WorksheetsSOAL LATIHAN ASAS GANJIL
Total questions: 42
Worksheet time: 1hrs 24mins
Perhatikan kalimat berikut!
Komodo dapat dijumpai di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Pada kata dijumpai, di- merupakan ….
Kata sifat
Kata keterangan
Imbuhan
Kata depan
Konjungsi
Musang atau luwak merupakan salah satu mamalia. Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus. Musang bertubuh sedang, dengan panjang total sekitar 90 cm (termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Warna bulu musang abu-abu kecokelatan dengan ekor hitam-cokelat mulus.
Sisi atas tubuh musang berwarna abu-abu kecokelatan, dengan variasi warna hitam kehitaman (cokelat merah tua) sampai kejinggaaan. Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis yang tidak begitu jelas dan terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar. Sisi samping dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah tubuhnya.
Wajah, kaki, dan ekor cokelat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping wajah hingga di bawah telinga berwarna keputih-putihan, seperti beruban. Satu garis hitam samar-samar lewat di tengah dahi, dari arah hidung ke atas kepala.
Sumber: diolah dari berbagai sumber.
Objek observasi dalam teks tersebut adalah ...
mamalia
musang
panjang tubuh musang
warna bulu musang
nama ilmiahnya musang
Musang atau luwak merupakan salah satu mamalia. Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus. Musang bertubuh sedang, dengan panjang total sekitar 90 cm (termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Warna bulu musang abu-abu kecokelatan dengan ekor hitam-cokelat mulus.
Sisi atas tubuh musang berwarna abu-abu kecokelatan, dengan variasi warna hitam kehitaman (cokelat merah tua) sampai kejinggaaan. Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis yang tidak begitu jelas dan terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar. Sisi samping dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah tubuhnya.
Wajah, kaki, dan ekor cokelat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping wajah hingga di bawah telinga berwarna keputih-putihan, seperti beruban. Satu garis hitam samar-samar lewat di tengah dahi, dari arah hidung ke atas kepala.
Sumber: diolah dari berbagai sumber.
Paragraf kedua teks tersebut, dalam struktur teks laporan hasil observasi disebut ...
pernyataan umum
pernyataan khusus
deskripsi umum
deksripsi bagian
deskripsi manfaat
Musang atau luwak merupakan salah satu mamalia. Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus. Musang bertubuh sedang, dengan panjang total sekitar 90 cm (termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Warna bulu musang abu-abu kecokelatan dengan ekor hitam-cokelat mulus.
Sisi atas tubuh musang berwarna abu-abu kecokelatan, dengan variasi warna hitam kehitaman (cokelat merah tua) sampai kejinggaaan. Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis yang tidak begitu jelas dan terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar. Sisi samping dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah tubuhnya.
Wajah, kaki, dan ekor cokelat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping wajah hingga di bawah telinga berwarna keputih-putihan, seperti beruban. Satu garis hitam samar-samar lewat di tengah dahi, dari arah hidung ke atas kepala.
Sumber: diolah dari berbagai sumber.
Kalimat pertama pada paragraf pertama kutipan teks tersebut merupakan ...
kalimat deskripsi
kalimat definisi
kalimat minor
kalimat interjeksi
kalimat interupsi
Musang atau luwak merupakan salah satu mamalia. Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus. Musang bertubuh sedang, dengan panjang total sekitar 90 cm (termasuk ekor, sekitar 40 cm atau kurang). Warna bulu musang abu-abu kecokelatan dengan ekor hitam-cokelat mulus.
Sisi atas tubuh musang berwarna abu-abu kecokelatan, dengan variasi warna hitam kehitaman (cokelat merah tua) sampai kejinggaaan. Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis yang tidak begitu jelas dan terputus-putus, atau membentuk deretan bintik-bintik besar. Sisi samping dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa bintik samar di sebelah tubuhnya.
Wajah, kaki, dan ekor cokelat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping wajah hingga di bawah telinga berwarna keputih-putihan, seperti beruban. Satu garis hitam samar-samar lewat di tengah dahi, dari arah hidung ke atas kepala.
Sumber: diolah dari berbagai sumber.
Kalimat berikut yang merupakan kalimat definisi adalah ...
Musang atau luwak merupakan salah satu mamalia
Sisi atas tubuh musang berwarna abu-abu kecokelatan.
Wajah, kaki, dan ekor cokelat gelap sampai hitam
Terdapat beberapa bintik samar di sebelah tubuhnya
Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus
Badak
Badak merupakan salah satu mamalia besar di Indonesia yang terancam punah. Di Indonesia terdapat dua spesies badak yaitu badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus).
