WorksheetsUntitled Quiz
Total questions: 100
Worksheet time: 55mins
Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh barang yang dijual dalam periode tertentu. Komponen utama dari perhitungan HPP adalah...
Penjualan, Beban Operasional, dan Laba Kotor.
Persediaan Awal, Pembelian Bersih, dan Penjualan Bersih.
Persediaan Awal Barang Dagang, Pembelian Bersih, dan Persediaan Akhir Barang Dagang.
Modal, Prive, dan Kas.
Biaya Gaji, Biaya Sewa, dan Biaya Penyusutan.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) paling relevan dan wajib dilakukan oleh jenis perusahaan...
Perusahaan Jasa
Perusahaan Dagang
Perusahaan Pemerintah
Organisasi Nirlaba
Perusahaan Konsultan
Secara umum, rumus untuk menghitung HPP adalah...
Penjualan Bersih - HPP
Barang Tersedia untuk Dijual + Persediaan Akhir
Pembelian Bersih - Persediaan Awal
Barang Tersedia untuk Dijual - Persediaan Akhir
Persediaan Awal + Pembelian
Akun yang berfungsi untuk menambah nilai total pembelian sehingga meningkatkan Barang Tersedia untuk Dijual adalah...
Retur Pembelian
Potongan Pembelian
Ongkos Angkut Pembelian
Ongkos Angkut Penjualan
Potongan Penjualan
Dua akun berikut ini yang fungsinya adalah mengurangi nilai Pembelian kotor adalah...
Ongkos Angkut Pembelian dan Potongan Penjualan.
Retur Pembelian dan Potongan Pembelian.
Retur Penjualan dan Potongan Penjualan.
Persediaan Awal dan Persediaan Akhir.
Beban Gaji dan Beban Iklan.
Istilah "Barang Tersedia untuk Dijual" (BTUD) dalam perhitungan HPP diperoleh dari penjumlahan akun...
Pembelian Bersih + Retur Pembelian
Persediaan Awal Barang Dagang + Pembelian Bersih
Persediaan Awal Barang Dagang + Pembelian Kotor
Penjualan Bersih + HPP
Persediaan Akhir Barang Dagang + HPP
Pengertian Pembelian Bersih adalah total pembelian barang dagang setelah dikurangi...
Perhitungan Pembelian Bersih (Sederhana) Data: Pembelian Rp 20.000.000, Retur Pembelian Rp 1.000.000, Potongan Pembelian Rp 500.000. Berapakah Pembelian Bersihnya?
Rp 21.500.000
Rp 21.000.000
Rp 19.500.000
Rp 18.500.000
Rp 18.000.000
Hasil dari perhitungan HPP disajikan di bagian mana dari Laporan Keuangan?
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan Arus Kas
Laporan Laba Rugi
Laporan Perubahan Modal
Catatan Atas Laporan Keuangan
Persediaan Barang Dagang yang ada pada awal periode akuntansi (1 Januari) disebut...
Persediaan Barang Jadi
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Cadangan
Persediaan Awal
Hubungan HPP dan Laba Kotor. Harga Pokok Penjualan (HPP) digunakan untuk menghitung Laba Kotor dengan cara...
Laba Kotor = HPP - Penjualan Bersih
Laba Kotor = Penjualan Bersih - HPP
Laba Kotor = HPP + Beban Usaha
Laba Kotor = Penjualan Bersih + HPP
Laba Kotor = Total Pendapatan - Total Beban
Metode pencatatan persediaan yang mengharuskan pencatatan HPP setiap kali terjadi penjualan adalah...
Metode Periodik
Metode FIFO
Metode LIFO
Metode Average
Metode Perpetual
Akun "Retur Pembelian" memiliki saldo normal yang sama dengan akun...
Pembelian
HPP
Beban Usaha
Kas
Penjualan
Jika Persediaan Akhir barang dagang dicatat terlalu besar (overstated), dampaknya terhadap HPP adalah...
HPP akan menjadi terlalu besar (overstated)
HPP akan menjadi terlalu kecil (understated)
HPP tidak terpengaruh
HPP akan menjadi sama
Manakah urutan yang benar dalam siklus perhitungan HPP?
HPP → Penjualan Bersih → Barang Tersedia untuk Dijual
Persediaan Akhir → Pembelian Bersih → HPP
Pembelian Bersih → Barang Tersedia untuk Dijual → HPP
Persediaan Awal → Persediaan Akhir → HPP
Laba Kotor → HPP → Penjualan
Persediaan Awal Rp 3.000.000 dan Pembelian Bersih Rp 7.500.000. Berapa nilai Barang Tersedia untuk Dijual (BTUD)?
