NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL 2 KIK
Total questions: 40
Worksheet time: 3600secs
Harga Pokok Produksi (HPP) adalah...
Harga jual ke konsumen
Total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk
Laba yang diterima
Diskon untuk pembeli
Harga belanja ke produsen
Contoh biaya bahan baku pada usaha siswa TKJ yang membuat gantungan kunci 3D Print adalah...
Sewa toko
Filament PLA
Listrik sekolah
Upah admin IG
Harga jual ke pembeli
HPP digunakan untuk menentukan...
Nama produk
Harga jual yang tepat
Harga beli dari produsen
Desain logo
Jumlah pengikut Instagram
Jika total HPP adalah Rp10.000 dan ingin laba 40%, maka harga jual yang tepat adalah...
Rp12.000
Rp14.000
Rp16.000
Rp18.000
Rp20.000
Pada usaha minuman siswa, komponen tenaga kerja langsung adalah...
Admin keuangan
Biaya cetak promosi
Orang yang mendesain poster
Penonton konten TikTok
Petugas yang meracik minuman
Desain kemasan produk minuman milik siswa termasuk...
Rahasia dagang
Desain industri
Paten
Varietas tanaman
Tagline industri
Pelanggaran HAKI sering terjadi ketika siswa...
Membuat desain sendiri
Mengunduh gambar dari Google tanpa izin
Membuat logo unik
Menulis caption original
Mendesain poster penjualan original
Perhitungan HPP membantu usaha siswa TKJ agar...
Tahu berapa modal dan harga jual yang benar
Promosi menjadi viral
Kamera konten menjadi lebih bagus
Bisa menyalin merek terkenal
Harga jual bisa di upselling
Jika usaha kewirausahaan TKJ membuat brand sendiri untuk Instagram dan TikTok, maka harus mendaftarkan...
Paten
Hak cipta
Merek
Desain industri
Tagline
Siswa TKJ memproduksi gantungan kunci 3D dengan menggunakan printer 3D. Dalam satu hari, biaya yang dikeluarkan adalah: • Filament PLA 150 g: Rp30.000 • Listrik printer 3D: Rp7.500 • Tenaga kerja 45 menit (upah Rp10.000/jam) Jika menghasilkan 4 unit, komponen apa yang perlu diperhitungkan untuk menghitung HPP per unit?
Total biaya produksi dan biaya overhead
Margin keuntungan yang diinginkan
Harga jual produk serupa di pasaran
Biaya iklan online
Jumlah produk yang terjual setiap hari
Logo “CREATKJ” dibuat siswa TKJ untuk brand PKK. Tanpa izin, usaha lain memakainya untuk booth makanan. Pelanggaran HAKI apa yang terjadi?
Paten
Hak cipta musik
Rahasia dagang
Pelanggaran merek
Desain industri
Video tutorial jaringan buatan siswa TKJ di-reupload akun lain tanpa izin, bahkan watermark dihapus. Bentuk HAKI yang dilanggar adalah...
Varietas tanaman
Hak cipta karya audiovisual
Merek
Paten
Murid hanya menghitung bahan baku (susu, gula, cup), tetapi tidak menghitung sedotan, es, dan gas kompor. Dampak paling langsung dari kesalahan ini adalah...
HPP terlalu rendah sehingga harga jual salah
Promosi gagal
Produk kehilangan ciri khas
Penjualan meningkat meski rugi
HPP tidak berubah
Perhitungan HPP minuman: • Bahan baku: Rp4.000 • Tenaga kerja: Rp1.000 • Overhead: Rp1.000 → Total HPP: Rp6.000 Alkhapi dan James menjual Rp5.000. Risiko terbesar adalah...
Usaha sulit berkembang karena rugi
Brand cepat dikenal
HAKI tidak berlaku
Produk mudah ditiru
Pembeli semakin bingung
TIM A membuat stiker, TIM B membuat packaging. Untuk HPP paket bundling, selain HPP masing-masing produk, komponen penting yang perlu ditambahkan adalah...
Keuntungan jurusan lain
Harga produk saingan
Biaya perekat, tenaga packing, dan overhead paket
Inflasi nasional
Estimasi penjualan 1 tahun
Empat kelas menjual minuman boba. Harga awal rata-rata Rp10.000. Kelompok XI TKJ menurunkan harga menjadi Rp5.000 karena ingin ramai pembeli. Hasilnya, pembeli memang banyak, tetapi setelah menghitung pendapatan dan pengeluaran, kelompok XI TKJ ternyata mengalami kerugian Rp57.000. Apa hal yang anda pelajari dari studi kasus diatas sebagai penjual?
