antara keduanya yang lebih selaras dengan jiwa dan ketentuan syariat tentang tayammum?

  • Tisu Basah bekerja dengan prinsip membersihkan. Ia efektif menghilangkan najis dan kotoran, mirip fungsi air. Namun, ia tidak bisa menggantikan tayammum untuk menghilangkan hadats besar (seperti junub), karena ia bukan air dan bukan debu. Penggunaannya lebih dekat ke konsep istinja' (cebok) atau pembersihan fisik, bukan pengganti wudhu secara utuh.

  • Semprotan Debu bekerja dengan prinsip menggunakan debu. Ia secara literal memenuhi syarat medium yang digunakan dalam tayammum, yaitu sha'id thahir (debu yang suci). Dari segi bentuk dan medium, ia lebih "setia" pada teks hadits. Namun, keabsahannya dipertanyakan karena debu ini tidak menempel di permukaan bumi, melainkan berada dalam wadah. Apakah ini masih bisa disebut "mengusap wajah dan tangan dengan debu tanah" seperti perintah Nabi SAW?

Di sinilah nalar kritis dan pemahaman fiqih yang mendalam diuji. Kita tidak bisa hanya melihat dari sisi kepraktisan semata, tetapi harus menyelami illah (alasan hukum) dan maqashid syariah di balik pensyariatan tayammum.Manakah alat bersuci modern yang lebih efektif dan universal digunakan dalam kondisi darurat menurut ketentuan syariat?

a)

Air mineral dalam kemasan

b)

Tisu basah non-alkohol

c)

Sabun cair

d)

Hand sanitizer beralkohol

2.

Seorang siswa terkena cipratan air dari genangan yang terdapat bangkai tikus dan secara bersamaan buang angin (kentut). Apa perbedaan jenis hukum (najis atau hadats) dari kedua peristiwa tersebut dan bagaimana langkah penyuciannya?

a)

Cipratan air dari genangan dengan bangkai tikus adalah najis dan disucikan dengan membasuh, sedangkan buang angin adalah hadats dan disucikan dengan wudhu.

b)

Keduanya termasuk najis dan disucikan dengan membasuh.

c)

Cipratan air dari genangan dengan bangkai tikus adalah hadats dan disucikan dengan wudhu, sedangkan buang angin adalah najis dan disucikan dengan membasuh.

d)

Keduanya termasuk hadats dan disucikan dengan wudhu.

3.

Evaluasi & Solusi: Apakah tindakan Andi yang membasuh tangannya dengan sabun dan air mengalir sebanyak 3 kali setelah dijilat anjing sudah sesuai dengan syariat?

a)

Sudah benar, karena cukup membasuh dengan sabun dan air sebanyak 3 kali.

b)

Belum benar, harus dibasuh dengan air tanah satu kali dan air bersih sebanyak enam kali.

c)

Sudah benar, cukup membasuh dengan air mengalir tanpa sabun.

d)

Belum benar, harus dibasuh dengan air sabun sebanyak tujuh kali.

4.

Bagaimana hubungan antara pemahaman yang mendalam tentang rukun shalat (seperti tuma'ninah) dan sunnah shalat (seperti mengangkat tangan saat takbir) dengan tercapainya kekhusyukan dalam shalat?

a)

Pemahaman yang mendalam tentang rukun dan sunnah shalat dapat membantu tercapainya kekhusyukan dalam shalat.

b)

Kekhusyukan dalam shalat hanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, bukan pemahaman rukun dan sunnah.

c)

Rukun dan sunnah shalat tidak berpengaruh terhadap kekhusyukan dalam shalat.

d)

Kekhusyukan dalam shalat tercapai tanpa perlu memahami rukun dan sunnah shalat.

5.

