wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN X GEO 26 NOV YUNIKA

Total questions: 56

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Permukiman padat di sekitar sungai Ciliwung yang sering mengalami banjir. Analisis geografi yang paling tajam terhadap fenomena ini menggunakan pendekatan keruangan adalah mengkaji aspek

a)

Kerusakan lingkungan di hulu yang menyebabkan debit air meningkat drastis setiap tahunnya.

b)

Dampak sosial ekonomi yang dialami oleh penduduk akibat seringnya bencana banjir tersebut.

c)

Hubungan timbal balik antara perilaku masyarakat membuang sampah dengan kejadian banjir.

d)

Tata guna lahan di sepanjang sempadan sungai yang tidak sesuai dengan peruntukan lahan konservasi.

e)

Karakteristik morfologi lembah sungai yang sempit dan curam sehingga mempercepat aliran air.

2.

Sebuah perusahaan ingin membuka perkebunan kelapa sawit di wilayah dataran rendah. Analisis menggunakan konsep nilai kegunaan menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki fungsi yang berbeda bagi pihak yang berbeda. Pernyataan yang paling akurat mengenai hal ini adalah

a)

Bagi masyarakat adat, lahan tersebut tidak memiliki nilai guna sama sekali karena bukan area permukiman.

b)

Nilai lahan akan meningkat drastis jika diubah menjadi kawasan industri padat modal.

c)

Bagi investor, lahan bernilai ekonomis tinggi untuk produksi sawit; bagi ahli ekologi, bernilai konservasi yang harus dipertahankan.

d)

Lahan tersebut hanya bernilai jika memiliki akses jalan raya yang mudah dijangkau dari kota terdekat.

e)

Nilai kegunaan lahan bersifat tetap dan tidak dapat berubah seiring perubahan fungsi lahan.

3.

Wilayah X merupakan kawasan industri manufaktur, sementara wilayah Y merupakan sentra produksi pangan. Analisis yang mengaitkan studi kasus kompleks tersebut dengan konsep geografi yang paling tepat adalah

a)

Konsep lokasi absolut menentukan bahwa X lebih baik dari Y.

b)

Konsep aglomerasi menjelaskan mengapa industri mengumpul di X.

c)

Konsep interdependensi menjelaskan adanya kebutuhan saling melengkapi antar wilayah X dan Y.

d)

Konsep morfologi menjelaskan perbedaan bentuk lahan di X dan Y.

e)

Konsep pola menjelaskan sebaran permukiman di wilayah Y.

4.

Bencana longsor di daerah hulu. Solusi yang didasari oleh prinsip-prinsip pendekatan ekologis secara komprehensif adalah

a)

Membangun infrastruktur fisik penahan longsor seperti tembok beton di lereng.

b)

Memberikan bantuan logistik dan dana darurat kepada korban secara rutin.

c)

Melakukan relokasi paksa seluruh penduduk yang tinggal di zona rawan bencana.

d)

Menetapkan kawasan hulu sebagai area tertutup tanpa aktivitas manusia sama sekali.

e)

Menerapkan reboisasi dengan tanaman keras di hulu dan mengedukasi petani tentang sistem tumpang sari.

5.

Ilustrasi kebakaran hutan terjadi di lahan gambut Riau. Penerapan pendekatan geografi untuk mengatasi masalah kebakaran lahan gambut tersebut secara efektif melibatkan analisis

a)

Persebaran titik api (distribusi) dan deskripsi kerugian (deskripsi).

b)

Hubungan antara musim kemarau dan kejadian kebakaran (interelasi).

c)

Aspek fisik lahan gambut yang kering dan mudah terbakar (ekologis).

d)

Hubungan antara tinggi muka air tanah dan tingkat kekeringan gambut (ekologis).

e)

Karakteristik fisik gambut, penyebab sosial ekonomi, dan kebijakan tata ruang terpadu (kompleks wilayah).

6.

Banjir bandang di beberapa kecamatan di hulu sungai. Prinsip geografi yang paling tepat untuk digunakan dalam investigasi awal guna menentukan sumber masalah adalah

a)

Prinsip deskripsi, untuk menjelaskan kerugian yang terjadi.

b)

Prinsip interelasi, untuk mencari hubungan sebab-akibat alih fungsi lahan di hulu.

c)

Prinsip distribusi, untuk memetakan sebaran wilayah terdampak.

d)

Prinsip korologi, untuk mengkaji secara holistik seluruh aspek wilayah bencana.

e)

Prinsip interdependensi, untuk melihat ketergantungan ekonomi antar wilayah.

7.