Badak sumatra, juga dikenal sebagai badak bercula dua atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis), merupakan anggota dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak yang masih ada. Badak sumatra merupakan badak terkecil. Tingginya 112–145 cm sampai pundak, dengan panjang keseluruhan tubuh dan kepala 2,36–3,18 m, serta panjang ekor 35–70 cm. Beratnya berkisar antara 500–1.000 kg, dengan rata-rata 700–800 kg, meskipun ada catatan mencapai 2.000 kg. Sebagaimana spesies badak Afrika, badak sumatra memiliki dua cula; yang lebih besar biasanya pada hidung, panjang 25 cm.
Badak jawa adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak jawa masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak jawa memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak jawa lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.
Sumber: https://ksdae.menlhk.go.id/album/3/9.html
Berikut ini yang merupakan kalimat definisi dalam kutipan teks tersebut adalah ...
Di Indonesia terdapat dua spesies badak yaitu badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus)
Badak jawa memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m.
Sebagaimana spesies badak afrika, badak sumatra memiliki dua cula.
Badak jawa adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada
Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm
Badak
Badak merupakan salah satu mamalia besar di Indonesia yang terancam punah. Di Indonesia terdapat dua spesies badak yaitu badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak jawa (Rhinoceros sondaicus).
Badak sumatra, juga dikenal sebagai badak bercula dua atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis), merupakan anggota dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak yang masih ada. Badak sumatra merupakan badak terkecil. Tingginya 112–145 cm sampai pundak, dengan panjang keseluruhan tubuh dan kepala 2,36–3,18 m, serta panjang ekor 35–70 cm. Beratnya berkisar antara 500–1.000 kg, dengan rata-rata 700–800 kg, meskipun ada catatan mencapai 2.000 kg. Sebagaimana spesies badak Afrika, badak sumatra memiliki dua cula; yang lebih besar biasanya pada hidung, panjang 25 cm.
Badak jawa adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak jawa masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak jawa memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak jawa lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.
Sumber: https://ksdae.menlhk.go.id/album/3/9.html
Paragraf ketiga kutipan teks tersebut merupakan ...
pernyataan umum
deskripsi bagian
deskripsi manfaat
kesimpulan
argumen
Berikut ini kata yang menggunakan di- sebagai imbuhan adalah ...
di Indonesia
dikenal
di Jawa
di Sumatra
di Ujung Kulon
Teratai adalah tumbuhan yang hidup di air seperti rawa-rawa dan kolam dangkal. Tanaman teratai tumbuh dan berkembang di atas permukaan air. Tanaman teratai biasanya tumbuh pada perairan yang tenang.
Tumbuhan teratai memiliki akar yang pendek dan berserat yang tertanam di dasar. Akar teratai berfungsi untuk merekatkan tumbuhan teratai ke dasar air sehingga tidak mudah terbawa arus ataupun tercabut tang1an manus2ia. Akar yang berserat memungkinkan akar tersebut untuk mengapung di air dan menyerap cahaya dengan mudah.3
Batang teratai adalah rhizome atau biasa disebut sebagai rimpang. Batang teratai menghubungkan akar yang tertanam d4i dasar permukaan dengan daun dan bunga yang berada di permukaan air. Batang teratai kokoh dan memiliki rongga. Rongga tersebut be5rbentuk ruang untuk transportasi gas, yang dinamakan dengan aerenkim.6
Teratai memiliki daun bulat lebar yang mengambang di atas permukaan air. Fungsi dari daun yang lebar ini salah satunya adalah untuk mengapung di permukaan air. Permukaan daun teratai yang le7bar mengandung banyak stomata sehingga memudahkannya untuk melakukan penguapan. Daun teratai memiliki permukaan yang superhydrophobic (anti air).
Sumber: https://www.kompas.com/skola/read/2021/04/27/121555469/ciri-khusus-tumbuhan-teratai-dan-fungsinya?page=all, dengan penyesuaian
Makna kata rimpang dalam paragraf ketiga teks tersebut adalah ..
tidak lengkap
renggang dan tidak searah
batang menjalar yang terdapat di bawah permukaan
bunga
daun
(1) Bunga Melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia. (2) Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa negara Indonesia atau bunga dari puspa bangsa. (3) Artinya,bunga ini diakui sebagai salah satu bunga ciri khas Indonesia. (4) Pohon Melati tingginya sedang, sekitar setengah tinggi rata-rata orang dewasa atau setelah diukur tinggi tepatnya Adalah 83 cm. (5) Batangnya bulat berkayu dengan tinggi 4 – 60 cm. (6) Batang tumbuhannya bercabang dan berwarna cokelat di bagian pangkal serta cokelat muda di bagian ujungnya.
