wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LATIHAN BAHASA INONESIA HAFIZAN

Total questions: 121

Worksheet time: 4hrs 29mins

Name
Class
Date
1.

Informasi tambahan pada suatu teks paragraf dinamakan ...

a)

gagasan pendukung

b)

gagasan pokok

c)

isi cerita

d)

pikiran utama

2.

Nama lain dari gagasan pokok yang terdapat dalam teks bacaan adalah ....

a)

pikiran utama

b)

pikiran penjelas

c)

gagasan pendukung

d)

informasi tambahan

3.

Sebelum menentukan pikiran utama atau gagasan pokok dalam sebuah paragraf, kita terlebih dahulu mencari ....

a)

kalimat penjelas

b)

kalimat utama

c)

gagasan pokok

d)

topik

4.

Dalam suatu paragraf terdapat ... gagasan pokok

a)

satu

b)

dua

c)

tiga

d)

empat

5.

gagasan pendukung merupakan kalimat ... dari gagasan pokok.

a)

penjelas

b)

inti

c)

utama

d)

pertama

6.

Tari Piring merupakan tari yang berasal dari suku Minangkabau, Sumatera Barat. Untuk menampilkan tari piring perlu diiringi oleh dua alat musik. Alat musik tersebut berupa talempong dan saluang. Talempong adalah alat musik pukul dari kayu, kuningan, atau batu. Bentuknya mirip dengan bonang. Saluang adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu, mirip dengan suling. Selain itu, gemerincing cincin yang dikenakan penari dapat mengiringi tari piring.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah ....

a)

tari piring berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat

b)

talempong dan saluang pengiring tari piring

c)

alat musik sederhana untuk tari piring

d)

kelincahan penari tari piring

7.

(1) Bangsa Indonesia memiliki enam agama resmi. (2) Keenam agama tersebut adalah Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. (3) Keragaman agama di Indonesia tidak membuat bangsa Indonesia terpecah belah. (4) Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan sesuai dengan semboyannya, “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “ meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.


Gagasan pokok paragraf di atas terdapat pada kalimat nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

8.

(1)Karapan Sapi adalah acara khas masyarakat Madura yang digelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September, dan akan dilombakan lagi pada final di akhir bulan September atau Oktober.(2) Pada karapan sapi ini, terdapat seorang joki dan dua ekor sapi yang dipaksa untuk berlari sekencang mungkin sampai garis finis.(3) Joki tersebut berdiri menarik semacam kereta kayu dan mengendalikan gerak lari sapi.(4) Panjang lintasan pacu kurang lebih 100 meter dan berlangsung dalam kurun waktu 10 detik sampai 1 menit.

Gagasan pendukung pada teks di atas ditunjukkan oleh nomor ....

a)

1

b)

1, 2, 3

c)

1, 2, 4

d)

2, 3, 4

9.

Salah satu perbedaan gagasan pendukung dan gagasan pokok adalah ....

a)

gagasan pokok adalah ide utama suatu paragraf, sedangkan gagasan pendukung adalah kalimat penjelas dari gagasan pokok

b)

gagasan pendukung adalah ide utama suatu paragraf, sedangkan gagasan pokok adalah kalimat penjelas dari gagasan pendukung

c)

gagasan pendukung hanya ada satu, sedangkan gagasan pokok lebih dari satu

d)

gagasan pokok adalah informasi tambahan dari gagasan pendukung

10.

Tongkonan adalah rumah tradisional Toraja yang berdiri di atas tumpukan kayu dan dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam dan kuning. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja yang artinya duduk. Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja.

Gagasan Pokok paragraf di atas adalah ....

a)

asal usul suku Toraja

b)

kebudayaan suku Toraja

c)

rumah adat suku Toraja

d)

bahasa suku Toraja

11.

Salah satu langkah menemukan gagasan pokok pada teks lisan atau teks tulis adalah . . .

a)

membaca atau mendengarkan teks secara sekilas

b)

mengetahui judul cerita

c)

menuliskan kembali semua isi cerita

d)

membaca atau mendengarkan teks dengan seksama

12.

Kumpulan dari beberapa kalimat disebut . . .

a)

kata

b)

kalimat

c)

paragraf

d)

cerita

13.

Bacalah teks berikut ini!

Di sebuah Desa yang terletak di Kota yang terkenal dengan julukan Serambi Mekah. Disana memiliki tarian yang bernama tari Seudati. Tari Seudati dibawakan oleh delapan pemuda. Gerakan yang dibawakan menggambarkan seorang Syekh bersama para pembantunya.

Berdasarkan teks diatas, tari Seudati adalah tarian yang berasal dari ….

a)

Jawa Barat

b)

Aceh

c)

Jawa Timur

d)

Kalimantan Selatan

14.

Bacalah teks berikut ini!

Desa Barikin di Kalimantan Selatan dengan tari baksa kembang. Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan yang jumlahnya ganjil, misalnya satu, tiga atau lima penari. Gerakannya meliuk-liuk menggambarkan seorang putri yang sedang bermain di taman bunga. Tari baksa kembang sering dipentaskan di acara besar.

Berdasarkan teks di atas, tari baksa kembang berasal dari desa ….

a)

Aceh

b)

Papua

c)

Kalimantan Barat

d)

Kalimantan Selatan

15.

Bacalah teks berikut ini!

Desa Barikin di Kalimantan Selatan dengan tari baksa kembang. Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan yang jumlahnya ganjil, misalnya satu, tiga atau lima penari. Gerakannya meliuk-liuk menggambarkan seorang putri yang sedang bermain di taman bunga. Tari baksa kembang sering dipentaskan di acara besar.

Ide pokok dari bacaan di atas adalah ….

a)

Tari baksa kembang sering dipentaskan di acara besar.

b)

Desa Barikin di Kalimantan Selatan dengan tari baksa kembang.

c)

Gerakannya meliuk-liuk menggambarkan seorang putri yang sedang bermain di taman bunga.

d)

Tarian ini dibawakan oleh penari perempuan yang jumlahnya ganjil, misalnya satu, tiga atau lima penari.

16.

Tentukan ide pokok dari:


Provinsi Jawa Tengah juga memiliki alat musik tradisional yaitu gamelan. Gamelan digunakan untuk mengiringi tari-tarian tradisional dan lagu daerah. Gendang, gong, kenong termasuk gamelan. Perpaduan alat music gamelan menghasilkan alunan musik yang lembut.

a)

Provinsi Jawa Tengah juga memiliki alat musik tradisional yaitu gamelan.

b)

Gamelan digunakan untuk mengiringi tari-tarian tradisional dan lagu daerah.

c)

Gendang, gong, kenong termasuk gamelan.

d)

Perpaduan alat music gamelan menghasilkan alunan musik yang lembut.