Sebuah kajian tentang komoditas kopi di Aceh hanya fokus pada aspek iklim dan jenis tanah. Analisis geografi terhadap kajian ini menunjukkan kelemahan karena mengabaikan konsep

a)

Konsep lokasi absolut yang tetap.

b)

Konsep jarak yang dapat diukur.

c)

Konsep morfologi lahan perkebunan.

d)

Konsep aglomerasi pengolahan kopi.

e)

Konsep interaksi, seperti jaringan pemasaran dan rantai pasok.

8.

Wilayah pesisir memiliki potensi perikanan, sementara wilayah pedalaman memiliki pertanian subur. Pemanfaatan keunikan karakteristik antar wilayah (diferensiasi area) untuk fungsi yang paling optimal akan mendorong

a)

Terjadinya keseragaman produksi di kedua wilayah.

b)

Berkurangnya interaksi karena setiap wilayah mandiri.

c)

Peningkatan migrasi besar-besaran ke wilayah pesisir.

d)

Spesialisasi produksi dan perdagangan timbal balik yang intensif.

e)

Persaingan ketat untuk komoditas yang sama.

9.

Lahan perkebunan di dataran tinggi. Jika lahan tersebut dialihfungsikan menjadi area perumahan elit, analisis yang tajam menggunakan konsep morfologi akan fokus pada

a)

Peningkatan harga tanah di lokasi tersebut.

b)

Perubahan bentuk lahan, kemiringan lereng, dan potensi peningkatan risiko erosi.

c)

Kebutuhan akan fasilitas sosial seperti sekolah dan rumah sakit.

d)

Jarak tempuh dari kota terdekat menuju lokasi perumahan.

e)

Pola permukiman yang akan terbentuk di area tersebut.

10.

Orang sedang berselancar di pantai dengan ombak yang besar. Analisis mendalam menggunakan konsep lokasi relatif bagi peselancar tersebut adalah

a)

Lokasi pantai tersebut berada pada koordinat GPS tertentu.

b)

Lokasi pantai tersebut dekat dengan jalan raya utama.

c)

Lokasi pantai tersebut berada di spot yang memiliki ombak terbaik karena arah angin dan dasar lautnya.

d)

Pantai tersebut memiliki bentuk morfologi yang landai.

e)

Pantai tersebut berjarak 5 km dari pusat kota.

11.

Seorang peneliti sedang mengevaluasi dua peta administrasi yang berbeda wilayah. Peta A memiliki legenda yang sangat rinci mencakup 20 simbol, sementara Peta B memiliki legenda yang hanya mencakup 5 simbol. Manakah evaluasi yang paling tepat mengenai fungsi legenda dari kedua peta tersebut?

a)

Peta A lebih baik karena semakin banyak simbol, semakin informatif petanya.

b)

Peta A berpotensi lebih informatif, namun efektivitas legenda tergantung pada relevansi simbol dengan tujuan peta.

c)

Peta B pasti lebih efektif karena keterbacaan peta menjadi lebih mudah dan sederhana.

d)

Fungsi legenda Peta A dan Peta B sama saja, hanya berbeda kuantitas.

12.

Sebuah peta topografi tanpa skala dan tanpa legenda. Ketika seorang ahli geologi mencoba menggunakan peta tersebut untuk mengidentifikasi potensi longsor, ia mengalami kesulitan. Evaluasi yang paling tepat mengenai masalah ini adalah...

a)

Ahli geologi tersebut tidak kompeten karena peta topografi seharusnya sudah jelas tanpa legenda.

b)

Peta tetap berfungsi, hanya saja informasi yang didapat menjadi kurang akurat.

c)

Peta tersebut kehilangan fungsi esensialnya sebagai sumber informasi spasial yang akurat karena tidak dapat diinterpretasikan secara objektif.

d)

Skala dan legenda bukanlah komponen wajib dalam peta tematik seperti peta topografi.

e)

Fungsi peta hanya sebagai panduan visual, bukan analisis ilmiah.

13.

Sebuah peta tematik menyajikan data persebaran potensi panas bumi di Indonesia. Legenda pada peta tersebut hanya mencantumkan simbol dan nama daerah, tanpa keterangan mengenai status (aktif/pasif) atau kapasitas energi. Evaluasi kritis terhadap legenda ini adalah...

a)

Legenda sudah cukup baik karena mencantumkan nama daerah.

b)

Keterangan status dan kapasitas tidak diperlukan dalam legenda peta tematik.

c)

Legenda tersebut tidak menjalankan fungsinya secara optimal untuk membantu pembaca memahami hierarki dan kualitas data yang disajikan.

d)

Fungsi legenda hanya untuk estetika peta, bukan substansi data.

e)

Peta tersebut tetap bisa digunakan secara maksimal untuk analisis mendalam.

14.

