wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PJOK ASAS SM1

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Tim sepak bola SMA Merah Putih menerapkan formasi 4-4-2 . Dalam formasi ini, terdapat empat pemain di lini belakang, empat di lini tengah, dan dua di lini depan. Pelatih menekankan bahwa empat gelandang harus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Ketika bek sayap maju membantu serangan, gelandang sayap harus turun untuk mengisi ruang yang ditinggalkan. Tujuan utama dari penerapan formasi 4-4-2 dengan instruksi tersebut adalah...

a)

Memperkuat serangan dari sayap tanpa meninggalkan lubang di lini tengah.

b)

Mengisolasi dua penyerang lawan di lini depan dan menguasai bola di tengah.

c)

Menjamin pertahanan yang kokoh di lini belakang dengan membiarkan serangan hanya dari tengah.

d)

Mencapai keseimbangan taktis antara pertahanan dan penyerangan melalui pengisian posisi yang ditinggalkan.

e)

Memaksimalkan jumlah tembakan ke gawang lawan dengan fokus pada permainan bola-bola panjang

2.

Tim Merah Putih sedang melatih teknik menembak dari luar kotak penalti. Seorang pemain mengambil ancang-ancang dari jarak 25 meter dari gawang. Berdasarkan hasil perhitungan tim pelatih, untuk menghasilkan tendangan yang melengkung parabolik dan masuk ke gawang setinggi 2.44 meter, pemain harus menendang bola dengan sudut elevasi optimal 15°. Dalam situasi ini, jika pemain ingin menerapkan tendangan tersebut, teknik menendang manakah yang harus diutamakan untuk menciptakan lintasan bola yang melengkung dan sulit dijangkau kiper....

a)

Menendang dengan punggung kaki penuh dengan sudut elevasi 0°

b)

Menendang dengan kaki bagian dalam dengan kekuatan maksimal.

c)

Menendang dengan kaki bagian luar untuk efek lengkungan (curve) dan mempertahankan sudut 15°

d)

Menendang dengan ujung kaki dengan kecepatan horizontal tinggi.

e)

Menendang dengan tumit kaki untuk menghasilkan backspin

3.

Tim sepak bola lawan bermain dengan taktik Total Football (semua menyerang, semua bertahan). Mereka memiliki 3 penyerang yang sangat cTepat dan 1 pemain tengah yang dominan. Tim Anda menggunakan formasi 4-3-3 Pelatih khawatir lini tengah akan kalah jumlah dan lini belakang akan sering kewalahan. Lini pertahanan Tim Anda memiliki 4 pemain dengan kecepatan rata-rata 7 m/s, sedangkan penyerang lawan memiliki kecepatan rata-rata 8 m/s. Manakah variasi taktik pertahanan yang paling logis untuk menganalisis dan mengatasi ancaman tersebut...

a)

Mengubah formasi menjadi 5-4-1 untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan, mengorbankan serangan (Memperbaiki defisit numerik dan menanggulangi kecepatan lawan).

b)

Tetap menggunakan 4-3-3 dan hanya mengandalkan man-to-man marking tanpa perubahan posisi.

c)

Menginstruksikan 3 penyerang untuk ikut turun membantu pertahanan di lini belakang, yang akan memperlambat serangan balik.

d)

Menggunakan pressing tinggi di area lawan, yang justru akan membuka ruang di lini belakang.

e)

Menarik semua pemain ke belakang garis tengah, membiarkan lawan menguasai bola.

4.

Dalam sebuah pertandingan, wasit memberi hadiah tendangan penalti untuk Tim A. Penyerang Tim A memutuskan menembak bola ke sudut kanan atas dengan kecepatan konstan 18 m/s, dan bola menempuh jarak 11 meter. Reaksi kiper Tim B untuk melompat adalah 0.25 detik. Evaluasilah keputusan wasit dan penyerang tersebut. Jika kiper Tim B memiliki refleks ideal (0 detik), apakah kiper Tim B memiliki waktu yang cukup untuk menepis bola?

a)

.Keputusan wasit salah karena bola belum melewati garis gawang.

b)

Keputusan penyerang benar, karena waktu tempuh bola (0.61 detik) memberi kiper 0.36 detik lebih untuk bereaksi.

c)

.Keputusan wasit benar, namun penyerang seharusnya menembak lebih lambat agar kiper tidak sempat bereaksi.

d)

Keputusan kiper untuk melompat adalah salah, ia seharusnya hanya diam di tengah.

e)

Keputusan penyerang salah, karena waktu tempuh bola (0.61 detik) terlalu lama untuk mengalahkan refleks kiper (0.25 detik)

5.

