Worksheetsbensal 12
Total questions: 70
Worksheet time: 47mins
Suatu sore, Rani sedang belajar di kamarnya. Tiba-tiba lampu kamar redup, padahal semua lampu lain di rumahnya menyala terang. Ayah Rani kemudian memeriksa instalasi listrik di kamar tersebut.
Ternyata, sambungan kabel pada fitting lampu longgar sehingga arus listrik yang mengalir menjadi kecil. Ayahnya menjelaskan bahwa arus listrik bergantung pada tegangan dan hambatan sesuai dengan Hukum Ohm (V = I × R). Karena sambungan longgar menambah hambatan, arus yang mengalir ke lampu berkurang sehingga lampu tampak redup.
Setelah kabel dikencangkan, lampu kembali menyala terang. Rani pun menjadi penasaran dan bertanya lebih jauh tentang bagaimana arus listrik bekerja di rangkaian rumah. Ayahnya menunjukkan bahwa di rumah mereka terdapat rangkaian paralel, sehingga ketika satu lampu mati, lampu lain tetap menyala. Dari peristiwa itu, Rani memahami pentingnya hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan, serta perbedaan antara rangkaian seri dan paralel dalam kehidupan sehari-hari.
Jika hambatan meningkat sementara tegangan tetap, maka arus akan semakin besar.
benar
salah
Lampu yang redup dapat disebabkan karena arus listrik yang kecil.
benar
salah
Dalam rangkaian paralel, jika satu lampu padam, lampu lainnya juga ikut padam.
benar
salah
Arus listrik mengalir dari kutub negatif ke kutub positif secara konvensional.
benar
salah
Tegangan adalah beda potensial antara dua titik dalam rangkaian listrik.
benar
salah
Semakin besar hambatan, semakin kecil arus yang mengalir jika tegangan tetap.
benar
salah
Suatu hari di laboratorium fisika, siswa kelas XI sedang melakukan percobaan tentang Hukum Ohm. Raka dan teman-temannya menyusun rangkaian sederhana menggunakan baterai, resistor, kabel, dan amperemeter.
Mereka diminta mengukur besar arus listrik yang mengalir ketika nilai hambatan diubah-ubah. Ketika resistor diganti dengan nilai yang lebih besar, jarum amperemeter bergerak lebih kecil. Guru kemudian menjelaskan bahwa hasil ini sesuai dengan Hukum Ohm (V = I × R): jika tegangan konstan dan hambatan bertambah, maka arus menurun.
Setelah itu, mereka mencoba menyusun dua resistor secara seri dan secara paralel. Ternyata, arus total pada rangkaian paralel lebih besar karena hambatan pengganti menjadi lebih kecil. Dari percobaan tersebut, siswa memahami hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan secara nyata melalui pengukuran langsung.
Dalam Hukum Ohm, arus berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatan.
benar
salah
Jika nilai resistor diperbesar, maka arus yang mengalir akan semakin besar.
benar
salah
Pada rangkaian seri, arus yang mengalir pada setiap komponen sama besar.
benar
salah
Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap cabang berbeda-beda.
benar
salah
Hambatan pengganti rangkaian paralel lebih kecil dari hambatan terkecil komponennya.
benar
salah
Percobaan listrik dinamis tidak bisa membuktikan Hukum Ohm.
benar
salah
Suatu malam, Dinda melihat lampu ruang tamunya mendadak padam, tetapi lampu di kamar lain tetap menyala. Ayahnya memeriksa stopkontak dan menemukan bahwa kabel pada sambungan lampu putus.
Ayah Dinda menjelaskan bahwa rumah mereka menggunakan rangkaian paralel. Karena itu, jika satu lampu padam, lampu lain tidak ikut mati. Ia juga menjelaskan bahwa arus listrik yang mengalir bergantung pada tegangan dan hambatan kabel serta beban.
Kemudian Dinda melihat kipas angin berputar pelan. Setelah diperiksa, ternyata stopkontaknya longgar, menyebabkan arus listrik tidak mengalir optimal. Dari kejadian itu, Dinda belajar bahwa sambungan yang buruk menambah hambatan, dan hal ini mempengaruhi kuat arus listrik serta kinerja alat-alat listrik di rumah.