Dua peta yang berbeda digunakan untuk analisis logistik. Peta A berskala 1:100.000 menunjukkan jarak kota X ke kota Y adalah 5 cm. Peta B, yang tidak diketahui skalanya, menunjukkan jarak yang sama (kota X ke kota Y) adalah 10 cm. Jika jarak sebenarnya antara kota X dan kota Y adalah 5 kilometer, berapakah skala Peta B yang paling tepat?

a)

1:25.000

b)

1:50.000

c)

1:75.000

d)

1:150.000

e)

1:200.000

15.

Seorang sopir ekspedisi sedang menganalisis dua rute pengiriman barang dari gudang ke pasar menggunakan peta berskala 1:200.000. Rute pertama (melalui jalan utama) diukur di peta sepanjang 12 cm. Rute kedua (jalan pintas) diukur di peta sepanjang 8 cm, tetapi kondisi jalan pintas hanya memungkinkan kecepatan rata-rata setengah dari kecepatan di jalan utama. Jika jarak sebenarnya rute utama adalah 24 km, analisis manakah yang paling tepat mengenai rute yang harus dipilih?

a)

Rute pertama lebih pendek jaraknya.

b)

Rute kedua lebih cepat karena jaraknya lebih pendek di peta.

c)

Jarak sebenarnya rute kedua adalah 16 km, lebih jauh dari rute pertama.

d)

Rute pertama lebih efisien waktu karena kondisi jalan utama memungkinkan kecepatan lebih tinggi, meskipun jaraknya lebih jauh.

e)

Rute kedua yang harus dipilih karena jarak sebenarnya hanya 16 km.

16.

Dinas Pekerjaan Umum akan membangun jalan baru. Jarak sebenarnya antara dua desa yang akan dihubungkan adalah 12 kilometer. Jika pembangunan jalan tersebut direncanakan menggunakan peta dengan skala 1:400.000, berapakah jarak kedua desa tersebut jika diukur pada peta?

a)

1 cm

b)

3 cm

c)

4 cm

d)

12 cm

e)

40 cm

17.

Seorang siswa SMA mengukur jarak lurus dari sekolah ke kantor kelurahan di peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Jarak pada peta adalah 8 cm. Peta tersebut memiliki skala 1:25.000. Berapakah jarak sebenarnya (dalam meter) yang harus ditempuh siswa tersebut dari sekolah ke kantor kelurahan?

a)

20 meter

b)

200 meter

c)

2.000 meter

d)

20.000 meter

e)

200.000 meter

18.

Sebuah maket perumahan dibuat dengan skala 1:150. Di maket tersebut, panjang sebuah rumah adalah 10 cm. Jika pengembang ingin membangun rumah tersebut sesuai ukuran sebenarnya, berapakah panjang rumah sebenarnya dalam satuan meter?

a)

0,15 meter

b)

1,5 meter

c)

15 meter

d)

150 meter

e)

1500 meter

19.

Di sebuah peta provinsi, jarak antara kota A dan kota B adalah 4 cm. Jarak sebenarnya kedua kota tersebut diketahui melalui survei lapangan adalah 80 kilometer. Skala peta tersebut jika ditulis dalam bentuk perbandingan yang benar adalah...

a)

1:20

b)

1:2.000

c)

1:20.000

d)

1:200.000

e)

1:2.000.000

20.

Pilot pesawat terbang menggunakan peta navigasi udara yang mencantumkan bandara, jalur penerbangan, dan waypoint yang tetap. Di sisi lain, menara pengawas lalu lintas udara menggunakan layar radar yang menunjukkan posisi pesawat secara real-time. Analisis jenis peta berdasarkan sifatnya, peta navigasi pilot dan layar radar menara pengawas adalah...

a)

Keduanya adalah peta dinamis karena terkait pergerakan pesawat.

b)

Keduanya adalah peta stasioner karena infrastruktur udara tetap.

c)

Peta navigasi pilot adalah peta khusus, layar radar adalah peta umum.

d)

Peta navigasi pilot cenderung stasioner, sedangkan layar radar menara pengawas adalah peta dinamis.

e)

Peta navigasi pilot adalah peta umum, layar radar adalah peta khusus.

21.

Dinas Tata Kota sedang mengevaluasi beberapa peta untuk dijadikan dasar revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Ditemukan ada peta yang sumber datanya tidak dicantumkan. Evaluasi kritis terhadap peta tanpa sumber data tersebut adalah...

a)

Peta tersebut tetap valid dan dapat digunakan karena tata ruang bersifat lokal.

b)

Sumber data tidak wajib dicantumkan jika peta dibuat oleh lembaga pemerintah.

c)

Peta tersebut tidak dapat dievaluasi keakuratan­nya dan diragukan validitas informasinya, sehingga tidak layak menjadi dasar kebijakan penting.

d)

Fungsi peta hanya sebagai panduan visual, sehingga sumber data tidak penting.