Tim voli putri SMA Bintang akan menghadapi tim lawan yang memiliki pemain spiker dengan kemampuan melompat sangat tinggi. Untuk mengantisipasi serangan lawan, pelatih memutuskan untuk menggunakan formasi blok ganda (dua pemain) yang rapat di posisi depan. Namun, pelatih juga mewanti-wanti agar pemain blok tidak hanya melompat tinggi, tetapi juga memperhatikan timing dan arah bola. Konsep blok yang efektif dalam konteks ini adalah...

a)

Melompat setinggi mungkin, tanpa memperhatikan arah bola lawan.

b)

Melakukan blok tunggal untuk mempercepat rotasi pertahanan.

c)

Menghindari blok ganda karena akan memperlambat pergerakan.

d)

Melakukan block-out agar bola memantul ke luar lapangan.

e)

Melompat dengan timing yang tepat, menutup arah smes, dan mendarat dengan siap untuk pertahanan.

6.

Dalam latihan passing bawah, pemain A menerima bola yang datang dari atas net pada ketinggian 3 meter dan jarak horizontal 2 meter dari posisinya. Jika ia ingin bola memantul dengan sudut 45° agar bola jatuh tepat di posisi setter yang berjarak 4 meter di depannya, ia harus memiringkan lengan bawahnya. Aplikasi manakah yang paling sesuai dengan prinsip fisika untuk memastikan bola voli dapat dipantulkan ke posisi yang diinginkan (setter)?

a)

Mengayunkan lengan dari bawah ke atas dengan sudut 90° dari lantai.

b)

Menjaga lengan tetap diam dan hanya mengandalkan kekuatan pergelangan tangan.

c)

Memukul bola di bagian tengah dengan sudut lengan sekitar 60° dari lantai.

d)

Memukul bola dengan sudut lengan yang membentuk bidang datar 0° dari lantai.

e)

Menghadang bola pada titik kontak yang optimal dengan sudut lengan sekitar 45° terhadap arah datangnya bola (bukan dari lantai)

7.

Tim voli SMA Jaya memiliki setter dengan kemampuan mengumpan yang sangat baik, namun memiliki kelemahan di receive bola pertama. Pelatih lawan, setelah menganalisis video pertandingan, menginstruksikan para pemainnya untuk selalu melakukan serve keras dan menargetkan posisi setter tersebut. Tim SMA Jaya menggunakan strategi rotasi tim yang cenderung defensif. Bagaimana Anda menganalisis efektivitas strategi rotasi Tim SMA Jaya dalam menghadapi taktik lawan ini?

a)

Strategi rotasi akan sangat efektif karena setter dapat langsung bertukar posisi dengan libero setelah servis.

b)

Strategi rotasi tidak perlu diubah karena kelemahan setter hanya bersifat sementara.

c)

Strategi rotasi akan berhasil jika setiap pemain mampu menahan serve keras tanpa membuat kesalahan.

d)

Strategi rotasi Tim Jaya rentan terhadap kegagalan, karena lawan secara sistematis menargetkan titik lemah yang terbukti mengganggu pola serangan.

e)

Lawan akan kehabisan tenaga karena selalu melakukan serve keras.

8.

Seorang spiker memiliki tinggi lompatan vertikal (vertical jump) 90 cm dari lantai dan kecepatan smes 100 km/jam. Spiker lawan memiliki tinggi lompatan 80 cm dan kecepatan smes 110 km/jam. Kedua pemain tersebut akan bertanding dalam kondisi lapangan yang sama. Evaluasilah potensi keberhasilan kedua spiker tersebut dalam mencetak angka melalui smes (keberhasilan smes ditentukan oleh titik tertinggi kontak bola dan kecepatan bola)?

a)

Spiker A lebih unggul karena kecepatan smesnya lebih tinggi.

b)

Spiker B lebih unggul karena tinggi lompatannya lebih baik.

c)

Kedua spiker memiliki keunggulan yang berbeda, Spiker A memiliki titik kontak lebih tinggi (sulit diblok), sementara Spiker B memiliki kecepatan bola lebih tinggi (sulit diselamatkan).

d)

Keduanya sama-sama tidak efektif karena kecepatan smes di bawah 120 km/jam.

e)

Keberhasilan hanya ditentukan oleh penempatan bola, bukan kecepatan atau tinggi lompatan.

9.

Dalam pertandingan final bola basket Tim A tertinggal 2 poin dengan sisa waktu 15 detik. Tim B baru saja mencetak poin dan Tim A mendapatkan bola dari bawah ring. Pelatih Tim A langsung berteriak, "Jalankan fast break!". Tim A harus membawa bola secepat mungkin ke daerah pertahanan lawan untuk mencetak angka penentu. Jenis pola penyerangan yang paling tepat diinstruksikan oleh pelatih Tim A dalam situasi waktu yang sangat mendesak ini adalah...

a)

Pola Penyerangan Berpola (Pattern Offense)

b)

Pola Penyerangan Cepat (Fast Break)

c)

Pola Penyerangan Posisi (Set Offense)

d)

Pola Penyerangan Bebas (Free Offense)

e)

Pola Penyerangan GabungaN.

