WorksheetsSUMATIF 3 KELAS 10 "TEKS HIKAYAT"
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 5mins
Alkisah, seorang raja bernama Timur Lenk menghadiahi Nasruddin seekor keledai. Nasruddin menerimanya dengan senang hati. Kata kerja aktif dalam kalimat tersebut adalah ....
seorang raja
bernama
menghadiahi
seekor keledai
senang hati
Abu Nawas baru pulang dari suatu tempat. Ia kaget mendapati rumahnya telah hancur. Lebih kaget lagi ketika istrinya menjelaskan bahwa yang melakukannya adalah Sultan.
Paragraf tersebut termasuk bagian ....
orientasi
evaluasi
komplikasi
reaksi
koda
Karya sastra lama yang bersifat sejarah dan berbentuk prosa disebut ….
sonata
fabel
sage
legenda
hikayat
Hikayat memiliki tokoh-tokoh cerita yang dikenal luas masyarakat. Berikut yang bukan termasuk tokoh dalam hikayat adalah ….
Hang Tuah
Malin Kundang
Bayan Budiman
Demang Lebar Daun
Hang Jebat
Salah satu ciri hikayat adalah pralogis, artinya ....
berdasar logika
berdasarkan kerajaan
tidak berdasar logika
mengandung kepahlawanan
tidak mencantumkan nama pengarang
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Putri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Putri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Hikayat Indera Bangsawan
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Karya sastra lama yang bersifat sejarah dan berbentuk prosa disebut ….
sonata
fabel
sage
legenda
hikayat
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikian lah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Latar tempat penggalan hikayat tersebut adalah ....
Gunung Indrakila
hutan rimba
padang rumput
lingkungan istana
tepi sungai
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikian lah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Penggalan hikayat tersebut menggunakan sudut pandang ...
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputra laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisurinya, “Kang Aji, ingin pula rasa nya kita ini peroleh anak.” Kata Nata, “Sungguh seperti kata Tuan, Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putra dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sang Hyang Sukma kembali ke kayangan kita.” Kata Permaisuri, “Kakang Aji, marilah kita memuja pada segala dewa memohonkan kalau-kalau dianugerahkan oleh dewa mulia raya akan kita akan anak-anak ini.”
Watak Permaisuri dalam kutipan hikayat tersebut adalah....
takut pada suami
keras hati
tinggi hati
suka berkhayal
tidak mudah putus asa
Nilai yang berhubungan dengan sikap dan tata laku seseorang melalui upaya dan pengajaran dan latihan disebut nilai ....
moral
sosial
pendidikan
agama
budaya
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Hang Tuah kembali mendapat fitnah setelah bertahun-tahun menetap di Malaka. Sepeninggalan Hang Tuah, Hang Jebat lupa diri dan menjadi mabuk kekuasaan. Ia bertindak sewenang-wenang. Hang Jebat juga bertindak tidak sopan terhadap para pembesar kerajaan. Banyak orang menasihatinya, tetapi Hang Jebat tetap keras kepala dan tidak mau berubah. Baginda Raja menjadi gusar melihat kelakuan Hang Jebat. Tak seorang pun prajurit yang mampu mengalahkan Hang Jebat. Baginda Raja jadi teringat kepada Hang Tuah.
Nilai moral berdasarkan kutipan hikayat tersebut adalah ...
perilaku patuh dan setia kepada raja dalam melaksanakan perintah
fitnah membuat seseorang kehilangan pekerjaan, bahkan kehilangan nyawa
kekecewaan membuat seseorang lupa diri akan kebaikan dan kesetiaan seseorang
tindakan raja memutuskan perkara pengawal tanpa mengetahui penyebabnya
sikap tidak mau menuruti nasihat orang lain karena kekuasaan yang dimiliki
Bacalah hikayat berikut!
Maka titah Raja Sulaiman, “Apa jahatnya?” Maka sembah Landak, “Jika duli Syah minum air itu, tiadalah Syah Alam mati hingga datang kepada hari kiamat, tetapi istri yang dikasihi mati dahulu dan anak Syah Alam mati, cucu, cicit Syah Alam pun mati dan rakyat bala tentara duli Syah Alam sekalian habis, hingga duli tuanku seorang juga yang hidup. Apatah gunanya hidup yang demikian itu.”
Maka titah Nabi Sulaiman, “Sungguhlah katamu hai, Landak! Hidup yang demikian itu tiada guna nya.”
Nilai moral sesuai hikayat tersebut adalah ....
berbuat sesuatu dengan pertimbangan adalah kebaikan
seseorang yang kekal hidupnya karena minum air ma’al
bertanya kepada binatang adalah komunikasi pada zaman dahulu
mendengarkan nasihat yang positif mendatangkan kebaikan
minum air ma’al hayat membuat umur lanjut dan penyakit hilang.
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu, maka dipanggilnya pula orang tua itu.
Maka kata Masyhudulhakk, “Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benarnya?”
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu pada penggalan hikayat tersebut adalah ....
kemudian
setelah itu
lalu
selanjutnya
maka
Kata seperti dan laksana merupakan penanda majas ..
hiperbola
metafora
personifikasi
eufemisme
litotes
Nilai dalam cerpen yang terkait akhlak, perangai, atau etika disebut nilai ....
agama
moral
budaya
pendidikan
sosial
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Maka kata Bayan, “Adalah seekor bayan tiga ekor anaknya, berdiam ia pada suatu lubang kayu. Adapun pada pohon kayu itu ada cerpelai beranak muda. Sebermula Adapun anak bayan itu bersahabat dengan anak cerpelai.” Maka kata Bayan kepada anaknya, “Jangan apalah, hai anakku, engkau bersahabat-sahabat dengan anak cerpelai itu karena ia binatang yang tidak teguh setianya.” Beberapa pula dikatakan oleh ibu-bapanya, tiada juga diturut oleh anak bayan itu. Maka kata Bayan kepada anaknya, “Engkau ini adalah seperti hikayat anak kera bersahabat dengan anak saudagar, maka ia beroleh malu kejahatan daripada tiada menurut kata bapanya.” (Hikayat Bayan Budiman)
Keterkaitan peristiwa dalam kutipan hikayat tersebut dengan kehidupan saat ini adalah…
perbedaan pendapat antara orang tua dan anak
seorang anak yang selalu melawan orang tuanya
lingkungan akan membawa pengaruh buruk terhadap anak
orang tua takut kehilangan anak-anaknya
seorang anak yang tidak mematuhi nasihat orang tua
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
antonomasia
alegori
perumpamaan
simile
metafora
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .
Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura
Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan
Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura
Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung
Persahabatan antara burang dan kura-kura
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)
Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .
Saling menolong terutama pada musim kemarau
Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan
Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan
Manjalin persahabatan dengan siapa pun.
Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
narasi
prosedur
laporan
eksposisi
deskripsi
Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?
kemustahilan
kesaktian tokoh-tokohnya
anonim
keunikan
menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