22.

Seorang sopir ojek daring menggunakan aplikasi peta digital di ponselnya. Peta tersebut menampilkan posisinya saat ini, posisi pelanggan, dan kondisi lalu lintas yang berubah-ubah setiap menit. Jenis peta yang diterapkan dalam aplikasi tersebut adalah...

a)

Peta umum

b)

Peta khusus

c)

Peta dinamis

d)

Peta stasioner

e)

Peta topografi

23.

Dinas Pariwisata mencetak ribuan lembar peta wisata yang menunjukkan lokasi objek wisata, hotel, dan fasilitas umum di suatu kota. Peta cetak ini dibagikan kepada wisatawan dan jarang diperbarui. Jenis peta yang diterapkan oleh dinas pariwisata adalah...

a)

Peta dinamis

b)

Peta real-time

c)

Peta digital

d)

Peta stasioner

e)

Peta interaktif

24.

Sebuah peta topografi dengan skala 1:50.000 akan diubah menjadi peta dengan skala 1:200.000 untuk analisis tingkat provinsi. Analisis yang tepat mengenai perubahan informasi pada peta baru adalah...

a)

Informasi menjadi lebih detail, kontur lebih rapat, dan wilayah cakupan mengecil.

b)

Skala menjadi 4 kali lebih besar, sehingga objek di lapangan tampak lebih besar.

c)

Wilayah yang dicakup menjadi lebih luas, namun informasi objek geografis menjadi kurang detail (lebih generalisasi).

d)

Tingkat keakuratan data spasial akan meningkat drastis dibandingkan peta semula.

e)

Simbol-simbol pada peta baru akan menjadi lebih banyak dan kompleks.

25.

Seorang peneliti membutuhkan peta untuk menganalisis detail kerusakan akibat banjir di area seluas 10 km². Peta A berskala 1:5.000 tersedia, sementara Peta B berskala 1:50.000 juga tersedia. Peta manakah yang paling tepat digunakan untuk analisis mendalam tersebut?

a)

Peta B, karena mencakup wilayah yang lebih luas dan lebih efisien.

b)

Peta B, karena skalanya lebih besar dan lebih mudah dibawa.

c)

Peta A, karena memiliki skala yang lebih besar dan menyajikan detail objek geografis yang lebih rinci.

d)

Peta A dan Peta B sama baiknya, tergantung preferensi peneliti.

e)

Peta yang paling tepat adalah peta digital, bukan peta cetak.

26.

Jarak dua titik di peta berskala 1:50.000 adalah 10 cm. Jika peta tersebut diubah skalanya menjadi 1:25.000, analisis yang tepat mengenai perubahan jarak pada peta yang baru adalah...

a)

Jarak pada peta baru menjadi 5 cm (mengecil).

b)

Jarak pada peta baru tetap 10 cm (tidak berubah).

c)

Jarak sebenarnya akan berubah menjadi dua kali lipat.

d)

Jarak pada peta baru menjadi 20 cm (membesar), karena skala menjadi 2 kali lebih besar.

e)

Peta tidak dapat diubah skalanya setelah dicetak.

27.

Sebuah peta memiliki skala grafik dengan batang garis yang terbagi menjadi 4 ruas, di mana setiap ruas sepanjang 1 cm mewakili 5 km jarak sebenarnya. Skala angka yang tepat untuk peta tersebut adalah...

a)

1:5

b)

1:500

c)

1:5.000

d)

1:50.000

e)

1:500.000

28.

Pada peta topografi, terdapat skala grafik sepanjang 2 cm yang mewakili jarak 100 meter di lapangan. Skala angka yang benar yang sesuai dengan skala grafik tersebut adalah...

a)

1:50

b)

1:500

c)

1:5.000

d)

1:50.000

e)

1:500.000

29.

Dinas Pertanian sedang membuat peta distribusi hasil pertanian di Indonesia. Peta ini akan digunakan oleh masyarakat umum dan investor. Untuk komoditas padi, dinas tersebut mempertimbangkan dua pilihan: simbol titik (representasi lokasi lahan padi) atau simbol piktogram (gambar bulir padi). Simbol manakah yang paling sesuai digunakan agar mudah dipahami oleh pembaca awam?

a)

Simbol titik, karena lebih akurat secara spasial.

b)

Simbol titik, karena peta distribusi selalu menggunakan titik.

c)

Simbol piktogram (gambar bulir padi), karena lebih bersifat deskriptif dan mudah diinterpretasikan oleh pembaca awam.

d)

Keduanya sama saja, asalkan ada legenda yang jelas.

e)

Simbol garis, karena menunjukkan jalur distribusi.

