NEW
Font size
WorksheetsFarmakognosi XII – Ekstraksi dan Sediaan Galenika
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Suhu penyarian sangat memengaruhi hasil penarikan pada proses maserasi, digerasi, dan infundasi. Suhu penyarian untuk proses maserasi adalah
10–20°C
15–25°C
35–45°C
90–98°C
100°C
Suhu penyarian untuk proses digerasi adalah
10–20°C
15–25°C
35–45°C
90–98°C
100°C
Suhu penyarian untuk proses infundasi adalah
10–20°C
15–25°C
35–45°C
90–98°C
100°C
Berdasarkan bentuknya, sediaan galenika dapat dikelompokkan menjadi hasil penyarian/ekstraksi, penyulingan, pererasan, dan sirup. Yang termasuk sediaan galenika dari hasil penyarian adalah
Aqua aromaticae
Ekstrak
Olea pingua
Olea volatilia
Sirup
Sediaan galenika dari hasil penyulingan adalah
Ekstrak
Infusa
Olea volatilia
Sirup
Tinctura
Sediaan galenika dari hasil peremasan adalah
Dekokta
Ekstrak
Olea pingua
Olea volatilia
Sirup
Cairan penyari yang berfungsi sebagai cairan penambah pada cairan menstruum untuk penyarian simplisia yang mengandung zat samak adalah
Air
Etanol
Gliserolum
Kloroform
n-heksana
Cairan penyari yang biasanya digunakan untuk menghilangkan lemak dari simplisia yang mengandung lemak-lemak yang tidak diperlukan sebelum simplisia tersebut dibuat menjadi sediaan galenika adalah
Air
Etanol
Gliserolum
Kloroform
n-heksana
Cairan penyari yang hanya dapat melarutkan zat-zat tertentu dan umumnya merupakan pelarut yang baik untuk alkaloida, glikosida, damar, minyak atsiri, tetapi bukan pelarut yang baik untuk jenis gom, gula, dan albumin adalah
Air
Etanol
Gliserolum
Kloroform
n-heksana
Cairan penyari yang berfungsi sebagai bahan pelarut yang baik untuk basa alkaloida, damar, minyak lemak dan minyak atsiri adalah
Air
Etanol
Gliserolum
Kloroform
n-heksana
Berikut ini yang bukan cara pembuatan ekstrak adalah
Infudasi
Maserasi
Penyaringan
Perkolasi
Sokletasi
Yang tidak termasuk dalam tahap ekstraksi adalah
Pemanasan
Pembasahan
Pembuatan serbuk
Pemekatan
Penyarian
Simplisia yang perlu dihaluskan sebelum diekstraksi adalah
Cinnamomi cortex
Glycyrrhizae radix
Psidii folium
Sennae folium
Zingiberis rhizoma
Penyarian dengan pelarut eter dilakukan untuk
Infudasi
Maserasi
Penyaringan
Perkolasi
Sokletasi
Faktor yang memperlambat proses penyarian adalah
Cahaya
Kelembaban
Teknik infudasi umumnya menggunakan pelarut...
Aseton
Etanol
Eter
Metanol
Air
Dalam monografi, jika tidak dinyatakan lain maka setiap milliliter ekstrak mengandung bahan aktif sebanyak..
0,25 gram
0,5 gram
1 gram
2 gram
2,5 gram
Cemaran mikroba pada ekstrak tidak diuji dengan...
Angka aflatoksin
Angka kapang-khamir
Angka lempeng total
Angka nilai duga terdekat
Angka neurotoksin
Pernyataan di bawah ini yang merupakan parameter mutu ekstrak yang nonspesifik adalah
Bagian tanaman
Nama latin tanaman
Pola kromatogram
Organoleptik
Susut pengeringan
Simplisia dapat mengandung beberapa senyawa aktif, kecuali
Alkaloida
Glikosida
Metaloid
Minyak atsiri
Minyak lemak
Beberapa cairan penarik tinctura yaitu: campuran eter dan etanol, campuran anggur dan etanol, etanol yang ditambah asam sulfat, air dan selain etanol. Contoh tinctura yang cairan penariknya campuran eter dan etanol adalah ...
Tinctura acida aromaticae
Tinctura Chinae compositae
Tinctura rhei aquosa
Tinctura rhei vinosa
Tinctura valerianae aetherea
Hasil penyarian dengan cara mengekstraksi simplisia nabati menggunakan pelarut air, pada suhu 90°C selama 15 menit adalah.
Dekokta/infusa
Ekstrak
Olea pingua
Olea volatilita
Tinctura
Infusa yang tidak mengandung bahan obat keras dalam pembuatannya menggunakan 10% simplisia, kecuali dinyatakan lain untuk membuat infusa temulawak 100 bagian diperlukan...
0,5 bagian
3 bagian
4 bagian
5 bagian
6 bagian
Infusa yang tidak mengandung bahan obat keras dalam pembuatannya menggunakan 10% simplisia, kecuali dinyatakan lain untuk membuat infusa daun kumis kucing 100 bagian diperlukan
0,5 bagian
3 bagian
4 bagian
5 bagian
6 bagian
Infusa yang tidak mengandung bahan obat keras dalam pembuatannya menggunakan 10% simplisia, kecuali dinyatakan lain untuk membuat infusa kulit kina 100 bagian diperlukan
0,5 bagian
3 bagian
4 bagian
5 bagian
6 bagian
Infusa yang tidak mengandung bahan obat keras dalam pembuatannya menggunakan 10% simplisia, kecuali dinyatakan lain untuk membuat infusa Secale Cornutum 100 bagian diperlukan
0,5 bagian
3 bagian
4 bagian
5 bagian
6 bagian
Pada pembuatan infusa sering kali ditambahkan bahan-bahan lain dengan tujuan untuk menambah kelarutan, kestabilan, dan menghilangkan zat-zat yang menyebabkan efek lain. Pada pembuatan infusa kulit kina ditambahkan zat
Asam Fosfat
Asam sitrat
Natrium Bicarbonat
Natrium Karbonat
Natrium sulfat
Pada pembuatan infusa sering kali ditambahkan bahan-bahan lain dengan tujuan untuk menambah kelarutan, kestabilan, dan menghilangkan zat-zat yang menyebabkan efek lain. Pada pembuatan infusa simplisia yang mengandung antrakuinon ditambahkan zat...
Asam Fosfat
Asam sitrat
Natrium Bicarbonat
Natrium Karbonat
Natrium sulfat
Pada umumnya, infusa diserai selagi panas kecuali pada infusa tertentu harus diserai setelah dingin. Infusa yang diserai setelah dingin adalah infusa dari simplisia yang mengandung zat berkhasiat..
Mudah menguap
Antrakuinon
Tanin tinggi
Alkaloida
Pati tinggi
Pada umumnya, infusa diserkai selagi panas kecuali pada infusa tertentu harus diserkai setelah dingin. Infusa yang diserkai setelah dingin dan tidak boleh diperas karena mengandung lendir berasal dari simplisia apa?
Asam jawa
Daun digitalis
Garam K dan Ca
Kulit kina
Temulawak
