WorksheetsSOAL UAS GENAP FASE E
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Ketika seseorang memanaskan air dalam panci, bagian bawah panci lebih cepat panas dibanding bagian atas air. Jika seorang siswa menyimpulkan bahwa seluruh air memanas karena konduksi, kesimpulan yang benar...
Benar, karena konduksi terjadi di seluruh bagian air
Salah, karena pemanasan air didominasi oleh konveksi
Benar, karena panas hanya bergerak melalui kontak langsung
Salah, karena kalor tidak dapat berpindah ke bagian atas
Benar, karena konduksi lebih cepat daripada konveksi
Seorang ahli biologi laut menggunakan sonar untuk mendeteksi keberadaan ikan paus di kedalaman laut. Teknologi sonar bekerja berdasarkan prinsip gelombang ultrasonik.
Alasan paling tepat bahwa fisika berperan penting dalam penelitian biologi tersebut…
Gelombang ultrasonik hanya digunakan dalam fisika, bukan biologi
Fisika menjelaskan bagaimana tekanan air berubah
Teknologi deteksi dalam biologi bergantung pada prinsip propagasi gelombang
Sonar digunakan untuk mengukur suhu tubuh hewan laut
Gelombang ultrasonik tidak dipengaruhi oleh kedalaman laut
Seorang siswa tidak menerima hasil pengukuran teman kelompok karena menurutnya hasil tersebut terlalu menyimpang jauh dari data lain. Ia mengajak semua anggota mengulang percobaan. Sikap ini menunjukkan…
Produk fisika
Keberanian, objektivitas, dan skeptisisme ilmiah
Kesalahan dalam prosedur
Kreativitas dalam membuat teori baru
Penolakan terhadap proses ilmiah
Sebuah percobaan menunjukkan hubungan antara massa, gaya, dan percepatan. Siswa melakukan eksperimen, mengolah data, menyimpulkan hubungan f ∝ a dan menghasilkan grafik.
Urutan hakikat fisika yang tampak dari aktivitas tersebut adalah…
Sikap → Produk → Proses
Produk → Proses → Sikap
Proses → Produk → Sikap
Proses → Sikap → Produk
Sikap → Proses → Produk
Seseorang memanaskan zat dalam tabung reaksi dan mengarahkannya ke depan tanpa sadar menunjuk ke teman di seberang meja. Alasan ilmiah mengapa hal ini berbahaya...
Zat dapat menyembur keluar akibat pemuaian mendadak
Tabung reaksi bisa mengembun
Uap panas dapat membuat ruangan menjadi lembab
Pemanasan membuat tabung reaksi lebih transparan
Zat tidak mungkin keluar karena berbentuk cair
Seorang siswa mengukur luas meja dengan cara membagi meja menjadi beberapa persegi kecil berukuran 10 cm × 10 cm. Ia kemudian menghitung banyaknya persegi tersebut untuk menentukan luas total meja.
Tindakan siswa tersebut menunjukkan bahwa luas termasuk jenis besaran …
Pokok karena dapat diukur secara langsung
Turunan karena diperoleh dari hasil pengukuran besaran pokok
Pokok karena menjadi dasar bagi besaran lainnya
Turunan karena memiliki satuan SI meter kubik
Pokok karena tidak bergantung pada besaran lain
Dalam sebuah eksperimen, seorang siswa menentukan kecepatan sebuah benda dengan mengukur jarak yang ditempuh dan waktu yang diperlukan. Siswa tersebut menyimpulkan bahwa kecepatan adalah besaran turunan yang bergantung pada jarak dan waktu.
Pernyataan tersebut benar karena …
Kecepatan diturunkan dari massa dan panjang
Kecepatan merupakan hasil kali antara jarak dan waktu
Kecepatan tidak memiliki satuan dalam SI
Kecepatan merupakan hasil pembagian antara besaran pokok panjang dan waktu
Kecepatan tidak dapat ditentukan melalui pengukuran langsung
Dalam sebuah diskusi, dua siswa berdebat:
· Siswa A berpendapat bahwa gaya adalah besaran pokok karena sering muncul dalam persamaan fisika.
· Siswa B menyatakan bahwa gaya adalah besaran turunan karena didefinisikan dari massa dan percepatan.