10.

Tim basket harus mencetak poin dalam 20 detik sisa pertandingan. Pemain A sedang memegang bola dan dijaga ketat oleh dua pemain lawan. Ia tidak punya peluang menembak dan tidak bisa mengoper. Ia memutuskan untuk melakukan pivot dengan kaki kirinya sebagai poros selama 3 detik untuk mencari celah. Manakah keputusan yang paling tepat untuk menerapkan teknik pivot agar sesuai dengan situasi di lapangan dan aturan permainan?

a)

Memutar badan 360° sambil menggeser kaki kiri sebagai poros.

b)

Mengangkat kaki kiri dari lantai untuk mendapatkan ruang gerak yang lebih besar.

c)

Menjaga kaki poros (kiri) tetap menapak, memutar badan, dan segera mengoper bola sebelum waktu shot clock habis.

d)

Menggunakan pivot untuk berpindah tempat sejauh 1 meter.

e)

Melakukan pivot lebih dari 5 detik untuk mengulur waktu.

11.

Tim A menerapkan pertahanan zone defense 2-3. Dua pemain berada di garis depan, dan tiga pemain berada di garis belakang, membentuk setengah lingkaran di bawah ring. Tim B, yang unggul dalam tembakan tiga angka, kesulitan menembus pertahanan ini di area paint. Namun, Tim B menyadari bahwa setiap kali mereka menembak dari corner (sudut) lapangan, pertahanan zona 2-3 lawan menjadi kacau karena pemain di belakang harus bergerak jauh dan meninggalkan celah di area tengah. Manakah analisis yang paling tepat mengenai kelemahan utama dari zone defense 2-3 yang dieksploitasi oleh Tim B

a)

Terlalu fokus melindungi area tiga angka.

b)

elemahan pada pemain di garis depan yang sering terlambat.

c)

Pemain di belakang terlalu agresif maju ke depan.

d)

Pertahanan ini lemah dalam mengatasi fast break.

e)

Celah besar di area corner dan high-post, karena pemain harus memilih antara menutup sudut atau menjaga tengah.

12.

Tim basket A memiliki tingkat akurasi operan (passing) sebesar 85%. Pelatih ingin merancang skema fast break (Elemen: Belajar melalui Gerak) baru yang menuntut minimal 3 operan beruntun sebelum tembakan. Kegagalan operan dihitung sebagai 1 kali turnover. Rumuskanlah skema fast break yang paling efisien dengan memprioritaskan minimalnya turnover (kegagalan operan), dan hitung peluang keberhasilannya.

a)

Skema fast break dengan 2 operan: Peluang sukses 85% X 85% = 72.25%.

b)

Skema fast break dengan 4 operan: Peluang sukses  ≈ 52.20%.

c)

Skema fast break dengan 5 operan: Peluang sukses  ≈ 44.37%.

d)

Skema fast break dengan 3 operan (minimal): Peluang sukses  ≈61.41%, yang merupakan rasio optimal antara operan minimal dan peluang tertinggi.

e)

Skema fast break bebas, tanpa batasan operan.

13.

Dalam situasi permainan softball, runner (pelari) berada di base 1. Jarak antara base 1 ke base 2 adalah 27.43 meter. Kecepatan lari rata-rata runner adalah 7 meter/detik. Pelempar (pitcher) lawan diketahui memiliki waktu melempar bola sampai ke catcher sekitar 1.5 detik. Jika runner memutuskan untuk mencoba steal (mencuri base), keputusan taktis manakah yang paling tepat diambil berdasarkan perhitungan waktu yang tersedia?

a)

Melakukan steal karena waktu tempuh lari (3.92 detik) jauh lebih cepat daripada waktu melempar (1.5 detik).

b)

Menahan diri untuk steal, karena waktu tempuh lari (3.92 detik) membutuhkan konsentrasi dan waktu lebih lama untuk mencapai base 2 dengan aman (terlalu berisiko karena selisih waktu tipis).

c)

Melakukan steal karena pitcher lawan kurang akurat.

d)

Menahan diri untuk steal karena catcher lawan lemah

e)

Melakukan steal tanpa mempertimbangkan kecepatan pitcher.

14.

Dalam pertandingan softball, tim Anda berada dalam situasi kritis: runner di base 2 dan base 3, dengan zero out (tidak ada out). Batter (pemukul) Anda adalah pemukul terkuat di tim. Pelatih lawan menginstruksikan intentional walk (membiarkan batter berjalan ke base 1) untuk menghadapi pemukul berikutnya yang lebih lemah. Manakah strategi tim yang paling logis untuk diambil pada situasi ini?

a)

Melakukan bunt untuk memaksakan runner maju dan mencetak poin.

b)

Memukul bola keras ke outfield untuk mencetak run sebanyak mungkin.

c)

Menerima intentional walk, mengisi semua base (bases loaded), dan menekan pemukul berikutnya untuk menghasilkan force out atau mencetak poin

d)

Meminta wasit untuk menolak intentional walk karena menguntungkan lawan.

e)

Berusaha melakukan steal secara serentak dari semua base.

