wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL LITERASI TES SELEKSI CALON PESERTA DIDIK BARU T.P 2026-2027

Total questions: 25

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Wacana 1 : Yogyakarta dan Kekhasan Jajanannya (untuk mejawab soal nomor 1 - 5)

Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya karena kekhasannya. Sama halnya dengan dengan jajanan pasarnya. Seperti adrem, clorot, geplak, kipo, yangko dan masih banyak yang lainnya. Adrem menurut beberapa sumber, sudah ada sejak zaman kerajaan mataram kuno. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum the tawar pahit atau minuman hangat lainnya.. makanan ini banyak diproduksi di pedukuhan wirosutan, sanden, bantul. Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.

Selanjutnya, cenil cukup dikenal oleh masyarakat perdesaan di Yogyakarta. Ia memiliki cita rasa yang manis dan gurih, terbuat dari gula pasir dan parutan kelapa. Cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Secara filosofis, cenil ini menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah. Tempat cenil biasanya menggunakan pincuk daun pisang. Pincuk singkatan dari Bahasa Jawa ‘penten – pinten cukup’ atau ‘berapa pun cukup’. Ini menunjukkan, manusia dalam keadaan apapun harus bersyukur dan merasa cukup.

Jajanannya pasar ini bentuknya unik, seperti trompet tahun baru, namanya clorot. Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas. Cara memasaknya pun sangat mudah, hanya dikukus. Bungkus clorot terbuat dari janur yang dibuat kerucut seperti trompet.

Dalam “trompet” inilah diisikan adonan. Makanan ini pernah menjadi cemilan favorit para wali di Pulau Jawa bagian pesisir utara. Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-16, wilayah tersebut menjadi tempat dakwah para wali. Clorot, yang telah menjadi makanan masyarakat setempat, sering menjadi suguhan para wali ketika berkunjung ke rumah warga atau ketika ada kegiatan.

Makanan khas ini namanya geplak. Konon, makanan ini diawali ketika itu daging kelapa, bahan pembuat geplak, dan tebu yang diolah untuk menjadi gula sangat berlimpah. Awalnya geplak tampil hanya dua warna saja. Jika menggunakan gula tebu, geplak berwarna putih-kelabu, sedangkan jika memakai gula kelapa, geplak tampil berwarna-warni dengan rasa yang variatif, misalnya rasa jahe, durian, strawberry, dan kacang.

Ada dua makanan lagi yang menarik yaitu kipo dan yangko. Namanya terdengar lucu. Seperti melafalkan salah satu Bahasa gaul, yaitu kepo yang artinya ‘ingin tahu’. Namun, kipo adalah nama jajanan pasar dari kotagede. Bentuknya mirip biji petai. Konon, pada masa lalu kipo sudah dibuat di kotagede. Banyak orang menyukai makanan ini, termasuk para prajurit mataram. Pada awalnya, kue ini tidak memiliki nama. Namun, karena rasanya yang lezat, keberadaannya makin dikenal warga. Konon ceritanya, kipo berasal dari kalimat Tanya berbahasa Jawa tersebut adalah iki opo?, artinya ‘ini apa?’ dari kalimat tanya iki opo, kemudian berkembang menjadi akronim kipo.

Selanjutnya makanan yangko, berasal dari kotagede. Rasa aslinya berisi campuran cincangan kacang, seperti kue moci. Bedannya, kue moci lebih lembek dan kenyal. Saat ini, yangko juga memiliki rasa buah-buahan seperti strowberi, durian, dan melon. Dahulu, kotagede merupakan ibukota kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Menurut cerita, yangko pernah dijadikan bekal oleh pangeran di Ponegoro saat bergerilya, karena dapat bertahan cukup lama.

  1. 1. Berdasarkan teks tersebut, jajanan apa yang dapat bertahan cukup lama pernah dijadikan bekal bergerilya oleh Pangeran di Ponegoro?

a)

a. Adrem

b)

b. Cenil

c)

c. Yangko

d)

d. Clorot

2.

Wacana 1 : Yogyakarta dan Kekhasan Jajanannya (untuk mejawab soal nomor 1 - 5)

Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya karena kekhasannya. Sama halnya dengan dengan jajanan pasarnya. Seperti adrem, clorot, geplak, kipo, yangko dan masih banyak yang lainnya. Adrem menurut beberapa sumber, sudah ada sejak zaman kerajaan mataram kuno. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum the tawar pahit atau minuman hangat lainnya.. makanan ini banyak diproduksi di pedukuhan wirosutan, sanden, bantul. Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.