Berdasarkan konsep besaran fisika, pendapat yang benar adalah …
Siswa A benar, karena gaya sering digunakan dalam fisika
Siswa A benar, karena gaya memiliki satuan Newton
Siswa B benar, karena gaya bergantung pada besaran pokok massa dan panjang
Siswa B benar, karena gaya dapat diukur langsung oleh neraca pegas
Keduanya benar karena gaya dapat bersifat pokok maupun turunan
Sebuah alat laboratorium baru dapat mengukur volume benda dengan menembakkan gelombang ultrasonik dan menghitung pantulan gelombang tersebut. Walaupun alat ini memberikan nilai volume secara langsung, volume tetap dikategorikan sebagai besaran turunan karena …
Diukur dengan alat canggih
Turunan dari panjang dan luas permukaan
Diturunkan dari tiga besaran pokok panjang
Bergantung pada massa benda
Memiliki satuan meter persegi
Seseorang diminta mengidentifikasi apakah percepatan termasuk besaran pokok atau turunan. Ia kemudian menganalisis bahwa percepatan adalah perubahan kecepatan terhadap waktu. Berdasarkan analisis tersebut, percepatan termasuk besaran turunan karena …
Satuan kecepatan merupakan turunan dari massa
Percepatan diturunkan dari dua besaran pokok: panjang dan waktu
Percepatan dapat diukur secara langsung
Percepatan adalah besaran mendasar dalam Hukum Newton
Percepatan hanya berlaku pada gerak lurus
Seorang guru meminta siswa menjelaskan perbedaan mendasar antara besaran pokok dan turunan. Seorang siswa memberikan pernyataan berikut:
“Besaran pokok adalah besaran yang satuannya ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain, sedangkan besaran turunan diturunkan dari kombinasi besaran pokok.”
Untuk memperkuat pernyataannya, contoh pasangan besaran pokok–turunan yang tepat adalah …
Waktu – Gaya
Kecepatan – Massa
Suhu – Volume
Luas – Panjang
Gaya – Kecepatan
Empat siswa memberikan pendapat berikut:
· Siswa A: Luas adalah besaran pokok karena berhubungan dengan panjang.
· Siswa B: Luas adalah besaran turunan karena merupakan hasil perkalian dua besaran panjang.
· Siswa C: Luas adalah besaran turunan tetapi memiliki satuan pokok.
· Siswa D: Luas adalah besaran pokok karena sering diukur langsung.
Pendapat yang paling tepat adalah …
Siswa A
Siswa B
Siswa C
Siswa D
Tidak ada yang benar
Dimensi dari kecepatan…
[ML²T⁻²]
[MLT⁻²]
[LT⁻¹]
[L]
[M2L-1]
Hasil pengukuran pada gambar tersebut adalah .... cm
2,23
2,26
2,76
2,86
2,70
Nilai skala total yang terbaca pada alat berikut adalah ...
6,84 mm
6,34 mm
6,35 mm
6,85 mm
7,68 mm
Sebuah industri kecil logam ingin memastikan bahwa diameter baut yang diproduksi adalah 5,00 mm ± 0,02 mm. Pada pemeriksaan acak, siswa mengukur salah satu baut menggunakan mikrometer dan mendapatkan:
· Skala utama: 5,00 mm
· Skala putar: menunjukkan garis ke-3 (0,03 mm)
Keputusan yang tepat berdasarkan hasil pengukuran tersebut...
Baut diterima karena masih dalam batas toleransi
Baut ditolak karena diameter terlalu kecil
Baut diterima karena melebihi ukuran standar
Baut ditolak karena melebihi toleransi ukuran
. Baut harus diukur ulang dengan penggaris untuk memastikan hasil
Seorang siswa mengukur panjang meja menggunakan tiga alat ukur:
· Penggaris: 120,0 cm
· Meteran gulung: 119,4 cm
· Jangka sorong: 119,8 cm
Manakah analisis paling tepat mengenai perbedaan hasil tersebut?
Penggaris paling akurat karena menunjukkan nilai terbesar
Meteran gulung kurang presisi karena mudah melengkung saat pengukuran
Jangka sorong tidak dapat digunakan untuk mengukur panjang meja
Meteran gulung selalu memberikan hasil yang paling benar
Semua alat ukur seharusnya memberikan hasil yang sama
Saat mengukur diameter sebuah koin:
· Jangka sorong: 2,45 cm
· Mikrometer sekrup: 2,471 cm
Mengapa hasil mikrometer lebih besar?
Mikrometer kurang sensitif terhadap benda tipis
Mikrometer memiliki resolusi lebih tinggi sehingga menangkap detail kecil
Jangka sorong pasti rusak
Pengguna tidak perlu mempertimbangkan ketelitian alat
Mikrometer hanya digunakan untuk benda tebal
Dua siswa mengukur tinggi sebuah buku yang sama.
