WorksheetsRemedial Komunikasi UAS
Total questions: 21
Worksheet time: 13mins
Name
Class
Date
1.
Salah satu konsep utama dalam komunikasi keperawatan adalah kehadiran presence dan kemitraan partnership antara perawat dan pasien atau komunitas. Pernyataan ini merujuk pada definisi komunikasi dalam keperawatan sebagai pertukaran informasi, pikiran, dan perasaan melalui berbagai mekanisme. Manakah pernyataan yang paling menggambarkan kemitraan dalam komunikasi keperawatan komunitas
a)
Perawat mengambil semua keputusan tanpa melibatkan warga
b)
Warga hanya menerima instruksi dari perawat tanpa berbagi pengalaman
c)
Perawat dan warga bersamasama mengidentifikasi masalah kesehatan dan merencanakan intervensi
d)
Perawat hanya memberi materi penyuluhan secara tunggal
e)
Komunikasi hanya dilakukan lewat leaflet tanpa interaksi
2.
Dalam keperawatan komunitas, teknik teachback atau showme digunakan untuk memastikan pemahaman klien.Manakah dari berikut ini yang paling menggambarkan penggunaan metode teachback dengan benar
a)
Perawat menjelaskan sekali, lalu menganggap pasien sudah paham
b)
Perawat menjelaskan, kemudian meminta pasien mengulangi apa yang dia pahami
c)
Perawat hanya memberikan leaflet dan tidak ada interaksi
d)
Perawat berbicara cepat agar materi selesai lebih cepat
e)
Perawat memberikan kuis tertulis tanpa diskusi
3.
Ketika melakukan kegiatan promosi kesehatan di masyarakat dengan mempertimbangkan keberagaman budaya, perawat sebaiknya…
a)
Mengabaikan norma budaya lokal karena bekerja dengan standar internasional
b)
Menuntut warga mengikuti cara perawat tanpa kompromi
c)
Menyesuaikan komunikasi dengan latar budaya masyarakat dan menunjukkan rasa hormat
d)
Hanya menggunakan bahasa medis
e)
Tidak melibatkan anggota komunitas dalam perencanaan
4.
Dalam komunikasi nonverbal antara perawat komunitas dengan anggota masyarakat, faktor apa yang perlu diperhatikan agar pesan tersampaikan dengan baik
a)
Gerak tubuh, ekspresi wajah, dan jarak antar‐orang
b)
Hanya apa yang dikatakan, bukan bagaimana tubuh bergerak
c)
Perawat berbicara sambil menunduk agar terlihat rendah hati
d)
Menggunakan jargon medis agar terlihat profesional
e)
Mengabaikan kondisi lingkungan fisik karena tidak penting
5.
Sebagai perawat komunitas, membangun kepercayaan dengan komunitas sangat penting untuk keberhasilan intervensi kesehatan. Manakah tindakan berikut yang tidak mendukung pembangunan kepercayaan
a)
Menghormati nilai‐nilai budaya setempat
b)
Menepati janji yang telah disampaikan kepada komunitas
c)
Transparan tentang tujuan intervensi
d)
Mengabaikan pertanyaan warga dengan alasankami tahu yang terbaik
e)
Melibatkan anggota komunitas dalam kegiatan kesehatan
6.
Dalam evaluasi efektivitas komunikasi perawat ke komunitas, perawat perlu memperhatikan umpan balik feedback dari masyarakat. Manakah pertanyaan yang paling tepat untuk memperoleh umpan balik tentang pemahaman masyarakat terhadap pesan kesehatan yang telah disampaikan
a)
Apakah Anda mendengar saya tadi
b)
Apakah Anda setuju dengan apa yang saya katakan
c)
Bisa Anda ceritakan kembali apa yang Anda pahami dari penyuluhan ini
d)
Apakah Anda pernah ke dokter sebelumnya
e)
Siapa yang menyampaikan materi ini
7.
Kebutaan tidak selalu totalis, ada kebutaan yang hanya sebagian parsial. Seorang lakilaki berumur 30 tahun, mengalami kebutaan parsial. Ketika perawat berkomunikasi dengan pasien tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Apakah langkah pertama yang dapat anda lakukan agar klien dapat mengenal siapa anda
a)
Mengucapkan katakata sebelum melakukan sentuhan pada klien
b)
Menginformasikan pada klien apabila akan meninggalkannya
c)
Menyebutkan nama dan peran anda terhadap pasien
d)
Mengucapkan katakata dengan nada normal
e)
Mengambil posisi yang dapat dilihat klien
8.
