Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Semester I

Total questions: 39

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.
Di sebuah sekolah, OSIS mengadakan pemilihan ketua OSIS secara demokratis. Setiap siswa memiliki hak untuk memilih tanpa tekanan, dan para calon diberi kesempatan menyampaikan visi misi mereka. Dalam prosesnya, panitia menegaskan bahwa tidak boleh ada tindakan diskriminasi, intimidasi, atau paksaan. Slogan pemilu OSIS tahun ini adalah: “Suara Anda Berharga: Memilih dengan Hati Nurani.” Guru Pendidikan Agama Kristen mengaitkan proses ini dengan nilai iman Kristen yang menghormati martabat setiap manusia sebagai ciptaan Allah (Kejadian 1:27). Proses pemilihan ketua OSIS di atas mencerminkan pelaksanaan Demokrasi karena
a)
A.Calon ketua OSIS dipilih berdasarkan popularitas.
b)
Panitia menentukan siapa yang layak menjadi ketua.
c)
Setiap siswa diberikan hak memilih secara bebas.
d)
Hanya siswa berprestasi yang boleh memilih.
e)
Visi misi tidak memengaruhi hasil pemilihan.
2.
Gereja mengajarkan bahwa manusia adalah gambar Allah (Kejadian 1:27), sehingga setiap orang berhak diperlakukan secara adil dan bermartabat. Hubungan antara ajaran Kejadian 1:27 tentang manusia sebagai gambar Allah dan penegakan HAM adalah
a)
Manusia boleh bertindak sesuka hati karena gambar Allah
b)
Semua manusia harus dihormati karena memiliki martabat ilahi
c)
Manusia hanya memiliki hak rohani
d)
HAM hanya berlaku bagi orang Kristen
e)
Martabat manusia ditentukan oleh jabatan
3.
Saat ibadah pemuda, tema yang diangkat adalah “Kasih dan Keadilan sebagai Wujud HAM dalam Iman Kristen.” Pembina pemuda mengutip Yesaya 1:17: “Belajarlah berbuat baik; usahakan keadilan, kendalikan orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkan perkara janda-janda.” Yesaya 1:17 menekankan pentingnya
a)
A.Mengutamakan kekuasaan
b)
B.Melindungi kelompok lemah sebagai wujud keadilan
c)
C.Memenangkan kelompok yang kuat
d)
D.Membiarkan ketidakadilan terjadi
e)
E.Meningkatkan status sosial pribadi
4.
Matius 22:39 (“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”) dan menegaskan bahwa remaja Kristen harus aktif menghargai hak orang lain sebagai wujud iman. Tindakan remaja yang sesuai dengan Matius 22:39 sebagai wujud tanggung jawab terhadap HAM adalah
a)
Memaksakan pendapat sendiri
b)
Membully teman yang lemah
c)
Hanya memperhatikan hak pribadi
d)
Mengabaikan perbedaan
e)
Membela hak teman yang didiskriminasi
5.
Seorang remaja Kristen bernama Samuel merasa prihatin melihat teman-temannya melakukan perundungan di sekolah. Ia memutuskan membuat video pendek bertema: “Stop Bullying: Kau Berharga di Mata Tuhan.” Video ini mengutip Kejadian 1:27 dan Matius 22:39. Setelah videonya ditonton oleh banyak teman, beberapa siswa yang biasanya membully mulai menyadari kesalahan dan berhenti melakukannya. Guru sekolah memuji inisiatif Samuel sebagai contoh karya yang menginspirasi perubahan demi menghargai martabat manusia. Karya Samuel menunjukkan bahwa remaja Kristen
a)
Pasif terhadap pelanggaran HAM
b)
Hanya peduli pada penilaian
c)
Kreatif dalam memperjuangkan martabat manusia
d)
Fokus pada prestasi pribadi
e)
Tidak memperhatikan iman
6.
Di sebuah SMA Kristen, OSIS menyelenggarakan kegiatan “Voice for All” yang bertujuan memberikan ruang bagi seluruh siswa untuk menyampaikan aspirasi mereka tanpa membedakan latar belakang sosial, suku, agama, atau kemampuan akademik. Salah satu programnya adalah menyediakan kotak aspirasi dan forum dialog yang difasilitasi guru agama. Beberapa siswa awalnya merasa takut untuk berbicara, tetapi setelah mengikuti forum ini, mereka mulai berani menyampaikan pendapat secara sopan dan bertanggung jawab. Kegiatan ini kemudian diakui sebagai wujud kepedulian terhadap hak menyampaikan pendapat sebagai salah satu hak asasi manusia, tindakan siswa yang paling tepat dilakukan agar kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap HAM adalah
a)
Mengkritik teman yang tidak berani menyampaikan pendapat secara terbuka.
b)
Menyampaikan aspirasi dengan tegas meskipun dapat menyinggung orang lain.
c)
Membantu teman yang kurang percaya diri untuk berani menyampaikan pendapatnya dengan penuh kasih.
d)
Mengisi kotak aspirasi hanya dengan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama.
e)
Mengabaikan forum dialog karena sudah ada siswa lain yang menyampaikan pendapat
7.