Jika sambungan kabel longgar, arus listrik dapat berkurang karena hambatan meningkat.
benar
salah
Pada rangkaian paralel di rumah, jika satu lampu padam maka seluruh lampu juga padam.
benar
salah
Arus listrik hanya mengalir jika rangkaian tertutup.
benar
salah
Semakin besar tegangan listrik, maka arus yang mengalir akan semakin kecil.
benar
salah
Hambatan listrik di kabel bisa bertambah karena sambungan yang rusak atau longgar.
benar
salah
Lampu yang redup menandakan arus listrik yang mengalir cukup besar.
benar
salah
Pada pelajaran fisika, guru meminta siswa untuk membawa balon. Setelah ditiup, guru menyuruh mereka menggosok balon pada rambut selama beberapa detik, lalu mendekatkan balon itu ke potongan kertas kecil di meja.
Semua terkejut — potongan kertas kecil itu meloncat dan menempel pada balon!
Guru menjelaskan bahwa fenomena itu terjadi karena gesekan antara balon dan rambut menyebabkan perpindahan elektron. Rambut kehilangan elektron (bermuatan positif), sedangkan balon mendapat kelebihan elektron (bermuatan negatif). Karena muatan berbeda jenis saling tarik-menarik, maka kertas tertarik ke balon.
Kemudian guru memperlihatkan percobaan lain: dua balon yang digosok pada rambut lalu didekatkan satu sama lain. Kali ini, keduanya saling menjauh karena muatan sejenis tolak-menolak. Dari percobaan ini, siswa memahami bahwa listrik statis adalah muatan listrik yang tidak mengalir, tetapi dapat menimbulkan gaya tarik atau tolak antara benda bermuatan.
Gesekan antara dua benda dapat menyebabkan perpindahan elektron dari satu benda ke benda lain
benar
salah
Rambut menjadi bermuatan negatif setelah digosok dengan balon.
benar
salah
Balon dan rambut setelah digosok memiliki jenis muatan yang sama.
benar
salah
Muatan sejenis akan saling tolak-menolak.
benar
salah
Listrik statis disebut demikian karena muatannya selalu bergerak terus-menerus.
benar
salah
Kertas dapat tertarik ke balon karena adanya gaya listrik antara benda bermuatan.
benar
salah
Pagi hari, Dinda bersiap ke sekolah. Ia mengenakan rok mini dari bahan sintetis dan berjalan di karpet. Saat itu, rok bagian bawahnya menempel ke kakinya dan menimbulkan suara kecil seperti “kresek”.
Ibunya tertawa dan menjelaskan bahwa itu akibat listrik statis. Saat Dinda berjalan di karpet, terjadi gesekan antara alas kaki dan karpet, menyebabkan perpindahan elektron. Rok dan tubuh Dinda menjadi bermuatan berbeda, sehingga saling tarik-menarik.
Ketika Dinda kemudian menyentuh gagang pintu logam, ia merasa seperti tersetrum kecil — karena muatan listrik statis berpindah ke logam (konduktor) untuk menetralkan perbedaan potensial. Dari kejadian ini, Dinda menyadari bahwa listrik statis sering muncul di kehidupan sehari-hari tanpa disadari, terutama pada benda isolator seperti plastik, kain sintetis, atau rambut kering.
Gesekan antara pakaian dan tubuh dapat menimbulkan listrik statis.
benar
salah
Muatan listrik statis dapat menyebabkan sengatan kecil saat menyentuh benda logam.
benar
salah
Semua bahan konduktor mudah menimbulkan listrik statis.
benar
salah
Listrik statis dapat mengalir terus-menerus seperti arus listrik di kabel.
benar
salah
Rok menempel ke kaki karena muatan sejenis saling tarik-menarik.
benar
salah
Salah satu cara mengurangi listrik statis adalah dengan menjaga kelembapan udara
benar
salah
Pada pelajaran fisika, guru meminta siswa membawa paku besi, kawat tembaga, dan baterai.
Mereka diminta melilitkan kawat pada paku, lalu menghubungkan kedua ujung kawat ke baterai. Setelah beberapa detik, ketika paku didekatkan ke paku kecil lainnya — ternyata paku-paku kecil itu menempel!
Guru menjelaskan bahwa mereka baru saja membuat elektromagnet, yaitu magnet yang terbentuk karena adanya arus listrik yang mengalir pada lilitan kawat.
Ketika arus diputus, daya tarik magnet pun hilang. Siswa lalu mencoba berbagai cara — menambah jumlah lilitan, mengganti paku dengan paku yang lebih besar, dan memperhatikan bagaimana kekuatan magnet meningkat.
