Font size
WorksheetsTry Out Mulok Diniyah VII Semester Ganjil 2025-2026
Total questions: 40
Worksheet time: 3600secs
Seorang murid mengikuti klub robotik dengan guru profesional. Perkembangannya dalam sebulan:
Minggu 1: Paham dasar pemrograman.
Minggu 2: Selesaikan masalah logika dalam tim.
Minggu 3: Pimpin sesi brainstorming.
Minggu 4: Selesaikan proyek robotik dan lebih percaya diri.
Potongan nadzom mana yang paling sesuai menggambarkan fenomena ini?
وَإِرْشَاد أسْتَاذٍ وَطوْلِ زَمَانِ
سَأنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِ
عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَل وَسَلْ عَنْ قَرِينِهِ
فَإِنَّ القرين بالمقارن يَقْتَدِي
Tercatat data perilaku seorang santri setelah bergabung dengan grup diskusi keagamaan.
Minggu 1: Santri mulai rajin menghadiri pengajian sore.
Minggu 2: Ia aktif bertanya tentang materi yang belum dipahami.
Minggu 3: Membentuk kelompok belajar kecil dengan beberapa teman.
Minggu 4: Menunjukkan peningkatan hafalan dan pemahaman fiqih.
“Berdasarkan data ini, potongan nadzom manakah yang paling tepat menggambarkan fenomena tersebut?”
عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَل وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ
فَإِنْ كَانَ ذَا خَيْرٍ فَقَارِنهُ تَهْتَدِي
سَأنْبِيكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِ
فَإِنَّ القرين بالمقارن يَقْتَدِي
Dua santri, Raka dan Dika, mengalami perubahan perilaku dalam 4 minggu akibat lingkungan pertemanannya.
Raka (sekamar penghafal Al-Qur'an): Mulai tahajud, aktif menghafal, nilai terbaik, jadi ketua kelompok belajar.
Dika (sekamar penggemar game): Tidur larut, sering terlambat shubuh, prestasi menurun, dapat peringatan.
Berdasarkan kisah Raka dan Dika, prinsip nadzom apa yang paling menjelaskan perubahan positif dan negatif mereka?
وَإِرْشَادُ أسْتَاذٍ وَطوْلِ زَمَانِ
فَإِنَّ القرين بالمقارن يَقْتَدِي
عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ
فَإِنْ كَانَ ذَا شَرّ فَجَنِّبْهُ سُرْعَةً
Penelitian dampak media sosial terhadap tiga siswa:
-Alif (bergabung di grup diskusi kitab): Mampu mengendalikan diri.
-Chairul (selektif berteman): Hanya sekali melakukan kesalahan.
-Bani (bergabung di grup penyebar hoaks): Frekuensi konten negatifnya meningkat drastis dari 3 menjadi 10 kali.
Siswa manakah yang paling membuktikan kebenaran kaidah:
فَإِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْهُ سُرْعَةً?
Alif
Chairul
Bani
Tidak ada
Lanjutkan potongan nadhom berikut!
# وَادْغم بِلَا غنةٍ فِي لَامٍ وَرَا
........................
فِي الْمِيم وَالنوْنِ إِذَا مَا شدّدا
وَالْقَلْبُ عِنْدَ الْبَاءِ مِيما ذُكِرَا
كَانَا بِكِلْمَةِ كَدُنْيا فَانْبِذَا
دُمْ طَيبا زد فِي تُقى ضَع ظَالمَا
Di bawah ini yang bukan termasuk hukum bacaan mim sukun adalah …
Ikhfa’ Syafawi
Idgham Bighunnah
Idgham Mimi
Idhar Syafawi
Dari beberapa jenis air berikut: 1) Air PDAM; 2) air mawar; 3) air laut; 4) air comberan; 5) air sungai; 6) air kopi.
Manakah yang termasuk air suci dan dapat menyucikan?