15.

Tim fielding softball menyadari bahwa batter lawan memiliki kecenderungan memukul bola keras dan jauh ke sektor left field dan center field. Rancanglah formasi pertahanan lapangan luar (outfield) yang paling tepat untuk mengantisipasi pola pukulan lawan tersebut.

a)

Menggeser Left Fielder dan Center Fielder lebih dalam dan melebar untuk menjangkau bola jauh dan cepat.

b)

Menarik semua outfielder ke garis infield untuk mengantisipasi bunt.

c)

Memfokuskan outfield ke Right Field karena lawan sering memukul ke kiri.

d)

Menginstruksikan outfielder untuk berdiri di tengah secara sejajar.

e)

Hanya menempatkan 2 outfielder dan menambahkan 1 pemain di infield

16.

Dalam kajian ilmu keolahragaan, konsep kebugaran jasmani sering diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan (Health Related Fitness) dan kebugaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan (Skill Related Fitness). Bapak Arya, seorang pelatih kebugaran, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan fisik dasar pada kliennya yang baru memulai program latihan, terutama untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif. Ia fokus pada latihan yang dapat meningkatkan fungsi jantung, paru-paru, dan komposisi tubuh. Berdasarkan ilustrasi di atas, komponen kebugaran jasmani manakah yang secara langsung berhubungan dengan kesehatan dan menjadi fokus utama Bapak Arya?

a)

Daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, kelenturan, dan komposisi tubuh.

b)

Kecepatan, kelincahan, daya ledak, dan koordinasi.

c)

Keseimbangan, reaksi, daya tahan otot, dan kecepatan.

d)

Kecepatan, kekuatan, kelenturan, dan daya tahan jantung-paru.

e)

Daya ledak, kelincahan, reaksi, dan komposisi tubuh

17.

Risa ingin meningkatkan kekuatan ototnya agar dapat mengikuti kegiatan mendaki gunung dengan lebih baik. Pelatihnya menyarankan ia menggunakan prinsip latihan overload. Prinsip ini menyatakan bahwa untuk mencapai peningkatan kekuatan, otot harus dipaksa bekerja melebihi kapasitas beban yang biasa dihadapinya. Setelah beberapa minggu, Risa merasa bahwa beban yang semula terasa berat, kini sudah terasa ringan. Istilah manakah dalam prinsip latihan yang secara spesifik mendefinisikan kondisi di mana beban latihan harus ditingkatkan karena tubuh sudah beradaptasi dengan beban sebelumnya?

a)

Principle of Specificity

b)

Principle of Overload

c)

Principle of Progression

d)

Principle of Reversibility

e)

Principle of Individual Differences

18.

Seorang atlet berusia 20 tahun ingin mengetahui zona latihan optimal untuk meningkatkan daya tahan jantung-parunya. Ia tahu bahwa Denyut Nadi Maksimal (DNM) dihitung dengan rumus 220 - usia. Untuk mendapatkan zona latihan yang efektif, ia harus menjaga denyut nadinya berada pada rentang 60% sampai 80% dari DNM. Berapakah Denyut Nadi Maksimal (DNM) yang harus dicapai atlet tersebut sebagai acuan batas atas intensitas latihannya?

a)

180 denyut/menit

b)

190 denyut/menit

c)

200 denyut/menit

d)

210 denyut/menit

e)

220 denyut/menit

19.

Seorang siswi bernama Maya (usia 17 tahun) ingin meningkatkan daya tahan jantung-parunya. Ia memutuskan untuk berlari dengan intensitas tinggi. Berdasarkan rekomendasi ahli, intensitas latihan yang efektif untuk daya tahan adalah antara 70% sampai 85% dari Denyut Nadi Maksimal (DNM). DNM dihitung 220 - usia.Jika Maya menerapkan prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) dan memilih intensitas 80% dari DNM, berapakah target denyut nadi per menit yang harus ia pertahankan saat berlari?

a)

122 denyut/menit

b)

143 denyut/menit

c)

154 denyut/menit

d)

162 denyut/menit

e)

162.4 denyut/menit

20.

Bima melakukan latihan beban bench press dengan beban 60 kg sebanyak 4 set dengan repetisi 10. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan otot dada Pelatihnya menyarankan agar waktu istirahat antar set tidak terlalu lama untuk menjaga intensitas, tetapi cukup untuk pemulihan Adenosine Triphosphate (ATP). Jika Bima mengikuti panduan umum di mana istirahat untuk peningkatan kekuatan (strength) adalah 2 sampai 3 menit antar set, berapakah total durasi istirahat minimal yang harus ia alokasikan selama menyelesaikan 4 set latihannya?

a)

4 menit

b)

5 menit

c)

6 menit

d)

9 menit

e)

12 menit

21.