Dalam rapat musyawarah desa “Sinar Harapan”, seluruh warga diundang untuk memberikan pendapat mengenai penggunaan dana desa. Beberapa warga dari kelompok minoritas awalnya merasa ragu untuk menyampaikan pendapat karena takut tidak dihargai. Namun, kepala desa menegaskan bahwa semua warga memiliki hak yang sama untuk bersuara. Rapat berjalan secara terbuka, keputusan diambil secara mufakat, dan hasilnya mendukung pembangunan fasilitas umum yang dapat digunakan oleh seluruh warga, tanpa diskriminasi, mewujudkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia adalah
a)
Membiarkan kelompok mayoritas menentukan keputusan karena jumlah mereka lebih banyak.
b)
Mengutamakan kepentingan pribadi agar merasa lebih diuntungkan dalam proses musyawarah.
c)
Membatasi hak kelompok minoritas karena dianggap tidak terlalu berpengaruh dalam pengambilan keputusan.
d)
Memberi kesempatan yang sama kepada seluruh warga untuk menyampaikan pendapat tanpa memandang latar belakang.
e)
Mengambil keputusan secara sepihak oleh aparat desa agar lebih cepat dan efisien.
8.
Dalam diskusi kelompok PAK kelas XII, siswa diminta mencari ayat Alkitab yang mencerminkan nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Rina menemukan Galatia 3:28 yang menekankan kesetaraan semua orang di dalam Kristus. Sementara itu, Dodi mengutip. Matius 7:12 yang mengajarkan prinsip memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain. Yang menunjukkan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia melalui kesetaraan dan penghargaan terhadap martabat setiap manusia adalah
a)
Galatia 3:28 – “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau Yunani… kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”
b)
Amsal 10:4 – “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”
c)
Yakobus 2:17 – “Iman tanpa perbuatan adalah mati.”
d)
Yohanes 11:35 – “Maka menangislah Yesus.”
e)
Lukas 19:8 – “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin.”
9.
Pada tingkat global, organisasi Amnesty International aktif memperjuangkan pembebasan tahanan politik yang dipenjara karena menyuarakan pendapatnya secara damai. Sementara itu, di tingkat lokal, pemerintah kota "Harapan Baru" mengadakan forum diskusi terbuka bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan publik. Semua warga, termasuk kaum minoritas dan kelompok rentan, diberi kesempatan yang sama untuk berbicara dan ikut menentukan keputusan bersama. Contoh praktik demokrasi dan HAM di konteks global dan lokal tampak nyata melalui tindakan
a)
Pemerintah kota menentukan kebijakan tanpa mendengar suara warga demi memastikan proses berjalan cepat.
b)
Amnesty International hanya membantu tokoh terkenal agar mudah mendapatkan dukungan publik.
c)
Forum diskusi terbuka yang mengizinkan setiap warga menyampaikan pendapat secara setara dan damai.
d)
Warga minoritas memilih diam dalam forum karena khawatir pendapatnya tidak dianggap penting.
e)
Hak kebebasan berpendapat dijalankan secara bebas tanpa memperhatikan etika dan tanggung jawab
10.
Indonesia menjunjung tinggi demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan. Misalnya, di beberapa daerah, masih ada praktik diskriminasi terhadap kelompok minoritas dalam memperoleh pelayanan publik. Selain itu, kasus pelanggaran hak kebebasan berpendapat juga terjadi ketika masyarakat yang menyampaikan kritik justru mendapat tekanan. Di lingkungan sekolah, beberapa siswa tidak diberi kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapatnya dalam rapat OSIS karena dianggap kurang popular, permasalahan yang berkaitan dengan praktik demokrasi dan HAM di Indonesia adalah
a)
Semua warga negara dipersilakan menyampaikan kritik dengan bebas tanpa batas.
b)
Kelompok minoritas memiliki kesulitan mengakses hak mereka karena diskriminasi.
c)
OSIS memberikan kesempatan hanya kepada ketua untuk berbicara sebagai wakil semua siswa.
d)
Pemerintah selalu memastikan semua kritik diterima tanpa pengecualian.
e)
Siswa kurang populer tetap diberi kesempatan yang lebih besar untuk berbicara
11.