Struktur teks bagian pernyataan umum di tunjukkan oleh nomor ....
(1), (2)
(1), (2), (3)
(3), (4)
(3), (4), (5)
(4), (5), (6)
Suatu hari Guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir,” jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada Anda untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu Anda foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi.” Tiba-tiba seorang anak berkomentar. “Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tetapi kata Bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir.” Mendengar itu, semua siswa dan Bu Guru tertawa.
Kalimat yang menunjukkan bagian krisis adalah ....
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas
“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir,” jelasnya
“Sekarang, Ibu beri tugas untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu Anda foto.”
“Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak biopori, tapi kata Bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir.”
Mendengar itu, semua siswa dan Bu Guru tertawa
Suatu hari Guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir,” jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada Anda untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu Anda foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi.” Tiba-tiba seorang anak berkomentar. “Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tetapi kata Bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir.” Mendengar itu, semua siswa dan Bu Guru tertawa.
Teks anekdot tersebut menggunakan konjungsi. Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu adalah ....
Kemudian
Dan
Yang
Dengan
di
Pak RW: "Mohon maaf, ya Pak, apa Bapak tidak membaca tulisan di pintu gerbang rumah ini?"
Pemulung: "Memang tulisannya apa, Pak?"
Pak RW: "Di gerbang perumahan ini sudah tertulis, 'pemulung dilarang masuk', tetapi Bapak masih mencari barang bekas di kawasan ini?"
Pemulung: "Yah, Pak RW, ini gimana sih... Kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!"
Pak RW kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung itu ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa membaca papan larangan pemulung.
Makna tersirat dari teks anekdot tersebut adalah ....
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan
Ternyata angka buta aksara di sekitar kita masih banyak
Ternyata masih banyak pemulung di sekitar kita
Malik: Tuan Abdul, saya sudah mencari kemana-mana tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya tanduk sejengkal manusia.
Abdul: "Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman ke seluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih."
Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang
Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing
Akhirnya kambing itu ditemukan
Tuan Malik tidak mencari kambing yang punya tanduk setingkat manusia
Kemudian Tuan Malik dan Tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk seteguh manusia
Manager: “Lho? Uangnya cuma buat makan Bapak saja? Anak dan istri di rumah makan apa? Pengemis: “Kayak orang susah aja! Tadi pagi saya sekeluarga habis merayakan ulang tahun anak saya yang kelima di restoran terkenal dengan guru-guru dan teman-teman sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya baru saja BBM saya, mereka sedang belanja di mall!”
Teks tersebut disebut sebagai orientasi anekdot karena ....
bertokoh protagonis
menjadi unsur konflik utama
mengandung kelucuan
tidak beralur maju
mengarahkan pada terjadinya krisis
Ningsih adalah dokter muda di rumah sakit Mawar Melati. Saat masuk ke ruang operasi ia mendapati seorang pasien berwajah pucat karena takut dioperasi. Dokter bertanya kepada pasien, “Apa yang sedang Anda rasakan?”
Pasien menjawab, “Saya merasa sangat takut, Dok! Ini pertama kalinya saya dioperasi.”
Dokter berkata, “Apa yang Anda rasakan saat ini sama dengan apa yang sedang saya rasakan. Kita sama-sama baru masuk ke ruangan ini untuk pertama kalinya.”
Humor dalam anekdot tersebut terletak pada ...
rasa takut yang dialami oleh pasien
rasa takut yang dialami oleh dokter
dokter dan pasien sama-sama takut
ruangan operasi yang menakutkan
operasi akan segera berlangsung
Caca membeli kue dari seorang nenek di pinggir jalan. Agar tidak terlalu terasa canggung, Cucu pun memulai obrolan “Nek, sudah lama jualan kue?” “Sudah sekitar 35 tahun, Nak,” jawab nenek.
Caca kembali bertanya, “Memangnya tidak ada yang membantu, Nek? Anak-anak Nenek kemana?”
“Anak-anak saya sibuk bekerja, ada yang di Polda, rumah sakit, dan juga sekolah.”
Caca pun kagum mendengar jawaban nenek itu. “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua, ya?”
“Tidak juga, Nak. Mereka juga jualan kue.”