Seorang atlet lari maraton melakukan cross-training dengan berenang. Ia berpendapat bahwa latihan renang membantu meningkatkan daya tahan jantung-paru tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi lututnya. Namun, ia merasa daya ledak otot kakinya untuk berlari jarak pendek menurun. Bagaimana Anda menganalisis pengaruh latihan renang terhadap peningkatan daya tahan yang spesifik untuk lari maraton?

a)

Renang sangat efektif karena melatih semua otot secara bersamaan.

b)

Renang akan mengurangi semua aspek kebugaran untuk lari.

c)

Renang hanya meningkatkan daya tahan otot bagian atas tubuh.

d)

Renang meningkatkan daya tahan kardiovaskular secara umum, tetapi tidak spesifik meningkatkan efisiensi otot lari maraton (Principle of Specificity).

e)

Latihan renang dan lari maraton memiliki mekanisme kerja otot yang sama persis

22.

Seorang guru PJOK meminta siswa merancang program kebugaran mingguan. Seorang siswa (berat 70 kg) memiliki target membakar 3.500 kalori per minggu. Diketahui bahwa berlari dengan kecepatan 10 km/jam dapat membakar sekitar 10 kalori per menit untuk berat 70 kg. Siswa tersebut berencana lari 5 kali seminggu. Berapa lama waktu minimal yang harus dialokasikan siswa untuk berlari pada setiap sesi agar mencapai target pembakaran kalori mingguan tersebut?

a)

50 menit

b)

60 menit

c)

90 menit

d)

70 menit

e)

80 menit

23.

Seorang siswa merancang program kebugaran untuk dirinya sendiri. Ia memilih lari sprint 50 meter (10 set) untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru, dengan istirahat antar set 15 detik. Siswa tersebut memiliki riwayat asma ringan. Evaluasilah kesesuaian program latihan tersebut dengan tujuan dan kondisi fisik awal siswa.

a)

Program sangat sesuai karena sprint sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan jantung-paru.

b)

Program tidak sesuai, karena sprint 50 meter (latihan anaerobik) dengan istirahat singkat lebih fokus pada kecepatan dan daya ledak, bukan daya tahan kardiovaskular, dan dapat memicu asma.

c)

rogram hanya cocok jika siswa tidak memiliki riwayat asma.

d)

Jumlah set 10 sudah terlalu banyak, seharusnya 5 set.

e)

Waktu istirahat 15 detik sudah ideal untuk latihan daya tahan

24.

Seorang ahli kebugaran ingin merancang modifikasi program latihan interval intensitas tinggi (HIIT) untuk kliennya. Klien tersebut ingin meningkatkan target VO2 Max (Indikator Daya Tahan Jantung-Paru) dari 35 ml/kg/menit menjadi 45 ml/kg/menit dalam 12 minggu. Ahli kebugaran memutuskan untuk meningkatkan intensitas latihan dari 80% ke 90% dari DNM dan durasi sesi per minggu sebanyak 10%. Modifikasi program manakah yang paling mungkin mencapai target peningkatan VO2 Max yang ambisius tersebut?

a)

Mengurangi durasi latihan menjadi 5 menit per sesi dan intensitas 70%.

b)

Mengubah latihan HIIT menjadi latihan beban statis.

c)

Mengurangi frekuensi latihan dari 4 menjadi 2 kali per minggu.

d)

Menjaga intensitas tetap 80% dan mengurangi total waktu latihan mingguan.

e)

Meningkatkan intensitas hingga 90\%-95% DNM dengan peningkatan volume/durasi latihan secara bertahap selama 12 minggu (Progressive Overload

25.

Tim lari estafet 4x100 meter sekolah memiliki empat pelari dengan catatan waktu sebagai berikut: Pelari 1 (11.5 detik), Pelari 2 (10.8 detik), Pelari 3 (11.0 detik), dan Pelari 4 (10.5 detik). Tim pelatih ingin mengoptimalkan penempatan pelari di setiap tikungan dan lurusan. Pelari terkuat idealnya ditempatkan sebagai pelari terakhir dan pelari dengan teknik tikungan terbaik di posisi 2 dan 3. Jika semua pelari memiliki kemampuan tikungan yang sama, urutan pelari manakah yang paling ideal untuk memaksimalkan kecepatan tim secara keseluruhan

a)

Pelari 3 - Pelari 1 - Pelari 2 - Pelari 4

b)

Pelari 4 - Pelari 2 - Pelari 3 - Pelari 1

c)

Pelari 1 - Pelari 3 - Pelari 2 - Pelari 4

d)

Pelari 2 - Pelari 4 - Pelari 1 - Pelari 3

e)

Pelari 4 - Pelari 3 - Pelari 2 - Pelari 1

26.