Selanjutnya, cenil cukup dikenal oleh masyarakat perdesaan di Yogyakarta. Ia memiliki cita rasa yang manis dan gurih, terbuat dari gula pasir dan parutan kelapa. Cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Secara filosofis, cenil ini menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah. Tempat cenil biasanya menggunakan pincuk daun pisang. Pincuk singkatan dari Bahasa Jawa ‘penten – pinten cukup’ atau ‘berapa pun cukup’. Ini menunjukkan, manusia dalam keadaan apapun harus bersyukur dan merasa cukup.

Jajanannya pasar ini bentuknya unik, seperti trompet tahun baru, namanya clorot. Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas. Cara memasaknya pun sangat mudah, hanya dikukus. Bungkus clorot terbuat dari janur yang dibuat kerucut seperti trompet.

Dalam “trompet” inilah diisikan adonan. Makanan ini pernah menjadi cemilan favorit para wali di Pulau Jawa bagian pesisir utara. Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-16, wilayah tersebut menjadi tempat dakwah para wali. Clorot, yang telah menjadi makanan masyarakat setempat, sering menjadi suguhan para wali ketika berkunjung ke rumah warga atau ketika ada kegiatan.

Makanan khas ini namanya geplak. Konon, makanan ini diawali ketika itu daging kelapa, bahan pembuat geplak, dan tebu yang diolah untuk menjadi gula sangat berlimpah. Awalnya geplak tampil hanya dua warna saja. Jika menggunakan gula tebu, geplak berwarna putih-kelabu, sedangkan jika memakai gula kelapa, geplak tampil berwarna-warni dengan rasa yang variatif, misalnya rasa jahe, durian, strawberry, dan kacang.

Ada dua makanan lagi yang menarik yaitu kipo dan yangko. Namanya terdengar lucu. Seperti melafalkan salah satu Bahasa gaul, yaitu kepo yang artinya ‘ingin tahu’. Namun, kipo adalah nama jajanan pasar dari kotagede. Bentuknya mirip biji petai. Konon, pada masa lalu kipo sudah dibuat di kotagede. Banyak orang menyukai makanan ini, termasuk para prajurit mataram. Pada awalnya, kue ini tidak memiliki nama. Namun, karena rasanya yang lezat, keberadaannya makin dikenal warga. Konon ceritanya, kipo berasal dari kalimat Tanya berbahasa Jawa tersebut adalah iki opo?, artinya ‘ini apa?’ dari kalimat tanya iki opo, kemudian berkembang menjadi akronim kipo.

Selanjutnya makanan yangko, berasal dari kotagede. Rasa aslinya berisi campuran cincangan kacang, seperti kue moci. Bedannya, kue moci lebih lembek dan kenyal. Saat ini, yangko juga memiliki rasa buah-buahan seperti strowberi, durian, dan melon. Dahulu, kotagede merupakan ibukota kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Menurut cerita, yangko pernah dijadikan bekal oleh pangeran di Ponegoro saat bergerilya, karena dapat bertahan cukup lama.

  1. 2. Apa makanan khas dari Yogyakarta yang saat ini telah mengalami perubahan rasa?

a)

a. Cenil

b)

b. Geplak

c)

c. Kipo

d)

d. Yangko

3.

Wacana 1 : Yogyakarta dan Kekhasan Jajanannya (untuk mejawab soal nomor 1 - 5)

Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya karena kekhasannya. Sama halnya dengan dengan jajanan pasarnya. Seperti adrem, clorot, geplak, kipo, yangko dan masih banyak yang lainnya. Adrem menurut beberapa sumber, sudah ada sejak zaman kerajaan mataram kuno. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum the tawar pahit atau minuman hangat lainnya.. makanan ini banyak diproduksi di pedukuhan wirosutan, sanden, bantul. Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.

Selanjutnya, cenil cukup dikenal oleh masyarakat perdesaan di Yogyakarta. Ia memiliki cita rasa yang manis dan gurih, terbuat dari gula pasir dan parutan kelapa. Cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Secara filosofis, cenil ini menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah. Tempat cenil biasanya menggunakan pincuk daun pisang. Pincuk singkatan dari Bahasa Jawa ‘penten – pinten cukup’ atau ‘berapa pun cukup’. Ini menunjukkan, manusia dalam keadaan apapun harus bersyukur dan merasa cukup.

Jajanannya pasar ini bentuknya unik, seperti trompet tahun baru, namanya clorot. Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas. Cara memasaknya pun sangat mudah, hanya dikukus. Bungkus clorot terbuat dari janur yang dibuat kerucut seperti trompet.