30.

Sebuah peta distribusi produksi kopi di Pulau Jawa menggunakan simbol lingkaran yang ukurannya bervariasi sesuai jumlah produksi di setiap kabupaten. Ketika dievaluasi, metode simbolisasi ini dianggap efektif karena...

a)

Simbol lingkaran mudah digambar dan dicetak.

b)

Peta terlihat lebih rapi dan estetis dengan simbol lingkaran.

c)

Simbol lingkaran bertingkat (proportional symbol) secara visual merepresentasikan kuantitas atau volume data produksi secara komparatif.

d)

Simbol ini termasuk dalam kategori simbol area yang padat.

e)

Lebih mudah mengukur jarak antar wilayah dengan simbol lingkaran.

31.

Untuk menentukan waktu salat yang tepat di berbagai wilayah Indonesia, fungsi utama dari garis bujur diterapkan untuk...

a)

Menentukan arah kiblat yang tepat ke barat.

b)

Menentukan kapan pergantian musim hujan dan kemarau.

c)

Menghitung perbedaan waktu lokal berdasarkan posisi timur-barat dari suatu kota referensi.

d)

Mengetahui letak ketinggian suatu wilayah dari permukaan laut.

e)

Menentukan posisi utara-selatan suatu kota relatif terhadap Jakarta.

32.

Sebuah lembaga sedang melakukan akuisisi data citra satelit untuk memantau kebakaran hutan di Kalimantan. Namun, citra yang diterima seringkali tertutup awan tebal, membuat analisis tutupan lahan menjadi sulit. Analisis komponen sistem penginderaan jauh yang menjadi penyebab masalah ini adalah...

a)

Komponen wahana, karena satelit tidak dapat menembus awan.

b)

Komponen atmosfer, karena awan dan uap air menghalangi pantulan sinar matahari.

c)

Komponen sensor, karena sensor pasif tidak dapat merekam objek di balik awan.

d)

Komponen objek, karena hutan yang terbakar memancarkan asap tebal.

e)

Komponen pengguna data yang salah memilih waktu akuisisi.

33.

Seorang analis citra kesulitan membedakan secara jelas antara batuan granit dan batuan beku lainnya karena resolusi spasial yang terlalu rendah (piksel besar). Analisis komponen sistem yang menjadi penyebab masalah ini adalah...

a)

Objek yang memiliki karakteristik spektral sama.

b)

Atmosfer yang mengganggu pantulan gelombang.

c)

Wahana yang terbang terlalu tinggi dari permukaan bumi.

d)

Keterbatasan kemampuan sensor dalam merekam detail objek di permukaan bumi.

e)

Pengguna data yang tidak mampu menginterpretasikan citra dengan benar.

34.

Sebuah satelit cuaca menggunakan sensor yang menangkap pantulan sinar matahari dari permukaan bumi untuk memantau tutupan awan. Sistem penginderaan jauh yang diterapkan oleh satelit ini adalah...

a)

Sistem aktif, karena menggunakan energi dari satelit.

b)

Sistem aktif, karena merekam data secara terus-menerus.

c)

Sistem pasif, karena menggunakan sumber energi eksternal (matahari).

d)

Sistem pasif, karena satelitnya diam di orbit.

e)

Sistem dinamis, karena data awan berubah terus.

35.

Teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) digunakan untuk membuat peta topografi yang sangat detail, terutama di area hutan lebat. LiDAR bekerja dengan cara memancarkan pulsa laser ke permukaan bumi dan mengukur waktu pantulannya. Sistem yang diterapkan LiDAR adalah...

a)

Sistem pasif, karena mengukur pantulan energi.

b)

Sistem aktif, karena sensor memancarkan energi sendiri ke objek.

c)

Sistem stasioner, karena datanya tetap (topografi).

d)

Sistem umum, karena bisa digunakan di mana saja.

e)

Sistem alami, karena menggunakan cahaya.

36.

Seorang fotografer udara menggunakan kamera digital yang dipasang pada drone untuk memotret sebuah kawasan perumahan. Hasil perekaman tersebut menghasilkan citra foto yang mirip dengan foto pada umumnya. Sensor spesifik yang digunakan untuk menghasilkan citra tersebut adalah...

a)

Sensor radar

b)

Sensor termal

c)

Sensor non-fotografik

d)

Sensor fotografik (kamera)

e)

Sensor multispektral

37.

