NEW
Font size
WorksheetsA_UAS_MPAD RS
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang analis mutu ingin mengetahui apakah proses pelayanan IGD mengalami variasi yang tidak biasa dari minggu ke minggu. Jenis grafik mana yang paling tepat digunakan?
Pie chart
Bar chart
Run chart
Histogram
Scatter plot
Dalam survei budaya keselamatan pasien terdapat pilihan jawaban “sangat setuju – setuju – netral – tidak setuju – sangat tidak setuju”. Jenis data apakah ini?
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio
Diskrit
Suatu pie chart menampilkan 12 kategori komplain pasien dalam satu lingkaran. Hal ini menyebabkan interpretasi sulit. Kesalahan utama terletak pada...
Warna terlalu kontras
Kategori terlalu sedikit
Tidak menggunakan legend
Jumlah kategori melebihi rekomendasi
Tidak mencantumkan judul
Jika data "waktu tunggu pasien IGD" ditampilkan dalam kelas-kelas interval untuk melihat distribusi frekuensi, grafik yang paling tepat adalah...
Pie chart
Pareto
Histogram
Scatter plot
Line chart
Manajer ingin mengetahui faktor penyebab terbesar keterlambatan pelayanan. Grafik apa yang paling mendukung pengambilan keputusan?
Line chart
Pie chart
Pareto chart
Histogram
Scatter plot
Dalam pembuatan dashboard, apa risiko terbesar jika data sumber tidak dibersihkan terlebih dahulu?
Chart menjadi berwarna tidak konsisten
Dashboard tidak interaktif
Kesimpulan analisis menjadi menyesatkan
Dashboard tidak dapat dicetak
Ukuran file menjadi terlalu besar
Jika ingin mengetahui hubungan antara “jumlah pasien” dengan “lama waktu tunggu”, maka digunakan grafik...
Line
Pareto
Scatter plot
Bar chart
Pie chart
Dashboard yang menampilkan banyak grafik dekoratif namun pesan tidak jelas melanggar prinsip...
A. Akurasi data
B. Simplicity
C. Responsiveness
D. Interactivity
E. Standardization
ALOS di RS Y adalah 12 hari (di atas standar 6–9 hari). Analisis paling tepat?
RS sangat efisien
Pasien selalu lebih sehat saat pulang
Ada indikasi inefisiensi atau klinis lambat
Penggunaan TT rendah
Data tidak dapat digunakan
Jika BTO RS sangat rendah (<20 kali/tahun), interpretasi paling relevan?
RS sangat efisien
Inefisiensi biaya RS karena tempat tidur jarang digunakan
Kualitas layanan pasti tinggi
BOR pasti tinggi
Pasien jarang keluar hidup
Pada kontrol chart, titik berada di luar batas atas kendali (UCL). Apa makna utamanya?
Variasi normal
Ada special cause variation
Data rusak
Proses sangat stabil
Diperlukan pie chart
Bila dalam run chart terlihat 8 titik berturut-turut berada di atas median, maka dapat disimpulkan…
Normal variation
Trend negatif
Shift
Astronomical point
Data error
Dalam penilaian budaya keselamatan, respon “setuju” terhadap item “staf takut dihukum jika melapor KTD” menunjukkan…
Just culture berjalan baik
RS menerapkan budaya menyalahkan
Sistem pelaporan efektif
KTD pasti tidak terjadi
RS memenuhi standar
Jika RS memilih IMP yang terlalu banyak, konsekuensi terbesar adalah...
Data semakin akurat
Fokus mutu terpecah dan tidak efektif
Klaim JKN bertambah
BOR menurun
Staf lebih semangat
Ketika run chart kepatuhan visite dokter menunjukkan “trend” 7 titik menaik, interpretasi terbaik adalah...
Penurunan mutu
Peningkatan konsistensi praktik
Data invalid
Harus diganti dengan pie chart
Proses tidak berubah
RS ingin menurunkan BOR tanpa mengurangi jumlah pasien. Langkah berbasis indikator mutu yang paling tepat adalah...
Menurunkan ALOS
Menaikkan GDR
Menurunkan BTO
Meningkatkan TOI menjadi nol
Menambah hari rawat
Jika komplain pasien paling banyak kategori "waktu tunggu lama", maka INM mana yang paling terkait?