Rp 4.500.000
Rp 7.500.000
Rp 10.500.000
Rp 11.500.000
Rp 3.000.000
Komponen mana yang selalu menjadi titik awal dalam perhitungan HPP?
Pembelian
Persediaan Awal Barang Dagang
Persediaan Akhir Barang Dagang
Ongkos Angkut Pembelian
Pemasukan Penjualan Kotor dikurangi dengan Retur Penjualan dan Potongan Penjualan akan menghasilkan...
Total Pendapatan
Harga Pokok Penjualan
Penjualan Bersih
Laba Bersih
Laba Kotor
Potongan Penjualan merupakan akun yang berkaitan dengan pendapatan, dan akun ini...
Menambah HPP.
Mengurangi HPP.
Tidak memengaruhi perhitungan HPP secara langsung.
Mengurangi Pembelian Bersih.
Menambah Persediaan Awal.
Dalam perusahaan manufaktur, istilah yang setara dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk perusahaan dagang adalah...
Harga Pokok Produksi (HPP)
Biaya Overhead Pabrik
Persediaan Bahan Baku
Harga Pokok Barang Jadi yang Dijual
Harga Pokok Barang Dalam Proses
Pada tahun 2024, UD Maju Jaya mencatat data berikut: - Pembelian: Rp 45.000.000 - Ongkos Angkut Pembelian: Rp 1.500.000 - Retur Pembelian: Rp 2.000.000 - Potongan Pembelian: Rp 500.000 Berapakah nilai Pembelian Bersih UD Maju Jaya?
Rp 47.000.000
Rp 45.500.000
Rp 44.000.000
Rp 43.500.000
Rp 42.500.000
PT Sejahtera memiliki data sebagai berikut: Persediaan Awal Rp 15.000.000. Selama periode, total Pembelian Rp 60.000.000, Retur Pembelian Rp 3.000.000, Ongkos Angkut Pembelian Rp 1.000.000. Nilai Barang Tersedia untuk Dijual (BTUD) adalah...
Rp 76.000.000
Rp 73.000.000
Rp 71.000.000
Rp 67.000.000
Rp 63.000.000
Toko Serba Ada mencatat:
- Persediaan Awal: Rp 10.000.000
- Pembelian Bersih: Rp 45.000.000
- Persediaan Akhir: Rp 7.000.000
Berapakah Harga Pokok Penjualan (HPP) toko tersebut?
(a)
Saat terjadi Retur Pembelian barang dagang secara kredit, jurnal yang benar (menggunakan metode periodik) adalah...
(D) Kas; (K) Retur Pembelian
(D) Utang Dagang; (K) Kas
(D) Utang Dagang; (K) Retur Pembelian
(D) Retur Pembelian; (K) Utang Dagang
(D) Persediaan; (K) Utang Dagang
Semakin besar nilai Potongan Pembelian yang berhasil diperoleh perusahaan, maka dampaknya terhadap HPP (dengan asumsi komponen lain tetap) adalah...
HPP akan meningkat.
HPP akan menurun.
HPP tidak berubah.
HPP sama dengan Potongan Pembelian.
HPP menjadi tidak terdefinisi.
Jika diketahui Barang Tersedia untuk Dijual (BTUD) adalah Rp 80.000.000, dan Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah Rp 65.000.000, maka berapakah nilai Persediaan Akhir barang dagang?
Rp 15.000.000
Rp 25.000.000
Rp 65.000.000
UD Bahagia memiliki HPP Rp 90.000.000, Persediaan Awal Rp 20.000.000, dan Persediaan Akhir Rp 15.000.000. Berapakah nilai Pembelian Bersihnya?
Rp 95.000.000
Rp 85.000.000
Rp 70.000.000
Rp 125.000.000
Rp 105.000.000
Jika Persediaan Awal dicatat sebesar Rp 12.000.000 dan Pembelian Bersih dicatat sebesar Rp 50.000.000, namun ternyata Pembelian bersih tersebut salah hitung (seharusnya Rp 48.000.000), maka nilai Barang Tersedia untuk Dijual (BTUD) yang seharusnya adalah...
Rp 64.000.000
Rp 62.000.000
Rp 60.000.000
Rp 50.000.000
Rp 48.000.000
Perhitungan Laba Kotor Penjualan Bersih PT Fajar senilai Rp 150.000.000. HPP yang diperoleh adalah Rp 95.000.000. Berapakah Laba Kotor yang dihasilkan PT Fajar?