Menurunkan harga tanpa menghitung HPP bisa menyebabkan kerugian meskipun produk laris
Pembeli sekolah tidak suka harga mahal
Penjualan laris lebih penting daripada keuntungan
Produk boba harus diubah resepnya
Setiap bazar harus selalu menjual dengan harga paling murah
Tim PKK TKJ yang dipimpin oleh Herfinza membuat produk minuman “Milk Tea Cheese Cup” untuk bazar sekolah. Dalam 1 kali produksi, biaya yang tim keluarkan adalah: • Bahan baku: Rp120.000 • Bahan pelengkap: Rp30.000 • Kemasan: Rp25.000 • Gas & listrik: Rp15.000 • Tenaga kerja dihitung sebagai uang lelah: Rp20.000 Totalnya menghasilkan 25 cup. Jika tim ingin mengambil laba 40%, maka harga jual per cup yang paling logis berdasarkan perhitungan HPP adalah...
Rp6.000
Rp9.500
Rp8.425
Rp11.760
Rp7.800
Di bazar sekolah, stand TKJ menjual Lechy Tea Ice. Tepat di sebelahnya, stand kelas lain juga menjual menu yang sama, tetapi lebih murah. Namun stand TKJ tetap ramai karena memberikan gratis foto polaroid digital menggunakan mini studio sederhana. Apa konsep kewirausahaan yang sedang diterapkan?
Menurunkan harga agar bersaing
Diferensiasi produk
Menambah biaya HPP agar menarik
Meniru strategi pesaing
Menghapus menu utama
Seorang siswa menghitung HPP untuk produk minuman “Berry Blast” dengan rincian sebagai berikut: • Bahan baku: Rp80.000 • Kemasan: Rp25.000 • Bahan tambahan: Rp15.000 Total produksi 40 cup. Siswa menetapkan harga jual Rp2.500 per cup. Setelah diperiksa oleh guru, harga jual tersebut dianggap terlalu rendah. Apa yang menjadi kesalahan utama dalam perhitungan ini?
Tidak memperhitungkan biaya tenaga kerja
Harga jual terlalu tinggi
HPP tidak relevan untuk produk ini
Harga jual tidak sesuai dengan kualitas produk
Kemasan tidak menarik bagi konsumen
Pahami tugas berikut: Kamu Adalah admin dari social media kelas mu dan hendak menunjukan aktivitas dihari jumat bersama teman dikelas. Sebuah video recap kegiatan “Class Clean Day” menunjukkan siswa bekerja sama membersihkan kelas, bercanda, dan foto bareng. Video ingin terasa hangat, bersahabat, dan penuh kenangan. Audio manakah yang paling cocok digunakan?
Stecu Stecu — Faris Adam
Sampai Jadi Debu — Banda Neira
Awas Jatuh Cinta — Armada
Garam & Madu (Sakit Dadaku) — Tenxi, Naykilla & Jemsii
Rungkad — Happy Asmara
siswa dan guru. Apa strategi paling tepat?
Tetap membuat review gadget high-end
Menyesuaikan konten dengan kebutuhan audiens sekolah
Membuat konten apa saja tanpa riset
Membuat konten viral meski tidak relevan
Menggunakan clickbait ekstrem
Postingan @creatkj.skansa sering tidak memiliki CTA, sehingga engagement rendah. CTA yang paling sesuai untuk konten edukasi adalah...
“Klik link ini atau menyesal!”
“Follow kalau kamu mau lihat proses lainnya!”
“Like dulu baru nonton!”
“Tag artis idolamu!”
“Spam komentar biar viral!”
Murid membuat video tutorial “Cara Merawat Laptop”. Namun mereka mengunggahnya di Instagram yang lebih fokus pada visual dan konten singkat. Agar konten tersebut tetap menarik, strategi yang tepat adalah...
Membuat durasi 3 menit
Menggunakan visual yang menarik + tips singkat
Memotong video menjadi beberapa bagian
Membuatnya seperti artikel panjang
Menambah narasi yang panjang di awal video
Seorang siswa membuat konten review alat jaringan. Namun ia memberikan opini yang tidak berdasarkan data, hanya “katanya”. Apa risiko konten seperti ini?