Seorang siswa kelas VII yang tinggal di asrama berencana pulang ke kampung halaman yang berjarak 120 km untuk menghadiri acara keluarga. Apakah siswa tersebut diperbolehkan melakukan shalat qashar? Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk melaksanakan shalat qashar dan jamak?

a)

Ya, diperbolehkan jika jarak perjalanan minimal 80 km, bukan bermaksud maksiat, dan status sebagai musafir masih berlaku.

b)

Tidak diperbolehkan karena jarak perjalanan kurang dari 150 km.

c)

Diperbolehkan hanya jika perjalanan dilakukan pada malam hari.

d)

Tidak diperbolehkan jika siswa masih di bawah umur.

6.

Manakah strategi yang paling efektif untuk menjaga konsistensi shalat 5 waktu tepat waktu selama satu minggu bagi remaja yang sibuk dengan tugas sekolah, ekstrakurikuler, dan media sosial?

a)

Membuat jadwal harian dan mengatur pengingat waktu shalat di ponsel

b)

Menunda shalat hingga semua aktivitas selesai

c)

Mengabaikan waktu shalat demi fokus pada media sosial

d)

Hanya shalat jika tidak ada tugas sekolah

7.

Salah satu hikmah shalat berjamaah dalam membangun hubungan sosial yang baik di lingkungan tempat tinggal adalah:

a)

Meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan antar warga

b)

Membatasi interaksi sosial di lingkungan

c)

Menimbulkan perselisihan antar tetangga

d)

Mengurangi rasa peduli terhadap sesama

8.

Evaluasi Situasi: Pada suatu sore, hujan turun dengan sangat deras disertai petir sehingga jalanan menjadi becek dan licin. Apakah kondisi ini dapat dijadikan alasan (uzur) untuk tidak shalat Maghrib berjamaah di masjid? Pilih jawaban yang paling tepat berikut ini.

a)

Ya, hujan deras dan jalanan licin dapat menjadi uzur untuk tidak shalat berjamaah di masjid.

b)

Tidak, hujan deras tidak pernah menjadi alasan untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid.

c)

Hanya jika ada banjir, hujan deras bisa menjadi uzur untuk tidak shalat berjamaah di masjid.

d)

Uzur hanya berlaku jika ada bencana alam besar, bukan hujan deras.

9.

Program kerja yang dapat meningkatkan minat dan partisipasi remaja dalam shalat berjamaah di masjid adalah:

a)

Mengadakan lomba adzan dan iqamah

b)

Membuka bazar makanan di halaman masjid setiap hari

c)

Menyelenggarakan konser musik di masjid

d)

Membatasi akses remaja ke masjid

10.

Perbedaan mendasar antara dzikir dan doa ditinjau dari segi makna, bentuk kalimat, dan waktu pelaksanaannya yang paling dianjurkan adalah...

a)

Dzikir berupa pujian kepada Allah, berbentuk kalimat pendek, dianjurkan setelah shalat; doa berupa permohonan, kalimat panjang, dianjurkan kapan saja.

b)

Dzikir berupa permohonan kepada Allah, berbentuk kalimat panjang, dianjurkan sebelum tidur; doa berupa pujian, kalimat pendek, dianjurkan setelah shalat.

c)

Dzikir dan doa sama-sama berupa permohonan, dilakukan hanya saat shalat.

d)

Dzikir dan doa tidak memiliki perbedaan dalam makna, bentuk kalimat, dan waktu pelaksanaan.

11.

Evaluasi Makna: Apa keutamaan dan kandungan makna dari dzikir pagi "Hasbunallahu wa ni'mal wakil" serta bagaimana dzikir tersebut dapat mempengaruhi ketenangan jiwa seseorang yang membacanya?

a)

Memberikan rasa tenang dan percaya diri karena berserah diri sepenuhnya kepada Allah sebagai pelindung dan penolong.

b)

Meningkatkan kecemasan karena merasa tidak ada yang membantu.

c)

Membuat seseorang menjadi sombong karena merasa paling benar.

d)

Menjadikan seseorang mudah putus asa karena merasa tidak mampu.

12.

