NEW
Font size
WorksheetsTRY OUT SUMATIF XI
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Kolonialisme berasal dari kata colonia yang berarti tanah jajahan. Kolonialisme dilakukan oleh negara kuat terhadap wilayah lain untuk menguasai sumber daya alam dan manusia di daerah tersebut. Berdasarkan pengertian di atas, hakikat dari kolonialisme adalah
Upaya memperluas penyebaran agama ke daerah lain
Dominasi politik dan ekonomi terhadap wilayah lain
Persaingan budaya antara bangsa-bangsa di dunia
Bentuk kerja sama antarnegar a dalam perdagangan
Usaha menanamkan pengaruh sosial tanpa paksaan
Imperialisme adalah politik atau sistem untuk menguasai negara lain agar dapat memengaruhi kehidupan politik, ekonomi, dan budaya negara tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perbedaan mendasar antara kolonialisme dan imperialisme terletak pada
Kolonialisme menekankan ekspansi wilayah, sedangkan imperialisme menekankan pengaruh
Kolonialisme bersifat ideologis, sedangkan imperialisme bersifat religius
Kolonialisme berorientasi budaya, sedangkan imperialisme berorientasi ekonomi
Kolonialisme dilakukan tanpa kekerasan, sedangkan imperialisme dengan kekerasan
Kolonialisme muncul setelah Revolusi Industri, sedangkan imperialisme sebelumnya
Dalam praktik kolonialisme, bangsa penjajah menguasai tanah, sumber daya alam, serta tenaga kerja di daerah jajahan untuk kepentingan negara induk. Dari bacaan di atas, ciri utama kolonialisme yang paling menonjol adalah
Adanya hubungan dagang yang saling menguntungkan
Adanya penguasaan wilayah dan eksploitasi sumber daya
Adanya bantuan ekonomi untuk pembangunan daerah jajahan
Adanya kebebasan politik bagi rakyat jajahan
Adanya kerja sama sosial dan budaya antarbangsa
Imperialisme tidak selalu dilakukan dengan penjajahan langsung. Setelah Revolusi Industri, negara-negara Eropa menguasai ekonomi negara lain melalui perdagangan, investasi, dan teknologi. Pernyataan yang tepat untuk menggambarkan ciri imperialisme modern adalah
Menguasai wilayah secara langsung melalui kekuatan militer
Mengendalikan perekonomian negara lain tanpa pendudukan fisik
Memaksakan sistem keagamaan tertentu
Menerapkan sistem pemerintahan tradisional
Menjalankan perdagangan tanpa keuntungan
Bangsa Eropa melakukan kolonialisme dan imperialisme dengan berbagai alasan: ekonomi (kebutuhan bahan baku), politik (kekuasaan), dan ideologi (menyebarkan peradaban Barat). Jika dilihat dari motifnya, faktor utama yang menyebabkan terjadinya kolonialisme dan imperialisme adalah
Dorongan untuk menguasai agama lain
Kebutuhan memperluas wilayah kekuasaan demi prestise
Keinginan memperbaiki hubungan diplomatik
Kebutuhan bahan baku dan pasar industri
Perkembangan teknologi militer yang cepat
Kolonialisme sering menjadi bentuk nyata dari imperialisme. Ketika sebuah negara melakukan imperialisme ekonomi, biasanya akan diikuti dengan kolonisasi untuk memperkuat pengaruhnya. Berdasarkan bacaan tersebut, hubungan antara kolonialisme dan imperialisme adalah
Tidak ada hubungan sebab-akibat
Kolonialisme merupakan bagian dari imperialisme
Imperialisme muncul setelah kolonialisme berakhir
Keduanya tidak saling bergantung
Kolonialisme lebih luas daripada imperialisme
Akibat kolonialisme dan imperialisme, bangsa-bangsa Asia dan Afrika kehilangan kedaulatan politik, ekonomi mereka dikuasai, dan struktur sosial berubah drastis. Pernyataan yang menunjukkan dampak struktural kolonialisme dan imperialisme adalah
Hilangnya identitas budaya dan munculnya elite terdidik baru
Berkembangnya perdagangan bebas antarnegara
Terjalinnya persahabatan antarbangsa
Meningkatnya kemandirian ekonomi rakyat jajahan
Berkembangnya teknologi lokal secara mandiri