Rp 245.000.000
Rp 150.000.000
Rp 95.000.000
Rp 55.000.000
Rp 0
Perhitungan Pembelian Kotor Diketahui: Pembelian Bersih Rp 40.000.000, Retur Pembelian Rp 1.500.000, Potongan Pembelian Rp 500.000, Ongkos Angkut Pembelian Rp 1.000.000. Berapakah nilai Pembelian Kotor?
Rp 43.000.000
Rp 42.000.000
Rp 41.500.000
Rp 41.000.000
Rp 39.000.000
Sebuah perusahaan salah mencatat "Ongkos Angkut Penjualan" sebesar Rp 500.000 ke dalam akun "Ongkos Angkut Pembelian". Dampaknya terhadap HPP adalah...
HPP tidak terpengaruh.
HPP dicatat terlalu rendah Rp 500.000.
HPP dicatat terlalu tinggi Rp 500.000.
HPP dicatat terlalu tinggi Rp 1.000.000.
Laba Kotor tidak terpengaruh.
Jika pada akhir periode, nilai Persediaan Akhir (PA) lebih besar daripada Persediaan Awal (PAw), maka secara matematis, jika komponen Pembelian Bersih dianggap nol, HPP akan bernilai...
Positif
Nol
Negatif
Sama dengan PAw
Tidak dapat dihitung
Dalam metode periodik, akun yang digunakan untuk memindahkan saldo akun-akun Pembelian, Ongkos Angkut Pembelian, Retur, dan Potongan pada akhir periode adalah...
Laba Kotor
Kas
Modal
Ikhtisar Laba/Rugi
Persediaan
Jika sebuah perusahaan mencatat Persediaan Akhir pada tahun berjalan terlalu rendah (understated), dampaknya pada Laba Bersih tahun berjalan dan HPP tahun berikutnya adalah...
Laba Bersih Overstated, HPP tahun berikutnya Understated.
Laba Bersih Understated, HPP tahun berikutnya Overstated.
Laba Bersih Understated, HPP tahun berikutnya Understated.
Laba Bersih Overstated, HPP tahun berikutnya Overstated.
Tidak ada dampak.
Penentuan HPP (Periodik) Dalam metode periodik, penentuan nilai HPP dilakukan...
Setiap terjadi transaksi pembelian.
Setiap terjadi transaksi penjualan.
Setiap saat perusahaan membutuhkan.
Pada akhir periode akuntansi setelah melakukan perhitungan fisik persediaan.
Setiap awal bulan.
Kebijakan FOB Shipping Point Jika pembelian barang dagang menggunakan syarat FOB Shipping Point, maka biaya angkut barang menjadi tanggung jawab...
Penjual dan dicatat sebagai Ongkos Angkut Penjualan.
Pembeli dan dicatat sebagai Ongkos Angkut Pembelian.
Penjual dan dicatat sebagai Ongkos Angkut Pembelian.
Pembeli dan dicatat sebagai Ongkos Angkut Penjualan.
Penjual dan pembeli bersama-sama menanggung biaya angkut.
Retur Pembelian sebesar Rp 5.000.000 dicatat dengan benar. Jika Retur Pembelian ini salah diakui sebagai Retur Penjualan, dampak pada HPP dan Laba Kotor perusahaan adalah...
HPP dan Laba Kotor overstated.
HPP dan Laba Kotor understated.
HPP overstated, Laba Kotor understated.
HPP understated, Laba Kotor overstated.
HPP tidak terpengaruh, Laba Kotor understated.
PT Jaya Abadi memiliki HPP Rp 120.000.000, Persediaan Akhir Rp 25.000.000, dan Pembelian Bersih Rp 130.000.000. Berapakah nilai Persediaan Awalnya?
Rp 155.000.000
Rp 15.000.000
Rp 5.000.000
Rp 145.000.000
Rp 115.000.000
HPP Lengkap Data: Persediaan Awal (PAw) Rp 5.000.000, Pembelian Kotor Rp 30.000.000, Retur Pembelian Rp 1.000.000, Ongkos Angkut Pembelian Rp 500.000, Persediaan Akhir (PAk) Rp 4.000.000. HPP-nya adalah...
Rp 30.500.000
Rp 31.000.000
Rp 30.500.000
Fungsi utama perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) bagi manajemen perusahaan adalah...
Untuk menentukan besarnya utang perusahaan.
Sebagai salah satu dasar penentuan harga jual dan analisis profitabilitas.
Untuk mencatat semua transaksi kas yang terjadi.
Untuk mengetahui saldo akhir modal pemilik.
Sebagai dasar untuk menghitung beban operasional.
41. Analisis Laba Kotor (Bekerja Terbalik) Diketahui: Penjualan Bersih Rp 100.000.000. Laba Kotor yang diharapkan adalah 30% dari Penjualan Bersih. Persediaan Awal Rp 15.000.000 dan Persediaan Akhir Rp 20.000.000. Berapakah nilai Pembelian Bersih yang harus dilakukan perusahaan?