Kebersihan lahiriah setelah wudhu memiliki korelasi dengan kebersihan batin karena:

a)

Wudhu membersihkan tubuh dan hati dari kotoran lahir dan batin.

b)

Wudhu hanya membersihkan tubuh secara fisik tanpa pengaruh batin.

c)

Kebersihan batin tidak berhubungan dengan wudhu sama sekali.

d)

Wudhu hanya dilakukan untuk menyegarkan tubuh sebelum beribadah.

13.

Peran shalat berjamaah di sekolah, seperti shalat Dzuhur berjamaah, dapat membentuk karakter berikut, kecuali:

a)

Disiplin waktu

b)

Solidaritas antar siswa

c)

Jiwa kepemimpinan

d)

Sikap acuh tak acuh

14.

Manakah dari berikut ini yang merupakan komponen utama dalam "Proyek Ibadah Sehari" yang dimulai dari bangun tidur hingga tidur kembali?

a)

Tata cara thaharah yang benar, pelaksanaan shalat fardhu (usahakan berjamaah), dzikir dan doa pada waktu-waktu tertentu

b)

Hanya membaca Al-Qur'an sepanjang hari

c)

Melakukan puasa sunnah setiap hari

d)

Mengunjungi masjid setiap jam

15.

Langkah konkret apa yang sebaiknya dilakukan Rina ketika bajunya terkena noda darah haid yang sudah kering dan waktu shalat Ashar hampir habis, sesuai tuntunan fikih?

a)

Mencuci bagian yang terkena noda darah, lalu segera melaksanakan shalat dengan pakaian yang sudah bersih.

b)

Mengabaikan noda darah dan langsung shalat tanpa mencuci pakaian.

c)

Menunda shalat Ashar hingga sempat mengganti pakaian di rumah.

d)

Memakai parfum untuk menutupi bau darah dan langsung shalat.

16.

Air mineral merupakan air mutlak (air murni) yang dapat digunakan untuk menghilangkan hadats dan najis, serta sah untuk wudhu dan mandi. Apakah pernyataan ini benar atau salah?

a)

Benar

b)

Salah

17.

Tisu basah hanya efektif untuk membersihkan najis secara fisik di permukaan, tetapi tidak sah untuk menghilangkan hadats (seperti berwudhu). Apakah tisu basah sah digunakan untuk berwudhu?

a)

Ya

b)

Tidak

18.

Dalam kondisi darurat, ... lebih utama digunakan untuk bersuci.

a)

air mineral

b)

air laut

c)

air teh

d)

air kopi

19.

Cipratkan air genangan + bangkai tikus: Najis (karena berasal dari benda najis). Apakah cipratan air genangan yang terkena bangkai tikus termasuk najis?

a)

Ya

b)

Tidak

20.

Cara menyucikan bagian yang terkena najis adalah dengan ... sampai sifat najisnya hilang.

a)

membersihkan dengan air mengalir

b)

mengelap dengan kain kering

c)

menaburkan tanah di atasnya

d)

membiarkan hingga kering sendiri

21.

Buang angin (kentut) termasuk hadats kecil. Buang angin (kentut) termasuk ...

a)

hadats kecil

b)

hadats besar

c)

najis

d)

syirik

22.

Cara menyucikan hadats kecil adalah dengan ...

a)

berwudhu

b)

mandi wajib

c)

tayamum

d)

membaca doa

23.

Najis dari anjing termasuk najis mughallazah (berat). Cara menyucikannya tidak cukup dengan sabun dan air biasa. Apakah najis dari anjing cukup disucikan dengan sabun dan air biasa?

a)

Ya

b)

Tidak

24.