Mudah viral
Dipercaya banyak orang
Kredibilitas akun menurun
Algoritma mengutamakan konten tersebut
Penonton otomatis save
Tim media sosial ingin akun mereka konsisten. Namun selama ini mereka membuat dan mengupload konten secara spontan, tanpa jadwal. Apa solusi terbaik?
Membuat kalender konten 1 bulan
Upload banyak video dalam 1 hari
Menunggu inspirasi
Menghapus konten lama
Meminta guru membuatkan caption
Kelompok A ingin membuat proposal usaha untuk produk “Smart Keychain 3D Print”. Namun mereka memulai proposal dari bagian analisis pasar, lalu baru menuliskan pendahuluan. Apa kesalahan utama?
Analisis pasar tidak penting
Urutan struktur proposal tidak tepat
Pendahuluan harus dihapus
Proposal boleh tanpa analisis pasar
Semua bagian harus dibuat oleh guru
TIM B mengisi bagian latar belakang dalam proposal usaha minuman mereka. Ia menulis: “Produk ini dibuat karena kami ingin mengikuti bazar sekolah.” Apa kekurangan utama dari latar belakang tersebut?
Terlalu panjang
Tidak menjelaskan masalah/ peluang pasar
Latar belakang tidak wajib
Latar belakang harus berisi data harga
Tidak mencantumkan nama anggota
Guru menekankan bahwa proposal usaha bukan hanya dokumen untuk mendapatkan modal, tetapi juga sebagai alat komunikasi bisnis. Jelaskan maksud dan fungsi dari dibuatnya proposal usaha?
Bisa digunakan untuk membandingkan minuman antar kelas
Menjelaskan rencana usaha secara sistematis kepada pihak lain
Menentukan warna logo
Hanya untuk siswa PKK
Menentukan jenis kemasan
Murid menulis pendapatan: “Perkiraan pendapatan: Rp1.000.000.” Tetapi tidak menulis berapa cup, harga per cup, dan berapa kali produksi. Apakah akibat yang ditimbulkan dari kelalaian diatas?
Guru tetap bisa membacanya
Data tidak konkrit dan sulit dianalisis
Produk otomatis untung besar
Tidak perlu ditulis
Akun Instagram memengaruhi hasilnya
Tim TEFA TKJ ingin membuat usaha “Sosis Bakar PixelByte” untuk bazar sekolah. Mereka menulis latar belakang seperti ini: “Banyak siswa suka jajan, jadi kami ingin menjual sosis bakar dengan rasa khas.” Guru menyatakan bahwa latar belakang mereka belum layak dijadikan latar belakang proposal bisnis profesional. Jelaskan alasan yang tepat dari permasalahan diatas
Tidak ada hubungan antara peluang pasar dan solusi produk
Harus menggunakan bahasa Inggris
Latar belakang tidak boleh menyebut kata ‘suka jajan’
Latar belakang wajib memuat gambar grafik
Latar belakang tidak boleh menyebut rasa khas
Strength: Desain unik buatan sendiri Weakness: Produksi hanya 20 pcs per hari Opportunity: Banyak siswa suka dekorasi laptop Threat: Harga stiker di toko online lebih murah Manakah Analisis lanjutan paling tepat?
Proposal layak dilanjutkan karena threat tidak berpengaruh besar
Weakness dapat berubah menjadi strength jika produksi diturunkan
Opportunity dan threat menunjukkan persaingan langsung yang harus diantisipasi
Strength tidak relevan dengan pasar siswa
SWOT tidak diperlukan dalam proposal modern
Dalam proposal “Ricebowl TKJ”, siswa menghitung HPP berikut: • Nasi + lauk: Rp9.000 • Gas & minyak: Rp1.000 • Kemasan mika: Rp3.000 Total produksi: 30 porsi Mereka menetapkan harga jual Rp10.000/porsi. Guru menyatakan bahwa harga jual tersebut tidak realistis jika dipresentasikan ke sponsor. Mengapa demikian?
HPP tidak boleh lebih dari Rp5.000
Margin keuntungan terlalu kecil untuk operasional dan risiko
Harga jual harus sama dengan HPP
Harga jual tidak boleh bulat
Gas seharusnya tidak dihitung
Dalam proposal, struktur organisasi usaha “Dimsum Steam TKJ” hanya berisi: • Ketua • Bendahara • Bagian Produksi Padahal usaha memiliki kegiatan lain seperti pemasaran, desain kemasan, dan layanan pelanggan. Maka sebaiknya yang benar adalah?