Imperialisme sering dibenarkan dengan ideologi “beban orang kulit putih” (white man’s burden) yang menganggap bangsa Barat lebih maju dan harus “mendidik” bangsa lain. Ideologi tersebut mencerminkan pandangan bahwa
Semua bangsa memiliki derajat yang sama
Bangsa Barat berhak menguasai bangsa lain karena merasa superior
Kolonialisme dilakukan demi kepentingan bersama
Misi kolonial bersifat religius murni
Penjajahan dilakukan tanpa paksaan
Imperialisme terbagi menjadi dua jenis, yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno berorientasi pada kejayaan dan kekuasaan, sedangkan imperialisme modern berorientasi pada ekonomi industri. Berdasarkan bacaan, yang membedakan imperialisme kuno dan modern adalah
Tujuan utama dan cara penguasaannya
Wilayah yang dikuasai dan jumlah pasukan
Adanya kerja sama internasional
Pengaruh terhadap kehidupan sosial
Bentuk pemerintahan negara penjajah
Pada abad ke-15, bangsa Portugis dan Spanyol berlomba-lomba menemukan jalur laut ke Asia. Mereka berambisi mendapatkan rempah-rempah langsung dari sumbernya, tanpa melalui pedagang Arab dan Italia. Faktor utama yang mendorong bangsa Eropa melakukan pelayaran ke dunia Timur pada masa itu adalah
Persaingan politik antarnegara di Eropa
Keinginan menyebarkan agama Kristen
Runtuhnya Konstantinopel yang menghambat jalur perdagangan
Kebutuhan memperluas wilayah kolonial di Afrika
Penemuan teknologi komunikasi modern
Belanda dan Inggris pernah bersaing memperebutkan wilayah kekuasaan di Nusantara. Namun, keduanya kemudian menandatangani Traktat London 1824. Isi utama Traktat London 1824 yang berpengaruh terhadap wilayah Indonesia adalah
Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda
Belanda menguasai seluruh Semenanjung Malaka
Indonesia dibagi dua antara Inggris dan Prancis
Inggris menguasai seluruh kepulauan Indonesia Timur
Belanda mendapatkan hak monopoli atas rempah
Revolusi Industri di Inggris membawa perubahan besar pada cara produksi dan kebutuhan bahan baku industri. Bagaimana Revolusi Industri memengaruhi praktik imperialisme Eropa abad ke-19
Negara Eropa beralih ke sistem pertanian subsisten
Kebutuhan bahan baku dan pasar mendorong ekspansi ke Asia-Afrika
Negara Eropa menutup diri dari perdagangan luar negeri
Produksi industri berkurang karena biaya mahal
Kolonisasi tidak lagi dianggap penting
VOC memiliki kekuasaan besar di wilayah jajahan, bahkan berhak mencetak uang dan membuat perjanjian. VOC dapat disebut sebagai negara dalam negara karena
Mengandalkan kekuatan militer dari Belanda
Memiliki kedaulatan politik dan ekonomi di Nusantara
Dibiayai oleh pemerintah Inggris
Dipimpin langsung oleh Raja Belanda
Tidak tunduk pada hukum internasional
Kebijakan kolonial menyebabkan munculnya kelas sosial baru di masyarakat, seperti kaum priyayi dan pegawai kolonial. Bagaimana kebijakan kolonial memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia
Menghapuskan perbedaan status sosial
Menyamaratakan kesempatan ekonomi
Melahirkan lapisan sosial baru yang berpihak pada penjajah
Menguatkan peran adat dalam pemerintahan
Menyebarkan nilai-nilai egaliterisme
Hasil tanaman ekspor dari Jawa dikirim ke Belanda dan memberikan keuntungan besar bagi negeri induk. Mengapa sistem tanam paksa justru memperkaya Belanda, bukan rakyat Indonesia
Karena hasil panen dijual langsung oleh petani
Karena keuntungan dari ekspor digunakan untuk pembangunan lokal
Karena sebagian besar nilai tambah diambil oleh pemerintah kolonial
Karena harga komoditas ditentukan petani
Karena VOC memberi subsidi besar kepada rakyat
Pada awal abad ke-20, Belanda mulai menerapkan Politik Etis dengan tiga program utama: irigasi, edukasi, dan emigrasi. Tujuan utama Politik Etis sebenarnya adalah...
