NEW
Font size
WorksheetsSOAL SASTRA XII
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
"سَأُسَافِرُ مِنَ القَاهِرَةِ إِلَى المَدِينَةِ ثُمَّ غَدًا بِالطَّائِرَةِ." Manakah pernyataan yang paling tepat menjelaskan peran gabungan dari ketiga huruf jar yang digarisbawahi dalam kalimat di atas?
Semuanya menunjukkan hubungan waktu dan sebab.
مِن dan إِلَى menunjukkan arah pergerakan, sedangkan بِ menunjukkan alat/cara.
Ketiganya berfungsi untuk menjadikan kata setelahnya berharakat dhommah.
مِن menunjukkan tempat asal, إِلَى menunjukkan tujuan, dan بِ menunjukkan tempat keberangkatan.
مِن dan إِلَى menunjukkan pilihan, sedangkan بِ menunjukkan penyertaan.
Jika Anda ingin menyatakan "Aku pergi ke toko buku dan kemudian ke perpustakaan" dalam bahasa Arab, manakah pilihan yang paling tepat dan secara nahwu benar?
ذَهَبْتُ إِلَى مَكْتَبَةٍ ثُمَّ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ وَ ثُمَّ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ ثُمَّ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
ذَهَبْتُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ وَ إِلَى الْمَكْتَبَةِ
ذَهَبْتُ إِلَى مَكْتَبَةٍ وَ ثُمَّ إِلَى مَكْتَبَةٍ
Perhatikan dua kalimat berikut: a. جَاءَ أَحْمَدُ وَ مُحَمَّدٌ b. جَاءَ أَحْمَدُ بَلْ مُحَمَّدٌ Apa perbedaan mendasar yang ditimbulkan oleh penggantian huruf ‘athaf وَ dengan بَلْ terhadap makna dan struktur hubungan antara subjek?
وَ menunjukkan pertentangan, sementara بَلْ menunjukkan penyertaan.
Kedua kalimat memiliki makna yang sama, yaitu Ahmad dan Muhammad datang.
وَ menunjukkan Ahmad dan Muhammad sama-sama datang, sedangkan بَلْ menunjukkan bahwa Muhammad datang, dan Ahmad tidak datang (menunjukkan pengecualian/perbaikan).
وَ menunjukkan pilihan, sedangkan بَلْ menunjukkan urutan waktu tanpa jeda.
Kedua huruf ‘athaf tersebut tidak memengaruhi i‘rab dari al-ma‘thūf ‘alaih (أَحْمَدُ).
Menurut kaidah Huruf Jar, kata benda (isim) yang terletak setelahnya harus berharakat kasrah (menjadi isim majrūr). Manakah kondisi di bawah ini yang TIDAK mungkin terjadi pada kata setelah Huruf Jar?
Kata benda memiliki i‘rāb jar (kasrah) yang terlihat jelas (zhāhirah).
Kata benda setelahnya adalah al-ma‘tūf yang i‘rāb-nya mengikuti al-ma‘tūf ‘alaih yang telah majrūr.
Kata benda tersebut berharakat fathah karena merupakan maf‘ūl bih (objek).
Kata benda berharakat kasrah dan menunjukkan hubungan tempat.
Huruf jar digabungkan dengan isim yang menunjukkan waktu.
Manakah kalimat Arab yang paling tepat untuk menggambarkan urutan kronologis dengan jeda waktu yang signifikan (jeda) dari tindakan: membaca (pertama) dan menulis (kedua)?
قَرَأْتُ فَ كَتَبْتُ
قَرَأْتُ لَكِنْ كَتَبْتُ
قَرَأْتُ ثُمَّ كَتَبْتُ
قَرَأْتُ وَ كَتَبْتُ
قَرَأْتُ بَلْ كَتَبْتُ
Dalam kalimat: "الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ," huruf jar عَلَى memiliki arti "di atas", yang menunjukkan hubungan tempat. Jika kata عَلَى diganti dengan huruf jar فِي (di/dalam), bagaimana hal ini mengubah pemahaman tentang lokasi buku?
Lokasi buku berubah dari di atas meja menjadi di bawah meja.
Hubungan tempat hilang, digantikan oleh hubungan waktu.
Buku tetap berada di atas meja, tetapi kini ia juga merupakan milik meja.
Lokasi buku bergeser dari permukaan meja menjadi di dalam/di dalam batas meja (misalnya, di laci atau di dalam kotak di meja).
Makna kalimat menjadi tidak jelas karena فِي tidak bisa digunakan setelah isim (kata benda).
Perhatikan kalimat: "قَرَأْتُ كِتَابًا لَا دَفْتَرًا" (Aku membaca buku, bukan buku tulis). Jika kalimat tersebut diubah menjadi: "مَرَرْتُ بِ كِتَابٍ لَا ..." (Aku melewati buku, bukan ...). Kata yang tepat untuk mengisi titik-titik (mengacu pada 'buku tulis') agar sesuai dengan kaidah Huruf ‘Athaf dan Huruf Jar adalah...
دَفْتَرٌ
دَفْتَرًا
دَفْتَرٍ
دَفْتَرَيْنِ
دَفَاتِرُ
Manakah sifat yang merupakan pembeda utama dan paling esensial yang menjadikan suatu kata diklasifikasikan sebagai حُرُوف (Huruf) dalam tata bahasa Arab (Nahwu), dibandingkan dengan isim (kata benda) atau fi‘il (kata kerja)?
Ia digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab atau tujuan.
Ia dapat menyebabkan kata setelahnya berharakat kasrah.
Ia hanya memiliki makna jika terhubung dengan kata lain dalam kalimat.
Ia berfungsi sebagai kata sambung atau penghubung.
