Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

asessman Awal Keselaatan kerja di industri

Total questions: 5

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Manakah dari tindakan berikut yang paling mencerminkan penerapan budaya kerja keselamatan industri yang kuat dan proaktif?

a)

Mengabaikan bahaya kecil (minor hazard) yang tidak langsung mengancam, dengan alasan efisiensi waktu

b)

Secara rutin melakukan dan menindaklanjuti Near Miss Reporting (Laporan Hampir Celaka).

c)

Hanya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat ada inspeksi mendadak.

d)

Menyimpan semua prosedur keselamatan di dalam laci kantor dan hanya dikeluarkan jika terjadi kecelakaan.

2.

Seorang pekerja melihat tumpahan cairan kimia di lantai area kerja yang berpotensi menyebabkan terpeleset dan kontaminasi. Dalam konteks budaya keselamatan, tindakan pertama yang harus diambil oleh pekerja tersebut adalah:

a)

Mencari tahu siapa yang menumpahkan oli tersebut terlebih dahulu untuk memastikan pertanggungjawaban

b)

Menunggu supervisor datang dan memberikan instruksi, agar tidak melanggar hierarki pelaporan.

c)


Segera memasang tanda peringatan (seperti Safety Cone) dan melaporkan/membersihkan tumpahan sesuai prosedur.

d)

Melanjutkan pekerjaan karena mencari tahu siapa yang menumpahkan bukan tanggung jawabnya

3.

Mengapa penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten dianggap sebagai bagian integral dari budaya keselamatan industri?

a)

Agar perusahaan dapat menghemat biaya asuransi bagi karyawan.

b)

Karena APD dapat mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan

c)

Sebagai benteng terakhir perlindungan (LOD/Last Line of Defense) untuk meminimalkan dampak cedera.

d)

Untuk mematuhi aturan perusahaan semata, terlepas dari risiko yang dihadapi.

4.

Indikator paling jelas bahwa komitmen manajemen puncak terhadap keselamatan kerja telah menjadi bagian dari budaya perusahaan adalah ketika:

a)

Hanya berinvestasi pada Alat Pelindung Diri (APD) termurah dan standar minimal.

b)

Produksi dihentikan sementara (stop-work authority) untuk memperbaiki kondisi yang tidak aman, meskipun ada target produksi yang ketat.

c)

Menunda pertemuan keselamatan dan pelatihan K3 karena alasan efisiensi waktu dan biaya.

d)

Hanya memublikasikan data kecelakaan masa lalu di papan pengumuman tanpa ada rencana tindak lanjut yang jelas

5.

Dalam konteks budaya keselamatan, apa manfaat utama dari pelatihan K3 berkelanjutan (Continuous Safety Training) bagi seluruh karyawan?

a)

Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan karyawan dalam mengenali dan mengendalikan risiko kerja.

b)

Untuk menguji kecerdasan emosional (EQ) karyawan di bawah tekanan simulasi bahaya.

c)

Menghabiskan anggaran tahunan pelatihan yang telah ditetapkan perusahaan.

d)

Memberikan waktu istirahat (break time) dari pekerjaan rutin di tempat yang berbeda.