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/teks-anekdot-singkat-beserta-struktur-hingga-kaidah-kebahasaan-nya - dengan penyesuaian
Dalam struktur teks anekdot, paragraf pertama kutipan tersebut merupakan bagian ...
krisis
abstraksi
orientasi
koda
reaksi
Di sebuah kantor, bos sangat marah kepada sekretaris barunya karena dia mengabaikan sebuah telepon yang berdering. “…” katanya kesal.
"Baiklah,” jawabnya, "tetapi rasanya jadi konyol, 9 dari 10 telepon yang masuk adalah untuk Anda!"
Kalimat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang pada teks tersebut adalah...
Silakan, Anda masuk!
Anda harus menjawab telepon!
Anda harus rajin!
Ketuk pintu dulu sebelum masuk!
Biarkan telepon itu berdering!
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itupun, sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Frasa yang mulia baginda dalam teks tersebut menggunakan majas ....
antonomasia
metafora
hiperbola
simile
personifikasi
Suara itupun menyentuh gendang telinga raja hutan, yakni, singa. Ia sangat ketakutan karena tidak mengenal lembu sebelumnya. Ketakutan raja hutan dirasakan pula oleh seekor serigala yang bernama Dimnah. Hal ini kemudian disampaikan Dimnah kepada saudaranya yang juga seekor serigala yang bernama Kalilah.
Karena keinginannya untuk menjadi orang mulia dan dekat dengan raja, Dimnah akhirnya bertemu dengan raja singa dan menanyakan perihal kegundahan hati yang membuat raja hutan berhan-han tidak keluar dari kamarnya.
Majas personifikasi dalam kutipan hikayat tersebut ditunjukkan pada kalimat ..
kelima
keempat
ketiga
kedua
pertama
Relevansi hikayat tersebut dengan masa kini antara lain …
Banyak orang menilai orang lain berdasarkan penampilannya
Semua orang memiliki sifat yang baik meskipun sering melakukan Tindakan jahat
Nilai moral dan kebaikan selalu menjadi pedoman utama di setiap pemerintahan
Tidak ada seorang pun yang bersedia menolong orang lain jika tidak diberi imbalan
Kebaikan dan keburukan selalu berjalan beriringan.
Berikut ini ciri-ciri hikayat yang terdapat dalam kutipan transliterasi tersebut, kecuali ....
menggunakan kata arkais
pralogi
istana sentris
didominasi tema petualangan
anonim
Hatta maka pada suatu hari, baginda sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekaliannya ada di penghadapan. Maka si miskin itupun sampailah ke penghadapan itu, setelah dilihat oleh orang banyak si miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya, maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa, seraya mengambil kayu dan batu maka dilemparnyalah akan si miskin itu, kena tubuhnya habis bengkak-bengkak dan berdarah. Maka segala tubuhnya pun berlumur dengan darah, maka orang pun gemarlah maka titah baginda, “Apakah yang gempar diluar itu”. Sembah segala raja-raja itu. “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si miskin tuanku.” Maka titah baginda “suruh usir jauh-jauh”. Maka diusir oranglah akan si miskin hingga sampilah ke tepi hutan, maka orang banyak itupun kembalilah maka hari pun malamlah. Maka bagindapun berangkatlah masuk ke dalam istananya, maka segala raja-raja dan Menteri, hulubalang rakyat sekalian itupun masing-masing pulang ke rumahnya.
Sumber: Roza, 2014
Relevansi hikayat tersebut dengan masa kini antara lain …
Banyak orang menilai orang lain berdasarkan penampilannya
Semua orang memiliki sifat yang baik meskipun sering melakukan Tindakan jahat
Nilai moral dan kebaikan selalu menjadi pedoman utama di setiap pemerintahan
Tidak ada seorang pun yang bersedia menolong orang lain jika tidak diberi imbalan
Kebaikan dan keburukan selalu berjalan beriringan.
Hatta maka pada suatu hari, baginda sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekaliannya ada di penghadapan. Maka si miskin itupun sampailah ke penghadapan itu, setelah dilihat oleh orang banyak si miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya, maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa, seraya mengambil kayu dan batu maka dilemparnyalah akan si miskin itu, kena tubuhnya habis bengkak-bengkak dan berdarah. Maka segala tubuhnya pun berlumur dengan darah, maka orang pun gemarlah maka titah baginda, “Apakah yang gempar diluar itu”. Sembah segala raja-raja itu. “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si miskin tuanku.” Maka titah baginda “suruh usir jauh-jauh”. Maka diusir oranglah akan si miskin hingga sampilah ke tepi hutan, maka orang banyak itupun kembalilah maka hari pun malamlah. Maka bagindapun berangkatlah masuk ke dalam istananya, maka segala raja-raja dan Menteri, hulubalang rakyat sekalian itupun masing-masing pulang ke rumahnya.