Membebaskan Indonesia dari penjajahan
Meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh
Membayar “utang moral” Belanda terhadap rakyat jajahan
Menyebarkan pendidikan gratis bagi seluruh rakyat
Membangun industri modern di Indonesia
Kebijakan kolonial yang diskriminatif mendorong munculnya kesadaran kebangsaan di kalangan pelajar pribumi. Bagaimana pengaruh sistem pendidikan kolonial terhadap munculnya nasionalisme Indonesia...
Mendorong rakyat agar setia pada Belanda
Menumbuhkan kesadaran akan ketidakadilan kolonial
Menghapus perbedaan sosial antara Eropa dan pribumi
Meningkatkan peran kaum petani dalam pemerintahan
Membatasi perkembangan bahasa Indonesia
Setelah Revolusi Industri, kebutuhan bahan baku meningkat tajam di Eropa. Dampak global dari kolonialisme dan imperialisme terhadap negara jajahan adalah...
Kemandirian ekonomi meningkat
Ketergantungan ekonomi terhadap negara induk
Hilangnya pasar ekspor Eropa
Keterbatasan akses teknologi
Munculnya industri lokal
Belanda sering memecah belah kerajaan-kerajaan lokal agar mudah dikuasai. Tujuan utama penerapan politik devide et impera adalah...
Membentuk pemerintahan federal
Melemahkan persatuan rakyat jajahan
Mengajarkan demokrasi lokal
Menguatkan posisi penguasa pribumi
Mengembangkan pendidikan politik
Maluku dijuluki “Kepulauan Rempah” karena menjadi sumber utama pala dan cengkih. Apa dampak ekonomi dari monopoli perdagangan rempah oleh VOC...
Harga rempah di pasar dunia turun
Rakyat Maluku menjadi sejahtera
Pedagang pribumi kehilangan kesempatan berdagang
Terjadi kerjasama dagang yang adil
Produksi rempah meningkat pesat
Kolonialisme membawa pengaruh baru dalam bidang teknologi dan transportasi seperti pembangunan jalan dan kereta api. Mengapa pembangunan infrastruktur oleh kolonial Belanda tidak sepenuhnya menguntungkan rakyat...
Karena dibangun dengan tenaga kerja sukarela
Karena hanya untuk kepentingan militer dan ekonomi kolonial
Karena tidak berfungsi dengan baik
Karena dibuat untuk menghapuskan pajak
Karena digunakan untuk kepentingan sosial
Masuknya budaya Barat mengubah cara hidup masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Salah satu dampak budaya kolonial yang masih terlihat hingga kini adalah...
Tradisi gotong royong semakin kuat
Munculnya sistem pendidikan modern
Hilangnya sistem birokrasi
Penghapusan bahasa daerah
Penguatan sistem kerajaan
Abad ke-19 disebut masa imperialisme modern karena ekspansi Eropa lebih sistematis dan berorientasi ekonomi. Perbedaan utama antara imperialisme kuno dan modern adalah...
Imperialisme modern menekankan aspek ekonomi dan industri
Imperialisme kuno didukung oleh Revolusi Industri
Imperialisme modern bersifat keagamaan
Imperialisme kuno berorientasi pada pendidikan
Keduanya sama dalam tujuan politik
Penderitaan akibat eksploitasi kolonial membangkitkan semangat perlawanan rakyat. Hubungan antara kolonialisme dan lahirnya nasionalisme Indonesia adalah...
Kolonialisme mendorong kesadaran untuk bersatu melawan penindasan
Kolonialisme menumbuhkan ketaatan terhadap Belanda
Kolonialisme menghapuskan perbedaan antarsuku
Kolonialisme memperkuat sistem feodalisme
Kolonialisme menciptakan ketergantungan pada Eropa
Kolonialisme menyebabkan negara-negara Asia dan Afrika kehilangan kedaulatan. Apa dampak jangka panjang kolonialisme terhadap negara bekas jajahan...
Kemajuan ekonomi yang merata
Ketergantungan struktural terhadap negara maju
Hilangnya identitas nasional
Penurunan jumlah penduduk
Kemandirian politik penuh
Kolonialisme dan imperialisme menimbulkan penderitaan tetapi juga membawa perubahan sosial dan teknologi. Sikap yang tepat dalam memaknai sejarah kolonialisme adalah...