Dalam “trompet” inilah diisikan adonan. Makanan ini pernah menjadi cemilan favorit para wali di Pulau Jawa bagian pesisir utara. Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-16, wilayah tersebut menjadi tempat dakwah para wali. Clorot, yang telah menjadi makanan masyarakat setempat, sering menjadi suguhan para wali ketika berkunjung ke rumah warga atau ketika ada kegiatan.

Makanan khas ini namanya geplak. Konon, makanan ini diawali ketika itu daging kelapa, bahan pembuat geplak, dan tebu yang diolah untuk menjadi gula sangat berlimpah. Awalnya geplak tampil hanya dua warna saja. Jika menggunakan gula tebu, geplak berwarna putih-kelabu, sedangkan jika memakai gula kelapa, geplak tampil berwarna-warni dengan rasa yang variatif, misalnya rasa jahe, durian, strawberry, dan kacang.

Ada dua makanan lagi yang menarik yaitu kipo dan yangko. Namanya terdengar lucu. Seperti melafalkan salah satu Bahasa gaul, yaitu kepo yang artinya ‘ingin tahu’. Namun, kipo adalah nama jajanan pasar dari kotagede. Bentuknya mirip biji petai. Konon, pada masa lalu kipo sudah dibuat di kotagede. Banyak orang menyukai makanan ini, termasuk para prajurit mataram. Pada awalnya, kue ini tidak memiliki nama. Namun, karena rasanya yang lezat, keberadaannya makin dikenal warga. Konon ceritanya, kipo berasal dari kalimat Tanya berbahasa Jawa tersebut adalah iki opo?, artinya ‘ini apa?’ dari kalimat tanya iki opo, kemudian berkembang menjadi akronim kipo.

Selanjutnya makanan yangko, berasal dari kotagede. Rasa aslinya berisi campuran cincangan kacang, seperti kue moci. Bedannya, kue moci lebih lembek dan kenyal. Saat ini, yangko juga memiliki rasa buah-buahan seperti strowberi, durian, dan melon. Dahulu, kotagede merupakan ibukota kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Menurut cerita, yangko pernah dijadikan bekal oleh pangeran di Ponegoro saat bergerilya, karena dapat bertahan cukup lama.

  1. 3. Salah satu makanan Yogyakarta yang menarik, namanya terdengar lucu seperti melafalkan salah satu bahasa gaul?

a)

a. Geplak

b)

b. Cenil

c)

c. Kipo

d)

d. Adrem

4.

Wacana 1 : Yogyakarta dan Kekhasan Jajanannya (untuk mejawab soal nomor 1 - 5)

Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya karena kekhasannya. Sama halnya dengan dengan jajanan pasarnya. Seperti adrem, clorot, geplak, kipo, yangko dan masih banyak yang lainnya. Adrem menurut beberapa sumber, sudah ada sejak zaman kerajaan mataram kuno. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum the tawar pahit atau minuman hangat lainnya.. makanan ini banyak diproduksi di pedukuhan wirosutan, sanden, bantul. Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.

Selanjutnya, cenil cukup dikenal oleh masyarakat perdesaan di Yogyakarta. Ia memiliki cita rasa yang manis dan gurih, terbuat dari gula pasir dan parutan kelapa. Cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Secara filosofis, cenil ini menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah. Tempat cenil biasanya menggunakan pincuk daun pisang. Pincuk singkatan dari Bahasa Jawa ‘penten – pinten cukup’ atau ‘berapa pun cukup’. Ini menunjukkan, manusia dalam keadaan apapun harus bersyukur dan merasa cukup.

Jajanannya pasar ini bentuknya unik, seperti trompet tahun baru, namanya clorot. Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas. Cara memasaknya pun sangat mudah, hanya dikukus. Bungkus clorot terbuat dari janur yang dibuat kerucut seperti trompet.

Dalam “trompet” inilah diisikan adonan. Makanan ini pernah menjadi cemilan favorit para wali di Pulau Jawa bagian pesisir utara. Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-16, wilayah tersebut menjadi tempat dakwah para wali. Clorot, yang telah menjadi makanan masyarakat setempat, sering menjadi suguhan para wali ketika berkunjung ke rumah warga atau ketika ada kegiatan.

Makanan khas ini namanya geplak. Konon, makanan ini diawali ketika itu daging kelapa, bahan pembuat geplak, dan tebu yang diolah untuk menjadi gula sangat berlimpah. Awalnya geplak tampil hanya dua warna saja. Jika menggunakan gula tebu, geplak berwarna putih-kelabu, sedangkan jika memakai gula kelapa, geplak tampil berwarna-warni dengan rasa yang variatif, misalnya rasa jahe, durian, strawberry, dan kacang.