17.

Tanda baca titik digunakan untuk ....

a)

Mengakhiri kalimat

b)

Untuk kalimat perintah

c)

Untuk menanyakan pada orang lain

d)

Memeperinci unsur-unsur bagian

18.

Penulisan huruf kapital yang tepat adalah ....

a)

saya bermain bola di lapangan

b)

Ibu menyuruh Andi cepat pulang

c)

Ayah Sedang Mencuci Mobil

d)

Sari dan ani bermain bersama

19.

Gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, tempat, dan sebagainya disebut ....

a)

Lokasi

b)

Google maps

c)

Denah

d)

Peta

20.

Perhatikan kalimat berikut!

Ketika main petak umpet, kalian harus bersembunyi di tempat yang aman.

Kata aman pada kalimat di atas berarti ....

a)

Tempat yang mudah ditemukan

b)

Tempat yang menyeramkan

c)

Tempat yang sangat berbahaya

d)

Tempat itu tidak berbahaya

21.

Faza bersepeda dengan adiknya. Faza tidak sengaja membuat adiknya jatuh. Sikap Faza sebaiknya ....

a)

Meminta maaf

b)

Mengabaikannya

c)

Tetap lanjut bermain

d)

Pura-pura tidak tahu

22.

Berikut ini sikap menjadi teman yang baik, kecuali ....

a)

Saling berbagi

b)

Bertengkar

c)

Menghargai

d)

Mau mendengarkan

23.

Ketika kita sedang dalam kesulitan, ada salah satu teman kita yang mau membantu. Sikap kita sebaiknya ....

a)

Memarahinya

b)

Cuek saja

c)

Berterima kasih setelah dibantu

d)

Tidak mengatakan apa-apa

24.

Perhatikan bacaan berikut!

Memainkan alat musik sasando tidaklah mudah. Dibutuhkan harmonisasi perasaan

dan teknik sehingga tercipta alunan nada merdu. Selain itu, diperlukan keterampilan

jari-jemari untuk memetik dawai seperti pada harpa.

Ide pokok bacaan di atas adalah ....

a)

Memainkan sasando tidak sulit

b)

Ciri-ciri alat musik sasando

c)

Teknik memainkan sasando

d)

Memainkan sasando itu sulit

25.

Azka meminta bantuan kepada temannya. Hal yang perlu diucapkan oleh Azka adalah ....

a)

Tolong

b)

Sama-sama

c)

Terima kasih

d)

Maaf

26.

Tegar mencari informasi “Cara Menghafal Puisi” melalui ....

a)

Televisi

b)

Internet

c)

Koran

d)

Telepon umum

27.

Perhatikan kalimat berikut! Tumpukan pekerjaan ini seberat gunung. Kalimat di atas mempunyai makna ....

a)

Pekerjaan sangat ringan

b)

Pekerjaan sangat berat

c)

Tumpukan pekerjaan sangat banyak

d)

Tumpukan pekerjaan berat namun bisa diselesaikan

28.

Perhatikan kalimat berikut! Dengan sigap aku berlari. Kata sigap memiliki persamaan dengan kata ....

a)

Putus asa

b)

Malas

c)

Lambat

d)

Tangkas

29.

Perhatikan kalimat berikut! Kelak aku akan menjadi seorang pramugari. Kata kelak pada kalimat di atas mempunyai arti ....

a)

Kemudian hari

b)

Keesokan hari

c)

Besok lusa

d)

Masa lalu

30.

Perhatikan kalimat berikut! Pak Roni memanggul karung beras. Kalimat di atas termasuk kalimat ....

a)

Kalimat pasif

b)

Kalimat aktif

c)

Kalimat fakta

d)

Kalimat majemuk

31.

Perhatikan kalimat berikut! Ilham menaruh apel di dalam kulkas. Kalimat di atas jika diubah menjadi bentuk kalimat pasif maka kalimat yang benar adalah ....

a)

Di dalam kulkas ilham menaruh apel

b)

Ilham ditaruh apel ke dalam kulkas

c)

Apel ditaruh ilham di dalam kulkas

d)

Apel menaruh ilham di dalam kulkas

32.

Sebutkan contoh penggunaan huruf kapital yang benar dalam sebuah kalimat!

4 lines
33.

Buatlah kalimat tunggal dilengkapi dengan Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Keterangan (K)!

4 lines
34.

Apa yang dimaksud dengan majas hiperbol?

4 lines
35.

Buatlah kalimat aktif dengan kata “tangkap”!

4 lines
36.

Susunlah kata-kata di bawah ini menjadi kalimat yang tepat! “berangkat - aku - sepeda - dan - kakakku – naik”

4 lines
37.

t-u-a-b, disusun menjadi kata .......

a)

tuba

b)

tuab

c)

batu

38.

i-n-g-t-a-n-b, disusun menjadi kata .......

a)

banteng

b)

bintang

c)

bitnang

39.

n-a-b-u-g disusun menjadi kata ....

a)

bunga

b)

nabung

c)

gunab

40.

b-k-e-e-b disusun menjadi kata .....

a)

bekeb

b)

bebek

c)

bekbe

41.

n-a-k-e-b-o disusun menjadi kata ....

a)

bakeno

b)

bola

c)

boneka

42.

nama binatang di samping adalah ....

a)

harimau

b)

kucing

c)

macan

43.

dua kata berikut yang berawalan hi adalah ....

a)

hidung, hujan

b)

hitam, hitung

c)

hilang, harga

44.

kata berikut yang berawalan hu adalah ....

a)

hujan

b)

hati

c)

hitam

45.

hemat, helikopter berawalan suku kata ....

a)

hi

b)

ho

c)

he

46.

tiga kata yang berawalan ho adalah ....

a)

hologram, hotel, hoki

b)

hobi, bola, bali

c)

hemat, hoki, humus

47.

gambar berikut yang berawalan ka adalah ....

a)

b)

c)

48.

dua kata yang berawalan suku kata ki adalah ....

a)

kirim, kijang

b)

kita, kami

c)

kota, kitako

49.

gambar berikut yang berawalan suku kata ku adalah ....

a)

b)

c)

50.

tiga kata yang berawalan ke adalah.....

a)

kambing, kemana, keras

b)

kering, kerang, kepiting

c)

kemudi, kebal, kipas

51.

komodo, kodok, kolam adalah kata berawalan suku kata ....

a)

ka

b)

ko

c)

ke

52.

yang termasuk indra perasa adalah ....

a)

b)

c)

53.

indra yang dipergunakan sesuai gambar di samping adalah ....

a)

tangan

b)

mata

c)

hidung

54.

kulit berguna untuk ....

a)

memegang

b)

meraba

c)

merasakan

55.

mata merupakan indra .....

a)

penglihatan

b)

perasa

c)

pendengar

56.

alat indra yang digunakan sesuai gambar adalah ....

a)

tangan

b)

telinga

c)

mata

57.

Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !

Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.

Hidup

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

Sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Puisi tersebut mewakili gagasan penyair yang menanamkan nilai-nilai mengenai ...

a)

Seseorang yang berani menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan di dalamnya.

b)

Seseorang yang berani mengarungi laut dengan kapal dan menaklukkan ombak-ombak besar.

c)

Seseorang yang memilih profesi sebagai pelaut dan melakukan pelayaran ke tempat-tempat jauh.

d)

Seseorang yang bercita-cita sebagai pelaut, mengarungi samudra, menghadapi tantangan badai.

e)

Seseorang yang gigih bekerja, cerdas berniaga dengan melakukan pelayaran-pelayaran ke negeri yang jauh.

58.

Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !

Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.

Hidup

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

Sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Makna baris perjalanan hanya sekali dan tiada kembali dalam puisi adalah ...

a)

memiliki tujuan hidup yang pasti sesuai dengan bakat

b)

memiliki arah cita-cita yang tak berubah sejak bisa berpikir

c)

yakin bahwa hanya memiliki satu kali kesempatan untuk hidup

d)

kesempatan mengembangkan cita-cita jangan disia-siakan

e)

tekad harus pasti dan tak boleh bimbang dalam menempuh hidup

59.

Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !

Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.

Hidup

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

Sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Makna baris gelombang pernah membadai dalam puisi adalah ...

a)

guncangan hidup di tengah laut

b)

gelombang hidup di tempat kerja

c)

tantangan hidup yang dahsyat

d)

tantangan hidup yang tak dapat dihadapi

e)

gelombang hidup yang ganas

60.

Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !

Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.

Hidup

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

Sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Nilai religius puisi yang bermakna ’hidup di dunia ini hanya berlangsung sekali’ terdapat dalam baris ...

a)

kelasi di ujung kembara

b)

perjalanan hanya sekali

c)

sebelum pelabuhan terakhir

d)

kelasi mencatat dengan tinta emas

e)

bahwa gelombang pernah membadai

61.

Petunjuk: Pilihlah Jawaban yang Paling Benar !

Baca teks pusi berikut ini dengan saksama.

Hidup

Kelasi di ujung kembara

pada diri berkata

perjalanan hanya sekali

dan tiada kembali

Sebelum pelabuhan terakhir

sebelum kelam membiru

kelasi mencatat dengan tinta emas

atas lembaran-lembaran berlalu

bahwa gelombang pernah membadai

bahwa getir pernah tak tertahankan

namun samudra telah dijelajah

laut bukan tiada bertepi

Amanat puisi tersebut adalah ...

a)

Hendaknya seseorang menyadari bahwa hidup hanya satu kali dan tak pernah kembali hidup.

b)

Hendaknya seseorang memiliki sejarah hidup yang baik karena hidup hanya sekali dan segala cobaan pasti ada batasnya.

c)

Hendaknya seseorang menyadari keterbatasannya sebagai manusia karena kematiannya ditentukan Tuhan.

d)

Hendaknya seseorang tak pernah menyerah dengan  cobaan yang menimpa dirinya karena cobaan pasti ada batasnya.

e)

Hendaknya seseorang menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan dan menghayati tantangan hidup yang dihadapinya.

62.

Bacalah teks berikut ini.

Kereta Sado

      Oleh: Ridwan Siregar

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degubnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hati

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

Makna simbol degubnya dalam baris degupnya sepanjang jalan dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Kerja keras kuda yang berpacu sepanjang jalan.

b)

Pengabdian kuda yang berlangsung seumur hidup.

c)

Semangat kuda yang tak pernah surut.

d)

Keperkasaan kuda yang selalu terjaga.

e)

Perjuangan kuda yang tak pernah putus asa.

63.

Bacalah teks berikut ini .

Kereta Sado

      Oleh: Ridwan Siregar

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degubnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hati

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

Penggambaran kehidupan petani tampak dalam larik puisi berikut ini ...

a)

sebuah kereta, seorang manusia, dan seekor kuda

b)

yang menimbulkan kekuatan pada setiap putaran roda

c)

kereta sado dan jalanan

d)

hari depan yang telah ditakdirkan

e)

ialah jerih yang penghabisan

64.

Bacalah teks berikut ini.

Kereta Sado

      Oleh: Ridwan Siregar

si petani berkata: inilah kudaku

jerihku yang penghabisan

kuda tersebut meringkik, tanda ia

adalah kesayangan

sebuah kereta, seorang manusia dan seekor kuda

menyatu dan mengembara mengelilingi kotaku

degubnya sepanjang jalan

desahnya sepanjang hati

kereta sado dan jalanan

hari depan yang telah ditakdirkan

ialah jerih yang penghabisan

yang menimbulkan kekuatan

pada setiap putaran roda

Amanat untuk bekerja keras terdapat dalam larik ...

a)

sebuah kereta, seorang manusia, dan seekor kuda

b)

si petani berkata: inilah kudaku

c)

kereta sado dan jalanan

d)

hari depan yang telah ditakdirkan

e)

ialah jerih yang penghabisan

65.

Bacalah teks berikut ini.

Kampung

      Oleh: Herman KS

Sebuah yang berdebu. Membelah desaku.

Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil

tua atau gerobak lembu atau orang bersepeda

lalu sedang sawah-sawah hijau membentang di

kanan kirinya.

Karena rindulah maka kini aku menapak di

jalan ini.

Bus tua  mengantarkan aku sampai ke ujung desa.

Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan

matahari bersinar lembut, angin pun segar

mengusap mukaku.

Kan kutemui kembali wajah-wajah yang lembut

dan ramah.

Orang-orang yang mengutuki perang  dan

sengketa.