Membenci seluruh peninggalan Barat
Menolak semua bentuk modernisasi
Mengambil nilai positif tanpa melupakan penderitaan masa lalu
Melupakan masa lalu agar dapat maju
Menganggap kolonialisme sebagai berkah
Pada awal abad ke-19, rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan oleh VOC. Tokoh utama perlawanan ini adalah Pattimura, yang menentang kebijakan kolonial yang menindas rakyat. Apa penyebab utama perlawanan Pattimura terhadap VOC di Maluku
Penolakan terhadap sistem tanam paksa yang merugikan petani
Ketidakadilan dalam pembagian hasil bumi oleh pemerintah kolonial
Monopoli perdagangan rempah-rempah yang menekan rakyat Maluku
Penindasan terhadap kalangan bangsawan lokal oleh Belanda
Keinginan Maluku untuk berdagang langsung dengan bangsa Eropa lain
Perang Diponegoro (1825–1830) merupakan salah satu perang terbesar di Jawa yang melibatkan rakyat dan bangsawan melawan Belanda akibat campur tangan Belanda dalam urusan keraton. Faktor utama yang memicu pecahnya Perang Diponegoro adalah
Pengangkatan residen Belanda di Yogyakarta tanpa izin Sultan
Campur tangan Belanda dalam pergantian takhta Keraton
Pemasangan patok jalan di tanah milik Pangeran Diponegoro
Pajak tanah yang terlalu tinggi bagi petani Jawa
Larangan terhadap ritual keagamaan Jawa tradisional
Gerakan Padri di Sumatra Barat awalnya adalah gerakan pembaruan Islam, namun kemudian berkembang menjadi perlawanan terhadap Belanda. Apa perubahan karakter gerakan Padri yang membuatnya menjadi perlawanan nasional
Dari dakwah keagamaan menjadi perang suku
Dari konflik internal menjadi perjuangan anti-kolonial
Dari gerakan sosial menjadi perlawanan ekonomi
Dari perdagangan menjadi penyebaran ideologi politik
Dari sistem nagari ke sistem kerajaan terpusat
Sultan Hasanuddin dari Gowa menentang dominasi VOC yang berusaha memonopoli perdagangan di wilayah timur Nusantara. Strategi utama Sultan Hasanuddin dalam menghadapi VOC adalah
Membentuk aliansi dengan Kesultanan Ternate
Memperkuat perdagangan laut bebas di Makassar
Membangun koalisi antar-kerajaan untuk melawan VOC
Mengadakan perjanjian damai dengan Portugis
Menyerahkan wilayah dagang kepada sekutu lokal
Perang Banjar (1859–1906) terjadi karena campur tangan Belanda dalam urusan pergantian Sultan Banjar dan eksploitasi sumber daya alam. Faktor utama yang memperkuat semangat rakyat Banjar melawan Belanda adalah
Rasa ketidakadilan terhadap pajak tanah
Dukungan ulama dalam mempertahankan kedaulatan Islam
Adanya bantuan senjata dari Kesultanan Makassar
Penolakan terhadap sistem kerja rodi
Keinginan menguasai perdagangan batubara
Pattimura menggerakkan rakyat untuk mempertahankan hak-hak mereka atas sumber daya alam yang dikuasai VOC. Nilai nasionalisme yang dapat diambil dari perjuangan Pattimura adalah
Kesetiaan terhadap adat dan budaya lokal
Persatuan seluruh rakyat tanpa membedakan asal
Semangat memperluas wilayah kekuasaan
Ketaatan penuh terhadap perintah kerajaan
Keinginan bekerja sama dengan bangsa asing
Perang Aceh (1873–1904) merupakan perang panjang melawan Belanda yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Cut Nyak Dien dan Teuku Umar. Salah satu faktor yang membuat perang Aceh berlangsung lama adalah
Kekuatan militer Aceh lebih unggul dari Belanda
Strategi gerilya yang efektif di medan sulit
Bantuan senjata dari kerajaan-kerajaan Eropa
Ketidakmampuan Belanda dalam diplomasi ekonomi
Kesetiaan prajurit Belanda yang rendah
Perlawanan rakyat Bali terhadap Belanda terjadi karena penolakan terhadap sistem “tawan karang” yang dianggap melanggar kedaulatan adat. Sistem “tawan karang” menyebabkan konflik karena
Belanda menolak hukum adat Bali tentang pelabuhan
Belanda menuduh kapal lokal melakukan pembajakan
Bali menolak kapal asing yang melanggar adat laut
Pedagang Bali tidak diizinkan berdagang bebas
