Font size
WorksheetsMetode Penilaian Persediaan dan Perhitungan (Kelas 11)
Total questions: 89
Worksheet time: 45mins
Metode FIFO dalam penentuan persediaan berarti…
Barang pertama dibeli dianggap pertama dijual
Barang terakhir dibeli dianggap pertama dijual
Harga rata-rata digunakan untuk semua penjualan
Semua barang memiliki harga yang sama
Stok akhir dinilai berdasarkan harga tertinggi
Pada metode LIFO, persediaan akhir dinilai berdasarkan harga…
Pembelian terakhir
Pembelian pertama
Harga rata-rata
Harga tertinggi
Harga terendah
Metode average dalam periodik menggunakan rumus…
Total harga beli dibagi kuantitas yang terjual
Total harga beli dibagi kuantitas tersedia
Harga pembelian terakhir dikali kuantitas
Harga pembelian pertama dikali kuantitas
Jumlah unit awal dikali harga unit
Metode FIFO lebih menggambarkan kondisi fisik jika…
Barang bersifat mudah rusak
Harga selalu stabil
Barang tidak dipengaruhi kualitas
Barang tahan jangka panjang
Barang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa
Jika harga pembelian cenderung meningkat, metode LIFO akan menghasilkan…
Laba lebih besar
HPP lebih besar
Pajak lebih tinggi
Persediaan akhir lebih besar
Modal lebih besar
Ciri metode periodik adalah…
HPP dihitung setiap transaksi
Persediaan dicatat terus menerus
Persediaan dihitung di akhir periode
Menggunakan kartu persediaan perpetual
Hanya metode FIFO yang digunakan
Dalam metode periodik, akun yang tidak digunakan adalah…
Pembelian
Retur pembelian
Persediaan
Beban angkut pembelian
HPP
Jika data pembelian berubah-ubah, metode average akan menghasilkan…
Harga rata-rata stabil
Harga mendekati pembelian pertama
Harga mendekati pembelian terakhir
Harga tertinggi
Harga terendah
Dalam FIFO, barang yang tersisa di gudang adalah…
Unit yang baru dibeli
Unit yang pertama dibeli
Unit rata-rata
Unit acak
Unit yang rusak
Pada metode LIFO, barang yang dianggap terjual adalah…
Unit pembelian pertama
Unit pembelian terakhir
Unit rata-rata
Unit dengan harga terendah
Unit dari persediaan awal
Gunakan data berikut secara mandiri: persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; pembelian 1 sebanyak 200 unit @ Rp12.000; pembelian 2 sebanyak 100 unit @ Rp14.000; penjualan 250 unit. FIFO – Berapa unit yang diambil dari persediaan awal?
50 unit
100 unit
150 unit
200 unit
250 unit
Gunakan data berikut secara mandiri: persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; pembelian 1 sebanyak 200 unit @ Rp12.000; pembelian 2 sebanyak 100 unit @ Rp14.000; penjualan 250 unit. FIFO – Berapa unit yang diambil dari pembelian 1?
150 unit
100 unit
200 unit
250 unit
50 unit
Gunakan data berikut secara mandiri: persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; pembelian 1 sebanyak 200 unit @ Rp12.000; pembelian 2 sebanyak 100 unit @ Rp14.000; penjualan 250 unit. FIFO – Berapa nilai persediaan akhir?