Ketika akan mengakhiri pembicaraan dengan klien tunanetra, anda harus mempersiapkan klien agar tidak mencaricari anda. Apakah hal yang anda lakukan diakhir pembicaraan tersebut
a)
Mengucapkan katakata sebelum melakukan sentuhan pada klien
b)
Menginformasikan pada klien apabila akan meninggalkannya
c)
Menyebutkan nama dan peran anda terhadap pasien
d)
Mengucapkan katakata dengan nada normal
e)
Mengambil posisi yang dapat dilihat klien
9.
Seorang perempuan berumur 21 tahun, sejak 3 tahun yang lalu mengalami gangguan pendengaran akibat kecelakaan yang dialaminya. Bagaimana posisi yang tepat ketika anda berkomunikasi dengan klien
a)
Berada di posisi depan pasien
b)
Sentuh pundak klien untuk menunjukkan posisi anda
c)
Berkomunikais dengan tubuh sedikit dicondongkan ke depan
d)
Duduk miring ke kiri untuk memudahkan klien mendengar suara anda
e)
Berbicara secara langsung mengarah ke telinga yang masih bisa mendengar
10.
Seorang lakilaki berumur 64 tahun, mengalami serangan stroke, dengan gejala kelemahan pada lengan kiri dan sulit untuk berbicara. Bagaimanakah cara efektif untuk pasien berkomunikasi
a)
Latih pasien untuk berbicara dengan suara pelan
b)
Minta keluarga untuk selalu mendampingi pasien
c)
Bicara dengan perlahan agar pasien dapat membaca gerak bibir
d)
Beri pasien kertas dan pulpen untuk mengampaikan keluhannya
e)
Sentuh pasien setiap perawat akan melakukan tindakan pada pasien
11.
Nn. A berusia 18 tahun, klien adalah tunagrahita dengan kecerdasan di bawah batas normal. Klien mengalami kesulitan belajar dan berkomunikasi. Bagaimana cara efektif agar klien dapat belajar dan berkomunikasi dengan orang lain
a)
Latih pasien untuk menulis dengan kalimat sederhana
b)
Gunakan picture exchange comminication system PECS
c)
Latih menggunakan bahasa isyarat dengan gerakan tangan
d)
Aktifkan sistem pendengar klien dengan menggunakan alat bantu dengar
e)
Latih berbicara secara bertahap, diawali dengan mempelajari hurufhuruf hidup
12.
Untuk klien berkebutuhan khusus, seorang perawat memerlukan kesabaran dalam berkomunikasi dengan mereka. Manakah pernyataan yang tidak termasuk ke dalam teknik komunikasi non verbal
a)
Ajukan pertanyaanpertanyaan sederhana
b)
Beri contoh perilaku yang tepat
c)
Gunakan nada suara lembut
d)
Bantu kesulitan klien
e)
Jaga kontak mata
13.
Seorang perempuan berusia 50 tahun penderita DM, saat ini pasien dirawat di RS dalam keadaan koma. Sekalipun pasien koma, komunikasi tetap harus dilakukan kepada pasien. Kapan komunikasi perawat pasien berlangsung
a)
Setiap kali perawat memberikan tindakan pada pasien
b)
Setiap kali perawat memonitor kondisi pasien
c)
Setiap ada respon dari pasien
d)
Setiap pagi hari
e)
Setiap 2 jam
14.
Seorang permpuan berusia 25 tahun, dibawa keluarganya ke RSJ untuk dirawat karena saat di rumah pasien marahmarah dan merusak barang. Pasien baru pertama kali di rawat di RS dan baru pertama kali bertemu dengan perawatnya. Apa hal yang harus dilakukan perawat agar terjalin hubungan perawat pasien yang baik
a)
Tanyakan hal apa yang dilakukan pasien di rumah sampai dibawa ke RS
b)
Tanyakan apakah pasien menyadari saat ini sedang berada dimana
c)
Tanyakan nama pasien dan maunya dipanggil dengan nama siapa
d)
Berikan psikoterapi dan psikofarmaka pada pasien
e)
Bina hubungan saling percaya dengan pasien
15.