Dalam perlombaan jalan cepat 20 km, atlet B didiskualifikasi oleh juri. Atlet B bersikeras ia berjalan dengan cepat. Aturan jalan cepat menyatakan bahwa (1) salah satu kaki harus selalu kontak dengan tanah, dan (2) kaki depan yang melangkah ke depan harus diluruskan (lutut tidak boleh ditekuk) dari saat sentuhan dengan tanah hingga posisi vertikal. Berdasarkan aturan tersebut, analisis manakah yang paling mungkin menjadi alasan diskualifikasi Atlet B?

a)

Atlet B berlari lebih cepat dari batas kecepatan jalan cepat.

b)

Atlet B terlihat kehilangan kontak dengan tanah ('flying moment') atau lututnya bengkok saat kaki depan menyentuh tanah.

c)

Atlet B terlalu sering mengambil air minum di pos medis.

d)

Atlet B tidak menggunakan pakaian yang sesuai standar.

e)

Atlet B memulai lomba sebelum aba-aba tembakan.

27.

Dalam lari estafet 4x100 meter, Pelari 2 (kecepatan 10 m/s) akan menerima tongkat dari Pelari 1 (kecepatan 9 m/s) di zona pergantian tongkat 20 meter. Pelatih menginstruksikan Pelari 2 untuk mulai berlari ketika Pelari 1 berjarak 6 meter. Evaluasilah teknik pergantian tongkat estafet ini, jika pergantian tongkat yang paling efisien adalah ketika kedua pelari berada pada kecepatan maksimal dan berjarak sekitar 1.5 meter?

a)

Teknik ini kurang efisien, Pelari 2 memulai terlalu cepat, menyebabkan kecepatan Pelari 1 akan menurun saat pergantian.

b)

Teknik ini sangat efisien karena memberikan Pelari 2 cukup waktu untuk mencapai kecepatan maksimal.

c)

Pelari 2 seharusnya mulai berlari ketika Pelari 1 berjarak 10 meter.

d)

Pelari 1 seharusnya mengurangi kecepatan saat memasuki zona pergantian.

e)

Perhitungan jarak 6 meter tidak relevan, yang penting adalah kecepatan

28.

Tim lari estafet 4x400 meter sedang mencari strategi untuk mengurangi gap waktu di tikungan 200 meter. Pelari 1 dan 3 harus berlari di lintasan dalam. Pelari 1 memiliki akselerasi terbaik (0-100 meter dalam 12 detik), dan pelari 3 memiliki daya tahan terbaik (400 meter dalam 50 detik).Ciptakanlah strategi penempatan pelari di tikungan (posisi 1 dan 3) yang paling efektif, dengan asumsi pelari akseleratif unggul di tikungan karena dapat menjaga kecepatan maksimum.

a)

Pelari akseleratif (1) di posisi 2 dan Pelari daya tahan (3) di posisi 4.

b)

Pelari daya tahan (3) di posisi 1 dan Pelari akseleratif (1) di posisi 3.

c)

Pelari akseleratif (1) di posisi 4 dan Pelari daya tahan (3) di posisi 2.

d)

Pelari akseleratif (1) di posisi 1 dan Pelari daya tahan (3) di posisi 3,

e)

Pelari akseleratif di posisi 2 dan 4.

29.

Seorang siswi kelas XII sedang mempraktikkan gerakan senam lantai. Ia memulai dari posisi berdiri, kemudian menjatuhkan diri ke depan dengan kedua tangan menumpu pada matras, meletakkan tengkuk pada matras, menggulingkan tubuh ke depan, dan berakhir pada posisi berdiri kembali. Gerakan ini dilakukan secara berulang-ulang hingga ia merasa mahir. Nama gerakan dasar senam lantai yang dilakukan oleh siswi tersebut adalah...

a)

Handstand

b)

Kayang

c)

Guling Lenting

d)

Guling Belakang

e)

Guling Depan (Forward Roll)

30.

Dalam lomba senam irama antarsekolah, setiap peserta diwajibkan menggunakan salah satu alat bantu yang telah ditetapkan, seperti tali, simpai, atau gada. Sarah memilih menggunakan sebuah objek yang berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 80 cm. Ia memadukan gerakan memutar, melempar, dan menangkap objek tersebut secara ritmis mengikuti alunan musik yang berirama 3/4. Alat utama yang digunakan Sarah dalam perlombaan senam irama tersebut adalah..

a)

Simpai (Hoop)

b)

Bola

c)

Gada (Clubs)

d)

Pita (Ribbon)

e)

Tali (Rope)

31.