Rakyat Bali tidak mau membayar bea pelabuhan
Perlawanan petani Banten (1888) dipicu oleh penindasan pejabat kolonial dan penderitaan ekonomi. Apa makna sosial dari perlawanan petani Banten
Gerakan spontan tanpa perencanaan
Perlawanan berbasis agama dan ekonomi rakyat
Tindakan politik elit bangsawan terhadap Belanda
Reaksi terhadap kebijakan modernisasi pertanian
Tuntutan untuk membentuk kerajaan Islam
Rakyat Minahasa berperang melawan Belanda dalam Perang Tondano (1808–1809) karena kebijakan monopoli yang menekan ekonomi rakyat. Perlawanan rakyat Tondano menunjukkan bahwa
Perdagangan bebas sangat penting bagi kemerdekaan
Penindasan ekonomi dapat memicu semangat nasionalisme
Agama menjadi dasar utama perjuangan rakyat
Dukungan bangsawan menentukan hasil perang
Monarki lokal selalu berpihak pada penjajah
Pangeran Antasari memimpin perlawanan di Kalimantan Selatan menentang monopoli Belanda. Apa nilai kepemimpinan yang ditunjukkan Pangeran Antasari
Tegas, religius, dan mengutamakan rakyat
Ambisius, diplomatis, dan tertutup
Pasif, berserah, dan konservatif
Egois, keras, dan tidak fleksibel
Liberal, terbuka, dan oportunis
Perlawanan rakyat Cirebon terjadi karena ketidakpuasan terhadap sistem pajak dan tekanan kolonial atas tanah pertanian. Makna perjuangan rakyat Cirebon adalah
Menolak kebijakan ekonomi yang merugikan rakyat
Melawan sistem kasta sosial di pedesaan
Menegakkan ajaran keagamaan lokal
Menuntut kebebasan politik secara nasional
Mendirikan pemerintahan baru yang modern
Berbagai perlawanan di Nusantara menunjukkan semangat rakyat dalam mempertahankan kedaulatan dari penjajah meski berbeda latar budaya dan wilayah. Kesimpulan utama dari berbagai perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme adalah
Semua perlawanan selalu berhasil mengusir penjajah
Semangat perlawanan menjadi dasar nasionalisme Indonesia
Tiap daerah berjuang tanpa hubungan satu sama lain
Penjajahan memperkuat ekonomi dan budaya lokal
Kolonialisme membawa kemajuan bagi masyarakat
Perlawanan Pangeran Diponegoro (1825–1830) melibatkan seluruh lapisan masyarakat Jawa, namun belum memiliki koordinasi nasional. Perlawanan ini masih berfokus pada pertahanan wilayah dan kepemimpinan lokal. Sifat utama perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap Belanda adalah...
Bersifat lokal dan belum terorganisasi nasional
Terapdu secara nasional lintas pulau Indonesia
Didukung penuh oleh pemerintahan kolonial Jawa
Mengandalkan strategi politik diplomasi terbuka
Berorientasi pada pembentukan negara modern
Perlawanan Sultan Hasanuddin di Makassar (1666–1669), Sultan Hasanuddin menolak monopoli VOC dan menggagalkan persekutuan kerajaan-kerajaan timur. Meskipun semangatnya tinggi, koordinasi antarwilayah masih terbatas. Mengapa perlawanan Sultan Hasanuddin sulit berhasil...
Karena kekuatan militernya lebih lemah dari VOC
Karena sifat perlawanan masih kedaerahan
Karena rakyat tidak mendukung perjuangan
Karena VOC tidak memiliki tujuan ekonomi
Karena sistem politik kerajaan tidak stabil
Perlawanan Pattimura di Maluku (1817), Thomas Matulesy (Pattimura) memimpin rakyat Maluku melawan VOC akibat monopoli rempah-rempah. Walau memiliki semangat tinggi, perlawanan ini bersifat lokal. Apa yang menunjukkan sifat lokal perlawanan Pattimura...
Fokus pada kepentingan rakyat Maluku saja
Melibatkan seluruh rakyat Indonesia dalam perjuangan
Mendapat dukungan dari semua kerajaan di Nusantara
Menggunakan strategi diplomatik antar bangsa
Mengutamakan kerja sama ekonomi dengan VOC
Perang Banjar (1859–1906), perlawanan rakyat Banjar terjadi karena campur tangan Belanda dalam urusan kerajaan dan eksploitasi sumber daya alam. Perjuangan ini bersifat heroik namun masih berskala daerah. Ciri utama yang menandai sifat perlawanan rakyat Banjar adalah...