Rp 70.000.000
Rp 75.000.000
Rp 85.000.000
Rp 90.000.000
Rp 105.000.000
Dampak Kesalahan Berganda: Sebuah perusahaan mencatat Persediaan Awal terlalu tinggi sebesar Rp 5.000.000 dan Persediaan Akhir terlalu rendah sebesar Rp 3.000.000. Jika Pembelian Bersih tercatat benar, bagaimana dampak komulatif kesalahan tersebut terhadap Laba Kotor?
Laba Kotor menjadi terlalu rendah sebesar Rp 8.000.000
Laba Kotor menjadi terlalu tinggi sebesar Rp 8.000.000
Laba Kotor menjadi terlalu rendah sebesar Rp 2.000.000
Laba Kotor menjadi terlalu tinggi sebesar Rp 2.000.000
Pilih jawaban yang benar!
Laba Kotor overstated Rp 8.000.000.
Laba Kotor understated Rp 2.000.000.
Laba Kotor understated Rp 8.000.000.
Laba Kotor overstated Rp 2.000.000.
Laba Kotor overstated Rp 5.000.000.
Dalam perusahaan manufaktur, HPP dihitung dengan rumus: Persediaan Awal Barang Jadi + Harga Pokok Produksi (COGM) - Persediaan Akhir Barang Jadi. Jika COGM adalah Rp 500.000.000, Persediaan Awal Barang Jadi Rp 40.000.000, dan HPP tercatat Rp 480.000.000, berapakah nilai Persediaan Akhir Barang Jadi?
Rp 20.000.000
Rp 40.000.000
Rp 60.000.000
Rp 80.000.000
Rp 540.000.000
Analisis Jurnal Penyesuaian Persediaan Pada akhir periode, barang dagang yang ada di gudang senilai Rp 15.000.000. Menggunakan metode periodik dengan pendekatan Ikhtisar Laba/Rugi, jurnal penyesuaian untuk mencatat Persediaan Akhir yang benar adalah...
(D) Persediaan Awal Rp 15 juta; (K) Ikhtisar L/R Rp 15 juta
(D) HPP Rp 15 juta; (K) Persediaan Rp 15 juta
(D) Ikhtisar L/R Rp 15 juta; (K) Persediaan Akhir Rp 15 juta
(D) Persediaan Akhir Rp 15 juta; (K) Ikhtisar L/R Rp 15 juta
(D) Ikhtisar L/R Rp 15 juta; (K) HPP Rp 15 juta
Bagaimana perlakuan kerugian barang hilang (normal loss) senilai Rp 2.000.000 dalam perhitungan HPP metode periodik di PT Damai Jaya?
Kerugian dimasukkan sebagai bagian dari HPP.
Kerugian dicatat sebagai beban operasional.
Kerugian diabaikan dalam perhitungan HPP.
Kerugian dicatat sebagai persediaan akhir.
Mencari Komponen Pembelian (Variabel Tersembunyi) Toko Makmur mencatat: Pembelian Kotor Rp 60.000.000, Ongkos Angkut Pembelian Rp 2.000.000. Total Retur Pembelian dan Potongan Pembelian adalah 5% dari Pembelian Kotor. Berapakah Pembelian Bersih Toko Makmur?
Rp 57.000.000
Rp 59.000.000
Rp 60.000.000
Rp 59.000.000
Rp 62.000.000
Jika Persediaan Akhir Tahun 1 dicatat terlalu rendah, bagaimana dampak kesalahan tersebut pada Laba Kotor Tahun 1 dan Laba Kotor Tahun 2?
LK Tahun 1 Overstated, LK Tahun 2 Understated.
LK Tahun 1 Understated, LK Tahun 2 Overstated.
LK Tahun 1 Understated, LK Tahun 2 Understated.
LK Tahun 1 Overstated, LK Tahun 2 Overstated.
Tidak ada dampak.
Sebuah perusahaan menggunakan metode estimasi untuk menghitung persediaan akhir. Diketahui: Persediaan Awal Rp 30.000.000, Pembelian Bersih Rp 120.000.000, Penjualan Bersih Rp 180.000.000. Jika persentase Laba Kotor adalah 40% dari Penjualan Bersih, berapakah estimasi Persediaan Akhir?
Persentase HPP terhadap Penjualan Bersih?
30%
40%
60%
70%
75%
50. Jurnal Penjualan (Perpetual) Dalam metode perpetual, setiap kali terjadi penjualan barang dagang secara kredit senilai Rp 10.000.000 (Harga Jual) dengan HPP Rp 7.000.000, maka jurnal yang dibuat adalah...