Ada dua makanan lagi yang menarik yaitu kipo dan yangko. Namanya terdengar lucu. Seperti melafalkan salah satu Bahasa gaul, yaitu kepo yang artinya ‘ingin tahu’. Namun, kipo adalah nama jajanan pasar dari kotagede. Bentuknya mirip biji petai. Konon, pada masa lalu kipo sudah dibuat di kotagede. Banyak orang menyukai makanan ini, termasuk para prajurit mataram. Pada awalnya, kue ini tidak memiliki nama. Namun, karena rasanya yang lezat, keberadaannya makin dikenal warga. Konon ceritanya, kipo berasal dari kalimat Tanya berbahasa Jawa tersebut adalah iki opo?, artinya ‘ini apa?’ dari kalimat tanya iki opo, kemudian berkembang menjadi akronim kipo.

Selanjutnya makanan yangko, berasal dari kotagede. Rasa aslinya berisi campuran cincangan kacang, seperti kue moci. Bedannya, kue moci lebih lembek dan kenyal. Saat ini, yangko juga memiliki rasa buah-buahan seperti strowberi, durian, dan melon. Dahulu, kotagede merupakan ibukota kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Menurut cerita, yangko pernah dijadikan bekal oleh pangeran di Ponegoro saat bergerilya, karena dapat bertahan cukup lama.

4. Apa makanan khas dari Yogyakarta menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah?

a)

a. Cenil

b)

b. Adrem

c)

c. Yangko

d)

d. Kipo

5.

Wacana 1 : Yogyakarta dan Kekhasan Jajanannya (untuk mejawab soal nomor 1 - 5)

Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya karena kekhasannya. Sama halnya dengan dengan jajanan pasarnya. Seperti adrem, clorot, geplak, kipo, yangko dan masih banyak yang lainnya. Adrem menurut beberapa sumber, sudah ada sejak zaman kerajaan mataram kuno. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum the tawar pahit atau minuman hangat lainnya.. makanan ini banyak diproduksi di pedukuhan wirosutan, sanden, bantul. Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.

Selanjutnya, cenil cukup dikenal oleh masyarakat perdesaan di Yogyakarta. Ia memiliki cita rasa yang manis dan gurih, terbuat dari gula pasir dan parutan kelapa. Cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Secara filosofis, cenil ini menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah. Tempat cenil biasanya menggunakan pincuk daun pisang. Pincuk singkatan dari Bahasa Jawa ‘penten – pinten cukup’ atau ‘berapa pun cukup’. Ini menunjukkan, manusia dalam keadaan apapun harus bersyukur dan merasa cukup.

Jajanannya pasar ini bentuknya unik, seperti trompet tahun baru, namanya clorot. Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas. Cara memasaknya pun sangat mudah, hanya dikukus. Bungkus clorot terbuat dari janur yang dibuat kerucut seperti trompet.

Dalam “trompet” inilah diisikan adonan. Makanan ini pernah menjadi cemilan favorit para wali di Pulau Jawa bagian pesisir utara. Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-16, wilayah tersebut menjadi tempat dakwah para wali. Clorot, yang telah menjadi makanan masyarakat setempat, sering menjadi suguhan para wali ketika berkunjung ke rumah warga atau ketika ada kegiatan.

Makanan khas ini namanya geplak. Konon, makanan ini diawali ketika itu daging kelapa, bahan pembuat geplak, dan tebu yang diolah untuk menjadi gula sangat berlimpah. Awalnya geplak tampil hanya dua warna saja. Jika menggunakan gula tebu, geplak berwarna putih-kelabu, sedangkan jika memakai gula kelapa, geplak tampil berwarna-warni dengan rasa yang variatif, misalnya rasa jahe, durian, strawberry, dan kacang.

Ada dua makanan lagi yang menarik yaitu kipo dan yangko. Namanya terdengar lucu. Seperti melafalkan salah satu Bahasa gaul, yaitu kepo yang artinya ‘ingin tahu’. Namun, kipo adalah nama jajanan pasar dari kotagede. Bentuknya mirip biji petai. Konon, pada masa lalu kipo sudah dibuat di kotagede. Banyak orang menyukai makanan ini, termasuk para prajurit mataram. Pada awalnya, kue ini tidak memiliki nama. Namun, karena rasanya yang lezat, keberadaannya makin dikenal warga. Konon ceritanya, kipo berasal dari kalimat Tanya berbahasa Jawa tersebut adalah iki opo?, artinya ‘ini apa?’ dari kalimat tanya iki opo, kemudian berkembang menjadi akronim kipo.