Perhatikan karakteristik objek pada citra berikut: 1. Bentuknya persegi panjang atau bujur sangkar yang teratur. 2. Rona atau warnanya cenderung terang (putih keabu-abuan). 3. Pola susunannya rapat dan terpusat pada satu area. Berdasarkan karakteristik tersebut, objek yang paling mungkin tergambar pada citra adalah...

a)

Hutan alami

b)

Area persawahan

c)

Kawasan permukiman padat

d)

Lapangan sepak bola

e)

Sungai

38.

Perhatikan karakteristik objek pada citra berikut: 1. Tekstur sangat halus dan seragam. 2. Rona gelap atau hitam pekat. 3. Bentuk memanjang, berkelok-kelok, dan memotong bentang alam lain. Berdasarkan karakteristik tersebut, objek yang paling mungkin tergambar pada citra adalah...

a)

Jalan raya aspal

b)

Jalur kereta api

c)

Badan sungai atau danau

d)

Tembok pembatas perumahan

e)

Area perkebunan tebu

39.

Perhatikan karakteristik objek pada citra berikut: 1. Bentuknya tidak teratur (alami) dan pola tidak beraturan. 2. Tekstur kasar dan rona gelap kehijauan. 3. Terdapat bayangan yang jelas dan tinggi di sekitarnya. Berdasarkan karakteristik tersebut, objek yang paling mungkin tergambar pada citra adalah...

a)

Perkebunan kelapa sawit

b)

Area persawahan

c)

Lapangan golf

d)

Kompleks perumahan

e)

Hutan lebat/hutan primer

40.

Untuk memastikan sebuah objek pada citra adalah lapangan sepak bola, murid harus menerapkan prinsip konvergensi bukti dengan mencari ciri-ciri pendukung. Kombinasi ciri pendukung manakah yang paling akurat untuk identifikasi tersebut?

a)

Bentuk tidak teratur, rona hijau tua, dan bayangan tinggi.

b)

Bentuk lingkaran, rona biru, dan terletak di dekat pantai.

c)

Bentuk persegi panjang teratur, rona hijau seragam, dan terdapat gawang/bangunan stadion kecil di sekitarnya.

d)

Bentuk alami, tekstur kasar, dan terletak di daerah pegunungan.

e)

Bentuk memanjang, rona hitam pekat, dan memotong jalan raya.

41.

Pada sebuah citra udara perkotaan, Anda menemukan objek dengan rona hijau terang yang dikelilingi oleh bangunan padat. Objek tersebut berbentuk persegi panjang teratur. Untuk mengkonfirmasi bahwa objek tersebut adalah lapangan sepak bola, data pendukung (bukti konvergensi) yang paling relevan untuk dicari adalah...

a)

Kondisi iklim di sekitar objek.

b)

Harga lahan di lokasi objek tersebut.

c)

Keberadaan sungai di dekat objek.

d)

Adanya fasilitas pendukung lain seperti tribun penonton atau lintasan lari di sekitarnya.

e)

Jumlah kendaraan yang parkir di area tersebut pada malam hari.

42.

Sebuah wahana drone merekam area persawahan di dataran rendah. Data yang dihasilkan menunjukkan objek-objek geografis tampak lurus dan tegak dari atas, dengan distorsi minimal. Jenis citra foto yang dihasilkan dalam skenario ini adalah...

a)

Citra non-foto

b)

Citra oblique (miring)

c)

Citra multispektral

d)

Citra foto vertikal

e)

Citra termal

43.

Seorang siswa disajikan dua jenis citra. Citra A menampilkan bangunan dan pohon tampak tegak lurus dari atas. Citra B menampilkan bangunan dan pohon tampak miring, dan garis cakrawala terlihat di kejauhan. Siswa tersebut diminta mengidentifikasi citra foto vertikal. Manakah identifikasi yang benar?

a)

Citra B adalah foto vertikal karena menampilkan cakrawala.

b)

Keduanya adalah citra vertikal karena diambil dari udara.

c)

Keduanya bukan citra vertikal karena ada distorsi.

d)

Citra A dan Citra B adalah citra non-foto.

e)

Citra A adalah foto vertikal, sedangkan Citra B adalah foto agak condong (oblique).

44.

Dalam sistem penginderaan jauh pasif, sumber energi matahari sangat krusial. Evaluasi terhadap peran sumber tenaga ini menunjukkan bahwa efektivitas akuisisi data sangat bergantung pada...

a)

Kemampuan sensor menembus awan tebal di siang hari.

b)

Ketepatan waktu objek dalam memantulkan energi.

c)

Intensitas sinar matahari yang diterima objek dan kemampuan objek dalam memantulkan energi tersebut ke sensor.

d)

Kecepatan wahana saat merekam data di area yang gelap.

e)

Jarak antara satelit dengan permukaan bumi yang direkam.

45.