1, 2, 6
2, 4, 6
1, 3, 5
3, 4, 6
Zaid memiliki sebuah wadah kecil berisi air. Ia menuangkan air itu ke tangannya untuk membasuh wajah. Sebagian air yang menetes dari wajahnya kembali jatuh ke wadah, sehingga volume air di wadah menjadi berkurang namun air tidak berubah warna, bau, atau rasa. Air yang tersisa dalam wadah termasuk jenis …
Air suci tetapi makruh digunakan
Air Musta’mal
Air Mutanajis
Air suci dan menyucikan
Fulan mengambil air dari sumur menggunakan timba. Ia menuang air timba itu ke ember terpisah untuk berwudhu. Air di timba tidak tersentuh anggota wudhu dan air dalam sumur tidak berubah sifatnya. Air yang digunakan Fulan untuk wudhu termasuk …
Air Musta’mal
Air suci dan menyucikan
Air Mutanajis
Air suci tetapi tidak menyucikan
Termasuk sunnah wudhu adalah…
Membasuh kedua kaki
Mengusap kedua telinga
Membasuh wajah
Niat berwudhu
QS An-Nās ayat 6
Pada ayat ini terdapat nun sukun yang seharusnya dibaca iẓhār.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Falaq ayat 5
Ayat ini memuat nun sukun yang hukumnya iqlāb, bukan iẓhār.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Ikhlāṣ ayat 4
Di ayat ini terdapat bacaan idgham bi la gunnah.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Lahab ayat 2
Dalam ayat ini terdapat tanwin bertemu huruf alif/hamzah, sehingga hukumnya iẓhār.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Lahab ayat 5
Ayat ini memuat mim sukun bertemu dengan mim, sehingga hukumnya adalah idgham mimi.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS an-Nashr ayat 2
Pada ayat ini terdapat nun sukun bertemu dal sehingga hukumnya adalah ikhfa'.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Kāfirūn ayat 6
Dalam ayat ini terdapat 2 bacaan idzhar syafawi.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Kautsar ayat 3
Ayat ini memuat bacaan ghunnah.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS At-Takātsur ayat 8
Dalam ayat ini terdapat nun sukun bertemu dengan nun, sehingga hukumnya adalah idgham bi ghunnah.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
QS Al-Mā‘ūn ayat 5
Pada ayat ini terdapat mīm sukun bertemu bā’, sehingga hukumnya adalah ikhfā’ syafawī.
Pernyataan ini:
Benar
Salah
Cocokkan setiap kasus berikut dengan lafadz nadzom yang tepat!
Seorang tetangga dikenal karena tutur katanya kasar, suka menggunjing, dan sering memicu pertengkaran.
ذَا شَرٍّ
Seseorang yang selalu dikelilingi orang-orang shaleh, rajin beribadah, dan gemar bersedekah.
ذَا خَيْرٍ
Seseorang yang ingin kenal lebih dalam terhadap teman kelas lain, lalu menanyakan karakternya kepada teman sekelasnya.
عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَلْ
Cocokkan setiap lafadz ayat berikut dengan bacaan tajwid yang tepat!
Dalam potongan ayat berikut, terdapat mim sukun bertemu huruf ba sehingga harus dibaca samar dengan dengungan bibir.
Lafadz ayat: يَوْمَ هُمْ بَارِزُونَ
Ikhfā’ Syafawī
Seorang siswa menemukan bacaan nun sukun bertemu huruf ba pada ayat berikut sehingga harus dibaca dengan perubahan menjadi suara “m” berdengung.
Lafadz ayat: أَنبِئُهُمْ
Iqlab
Pada ayat berikut, nun sukun bertemu Tha’, sehingga dibaca samar dengan dengung.
Lafadz ayat: مِنْ طَيِّبَاتِ
Ikhfā’ Ḥaqīqī
Cocokkan setiap kasus berikut dengan lafadz mufrodat yang tepat!
Air yang turun dari langit dalam keadaan mendung.
ماء السماء
Turun embun di pagi hari.
ماء البرد
Air yang turun dari langit dalam bentuk butiran es yang kecil dan keras.