Selanjutnya makanan yangko, berasal dari kotagede. Rasa aslinya berisi campuran cincangan kacang, seperti kue moci. Bedannya, kue moci lebih lembek dan kenyal. Saat ini, yangko juga memiliki rasa buah-buahan seperti strowberi, durian, dan melon. Dahulu, kotagede merupakan ibukota kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Menurut cerita, yangko pernah dijadikan bekal oleh pangeran di Ponegoro saat bergerilya, karena dapat bertahan cukup lama.

5. Makanan khas kipo berasal dari kalimat tanya berbahasa Jawa adalah iki opo? artinya?

a)

a. Itu apa?

b)

b. Ini apa?

c)

c. Ada apa?

d)

d. Mengapa?

6.

Bacalah  kutipan  cerpen berikut dengan cermat! (untuk mejawab soal nomor 6)

Tak semua ingatan mampu menembus alam kota fantasi. Di dekat situ ada gereja tua yang dulu

terpencil seperti gunung tempat penyucian jiwa atau orang setempat menyebutnya “giri sonta”,

tetapi kini tak ubahnya bangunan biasa di tengah kota. Ah, tetapi tunggu ada juga yang belum

terlalu berubah, yakni kapal tua di samping gereja, di mana dulu kami belajar berdoa.

6. Unsur  intrinsik yang dominan pada kutipan  cerpen tersebut adalah ... 

a)

a. Sudut pandang

b)

b. Alur

c)

c. Amanat

d)

d. Latar tempat

7.

Bacalah kutipan berikut dengan cermat! (untuk menjawab soal nomor 7)

Hadirin yang saya hormati!

Musim kemarau yang panjang pada tahun ini perlu kita waspadai, terutama mengenai kekurangan air dan musibah kebakaran. Jangan sampai peristiwa ini teulang kembali seperti dua tahun yang lalu. Untuk itu, kita perlu menjaga lingkungan di sekitar kita.

  1. 7. Penggalan pidato tersebut berisi...

a)

a. Penjelasan

b)

b. Permintaan

c)

c. Himbauan

d)

d. Larangan

8.

Cermati kalimat berikut! (untuk menjawab soal nomor 8)

Kita harus tolong menolong sesama manusia.

 

8. Makna perulangan yang sama dengan perulangan tersebut adalah … .

a)

a. Amir senang memakan buah-buahan.

b)

b. Adik berteriak-teriak meminta tolong.

c)

c. Pendekar itu memasang kuda-kuda siap menerima serangan.

d)

d. Peserta lomba itu tarik-menarik untuk memenangkan lomba tarik tambang

9.

Cermati kalimat-kalimat berikut! (untuk menjawab soal nomor 9)

(1) Mereka sedang mengikuti pendidikan dan latihan selama seminggu

(2) Ia sedang nunggu mobil jemputan

(3) Kita harus membuat standarisasi penilaian

(4) Secara teoritis kita dapat memenangkan pertandingan

  1. 9. Kalimat yang menggunakan bahan baku adalah nomor...

a)

a. (1)

b)

b. (2)

c)

c. (3)

d)

d. (4)

10.

Cermati unsur-unsur karya tulis berikut! (untuk mejawab soal nomor 10)

1. Halaman Judul

2. Pendahuluan

3. Pembahasan

4. Daftar Pustaka

5. Daftar Isı

6. Kata Pengantar

7. Penutup

10. Urutan yang tepat untuk kerangka karya tulis tersebut adalah ....

a)

a. 1 – 5 – 6 – 2 – 3 – 4 – 7

b)

b. 1 – 2 – 6 – 5 – 3 – 7 – 4

c)

c. 1 – 6 – 5 – 2 – 3 – 7 – 4

d)

d. 1 – 3 – 2 – 6 – 5 – 7 – 4

11.

Cermati kalimat-kalimat berikut! (untuk menjawab soal nomor 11)

(1) Kita tidak boleh mensarankan masalah itu.

(2) Sukarno-Hatta adalah orang yang memroklamasikan kemerdekaan.

(3) Anak itu sering menerapkan teori belajar.

(4) Kita tidak boleh mengesampingkan masalah itu.

11. Penulisan kata berimbuhan me-kan yang tepat, terdapat pada kalimat nomor

a)

a. (1)

b)

b. (2)

c)

c. (3)

d)

d. (4)

12.