Sumber: Roza, 2014
Berikut ini ciri-ciri hikayat yang terdapat dalam kutipan transliterasi tersebut, kecuali ....
menggunakan kata arkais
Pralogis
Istana sentris
Didominasi tema petualangan
Anonim
Maka setelah dilihat oleh saudagar itu akan emas itu terlalu banyak maka terlalulah heran saudagar itu melihat hal si miskin itu seraya berkata saudagar itu: “baiklah tetapi hamba berjanji kepada tuan, jikaulah tuan ada suka perjanjian setahun lamanya karena sukar-sukar pekerjaan ini”. Maka kata si miskin baiklah maka ia pun bermohon kepada saudagar itu, maka pergilah ia pula kepada saudagar yang lain, di sanalah ia minta belikan tongkat.
Hatta dengan hal yang demikian maka habislah segala saudagar dengan negeri Antah Berantah itu ada yang disuruhnya membeli payung, ada yang disuruhnya membeli kundai. Ada yang disuruhnya membeli lampit, ada yang disuruhnya membeli pedang, ada yang disuruhnya membeli utar-utar, ada yang disuruhnya membeli kursi, ada yang disuruhnya membeli pedang, ada yang disuruhnya membeli utar-utar, ada yang disuruhnya membeli kuda, ada yang disuruhnya membeli kain.
Sumber: Roza, 2014
Nilai yang terdapat pada teks tersebut adalah ....
Budaya untuk memiliki emas
Emas sebagai barang berharga
Persahabatan antara si miskin dengan saudagar kaya
Harta dapat mendatangkan kekuasaan
Kebaikan hati seorang saudagar
Pada masa lalu, dikenal seorang ksatria bernama Hang Tuah. Saat berumur sepuluh tahun, Hang Tuah pergi berlayar ke Laut Cina Selatan disertai empat sahabatnya, yaitu Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu.
Dalam perjalanan, mereka berkali-kali diganggu oleh gerombolan bajak laut, tetapi mereka selalu berhasil mengalahkan gerombolan itu. Kabar tersebut terdengar sampai ke telinga Bendahara Paduka Raja Bintan. Ia pun mengangkat mereka sebagai anak angkatnya.
Suatu hari di istana Majapahit terjadi sebuah kegaduhan. Taming Sari prajurit Majapahit yang sudah tua tapi amat tangguh, tiba-tiba mengamuk. Mengetahui keadaan itu, Hang Tuah kemudian menghadang, Taming Sari, dan berhasil mengalahkannya. Hang Tuah kemudian diberi gelar Laksamana dan dihadiahi keris Taming Sari.
Sumber: https://www.detik.com/sumut/budaya/d-7082302/ringkasan-cerita-hang-tuah-dan-nila-mo'e-kisah-cinta-sejati-dari-sumatra-dan-malaysia
Kata arkais tidak dijumpai dalam kutipan teks tersebut karena....
naskah Hang Tuah tidak termasuk hikayat
naskah Hang Tuah diciptakan di era modern ketika kata arkais sudah tidak lagi dikenal
kutipan tersebut merupakan sinopsis yang penggunaan bahasanya berbeda dengan hikayat
kutipan tersebut tidak terkait dengan hikayat manapun
kata arkais tidak terdapat dalam hikayat manapun
Pada masa lalu, dikenal seorang ksatria bernama Hang Tuah. Saat berumur sepuluh tahun, Hang Tuah pergi berlayar ke Laut Cina Selatan disertai empat sahabatnya, yaitu Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu.
Dalam perjalanan, mereka berkali-kali diganggu oleh gerombolan bajak laut, tetapi mereka selalu berhasil mengalahkan gerombolan itu. Kabar tersebut terdengar sampai ke telinga Bendahara Paduka Raja Bintan. Ia pun mengangkat mereka sebagai anak angkatnya.
Suatu hari di istana Majapahit terjadi sebuah kegaduhan. Taming Sari prajurit Majapahit yang sudah tua tapi amat tangguh, tiba-tiba mengamuk. Mengetahui keadaan itu, Hang Tuah kemudian menghadang, Taming Sari, dan berhasil mengalahkannya. Hang Tuah kemudian diberi gelar Laksamana dan dihadiahi keris Taming Sari.
Nilai yang terkandung dalam paragraf pertama kutipan tersebut adalah ....