Rumah-rumah kecil beratap ilalang.

Tubuh berpeluh dalam kerja.

Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak

dulu.

Bocah-bocah bermata bening bersemburan di

sungai desaku.

Serentak mereka memandang padaku. Tentu

tak mengenalku.

Tak apa, tapi pastilah mereka anak-anak

sahabatku.

Di sungai ini pun aku dulu berenang dan

bersemburan.

Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu

Kini telah berpangkat letnan.

Manisnya masa kanak.

(sebentar lagi aku kan sampai ke rumah masa

bocah)

Berdasarkan kutipan puisi tersebut, topik diskusi yang paling tepat disajikan pembicara adalah ...

a)

Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tenteram.

b)

Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Tak Perlu ke Kota.

c)

Kesuburan Tanah Desa Perlu Diolah untuk Kesejahteraan Warga.

d)

Kesuburan Tanah Desa Menyebabkan Penduduk Malas Bekerja.

e)

Kesuburan Tanah Desa Diwariskan pada Anak Cucu Mereka.

66.

Bacalah teks berikut ini.

Kampung

      Oleh: Herman KS

Sebuah yang berdebu. Membelah desaku.

Lengang dan sepi. Hanya sesekali lewat mobil

tua atau gerobak lembu atau orang bersepeda

lalu sedang sawah-sawah hijau membentang di

kanan kirinya.

Karena rindulah maka kini aku menapak di

jalan ini.

Bus tua  mengantarkan aku sampai ke ujung desa.

Kampung yang subur dalam rindu dan kenangan

matahari bersinar lembut, angin pun segar

mengusap mukaku.

Kan kutemui kembali wajah-wajah yang lembut

dan ramah.

Orang-orang yang mengutuki perang  dan

sengketa.

Rumah-rumah kecil beratap ilalang.

Tubuh berpeluh dalam kerja.

Sorak bocah-bocah itu menarikku ke masa kanak

dulu.

Bocah-bocah bermata bening bersemburan di

sungai desaku.

Serentak mereka memandang padaku. Tentu

tak mengenalku.

Tak apa, tapi pastilah mereka anak-anak

sahabatku.

Di sungai ini pun aku dulu berenang dan

bersemburan.

Masih kuingat: Kardi anak yang bandel itu

Kini telah berpangkat letnan.

Manisnya masa kanak.

(sebentar lagi aku kan sampai ke rumah masa

bocah)

Untuk meyakinkan nilai moral yang terkandung dalam puisi, pembicara menyampaikan argumentasi dalam foum diskusi dengan kalimat ...

a)

”Realitas bahwa tanah desa kita subur, menyebabkan penduduk tenteram.”

b)

”Mmang tanah desa kita subur, itu sebabnya, penduduk tak perlu pergi ke kota untuk meraih cita-cita.”

c)

”Betapapun tanah desa subur, kita perlu mengolahnya untuk kesejahteraan warga.”

d)

”Kesuburan tanah desa pada gilirannya, menyebabkan penduduk malas bekerja.”

e)

”Kesuburan tanah desa, akan segera diwariskan untuk anak cucu di desa.”

67.

Stimulus

 

       Tuhan Telah Menegurmu

                   Oleh: Apip Mustopa

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

lewat perut anak-anak yang kelaparan

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat semayup suara azan

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran,

lewat gempa bumi yang berguncang.

deru angin yang meraung kencang

hujan dan banjir yang melintang pukang

adakah kaudengar?

  Berdasarkan stimulus, pillihlah satu jawaban yang tepat.

Gagasan bahwa manusia melupakan penderitaan sesamanya disampaikan penyair melalui peristiwa ...

a)

kelaparan

b)

suara azan

c)

gempa bumi yang berguncang

d)

deru angin yang meraung kencang

e)

melalui banjir yang melintang pukang

68.

Stimulus

 

       Tuhan Telah Menegurmu

                   Oleh: Apip Mustopa

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

lewat perut anak-anak yang kelaparan

Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan

Lewat semayup suara azan

 

Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran,

lewat gempa bumi yang berguncang.

deru angin yang meraung kencang

hujan dan banjir yang melintang pukang

adakah kaudengar?

Berdasarkan stimulus, pilihlah satu jawaban yang tepat.

Nilai religius yang disampaikan penyair dalam puisi itu adalah manusia mengabaikan ...

a)

kaum gelandangan yang lapar

b)

panggilan salat pada waktu azan berkumandang

c)

gempa bumi yang menerjang

d)

angin puting beliung yang menerjang

e)

banjir yang melanda desa

69.

Cermatilah teks berikut

Pada Suatu Sore

     Oleh: Husni Djamaludin

       sore itu

                                  sebuah bola plastik

                                      berwarna hijau

                                           tersepak

                                    dari kaki ke kaki

                              anak-anak tukang becak

                                  di rumputan becek

                                    tepi jalan kenari

                                     depan rumahku

                                      depan mataku

                                menendang lengang

                                menggiring hening

                                  mengejar harap

                                   anak-anak itu

                                  berebut waktu

                                    untuk satu

                                 tendangan jitu

                          ke dalam celah gawang

                                  tak bertiang

                          riang di dalam tegang

                          tegang di dalam riang

                          memperebutkan bola

                              alangkah lincah

                       mereka menyepak gusar

                                  dari senja

                          yang segera buyar

                 anak-anak itu

                        mungkin terlalu tahu

                              bila sebentar

                          permainan bubar

                     mereka akan terlempar

                   kembali ke dalam lorong

                    mengisap udara pengap

                       dalam rumah gubuk

                 doyong sempit dan sumpek

                         dan di situ gusar

                   tak mempan lagi disepak

            malam dan mimpi pun jadi rusak

                         diserbu nyamuk

                        yang mengamuk

                       sepanjang malam

                         anak-anak itu

                          makin asyik

                      menghalau risau

                   dengan bola plastik

                       berwarna hijau

         pintarnya mereka menyindir getir

                         sedang getir

               pintarnya menyindir aku

                      yang termangu

                    dalam risau

        yang tak mungkin kuhalau

          dengan bola plastik hijau

(Dikutip dari: Tonggak Antologi Puisi modern 2)

Dalam puisi tersebut, ungkapan mengejar harap memilliki makna yang luas, yaitu mewakili gagasan penyair yang menanamkan realita anak-anak yang ...

a)

menjalani hidup dengan segala persoalan dan tantangan

b)

menjalani hidup dengan segala harapan dan tantangan

c)

menjalani hidup ala kadarnya dengan harapan-harapan besar

d)

hidup miskin dengan upaya mewujudkan cita-cita mereka

e)

lebih suka berharap dalam hidup, meskipun realita yang dihadapi sangat sulit

70.