(D) Kas Rp 10 juta; (K) Penjualan Rp 10 juta.
(D) Piutang Rp 10 juta; (K) Penjualan Rp 10 juta.
(D) HPP Rp 7 juta; (K) Pembelian Rp 7 juta.
D. Pilihan B dan 0*OE. (D) Piutang Dagang Rp 10 juta; (K) Penjualan Rp 10 juta DAN (D) HPP Rp 7 juta; (K) Persediaan Rp 7 juta.
Komponen utama HPP: Persediaan Awal, Pembelian Bersih, dan ...
Persediaan Akhir
Penjualan Bersih
Beban Operasi
Pendapatan Diterima
Persediaan Akhir.
Persediaan Akhir.
Persediaan Awal.
Harga Pokok Penjualan.
Pendapatan Bersih.
Apa itu HPP?
HPP adalah konsep yang wajib dihitung oleh perusahaan yang menjual barang fisik (Perusahaan Dagang dan Manufaktur).
HPP adalah laporan keuangan yang hanya digunakan oleh perusahaan jasa.
HPP adalah metode penentuan harga jual produk secara acak.
HPP adalah sistem pembayaran pajak perusahaan.
HPP = Barang Tersedia untuk Dijual - Persediaan Akhir.
HPP = Barang Tersedia untuk Dijual - Persediaan Akhir.
HPP = Persediaan Akhir - Barang Tersedia untuk Dijual.
HPP = Persediaan Awal + Persediaan Akhir.
HPP = Barang Tersedia untuk Dijual + Persediaan Akhir.
Ongkos Angkut Pembelian ditambahkan ke Pembelian untuk mendapatkan nilai Pembelian Bersih.
Ongkos Angkut Pembelian ditambahkan ke Pembelian untuk mendapatkan nilai Pembelian Bersih.
Ongkos Angkut Pembelian dikurangkan dari Pembelian untuk mendapatkan nilai Pembelian Bersih.
Ongkos Angkut Pembelian tidak mempengaruhi nilai Pembelian Bersih.
Ongkos Angkut Pembelian ditambahkan ke Penjualan untuk mendapatkan nilai Pembelian Bersih.
Retur dan Potongan Pembelian mengurangi nilai Pembelian kotor.
Retur dan Potongan Pembelian mengurangi nilai Pembelian kotor.
Retur dan Potongan Pembelian menambah nilai Pembelian kotor.
Retur dan Potongan Pembelian tidak mempengaruhi nilai Pembelian kotor.
Retur dan Potongan Pembelian hanya berlaku untuk penjualan.
Apa itu BTUD?
BTUD adalah Persediaan Awal ditambah total barang yang dibeli (Pembelian Bersih).
BTUD adalah total penjualan dikurangi retur penjualan.
BTUD adalah jumlah kas yang tersedia di akhir periode.
BTUD adalah biaya tenaga kerja langsung dalam produksi.
Pembelian Bersih = Pembelian Kotor + Ongkos Angkut Pembelian - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian).
Pembelian Bersih = Pembelian Kotor + Ongkos Angkut Pembelian - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian).
Pembelian Bersih = Pembelian Kotor - Ongkos Angkut Pembelian + (Retur Pembelian + Potongan Pembelian).
Pembelian Bersih = Pembelian Kotor + Ongkos Angkut Pembelian + (Retur Pembelian - Potongan Pembelian).
Pembelian Bersih = Pembelian Kotor - Ongkos Angkut Pembelian - (Retur Pembelian + Potongan Pembelian).
Rp 20 juta - Rp 1 juta - Rp 500 ribu = ?
Rp 18.500.000.
Rp 19.000.000.
Rp 18.000.000.
Rp 17.500.000.
HPP adalah unsur biaya yang dikurangkan dari Penjualan Bersih untuk mendapatkan Laba Kotor dalam Laporan Laba Rugi.
HPP adalah unsur biaya yang dikurangkan dari Penjualan Bersih untuk mendapatkan Laba Kotor dalam Laporan Laba Rugi.
HPP adalah unsur pendapatan yang ditambahkan ke Penjualan Bersih untuk mendapatkan Laba Kotor dalam Laporan Laba Rugi.
HPP adalah unsur biaya yang ditambahkan ke Penjualan Bersih untuk mendapatkan Laba Kotor dalam Laporan Laba Rugi.
HPP adalah unsur pendapatan yang dikurangkan dari Penjualan Bersih untuk mendapatkan Laba Kotor dalam Laporan Laba Rugi.