INM 1
INM 5
INM 10
INM 7
INM 13
Ketika BTO meningkat namun ALOS juga meningkat, interpretasi paling tepat adalah...
Proses efisien
Pasien keluar lebih cepat
TT sering dipakai tetapi rawat terlalu lama
BOR sangat rendah
IKP tidak valid
Jika run chart indikator INM menunjukkan pola “astronomical point”, tindakan pertama yang harus dilakukan komite mutu adalah...
Menghapus titik tersebut
Mengabaikannya
Investigasi penyebab khusus (special cause)
Mengganti indikator
Naikkan target otomatis
Jika insiden paling banyak kategori "kesalahan pemberian obat HAM/LASA", maka SKP mana yang paling terkait?
SKP 1
SKP 2
SKP 3
SKP 5
SKP 6
Dalam menentukan indikator mutu prioritas untuk pengukuran dan perbaikan mutu, rumah sakit menggunakan beberapa kriteria sebagai berikut, kecuali:
Masalah yang paling banyak di RS
Pasien beresiko tinggi (high process)
Memberikan pengalaman staf lebih baik (staff experience)
Kemudahan dalam pengukuran
Sesuai dengan tujuan strategis RS
Jika terjadi KTD namun dilaporkan sebagai KNC untuk menghindari konsekuensi, dampak terburuk bagi RS adalah...
Klaim naik
RCA tidak akurat
Pasien lebih puas
BTO meningkat
GDR turun
Insiden ISK di RS B adalah 25‰. Jika denominator meningkat tanpa perubahan numerator, apa interpretasi yang paling akurat?
ISK memburuk
ISK membaik
Tidak dapat dinilai
Numerator salah
Harus gunakan pie chart
IPCN RS C ingin mengubah metode pengumpulan data dari wawancara menjadi observasi langsung. Apa risiko terbesar jika perubahan ini tidak diikuti pelatihan?
Rate infeksi akan menjadi nol
Bias pengumpulan data meningkat
IPCN akan terlalu cepat dalam input
Numerator otomatis meningkat
Benchmark menjadi tidak relevan
Dalam surveilans HAI, numerator harus akurat. Apa risiko jika numerator overcounted (terhitung berlebihan)?
Rate tampak lebih rendah
Rate tampak lebih tinggi
Denominator hilang
Benchmark otomatis tercapai
Tidak ada dampak
Jika rate VAP RS pada grafik run chart naik 5 bulan berturut-turut, pola ini mengindikasikan...
Random variation
Trend
Shift
Bias laporan
Data keliru
Data Excel menunjukkan Denominator hari ventilasi meningkat tinggi, tetapi numerator VAP tetap. Apa interpretasi?
VAP memburuk
VAP membaik
Data invalid
Harus revisi SPO
Benchmark tidak relevan
Mengapa metode surveilans proses diperlukan?
Mengukur tindakan pencegahan apakah efektif
Hanya untuk akreditasi
Lebih mudah daripada surveilans hasil
Tidak membutuhkan analisis
Untuk menghentikan numerik
IPCN menemukan gap besar antara data surveilans dan laporan unit. Apa langkah pertama menurut prinsip monitoring & evaluasi?
Mengukur staf
Audit proses pengumpulan data
Menghapus indikator
Menurunkan target
Mengganti IPCN
Jika pelaporan surveilans tidak disertai rekomendasi tindak lanjut, apa akibatnya?
Data lebih cepat terkumpul
Tidak terjadi perbaikan mutu
Rate turun otomatis
Audit tidak diperlukan
IPCN tidak dibutuhkan
Pada tahap interpretasi, terjadi kenaikan mendadak VAP hanya bulan Maret. Apa langkah tepat?
Menghitung ulang denominator
Mengidentifikasi special cause
Menurunkan target
Menghapus bulan tersebut
Membuat poster edukasi umum
Saat membandingkan insiden infeksi operasi tahun 2016, terjadi lonjakan besar pada Januari unit anak. Apa tindakan prioritas?
Menurunkan target
Menutup kamar operasi
Investigasi RCA terhadap proses operasi anak
Membuat leaflet edukasi umum
Mengganti seluruh instrumen operasi
Perhatikan grafik kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) RSJPDHK periode 2012–2016. Data menunjukkan bahwa nilai IDO setiap tahun selalu berada di bawah target rumah sakit dan di bawah benchmark nasional (BM = 2,9%). Berdasarkan tren tersebut, analisis mana yang PALING TEPAT digunakan untuk menentukan langkah strategis rumah sakit?
