Font size
WorksheetsSoal Sejarah Islam di Madinah
Total questions: 38
Worksheet time: 22mins
Fungsi masjid pada masa awal dakwah Rasulullah adalah sebagai tempat:
Perdagangan internasional
Tempat pertemuan politik semata
Pusat ibadah, pembelajaran, dan pertemuan masyarakat
Tempat penyimpanan pajak
Sekolah untuk anggota kerajaan
Agama yang dipeluk oleh penduduk Madinah sebelum kedatangan Nabi Muhammad umumnya adalah:
Islam secara mayoritas
Kristen Ortodoks
Paganisme dan Yudaisme (kepercayaan lokal dan Yahudi)
Hindu
Buddha
Salah satu penyebab suku Aus dan Khazraj berselisih paham sebelum datangnya Nabi Muhammad adalah:
Perselisihan karena perjanjian perdagangan dengan Romawi
Kompetisi politik dan konflik antarsuku di Madinah
Pertentangan atas penggunaan masjid
Perbedaan bahasa yang tak teratasi
Sengketa atas candi dan kuil
Salah satu usaha Rasulullah dalam membina masyarakat Madinah adalah:
Mendorong persaingan antarsuku tanpa aturan
Mendirikan peraturan yang mengatur hubungan sosial dan persaudaraan antar kaum
Mengisolasi satu suku dari yang lain
Menghapus semua kebiasaan lokal tanpa kompromi
Mengutamakan satu kelompok saja
Piagam yang dibuat untuk mempersaudarakan suku-suku dan kelompok di Madinah dikenal sebagai:
Piagam Hudaibiyah
Piagam Madinah
Perjanjian Badar
Deklarasi Mekah
Perjanjian Khandaq
Isi penting Piagam Madinah adalah:
Salah satu penyebab kekalahan kaum muslimin pada perang Uhud adalah:
Kehabisan makanan di medan perang
Ketidakpatuhan pasukan pemanah yang meninggalkan posisi ketika musuh mundur
Serangan mendadak dari laut
Perjanjian damai yang tiba-tiba
Bencana alam yang menggagalkan pertempuran
Nama sahabat yang mengusulkan pembuatan parit pada peristiwa Khandaq adalah:
A. Abu Bakar
B. Umar bin Khattab
C. Salman Al-Farisi
D. Ali bin Abi Thalib
E. Bilal bin Rabah
Pernyataan tentang usaha Rasulullah membina persaudaraan anshar dan muhajirin adalah:
Menjadikan kedua kelompok bersaing untuk alat reproduksi kekuasaan
Menetapkan pasangan persaudaraan, pembagian harta, dan tolong-menolong di antara mereka
Memisahkan kedua kelompok menjadi wilayah berbeda
Menghapus hak kaum muhajirin secara total
Membiarkan perselisihan berjalan
Istilah bahasa untuk Fathu Mekkah adalah:
Penaklukan Mekah atau pembukaan kota Mekah
Pertempuran untuk menguasai negara tetangga
Perang besar melawan Persia
Pergerakan ekonomi antar suku
Penaklukan simbolis tanpa tentara
Pada perjanjian Hudaibiyah terjadi perubahan lafal dalam penulisan nama Nabi, hal itu berkaitan dengan:
Pergantian nama kota
Penyesuaian redaksi perjanjian agar dapat diterima pihak lawan
Penggantian pemimpin kaum muslimin
Perubahan aturan perang
Penghapusan nama nabi dari perjanjian
Baiatur Ridwan terjadi ketika:
Para sahabat menolak masuk Islam
Para sahabat memberikan sumpah setia kepada Nabi di Hudaibiyah sebagai tanda kesetiaan dan dukungan
Sahabat yang tidak mau menerima kabar wafatnya Nabi adalah:
Abu Bakar
Umar bin Khattab
Ali bin Abi Thalib
Ummul Mukminin
Saat menjelang wafatnya Nabi, keadaan beliau digambarkan sebagai:
Sangat sehat dan memimpin perang selanjutnya
Sakit parah, lemah, namun tetap memberikan petunjuk dan wasiat pada umatnya
Meninggalkan khutbah terakhir tanpa pesan penting
Berpindah ke kota lain untuk beristirahat
Menyuruh umat berhenti beribadah
Ketika mendengar berita duka wafatnya Nabi, sikap seorang muslim sebaiknya:
Berpesta ria tanpa henti
Bersikap tabah, berduka dengan penuh kesabaran, dan meneruskan ajaran Nabi
Menolak untuk berdoa lagi
Melakukan pembalasan terhadap siapa pun