Seorang peneliti mengamati citra dan menemukan dua jenis hutan yang berbeda. Hutan A memiliki bentuk kanopi kerucut, pola tanam tidak teratur, dan tekstur kasar. Hutan B memiliki kanopi bulat, pola tanam teratur, dan tekstur sedang. Analisis yang menghubungkan pengamatan tersebut dengan unsur interpretasi citra adalah...

a)

Pengamatan bentuk dan pola tidak relevan untuk identifikasi jenis pohon.

b)

Rona adalah unsur terpenting, bukan bentuk atau tekstur.

c)

Bentuk dan pola tanam adalah unsur interpretasi utama yang membedakan hutan pinus (tidak teratur) dan kelapa sawit (teratur).

d)

Tekstur kasar pasti menunjukkan hutan pinus, sedangkan tekstur halus pasti kelapa sawit.

e)

Keduanya memiliki rona hijau, sehingga tidak dapat dibedakan menggunakan unsur interpretasi.

46.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima data citra satelit terkini mengenai wilayah terdampak banjir. Pihak BPBD kemudian menggunakan data tersebut untuk merencanakan rute evakuasi dan lokasi posko pengungsian. Dalam skenario sistem penginderaan jauh ini, peran BPBD adalah sebagai...

a)

Wahana yang merekam data.

b)

Sensor yang menangkap pantulan energi.

c)

Pengguna akhir (end-user) yang menginterpretasikan dan memanfaatkan data.

d)

Atmosfer yang memodifikasi energi.

e)

Objek yang dipantau.

47.

Sebuah perusahaan perkebunan menggunakan citra satelit untuk memantau inventarisasi pohon sawit. Setelah data diakuisisi dan diolah, manajer kebun menganalisis hasil citra untuk memutuskan area mana yang perlu peremajaan. Analisis yang tepat mengenai peran manajer dalam sistem ini adalah...

a)

Memastikan sensor berfungsi dengan baik.

b)

Melakukan interpretasi data dan mengambil keputusan berdasarkan informasi geospasial.

c)

Merancang wahana satelit yang akan digunakan.

d)

Mengirimkan sinyal energi buatan ke objek.

e)

Melakukan koreksi geometri pada citra mentah.

48.

Ketika terjadi tanah longsor, tim penanggulangan bencana perlu membedakan dengan cepat antara puing‑puing bangunan, tanah yang bergerak, dan sisa vegetasi. Analisis yang tepat mengenai spektrum yang paling membantu identifikasi visual cepat ini adalah...

a)

Inframerah, karena sensitif terhadap kelembapan tanah.

b)

Spektrum tampak, karena perbedaan warna (rona) puing (abu‑abu), tanah (coklat), dan vegetasi (hijau) terlihat jelas secara visual.

c)

Gelombang mikro, karena dapat menembus material padat.

d)

Ultraviolet, karena menyoroti bahaya biologis.

e)

Spektrum termal, karena fokus pada perbedaan suhu.

49.

Dalam skenario tanggap bencana yang membutuhkan identifikasi visual objek secara cepat dan intuitif, penggunaan spektrum tampak dievaluasi sebagai pilihan paling optimal karena...

a)

Dapat menembus awan dan merekam data di malam hari.

b)

Memiliki resolusi spasial yang paling tinggi di antara spektrum lainnya.

c)

Citra yang dihasilkan merepresentasikan warna dan bentuk objek seperti yang dilihat mata manusia, memudahkan interpretasi visual instan.

d)

Harganya paling murah dan mudah diakses oleh tim SAR.

e)

Spektrum tampak dapat mendeteksi suhu permukaan bumi dengan akurat.

50.

Sebuah data penginderaan jauh direkam menggunakan sensor scanner yang bekerja berdasarkan penyiaman (scanning) dan tidak menggunakan media film. Data yang dihasilkan berupa citra nonfoto. Ciri yang paling tepat mendeskripsikan perbedaan citra nonfoto dari citra foto berdasarkan proses perekamannya adalah...

a)

Citra nonfoto selalu berwarna hitam putih, sedangkan citra foto selalu berwarna.

b)

Citra nonfoto direkam secara elektronik (digital) dan diproses di komputer, sedangkan citra foto menggunakan kamera dan film fotografik.

c)

Citra nonfoto selalu memiliki resolusi lebih rendah dibandingkan citra foto.

d)

Citra nonfoto hanya bisa merekam objek di malam hari.

e)

Citra nonfoto menggunakan sumber energi aktif, sedangkan citra foto pasif.

51.