Rp1.800.000
Rp2.000.000
Rp2.300.000
Rp2.400.000
Rp2.500.000
Gunakan data berikut secara mandiri: persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; pembelian 1 sebanyak 200 unit @ Rp12.000; pembelian 2 sebanyak 100 unit @ Rp14.000; penjualan 250 unit. LIFO – Unit pertama yang dipakai untuk penjualan berasal dari…
Pembelian 2
Pembelian 1
Persediaan awal
Rata-rata
Semua sama
Gunakan data berikut secara mandiri: persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; pembelian 1 sebanyak 200 unit @ Rp12.000; pembelian 2 sebanyak 100 unit @ Rp14.000; penjualan 250 unit. Average – Harga rata-rata per unit adalah…
Rp11.000
Rp11.500
Rp12.000
Rp12.500
Rp13.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 50 unit @ 20.000; Pembelian 100 unit @ 22.000; Penjualan 80 unit. FIFO – Nilai HPP adalah…
1.600.000
1.660.000
1.700.000
1.720.000
1.760.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 50 unit @ 20.000; Pembelian 100 unit @ 22.000; Penjualan 80 unit. FIFO – Nilai persediaan akhir…
400.000
420.000
440.000
460.000
480.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 50 unit @ 20.000; Pembelian 100 unit @ 22.000; Penjualan 80 unit. LIFO – HPP adalah…
1.600.000
1.660.000
1.720.000
1.760.000
1.800.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 50 unit @ 20.000; Pembelian 100 unit @ 22.000; Penjualan 80 unit. LIFO – Persediaan akhir…
1.000.000
1.200.000
1.400.000
1.440.000
1.460.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 50 unit @ 20.000; Pembelian 100 unit @ 22.000; Penjualan 80 unit. Average – Harga rata‑rata…
21.100
21.200
21.333
21.400
21.500
Metode FIFO akan menghasilkan persediaan akhir yang paling besar jika…
Harga meningkat
Harga menurun
Harga stabil
Tidak ada pembelian
Penjualan sedikit
LIFO tidak diperbolehkan dalam standar akuntansi internasional karena…
Menurunkan laba secara sengaja
Tidak mencerminkan arus fisik barang
Terlalu rumit
Menghasilkan laba terlalu besar
Mengurangi aset
Jika tujuan perusahaan adalah mengurangi beban pajak pada saat harga naik, maka metode yang paling cocok adalah…
FIFO
LIFO
Average
Spesifik identifikasi
Netto realisasi
Jika perusahaan ingin harga pokok yang stabil setiap periode, metode terbaik adalah…
FIFO
LIFO
Average
NRV
Identifikasi khusus
Dalam metode periodik, HPP dihitung dengan rumus…
Persediaan awal + pembelian – persediaan akhir
Pembelian – retur pembelian
Harga jual – laba kotor
Total unit tersedia / harga rata-rata
Persediaan awal × harga rata-rata
Gunakan data berikut untuk seluruh perhitungan pada pertanyaan ini: Persediaan awal 200 unit @ 5.000; Pembelian 1: 100 unit @ 6.000; Pembelian 2: 300 unit @ 7.000; Penjualan: 450 unit. FIFO – HPP terdiri dari unit…
200 @5.000 + 100 @6.000 + 150 @7.000
200 @5.000 + 250 @6.000
150 @5.000 + 300 @7.000
200 @7.000 + 100 @6.000
450 @7.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 200 unit @ 5.000; Pembelian 1: 100 unit @ 6.000; Pembelian 2: 300 unit @ 7.000; Penjualan: 450 unit. FIFO – Nilai persediaan akhir adalah…
900.000
1.000.000
1.050.000
1.100.000
1.150.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 200 unit @ 5.000; Pembelian 1: 100 unit @ 6.000; Pembelian 2: 300 unit @ 7.000; Penjualan: 450 unit. LIFO – HPP terdiri dari…
300; 100; 50
200; 100; 150
450; 150; 100
300; 150
250; 200
Gunakan data berikut: Persediaan awal 200 unit @ 5.000; Pembelian 1: 100 unit @ 6.000; Pembelian 2: 300 unit @ 7.000; Penjualan: 450 unit. LIFO – Persediaan akhir bernilai…