Ia terdiri dari dua atau tiga huruf saja.
Dalam kalimat: "أَكَلْتُ السَّمَكَ حَتَّى الرَّأْسَ" (Aku makan ikan sampai kepalanya). Identifikasi manakah yang termasuk الْمَعْطُوفُ (yang disambungkan) dan الْمَعْطُوفُ عَلَيْهِ (yang disambungkan kepadanya) dalam kalimat tersebut?
السَّمَكَ adalah al-ma‘tūf ‘alaih dan الرَّأْسَ adalah al-ma‘tūf.
الرَّأْسَ adalah al-ma‘tūf ‘alaih dan السَّمَكَ adalah al-ma‘tūf.
حَتَّى adalah al-ma‘tūf ‘alaih dan الرَّأْسَ adalah al-ma‘tūf.
السَّمَكَ adalah al-ma‘tūf dan الرَّأْسَ adalah al-ma‘tūف ‘alaih.
السَّمَكَ dan الرَّأْسَ keduanya adalah al-ma‘tūf.
Seorang pelajar ingin mengungkapkan bahwa pena adalah alat yang digunakan untuk menulis. Kalimat yang ia tulis adalah: "كَتَبْتُ مِنَ الْقَلَمِ" (Aku menulis dari pena). Manakah analisis dan koreksi yang paling tepat terhadap kalimat di atas?
Kalimat sudah benar; مِن bisa berarti 'alat' sama dengan بِ.
Kalimat salah; مِن (dari) harus diganti dengan بِ (dengan) karena بِ secara spesifik menunjukkan alat.
Kalimat salah; مِن harus diganti dengan عَلَى karena pena berada di atas kertas.
Kalimat salah; Harakat akhir الْقَلَمُ seharusnya dhommah karena ia adalah subjek.
Kalimat salah; الْقَلَمَ seharusnya berharakat fathah karena ia adalah objek.
Perhatikan tiga Fi'il Mudhori' dari akar kata K-T-B (menulis): يَكْتُبُ (Dia [laki-laki] sedang/akan menulis), تَكْتُبُ (Dia [perempuan] sedang/akan menulis atau Kamu [laki-laki] sedang/akan menulis), أَكْتُبُ (Aku sedang/akan menulis). Apa fungsi utama dari huruf awalan أ (hamzah) pada Fi'il Mudhori' (أَكْتُبُ) yang membedakannya secara mutlak dari dua bentuk lainnya?
Menunjukkan jenis kelamin (gender) tunggal maskulin.
Menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan di masa lampau (masa lalu).
Mengubah harakat akhir Fi'il Mudhori' menjadi manṣūb.
Secara spesifik menunjukkan pelaku tunggal orang pertama (saya/aku).
Mengubah Fi'il Mudhori' menjadi Fi'il Amr (kata kerja perintah).
Manakah kalimat di bawah ini yang "Fi'il Mudhori'"-nya berada dalam kondisi marfū’ (rafa’) dengan tanda yang benar untuk subjek jamak (mereka laki-laki)?
الرِّجَالُ لَمْ يَفْعَلُوا في الشِّرْكَةِ.
الرِّجَالُ لَنْ يَفْعَلْنَ في الشِّرْكَةِ.
الرِّجَالُ يَعْمَلْ في الشِّرْكَةِ.
الرِّجَالُ يَفْعَلُونَ في الشِّرْكَةِ.
الرِّجَالُ أَنْ يَفْعَلُوا في الشِّرْكَةِ.
Dalam tata bahasa Arab, Fi'il Amr (kata kerja perintah) diturunkan dari Fi'il Mudhori'. Perhatikan kalimat perintah berikut: اُكْتُبِ الدَّرْسَ (Tulislah pelajaran itu!). Manakah pernyataan yang paling akurat menjelaskan hubungan antara Fi'il Amr tersebut dengan Fi'il Mudhori' asalnya (تَكْتُبِينَ)?
Fi'il Amr tersebut diturunkan dari Fi'il Mudhori' yang sedang dalam kondisi Manṣūb (nasab) dengan tanda fatḥah.
Fi'il Amr dibentuk dengan menghilangkan huruf mudhoro’ah (ت) dan memberikan sukūn (_) pada akhirnya, menunjukkan bahwa Fi'il Amr memiliki hukum jazm (jazem).
Fi'il Amr dibentuk dengan mengubah i‘rāb Fi'il Mudhori' menjadi Rafa’ (rafa’) dan menambahkan hamzah waṣl.
Fi'il Amr hanya dapat dibentuk dari Fi'il Mudhori' yang didahului oleh Harf Naṣib (لَنْ).
Fi'il Amr memiliki harakat akhir ḍhommah (rafa') dan tidak dipengaruhi oleh Nawāṣib atau Jawāzim.
Jika kalimat asalnya adalah "الطَّالِبُ ذَهَبَ إِلَى المَكْتَبَةِ" (Seorang siswa telah pergi ke perpustakaan), dan subjeknya diubah menjadi أَنْتُنَّ (kalian perempuan jamak), manakah konjugasi Fi'il Mādhi yang benar?
ذَهَبْتُنَّ
ذَهَبْتُمْ
ذَهَبْتِ
ذَهَبْنَ
ذَهَبْتُ
Perhatikan kalimat: "أَكَلْتُ التُّفَّاحَةَ." (Aku telah memakan apel itu.) Manakah yang menjadi subjek (Fā'il) dari Fi'il Mādhi أَكَلْتُ?
Huruf Alif (أ)
Tā'ul Mutakallim (تُ) yang berharakat dhommah
Kata التُّفَّاحَةَ
Seluruh kata أَكَلْتُ
Hanya huruf Kāf (ك)