Dalam rapat OSIS di SMA Kasih Setia, beberapa siswa merasa takut berbicara karena khawatir pendapat mereka tidak didengar. Namun, Andi sebagai remaja Kristen, tergerak untuk memberikan dukungan kepada teman-temannya agar berani menyampaikan pendapat dengan sopan. Ia juga mengusulkan agar setiap anggota diberi waktu yang sama untuk berbicara. Setelah itu, keputusan diambil secara musyawarah dengan mempertimbangkan kepentingan bersama. Guru memuji sikap Andi karena ia telah mencerminkan nilai iman Kristen dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraa. Tugas dan tanggung jawab remaja Kristen dalam mewujudkan demokrasi dan hak asasi manusia ditunjukkan melalui tindakan
a)
Menjadi ketua rapat agar dapat menentukan keputusan sendiri secara cepat.
b)
Memberi kesempatan yang sama kepada setiap anggota untuk menyampaikan pendapat dalam musyawarah.
c)
Mengabaikan pendapat teman yang berbeda agar tidak terjadi perdebatan panjang.
d)
Membiarkan kelompok mayoritas membuat keputusan tanpa melibatkan yang lain.
e)
Mendorong teman-temannya untuk mengkritik secara bebas tanpa memedulikan etika.
12.
Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional, sekolah meminta para siswa membuat proyek kreatif sebagai bentuk kepedulian terhadap demokrasi dan HAM. Kelompok 1 membuat video pendek tentang pentingnya menghormati pendapat orang lain dalam diskusi. Kelompok 2 membuat poster yang menonjolkan hak kebebasan berpendapat tetapi tidak membahas tentang tanggung jawab moral. Kelompok 3 membuat lagu rohani bertema kasih, tetapi tanpa mengaitkan dengan demokrasi dan HAM. Kelompok 4 membuat komik digital yang menceritakan seorang remaja memperjuangkan kesetaraan bagi teman yang didiskriminasi karena latar belakangnya. Karya yang paling mencerminkan kepedulian terhadap demokrasi dan HAM sesuai dengan nilai iman Kristen adalah
a)
Kelompok 2, karena menonjolkan kebebasan berbicara tanpa mempersoalkan tanggung jawab.
b)
Kelompok 3, karena lagu rohani secara otomatis menggambarkan demokrasi dan HAM.
c)
Kelompok 4, karena komiknya menunjukkan perjuangan melawan diskriminasi dan menjunjung kesetaraan.
d)
Kelompok 1, karena video mereka hanya membahas diskusi biasa tanpa menyentuh nilai HAM.
e)
Kelompok 2 dan 3, karena keduanya menampilkan nilai yang bersifat rohani
13.
Dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia, OSIS SMA Kasih Karunia mengadakan kegiatan “Voice for Justice” yang mengajak siswa membuat video edukasi tentang pentingnya menghormati hak setiap orang di lingkungan sekolah, termasuk hak untuk berpendapat, beribadah, dan mendapatkan perlakuan yang adil. Sebagai remaja Kristen, tindakan ini menunjukkan bentuk kepedulian terhadap demokrasi dan HAM. Dari sudut pandang etika Kristen, kegiatan tersebut paling tepat didasari oleh pemahaman bahwa
a)
Hak asasi manusia harus dijunjung tinggi karena dijamin oleh hukum negara.
b)
Demokrasi dan HAM merupakan bagian dari budaya global yang harus diikuti oleh setiap warga negara.
c)
Setiap manusia memiliki martabat yang sama karena diciptakan segambar dan serupa dengan Allah.
d)
Penghormatan terhadap HAM hanya penting jika didukung oleh mayoritas dalam sistem demokrasi.
e)
Kegiatan demokrasi dan HAM perlu dilakukan agar sekolah terlihat modern dan inklusif.
14.
Dalam perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30), tuan memberikan talenta kepada para hambanya sesuai kemampuan masing-masing. Dari sudut pandang iman Kristen, talenta yang dimaksud bukan hanya harta, tetapi juga kemampuan atau potensi yang diberikan Allah kepada manusia. Berdasarkan hal tersebut, pengertian yang paling tepat tentang talenta adalah
a)
Kemampuan yang hanya dimiliki oleh orang-orang berbakat secara alami sejak lahir.
b)
Kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi melalui usaha keras.
c)
Pemberian Allah berupa kemampuan atau potensi yang harus dikembangkan dan dipertanggungjawabkan.
d)
Keahlian dalam bidang seni atau musik yang diperoleh melalui latihan intensif.
e)
Harta duniawi yang dapat ditukar menjadi keuntungan ekonomi
15.