Terorganisasi secara nasional dan modern
Bersifat daerah dan belum ada kesatuan nasional
Didukung oleh seluruh rakyat Jawa dan Sumatra
Menggunakan strategi politik internasional
Dipimpin oleh tokoh dari berbagai wilayah
Perang Aceh (1873–1904), rakyat Aceh melawan Belanda dengan semangat jihad dan mempertahankan kedaulatan Kesultanan Aceh. Meskipun perang berlangsung lama, perlawanan tetap bersifat regional. Mengapa Perang Aceh belum dapat disebut perjuangan nasional...
Tidak melibatkan rakyat dari daerah lain di Nusantara
Hanya memperjuangkan kepentingan perdagangan
Mengandalkan bantuan politik bangsa Eropa
Dilatari motif kekuasaan pribadi
Dipimpin oleh bangsawan kolonial Belanda
Tahun 1908 menandai lahirnya kesadaran nasional bangsa Indonesia melalui berdirinya organisasi Budi Utomo. Perjuangan mulai mengarah pada bidang pendidikan dan sosial budaya, bukan lagi semata-mata perang bersenjata. Apa perbedaan utama sifat perlawanan sebelum dan sesudah tahun 1908...
Sesudah 1908 bersifat nasional dan terorganisasi modern
Sebelum 1908 sudah melibatkan seluruh rakyat Nusantara
Sesudah 1908 lebih mengandalkan kekuatan militer daerah
Sebelum 1908 lebih menonjolkan diplomasi antarbangsa
Sesudah 1908 dilakukan oleh kerajaan dan bangsawan
Sarekat Islam didirikan pada 1911 sebagai wadah ekonomi rakyat pribumi yang berkembang menjadi organisasi politik. Perjuangan tidak lagi berbentuk perang, tetapi penyadaran melalui organisasi massa. Sifat baru perjuangan yang ditunjukkan oleh Sarekat Islam adalah...
Mengutamakan organisasi modern dan kesadaran rakyat
Mempertahankan sistem kerajaan tradisional daerah
Menekankan perjuangan bersenjata melawan Belanda
Mengandalkan bantuan negara-negara Islam lain
Fokus pada perdagangan dan ekonomi kolonial
Indische Partij didirikan oleh Tiga Serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara) pada 1912. Organisasi ini memperjuangkan kesetaraan semua bangsa di Hindia Belanda. Sifat perlawanan Indische Partij menunjukkan...
Perjuangan nasional yang melampaui batas etnis dan daerah
Perlawanan daerah terhadap kebijakan kolonial tertentu
Upaya mempertahankan kedaulatan kerajaan tradisional
Gerakan bersenjata rakyat tanpa strategi politik
Dukungan terhadap pemerintahan Belanda yang adil
Para pelajar Indonesia di Belanda mendirikan Perhimpunan Indonesia (1925). Mereka menegaskan semangat nasionalisme dan menggunakan diplomasi internasional untuk memperjuangkan kemerdekaan. Sifat perlawanan Perhimpunan Indonesia adalah...
Nasional, intelektual, dan berorientasi internasional
Daerah, bersenjata, dan berfokus pada wilayah lokal
Tradisional, feodal, dan terikat adat istiadat
Ekonomis, kapitalistik, dan bersifat komersial
Militeristik, agresif, dan tanpa diplomasi
Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, bangsa-bangsa Asia mulai sadar akan penindasan kolonial. Kesadaran itu mendorong lahirnya gerakan nasionalisme di berbagai wilayah Asia. Faktor utama yang mendorong kebangkitan bangsa-bangsa Asia adalah...
Kesadaran untuk melepaskan diri dari penindasan kolonial
Keinginan untuk memperluas kekuasaan ke wilayah Barat
Dorongan bangsa Eropa agar Asia lebih modern
Persaingan dagang antara negara Asia dan Afrika
Pengaruh politik liberal dari Eropa Barat
Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 menggemparkan dunia. Untuk pertama kalinya bangsa Asia mengalahkan bangsa Eropa dalam perang modern. Kemenangan Jepang atas Rusia memberi dampak besar bagi Asia karena...
Membuktikan bahwa bangsa Asia mampu menandingi Barat
Menunjukkan lemahnya kekuatan politik Eropa di dunia
Mendorong bangsa Eropa memperkuat pertahanannya
Mengubah sistem ekonomi Asia menjadi kapitalistik
Menimbulkan perpecahan di antara bangsa Asia