Struktur organisasi terlalu banyak
Struktur organisasi tidak mencerminkan tugas nyata dalam usaha
Semua posisi harus dihapus
Hanya bendahara yang diperlukan
Tidak ada yang perlu diperbaiki
Tim Kewirausahaan membuka booth minuman di acara HONDA. Pada hari pertama, mereka mencatat penjualan sebagai berikut: • Modal awal kas di laci: Rp150.000 • Penjualan tunai: Rp520.000 • Penjualan non-tunai (QRIS): Rp310.000 • Pengeluaran bahan tambahan mendadak: Rp90.000 Ketika dilakukan closing, jumlah uang tunai yang dihitung di laci hanya Rp560.000. Ketua tim mulai menganalisis apakah ada kesalahan pencatatan. Pertanyaan: Jika laporan keuangan harian dibuat dengan benar, maka kondisi yang paling tepat untuk menjelaskan selisih tersebut adalah...
Ada transaksi QRIS yang belum masuk ke rekening sehingga dicatat sebagai tunai
Ada pengeluaran yang belum dicatat sehingga sisa kas terlihat berlebih
Ada penjualan tunai yang salah dicatat sebagai QRIS sehingga kas berkurang
Ada penjualan QRIS yang salah dicatat sebagai tunai sehingga kas tampak berlebih
Ada pencatatan awal modal laci yang kurang sehingga saldo akhir terlihat salah
Kelompok B menjual produk “Makaroni Pedas”. Berikut laporan sederhana selama bazar: • Penjualan: Rp1.380.000 • HPP: Rp720.000 • Biaya operasional: Rp260.000 • Penyusutan peralatan untuk acara: Rp50.000 Saat evaluasi, ketua tim mengatakan bahwa “bisnis kita menghasilkan margin laba bersih yang cukup kecil.” Pertanyaan: Pernyataan ketua tim tersebut akan benar, jika besar margin laba bersihnya adalah...
25%
12%
30%
45%
65%
Dalam laporan akhir bazar, TIM D melaporkan: • Total penjualan: Rp1.750.000 • Uang tunai di kas: Rp1.050.000 • Penjualan QRIS: Rp600.000 • Piutang penjualan (belum dibayar): Rp100.000 • Pengeluaran bahan & operasional: Rp900.000 Siswa diminta memahami bahwa laba ≠ kas di tangan. Pertanyaan: Berapakah laba usaha sebenarnya berdasarkan data tersebut?
Rp750.000
Rp850.000
Rp950.000
Rp1.150.000
Rp1.650.000
Tim bazar menjual makanan corndog. Data hari ini: • Total penjualan: Rp480.000 • HPP (modal bahan): Rp300.000 Berapakah laba kotor hari ini?
Rp160.000
Rp120.000
Rp140.000
Rp200.000
Rp180.000
Laporan kelompok A: • Modal awal: Rp50.000 • Penjualan tunai: Rp260.000 • Pengeluaran: Rp40.000 Kas yang seharusnya ada = …………? Kas nyata di laci = Rp260.000 Berikanlah Kesimpulan dari permasalahan laporan keuangan diatas yang paling tepat?
Ada pengeluaran yang belum dicatat
Ada penjualan tambahan yang belum dicatat
Modal awal salah input
Kas nyata lebih sedikit dari seharusnya
Tidak ada kesalahan
TIM B membuat video promosi sekolah. Saat dicek, videonya informatif tetapi terasa “flat”, tidak punya dinamika. Guru meminta siswa memperbaiki dinamika visual agar penonton lebih betah. Perbaikan yang PALING tepat adalah...
Menambah teks panjang agar penonton mengerti konteks
Menambah efek zoom-in/zoom-out kecil pada objek penting
Menambahkan watermark besar agar video tidak dicuri
Memperpanjang durasi setiap adegan
Mengurangi musik latar agar lebih tenang
Konten video before-after perbaikan komputer TKJ kurang menarik karena langsung menampilkan hasil akhirnya. Agar storytelling lebih kuat, maka kamu sebagai editor sebaiknya...
Menghapus bagian “after” supaya fokus pada perbaikan
Menambahkan animasi teks berlebihan
Menyusun alur: masalah → proses → tantangan → hasil
Mempercepat seluruh video menjadi lebih singkat
Mengganti seluruh musik latar