Apa yang disebut Persediaan Awal?
Persediaan pada awal periode (misal 1 Januari) disebut Persediaan Awal.
Persediaan pada akhir periode disebut Persediaan Awal.
Persediaan yang sudah habis terjual disebut Persediaan Awal.
Persediaan yang baru dibeli disebut Persediaan Awal.
Rumus Laba Kotor = Penjualan Bersih - HPP.
Rumus Laba Kotor = Penjualan Bersih - HPP.
Rumus Laba Kotor = HPP - Penjualan Bersih.
Rumus Laba Kotor = Penjualan Bersih + HPP.
Rumus Laba Kotor = Penjualan Bersih x HPP.
Metode Perpetual mencatat mutasi persediaan dan HPP secara real-time?
Metode Perpetual terus mencatat mutasi persediaan dan HPP secara real-time (setiap penjualan).
Metode Perpetual hanya mencatat persediaan di akhir periode saja.
Metode Perpetual tidak mencatat HPP sama sekali.
Metode Perpetual mencatat persediaan secara manual tanpa sistem.
Akun Retur Pembelian bersaldo Kredit (sama dengan Penjualan) karena mengurangi Pembelian (saldo Debet).
Akun Retur Pembelian bersaldo Kredit (sama dengan Penjualan) karena mengurangi Pembelian (saldo Debet).
Akun Retur Pembelian bersaldo Debet karena menambah Pembelian (saldo Debet).
Akun Retur Pembelian bersaldo Kredit karena menambah Pembelian (saldo Kredit).
Akun Retur Pembelian bersaldo Debet karena mengurangi Penjualan (saldo Kredit).
Jika Persediaan Akhir ( Pakhir ) naik, maka HPP ( =BTUD−Pakhir ) akan turun (understated).
Jika Persediaan Akhir ($P_{akhir}$) naik, maka HPP ($=BTUD - P_{akhir}$) akan turun (understated).
Jika Persediaan Akhir ($P_{akhir}$) naik, maka HPP ($=BTUD - P_{akhir}$) akan naik (overstated).
Jika Persediaan Akhir ($P_{akhir}$) turun, maka HPP ($=BTUD - P_{akhir}$) akan turun (understated).
Jika Persediaan Akhir ($P_{akhir}$) tetap, maka HPP ($=BTUD - P_{akhir}$) akan naik (overstated).
Pembelian Bersih dihitung, lalu ditambah Persediaan Awal menjadi BTUD, terakhir dikurangi Persediaan Akhir menjadi HPP.
Pembelian Bersih dihitung, lalu ditambah Persediaan Awal menjadi BTUD, terakhir dikurangi Persediaan Akhir menjadi HPP.
Pembelian Bersih dihitung, lalu dikurangi Persediaan Awal menjadi BTUD, terakhir ditambah Persediaan Akhir menjadi HPP.
Pembelian Bersih dihitung, lalu ditambah Persediaan Akhir menjadi BTUD, terakhir dikurangi Persediaan Awal menjadi HPP.
Pembelian Bersih dihitung, lalu dikurangi Persediaan Akhir menjadi BTUD, terakhir ditambah Persediaan Awal menjadi HPP.
Rp 3.000.000 + Rp 7.500.000 = ?
Rp 10.500.000.
Rp 9.500.000.
Rp 11.000.000.
Rp 10.000.000.
HPP selalu diawali dengan nilai persediaan yang ada di awal periode?
HPP selalu diawali dengan nilai persediaan yang ada di awal periode (Persediaan Awal).
HPP selalu diawali dengan nilai penjualan akhir periode.
HPP selalu diawali dengan nilai kas yang tersedia.
HPP selalu diawali dengan nilai utang dagang.
Penjualan Bersih = Penjualan Kotor - (Retur Penjualan + Potongan Penjualan).
Penjualan Bersih = Penjualan Kotor - (Retur Penjualan + Potongan Penjualan).
Penjualan Bersih = Penjualan Kotor + Retur Penjualan + Potongan Penjualan.
Penjualan Bersih = Penjualan Kotor - Retur Penjualan x Potongan Penjualan.
Penjualan Bersih = Penjualan Kotor + (Retur Penjualan - Potongan Penjualan).
Potongan Penjualan mengurangi Penjualan Bersih, tidak ada hubungannya langsung dengan komponen HPP.
Potongan Penjualan mengurangi Penjualan Bersih, tidak ada hubungannya langsung dengan komponen HPP.
Potongan Penjualan menambah komponen HPP secara langsung.
Potongan Penjualan hanya mempengaruhi harga pokok penjualan.
Potongan Penjualan meningkatkan Penjualan Bersih.