Cermati kutipan puisi berikut! (untuk mejawab soal nomor 12)

HAMPA

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak

Lurus kaku pohonan. Tak bergerak

Sampai ke puncak. Sepi memagut

Tak satu kuasa melepas-renggut

Segala menanti. Menanti. Menanti.

Sepi

Chairil Anwar

12. Tema penggalan puisi tersebut adalah...

a)

a. Kebebasan dalam bersikap

b)

b. Kesepian dan rasa kehilangan

c)

c. Kuasa Tuhan yang datang

d)

d. Kepedulian pada sesama

13.

13. Berupa sindiran, menyembunyikan fakta sebenarnya atau kebalikan dari fakta merupakan  majas?

a)

a. hiperbola

b)

b. litotes

c)

c. personifikasi

d)

d. ironi

14.
  1. 14. Suatu  ketika  kelurahan  Tarorane  akan  mendapatkan  kunjungan  dari  kelurahan  lain untuk keperluan penyambutan rombongan  kepala kelurahan memberikan memo kepada wakilnya.

Isi memo yang tepat berdasarkan  ilustrasi tersebut adalah … 

a)

a. Dengan hormat agar Bapak menyiapkan acara penyambutan besok.

b)

b. Untuk diketahui bahwa besok kantor kita akan di didatangi tamu, sehingga mohon disiapkan acara penyambutan

c)

c. Berkenaan dengan acara besok, sudilah kiranya agar Bapak mempersiapkan acara penyambutan

d)

d. Segera Bapak menyiapkan acara penyambutan besok

15.

Bacalah paragraf berikut dengan cermat! (menjawab soal nomor 15)

Perguruan tinggi di Indonesia sudah sangat banyak. Kita dapat memilih perguruan tinggi yang cocok dengan selera pendidikan kita. Namun, banyaknya perguruan tinggi belum dibarengi denganper baikan mutu kurikulum dan penunjangnya sehingga lulusannya dianggap kurang berkualitas.

15. Konjungsı antar kalimat yang terdapat pada paragraf tersebut adalah...

a)

a. namun

b)

b. dengan

c)

c. dan

d)

d. sehingga

16.
  1. Bacalah paragraf berikut dengan cermat! (menjawab soal nomor 16)

    Perguruan tinggi di Indonesia sudah sangat banyak. Kita dapat memilih perguruan tinggi yang cocok dengan selera pendidikan kita. Namun, banyaknya perguruan tinggi belum dibarengi denganper baikan mutu kurikulum dan penunjangnya sehingga lulusannya dianggap kurang berkualitas.

  2. 16. Kata penghubung  sehingga pada kalimat  tersebut maknanya sama dengan  kata  penghubung pada kalimat …

a)

a. Ia malas belajar akibatnya tidak naik kelas.

b)

b. Ia rajin belajar agar naik kelas.

c)

c. Ayah datang ketika Ani masih di sekolah.

d)

d. Ia tetap berangkat walaupun hujan deras.

17.

17. Rima merupakan salah satu struktur puisi yang artinya?

a)

a. suasana puisi

b)

b. sikap penyair

c)

c. persajakan puisi atau perulangan bunyi

d)

d. gaya bahasa

18.

Bacalah teks berikut ini untuk menjawab soal nomor 18!

Honda Jazz menuju Tol Cipali tergelincir di bahu jalan. Peristiwa itu terjadi karena ban pecah. Tiga orang penumpang mobil tesebut selamat, sementara sopir terluka parah.

  1. 18. Makna kata bercetak miring pada teks tersebut adalah...

a)

a. tercebur

b)

b. terjatuh

c)

c. terjerumus

d)

d. terpeleset

19.

Bacalah teks berikut ini untuk menjawab soal nomor 19!

Honda Jazz menuju Tol Cipali tergelincir di bahu jalan. Peristiwa itu terjadi karena ban pecah. Tiga orang penumpang mobil tesebut selamat, sementara sopir terluka parah.

  1. 19. 19. Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada teks tersebut adalah ... 

a)

a. kapan mobil honda jazz tergelincir?

b)

b. di mana mobil honda jazz tergelincir?

c)

c. siapa yang menolong korban dalam peristiwa itu?

d)

d. apa warna mobil honda jazz yang tergelincir?

20.

20. Konjungsi kausalitas atau biasa disebut dengan konjungsi?

a)

a. sebab – akibat

b)

b. urutan waktu

c)

c. kata kerja material

d)

d. bermakna lampau

21.

21. Kata kerja tindakan di bawah ini adalah?

a)

a. membaca

b)

b. kemudian

c)

c. cantik

d)

d. pintar

22.