Budaya
Sosial
Kepahlawanan
Keagamaan
Persahabatan
Pada masa lalu, dikenal seorang ksatria bernama Hang Tuah. Saat berumur sepuluh tahun, Hang Tuah pergi berlayar ke Laut Cina Selatan disertai empat sahabatnya, yaitu Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu.
Dalam perjalanan, mereka berkali-kali diganggu oleh gerombolan bajak laut, tetapi mereka selalu berhasil mengalahkan gerombolan itu. Kabar tersebut terdengar sampai ke telinga Bendahara Paduka Raja Bintan. Ia pun mengangkat mereka sebagai anak angkatnya.
Suatu hari di istana Majapahit terjadi sebuah kegaduhan. Taming Sari prajurit Majapahit yang sudah tua tapi amat tangguh, tiba-tiba mengamuk. Mengetahui keadaan itu, Hang Tuah kemudian menghadang, Taming Sari, dan berhasil mengalahkannya. Hang Tuah kemudian diberi gelar Laksamana dan dihadiahi keris Taming Sari.
Hal yang dapat diteladani dan dijadikan inspirasi penulisan cerpen dari kutipan hikayat tersebut adalah ....
kebiasaan berkelahi menggunakan keris
melakukan perjalanan dengan berlayar
persahabatan dan perjuangan yang menjadikan seseorang sukses
kemampuan mengalahkan bajak laut
kehidupan di era Majapahit, dimana segala sesuatu harus diatasi dengan pertempuran
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhak jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhak, “Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benarnya?”
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu pada teks tersebut adalah ....
Kemudian
Lalu
Maka
Setelah itu
Selanjutnya
Kebijaksaanan Bakhtiar itu amatlah menarik hati raja, lalu baginda meminta kepada saudagar Idris supaya Bakhtiar ditinggalkan diam istana, bersama-sama baginda tidak sekali kali baginda mengetahui bahwa Bakhtiar ialah putera baginda sendiri maka dari semenjak itu senantisalah Bakhtiar berdamping dengan raja. Hal ini telah menimbulkan rasa dengki sekalian menteri-menteri dan orang besar-besar kepadanya, karena cakap-cakap mereka seolah-olahnya tiada terpakai lagi kepada raja.
Mereka telah mengadakan mufakat lalu memfitnahkan Bakhtiar dengan tuduhan mengatakan ia telah mencuri emas milik raja.
Aspek nilai kehidupan yang paling menonjol dalam teks hikayat tersebut adalah nilai ....
budaya
Agama
Estetika
Moral
Sosial
Kebijaksaanan Bakhtiar itu amatlah menarik hati raja, lalu baginda meminta kepada saudagar Idris supaya Bakhtiar ditinggalkan diam istana, bersama-sama baginda tidak sekali kali baginda mengetahui bahwa Bakhtiar ialah putera baginda sendiri maka dari semenjak itu senantisalah Bakhtiar berdamping dengan raja. Hal ini telah menimbulkan rasa dengki sekalian menteri-menteri dan orang besar-besar kepadanya, karena cakap-cakap mereka seolah-olahnya tiada terpakai lagi kepada raja.
Mereka telah mengadakan mufakat lalu memfitnahkan Bakhtiar dengan tuduhan mengatakan ia telah mencuri emas milik raja.
Isi pokok hikayat tersebut adalah ..
sifat bijaksana Bakhtiar membuat raja tertarik dengannya
Bakhtiar sebenarnya putra raja
para menteri membenci sifat raja
para menteri membenci sifat Bakhtiar
para Menteri memfitnah Bakhtiar
Kebijaksaanan Bakhtiar itu amatlah menarik hati raja, lalu baginda meminta kepada saudagar Idris supaya Bakhtiar ditinggalkan diam istana, bersama-sama baginda tidak sekali kali baginda mengetahui bahwa Bakhtiar ialah putera baginda sendiri maka dari semenjak itu senantisalah Bakhtiar berdamping dengan raja. Hal ini telah menimbulkan rasa dengki sekalian menteri-menteri dan orang besar-besar kepadanya, karena cakap-cakap mereka seolah-olahnya tiada terpakai lagi kepada raja.
Mereka telah mengadakan mufakat lalu memfitnahkan Bakhtiar dengan tuduhan mengatakan ia telah mencuri emas milik raja.
Karakteristik yang menonjol dalam teks hikayat tersebut adalah ....