Solusi yang benar untuk menyucikan najis mughallazah adalah: (1) Membersihkan kotorannya, (2) Membasuh bagian yang terkena najis dengan air tanah/debu sebanyak 1 kali, (3) Dilanjutkan dengan membasuh air mengalir sebanyak 6 kali (total menjadi 7x basuhan, dengan 1x diantaranya menggunakan tanah). Berapa kali total basuhan yang diperlukan untuk menyucikan najis mughallazah?

a)

7 kali (1 kali dengan tanah/debu, 6 kali dengan air mengalir)

b)

6 kali (semuanya dengan air mengalir)

c)

8 kali (2 kali dengan tanah/debu, 6 kali dengan air mengalir)

d)

5 kali (1 kali dengan tanah/debu, 4 kali dengan air mengalir)

25.

Hubungan antara pemahaman rukun dan pelaksanaan shalat adalah _____

a)

sangat erat

b)

tidak berhubungan

c)

kurang penting

d)

sangat lemah

26.

Pemahaman rukun seperti tuma'ninah membuat shalat menjadi........

a)

Tidak sah dan terburu-buru

b)

Sah dan tidak terburu-buru, sehingga hati lebih tenang

c)

Tidak sah dan hati gelisah

d)

Sah dan mendapatkan pahala

27.

Pemahaman sunnah seperti gerakan takbir dapat menambah ____ dan kesadaran bahwa setiap gerakan adalah ibadah, sehingga meningkatkan kekhusyukan.

a)

keikhlasan

b)

kemalasan

c)

kesombongan

d)

kebingungan

28.

Tanpa pemahaman, shalat bisa menjadi ____ rutin tanpa makna.

a)

gerakan

b)

bacaan

c)

doa

d)

ucapan

29.

Apakah boleh melakukan shalat qashar?

a)

Ya

b)

Tidak

30.

Sebutkan salah satu syarat shalat qashar!

a)

Perjalanan jauh (min. ± 81 km)

b)

Dilakukan di rumah

c)

Dilakukan pada malam hari

d)

Dilakukan tanpa wudhu

31.

Syarat jamak meliputi: (1) Perjalanan yang dibolehkan qashar, (2) _____ urutan shalat (jamak taqdim), (3) Niat jamak saat shalat pertama.

a)

Tertib

b)

Takbir

c)

Salam

d)

Duduk

32.

Strategi pelaksanaan shalat harus bersifat.........

a)

Teoritis

b)

Konkrit, aplikatif, dan personal

c)

Umum

d)

ilmiah

33.

Salah satu contoh strategi pelaksanaan shalat adalah memasang alarm _____ menit sebelum waktu shalat.

a)

10

b)

5

c)

15

d)

20

34.

Hikmah spiritual dari pelaksanaan shalat adalah mempererat _____ dan mengenal tetangga.

a)

silaturahmi

b)

persaingan

c)

permusuhan

d)

kesalahpahaman

35.

Apa hikmah sosial dari menghilangkan kesenjangan sosial (kaya-miskin berdampingan), menumbuhkan rasa peduli (jika ada yang tidak hadir), dan memupuk ukhuwah islamiyah?

a)

Menghilangkan kesenjangan sosial, menumbuhkan rasa peduli, dan memupuk ukhuwah islamiyah.

b)

Meningkatkan persaingan ekonomi dan individualisme.

c)

Mendorong terjadinya konflik sosial dan perpecahan.

d)

Mengurangi rasa solidaritas dan kepedulian antar sesama.

36.

Apakah hujan deras dan jalan licin dapat menjadi uzur syar'i? Jelaskan penilaian dan alternatif solusi yang dapat dilakukan!

a)

Ya, hujan deras dan jalan licin dapat menjadi uzur syar'i. Kondisi tersebut dapat membahayakan (dharar). Alternatif solusi: Shalat berjamaah di rumah bersama keluarga, atau shalat munfarid (sendiri) jika tidak memungkinkan.

b)

Tidak, hujan deras dan jalan licin bukan uzur syar'i. Tetap wajib shalat berjamaah di masjid tanpa pengecualian.

c)

Hujan deras dan jalan licin hanya menjadi uzur syar'i jika disertai bencana alam besar.

d)

Uzur syar'i hanya berlaku untuk orang sakit, bukan karena hujan atau jalan licin.

