wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

A_UAS_MPAD RS

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang analis mutu ingin mengetahui apakah proses pelayanan IGD mengalami variasi yang tidak biasa dari minggu ke minggu. Jenis grafik mana yang paling tepat digunakan?

a)

Pie chart

b)

Bar chart

c)

Run chart

d)

Histogram

e)

Scatter plot

2.

Dalam survei budaya keselamatan pasien terdapat pilihan jawaban “sangat setuju – setuju – netral – tidak setuju – sangat tidak setuju”. Jenis data apakah ini?

a)

Nominal

b)

Ordinal

c)

Interval

d)

Rasio

e)

Diskrit

3.

Suatu pie chart menampilkan 12 kategori komplain pasien dalam satu lingkaran. Hal ini menyebabkan interpretasi sulit. Kesalahan utama terletak pada...

a)

Warna terlalu kontras

b)

Kategori terlalu sedikit

c)

Tidak menggunakan legend

d)

Jumlah kategori melebihi rekomendasi

e)

Tidak mencantumkan judul

4.

Jika data "waktu tunggu pasien IGD" ditampilkan dalam kelas-kelas interval untuk melihat distribusi frekuensi, grafik yang paling tepat adalah...

a)

Pie chart

b)

Pareto

c)

Histogram

d)

Scatter plot

e)

Line chart

5.

Manajer ingin mengetahui faktor penyebab terbesar keterlambatan pelayanan. Grafik apa yang paling mendukung pengambilan keputusan?

a)

Line chart

b)

Pie chart

c)

Pareto chart

d)

Histogram

e)

Scatter plot

6.

Dalam pembuatan dashboard, apa risiko terbesar jika data sumber tidak dibersihkan terlebih dahulu?

a)

Chart menjadi berwarna tidak konsisten

b)

Dashboard tidak interaktif

c)

Kesimpulan analisis menjadi menyesatkan

d)

Dashboard tidak dapat dicetak

e)

Ukuran file menjadi terlalu besar

7.

Jika ingin mengetahui hubungan antara “jumlah pasien” dengan “lama waktu tunggu”, maka digunakan grafik...

a)

Line

b)

Pareto

c)

Scatter plot

d)

Bar chart

e)

Pie chart

8.

Dashboard yang menampilkan banyak grafik dekoratif namun pesan tidak jelas melanggar prinsip...

a)

A. Akurasi data

b)

B. Simplicity

c)

C. Responsiveness

d)

D. Interactivity

e)

E. Standardization

9.

ALOS di RS Y adalah 12 hari (di atas standar 6–9 hari). Analisis paling tepat?

a)

RS sangat efisien

b)

Pasien selalu lebih sehat saat pulang

c)

Ada indikasi inefisiensi atau klinis lambat

d)

Penggunaan TT rendah

e)

Data tidak dapat digunakan

10.

Jika BTO RS sangat rendah (<20 kali/tahun), interpretasi paling relevan?

a)

RS sangat efisien

b)

Inefisiensi biaya RS karena tempat tidur jarang digunakan

c)

Kualitas layanan pasti tinggi

d)

BOR pasti tinggi

e)

Pasien jarang keluar hidup

11.

Pada kontrol chart, titik berada di luar batas atas kendali (UCL). Apa makna utamanya?

a)

Variasi normal

b)

Ada special cause variation

c)

Data rusak

d)

Proses sangat stabil

e)

Diperlukan pie chart

12.

Bila dalam run chart terlihat 8 titik berturut-turut berada di atas median, maka dapat disimpulkan…

a)

Normal variation

b)

Trend negatif

c)

Shift

d)

Astronomical point

e)

Data error

13.

Dalam penilaian budaya keselamatan, respon “setuju” terhadap item “staf takut dihukum jika melapor KTD” menunjukkan…

a)

Just culture berjalan baik

b)

RS menerapkan budaya menyalahkan

c)

Sistem pelaporan efektif

d)

KTD pasti tidak terjadi

e)

RS memenuhi standar

14.