600.000
650.000
700.000
750.000
800.000
Gunakan data berikut: Persediaan awal 200 unit @ 5.000; Pembelian 1: 100 unit @ 6.000; Pembelian 2: 300 unit @ 7.000; Penjualan: 450 unit. Average – Harga rata-rata per unit adalah…
6.000
6.050
6.100
6.167
6.200
Ciri utama metode persediaan perpetual adalah…
Persediaan dihitung di akhir periode saja
HPP dihitung setiap transaksi pembelian
HPP dihitung setiap ada penjualan
Tidak menggunakan kartu persediaan
Hanya metode FIFO yang digunakan
Dalam metode perpetual, akun yang selalu diperbarui adalah…
Pembelian
Penjualan
Persediaan barang dagang
Retur pembelian
Beban angkut pembelian
Dalam metode perpetual, HPP dicatat saat…
Pembelian
Penjualan
Retur pembelian
Potongan pembelian
Pengiriman barang
Pada metode FIFO perpetual, barang yang keluar adalah…
Unit terakhir dibeli
Unit pertama dibeli
Unit rata-rata
Unit dengan harga tertinggi
Unit dengan harga terendah
Pada metode LIFO perpetual, persediaan akhir akan mencerminkan harga…
Pembelian pertama
Pembelian terakhir
Harga rata-rata
Harga terendah
Harga tertinggi
Average perpetual disebut juga…
Moving average
Weighted average
Simple average
Net average
Variable average
Dalam moving average, harga pokok per unit diperbarui saat…
Ada penjualan
Ada pembelian
Ada retur penjualan
Ada retur pembelian
Ada stock opname
Pada saat pembelian dalam metode perpetual, akun persediaan…
Bertambah
Berkurang
Tidak berubah
Menjadi nol
Diganti dengan akun pembelian
Dalam metode perpetual, retur pembelian dicatat dengan…
Mengurangi akun persediaan
Mengurangi penjualan
Menaikkan persediaan
Mengurangi kas saja
Menambah HPP
DATA UNTUK SOAL 11–15: Persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp12.000; Penjualan: 150 unit. FIFO – Berapa komposisi unit yang digunakan untuk penjualan?
150 unit dari awal
100 unit dari awal + 50 unit dari pembelian
50 unit dari awal + 100 unit dari pembelian
150 unit dari pembelian
Tidak ada
DATA UNTUK SOAL 11–15: Persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp12.000; Penjualan: 150 unit. FIFO – Berapa HPP penjualan?
Rp1.500.000
Rp1.550.000
Rp1.600.000
Rp1.650.000
Rp1.700.000
DATA UNTUK SOAL 11–15: Persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp12.000; Penjualan: 150 unit. FIFO – Berapa nilai persediaan akhir?
Rp400.000
Rp500.000
Rp600.000
Rp700.000
Rp800.000
DATA UNTUK SOAL 11–15: Persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp12.000; Penjualan: 150 unit. LIFO – Komposisi unit yang terjual adalah…
150 unit dari awal
100 unit dari pembelian + 50 unit dari awal
150 unit dari pembelian
50 unit dari pembelian + 100 unit dari awal
Campuran acak
DATA UNTUK SOAL 11–15: Persediaan awal 100 unit @ Rp10.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp12.000; Penjualan: 150 unit. Average – Berapa harga pokok rata‑rata per unit setelah pembelian?
Rp10.000
Rp10.500
Rp11.000
Rp11.500
Rp12.000
DATA UNTUK SOAL 16–20: Persediaan awal 50 unit @ Rp20.000; Pembelian 1: 50 unit @ Rp22.000; Penjualan 1: 60 unit; Pembelian 2: 40 unit @ Rp24.000; Penjualan 2: 40 unit. FIFO – Berapa HPP penjualan 1?
Rp1.100.000
Rp1.200.000
Rp1. pipeline
Rp1.250.000
Rp1.300.000
DATA UNTUK SOAL 16–20: Persediaan awal 50 unit @ Rp20.000; Pembelian 1: 50 unit @ Rp22.000; Penjualan 1: 60 unit; Pembelian 2: 40 unit @ Rp24.000; Penjualan 2: 40 unit. FIFO – Berapa HPP penjualan 2?