Mengingkari semua yang disampaikan Nabi
Sahabat yang menggantikan imam saat Nabi sakit parah adalah:
Abu Bakar As-Siddiq yang menggantikan memimpin shalat saat Nabi tidak bisa berdiri
Seorang tokoh non-Muslim
Seorang pemimpin dari suku Quraisy yang menentang Nabi
Penguasa Romawi
Tidak ada yang menggantikan
Dalam peristiwa Fathu Mekkah, salah satu tokoh kafir Quraisy yang kemudian masuk Islam adalah:
A. Abu Jahal
B. Abu Sufyan
C. Walid bin Mughirah
D. Suhail bin Amr
E. None of the above
Saat memasuki Mekah pada Fathu Mekkah, nabi memberikan maklumat kepada Abu Sufyan berupa:
Perintah untuk menjarah kota
Jaminan keselamatan bagi penduduk Mekah yang menyerah
Perintah untuk mengeksekusi pemimpin Quraisy
Salah satu tugas Abu Sufyan setelah masuk Islam pada peristiwa Fathu Mekah adalah:
Menjadi pemimpin militer Romawi
Mengikuti arahan Nabi dan membantu melaksanakan amanah serta berdamai
Mengorganisir pemberontakan lagi
Melarikan diri ke negeri tetangga
Menutup akses perdagangan
Salah satu pesan Nabi saat akan memasuki kota Mekah adalah:
Menyerang penduduk tanpa belas kasihan
Menjaga keselamatan warga dan tidak menuntut balas dendam
Menjarah harta benda semua orang
Memaksa penduduk memeluk agama baru secara paksa
Mengabaikan keselamatan penduduk
Tempat menyusun strategi saat melaksanakan Fathu Mekah biasa dilakukan di:
Alun-alun pusat kota saja
Lokasi rahasia di sekeliling kota atau perkemahan sebelum memasuki kota
Istana Romawi
Di laut dengan armada kapal
Di dalam gua semata
Peristiwa ketika pasukan mendapat perlawanan saat memasuki kota Mekah biasanya terjadi di:
Tengah samudra
Beberapa titik pertahanan kota yang menentang tetapi secara umum penyerahan berlangsung damai
Di pegunungan jauh dari kota
Di depo persenjataan musuh
Tidak ada kemungkinan perlawanan sama sekali
Istilah yang menjelaskan pergantian lafal “Muhammad Rasulullah” pada penandatanganan Hudaibiyah menyangkut:
Perubahan tata bahasa demi politis agar kedua pihak menerima perjanjian
Penggantian nama Nabi
Penggantian kota penandatanganan
Menghapuskan perjanjian
Menambah pasal baru
Isi perjanjian Hudaibiyah antara kaum Muslimin dan Quraisy mencakup:
Larangan semua perjalanan menuju Mekah untuk selama-lamanya
Persetujuan sementara untuk menghindari pertempuran dan aturan kunjungan, serta masa damai selama beberapa tahun
Pemaksaan konversi agama pihak Quraisy
Pembagian wilayah militer ke beberapa negara asing
Penghapusan semua pembatasan ekonomi
Perbuatan yang mencerminkan sikap yang perlu diteladani dalam peristiwa Fathu Mekkah adalah:
Menunjukkan belas kasihan dan memaafkan musuh yang menyerah
Menghukum semua penduduk tanpa pengecualian
Membalas dendam secara luas
Menjarah harta warga tak berdosa
Menghina tokoh lawan
Dalam pertempuran besar sebelum Fathu Mekkah, penyusunan strategi dan langkah persiapan terbaik menunjukkan nilai:
Ketidaksiapan dan sembarangan
Kedisiplinan, perencanaan, dan kerja sama yang baik
Ketergantungan penuh pada keberuntungan
Mengabaikan intelijen musuh
Hanya mengandalkan satu pemimpin saja
Tanda-tanda yang menunjukkan ajal Rasulullah sudah dekat sering disebut dalam sumber sejarah sebagai:
Keadaan tubuh yang tetap bugar tanpa perubahan
Tanda-tanda penyakit berat, kelemahan, dan peristiwa-peristiwa akhir hayat yang dialami beliau
Pergi berperang lagi ke wilayah jauh
Menandatangani perjanjian baru yang besar
Menolak memberi nasihat terakhir
Pesan terakhir Rasulullah SAW saat khutbah haji wada’ intinya mengajarkan tentang:
Pentingnya kekayaan dunia sebagai tujuan akhir
Kesetaraan, hak, dan kewajiban sesama manusia serta ajakan menegakkan ajaran Islam
Memisahkan satu golongan dari yang lain
Mengutamakan suku tertentu saja
Menetapkan satu keluarga sebagai penguasa mutlak
Setelah Nabi Muhammad wafat, tindakan kaum muslimin yang benar untuk memilih pengganti pemimpin adalah dengan:
Memilih berdasarkan musyawarah dan pertimbangan para sahabat terkemuka
Menyerahkan keputusan pada pihak asing
Mengangkat secara sewenang-wenang pemimpin dari luar Islam
Tidak memilih siapa-siapa dan membiarkan kekosongan tetap
Menetapkan pewaris keluarga Nabi secara otomatis
Sahabat yang dikenal menggantikan posisi imam dalam shalat saat Nabi sedang sakit adalah:
Seorang pemimpin non-Muslim
Abu Bakar yang memimpin shalat ketika Nabi tidak mampu berdiri
Tokoh Quraisy yang menentang Nabi
Penguasa Romawi yang diundang
Tidak ada yang menggantikan
Salah satu sebab terjadinya perang Badar adalah:
Perselisihan atas sumber air di Madinah
Ketegangan karena perampasan karavan dan pertahanan kepentingan kaum Muslimin
Klaim atas wilayah perbatasan dengan Persia
Perbedaan agama semata tanpa faktor ekonomi
Sengketa pernikahan antar suku
Pemimpin golongan yang meninggalkan pertempuran Uhud (yang terkenal karena mundur dari posnya) adalah:
Para pemanah yang meninggalkan posisi atas perintah palsu atau tidak disiplin (jawaban umum: pemanah yang ditugaskan di bukit)
Pemimpin Romawi
Sekelompok pedagang asing
Prajurit dari Madinah yang tak terlibat
Pasukan berkuda Persia
Dalam menjelaskan pertempuran yang dipimpin Rasulullah, guru meminta siswa menyebut satu contoh tugas kepemimpinan beliau, yaitu:
Mengabaikan taktik dan strategi
Memimpin pasukan, memberikan perintah strategis, dan mengatur urusan sipil serta militer
Menyerahkan semua keputusan pada pihak asing
Menjalankan politik tanpa pedoman moral
Menghindari komunikasi dengan para sahabat
Salah satu tempat penting menyusun strategi militer atau rapat komando pada masa Nabi adalah:
Istana kerajaan asing
Lokasi kamp dan pos di sekitar medan perang atau perkemahan kaum Muslimin
Kota Romawi terdekat
Pelabuhan internasional
Pasar umum saja
Tindakan kaum muslimin setelah Nabi meninggal dalam menentukan pemimpin berikutnya berlangsung melalui proses:
Musyawarah para sahabat yang menetapkan Abu Bakar sebagai khalifah pertama
Penunjukan oleh pihak luar tanpa konsultasi
Pemilihan oleh raja asing
Kegagalan total dalam memilih siapa pun
Penunjukan otomatis oleh keluarga kerajaan
Salah satu keteladanan yang bisa diambil saat Fathu Mekkah adalah sikap:
Memaafkan musuh dan menegakkan keadilan
Menuntut balas atas semua kesalahan masa lalu
Memaksa agama baru dengan kekerasan
Menutup mata terhadap ketidakadilan
Menghancurkan tempat ibadah lawan
Tanda-tanda keberhasilan Rasulullah dalam menyebarkan Islam sebelum wafat dapat dilihat dari:
Menurunnya jumlah pengikut
Meluasnya penerimaan Islam di berbagai wilayah, terbentuknya umat yang terorganisir, dan adanya perubahan sosial positif
Isolasi komunitas Muslim dari masyarakat luas
Hilangnya semua institusi sosial Islam
Kegagalan dalam menyusun pedoman moral
Salah satu upaya ekonomi yang diajarkan Rasulullah sehingga ekonomi di Madinah menjadi kuat adalah:
Mendorong monopoli dan penindasan pedagang kecil
Mengajarkan prinsip kejujuran, larangan riba, pembagian zakat, dan kerja sama ekonomi antarkelompok
Pelarangan semua aktivitas perdagangan
Mengambil seluruh harta dari penduduk tanpa kompensasi
Menutup jalur perdagangan dengan wilayah lain