Dalam manufaktur, yang dijual adalah Barang Jadi, maka HPP-nya adalah?
Harga Pokok Barang Jadi yang Dijual.
Harga Pokok Bahan Baku yang Digunakan.
Harga Pokok Tenaga Kerja Langsung.
Harga Pokok Barang dalam Proses.
Pilih jawaban yang benar untuk perhitungan berikut: Rp 45 jt + Rp 1,5 jt - Rp 2 jt - Rp 500 ribu = ...
Rp 40.000.000
Rp 44.000.000
Rp 44.000.000
Rp 45.000.000
Pilih jawaban yang benar untuk perhitungan berikut: BTUD = PAw + PB = 15 jt + 58 jt = ...
Rp 73.000.000
Rp 73.000.000
Rp 70.000.000
Rp 75.000.000
Pilih jawaban yang benar untuk perhitungan berikut: HPP = 55 jt - 7 jt = ...
Rp 48.000.000
Rp 50.000.000
Rp 48.000.000
Rp 47.000.000
Saat Retur Pembelian secara kredit, utang berkurang dan akun Retur Pembelian bertambah. Pilih jawaban yang benar.
Utang bertambah
Retur Pembelian berkurang
Utang berkurang dan Retur Pembelian bertambah
Utang tetap
Potongan Pembelian mengurangi Pembelian Bersih, yang pada akhirnya mengurangi HPP. Pilih jawaban yang benar.
Potongan Pembelian menambah HPP
Potongan Pembelian mengurangi HPP
Potongan Pembelian tidak mempengaruhi HPP
Potongan Pembelian menambah Pembelian Bersih
26. PAK = BTUD - HPP. HPP = BTUD - PAK. Jika PAK naik, maka HPP harus turun, sehingga HPP = 80 jt - 65 jt = ...
Rp 15.000.000
Rp 20.000.000
Rp 10.000.000
Rp 25.000.000
BTUD = HPP + PAK = 90 jt + 15 jt = 105 jt. PB = BTUD - PAw = 105 jt - 20 jt = ...
Rp 85.000.000
Rp 85.000.000
Rp 80.000.000
Rp 90.000.000
Pembelian Bersih seharusnya = Rp 48.000.000. BTUD seharusnya = 12 jt + 48 jt = ...
Rp 60.000.000
Rp 55.000.000
Rp 60.000.000
Rp 58.000.000
Laba Kotor = Penjualan Bersih - HPP = 150 jt - 95 jt = ...
Rp 55.000.000
Rp 50.000.000
Rp 45.000.000
Rp 60.000.000
PB = PK + OAP - Retur - Pot. 40jt=PK+1jt−1,5jt−0,5jt . 40jt=PK−1jt . Pilih jawaban yang benar.
Rp 41.000.000
Rp 40.000.000
Rp 39.000.000
Rp 42.000.000
OAP menambah HPP. OAJ adalah beban usaha. Jika OAJ dicatat sebagai OAP, maka HPP menjadi overstated Rp 500.000. Pilih jawaban yang benar.
OAP menambah HPP
OAJ menambah HPP
OAP tidak mempengaruhi HPP
OAJ tidak mempengaruhi HPP
HPP = PAw + PB - PAK. Jika PAk>PAw dan PB=0 , maka HPP bernilai negatif. Pilih jawaban yang benar.
HPP positif
HPP negatif
HPP negatif
HPP nol
Akun Pembelian, OAP, Retur, dan Potongan ditutup ke akun sementara Ikhtisar Laba/Rugi (metode periodik). Pilih jawaban yang benar.
Akun Pembelian ditutup ke OAP
Akun Retur ditutup ke OAP
Akun Potongan ditutup ke OAP
Akun Pembelian, OAP, Retur, dan Potongan ditutup ke Ikhtisar Laba/Rugi
PAK Understated $ ightarrow HPPtahunberjalanOverstated ightarrow LabaBersihtahunberjalanUnderstated.PAKtahunberjalanmenjadiPAwtahunberikutnya ightarrow PAwtahunberikutnyaUnderstated ightarrow$ HPP tahun berikutnya Overstated. Revisi jawaban: Laba Bersih tahun berikutnya akan understated karena PAw-nya understated. Laba Bersih tahun berikutnya overstated. Jawaban B adalah yang paling mendekati, namun terdapat kesalahan pada opsi (asumsi dampak jangka panjang pada HPP tahun berikutnya). HPP thn berikutnya = (PAw Unders) + PB - PAK. HPP thn berikutnya akan lebih rendah (Understated) dari seharusnya. Pilih jawaban yang benar.