Rp800.000
Rp840.000
Rp880.000
Rp900.000
Rp920.000
DATA UNTUK SOAL 16–20: Persediaan awal 50 unit @ Rp20.000; Pembelian 1: 50 unit @ Rp22.000; Penjualan 1: 60 unit; Pembelian 2: 40 unit @ Rp24.000; Penjualan 2: 40 unit. LIFO – Berapa HPP penjualan 1?
Rp1.200.000
Rp1.250.000
Rp1.300.000
Rp1.320.000
Rp1.350.000
DATA UNTUK SOAL 16–20: Persediaan awal 50 unit @ Rp20.000; Pembelian 1: 50 unit @ Rp22.000; Penjualan 1: 60 unit; Pembelian 2: 40 unit @ Rp24.000; Penjualan 2: 40 unit. LIFO – Berapa HPP penjualan 2?
Rp880.000
Rp920.000
Rp940.000
Rp960.000
Rp1.000.000
DATA UNTUK SOAL 16–20: Persediaan awal 50 unit @ Rp20.000; Pembelian 1: 50 unit @ Rp22.000; Penjualan 1: 60 unit; Pembelian 2: 40 unit @ Rp24.000; Penjualan 2: 40 unit. Average – Berapa harga pokok rata‑rata per unit setelah pembelian 1?
Rp20.500
Rp20.800
Rp21.000
Rp21.200
Rp21.500
DATA UNTUK SOAL 21–25: Persediaan awal 200 unit @ Rp6.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp7.000; Penjualan 1: 150 unit; Pembelian 2: 100 unit @ Rp8.000; Penjualan 2: 150 unit. FIFO – Berapa HPP penjualan 1?
Rp850.000
Rp880.000
Rp900.000
Rp910.000
Rp920.000
DATA UNTUK SOAL 21–25: Persediaan awal 200 unit @ Rp6.000; Pembelian 1: 100 unit @ Rp7.000; Penjualan 1: 150 unit; Pembelian 2: 100 unit @ Rp8.000; Penjualan 2: 150 unit. FIFO – Berapa HPP penjualan 2?
Rp960.000
Rp980.000
Rp1.000.000
Rp1.020.000
Rp1.040.000
LIFO – HPP penjualan 1: Ambil 100@7.000 + 50@6.000 = 700.000 + 300.000 = 1.000.000
900.000
920.000
950.000
1.000.000
1.050.000
LIFO – HPP penjualan 2: Ambil 100@8.000 + 50@6.000 = 800.000 + 300.000 = 1.100.000
1.000.000
1.050.000
1.080.000
1.100.000
1.150.000
Average – Harga rata-rata setelah pembelian 2: Total nilai awal: 200×6.000 = 1.200.000; Pembelian 1: 100×7.000 = 700.000; Pembelian 2: 100×8.000 = 800.000; Total nilai = 2.700.000; Total unit = 400; Average = …
6.500
6.600
6.700
6.750
7.000
Metode persediaan perpetual paling menggambarkan kondisi nyata karena…
Perhitungan hanya di akhir periode
Stok selalu tercatat real-time
Tidak ada jurnal HPP
Semua harga disamakan
Barang keluar tidak dihitung
Metode FIFO perpetual biasanya menghasilkan laba lebih besar jika…
Harga naik
Harga turun
Harga stabil
Tidak ada pembelian
Penjualan kecil
Dalam moving average, harga rata-rata berubah ketika…
Penjualan terjadi
Pembelian terjadi
Ada retur penjualan
Stok opname
Harga jual berubah
Jika perusahaan ingin HPP lebih stabil sepanjang tahun, metode terbaik adalah…
FIFO perpetual
LIFO perpetual
Moving average
NRV
Spesifik identifikasi
Metode yang paling cocok untuk barang unik bernilai tinggi adalah…
FIFO
LIFO
Average
Identifikasi khusus
Moving average
Rekonsiliasi bank adalah proses untuk…
Menyamakan saldo kas kecil dengan buku besar
Menyamakan saldo menurut perusahaan dengan saldo menurut bank
Menentukan saldo piutang
Menghitung pendapatan bunga
Menghitung beban pajak
Dokumen utama dalam rekonsiliasi bank adalah…