Cermatilah teks berikut.

Pada Suatu Sore

     Oleh: Husni Djamaludin

       sore itu

                                  sebuah bola plastik

                                      berwarna hijau

                                           tersepak

                                    dari kaki ke kaki

                              anak-anak tukang becak

                                  di rumputan becek

                                    tepi jalan kenari

                                     depan rumahku

                                      depan mataku

                                menendang lengang

                                menggiring hening

                                  mengejar harap

                                   anak-anak itu

                                  berebut waktu

                                    untuk satu

                                 tendangan jitu

                          ke dalam celah gawang

                                  tak bertiang

                          riang di dalam tegang

                          tegang di dalam riang

                          memperebutkan bola

                              alangkah lincah

                       mereka menyepak gusar

                                  dari senja

                          yang segera buyar

                 anak-anak itu

                        mungkin terlalu tahu

                              bila sebentar

                          permainan bubar

                     mereka akan terlempar

                   kembali ke dalam lorong

                    mengisap udara pengap

                       dalam rumah gubuk

                 doyong sempit dan sumpek

                         dan di situ gusar

                   tak mempan lagi disepak

            malam dan mimpi pun jadi rusak

                         diserbu nyamuk

                        yang mengamuk

                       sepanjang malam

                         anak-anak itu

                          makin asyik

                      menghalau risau

                   dengan bola plastik

                       berwarna hijau

         pintarnya mereka menyindir getir

                         sedang getir

               pintarnya menyindir aku

                      yang termangu

                    dalam risau

        yang tak mungkin kuhalau

          dengan bola plastik hijau

(Dikutip dari: Tonggak Antologi Puisi modern 2)

Makna larik celah gawang tak bertiang dalam puisi tersebut adalah ...

a)

memiliki tujuan hidup yang pasti

b)

memiliki arah cita-cita yang tak berubah

c)

memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita

d)

kesempatan mewujudkan cita-cita yang tak pasti

e)

tekad harus pasti dan tak boleh bimbang

71.

Cermatilah teks berikut.

Pada Suatu Sore

     Oleh: Husni Djamaludin

       sore itu

                                  sebuah bola plastik

                                      berwarna hijau

                                           tersepak

                                    dari kaki ke kaki

                              anak-anak tukang becak

                                  di rumputan becek

                                    tepi jalan kenari

                                     depan rumahku

                                      depan mataku

                                menendang lengang

                                menggiring hening

                                  mengejar harap

                                   anak-anak itu

                                  berebut waktu

                                    untuk satu

                                 tendangan jitu

                          ke dalam celah gawang

                                  tak bertiang

                          riang di dalam tegang

                          tegang di dalam riang

                          memperebutkan bola

                              alangkah lincah

                       mereka menyepak gusar

                                  dari senja

                          yang segera buyar

                 anak-anak itu

                        mungkin terlalu tahu

                              bila sebentar

                          permainan bubar

                     mereka akan terlempar

                   kembali ke dalam lorong

                    mengisap udara pengap

                       dalam rumah gubuk

                 doyong sempit dan sumpek

                         dan di situ gusar

                   tak mempan lagi disepak

            malam dan mimpi pun jadi rusak

                         diserbu nyamuk

                        yang mengamuk

                       sepanjang malam

                         anak-anak itu

                          makin asyik

                      menghalau risau

                   dengan bola plastik

                       berwarna hijau

         pintarnya mereka menyindir getir

                         sedang getir

               pintarnya menyindir aku

                      yang termangu

                    dalam risau

        yang tak mungkin kuhalau

          dengan bola plastik hijau

(Dikutip dari: Tonggak Antologi Puisi modern 2)

Makna larik malam dan mimpi pun jadi rusak dalam puisi tersebut adalah realitas ...

a)

hidup di tengah malam

b)

hidup tanpa mimpi

c)

 hidup yang gelap

d)

hidup yang tak dapat dihadapi

e)

dan harapan hidup yang hilang

72.

Cermati teks puisi berikut

Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku

Oleh: Husain Landitjing

                                                jangan palingkan mukamu dari api itu, adikku

                                                  kapan sengsara melibatkan dirimu ke dalam

                                                          justru apa yang mesti kau terima

                                                          adalah amanat kehidupan insani

                                                           demikianlah hidup ini, adikku

                                                           terlalu jauh bagi rasa kepuasan

                                                          justru apa yang mesti kau terima

                                                                   terimalah dengan rela

                                             akhirnya pun engkau akan mengerti dengan baik

                                                           nikmat caya dalam malam luka

                                                                      dengan kesabaran

                                                                    ketika bumi berpeluh

                                               detika angin datang menawarkan sebuah bisik:

                                                                        dalam keletihan!

                                            maka jangan palingkan mukamu dari api ini, adik

                                           percaya dalam kepanasan, dengan pertemuan kekal

                                     serta kekuatan dalam keyakinan – lebih perkasa dan indah

(Dikutip dari Tonggak: Antologi puisi Indonesia modern 2)

Nilai religius puisi yang bermakna ”takdir manusia” terdapat dalam larik ...

a)

jangan palingkan mukamu dari api itu

b)

amanat kehidupan insani

c)

terlalu jauh bagi rasa kepuasan

d)

nikmat saya dalam malam luka

e)

percaya dalam kepanasan

73.

Cermati teks puisi berikut .

Jangan Palingkan Mukamu dari Api Itu, Adikku

Oleh: Husain Landitjing

                                                jangan palingkan mukamu dari api itu, adikku

                                                  kapan sengsara melibatkan dirimu ke dalam

                                                          justru apa yang mesti kau terima

                                                          adalah amanat kehidupan insani

                                                           demikianlah hidup ini, adikku

                                                           terlalu jauh bagi rasa kepuasan

                                                          justru apa yang mesti kau terima

                                                                   terimalah dengan rela

                                             akhirnya pun engkau akan mengerti dengan baik

                                                           nikmat caya dalam malam luka

                                                                      dengan kesabaran

                                                                    ketika bumi berpeluh

                                               detika angin datang menawarkan sebuah bisik:

                                                                        dalam keletihan!