Rumah sakit perlu menaikkan target IDO karena capaian terlalu rendah sehingga kurang realistis untuk dibandingkan dengan benchmark.
Penurunan IDO dari 2,8% (2012) menjadi 1,38% (2016) menunjukkan efektivitas intervensi PPI sehingga strategi yang ada dapat dipertahankan tanpa evaluasi lanjutan.
Meskipun hasil IDO berada di bawah target dan benchmark, penurunan yang konsisten menunjukkan potensi keberhasilan strategi PPI; namun tetap diperlukan audit proses untuk memastikan keberlanjutan mutu.
Nilai IDO yang berada di bawah target mengindikasikan tidak adanya risiko infeksi operasi sehingga rumah sakit dapat mengurangi intensitas kegiatan surveilans.
Pencapaian IDO di bawah target selama lima tahun menandakan bahwa indikator tidak lagi relevan sehingga perlu diganti dengan indikator mutu lainnya yang lebih menantang.
Surveilans infeksi di rumah sakit harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menghasilkan data yang valid dan dapat ditindaklanjuti. Berdasarkan prinsip pelaksanaannya, kegiatan surveilans terdiri dari beberapa tahapan utama. Manakah dari pilihan berikut yang merupakan rangkaian kegiatan surveilans yang benar?
Identifikasi risiko, uji laboratorium, validasi data, dan pelaporan ke dinas kesehatan
Pengamatan klinis, audit medis, pengolahan statistik, dan penetapan benchmark
Investigasi KLB, inspeksi fasilitas, verifikasi data, dan RCA
Pengumpulan sampel, pengecekan alat, pelatihan staf, dan supervisi rutin
Perencanaan, pengumpulan data, analisa, interpretasi, komunikasi, dan evaluasi
Dalam siklus surveilans infeksi rumah sakit, hasil analisis dan interpretasi data harus dilaporkan kepada pihak-pihak terkait. Salah satu tahap penting dalam proses ini adalah diseminasi laporan. Berdasarkan tujuan pelaksanaan surveilans, apa alasan utama dilakukannya diseminasi laporan kepada pihak terkait?
A. Agar pihak manajemen dapat menambah jumlah indikator mutu yang dipantau setiap bulan
B. Agar unit pelayanan mengetahui jumlah kasus namun tidak perlu melakukan tindak lanjut
C. Agar seluruh staf dapat memahami metode statistik yang digunakan dalam analisis surveilans
D. Agar pihak terkait dapat memanfaatkan informasi untuk menetapkan strategi pengendalian infeksi yang tepat
E. Agar laporan surveilans dapat dipublikasikan sebagai bahan promosi rumah sakit
Dalam pelaksanaan surveilans infeksi rumah sakit, interpretasi data merupakan tahap yang sangat penting karena menentukan apakah suatu temuan membutuhkan penanggulangan segera. Interpretasi harus dilakukan secara cepat dan tepat untuk mengetahui adanya penyimpangan, termasuk kenaikan atau penurunan angka infeksi yang signifikan. Berdasarkan prinsip tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan utama interpretasi data surveilans?
Menentukan apakah metode pengumpulan data perlu diganti dengan teknik observasi langsung
Mengidentifikasi apakah terdapat penyimpangan atau perubahan tajam pada angka infeksi yang memerlukan tindakan atau investigasi lebih lanjut
Menjamin bahwa seluruh unit memiliki jumlah laporan infeksi yang sama agar data seimbang
Menetapkan bahwa setiap kenaikan angka infeksi selalu disebabkan oleh ketidakpatuhan staf
Menghasilkan laporan statistik yang kompleks agar surveilans terlihat lebih komprehensif
Dalam dokumen ICRA disebutkan bahwa risiko infeksi dapat meningkat pada area konstruksi atau renovasi rumah sakit. Apa langkah paling tepat dilakukan sebelum renovasi?