Jika RS memilih IMP yang terlalu banyak, konsekuensi terbesar adalah...

a)

Data semakin akurat

b)

Fokus mutu terpecah dan tidak efektif

c)

Klaim JKN bertambah

d)

BOR menurun

e)

Staf lebih semangat

15.

Ketika run chart kepatuhan visite dokter menunjukkan “trend” 7 titik menaik, interpretasi terbaik adalah...

a)

Penurunan mutu

b)

Peningkatan konsistensi praktik

c)

Data invalid

d)

Harus diganti dengan pie chart

e)

Proses tidak berubah

16.

RS ingin menurunkan BOR tanpa mengurangi jumlah pasien. Langkah berbasis indikator mutu yang paling tepat adalah...

a)

Menurunkan ALOS

b)

Menaikkan GDR

c)

Menurunkan BTO

d)

Meningkatkan TOI menjadi nol

e)

Menambah hari rawat

17.

Jika komplain pasien paling banyak kategori "waktu tunggu lama", maka INM mana yang paling terkait?

a)

INM 1

b)

INM 5

c)

INM 10

d)

INM 7

e)

INM 13

18.

Ketika BTO meningkat namun ALOS juga meningkat, interpretasi paling tepat adalah...

a)

Proses efisien

b)

Pasien keluar lebih cepat

c)

TT sering dipakai tetapi rawat terlalu lama

d)

BOR sangat rendah

e)

IKP tidak valid

19.

Jika run chart indikator INM menunjukkan pola “astronomical point”, tindakan pertama yang harus dilakukan komite mutu adalah...

a)

Menghapus titik tersebut

b)

Mengabaikannya

c)

Investigasi penyebab khusus (special cause)

d)

Mengganti indikator

e)

Naikkan target otomatis

20.

Jika insiden paling banyak kategori "kesalahan pemberian obat HAM/LASA", maka SKP mana yang paling terkait?

a)

SKP 1

b)

SKP 2

c)

SKP 3

d)

SKP 5

e)

SKP 6

21.

Dalam menentukan indikator mutu prioritas untuk pengukuran dan perbaikan mutu, rumah sakit menggunakan beberapa kriteria sebagai berikut, kecuali:

a)

Masalah yang paling banyak di RS

b)

Pasien beresiko tinggi (high process)

c)

Memberikan pengalaman staf lebih baik (staff experience)

d)

Kemudahan dalam pengukuran

e)

Sesuai dengan tujuan strategis RS

22.

Jika terjadi KTD namun dilaporkan sebagai KNC untuk menghindari konsekuensi, dampak terburuk bagi RS adalah...

a)

Klaim naik

b)

RCA tidak akurat

c)

Pasien lebih puas

d)

BTO meningkat

e)

GDR turun

23.

Insiden ISK di RS B adalah 25‰. Jika denominator meningkat tanpa perubahan numerator, apa interpretasi yang paling akurat?

a)

ISK memburuk

b)

ISK membaik

c)

Tidak dapat dinilai

d)

Numerator salah

e)

Harus gunakan pie chart

24.

IPCN RS C ingin mengubah metode pengumpulan data dari wawancara menjadi observasi langsung. Apa risiko terbesar jika perubahan ini tidak diikuti pelatihan?

a)

Rate infeksi akan menjadi nol

b)

Bias pengumpulan data meningkat

c)

IPCN akan terlalu cepat dalam input

d)

Numerator otomatis meningkat

e)

Benchmark menjadi tidak relevan

25.

Dalam surveilans HAI, numerator harus akurat. Apa risiko jika numerator overcounted (terhitung berlebihan)?

a)

Rate tampak lebih rendah

b)

Rate tampak lebih tinggi

c)

Denominator hilang

d)

Benchmark otomatis tercapai

e)

Tidak ada dampak

26.