Bacalah kutipan teks berikut dengan cermat! (menjawab soal nomor 22)

Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikhlas memberi bantuan sehingga karya tulis ini dapat selesai

  1. 22. Kalimat tersebut merupakan bagian karya tulis ilmiah yang terdapat pada...

a)

a. Latar Belakang

b)

b. Kata Pengantar

c)

c. Daftar Isi

d)

d. Penutup

23.

Wacana 2 : Setop Perundungan (menjawab soal nomor 23 - 25)

Oh, hari ini aku sedih sekali. Hal itu bermula ketika aku tanpa sengaja menumpahkan minuman seorang kakak kelas. Aku segera minta maaf, tapi dia sangat marah lalu memukulku. Dan hari ini, ia kembali mengejekku.

“Ada apa, sayang? Ayo ceritakan kepada ibu.” Tanya ibu dengan lembut. Aku segera menghapus air  mata. Akhiranya aku ceritakan semua masalah itu kepada ibu. Kata ibu, beliau khawatir jika kau dirundung. Ibu menjelaskan perundungan adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau kelompok untuk menyakiti fisik atau psikologis orang lain

“lalu, darimana ibu tahu bahwa aku adalah korban perundungan?” tanyaku heran. Ibu tersenyum dan berkata bahwa beliau mengamati perubahanku beberapa hari ini, seperti enggan ke sekolah, tiba –tiba menjadi pendiam, pemurung dan mudah tersinggung, aku menutup diri dan tampak sedih, prestasi menurun, sering mengamati luka, baju sobek atau barang hilang. Ya, memang ada luka memar di pipiku. Ternyata itu semua adalah tanda-tanda korban perundungan.

“Perundungan ini harus dihentikan dan kamu harus mengambil tindakan” ucap ibu tegas.

Apa yang harus aku lakukan?

1.       Ibu mengatakan bahwa aku sebaliknya terbuka kepada orangtua. Karena orangtua sangat menyayangi kita dan mereka akan membantu kita. Ya, aku percaya kepada orangtuaku.

2.       Ibu memintaku untuk melaporkan kepada guru

3.       Hindari pergi sendirian. Ya, besok aku akan bersama dengan teman-temanku yang baik dan menyenangkan.

4.       Aku harus berani dengan berjalan tegak jika bertemu dengan pelaku perundungan, lalu segera pergi menjauh.

5.   Aku tidak boleh membalas dan segera pula melaporkan kepada orang dewasa jika melihat teman lain menjadi korban perundungan.

Aku akan melakukan semua nasehat ibu. Aku harus berani melindungi diri sendiri. Esok hari, tidak ada lagi yang boleh menyakitimu.

Ayo, teman – teman, kita setop perundungan!

23. Mengapa ibu mengatakan kalau aku adalah korban perundungan?

a)

a. Ibu memperhatikan perubahan sikapku beberapa hari ini seperti pemurung, pendiam, dan enggan ke sekolah

b)

b. Ibu tahu setelah pulang sekolah ada luka memar di pipiku dan bajuku juga sobek di beberapa bagian.

c)

c. Ibu sering melihatku murung, menutup diri, dan mengurung diri di dalam kamar sepulang aku sekolah

d)

d. Ibu memperhatikan perubahan perilakuku yang menjadi pendiam dan takut menghadapi beberapa hal.

24.

Wacana 2 : Setop Perundungan (menjawab soal nomor 23 - 25)

Oh, hari ini aku sedih sekali. Hal itu bermula ketika aku tanpa sengaja menumpahkan minuman seorang kakak kelas. Aku segera minta maaf, tapi dia sangat marah lalu memukulku. Dan hari ini, ia kembali mengejekku.

“Ada apa, sayang? Ayo ceritakan kepada ibu.” Tanya ibu dengan lembut. Aku segera menghapus air  mata. Akhiranya aku ceritakan semua masalah itu kepada ibu. Kata ibu, beliau khawatir jika kau dirundung. Ibu menjelaskan perundungan adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau kelompok untuk menyakiti fisik atau psikologis orang lain

“lalu, darimana ibu tahu bahwa aku adalah korban perundungan?” tanyaku heran. Ibu tersenyum dan berkata bahwa beliau mengamati perubahanku beberapa hari ini, seperti enggan ke sekolah, tiba –tiba menjadi pendiam, pemurung dan mudah tersinggung, aku menutup diri dan tampak sedih, prestasi menurun, sering mengamati luka, baju sobek atau barang hilang. Ya, memang ada luka memar di pipiku. Ternyata itu semua adalah tanda-tanda korban perundungan.