Istana sentris
Kemustahilan
Tokoh memiliki kesaktian
Menggunakan alur berbingkai
Menggunakan alur mundur
Arkian maka si miskin pun sampailah kepada tempatnya setelah dilihat oleh istrinya akan suaminya datang itu membawa buah mempelam setangkai maka ia tertawa-tawa seraya disambutnya lalu dimakannya. Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya ia pun menangis pula hendak makan nangka yang di dalam taman raja itu juga. Maka si miskin itu pun pergilah pula memohonkan kepada baginda itu, maka sujudlah pula ia kepada baginda. Maka titah baginda “apa pulak hendakmu hai miskin,” maka sahut si miskin: “ya tuanku, ampun beribu-ribu ampun serta ia sujud kepadanya lalu, diletakkannya ke tanah serta ia berkata pula: “hamba ini orang miskin hamba minta daun nangka yang gugur ke bumi barang sehelai”.
Maka titah baginda, hai miskin hendak kau buatkan apa daun nangka baiklah aku beri buahnya barang sebiji.” Maka diberikan kepada si miskin itu maka ia pun sujud seraya bermohon kembali mendapatkan istrinya itu, maka ia pun sampailah, setelah dilihat oleh istrinya itu suaminya datang maka disambutnya buah nangka itu lalu dimakan oleh istrinya.
Sumber: Roza, 2014
Kata arkais arkais pada teks tersebut merupakan jenis kata ....
Kerja material
Kata Benda
Konjungsi
Kata keterangan
Kata seru
Arkian maka si miskin pun sampailah kepada tempatnya setelah dilihat oleh istrinya akan suaminya datang itu membawa buah mempelam setangkai maka ia tertawa-tawa seraya disambutnya lalu dimakannya. Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya ia pun menangis pula hendak makan nangka yang di dalam taman raja itu juga. Maka si miskin itu pun pergilah pula memohonkan kepada baginda itu, maka sujudlah pula ia kepada baginda. Maka titah baginda “apa pulak hendakmu hai miskin,” maka sahut si miskin: “ya tuanku, ampun beribu-ribu ampun serta ia sujud kepadanya lalu, diletakkannya ke tanah serta ia berkata pula: “hamba ini orang miskin hamba minta daun nangka yang gugur ke bumi barang sehelai”.
Maka titah baginda, hai miskin hendak kau buatkan apa daun nangka baiklah aku beri buahnya barang sebiji.” Maka diberikan kepada si miskin itu maka ia pun sujud seraya bermohon kembali mendapatkan istrinya itu, maka ia pun sampailah, setelah dilihat oleh istrinya itu suaminya datang maka disambutnya buah nangka itu lalu dimakan oleh istrinya.
Sumber: Roza, 2014
Sudut pandang yang digunakan dalam teks tersebut adalah ....
orang pertama tokoh utama
orang pertama tokoh sampingan
orang kedua tokoh utama
orang ketiga serbatahu
orang ketiga pengamat
Arkian maka si miskin pun sampailah kepada tempatnya setelah dilihat oleh istrinya akan suaminya datang itu membawa buah mempelam setangkai maka ia tertawa-tawa seraya disambutnya lalu dimakannya. Maka adalah antaranya tiga bulan lamanya ia pun menangis pula hendak makan nangka yang di dalam taman raja itu juga. Maka si miskin itu pun pergilah pula memohonkan kepada baginda itu, maka sujudlah pula ia kepada baginda. Maka titah baginda “apa pulak hendakmu hai miskin,” maka sahut si miskin: “ya tuanku, ampun beribu-ribu ampun serta ia sujud kepadanya lalu, diletakkannya ke tanah serta ia berkata pula: “hamba ini orang miskin hamba minta daun nangka yang gugur ke bumi barang sehelai”.
Maka titah baginda, hai miskin hendak kau buatkan apa daun nangka baiklah aku beri buahnya barang sebiji.” Maka diberikan kepada si miskin itu maka ia pun sujud seraya bermohon kembali mendapatkan istrinya itu, maka ia pun sampailah, setelah dilihat oleh istrinya itu suaminya datang maka disambutnya buah nangka itu lalu dimakan oleh istrinya.
Sumber: Roza, 2014
Kutipan translatif pada hikayat tersebut menceritakan tentang ....
buah mempelam ajaib
buah nangka ajaib
Raja yang baik hati
Si miskin yang kebiasaan mengemis
Keinginan istri si miskin
Suara itupun menyentuh gendang telinga raja hutan, yakni, singa. Ia sangat ketakutan karena tidak mengenal lembu sebelumnya. Ketakutan raja hutan dirasakan pula oleh seekor serigala yang bernama Dimnah. Hal ini kemudian disampaikan Dimnah kepada saudaranya yang juga seekor serigala yang bernama Kalilah.