37.

Bagaimana program yang relevan dengan remaja agar mereka tertarik untuk mengikuti kegiatan keagamaan?

a)

Program harus kreatif dan relevan dengan remaja. Contoh: "Nge-Jama'ah Asyik" dengan sistem reward, mentoring adik kelas, shalat berjamaah sebelum kegiatan ekstrakurikuler, membuat grup chat pengingat shalat, mengadakan kajian fikih remaja yang interaktif, dll.

b)

Program hanya berfokus pada ceramah formal tanpa interaksi.

c)

Program diadakan secara online tanpa ada kegiatan tatap muka sama sekali.

d)

Program hanya mengutamakan kegiatan untuk orang dewasa dan mengabaikan kebutuhan remaja.

38.

Jelaskan makna dzikir dan doa, bentuk kalimatnya, waktu pelaksanaannya, serta pilihan dzikir yang dapat dilakukan!

a)

Makna: Dzikir = Mengingat Allah (pujian, tasbih, tahmid). Doa = Meminta kepada Allah. Bentuk kalimat: Dzikir kalimatnya sudah ditentukan. Doa kalimatnya bisa bebas (dari hati). Waktu: Dzikir dianjurkan setiap saat. Doa sangat dianjurkan pada waktu-waktu mustajab (seperti sepertiga malam, antara adzan-iqamah, saat sujud). Pilihan dzikir bebas (sesuai materi).

b)

Makna: Dzikir = Meminta kepada Allah. Doa = Mengingat Allah. Bentuk kalimat: Dzikir kalimatnya bebas. Doa kalimatnya sudah ditentukan. Waktu: Dzikir hanya dilakukan setelah shalat. Doa hanya dilakukan sebelum tidur. Pilihan dzikir terbatas pada tasbih saja.

c)

Makna: Dzikir = Berdoa kepada manusia. Doa = Memuji Allah. Bentuk kalimat: Dzikir dan doa kalimatnya sama. Waktu: Dzikir dan doa hanya dilakukan saat ada masalah. Pilihan dzikir hanya tahmid.

d)

Makna: Dzikir = Membaca Al-Qur'an. Doa = Berbicara dengan orang tua. Bentuk kalimat: Dzikir dan doa tidak memiliki aturan. Waktu: Dzikir dan doa dilakukan setiap hari Jumat saja. Pilihan dzikir hanya takbir.

39.

Sebutkan keutamaan shalat berjamaah

a)

Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung.

b)

Shalat berjamaah hanya boleh dilakukan di rumah.

c)

Shalat berjamaah tidak memiliki keutamaan khusus.

d)

Shalat berjamaah hanya dilakukan pada hari Jumat.

40.

Jelaskan kandungan makna dari shalat berjamaah

a)

Penyerahan diri total kepada Allah, merasa cukup dengan pertolongan-Nya, melepaskan ketergantungan pada makhluk.

b)

Menunjukkan kekayaan dan status sosial di hadapan jamaah lain.

c)

Mencari popularitas dan pujian dari sesama jamaah.

d)

Melakukan shalat hanya untuk memenuhi kewajiban tanpa memahami maknanya.

41.

pengaruh shalat berjamaah terhadap jiwa adalah......

a)

Menenangkan jiwa karena melepas kecemasan dan menumbuhkan tawakkal.

b)

Menambah kekayaan secara materi.

c)

Meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

d)

Membuat seseorang menjadi lebih individualis.

42.

Apa yang dimaksud dengan Kebersihan Lahir (Thaharah)

a)

Menghilangkan gangguan fisik yang dapat mengganggu konsentrasi shalat.

b)

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah.

c)

Membersihkan pakaian dari noda makanan.

d)

Mengganti seprai setiap minggu.

43.