Saat bertemu dengan pasien, perawat melakukan evaluasi dan validasi Bagaimana keadaan bapak hari ini, apakah tadi malam bisa tidur dengan baik. Apakah tujuan dari tindakan tersebut
a)
Mendukung pasien agar lebih sehat
b)
Memastikan pasien dalam kondisi sehat
c)
Membiasakan perawat untuk menyanyakan hal tersebut
d)
Memastikan pasien siap berinteraksi dan mempelajari hal baru
e)
Mengingatkan pasien untuk tugas yang diberikan perawat sebelumnya
16.
Seorang lakilaki berumur 32 tahun terlihat berjalan mondar mandir sambil mulutnya komatkamit dan tersenyum sendiri. Perawat menghampiri pasien dan mengatakan Apakah bapak sedang mendengar suarasuara yang mengajak ngobrol Ayo kita usir suarasuara yang mengganggu bapak. Pada tahap manakah tindakan tersebut dilakukan perawat
a)
Terminasi, rencana tindak lanjut
b)
Orientasi,evaluasi dan validasi
c)
Terminasi, evaluasi subyektif
d)
Orientasi, topik dan tujuan
e)
Kerja, tindakan
17.
Pada umumnya, konsep dasar komunikasi terdiri atas beberapa hal. Yang dianggap paling dasar yang menjadikan suatu hal tersebut disebut komunikasi yaitu adanya
a)
Sumber pesan, pesan, penerima
b)
Sumber pesan, pesan, media, penerima
c)
Pesan, penerima, media
d)
Pesan, pemberi pesan, penerima pesan
e)
Penerima pesan, pemberi pesan, media
18.
Komunikasi pada pasien dengan kebutuhan khusus dimaknai sebagai berikut
a)
proses penyampaian informasi, perasaan, dan instruksi medis kepada pasien yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, sensorik, atau emosional sehingga memerlukan pendekatan khusus agar interaksi tetap efektif dan manusiawi.
b)
proses penyampaian informasi, perasaan, dan instruksi medis kepada pasien umum sehingga memerlukan pendekatan khusus agar interaksi tetap efektif dan manusiawi.
c)
proses penyampaian informasi, kepada pasien yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, sensorik, atau emosional sehingga memerlukan pendekatan khusus agar interaksi tetap efektif dan manusiawi.
d)
proses penyampaian informasi, kepada pasien umum sehingga memerlukan pendekatan khusus agar interaksi tetap efektif dan manusiawi.
e)
proses penyampaian perasaan dan instruksi medis kepada pasien yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, sensorik, atau emosional sehingga memerlukan pendekatan khusus agar interaksi tetap efektif dan manusiawi.
19.
Salah satu tujuan komunikasi pada pasien yang berkebutuhan khusus adalah memfasilitasi pasien untuk menyampaikan kebutuhan dan keliuhan. Selain itu, komunikasi untuk pasien yang berkebutuhan khusus ditujukan untuk
a)
Memberikan pelayanan yang eksklusif
b)
Memberikan rasa sayang
c)
Memfasilitasi keluarga pasien
d)
Mengumpulkan pasien dan keluarga untuk berdiskusi
e)
Memberikan pelayanan yang inklusif
20.
Ada beberapa jenis pasein dengan kebutuhan khusus yang memerlukan pendekatan komunikasi inklusif. Jenis pasien dengan kebutuhan khusus adalah
a)
Pasien dengan keterbatasan pendengaran, intelektual, pasien dengan gangguan emosi atau mental, pasien lanjut usi
b)
Pasien dengan keterbatasan pendengaran, penglihatan, fisik, intelektual, pasien dengan gangguan emosi atau mental.
c)
Pasien dengan keterbatasan pendengaran, penglihatan, fisik, intelektual, pasien dengan gangguan emosi atau mental, pasien lanjut usia.
d)
Pasien dengan keterbatasan pendengaran, fisik, intelektual, pasien dengan gangguan emosi atau mental, pasien lanjut usia.
e)
Pasien dengan keterbatasan pendengaran, penglihatan, fisik, intelektual, pasien dengan gangguan emosi atau mental, pasien lanjut usia.
21.
Dalam melaksanakan komunikasi untuk pasien yang berkebutuhan kahusus, sangat dibutuhkan etika dan sikap professional. Namun dalam hal ini, terdapat beberapa hambatan komunikasi tersebut, antara lain
a)
Perbedaan non verbal
b)
Gangguan motorik
c)
Faktor emosional takut, cemas, marah
d)
Kererbatasan tugas tenaga Kesehatan
e)
Perbedaan umur
100 %