Dua kelompok siswa, Kelompok A dan Kelompok B, sedang mempersiapkan ujian praktik:

Kelompok A berlatih di atas matras. Mereka fokus pada serangkaian gerakan yang membutuhkan kekuatan otot perut, keseimbangan statis, dan koordinasi saat menggulingkan badan, seperti roll depan, handstand, dan sikap lilin. Pelatih mereka selalu menekankan pentingnya tumpuan yang kuat dan ketepatan posisi tubuh, karena sedikit kesalahan dapat menyebabkan cedera. Gerakan mereka dilakukan secara individual tanpa iringan musik

Kelompok B berlatih di area lapangan dengan iringan musik pop yang berirama 4/4. Mereka menyelaraskan gerakan langkah kaki, ayunan lengan, dan putaran tubuh dengan ketukan musik (Elemen: Belajar melalui Gerak). Tujuan utama mereka adalah menciptakan kesatuan gerakan yang indah, luwes, dan ritmis. Mereka menggunakan pita dan simpai sebagai alat bantu untuk menambah variasi visual pada gerakan.

Berdasarkan deskripsi latihan kedua kelompok tersebut, analisis manakah yang paling tepat menjelaskan perbedaan esensial antara senam lantai (Kelompok A) dan senam irama (Kelompok B)?

a)

Senam lantai adalah olahraga individu dan senam irama selalu dilakukan secara berkelompok.

b)

Senam irama hanya fokus pada latihan kekuatan, sedangkan senam lantai fokus pada kelenturan.

c)

Senam lantai selalu menggunakan alat bantu (seperti palang tunggal), sementara senam irama tidak pernah menggunakan alat bantu.

d)

Senam lantai menekankan pada kualitas teknis dan kekuatan statis/dinamis tubuh tanpa iringan, sementara senam irama menekankan pada harmoni gerak, ritme, dan ekspresi dengan iringan musik.

e)

Senam irama tidak membutuhkan matras, dan senam lantai hanya menggunakan iringan musik untuk pemanasan.

32.

Dalam senam irama, sebuah komposisi gerak diiringi musik dengan irama 4/4. Gerakan inti harus dilakukan dalam 8 hitungan. Siswa diminta merancang urutan gerak di mana 4 hitungan pertama adalah gerakan langkah kaki, dan 4 hitungan berikutnya adalah gerakan ayunan lengan. Urutan gerak yang paling harmonis dan sesuai dengan irama 4/4 dalam 8 hitungan tersebut adalah...

a)

1. Langkah kaki (8$hitungan) - 2. Ayunan lengan (8 hitungan).

b)

1. Langkah rapat ke depan (1- 4) - 2. Ayunan tangan setinggi bahu (5- 8).

c)

1. Langkah keseimbangan (1 - 2) - 2. Langkah silang (3 - 4) - 3. Ayunan lengan (5- 8).

d)

1. Langkah ke samping (1 - 2 kali) - 2. Ayunan melingkar (6 hitungan).

e)

1. Semua gerakan dilakukan serentak dalam 4 hitungan.

33.

Rudi adalah atlet renang yang bersiap untuk lomba 100 meter gaya bebas. Sebelum melompat ke kolam, ia berdiri di sebuah balok setinggi 50 cm di tepi kolam. Ia mengambil ancang- ancang,, membungkuk, dan melompat ke air saat sinyal dimulai. Penggunaan balok ini memberikannya keuntungan dalam mempermudah momentum awal. Nama fasilitas yang digunakan oleh Rudi sebagai tempat tumpuan awal sebelum melompat ke air dalam perlombaan renang adalah...

a)

Paddles

b)

Kickboard

c)

Balok Terapung

d)

Starting Block

e)

Lane Rope

34.

Seorang perenang gaya bebas melakukan 4 kali kayuhan lengan untuk setiap siklus pernapasan (setiap 4 kayuhan, ia mengambil napas). Perenang tersebut ingin meningkatkan efisiensi dengan mengurangi resistensi air. Berdasarkan pengamatannya, perenang profesional umumnya mengambil napas setiap 2 atau 3 kayuhan. Jika perenang tersebut ingin mengaplikasikan ritme napas yang lebih efisien (setiap 3 kayuhan) untuk perlombaan 50 meter, bagaimanakah dampak aplikasi ritme baru ini terhadap efisiensi berenangnya?

a)

Efisiensi menurun karena terlalu banyak mengambil napas.

b)

Efisiensi meningkat karena mengurangi frekuensi angkat kepala dan menstabilkan posisi tubuh di air.

c)

Tidak ada perubahan karena jumlah kayuhan total akan tetap sama.

d)

Kecepatan akan menurun drastis karena fokus terpecah

e)

Hanya efektif untuk jarak jauh, bukan 50 meter.

35.