· Siswa A menggunakan penggaris dan membaca 2,0 cm
· Siswa B menggunakan jangka sorong dan membaca 2,14 cm
Analisis penyebab perbedaan nilai tersebut adalah…
Penggaris tidak dapat digunakan untuk benda kecil
Penggaris memiliki ketelitian rendah sehingga membulatkan hasil
Jangka sorong memberikan nilai yang salah karena terlalu sensitif
Siswa B salah membaca skala nonius
Buku berubah bentuk saat diukur
Seorang teknisi mengukur diameter lubang pipa menggunakan jangka sorong dan mendapatkan 3,20 cm. Namun, setelah diukur dengan mikrometer dalam, hasilnya 3,27 cm.
Perbedaan hasil ini paling mungkin disebabkan oleh…
Kedua alat ukur digunakan pada suhu tinggi
Jangka sorong tidak dapat mengukur diameter bagian dalam
Mikrometer dalam menjangkau bagian terdalam sehingga lebih akurat
Mikrometer dalam memiliki ketelitian lebih rendah
Pengukuran diameter dalam tidak dipengaruhi oleh cara penjepitan
Pengukuran ketebalan plat aluminium dilakukan 5 kali oleh dua alat:
· Jangka sorong menghasilkan nilai yang sangat bervariasi
· Mikrometer sekrup menghasilkan nilai konsisten
Apa analisis terbaik mengenai perbedaan tersebut?
Mikrometer menghasilkan variasi kecil karena ketelitiannya rendah
Jangka sorong tidak boleh dipakai untuk benda logam
Mikrometer lebih presisi sehingga nilai pengukuran lebih stabil
Mikrometer memberikan hasil salah karena tidak bervariasi
Jangka sorong selalu menghasilkan nilai yang tidak benar
Dua kelompok mengukur ketebalan pelat aluminium:
· Kelompok A: 2,35 ± 0,05 mm
· Kelompok B: 2,30 ± 0,01 mm
Kelompok mana yang memberikan hasil lebih dapat dipercaya...
Kelompok A karena nilainya lebih besar
Kelompok B karena ketidakpastiannya lebih kecil
Kelompok A karena lebih mendekati nilai sebenarnya
Kelompok B karena memiliki 3 digit penting
Kedua kelompok sama-sama akurat
Seorang siswa mengukur diameter koin menggunakan jangka sorong (ketelitian 0,01 cm) dan mendapatkan 2,45 cm. Temannya menggunakan mikrometer (ketelitian 0,001 cm) dan mendapatkan 2,462 cm.
Hasil mana yang lebih akurat, jika ketidakpastian alat ikut dipertimbangkan...
Mikrometer
Jangka sorong
Keduanya sama akurat
Tidak dapat ditentukan
Nilai yang lebih besar pasti lebih akurat
Seorang siswa melakukan pengukuran panjang meja tiga kali:
120,2 cm, 120,4 cm, 120,3 cm.
Dalam laporan ilmiahnya, bagian data yang paling tepat dituliskan adalah…
Panjang meja adalah 120 cm
Rata-rata 120,3 cm dan ketidakpastian ±0,2 cm
Panjang meja tidak perlu dituliskan ulang
Panjang meja cukup ditulis 120,3 cm tanpa data mentah
Panjang meja ditulis 120,4 cm karena adalah nilai terbesar
Seorang siswa menuliskan kesimpulan:
"Benda A lebih berat daripada benda B."
Namun ia tidak menghubungkan kesimpulan dengan data hasil ukur yang diperoleh. Kekurangan ini menunjukkan bahwa siswa…
Tidak memahami teori massa
Mengukur tanpa pengawasan guru
Menggunakan alat ukur yang salah
Tidak melakukan pengukuran berulang
Tidak mengaitkan kesimpulan dengan analisis data
Dalam sebuah laporan, siswa menuliskan analisis berikut:
"Perbedaan hasil pengukuran terjadi karena penggaris bengkok dan sudut pandang mata berbeda."
Pernyataan tersebut termasuk ke dalam…
Data mentah
Penjelasan teoretis
Evaluasi kesalahan pengukuran
Kesimpulan pengamatan
Latar belakang percobaan
Dalam laporan pengukuran jangka sorong, siswa menyajikan:
· Data hasil pengukuran
· Rata-rata
· Ketidakpastian
Namun siswa tidak menuliskan bagaimana prosedur pengukurannya. Dampaknya adalah…
Laporan tetap valid karena data sudah ada
Pembaca tidak dapat menilai keandalan metode pengukuran
Kesimpulan tidak dapat dibuat
Ketidakpastian tidak perlu dihitung lagi
Semua data seharusnya dibuang
Seorang siswa ingin meneliti pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang.