                                            maka jangan palingkan mukamu dari api ini, adik

                                           percaya dalam kepanasan, dengan pertemuan kekal

                                     serta kekuatan dalam keyakinan – lebih perkasa dan indah

(Dikutip dari Tonggak: Antologi puisi Indonesia modern 2)

Amanat yang terdapat dalam puisi tersebut adalah hendaknya kita ...

a)

menyadari bahwa hidup hanya satu kali

b)

memiliki sejarah hidup yang baik

c)

menyadari keterbatasannya sebagai manusia

d)

 tak menyerah dengan cobaan yang menimpa dirinya

e)

menerima segala ketentuan yang diberikan Tuhan

74.

Cermati teks puisi berikut

Anak Laut

                    Oleh: Asrul Sani

Sekali ia pergi tiada bertopi

Ke pantai landasan matahari

  Dan bermimpi tengah hari

               Akan negeri di jauhan

Pasir dan air seakan bercampur

Awan tiada menutup mata dan hatinya rindu

melihat laut terbentang  biru

”Sekali aku pergi

 dengan perahu

ke negeri jauhan

  dan menyanyi kekasih hati

      lagu merindukan daku”

”Tenggelam matahari

Ufuk sana tiada nyata

   bayang-bayang bergerak perlahan

aku kembali kepadanya”

       Sekali ia pergi tiada bertopi

       Ke pantai landasan matahari

Dan bermimpi tengah hari

    Akan negeri di jauhan

(Dikutip dari Tonggak: Antologi Puisi Modern Indonesia1)

Makna larik bermimpi tengah hari dalam puisi tersebut adalah berharap dalam ...

a)

 realitas hidup

b)

keadaan terjaga

c)

 imajinasi

d)

angan-angan

e)

 kemalasan

75.

Cermati teks puisi berikut u.

Anak Laut

                    Oleh: Asrul Sani

Sekali ia pergi tiada bertopi

Ke pantai landasan matahari

  Dan bermimpi tengah hari

               Akan negeri di jauhan

Pasir dan air seakan bercampur

Awan tiada menutup mata dan hatinya rindu

melihat laut terbentang  biru

”Sekali aku pergi

 dengan perahu

ke negeri jauhan

  dan menyanyi kekasih hati

      lagu merindukan daku”

”Tenggelam matahari

Ufuk sana tiada nyata

   bayang-bayang bergerak perlahan

aku kembali kepadanya”

       Sekali ia pergi tiada bertopi

       Ke pantai landasan matahari

Dan bermimpi tengah hari

    Akan negeri di jauhan

(Dikutip dari Tonggak: Antologi Puisi Modern Indonesia1)

Gagasan yang tersirat dalam puisi tersebut adalah anak pelaut yang ...

a)

meninggalkan negerinya

b)

mengarungi samudra

  

c)

pergi ke negeri jauh

d)

melaut mencari ikan

e)

 merantau demi cita-cita

76.

Cermati teks puisi berikut.

Anak Laut

                    Oleh: Asrul Sani

Sekali ia pergi tiada bertopi

Ke pantai landasan matahari

  Dan bermimpi tengah hari

               Akan negeri di jauhan

Pasir dan air seakan bercampur

Awan tiada menutup mata dan hatinya rindu

melihat laut terbentang  biru

”Sekali aku pergi

 dengan perahu

ke negeri jauhan

  dan menyanyi kekasih hati

      lagu merindukan daku”

”Tenggelam matahari

Ufuk sana tiada nyata

   bayang-bayang bergerak perlahan

aku kembali kepadanya”

       Sekali ia pergi tiada bertopi

       Ke pantai landasan matahari

Dan bermimpi tengah hari

    Akan negeri di jauhan

(Dikutip dari Tonggak: Antologi Puisi Modern Indonesia1)

Sikap penyair dalam puisi tersebut terwujud dalam penggambaran anak pelaut yang....

a)

 tetap berada di daerahnya

b)

harus gigih mengarungi laut

c)

harus mencari ikan

d)

merantau mewujudkan harapan

e)

selalu berharap pada samudra

77.

Cermatilah teks puisi berikut untuk menjawab soal nomor 21 s.d. 25.

Pancaran Hidup

          Oleh: Amal Hamzah

                  Di pagi hari

          Aku berangkat bekerja

    Tampak olehku seorang lelaki

Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih

       Terasa miskin badan sendiri

    Di tengah kekayaan negeri raya

      Awak menjadi peminta-minta

   Lalu mataku menoleh ke badannya

         Tampak tegap-teguh semata

         Tiada cacat membuat celaka

                     Hatiku marah:

      Orang begini tak perlu dikasihani

           Di dunia Allah penuh rezeki

               Ia tinggal bermalas diri.

(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)

Gagasan utama yang tersirat dalam puisi tersebut adalah pengemis yang ....

a)

mencari makan di tong sampah

b)

hidupnya menyedihkan

c)

 hidup di negeri kaya

d)

 berbadan tegap

e)

bermalas diri mencari rezeki

78.

Cermatilah teks puisi berikut.

Pancaran Hidup

          Oleh: Amal Hamzah

                  Di pagi hari

          Aku berangkat bekerja

    Tampak olehku seorang lelaki

Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih

       Terasa miskin badan sendiri

    Di tengah kekayaan negeri raya

      Awak menjadi peminta-minta

   Lalu mataku menoleh ke badannya

         Tampak tegap-teguh semata

         Tiada cacat membuat celaka

                     Hatiku marah:

      Orang begini tak perlu dikasihani

           Di dunia Allah penuh rezeki

               Ia tinggal bermalas diri.

(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)

Sikap penyair dalam puisi tersebut tentang pengemis adalah ...

a)

Pengemis itu perlu diberi makan

b)

Pengemis itu perlu mendapat pertolongan.

c)

Pengemis itu perlu mendapat perhatian.

d)

Pengemis itu tak perlu dikasihani.

e)

Pengemis itu perlu memperoleh santunan.

79.

Cermatilah teks puisi berikut.

Pancaran Hidup

          Oleh: Amal Hamzah

                  Di pagi hari

          Aku berangkat bekerja

    Tampak olehku seorang lelaki

Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih

       Terasa miskin badan sendiri

    Di tengah kekayaan negeri raya

      Awak menjadi peminta-minta

   Lalu mataku menoleh ke badannya

         Tampak tegap-teguh semata

         Tiada cacat membuat celaka

                     Hatiku marah:

      Orang begini tak perlu dikasihani

           Di dunia Allah penuh rezeki

               Ia tinggal bermalas diri.

