Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SUMATIF 3 KELAS 10 "TEKS HIKAYAT"

Total questions: 25

Worksheet time: 2hrs 5mins

Name
Class
Date
1.

Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasruddin seekor keledai. Nasruddin menerimanya dengan senang hati. Kata kerja aktif dalam kalimat tersebut adalah ....

a)

seorang raja

b)

bernama

c)

menghadiahi

d)

seekor keledai

e)

senang hati

2.

Abu Nawas baru pulang dari suatu tempat. Ia kaget mendapati rumahnya telah hancur. Lebih kaget lagi ketika istrinya menjelaskan bahwa yang melakukannya adalah Sultan.

Paragraf tersebut termasuk bagian ....

a)

orientasi

b)

evaluasi

c)

komplikasi

d)

reaksi

e)

koda

3.

Karya sastra lama yang bersifat sejarah dan berbentuk prosa disebut ….

a)

sonata

b)

fabel

c)

sage

d)

legenda

e)

hikayat

4.

Hikayat memiliki tokoh-tokoh cerita yang dikenal luas masyarakat. Berikut yang bukan termasuk tokoh dalam hikayat adalah ….

a)

Hang Tuah

b)

Malin Kundang

c)

Bayan Budiman

d)

Demang Lebar Daun

e)

Hang Jebat

5.

Salah satu ciri hikayat adalah pralogis, artinya ....

a)

berdasar logika

b)

berdasarkan kerajaan

c)

tidak berdasar logika

d)

mengandung kepahlawanan

e)

tidak mencantumkan nama pengarang

6.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Putri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Putri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

 

Hikayat Indera Bangsawan

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

7.

Karya sastra lama yang bersifat sejarah dan berbentuk prosa disebut ….

a)

sonata

b)

fabel

c)

sage

d)

legenda

e)

hikayat

8.

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikian lah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Latar tempat penggalan hikayat tersebut adalah ....

a)

Gunung Indrakila

b)

hutan rimba

c)

padang rumput

d)

lingkungan istana

e)

tepi sungai

9.

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikian lah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Penggalan hikayat tersebut menggunakan sudut pandang ...

a)

orang pertama

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang pertama pelaku utama

e)

orang pertama pelaku sampingan

10.

Perhatikan kutipan hikayat berikut!

Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputra laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisurinya, “Kang Aji, ingin pula rasa nya kita ini peroleh anak.” Kata Nata, “Sungguh seperti kata Tuan, Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putra dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sang Hyang Sukma kembali ke kayangan kita.” Kata Permaisuri, “Kakang Aji, marilah kita memuja pada segala dewa memohonkan kalau-kalau dianugerahkan oleh dewa mulia raya akan kita akan anak-anak ini.”

Watak Permaisuri dalam kutipan hikayat tersebut adalah....

a)

takut pada suami

b)

keras hati

c)

tinggi hati

d)

suka berkhayal

e)

tidak mudah putus asa

11.

Nilai yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya dan pengajaran dan latihan disebut nilai ....

a)

moral

b)

sosial

c)

pendidikan

d)

agama

e)

budaya

12.

Bacalah kutipan hikayat berikut!

Hang Tuah kembali mendapat fitnah setelah bertahun-tahun menetap di Malaka. Sepeninggalan Hang Tuah, Hang Jebat lupa diri dan menjadi mabuk kekuasaan. Ia bertindak sewenang-wenang. Hang Jebat juga bertindak tidak sopan terhadap para pembesar kerajaan. Banyak orang menasihatinya, tetapi Hang Jebat tetap keras kepala dan tidak mau berubah. Baginda Raja menjadi gusar melihat kelakuan Hang Jebat. Tak seorang pun prajurit yang mampu mengalahkan Hang Jebat. Baginda Raja jadi teringat kepada Hang Tuah.

Nilai moral berdasarkan kutipan hikayat tersebut adalah ...

a)

perilaku patuh dan setia kepada raja dalam melaksanakan perintah

b)

fitnah membuat seseorang kehilangan pekerjaan, bahkan kehilangan nyawa

c)

kekecewaan membuat seseorang lupa diri akan kebaikan dan kesetiaan seseorang

d)

tindakan raja memutuskan perkara pengawal tanpa mengetahui penyebabnya

e)

sikap tidak mau menuruti nasihat orang lain karena kekuasaan yang dimiliki

13.

Bacalah hikayat berikut!

Maka titah Raja Sulaiman, “Apa jahatnya?” Maka sembah Landak, “Jika duli Syah minum air itu, tiadalah Syah Alam mati hingga datang kepada hari kiamat, tetapi istri yang dikasihi mati dahulu dan anak Syah Alam mati, cucu, cicit Syah Alam pun mati dan rakyat bala tentara duli Syah Alam sekalian habis, hingga duli tuanku seorang juga yang hidup. Apatah gunanya hidup yang demikian itu.”

Maka titah Nabi Sulaiman, “Sungguhlah katamu hai, Landak! Hidup yang demikian itu tiada guna nya.”

Nilai moral sesuai hikayat tersebut adalah ....

a)

berbuat sesuatu dengan pertimbangan adalah kebaikan

b)

seseorang yang kekal hidupnya karena minum air ma’al

c)

bertanya kepada binatang adalah komunikasi pada zaman dahulu

d)

mendengarkan nasihat yang positif mendatangkan kebaikan

e)

minum air ma’al hayat membuat umur lanjut dan penyakit hilang.

14.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu, maka dipanggilnya pula orang tua itu.

Maka kata Masyhudulhakk, “Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benarnya?”

Konjungsi yang menyatakan urutan waktu pada penggalan hikayat tersebut adalah ....

a)

kemudian

b)

setelah itu

c)

lalu

d)

selanjutnya

e)

maka

15.

Kata seperti dan laksana merupakan penanda majas ..

a)

hiperbola

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

eufemisme

e)

litotes

16.

Nilai dalam cerpen yang terkait akhlak, perangai, atau etika disebut nilai ....

a)

agama

b)

moral

c)

budaya

d)

pendidikan

e)

sosial

17.

Bacalah kutipan hikayat berikut!

Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya, berdiam ia pada suatu lubang kayu. Adapun pada pohon kayu itu ada cerpelai beranak muda. Sebermula Adapun anak bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai.” Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah, hai anakku, engkau bersahabat-sahabat dengan anak cerpelai itu karena ia binatang yang tidak teguh setianya.” Beberapa pula dikatakan oleh ibu-bapanya, tiada juga diturut oleh anak bayan itu. Maka kata Bayan kepada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar, maka ia beroleh malu kejahatan daripada tiada menurut kata bapanya.” (Hikayat Bayan Budiman)

Keterkaitan peristiwa dalam kutipan hikayat tersebut dengan kehidupan saat ini adalah…

a)

perbedaan pendapat antara orang tua dan anak

b)

seorang anak yang selalu melawan orang tuanya

c)

lingkungan akan membawa pengaruh buruk terhadap anak

d)

orang tua takut kehilangan anak-anaknya

e)

seorang anak yang tidak mematuhi nasihat orang tua

18.

Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.

Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/

Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

alegori

c)

perumpamaan

d)

simile

e)

metafora

19.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

20.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

21.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

22.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka

23.

Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....

a)

narasi

b)

prosedur

c)

laporan

d)

eksposisi

e)

deskripsi

24.

Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?

a)

kemustahilan

b)

kesaktian tokoh-tokohnya

c)

anonim

d)

keunikan

e)

menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.

25.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….

a)

pemberani

b)

baik budi

c)

sombong

d)

setia

e)

kasar