Karena keinginannya untuk menjadi orang mulia dan dekat dengan raja, Dimnah akhirnya bertemu dengan raja singa dan menanyakan perihal kegundahan hati yang membuat raja hutan berhan-han tidak keluar dari kamarnya.
Majas personifikasi dalam kutipan hikayat tersebut ditunjukkan pada kalimat ....
kelima
Keempat
Ketiga
Kedua
Pertama
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itupun, sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata dititahkan pada teks tersebut memiliki makna ....
Disuruh
Diperintah
Diizinkan
Diminta
Dipanggil
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itupun, sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung dalam teks tersebut adalah nilai ...
Nilai agama
Nilai sosial
Nilai budaya
Nilai ekonomi
Nilai politik
Perhatikan kalimat berikut!
(1) Bu Guru pun tersenyum
(2) Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu Guru di depan kelas
(3) Bu Guru bertanya, kenapa disebut hukum kantong kresek.
(4) Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantangnya
(5) Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu
(6) Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
Susunan kalimat agar sesuai dengan struktur teks anekdot adalah ....
(1)-(2)-(3)-(4)-(5)-(6)
(2)-(4)-(5)-(3)-(6)-(1)
3)-(4)-(1)-(5)-(2)-(6)
(1)-(2)-(4)-(3)-(5)-(6)
(3)-(2)-(1)-(4)-(5)-(6)
Caca membeli kue dari seorang nenek di pinggir jalan. Agar tidak terlalu terasa canggung, Cucu pun memulai obrolan “Nek, sudah lama jualan kue?” “Sudah sekitar 35 tahun, Nak,” jawab nenek.
Caca kembali bertanya, “Memangnya tidak ada yang membantu, Nek? Anak-anak Nenek kemana?”
“Anak-anak saya sibuk bekerja, ada yang di Polda, rumah sakit, dan juga sekolah.”
Caca pun kagum mendengar jawaban nenek itu. “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua, ya?”
“Tidak juga, Nak. Mereka juga jualan kue.”
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/teks-anekdot-singkat-beserta-struktur-hingga-kaidah-kebahasaan-nya - dengan penyesuaian
Kritik terhadap kondisi sosial yang terdapat pada teks tersebut adalah ....
status ekonomi masyarakat bawah yang sulit berubah
banyaknya profesi penjual kue
penjual kue biasanya adalah orang tua
anak tidak membantu orang tuanya
anak tidak membantu orang tuanya
Caca membeli kue dari seorang nenek di pinggir jalan. Agar tidak terlalu terasa canggung, Cucu pun memulai obrolan “Nek, sudah lama jualan kue?” “Sudah sekitar 35 tahun, Nak,” jawab nenek.
Caca kembali bertanya, “Memangnya tidak ada yang membantu, Nek? Anak-anak Nenek kemana?”
“Anak-anak saya sibuk bekerja, ada yang di Polda, rumah sakit, dan juga sekolah.”
Caca pun kagum mendengar jawaban nenek itu. “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua, ya?”
“Tidak juga, Nak. Mereka juga jualan kue.”
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/teks-anekdot-singkat-beserta-struktur-hingga-kaidah-kebahasaan-nya - dengan penyesuaian
Kritik sosial dalam kutipan teks tersebut dapat dinilai memiliki akurasi yang baikKritik sosial dalam kutipan teks tersebut dapat dinilai memiliki akurasi yang baik apabila disampaikan dalam situasi ....
ketika isu perbaikan status ekonomi antaragenerasi sedang aktual
ketika pemilu sedang diselenggarakan
ketika pemilu sedang diselenggarakanketika bencana alam baru saja terjadi
ketika liburan sekolah tiba
ketika negara sedang menggalakkan program keluarga berencana
(1) Bunga Melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia. (2) Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa negara Indonesia atau bunga dari puspa bangsa. (3) Artinya,bunga ini diakui sebagai salah satu bunga ciri khas Indonesia. (4) Pohon Melati tingginya sedang, sekitar setengah tinggi rata-rata orang dewasa atau setelah diukur tinggi tepatnya Adalah 83 cm. (5) Batangnya bulat berkayu dengan tinggi 4 – 60 cm. (6) Batang tumbuhannya bercabang dan berwarna cokelat di bagian pangkal serta cokelat muda di bagian ujungnya.
Pernyataan umum pada teks tersebut dinyatakan dalam kalimat ....
Deskripsi
Perbandingan
Klasifikasi
Imperatif
Definisi