ماء الثلج
Cocokkan setiap potongan ayat berikut dengan potongan nadzom tajwid yang sesuai:
طَیۡرًا أَبَابِیلَ
فَاظْهِرْ لَدى هَمْزٍ وَهَاءٍ حَاءِ
مِنْ نُطْفَةٍ
وَادْغِمْ بِغُنّةٍ بِيَنْمُوْ لَا إِذَا
صُمٌّۢ بُكْمٌ
وَالْقَلْبُ عِنْدَ الْبَاءِ مِيمًا ذُكِر
Cocokkan setiap potongan ayat berikut dengan potongan nadzom yang tepat:
صُمٌّۢ بُكْمٌ
وَغُنَّةٌ قَدْ أَوْجَبُوْهَا أَبَدَا
فَوَیۡلࣱ لِّلۡمُصَلِّینَ
وَادْغِمْ بِلَا غُنَّةٍ فِي لَامٍ وَرَا
فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ
دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِي تُقًى ضَع ظَالِما
Cocokkan setiap ayat berikut dengan potongan nadzom yang tepat:
تَرْمِيهِم بِحِجَارة
والميم إِن تسكن لدى البا تختفي
أَلَمۡ یَجۡعَلۡ كَیۡدَهُمۡ فِی تَضۡلِیلࣲ
وَاظْهِرْ لَدى بَاقِي الحُرُوفِ كُلِّهَا
عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ
وَادْغِمْ مَعَ الْغُنَّة عِنْدَ مِثْلِها
Cocokkan setiap kasus berikut dengan kategori hukumnya:
Fulan meminta tolong orang lain untuk membasuhkan anggota wudhu tanpa ada udzur.
Kemakruhan wudhu
Seseorang berwudhu dengan menggosok-gosok anggota wudhunya.
Kesunnahan wudhu
Fulan niat berwudhu ketika membasuh wajah.
Kefardhuan wudhu
Cocokkan setiap kasus berikut dengan istilahnya masing-masing:
Air dalam ember berubah warna menjadi kuning dan berbau busuk karena tercampur bangkai tokek.
Air Mutanajis
Air dalam ember kemasukan deterjen, lalu berubah warna dan baunya.
Air Mutaghayyir
Air dipanaskan di bawah sinar matahari dalam wadah tembaga.
Air Musyammas
Cocokkan setiap kasus berikut dengan lafadz nadzom yang tepat!
Seorang peneliti tidak menyerah meski eksperimennya gagal puluhan kali.
اصطبار
Seorang anak lancar berbicara dengan bahasa Arab dan Inggris karena rajin menghafalkan kosa kata harian.
ذكاء
Seorang anak menghafal al-qur’an dengan durasi waktu 6 bulan karena minat dan kemauannya yang besar.
حرص
Cocokkan setiap kasus berikut dengan lafadz nadzom yang tepat!
Seorang mahasiswa menyelesaikan disertasinya dalam waktu 7 tahun dengan penelitian yang mendalam dan tidak sekadar copy paste tulisan orang lain.
طول زمان
Seorang santri mampu memahami kitab gundul karena diajari langsung oleh kyai di pesantren.
إرشاد أستاذ
Seorang pelajar dapat membeli semua buku yang direkomendasikan gurunya karena beasiswa yang ia terima cukup.
بلغة
Pada QS Al-Fiil ayat 5 terdapat bacaan idzhar (a)
Seekor kambing ditemukan mati karena terlindas kendaraan, kemudian penduduk ingin mengambil kulitnya untuk disamak. Setelah disamak, bagaimana hukum kulit tersebut?
(a)
Sebuah bak besar berisi air sumur. Lalu seorang santri memasukkan selembar kain kecil yang telah digunakan untuk mengelap wajah, namun pada kain tersebut terdapat keraguan apakah terkena najis atau tidak. Setelah kain dicelupkan, air sama sekali tidak berubah sifatnya (rasa, warna, dan bau). Bagaimanakah status air tersebut dalam tinjauan fikih mazhab Syafi‘i?
(a)
Pada QS al-Humazah ayat 8 terdapat bacaan idgham (a)
Al-qullatān (2 qullah) setara dengan ± 500 rithl Baghdad Irak. Berapa jumlah 1 qullah jika dikonversi ke dalam satuan liter?
(a)
Seorang ahli kuliner memiliki beberapa bejana:
(1) Gelas kaca berlapis emas tipis (estetika).
(2) Mangkuk tanah liat disambung perak besar (untuk menutup retak).
(3) Poci besi dengan hiasan emas kecil (non-fungsional).
(4) Piring perunggu disambung perak kecil (untuk memperkuat retakan).
Manakah pernyataan yang BENAR tentang hukum penggunaan bejana-bejana tersebut?
Pilih 3 jawaban yang benar:
(1): Tetap haram digunakan karena lapisan emas—meskipun tipis—termasuk penggunaan emas.