Jika rate VAP RS pada grafik run chart naik 5 bulan berturut-turut, pola ini mengindikasikan...

a)

Random variation

b)

Trend

c)

Shift

d)

Bias laporan

e)

Data keliru

27.

Data Excel menunjukkan Denominator hari ventilasi meningkat tinggi, tetapi numerator VAP tetap. Apa interpretasi?

a)

VAP memburuk

b)

VAP membaik

c)

Data invalid

d)

Harus revisi SPO

e)

Benchmark tidak relevan

28.

Mengapa metode surveilans proses diperlukan?

a)

Mengukur tindakan pencegahan apakah efektif

b)

Hanya untuk akreditasi

c)

Lebih mudah daripada surveilans hasil

d)

Tidak membutuhkan analisis

e)

Untuk menghentikan numerik

29.

IPCN menemukan gap besar antara data surveilans dan laporan unit. Apa langkah pertama menurut prinsip monitoring & evaluasi?

a)

Mengukur staf

b)

Audit proses pengumpulan data

c)

Menghapus indikator

d)

Menurunkan target

e)

Mengganti IPCN

30.

Jika pelaporan surveilans tidak disertai rekomendasi tindak lanjut, apa akibatnya?

a)

Data lebih cepat terkumpul

b)

Tidak terjadi perbaikan mutu

c)

Rate turun otomatis

d)

Audit tidak diperlukan

e)

IPCN tidak dibutuhkan

31.

Pada tahap interpretasi, terjadi kenaikan mendadak VAP hanya bulan Maret. Apa langkah tepat?

a)

Menghitung ulang denominator

b)

Mengidentifikasi special cause

c)

Menurunkan target

d)

Menghapus bulan tersebut

e)

Membuat poster edukasi umum

32.

Saat membandingkan insiden infeksi operasi tahun 2016, terjadi lonjakan besar pada Januari unit anak. Apa tindakan prioritas?

a)

Menurunkan target

b)

Menutup kamar operasi

c)

Investigasi RCA terhadap proses operasi anak

d)

Membuat leaflet edukasi umum

e)

Mengganti seluruh instrumen operasi

33.

Perhatikan grafik kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO) RSJPDHK periode 2012–2016. Data menunjukkan bahwa nilai IDO setiap tahun selalu berada di bawah target rumah sakit dan di bawah benchmark nasional (BM = 2,9%). Berdasarkan tren tersebut, analisis mana yang PALING TEPAT digunakan untuk menentukan langkah strategis rumah sakit?

a)

Rumah sakit perlu menaikkan target IDO karena capaian terlalu rendah sehingga kurang realistis untuk dibandingkan dengan benchmark.

b)

Penurunan IDO dari 2,8% (2012) menjadi 1,38% (2016) menunjukkan efektivitas intervensi PPI sehingga strategi yang ada dapat dipertahankan tanpa evaluasi lanjutan.

c)

Meskipun hasil IDO berada di bawah target dan benchmark, penurunan yang konsisten menunjukkan potensi keberhasilan strategi PPI; namun tetap diperlukan audit proses untuk memastikan keberlanjutan mutu.

d)

Nilai IDO yang berada di bawah target mengindikasikan tidak adanya risiko infeksi operasi sehingga rumah sakit dapat mengurangi intensitas kegiatan surveilans.

e)

Pencapaian IDO di bawah target selama lima tahun menandakan bahwa indikator tidak lagi relevan sehingga perlu diganti dengan indikator mutu lainnya yang lebih menantang.

34.