(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)

 Nilai religius dalam puisi tersebut terdapat pada larik ...

a)

sepintas hatiku sedih

b)

terasa miskin badan sendiri

c)

tiada cacat membuat celaka

d)

di dunia Allah penuh rezeki

e)

 ia tinggal bermalas diri

80.

Cermatilah teks puisi berikut.

Pancaran Hidup

          Oleh: Amal Hamzah

                  Di pagi hari

          Aku berangkat bekerja

    Tampak olehku seorang lelaki

Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih

       Terasa miskin badan sendiri

    Di tengah kekayaan negeri raya

      Awak menjadi peminta-minta

   Lalu mataku menoleh ke badannya

         Tampak tegap-teguh semata

         Tiada cacat membuat celaka

                     Hatiku marah:

      Orang begini tak perlu dikasihani

           Di dunia Allah penuh rezeki

               Ia tinggal bermalas diri.

(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)

Amanat yang terkandung pada puisi tersebut adalah hendaknya kita ...

a)

bekerja mencari rezeki

b)

bersimpati pada pengemis

c)

menolong pengemis

d)

menyadarkan pengemis

e)

marah pada pengemis

81.

Cermatilah teks puisi berikut.

Pancaran Hidup

          Oleh: Amal Hamzah

                  Di pagi hari

          Aku berangkat bekerja

    Tampak olehku seorang lelaki

Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih

       Terasa miskin badan sendiri

    Di tengah kekayaan negeri raya

      Awak menjadi peminta-minta

   Lalu mataku menoleh ke badannya

         Tampak tegap-teguh semata

         Tiada cacat membuat celaka

                     Hatiku marah:

      Orang begini tak perlu dikasihani

           Di dunia Allah penuh rezeki

               Ia tinggal bermalas diri.

(Dikutip dari Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern1)

Penggambaran suasana yang tepat ketika puisi tersebut dibacakan adalah ...

a)

sedih dan takut

b)

bahagia dan marah

c)

sedih dan marah

d)

prihatin dan sedih

e)

takut dan marah

82.

Dalam kalimat "Ani makan apel merah dengan lahap", kata "apel" merupakan...

a)

Subjek

b)

Predikat

c)

Objek

d)

Keterangan

83.

"Budi bermain bola di lapangan"

Kalimat di atas memiliki struktur?

a)

SPO

b)

SP

c)

SPOK

d)

PK

84.

"Andi membaca buku"

Kalimat di atas memiliki struktur?

a)

SPO

b)

SP

c)

SPOK

d)

PK

85.

Struktur kalimat SPOK yang benar dari kalimat "Ani makan apel" adalah...

a)

Ani (S) - makan (P) - apel (O)

b)

Makan (P) - Ani (S) - apel (O)

c)

Apel (O) - Ani (S) - makan (P)

d)

Ani (S) - apel (O) - makan (P)

86.

Contoh kalimat dengan struktur SPOK yang benar adalah...

a)

Hari ini hujan

b)

Andi sedang belajar

c)

Buku itu tebal

d)

Ibu memasak nasi goreng

87.

Andi sedang membaca buku cerita. Kalimat tersebut memiliki struktur...

a)

SPO

b)

SP

c)

SPOK

d)

PK

88.

Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat yang benar! sekolah - pergi - setiap hari - Andi - ke

a)

Sekolah pergi setiap hari Andi ke

b)

Andi pergi ke sekolah setiap hari

c)

Setiap hari Andi pergi ke sekolah

d)

Ke sekolah pergi setiap hari Andi

89.

Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat yang benar! buku - membaca - sedang - Ani

a)

Membaca buku sedang Ani

b)

Ani sedang membaca buku

c)

Buku sedang Ani membaca

d)

Sedang membaca buku Ani

90.

Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat yang benar!

bermain - lapangan - bola - di - Andi

a)

Andi bermain bola di lapangan

b)

Bermain bola di lapangan Andi

c)

Di lapangan bermain bola Andi

d)

Bola bermain di lapangan Andi

91.

Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat yang benar! menulis surat - sedang - adik

a)

Menulis surat sedang adik

b)

Adik sedang menulis surat

c)

Sedang menulis surat adik

d)

Surat sedang adik menulis

92.

Kemana Ibu pergi

a)

?

b)

.

c)

,

d)

!

93.

Ata, ambilkan minum

a)

.

b)

!

c)

?

d)

,

94.

Ayah mengendarai mobil CRV

a)

.

b)

?

c)

!

d)

,

95.

Kalimat mana yang BENAR?

a)

Ibu membawa boneka, baju, serta tas untuk Ata.

b)

Ibu membawa boneka, baju serta tas untuk Ata?

c)

Ibu membawa boneka; baju; serta tas untuk Ata;

d)

Ibu membawa boneka, baju serta tas untuk Ata.

96.

Penulisan waktu yang benar adalah ...

a)

0730

b)

07;30

c)

07,30

d)

07.30

97.

Penulisan angka yang benar adalah ....

a)

198000918

b)

1.567.890

c)

1;980;776;890

d)

8?556?789

98.

Kalimat yang salah adalah ....

a)

Sultan memakai baju pilot untuk kucing.

b)

Waw! Liat mobil itu bagus banget!

c)

Kenapa dia pakai baju warna merah?

d)

Alan beli makanan untuk kucing, mainan kucing dan baju kucing

99.

Kalimat yang salah adalah .....

a)

Ayah membeli HP baru,

b)

Tolong tutup pintu nya!

c)

Dimana tempat membeli obat?

d)

Ata pagi ini makan dua telur.

100.

Kalimat yang benar adalah ....

a)

Kakak membawa minuman boba, tteoboki, dan cheetos.

b)

Kakak membawa minuman boba, tteoboki dan cheetos.

c)

Kakak membawa minuman boba, tteoboki, dan cheetos;

d)

Kakak membawa minuman boba, tteoboki, dan cheetos?

101.

Kalimat yang benar adalah ....

a)

Ayah mempunyai mobil cr-v, mazda, serta civic warna hitam?

b)

Ayah mempunyai mobil cr-v, mazda, serta civic warna hitam;

c)

Ayah mempunyai mobil cr-v, mazda, serta civic warna hitam.

d)

Ayah mempunyai mobil cr-v, mazda, serta civic warna hitam,

102.