Faktur pajak
Surat jalan
Bilyet giro
Rekening koran
Nota debit
Rekonsiliasi bank dilakukan dengan tujuan…
Mencari selisih kas dengan modal
Mengukur laba bersih
Mengetahui penyebab selisih saldo kas antara perusahaan dan bank
Menentukan saldo piutang
Menghitung retur penjualan
Setoran dalam perjalanan adalah…
Setoran yang sudah dicatat perusahaan tetapi belum dicatat bank
Setoran yang sudah dicatat bank tetapi belum dicatat perusahaan
Pengeluaran kas yang salah catat
Pendapatan bunga
Koreksi saldo kas
Cek beredar adalah cek yang…
Sudah dicairkan bank
Belum diberikan kepada pemasok
Sudah dicatat bank tetapi belum dicatat perusahaan
Sudah dicatat perusahaan tetapi belum dicairkan bank
Tidak berlaku
Beban administrasi bank dicatat oleh…
Bank tetapi belum dicatat perusahaan
Perusahaan tetapi belum dicatat bank
Keduanya telah mencatat
Investor
Supplier
Jika perusahaan salah menulis penerimaan kas lebih kecil dari seharusnya, maka…
Saldo perusahaan lebih besar
Saldo perusahaan lebih kecil
Saldo bank lebih besar
Tidak mempengaruhi saldo
Relevan hanya untuk pajak
Yang merupakan penambahan saldo menurut bank adalah…
Cek beredar
Setoran dalam perjalanan
Beban administrasi
Cek kosong
Yang termasuk penambahan saldo menurut perusahaan adalah…
Beban administrasi dan retur cek
Pendapatan bunga dan setoran tunai
Cek beredar
Setoran dalam perjalanan
Nota debit bank
Nota kredit dari bank biasanya berarti…
Bank mengurangi saldo perusahaan
Bank menambah saldo perusahaan
Perusahaan mengurangi saldo
Perusahaan menambah saldo
Rekening ditutup
Yang mempengaruhi saldo bank tetapi tidak mempengaruhi saldo perusahaan adalah…
Setoran dalam perjalanan
Cek beredar
Pendapatan bunga bank
Cek kosong
Kas masuk dari pelanggan
Yang mempengaruhi saldo perusahaan tetapi belum mempengaruhi bank adalah…
Pendapatan bunga
Cek beredar
Denda bank
Transfer masuk
Retur cek nasabah
Jika bank mencatat setoran Rp5.000.000 tetapi perusahaan mencatat Rp4.500.000, maka koreksi dilakukan pada…
Perusahaan +500.000
Perusahaan −500.000
Bank +500.000
Bank −500.000
Tidak perlu koreksi
Jika bank menagih piutang perusahaan, maka perusahaan harus mencatat…
Kas bertambah
Kas berkurang
Piutang dagang bertambah
Piutang dagang berkurang
Beban bunga
Jika cek perusahaan ditolak (cek kosong), maka…
Bank menambah saldo
Bank mengurangi saldo
Perusahaan mengurangi saldo
Saldo piutang bertambah
Perusahaan menambah saldo
Nota debet bank berarti…
Penambahan saldo di bank
Penambahan saldo perusahaan
Penurunan saldo di bank
Penurunan saldo nasabah
B dan D benar
Jika perusahaan mencatat pembayaran dua kali, maka saldo perusahaan…
Terlalu besar
Terlalu kecil
Sama dengan saldo bank
Tidak mempengaruhi
Akan sama setelah rekonsiliasi
Jika setoran dalam perjalanan dicatat bank bulan depan, maka dalam rekonsiliasi bulan ini…
Ditambah ke saldo bank
Dikurang saldo bank
Ditambah saldo perusahaan
Dikurang saldo perusahaan
Tidak dicatat