“Perundungan ini harus dihentikan dan kamu harus mengambil tindakan” ucap ibu tegas.

Apa yang harus aku lakukan?

1.       Ibu mengatakan bahwa aku sebaliknya terbuka kepada orangtua. Karena orangtua sangat menyayangi kita dan mereka akan membantu kita. Ya, aku percaya kepada orangtuaku.

2.       Ibu memintaku untuk melaporkan kepada guru

3.       Hindari pergi sendirian. Ya, besok aku akan bersama dengan teman-temanku yang baik dan menyenangkan.

4.       Aku harus berani dengan berjalan tegak jika bertemu dengan pelaku perundungan, lalu segera pergi menjauh.

5.   Aku tidak boleh membalas dan segera pula melaporkan kepada orang dewasa jika melihat teman lain menjadi korban perundungan.

Aku akan melakukan semua nasehat ibu. Aku harus berani melindungi diri sendiri. Esok hari, tidak ada lagi yang boleh menyakitimu.

Ayo, teman – teman, kita setop perundungan!

24. Kronologi terjadinya perundungan yang dialami oleh siswa tersebut diawali dengan?

a)

a. Hal itu bermula ketika tanpa sengaja menumpahkan minuman kepada seorang kakak kelas.

b)

b. Hal itu bermula ketika tanpa sengaja menumpahkan segelas air kepada seorang kakak kelas

c)

c. Hal itu bermula ketika tanpa sengaja memancarkan air kotor kepada kakak kelas

d)

d. Hal itu bermula ketika tanpa sengaja membuang air minuman kepada seorang kakak kelas

25.

Wacana 2 : Setop Perundungan (menjawab soal nomor 23 - 25)

Oh, hari ini aku sedih sekali. Hal itu bermula ketika aku tanpa sengaja menumpahkan minuman seorang kakak kelas. Aku segera minta maaf, tapi dia sangat marah lalu memukulku. Dan hari ini, ia kembali mengejekku.

“Ada apa, sayang? Ayo ceritakan kepada ibu.” Tanya ibu dengan lembut. Aku segera menghapus air  mata. Akhiranya aku ceritakan semua masalah itu kepada ibu. Kata ibu, beliau khawatir jika kau dirundung. Ibu menjelaskan perundungan adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau kelompok untuk menyakiti fisik atau psikologis orang lain

“lalu, darimana ibu tahu bahwa aku adalah korban perundungan?” tanyaku heran. Ibu tersenyum dan berkata bahwa beliau mengamati perubahanku beberapa hari ini, seperti enggan ke sekolah, tiba –tiba menjadi pendiam, pemurung dan mudah tersinggung, aku menutup diri dan tampak sedih, prestasi menurun, sering mengamati luka, baju sobek atau barang hilang. Ya, memang ada luka memar di pipiku. Ternyata itu semua adalah tanda-tanda korban perundungan.

“Perundungan ini harus dihentikan dan kamu harus mengambil tindakan” ucap ibu tegas.

Apa yang harus aku lakukan?

1.       Ibu mengatakan bahwa aku sebaliknya terbuka kepada orangtua. Karena orangtua sangat menyayangi kita dan mereka akan membantu kita. Ya, aku percaya kepada orangtuaku.

2.       Ibu memintaku untuk melaporkan kepada guru

3.       Hindari pergi sendirian. Ya, besok aku akan bersama dengan teman-temanku yang baik dan menyenangkan.

4.       Aku harus berani dengan berjalan tegak jika bertemu dengan pelaku perundungan, lalu segera pergi menjauh.

5.   Aku tidak boleh membalas dan segera pula melaporkan kepada orang dewasa jika melihat teman lain menjadi korban perundungan.

Aku akan melakukan semua nasehat ibu. Aku harus berani melindungi diri sendiri. Esok hari, tidak ada lagi yang boleh menyakitimu.

Ayo, teman – teman, kita setop perundungan!

25. “Perundungan ini harus dihentikan dan kamu harus mengambil tindakan” ucap ibu tegas.

Apa yang harus aku lakukan?

a)

a. Ibu memintaku jangan melapor ke guru

b)

b. Aku harus membalasnya dan melaporkannya

c)

c. Ibu mengatakan bahwa aku sebaliknya terbuka kepada orangtua. Karena orangtua sangat menyayangi kita dan mereka akan membantu kita. Ya, aku percaya kepada orangtuaku.

d)

d. Ibu memintaku menyendiri, dan tidak bergaul lagi.