Melakukan sterilisasi bangunan
Melakukan ICRA untuk menilai tingkat risiko dan rencana mitigasi
Mengurangi jumlah pasien di bangsal
Memperbanyak ventilasi tanpa penilaian risiko
Memindahkan semua pasien ke gedung lain
Berdasarkan ZI, predikat WBK/WBBM diberikan kepada unit yang mampu mencegah korupsi dan meningkatkan pelayanan publik. Indikator apa yang PERTAMA harus dibenahi?
Audit klinis pasien
Manajemen perubahan di unit kerja
Kebersihan area IGD
Kepatuhan dokter terhadap visite
Jumlah peralatan medis canggih
Salah satu sasaran ICRA adalah meminimalkan risiko airborne. Dalam konteks ini, apa tindakan kritis yang harus dilakukan selama konstruksi?
Membuka semua jendela
Menggunakan penghalang fisik dan tekanan negatif
Menambah jumlah cleaning service
Mengabaikan debu karena tidak berbahaya
Memindahkan konstruksi ke malam hari
Jika dalam laporan mutu ditemukan Rate HAIs lebih tinggi daripada standar nasional, apa langkah prioritas?
Menurunkan standar agar sesuai data
Meningkatkan surveilans dan audit kepatuhan PPI
Mengganti seluruh IPCN
Menambah indikator baru
Menghapus denominasi perhitungan
Dalam ICRA, risiko diklasifikasi berdasarkan probabilitas dan dampak. Mengapa klasifikasi ini penting?
Menentukan warna dinding rumah sakit
Mengalokasikan sumber daya mitigasi secara tepat
Menghapus risiko kecil
Mewajibkan renovasi
Menentukan jumlah izin operasional
Pembangunan ZI mencakup area pengungkit yang memberikan kontribusi 60%. Area mana yang termasuk pengungkit utama?
Nilai persepsi korupsi
Manajemen SDM, tatakelola, akuntabilitas
Persepsi kualitas pelayanan
Penilaian TPI
Reviu TPN
Komite Mutu menemukan bahwa indikator Kepatuhan Cuci Tangan hanya 45%. Apa risiko yang paling mungkin terjadi?
BOR meningkat
HAIs meningkat signifikan
ALOS turun
Kepuasan pasien naik
Turnover pegawai meningkat
Dalam konteks ZI, apa makna predikat WBBM?
Unit yang berhasil sebagian melaksanakan reformasi birokrasi
Unit yang memenuhi standar pelayanan publik sangat baik dan bebas KKN
Instansi pemerintah yang memiliki komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik
Unit yang memiliki nilai persepsi kualitas pelayanan
Unit yang melakukan audit paling banyak
Ketika risiko ICRA dikategorikan High Risk, apa konsekuensi operasionalnya?
Tidak perlu prosedur tambahan
Kegiatan boleh tetap berjalan tanpa pengawasan
Harus ada mitigasi ketat, pembatasan, dan rekayasa lingkungan
Renovasi dihentikan permanen
Pasien dipindah ke ICU
Dalam proses ZI, monitoring TPI dilakukan sebelum penetapan WBK/WBBM. Tujuan utamanya yaitu?
Menurunkan target
Memastikan pemenuhan indikator pengungkit dan hasil
Menghapus unit kerja
Mengganti kepala ruangan
Menambah dokumen saja
Jika dalam laporan mutu terlihat pola naik-turun yang tidak beraturan, indikator ini kemungkinan menunjukkan...
Proses stabil
Common cause variation
Special cause variation
Benchmark sangat baik
Data tidak perlu ditindaklanjuti
Pada ZI, area pengungkit 60% memberi bobot paling besar. Mengapa?
Berhubungan langsung dengan perubahan sistem dan tata kelola
Tidak memerlukan anggaran
Mudah dibuat laporannya
Hanya formalitas
Tidak memerlukan SDM profesional
Jika risiko ICRA sedang (Moderate), apa tindakan tepat?
A. Abaikan risiko
B. Terapkan mitigasi moderat: kontrol debu & pembatasan area
C. Terapkan mitigasi maksimal
D. Tutup seluruh area
E. Tidak perlu komunikasi risiko
Meningkatnya komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai unit kerja dalam membangun ZI menuju WBK/WBBM merupakan sasaran yang akan dicapai pada area pengungkit:
Manajemen Perubahan
Penataan Tatakelaksana
Penataan Sistem Manajemen SDM
Penguatan Pengawasan
Penguatan Akuntabilitas