Surveilans infeksi di rumah sakit harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menghasilkan data yang valid dan dapat ditindaklanjuti. Berdasarkan prinsip pelaksanaannya, kegiatan surveilans terdiri dari beberapa tahapan utama. Manakah dari pilihan berikut yang merupakan rangkaian kegiatan surveilans yang benar?

a)

Identifikasi risiko, uji laboratorium, validasi data, dan pelaporan ke dinas kesehatan

b)

Pengamatan klinis, audit medis, pengolahan statistik, dan penetapan benchmark

c)

Investigasi KLB, inspeksi fasilitas, verifikasi data, dan RCA

d)

Pengumpulan sampel, pengecekan alat, pelatihan staf, dan supervisi rutin

e)

Perencanaan, pengumpulan data, analisa, interpretasi, komunikasi, dan evaluasi

35.

Dalam siklus surveilans infeksi rumah sakit, hasil analisis dan interpretasi data harus dilaporkan kepada pihak-pihak terkait. Salah satu tahap penting dalam proses ini adalah diseminasi laporan. Berdasarkan tujuan pelaksanaan surveilans, apa alasan utama dilakukannya diseminasi laporan kepada pihak terkait?

a)

A. Agar pihak manajemen dapat menambah jumlah indikator mutu yang dipantau setiap bulan

b)

B. Agar unit pelayanan mengetahui jumlah kasus namun tidak perlu melakukan tindak lanjut

c)

C. Agar seluruh staf dapat memahami metode statistik yang digunakan dalam analisis surveilans

d)

D. Agar pihak terkait dapat memanfaatkan informasi untuk menetapkan strategi pengendalian infeksi yang tepat

e)

E. Agar laporan surveilans dapat dipublikasikan sebagai bahan promosi rumah sakit

36.

Dalam pelaksanaan surveilans infeksi rumah sakit, interpretasi data merupakan tahap yang sangat penting karena menentukan apakah suatu temuan membutuhkan penanggulangan segera. Interpretasi harus dilakukan secara cepat dan tepat untuk mengetahui adanya penyimpangan, termasuk kenaikan atau penurunan angka infeksi yang signifikan. Berdasarkan prinsip tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan utama interpretasi data surveilans?

a)

Menentukan apakah metode pengumpulan data perlu diganti dengan teknik observasi langsung

b)

Mengidentifikasi apakah terdapat penyimpangan atau perubahan tajam pada angka infeksi yang memerlukan tindakan atau investigasi lebih lanjut

c)

Menjamin bahwa seluruh unit memiliki jumlah laporan infeksi yang sama agar data seimbang

d)

Menetapkan bahwa setiap kenaikan angka infeksi selalu disebabkan oleh ketidakpatuhan staf

e)

Menghasilkan laporan statistik yang kompleks agar surveilans terlihat lebih komprehensif

37.

Dalam dokumen ICRA disebutkan bahwa risiko infeksi dapat meningkat pada area konstruksi atau renovasi rumah sakit. Apa langkah paling tepat dilakukan sebelum renovasi?

a)

Melakukan sterilisasi bangunan

b)

Melakukan ICRA untuk menilai tingkat risiko dan rencana mitigasi

c)

Mengurangi jumlah pasien di bangsal

d)

Memperbanyak ventilasi tanpa penilaian risiko

e)

Memindahkan semua pasien ke gedung lain

38.

Berdasarkan ZI, predikat WBK/WBBM diberikan kepada unit yang mampu mencegah korupsi dan meningkatkan pelayanan publik. Indikator apa yang PERTAMA harus dibenahi?

a)

Audit klinis pasien

b)

Manajemen perubahan di unit kerja

c)

Kebersihan area IGD

d)

Kepatuhan dokter terhadap visite

e)

Jumlah peralatan medis canggih

39.

Salah satu sasaran ICRA adalah meminimalkan risiko airborne. Dalam konteks ini, apa tindakan kritis yang harus dilakukan selama konstruksi?

a)

Membuka semua jendela

b)

Menggunakan penghalang fisik dan tekanan negatif

c)

Menambah jumlah cleaning service

d)

Mengabaikan debu karena tidak berbahaya

e)

Memindahkan konstruksi ke malam hari

40.