(2): Boleh digunakan karena sambungan perak besar untuk kebutuhan memperbaiki keretakan.
(3): Haram digunakan karena sambungan emas kecil untuk hiasan tetap haram menurut pendapat ashah.
(4): Haram digunakan karena sambungan perak kecil tidak dianggap kebutuhan.
Diberikan 4 jenis bejana:
(1) Gelas tembaga retak ditambal emas besar (kebutuhan).
(2) Wadah kayu disambung perak kecil (estetika).
(3) Bejana baja disambung perak besar (tidak dibutuhkan).
(4) Ceret keramik dengan emas kecil (hiasan, non-fungsional).
Manakah pernyataan yang BENAR tentang hukum bejana-bejana tersebut?
Pilih 3 jawaban yang benar:
(1): Haram, karena sambungan emas haram dipakai meskipun untuk kebutuhan.
(2): Haram, karena sambungan perak kecil untuk hiasan dilarang.
(3): Haram, karena sambungan perak besar tidak diperlukan; adat menilainya berlebihan.
(4): Haram, karena sambungan emas kecil untuk hiasan tetap dilarang.
Diberikan 4 kasus terkait bersiwak:
(1) Orang puasa bersiwak setelah Ashar karena mengantuk.
(2) Guru bersiwak sebelum mengajar karena bau mulut.
(3) Musafir gosok gigi dengan pasta (bukan siwak) saat bangun tidur.
(4) Santri bersiwak saat masuk masjid sebelum wudhu.
Manakah pernyataan yang BENAR tentang hukum bersiwak dalam kasus tersebut?
Pilih 3 jawaban yang benar:
Kasus (1): Makruh menurut mayoritas Syafi’iyah, karena bersiwak setelah ashar ketika berpuasa tidak dianjurkan.
Kasus (2): Sunnah muakkadah, karena hendak berbicara dan mengajar termasuk waktu yang ditekankan.
Kasus (3): Sunnah, karena siwak dengan sikat dan pasta gigi bisa menggantikan fungsi kayu siwak karena bisa membersihkan bagian gigi dan sekitarnya.
Kasus (4): Haram, karena ia belum berwudhu.
Diberikan 4 kasus terkait kewajiban (fardhu) wudhu:
(1) Atlet mengusap hair cap tebal, tidak menyentuh rambut asli.
(2) Siswa tidak mengusap perban di wajah yang bisa dilepas tanpa bahaya.
(3) Santri mengusap khuf (sepatu) padahal belum pakai dalam keadaan suci.
(4) Wanita hanya mengusap gelungan rambut di bawah batas kepala.
Manakah pernyataan yang BENAR tentang keabsahan wudhu dalam kasus tersebut?
Pilih 2 jawaban yang benar:
Kasus (1): Tidak sah, karena hair cap tidak bisa menggantikan rambut asli; wajib menyentuh area kepala.
Kasus (2): Tidak sah, karena perban yang dapat dilepas wajib dilepas sehingga air mengenai kulit.
Kasus (3): Sah, karena mengusap khuf bisa sah walaupun memakainya belum dalam keadaan suci.
Kasus (4): Sah, karena rambut yang keluar dari kepala sah diusap sebagai pengganti bagian rambut dalam.
Diberikan 4 kasus terkait sunnah wudhu:
(1) Langsung menyiram tangan tanpa cuci telapak tangan.
(2) Baca basmalah setelah membasuh wajah.
(3) Berkumur hanya mengoles air di bibir luar.
(4) Istinsyaq hanya menempel air di ujung hidung (karena pilek).
Manakah pernyataan yang BENAR tentang pelaksanaan sunnah wudhu tersebut?
Pilih 2 jawaban yang benar:
Kasus (1): Haram, karena tidak mencuci tangan terlebih dahulu saat masih ragu kesuciannya sebelum menyentuh air kurang dari dua qullah.
Kasus (2): Sunnah tasmiyah tetap terpenuhi meski dibaca setelah sebagian anggota wudhu telah dibasuh.
Kasus (3): Sunnah madhmadhah tidak terpenuhi karena air tidak dimasukkan ke dalam mulut.
Kasus (4): Sunnah istinsyāq tetap terpenuhi karena menempelkan air di ujung hidung sudah mencukupi menurut sebagian ulama.
