WorksheetsKuis P2K3 November
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Apa yang dimaksud dengan safety culture?
Budaya kerja yang berfokus pada produktivitas
Pola nilai, sikap, dan perilaku yang mendukung keselamatan
Sistem gajian berbasis kinerja
Program pelatihan wajib bagi karyawan
Pemantauan kesehatan pekerja diperlukan untuk
Mengurangi gaji pekerja
Menambah beban kerja
Menentukan jam lembur
Mengetahui kondisi kesehatan yang terkait paparan kerja
Ketika pekerja melibatkan diri dalam program HSE, dampaknya adalah
Budaya HSE semakin kuat
Lingkungan kerja makin berbahaya
Pelaporan bahaya berkurang
Inspeksi tidak diperlukan
Yang termasuk perilaku unsafe act adalah
Menggunakan APD lengkap
Mengikuti SOP
Menggunakan alat yang rusak
Melaporkan bahaya
Karyawan menunjukkan budaya keselamatan yang baik jika
Melanggar aturan demi mempercepat pekerjaan
Melaporkan kondisi berbahaya
Mengabaikan APD
Tidak mengikuti briefing
Tujuan utama audit SMK3 adalah
Menilai keuntungan perusahaan
Menghapus SOP lama
Mengurangi jumlah pekerja dan dana operasional perusahaan
Memastikan penerapan K3 sesuai peraturan dan menemukan peluang perbaikan
Apa yang harus dilakukan jika menemukan tumpahan bahan kimia berbahaya?
Melapor dan mengikuti prosedur penanganan tumpahan
Mengabaikannya
Membersihkan tanpa APD
Menyuruh orang tidak berpengalaman membersihkan
Edukasi dan pelatihan HSE bertujuan untuk
Mengurangi motivasi pekerja
Meningkatkan kesadaran risiko dan perilaku aman
Meningkatkan lembur
Mengurangi inspeksi
Salah satu indikator safety culture yang kuat adalah
Banyak kecelakaan kerja
Karyawan tidak mengetahui prosedur
Rendahnya tingkat near miss yang dilaporkan
Komunikasi keselamatan berjalan efektif
Internal audit SMK3 harus dilakukan
Secara berkala sesuai jadwal dan kebutuhan risiko
Ketika terjadi kecelakaan besar saja
Hanya saat perusahaan diminta klien
Sekali saja saat awal sertifikasi