Dari percobaan ini, siswa memahami bahwa magnet dapat dibuat dari bahan feromagnetik dengan cara dialiri arus listrik, dan kekuatannya bergantung pada jumlah lilitan serta besar arus.
Elektromagnet hanya dapat dibuat dari bahan konduktor listrik.
benar
salah
Ketika arus listrik dihentikan, elektromagnet kehilangan kemagnetannya.
benar
salah
Magnet permanen dan elektromagnet memiliki prinsip kerja yang sama.
benar
salah
Menambah jumlah lilitan kawat dapat memperkuat gaya tarik elektromagnet.
benar
salah
Arah arus listrik tidak memengaruhi kutub magnet yang terbentuk.
benar
salah
Elektromagnet banyak digunakan dalam alat-alat seperti bel listrik dan rel kereta maglev.
benar
salah
Di rumah, Ibu suka menempelkan catatan belanja dan foto di pintu kulkas menggunakan magnet kecil warna-warni. Dinda memperhatikan bahwa magnet itu selalu menempel kuat, tapi tidak menempel di pintu lemari kayu.
Ibu lalu menjelaskan bahwa magnet hanya menempel pada benda yang terbuat dari logam feromagnetik seperti besi atau baja, bukan pada kayu atau plastik.
Dinda kemudian mencoba bermain dengan dua magnet — saat sisi yang sama didekatkan, magnet saling menolak, tapi jika sisi berlawanan didekatkan, magnet saling menarik.
Dari percobaan sederhana itu, Dinda belajar bahwa magnet memiliki dua kutub, yaitu utara (U) dan selatan (S). Kutub sejenis saling tolak, sedangkan kutub berbeda saling tarik.
Magnet dapat menempel pada semua jenis logam.
benar
salah
Kutub magnet sejenis akan saling tarik-menarik.
benar
salah
Jika magnet dipotong dua, maka masing-masing potongan tetap memiliki kutub utara dan selatan.
benar
salah
Kayu tidak dapat ditarik oleh magnet karena bukan konduktor listrik.
benar
salah
Medan magnet merupakan daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi gaya magnet
benar
salah
Magnet hanya berguna untuk permainan anak-anak.
benar
salah
Di pelajaran fisika, guru menayangkan video tentang kereta supercepat Jepang – Maglev (Magnetic Levitation Train) yang dapat meluncur tanpa menyentuh rel. Siswa tampak kagum — bagaimana mungkin kereta seberat itu bisa melayang di udara?
Guru kemudian menjelaskan bahwa Maglev bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik, yaitu perpaduan antara medan magnet dan arus listrik. Di bawah badan kereta terdapat elektromagnet kuat, sedangkan di jalur rel terdapat konduktor khusus.
Ketika arus listrik dialirkan ke elektromagnet, medan magnet yang terbentuk menolak medan magnet pada rel — menciptakan gaya tolak magnet yang cukup besar untuk mengangkat kereta beberapa sentimeter di atas rel.
Selain itu, ada medan magnet lain yang bekerja untuk mendorong kereta ke depan menggunakan gaya elektromagnet yang berubah-ubah arahnya.
Guru memberi contoh sederhana di kelas: dua magnet batang saling didekatkan — ketika kutub sejenis didekatkan, magnet saling menolak. Itulah prinsip dasar yang digunakan Maglev! Dengan tidak adanya gesekan antara roda dan rel, Maglev dapat melaju hingga lebih dari 500 km/jam dengan sangat halus dan efisien.
Kereta Maglev dapat melayang karena menggunakan gaya tolak-menolak antara magnet di kereta dan magnet di rel.
benar
salah
Maglev bergerak karena dorongan dari mesin diesel seperti kereta biasa.
benar
salah
Tanpa adanya arus listrik, gaya magnet pada elektromagnet Maglev tidak akan muncul.
benar
salah
Gaya elektromagnetik hanya bisa menarik benda, tidak bisa menolak.
benar
salah
Maglev tidak mengalami gesekan roda dengan rel karena melayang di atas jalur magnet.
benar
salah
Prinsip kerja Maglev hanya memanfaatkan gaya listrik statis.
benar
salah
Suatu hari di kelas fisika, guru membawa dua jenis charger: charger kabel biasa dan charger nirkabel.
Beliau menanyakan,
“Mengapa ponsel ini bisa diisi tanpa kabel, padahal tidak ada logam yang menyentuh?”