Jika dalam laporan mutu ditemukan Rate HAIs lebih tinggi daripada standar nasional, apa langkah prioritas?

a)

Menurunkan standar agar sesuai data

b)

Meningkatkan surveilans dan audit kepatuhan PPI

c)

Mengganti seluruh IPCN

d)

Menambah indikator baru

e)

Menghapus denominasi perhitungan

41.

Dalam ICRA, risiko diklasifikasi berdasarkan probabilitas dan dampak. Mengapa klasifikasi ini penting?

a)

Menentukan warna dinding rumah sakit

b)

Mengalokasikan sumber daya mitigasi secara tepat

c)

Menghapus risiko kecil

d)

Mewajibkan renovasi

e)

Menentukan jumlah izin operasional

42.

Pembangunan ZI mencakup area pengungkit yang memberikan kontribusi 60%. Area mana yang termasuk pengungkit utama?

a)

Nilai persepsi korupsi

b)

Manajemen SDM, tatakelola, akuntabilitas

c)

Persepsi kualitas pelayanan

d)

Penilaian TPI

e)

Reviu TPN

43.

Komite Mutu menemukan bahwa indikator Kepatuhan Cuci Tangan hanya 45%. Apa risiko yang paling mungkin terjadi?

a)

BOR meningkat

b)

HAIs meningkat signifikan

c)

ALOS turun

d)

Kepuasan pasien naik

e)

Turnover pegawai meningkat

44.

Dalam konteks ZI, apa makna predikat WBBM?

a)

Unit yang berhasil sebagian melaksanakan reformasi birokrasi

b)

Unit yang memenuhi standar pelayanan publik sangat baik dan bebas KKN

c)

Instansi pemerintah yang memiliki komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik

d)

Unit yang memiliki nilai persepsi kualitas pelayanan

e)

Unit yang melakukan audit paling banyak

45.

Ketika risiko ICRA dikategorikan High Risk, apa konsekuensi operasionalnya?

a)

Tidak perlu prosedur tambahan

b)

Kegiatan boleh tetap berjalan tanpa pengawasan

c)

Harus ada mitigasi ketat, pembatasan, dan rekayasa lingkungan

d)

Renovasi dihentikan permanen

e)

Pasien dipindah ke ICU

46.

Dalam proses ZI, monitoring TPI dilakukan sebelum penetapan WBK/WBBM. Tujuan utamanya yaitu?

a)

Menurunkan target

b)

Memastikan pemenuhan indikator pengungkit dan hasil

c)

Menghapus unit kerja

d)

Mengganti kepala ruangan

e)

Menambah dokumen saja

47.

Jika dalam laporan mutu terlihat pola naik-turun yang tidak beraturan, indikator ini kemungkinan menunjukkan...

a)

Proses stabil

b)

Common cause variation

c)

Special cause variation

d)

Benchmark sangat baik

e)

Data tidak perlu ditindaklanjuti

48.

Pada ZI, area pengungkit 60% memberi bobot paling besar. Mengapa?

a)

Berhubungan langsung dengan perubahan sistem dan tata kelola

b)

Tidak memerlukan anggaran

c)

Mudah dibuat laporannya

d)

Hanya formalitas

e)

Tidak memerlukan SDM profesional

49.

Jika risiko ICRA sedang (Moderate), apa tindakan tepat?

a)

A. Abaikan risiko

b)

B. Terapkan mitigasi moderat: kontrol debu & pembatasan area

c)

C. Terapkan mitigasi maksimal

d)

D. Tutup seluruh area

e)

E. Tidak perlu komunikasi risiko

50.

Meningkatnya komitmen seluruh jajaran pimpinan dan pegawai unit kerja dalam membangun ZI menuju WBK/WBBM merupakan sasaran yang akan dicapai pada area pengungkit:

a)

Manajemen Perubahan

b)

Penataan Tatakelaksana

c)

Penataan Sistem Manajemen SDM

d)

Penguatan Pengawasan

e)

Penguatan Akuntabilitas