Langkah metode ilmiah yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu adalah…
Mengumpulkan data pertumbuhan tanaman
Menyusun hipotesis
Merumuskan masalah
Menarik kesimpulan
Menentukan variabel kontrol
1. Perhatikan langkah-langkah metode ilmiah berikut!
1. Melaksanakan eksperimen
2. Mengajukan hipotesis
3. Mengumpulkan dan menganalisa data
4. Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
5. Menyimpulkan
6. Merumuskan masalah
7. Observasi awal
Urutan metode ilmiah yang benar adalah ....
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
7, 6, 5, 4, 3, 2, 1
7, 6, 4, 2, 1, 3, 5
7, 6, 2, 4, 1, 3, 5
1, 2, 7, 6, 4, 2, 5
Dua vektor A dan B digambarkan dalam dua cara berbeda:
Metode 1 menggunakan diagram segitiga, metode 2 menggunakan tabel komponen.
Ternyata kedua metode menghasilkan resultan yang sama besar dan arah.
Kesimpulan paling tepat dari informasi tersebut...
1.
Kedua metode hanya dapat digunakan jika vektor saling tegak lurus.
Metode yang berbeda tetap valid selama mengikuti prinsip penjumlahan vektor.
Metode tabel komponen lebih akurat dari metode segitiga.
Diagram segitiga hanya dapat digunakan untuk vektor yang searah.
Salah satu metode pasti menghasilkan kesalahan perhitungan.
Sebuah gaya F diproyeksikan menjadi komponen FxF_xFx dan FyF_yFy.
Siswa A menggunakan metode trigonometri, sedangkan siswa B menggunakan metode skala gambar.
Hasil siswa A lebih presisi daripada siswa B. Hal ini terjadi karena…
Metode trigonometri tidak memerlukan gambar sehingga tidak memiliki ketidakpastian skala.
Metode skala gambar selalu menghasilkan angka yang salah.
Komponen vektor tidak dapat dicari dengan gambar.
Semua metode grafis tidak sah digunakan dalam fisika.
Ketelitian gambar lebih tinggi dari perhitungan matematis.
Dalam menyelesaikan penjumlahan tiga vektor A⃗+B⃗+C⃗\vec{A} + \vec{B} + \vec{C}A+B+C, seorang siswa memilih menggunakan metode jajargenjang, tetapi hasilnya berbeda dari siswa lain yang menggunakan metode komponen. evaluasi terbaik untuk kondisi ini..
Metode jajargenjang tidak dapat digunakan untuk tiga vektor.
Siswa yang menggunakan metode komponen pasti salah.
Terdapat kemungkinan kesalahan dalam menggambar atau skala pada metode jajargenjang.
Metode komponen hanya berlaku untuk dua vektor.
Semua metode geometris selalu menghasilkan hasil yang salah.
Seorang siswa ingin menghitung selisih dua vektor A⃗−B⃗
Siswa tersebut mencoba tiga metode:
(1) Membalik arah vektor B lalu menjumlahkannya,
(2) Menggunakan komponen vektor,
(3) Menggunakan hukum segitiga.
Makna ketiga metode memberikan hasil yang sama...
Pengurangan vektor hanya dapat dilakukan dengan hukum segitiga.
Semua metode yang mengikuti definisi vektor setara dan konsisten.
Pembalikan vektor B adalah metode yang tidak valid.
Metode komponen hanya untuk pengukuran laboratorium.
Hasil yang sama menunjukkan bahwa salah satu metode tidak akurat.
Sebuah vektor F⃗\vec{F}F berada pada bidang XY dengan besar 50 N dan sudut 37° terhadap sumbu X positif.
Siswa A menghitung komponen vektor menggunakan trigonometri, sedangkan siswa B menggunakan metode proyeksi dengan analisis gambar.
Jika hasil siswa A dan B berbeda cukup signifikan, evaluasi terbaik adalah…
Metode trigonometri tidak dapat digunakan untuk vektor miring.
Hanya metode gambar yang menghasilkan komponen akurat.
Ada kemungkinan skala atau sudut pada gambar siswa B kurang presisi.
Semua metode proyeksi grafis selalu lebih tepat daripada metode analitis.
Kedua metode tidak sah digunakan untuk menghitung komponen vektor.