Siswa tampak heran. Lalu guru menjelaskan bahwa teknologi charger nirkabel bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik, prinsip yang ditemukan oleh Michael Faraday.
Di dalam alas pengisi daya (charging pad) terdapat kumparan kawat yang dialiri arus listrik bolak-balik (AC). Arus tersebut menghasilkan medan magnet yang berubah-ubah di sekitar kumparan.
Ketika ponsel diletakkan di atas pad, kumparan penerima di dalam ponsel menangkap perubahan medan magnet itu dan mengubahnya kembali menjadi arus listrik untuk mengisi baterai.
Jadi, energi listrik dipindahkan tanpa kabel — bukan lewat udara secara langsung, tapi melalui gelombang elektromagnetik yang diinduksikan.
Guru menutup pelajaran dengan pesan:
“Teknologi canggih pun tetap berakar dari konsep sederhana — arus yang mengalir dapat menimbulkan medan magnet, dan medan magnet yang berubah dapat menghasilkan arus listrik.”
Charger nirkabel bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
benar
salah
Energi listrik berpindah melalui udara tanpa perantara apa pun.
benar
salah
Di dalam charger nirkabel terdapat kumparan yang dialiri arus listrik bolak-balik.
benar
salah
Medan magnet yang tetap (tidak berubah) dapat menghasilkan arus induksi.
benar
salah
Semakin dekat posisi ponsel dengan alas charger, semakin efisien pengisian dayanya.
benar
salah
Charger nirkabel menggunakan arus searah (DC) untuk menciptakan induksi magnetik.
benar
salah
Ponsel yang tidak memiliki kumparan penerima tidak bisa diisi dengan charger nirkabel.
benar
salah
Induksi elektromagnetik pertama kali dijelaskan oleh Michael Faraday.
benar
salah
Charger nirkabel lebih cepat daripada charger kabel karena tidak ada hambatan listrik.
benar
salah
Prinsip kerja charger nirkabel sama dengan transformator.
benar
salah
Suatu malam, Dita pulang dari latihan basket. Di sepanjang jalan menuju rumah, lampu-lampu jalan menyala otomatis saat langit mulai gelap. Ia penasaran dan bertanya kepada ayahnya, seorang teknisi listrik:
“Ayah, kenapa lampu jalan bisa nyala sendiri tanpa orang menyalakan sakelar?”
Ayah tersenyum dan menjelaskan bahwa lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) bekerja dengan sistem sensor cahaya (LDR – Light Dependent Resistor). Saat siang hari, sensor menerima cahaya matahari, resistansinya kecil, sehingga arus tidak mengalir ke lampu. Namun ketika malam tiba dan cahaya berkurang, resistansi sensor meningkat, arus listrik dialirkan ke lampu, dan lampu pun menyala otomatis.
Ayah juga menjelaskan bahwa sistem PJU modern kini sudah dilengkapi panel surya, sehingga listriknya tidak hanya berasal dari PLN, tetapi juga dari energi matahari yang disimpan dalam baterai.
Dita kagum: ternyata setiap malam lampu-lampu jalan tidak hanya menerangi, tapi juga merupakan contoh nyata penerapan listrik dinamis, energi terbarukan, dan sensor otomatis.
PJU merupakan penerapan dari konsep rangkaian listrik dinamis.
benar
salah
Lampu PJU biasanya disusun dalam rangkaian seri agar hemat energi.
benar
salah
Sensor cahaya (LDR) digunakan agar lampu menyala otomatis di malam hari.
benar
salah
PJU tenaga surya menggunakan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya.
benar
salah
PJU akan tetap menyala di siang hari meskipun menggunakan sensor LDR
benar
salah
Dalam sistem PJU, arus listrik mengalir karena adanya beda potensial antara sumber dan beban.
benar
salah
Semakin besar hambatan pada LDR saat malam hari, semakin kecil arus listrik yang mengalir ke lampu.
benar
salah
Panel surya hanya berfungsi pada malam hari untuk mengubah cahaya bulan menjadi energi listrik.
benar
salah
Sistem PJU modern sering menggunakan timer digital dan sensor otomatis.
benar
salah
Penerangan jalan umum membantu keselamatan pengguna jalan di malam hari
benar
salah
Arus bolak-balik dapat diubah tegangannya menggunakan transformator.
benar
salah
Semua peralatan elektronik hanya dapat menggunakan AC secara langsung.
benar
salah