Cek beredar dalam laporan rekonsiliasi berada pada sisi…
Penambah saldo bank
Pengurang saldo bank
Penambah saldo perusahaan
Pengurang saldo perusahaan
Tidak dicatat
Beban administrasi bank berada pada sisi…
Penambah saldo bank
Pengurang saldo bank
Penambah saldo perusahaan
Pengurang saldo perusahaan
Beban modal
Diberikan data: saldo menurut bank Rp20.000.000; setoran dalam perjalanan Rp5.000.000; cek beredar Rp3.000.000. Saldo bank setelah rekonsiliasi adalah…
20.000.000
21.000.000
22.000.000
23.000.000
25.000.000
Jika tujuan rekonsiliasi adalah mencari saldo perusahaan, maka saldo perusahaan harus…
Sama dengan saldo bank setelah rekonsiliasi
Selalu lebih kecil
Selalu lebih besar
Tergantung saldo modal
Tidak harus sama
Diberikan data: saldo menurut perusahaan Rp18.000.000; beban administrasi bank Rp100.000; pendapatan bunga Rp200.000; cek ditolak bank Rp500.000. Saldo perusahaan setelah rekonsiliasi adalah…
17.500.000
17.600.000
17.700.000
18.000.000
Cek ditolak bank (NSF) menyebabkan…
Saldo perusahaan bertambah
Saldo perusahaan berkurang
Saldo bank berkurang
Piutang berkurang
Utang bertambah
Pendapatan bunga dari bank dicatat perusahaan sebagai…
Beban
Pengurang saldo kas
Penambah saldo kas
Penambah beban
Pengurang modal
Diketahui data untuk rekonsiliasi bank: Saldo bank Rp30.000.000; Saldo perusahaan Rp28.500.000; Setoran dalam perjalanan Rp3.500.000; Cek beredar Rp2.000.000; Beban bank Rp250.000; Pendapatan bunga Rp300.000. Saldo bank setelah rekonsiliasi adalah… 30.000.000 + 3.500.000 – 2.000.000 = 31.500.000
30.000.000
31.000.000
31.500.000
32.000.000
33.000.000
Diketahui data untuk rekonsiliasi bank: Saldo bank Rp30.000.000; Saldo perusahaan Rp28.500.000; Setoran dalam perjalanan Rp3.500.000; Cek beredar Rp2.000.000; Beban bank Rp250.000; Pendapatan bunga Rp300.000. Saldo perusahaan setelah rekonsiliasi adalah… 28.500.000 – 250.000 + 300.000 = 28.550.000
28.250.000
28.300.000
28.450.000
28.550.000
28.750.000
Diketahui data untuk rekonsiliasi bank: Saldo bank Rp30.000.000; Saldo perusahaan Rp28.500.000; Setoran dalam perjalanan Rp3.500.000; Cek beredar Rp2.000.000; Beban bank Rp250.000; Pendapatan bunga Rp300.000. Jika cek beredar bertambah, maka saldo bank setelah rekonsiliasi…
Bertambah
Berkurang
Tidak berubah
Menjadi lebih besar dari perusahaan
Tidak mempengaruhi
Diketahui data untuk rekonsiliasi bank: Saldo bank Rp30.000.000; Saldo perusahaan Rp28.500.000; Setoran dalam perjalanan Rp3.500.000; Cek beredar Rp2.000.000; Beban bank Rp250.000; Pendapatan bunga Rp300.000. Jika setoran dalam perjalanan berkurang, maka saldo bank setelah rekonsiliasi…
Bertambah
Berkurang
Sama dengan saldo perusahaan
Tidak berubah
Hilang
Rekonsiliasi bank perlu dibuat karena…
Perusahaan tidak boleh percaya pada bank
Perusahaan dan bank mungkin mencatat transaksi pada waktu yang berbeda
Saldo kas harus selalu nol
Untuk menentukan laba
Untuk membuat jurnal penutup