Manakah kalimat di bawah ini yang menggunakan majas Hiperbola yang sesuai dengan gambar di samping ini?

a)
  • A. “Kucing itu tidur di bawah pohon.”

b)
  • B. “Dia menangis hingga seluruh kota bisa mendengarnya.”

c)
  • C. “Ayah sedang membaca buku di teras.”

d)
  • D. “Ibu memasak sayur di dapur.”

103.

Perhatikan kalimat di bawah ini!
"Aku sudah menunggu di sini selama seribu tahun!"
Kalimat di atas adalah contoh majas hiperbola karena …

a)

A. menambah jumlah waktu secara berlebihan

b)

B. menunjukkan jumlah yang sebenarnya

c)

C. menggunakan kata-kata yang sederhana

d)

D. menceritakan kejadian sehari-hari

104.

"Perutku seakan ingin meledak karena terlalu kenyang." Apa arti dari ungkapan tersebut?

a)

A. Perutnya sakit parah

b)

B. Ia makan sangat banyak hingga sangat kenyang

c)

C. Ia belum makan seharian

d)
  • D. Ia sangat lapar

105.

Pilihlah kalimat yang menggunakan majas Hiperbola!

a)

A. “Aku harus menyelesaikan banyak tugas.”

b)
  • B. “Tas itu beratnya seperti berton-ton.”

c)

C. “Aku pergi ke sekolah pagi-pagi.”

d)
  • D. “Kami bermain di taman bersama.”

106.

"Suaranya bisa terdengar sampai ke langit." Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa suaranya...

a)

A. Sangat keras

b)

B. Sangat pelan

c)

C. Tidak terdengar sama sekali

d)

D. Lembut dan indah

107.

"Dia memakan satu gunung nasi." Arti dari ungkapan ini adalah...

a)

A. Ia makan sedikit

b)

B. Ia makan sangat banyak

c)

C. Ia hanya mencicipi nasi

d)

D. Ia tidak makan nasi sama sekali

108.

Mana kalimat berikut yang menggunakan majas hiperbola?

a)

A. Burung itu terbang tinggi di langit biru.

b)

B. Aku sangat lapar hingga bisa memakan seluruh gunung.

c)

C. Ibu memasak nasi untuk makan malam.

d)

D. Mereka bermain di taman bersama-sama

109.

"Anak itu menangis sampai langit runtuh." Maksud dari ungkapan tersebut adalah...

a)

A. Anak itu menangis dengan sangat keras

b)

B. Anak itu menangis sebentar

c)

C. Langit benar-benar runtuh

d)

D. Anak itu tidak menangis sama sekali

110.

Pilih kalimat yang mengandung majas Hiperbola!

a)
  • A. “Mereka melihat film bersama.”

b)
  • B. “Perutnya sudah berbunyi keras karena lapar.”

c)
  • C. “Dia tertawa sangat keras hingga dinding bergetar.”

d)
  • D. “Anak-anak bermain di taman.”

111.

"Kepalanya hampir pecah karena banyak pikiran." Ungkapan ini berarti bahwa ia...

a)

A. Kepalanya sakit

b)

B. Terlalu banyak berpikir hingga merasa stres

c)

C. Tidak memiliki pikiran sama sekali

d)

D. Merasa sangat senang

112.

Manakah kalimat di bawah ini yang menggunakan majas Hiperbola yang sesuai dengan gambar di samping ini?

a)
  • A. “Kucing itu tidur di bawah pohon.”

b)
  • B. “Dia menangis hingga seluruh kota bisa mendengarnya.”

c)
  • C. “Ayah sedang membaca buku di teras.”

d)
  • D. “Ibu memasak sayur di dapur.”

113.

Perhatikan kalimat di bawah ini!
"Aku sudah menunggu di sini selama seribu tahun!"
Kalimat di atas adalah contoh majas hiperbola karena …

a)

A. menambah jumlah waktu secara berlebihan

b)

B. menunjukkan jumlah yang sebenarnya

c)

C. menggunakan kata-kata yang sederhana

d)

D. menceritakan kejadian sehari-hari

114.

"Perutku seakan ingin meledak karena terlalu kenyang." Apa arti dari ungkapan tersebut?

a)

A. Perutnya sakit parah

b)

B. Ia makan sangat banyak hingga sangat kenyang

c)

C. Ia belum makan seharian

d)
  • D. Ia sangat lapar

115.

Pilihlah kalimat yang menggunakan majas Hiperbola!

a)

A. “Aku harus menyelesaikan banyak tugas.”

b)
  • B. “Tas itu beratnya seperti berton-ton.”

c)

C. “Aku pergi ke sekolah pagi-pagi.”

d)
  • D. “Kami bermain di taman bersama.”

116.

"Suaranya bisa terdengar sampai ke langit." Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa suaranya...

a)

A. Sangat keras

b)

B. Sangat pelan

c)

C. Tidak terdengar sama sekali

d)

D. Lembut dan indah

117.

"Dia memakan satu gunung nasi." Arti dari ungkapan ini adalah...

a)

A. Ia makan sedikit

b)

B. Ia makan sangat banyak

c)

C. Ia hanya mencicipi nasi

d)

D. Ia tidak makan nasi sama sekali

118.

Mana kalimat berikut yang menggunakan majas hiperbola?

a)

A. Burung itu terbang tinggi di langit biru.

b)

B. Aku sangat lapar hingga bisa memakan seluruh gunung.

c)

C. Ibu memasak nasi untuk makan malam.

d)

D. Mereka bermain di taman bersama-sama

119.

"Anak itu menangis sampai langit runtuh." Maksud dari ungkapan tersebut adalah...

a)

A. Anak itu menangis dengan sangat keras

b)

B. Anak itu menangis sebentar

c)

C. Langit benar-benar runtuh

d)

D. Anak itu tidak menangis sama sekali

120.

Pilih kalimat yang mengandung majas Hiperbola!

a)
  • A. “Mereka melihat film bersama.”

b)
  • B. “Perutnya sudah berbunyi keras karena lapar.”

c)
  • C. “Dia tertawa sangat keras hingga dinding bergetar.”

d)
  • D. “Anak-anak bermain di taman.”

121.

"Kepalanya hampir pecah karena banyak pikiran." Ungkapan ini berarti bahwa ia...

a)

A. Kepalanya sakit

b)

B. Terlalu banyak berpikir hingga merasa stres

c)

C. Tidak memiliki pikiran sama sekali

d)

D. Merasa sangat senang