WorksheetsQuiz Tentang Kompetensi Guru Kategori Benar/Salah
Total questions: 25
Worksheet time: 37mins
Di kelas IV, Bu Rina mendapati bahwa separuh siswa masih kesulitan memahami konsep pecahan walaupun sudah dijelaskan dua kali. Karena waktu pembelajaran sudah hampir habis, Bu Rina memutuskan untuk tetap melanjutkan materi baru tanpa memberikan remedial agar tidak tertinggal dari jadwal.
Tindakan Bu Rina sudah tepat karena guru harus mengejar target kurikulum.
SALAH
Bu Dina sedang mengajar materi pecahan di kelas 5. Ia sadar bahwa setengah kelas tampak tidak memahami konsep “penyebut sama”. Namun karena minggu ini ada supervisi, ia memilih untuk tetap mengikuti alur modul ajarnya dan menunda remedial sampai minggu depan. Ia berpikir bahwa yang penting seluruh materi selesai dulu agar terlihat sesuai rencana.
Keputusan Bu Dina menunjukkan kemampuan perencanaan pembelajaran yang tepat karena ia konsisten dengan alur modul ajar.
SALAH
Suatu hari kelas Bu Dara cukup gaduh karena sebagian siswa terlihat sudah lelah setelah mengikuti upacara bendera. Karena suasana mulai tidak kondusif, Bu Dara merasa sangat kesal dan langsung memukul meja sambil membentak siswa agar diam. Setelah itu, kelas memang menjadi tenang, tetapi beberapa siswa tampak ketakutan, dan pada sesi tanya jawab tak ada yang berani mengangkat tangan.
Cara Bu Dara menangani kelas sudah tepat untuk menjaga ketertiban.
SALAH
Pak Wahyu memberikan tugas proyek membuat video edukasi tentang hemat energi. Namun ia tidak menjelaskan tujuan kegiatan, tidak memberikan contoh video, dan tidak menjelaskan kriteria penilaian. Akibatnya siswa kebingungan menentukan isi video, durasi, maupun cara penyampaiannya. Di akhir, banyak video yang tidak sesuai harapan dan hasil belajar siswa menjadi tidak optimal.
Pemberian proyek oleh Pak Wahyu sudah sesuai dengan prinsip Project Based Learning.
SALAH
Pak Adi mengikuti pelatihan daring tentang penyusunan rubrik penilaian autentik. Setelah pelatihan, ia memperbaiki rubrik penilaian tugas siswa sehingga lebih jelas, terukur, dan sesuai kompetensi yang diharapkan. Ia juga mengajak rekan sejawat untuk mendiskusikan rubrik tersebut agar dapat diterapkan secara bersama.
Tindakan Pak Adi menunjukkan profesionalisme guru dalam meningkatkan kompetensi diri.
SALAH
Pak Agus diminta oleh komite sekolah untuk menghadiri rapat desa terkait program literasi. Namun hari itu ia sudah berjanji kepada keluarga untuk menghadiri acara penting. Ia memilih tetap pergi ke acara keluarga tetapi mengirimkan laporan tertulis lengkap agar sekolah tetap memiliki wakil.
Pak Agus telah melaksanakan kompetensi sosial dengan baik karena memberi laporan tertulis adalah bentuk partisipasi.
SALAH
Dalam menyusun modul ajar, Pak Hanif menganalisis terlebih dahulu kebutuhan siswa, mempelajari CP (Capaian Pembelajaran), tujuan pembelajaran, karakter tiap siswa, serta menyesuaikannya dengan metode yang relevan. Ia juga menyiapkan asesmen formatif untuk memeriksa pemahaman siswa pada setiap tahap.
Langkah Pak Hanif mencerminkan kompetensi profesional guru dalam perencanaan pembelajaran.
SALAH
Bu Santi selalu dikenal sabar. Namun suatu hari, ia menegur siswa yang melanggar aturan dengan nada cukup tinggi. Setelah itu ia merasa bersalah, tetapi ia tidak meminta maaf karena takut wibawanya hilang. Ia memilih bersikap lebih ramah keesokan harinya sebagai bentuk penebusan.
Tindakan Bu Santi tepat karena meminta maaf dapat menurunkan wibawa guru di mata siswa.
SALAH
Pak Irwan menemukan bahwa materi IPA kelas 4 yang ia ajarkan ternyata memiliki kekeliruan konsep. Ia berniat memperbaikinya minggu depan. Namun karena anak-anak terlihat sangat antusias dengan tugas praktik, ia memutuskan untuk tetap melanjutkan kegiatan meskipun ada kekeliruan dalam teorinya, dengan alasan praktik lebih penting.
Keputusan Pak Irwan benar karena pengalaman langsung lebih berdampak daripada teori yang keliru sedikit.
SALAH
Bu Ratna memberi pilihan kepada siswa apakah ingin belajar dengan diskusi kelompok atau kerja individu. Namun yang terjadi: kelas menjadi tidak kondusif karena mayoritas memilih sendiri-sendiri dan sebagian memilih kelompok, sehingga kelas terbagi dua. Bu Ratna membiarkan keadaan itu karena menurutnya pembelajaran diferensiasi memang harus memberi kebebasan penuh.
Keputusan Bu Ratna sudah sepenuhnya tepat berdasarkan prinsip diferensiasi.
SALAH
Pak Adit menggunakan aplikasi AI untuk membuat soal ulangan. Ia membaca sekilas dan merasa semuanya sudah sesuai. Ternyata beberapa soal memiliki konteks yang tidak cocok dengan lingkungan sekolahnya. Namun hasil belajar siswa tetap tinggi. Ia merasa tidak perlu memperbaiki karena nilai sudah bagus.