Apa yang dimaksud dengan Kebersihan Batin (Dzikir)

a)

Menenangkan hati, mengosongkan pikiran dari duniawi, dan mengingat kebesaran Allah.

b)

Melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kesehatan tubuh.

c)

Mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk kebahagiaan dunia.

d)

Mempelajari ilmu pengetahuan agar menjadi orang yang pintar.

44.

Jelaskan korelasi antara thaharah dan dzikir

a)

Keduanya saling melengkapi. Thaharah menciptakan 'wadah' yang bersih, sementara dzikir mengisi 'wadah' tersebut dengan ketakwaan. Kombinasi ini menciptakan kondisi ideal untuk mencapai kekhusyukan.

b)

Thaharah dan dzikir adalah dua hal yang tidak berkaitan sama sekali dalam ibadah.

c)

Dzikir hanya dapat dilakukan setelah thaharah, tidak bisa dilakukan tanpa bersuci terlebih dahulu.

d)

Thaharah lebih penting daripada dzikir, sehingga dzikir bisa diabaikan jika sudah bersuci.

45.

Apa manfaat disiplin waktu dalam shalat berjamaah

a)

Siswa terlatih untuk mengatur waktu istirahat dan belajar agar tidak terlambat shalat berjamaah.

b)

Siswa dapat bermain lebih lama sebelum shalat berjamaah.

c)

Siswa tidak perlu memperhatikan waktu shalat berjamaah.

d)

Siswa hanya mengikuti teman tanpa memperhatikan waktu shalat berjamaah.

46.

Apa makna solidaritas dalam shalat berjamaah

a)

Semua siswa berkumpul tanpa memandang status, saling mengingatkan, dan shalat dalam satu barisan yang rapat.

b)

Setiap orang shalat sendiri-sendiri tanpa memperhatikan yang lain.

c)

Hanya siswa yang berpangkat tinggi yang boleh berada di barisan depan.

d)

Shalat berjamaah dilakukan tanpa aturan barisan dan tanpa saling mengingatkan.

47.

Apa yang dipelajari siswa tentang kepemimpinan dalam shalat berjamaah

a)

Siswa yang menjadi imam belajar untuk bertanggung jawab, membaca ayat dengan benar, dan mengatur jamaah.

b)

Siswa yang menjadi imam hanya perlu mengikuti jamaah tanpa membaca ayat.

c)

Siswa yang menjadi imam tidak perlu bertanggung jawab atas jalannya shalat.

d)

Siswa yang menjadi imam hanya belajar tentang gerakan shalat tanpa mengatur jamaah.

48.

Urutan langkah-langkah yang dilakukan setelah bangun tidur yaitu .......

a)

Dzikir pagi -> bersiwak -> wudhu -> shalat Subuh (berjamaah) -> dzikir dan doa setelah shalat serta sebelum tidur.

b)

Bersiwak -> wudhu -> dzikir pagi -> shalat Subuh (berjamaah) -> dzikir dan doa setelah shalat serta sebelum tidur.

c)

Wudhu -> dzikir pagi -> bersiwak -> shalat Subuh (berjamaah) -> dzikir dan doa setelah shalat serta sebelum tidur.

d)

Shalat Subuh (berjamaah) -> dzikir pagi -> bersiwak -> wudhu -> dzikir dan doa setelah shalat serta sebelum tidur.

49.

Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor, jika terkena pada pakaian maka Segera mengganti pakaian yang terkena najis dengan pakaian bersih. Mengapa pakaian harus diganti...........

a)

Agar terlihat rapi

b)

Pakaian harus suci dari najis untuk sahnya shalat

c)

Supaya nyaman dipakai

d)

Agar tidak bau

50.

Jika noda darah pada badan, segera dibasuh dengan air sampai bersih. Apa alasan melakukan langkah ini?

a)

Menghilangkan najis dari badan

b)

Menyegarkan badan setelah beraktivitas

c)

Menghilangkan bau badan

d)

Mendinginkan suhu badan