Seseorang tenggelam di kolam renang. Seorang penjaga kolam melihat kejadian tersebut dan memilih untuk melompat langsung ke air, berenang mendekati korban dari depan, dan mencoba memegang korban dari depan. Evaluasilah prosedur penyelamatan yang dilakukan penjaga kolam tersebut berdasarkan prinsip keselamatan di air.

a)

Prosedur sudah benar karena kecepatan adalah faktor utama dalam penyelamatan.

b)

Prosedur sudah benar, mendekati korban dari depan memberikan keuntungan posisi.

c)

Prosedur salah, seharusnya penjaga kolam memanggil ambulans terlebih dahulu.

d)

Prosedur salah, seharusnya penjaga kolam tidak melompat.

e)

Prosedur berisiko, karena mendekati korban dari depan dapat menyebabkan korban panik dan memeluk penyelamat, membahayakan keduanya.

36.

Sekolah berencana mengadakan kegiatan outing berupa wisata bahari. Terdapat risiko kecelakaan air karena sebagian siswa tidak mahir berenang. Rumuskanlah protokol keselamatan air yang komprehensif untuk memastikan semua siswa aman selama kegiatan berlangsung.

a)

Cukup menyediakan jaket pelampung untuk siswa yang tidak bisa berenang.

b)

Hanya melarang siswa berenang di area yang dangkal.

c)

Menetapkan prosedur berlapis: Pemeriksaan alat keselamatan (jaket pelampung), penentuan zona aman/berenang, penempatan minimal 2 penjaga pantai bersertifikat, dan edukasi singkat pra-kegiatan.

d)

Hanya mengandalkan kesadaran diri siswa untuk menjaga keselamatan masing-masing.

e)

Mengizinkan semua siswa berenang tanpa pengawasan ketat.

37.

Pemerintah secara gencar memberikan edukasi kepada remaja tentang bahaya penyakit menular seksual. Salah satu penyakit yang mendapat perhatian serius adalah yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, membuat penderitanya rentan terhadap berbagai infeksi oportunistik. Infeksi yang secara spesifik disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus adalah...

a)

Hepatitis B

b)

Sifilis

c)

Gonore

d)

HIV/AIDS

e)

Kanker Servik

38.

Pemerintah dan lembaga kesehatan terus mengampanyekan pentingnya tes HIV secara rutin bagi kelompok risiko. Kampanye ini bertujuan untuk mendeteksi infeksi sedini mungkin. Diagnosis dini memungkinkan penderita untuk segera mendapatkan terapi antiretroviral (ARV), yang dapat menekan jumlah virus dan meningkatkan kualitas hidup mereka, bahkan mencegah penularan ke orang lain. Berdasarkan ilustrasi, tindakan preventif yang paling tepat untuk mengurangi dampak buruk HIV/AIDS secara luas dalam masyarakat adalah...

a)

Mengisolasi penderita agar tidak menularkan ke orang lain.

b)

Fokus pada pengembangan vaksin yang mahal dan sulit.

c)

Melarang penderita untuk bekerja atau beraktivitas sosial

d)

Mendorong deteksi dini melalui tes HIV dan pemberian ARV tepat waktu.

e)

Mengandalkan pengobatan tradisional tanpa pengawasan medis.

39.

Sebuah survei menunjukkan bahwa dari 100 remaja yang melakukan perilaku seks berisiko, 15 orang terdiagnosis PMS dalam 6 bulan. Pakar kesehatan menyatakan bahwa menggunakan pelindung (kondom) dapat mengurangi risiko penularan hingga 90%. Jika seorang remaja ingin menerapkan Memilih Hidup yang Menyehatkan dengan mengurangi risiko penularan, berapakah estimasi maksimum kasus PMS yang akan terjadi jika 100 remaja tersebut secara konsisten menggunakan pelindung?

a)

0 kasus

b)

1 kasus

c)

2 kasus

d)

10 kasus

e)

1.5kasus

40.

Seorang konselor kesehatan menyarankan agar remaja mengadopsi prinsip A-B-C untuk pencegahan infeksi PMS dan HIV:

A (Abstinence - tidak berhubungan seks)

B (Be Faithful - setia pada pasangan),

C (Condom - penggunaan pelindung). Namun, ia menekankan bahwa di kalangan remaja, prinsip A adalah yang paling utama.

Mengapa prinsip A dianggap sebagai langkah pencegahan paling efektif dan utama untuk remaja?

a)

Karena prinsip B dan C tidak mungkin dilakukan oleh remaja.

b)

Karena hanya abstinensi yang menjamin risiko penularan 0% dari jalur seksual, dan merupakan pilihan hidup yang sehat secara etika dan fisik.

c)

Karena penggunaan pelindung (C) seringkali gagal karena kualitasnya buruk.

d)

Karena remaja tidak perlu mengetahui informasi tentang seksualitas. E. Karena prinsip

e)

Lebih mudah diterapkan daripada prinsip B.