Menurut Pak Adit, selama hasil belajar tinggi, penggunaan soal yang konteksnya kurang tepat tidak melanggar profesionalisme.
SALAH
Bu Tika bersikap tegas kepada semua siswa. Tetapi banyak siswa yang merasa Bu Tika tidak ramah. Suatu hari, ada orang tua yang mengkritiknya. Bu Tika menerima kritik tersebut, tetapi dalam hatinya ia yakin bahwa tegas itu memang harus terlihat keras. Namun ia tidak menunjukkan kesal dan tetap tersenyum.
Bu Tika menunjukkan kepribadian yang baik karena berhasil menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap kritik.
SALAH
Bu Nirma memberikan penilaian harian berbasis observasi. Namun karena banyak kelas yang harus diajar, ia melakukan observasi sambil berjalan keliling kelas tanpa catatan. Ia mengandalkan ingatan.
Cara Bu Nirma sudah tepat karena observasi tidak harus selalu dicatat.
SALAH
Bu Lilis mengajar IPA menggunakan eksperimen sederhana. Beberapa siswa tampak lebih fokus pada alatnya, bukan pada konsep. Bu Lilis kemudian menghentikan eksperimen sejenak dan memberikan diskusi terarah 5 menit untuk memastikan siswa memahami konsep di balik kegiatan tersebut, lalu melanjutkan eksperimen.
Tindakan Bu Lilis tepat karena guru boleh menghentikan aktivitas belajar sejenak untuk mengarahkan fokus pada konsep inti.
SALAH
Bu Maya ditegur oleh kepala sekolah karena kelewat tegas dalam menegur siswa. Ia menerima masukan tersebut, lalu mengevaluasi caranya berkomunikasi tanpa membela diri meskipun ia merasa niatnya sudah benar.
Sikap Bu Maya menunjukkan kedewasaan kepribadian meskipun ia merasa tidak sepenuhnya salah.
SALAH
Pak Dani mengajar materi yang sudah ia kuasai bertahun-tahun. Karena merasa sudah ahli, ia tidak membaca lagi perkembangan kurikulum terbaru. Siswa tetap memahami pelajaran dengan baik.
elama siswa memahami pelajaran, tidak ada masalah dengan keputusan Pak Dani untuk tidak memperbarui kompetensi profesionalnya.
SALAH
Bu Halimah merancang asesmen proyek yang sangat kreatif. Namun proyek tersebut memerlukan bahan yang tidak semua siswa punya di rumah. Ia memberi alternatif bahan gratis dari sekolah, tetapi jumlahnya terbatas sehingga beberapa siswa tetap tidak membuat proyek sama sekali.
Asesmen Bu Halimah tetap tepat karena ia sudah menyediakan alternatif meskipun tidak cukup untuk semua.
SALAH
Saat math talk berlangsung, Bu Tami membiarkan siswa berdebat cukup lama meskipun kelas menjadi sedikit ramai. Ia melakukannya karena ingin mendorong keterampilan berpikir kritis dan membiarkan siswa menemukan argumen secara mandiri sebelum memberikan klarifikasi.
Pendekatan Bu Tami benar karena diskusi produktif tidak selalu harus sunyi dan tertib.
SALAH
Bu Ayu memberikan latihan berjenjang: soal mudah untuk pemahaman dasar, soal sedang untuk aplikasi, dan soal sulit untuk menantang siswa yang lebih cepat. Semua siswa boleh mencoba semua tingkat soal sesuai kemampuan.
Strategi Bu Ayu mencerminkan penerapan diferensiasi dengan benar.
SALAH
Bu Lala tidak mengunggah foto-foto siswa di media sosial pribadi meskipun banyak orang tua yang meminta, karena ia ingin menjaga privasi anak.
Keputusan Bu Lala benar sebagai bentuk sikap bertanggung jawab dan menjaga etika.
SALAH
Pak Jojo tidak terlalu aktif di organisasi guru tingkat kecamatan karena jadwal mengajar padat, tetapi ia selalu membantu kegiatan sekolah, berkoordinasi dengan masyarakat, dan menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
Pak Jojo tetap menunjukkan kompetensi sosial yang baik meskipun tidak aktif di organisasi eksternal.
SALAH
Pak Dedi menggunakan tes daring yang dibuat otomatis oleh aplikasi. Ia tidak mengecek kembali tingkat kesulitan dan kesesuaian soal. Ia beranggapan bahwa aplikasi pasti memberikan soal sesuai standar.
Langkah Pak Dedi sudah tepat karena aplikasi umumnya sudah terstandar.
SALAH
Bu Nara memberikan tugas proyek yang dapat dikerjakan dengan berbagai pilihan media (gambar, video, poster, maket). Ia memberikan instruksi yang sama tetapi memberi ruang kreativitas siswa.
Tindakan ini menunjukkan diferensiasi produk yang tepat.
SALAH
Di sebuah kelas 6, Bu Sinta memberikan proyek membuat poster tentang “Hemat Energi”. Saat mengumpulkan tugas, ia menyadari sebagian besar poster siswa mirip seperti hasil template internet. Ia tidak langsung menuduh mencontek, tetapi mengajak diskusi kelas tentang “keaslian karya” dan memberi kesempatan revisi. Sebagian guru lain menilai ia terlalu lembut dan tidak tegas.
Pendekatan Bu Sinta mencerminkan kompetensi pedagogik yang baik karena ia fokus pada pembelajaran nilai akademik, bukan hukuman semata.
SALAH
Pak Harun memposting keluhan tentang siswanya di media sosial dengan harapan masyarakat mengerti beratnya tugas guru. Namun hal itu membuat orang tua siswa merasa tidak dihargai.
Tindakan Pak Harun mencerminkan kompetensi sosial karena ia membuka komunikasi dengan publik.
SALAH