Dua siswa diminta menentukan vektor satuan dari vektor A⃗=(6,8)\vec{A} = (6, 8)A=(6,8).
Siswa 1 membagi setiap komponen dengan panjang vektor, sedangkan siswa 2 hanya membagi komponen x.
Kesimpulan terbaik terhadap perbedaan hasil mereka...
Vektor satuan dapat dihitung dari salah satu komponen saja.
Siswa 2 benar karena komponen y tidak memengaruhi arah vektor.
Siswa 1 benar karena vektor satuan harus mempertahankan arah asli vektor.
Keduanya benar selama hasilnya kurang dari 1.
Siswa 2 benar karena komponen y dianggap nol bagi vektor satuan.
Seorang siswa ingin menentukan komponen vektor V⃗ di ruang tiga dimensi (x,y,z)(x, y, z)(x,y,z).
Ia mencoba dua cara:
(1) Menggunakan persamaan vektor V⃗=Vxi^+Vyj^+Vzk
(2) Mengukur arah dan besar vektor dari grafik 3D.
Jika hasil kedua cara berbeda, penyebab paling logis...
Representasi grafis 3D cenderung kurang akurat dibanding perhitungan komponen.
Perhitungan komponen hanya berlaku untuk bidang 2D.
Grafik 3D selalu memberi hasil absolut tanpa ketidakpastian.
Persamaan vektor tidak dapat digunakan untuk ruang 3D.
Komponen vektor tidak dapat dihitung tanpa gambar.
Dalam sebuah praktikum, dua kelompok menggunakan alat berbeda untuk menentukan resultan vektor:
Kelompok 1 menggunakan force table, sedangkan kelompok 2 menggunakan sensor gaya digital.
Kelompok 2 mendapatkan data yang lebih presisi.
Penjelasan terbaik terhadap fenomena ini...
Sensor gaya digital memiliki ketelitian lebih tinggi dan bebas dari kesalahan manusia dalam membaca skala.
Force table lebih modern sehingga data kelompok 1 kurang informatif.
Sensor digital selalu memberikan hasil benar tanpa perlu kalibrasi.
Force table tidak bisa digunakan untuk menentukan resultan.
Penggunaan alat apapun selalu menghasilkan hasil yang sama.
Seorang siswa mencoba menentukan resultan tiga gaya menggunakan force table.
Ia menempatkan beban dengan benar, tetapi lupa mengunci sudut pada busur derajat sehingga salah satu gaya berubah beberapa derajat saat cincin ditarik.
Akhirnya ia mendapatkan resultan yang keliru.
Langkah evaluasi alat yang paling tepat...
Pastikan semua sudut terkunci sebelum percobaan agar arah gaya tidak berubah.
Sudut tidak perlu dikunci karena besar gaya lebih penting.
Resultan tidak bergantung pada arah gaya.
Kesalahan tersebut menunjukkan force table tidak layak digunakan dalam pembelajaran.
Agar akurat, gaya harus dibuat sama besar untuk semua arah.
Sebuah drone bergerak dari titik A ke B dengan lintasan melengkung. Guru meminta siswa mengidentifikasi besaran fisika apa saja yang diperlukan agar lintasan drone dapat diprediksi dengan akurat.
Seorang siswa hanya menuliskan “kecepatan awal dan sudut”.
Evaluasi terbaik terhadap jawaban siswa tersebut adalah…
Jawabannya benar karena hanya dua besaran itu yang memengaruhi gerak.
Jawabannya kurang lengkap karena juga diperlukan waktu, percepatan, dan perpindahan.
Jawabannya salah karena sudut bukan termasuk besaran fisika.
Jawabannya benar hanya untuk gerak satu dimensi.
Jawabannya salah karena percepatan tidak memengaruhi gerak dua dimensi.
Dalam percobaan gerak parabola, sebuah bola ditembakkan dengan kecepatan awal tertentu.
Untuk menentukan posisi bola pada waktu ttt, siswa harus memasukkan beberapa besaran fisika.
Siswa A hanya menggunakan “kecepatan awal dan waktu”.
Siswa B memasukkan “kecepatan awal, waktu, percepatan gravitasi, dan perpindahan”.
Analisis yang tepat adalah…
Siswa A benar karena percepatan tidak berubah.
Siswa B benar karena posisi bola ditentukan oleh waktu dan percepatan gravitasi.
Siswa A benar karena perpindahan tidak digunakan dalam rumus.
Keduanya benar karena menggunakan besaran yang berbeda tidak memengaruhi posisi.
Kedua siswa salah karena sudut tembakan tidak diperlukan.