Seorang penjelajah menemukan secarik kertas tua yang diklaim sebagai peta harta karun. Kertas itu hanya berisi gambar denah lokasi dan beberapa simbol yang tidak lazim. Tiga komponen peta yang paling vital (penting) yang hilang dan menyebabkan penjelajah kesulitan memulai pencarian adalah...

a)

Legenda, inset, dan orientasi (arah utara).

b)

Judul, garis tepi, dan sumber peta.

c)

Skala (untuk mengukur jarak), orientasi (untuk menentukan arah), dan legenda (untuk memahami simbol lokasi Harta).

d)

Garis lintang, garis bujur, dan tahun pembuatan.

e)

Simbol, warna, dan lettering (tulisan).

52.

Peta harta karun yang ditemukan oleh sekelompok arkeolog memiliki judul "Peta Goa Misteri" dan memiliki orientasi arah utara yang jelas. Namun, peta tersebut tidak memiliki skala dan legenda. Analisis yang tepat mengenai akibat hilangnya dua komponen vital tersebut adalah...

a)

Arkeolog tetap bisa menemukan harta karun, hanya butuh waktu lebih lama.

b)

Peta tersebut menjadi tidak berguna sama sekali dan harus dibuang.

c)

Orientasi arah utara menjadi tidak valid tanpa skala dan legenda.

d)

Arkeolog tidak dapat mengetahui jarak sebenarnya yang harus ditempuh dan tidak dapat menginterpretasikan arti simbol lokasi harta karun secara akurat.

e)

Judul peta menjadi tidak relevan tanpa sumber data yang jelas.

53.

Seorang analis citra ditugaskan membedakan permukiman kumuh (padat) dan permukiman elit (jarang) pada citra foto udara. Ia menggunakan kunci interpretasi rona, tekstur, dan pola. Analisis yang tepat mengenai penerapan kunci interpretasi tersebut adalah...

a)

Permukiman kumuh memiliki rona terang, tekstur halus, dan pola teratur.

b)

Permukiman elit memiliki rona gelap, tekstur kasar, dan pola acak.

c)

Permukiman kumuh memiliki tekstur kasar, pola sangat rapat, rona tidak seragam; permukiman elit sebaliknya.

d)

Rona adalah satu‑satunya kunci yang relevan untuk membedakan kedua objek tersebut.

e)

Pola tidak relevan untuk identifikasi permukiman, hanya rona dan tekstur.

54.

Pada citra satelit, sawah dan lapangan golf sama‑sama berwarna hijau cerah. Untuk membedakan kedua objek serupa ini, seorang murid menerapkan kunci interpretasi pola, bentuk, dan asosiasi. Analisis yang logis di balik penggunaan kunci tersebut adalah...

a)

Bentuk sawah selalu lingkaran, sedangkan lapangan golf persegi.

b)

Asosiasi lapangan golf adalah dengan saluran irigasi primer.

c)

Sawah memiliki pola petak‑petak teratur dengan jaringan irigasi (asosiasi), sedangkan lapangan golf berbentuk lebih bebas/alami dengan fasilitas clubhouse (asosiasi) dan pola rumput yang unik.

d)

Rona hijau di sawah lebih cerah daripada di lapangan golf.

e)

Tekstur sawah lebih halus daripada lapangan golf.

55.

Seorang peneliti mengevaluasi metode identifikasi perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet pada citra. Metode tersebut hanya menggunakan rona hijau untuk membedakan keduanya. Evaluasi terhadap metode ini menyimpulkan bahwa...

a)

Metode tersebut sangat akurat dan efisien.

b)

Rona hijau sudah cukup karena sawit dan karet berbeda jenis pohon.

c)

Metode tersebut tidak optimal, diperlukan kunci tambahan seperti tekstur (karet lebih kasar) dan pola (sawit lebih teratur) untuk akurasi identifikasi yang lebih tinggi.

d)

Pembedaan hanya bisa dilakukan jika ada bayangan yang jelas.

e)

Kunci interpretasi bentuk adalah yang paling penting, bukan rona atau tekstur.

56.

Dalam skenario penanggulangan bencana, tim SAR harus membedakan antara puing‑puing bangunan dan tumpukan sampah dari citra udara. Mereka menerapkan konvergensi bukti menggunakan rona, tekstur, dan asosiasi. Penggunaan ketiga kunci ini dievaluasi efektif karena...

a)

Memungkinkan analisis suhu dari objek tersebut secara cepat.

b)

Memfokuskan pada aspek lokasi absolut objek di peta.

c)

Gabungan rona (puing cenderung abu/putih, sampah beragam), tekstur (puing kasar, sampah lebih tidak beraturan), dan asosiasi (puing di area permukiman, sampah di TPA) memberikan bukti kuat untuk identifikasi cepat.

d)

Menghasilkan data kuantitatif yang dapat diukur dengan pasti.

e)

Hanya menggunakan satu jenis data, yaitu citra foto vertikal.