Laba Bersih Tahun 1 Unders, Laba Bersih Tahun 2 Overs
Laba Bersih Tahun 1 Unders, HPP Unders
LB Unders, HPP Overs
LB T1 Unders, HPP T1 Overs, HPP T2 Unders
Metode Periodik mengharuskan perhitungan fisik di akhir periode untuk mengetahui Persediaan Akhir, barulah HPP dapat dihitung.
Benar
Salah
Tidak tahu
D (jawaban benar)
FOB Shipping Point: Kepemilikan pindah di gudang penjual, maka biaya angkut menjadi tanggungan pembeli (Ongkos Angkut Pembelian).
Salah
Benar
Tidak tahu
B (jawaban benar)
Retur Pembelian (K) → Mengurangi HPP. Jika dicatat sebagai Retur Penjualan (D) → Mengurangi Penjualan Bersih → Meningkatkan Laba Kotor. Dampak: HPP Overstated (seharusnya dikurangi Retur), Laba Kotor Understated (Penjualan Bersih terlalu rendah).
Salah
Benar
Tidak tahu
C (jawaban benar)
BTUD = HPP + PAK = 120 jt + 25 jt = 145 jt. PAw = BTUD - PB = 145 jt - 130 jt = Rp 15.000.000.
Salah
Benar
Tidak tahu
B (jawaban benar)
PB = 30 jt - 1 jt + 0.5 jt = 29.5 jt. BTUD = 5 jt + 29.5 jt = 34.5 jt. HPP = 34.5 jt - 4 jt = Rp 30.500.000.
Salah
Benar
Tidak tahu
C (jawaban benar)
HPP adalah biaya terpenting, bersama Laba Kotor, untuk menganalisis profitabilitas dan menentukan margin harga jual.
Benar
Salah
Tidak tahu
A (jawaban benar)
HPP = Penjualan Bersih - Laba Kotor. LK = 30% x 100 jt = 30 jt. HPP = 100 jt - 30 jt = 70 jt. PB = HPP + PAw + PAK = 70 jt + 15 jt + 20 jt = Rp 75.000.000.
Salah
Benar
Tidak tahu
C (jawaban benar)
PAw Overs → BTUD Overs → HPP Overs (+ 5 jt). PAK Unders → HPP Overs (+ 3 jt). Total HPP Overstated 5 jt + 3 jt = 8 jt. HPP Overs → Laba Kotor Understated Rp 8.000.000.
Salah
Benar
Tidak tahu
C (jawaban benar)
Soal nomor 43: HPP=PAwBJ+COGM−PAKBJ . 480jt=40jt+500jt−PAKBJ . 480jt=540jt−PAKBJ . PAKBJ=540jt−480jt=∗∗Rp60.000.000∗∗ . Pilih jawaban yang benar dari opsi berikut:
Rp 40.000.000
Rp 50.000.000
Rp 60.000.000
Rp 70.000.000
Jurnal penyesuaian untuk mencatat Persediaan Akhir pada metode periodik (pendekatan Ikhtisar L/R) adalah:
Ikhtisar Laba/Rugi
Persediaan Barang Dagang
HPP
Persediaan Akhir
Dalam periodik, kerugian normal tidak dijurnal. Kerugian ini akan mengurangi fisik Persediaan Akhir yang dihitung. HPP=BTUD−PAK . Karena PAK berkurang, HPP akan meningkat. Pilih jawaban yang benar dari opsi berikut:
A. HPP menurun
B. HPP meningkat
C. HPP tetap
D. HPP tidak berubah
Soal nomor 46: Pengurang Pembelian = 5% x Rp 60.000.000 = Rp 3.000.000. PB = PK + OAP - Pengurang = 60 jt + 2 jt - 3 jt = Rp 59.000.000. Pilih jawaban yang benar dari opsi berikut:
Rp 60.000.000
Rp 58.000.000
Rp 61.000.000
Rp 59.000.000
Soal nomor 47: T1: PAK Unders → HPP Overs → LK Understated. T2: PAw (dari T1) Unders → HPP Unders → LK Overstated. Pilih jawaban yang benar dari opsi berikut:
A. LK Understated
B. LK Overstated
C. LK Tetap
D. LK Tidak berubah
Soal nomor 48: BTUD = 30 jt + 120 jt = 150 jt. HPP Estimasi = 100% - 40% = 60% dari Penjualan Bersih. HPP Estimasi = 60% x 180 jt = 108 jt. PAK Estimasi = BTUD - HPP Estimasi = 150 jt - 108 jt = Rp 42.000.000. Pilih jawaban yang benar dari opsi berikut:
Rp 40.000.000
Rp 42.000.000
Rp 44.000.000
Rp 45.000.000