Rani adalah seorang siswi yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Awalnya, dia hanya menggunakan kemampuannya untuk menjadi MC pada acara sekolah dan meningkatkan kepercayaan diri pribadi. Namun, setelah mengikuti retret rohani sekolah, ia mulai menyadari bahwa kemampuannya dapat digunakan untuk membagikan kabar baik kepada teman-temannya yang sedang mengalami kesulitan. Akhirnya, Rani bergabung dalam tim pelayanan remaja untuk menyampaikan renungan singkat di persekutuan. Berdasarkan kisah Rani, cara pemanfaatan talenta dalam kehidupan seorang remaja Kristen yang paling sesuai dengan ajaran Alkitab adalah
a)
Mengembangkan talenta hanya jika ada keuntungan materi yang jelas.
b)
Menggunakan talenta sebatas untuk membangun rasa percaya diri pribadi.
c)
Mengembangkan talenta untuk kepentingan diri sendiri dan sebagai sarana pemberdayaan orang lain.
d)
Mempertahankan talenta tanpa perlu menggunakannya agar tidak salah pergaulan.
e)
Menggunakan talenta hanya ketika mendapatkan penghargaan dari orang lain
16.
Dalam sebuah kegiatan sekolah, siswa kelas XII diminta melakukan debat dengan tema: “Apakah talenta pribadi harus digunakan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara?” Kelompok pro berpendapat bahwa setiap talenta, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik, adalah sarana untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Sementara kelompok kontra berargumen bahwa talenta adalah hak pribadi dan tidak wajib digunakan untuk kepentingan negara. Sikap yang paling tepat sebagai seorang remaja Kristen untuk mendukung argumenmu adalah
a)
Menyatakan bahwa talenta adalah pemberian Tuhan yang harus dikembangkan untuk kemuliaan-Nya dan kesejahteraan bangsa.
b)
Menegaskan bahwa talenta lebih penting digunakan untuk mencari pekerjaan bergaji tinggi tanpa memikirkan negara.
c)
Mengatakan bahwa bangsa dan negara tidak membutuhkan kontribusi dari individu yang memiliki talenta khusus.
d)
Menyampaikan bahwa pengabdian kepada negara hanya tanggung jawab pemerintah, bukan remaja Kristen.
e)
Berpendapat bahwa talenta boleh digunakan untuk negara jika sudah tidak dipakai lagi untuk kepentingan pribadi.
17.
Jonathan menyadari bahwa ia memiliki talenta dalam bidang musik, khususnya bermain gitar. Pada awalnya, ia hanya memainkan gitar untuk kesenangan pribadi. Namun, setelah mengikuti seminar rohani tentang “Talenta sebagai Anugerah Tuhan,” ia merasa terdorong untuk mengembangkan kemampuannya agar lebih bermanfaat. Ia mulai mencari guru les gitar, rutin berlatih, mengikuti latihan ibadah remaja di gereja, lalu membuat presentasi tentang “Peran Musik dalam Membangun Iman Remaja” yang ia sampaikan di kelompok kecil remaja gereja. Yang paling tepat menggambarkan proses pengembangan talenta menurut iman Kristen adalah
a)
Menyadari talenta, berlatih mandiri tanpa tujuan, dan hanya menunjukkan kemampuan saat lomba sekolah.
b)
Mengenali talenta, mengembangkan melalui latihan rutin, menggunakan dalam pelayanan, lalu mempresentasikan manfaatnya bagi orang lain.
c)
Menyimpan talenta sebagai kemampuan pribadi dan menunggu kesempatan tanpa usaha mengembangkannya.
d)
Mengasah talenta hanya untuk mencari popularitas dan pujian dari teman-teman.
e)
Berlatih talenta tanpa memikirkan bagaimana hal itu bisa memberkati sesama.
18.
Dalam sebuah seminar rohani bertema “Gereja dan Tantangan Zaman”, para peserta mendiskusikan bahwa gereja sering menghadapi perubahan zaman, seperti perkembangan teknologi, gaya hidup generasi muda, dan meningkatnya ketidakpedulian terhadap nilai-nilai iman. Sebagian peserta berpendapat bahwa gereja tidak perlu berubah agar tetap “murni,” sementara sebagian lain menilai bahwa gereja perlu melakukan pembaharuan agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan jemaat masa kini. Alasan paling tepat mengapa gereja membutuhkan pembaharuan adalah
a)
Agar gereja dapat bersaing dengan organisasi sosial lainnya dalam menarik banyak anggota.
b)
Agar gereja dapat menyesuaikan seluruh ajarannya dengan tren budaya tanpa mempertimbangkan Alkitab.
c)
Agar gereja semakin relevan dalam menjawab kebutuhan rohani jemaat di tengah perubahan zaman tanpa mengubah inti ajaran Kristus.
d)
Agar gereja menjadi tempat hiburan bagi generasi muda supaya tidak merasa bosan dalam beribadah.
e)
Agar gereja dapat menghapus seluruh tradisi lamanya dan membentuk identitas yang baru
19.
Dalam era digital, Allah menggerakkan beberapa gereja untuk memakai teknologi sebagai sarana pelayanan, seperti ibadah daring, renungan digital, dan kelompok bimbingan online. Namun, inti ajaran tetap berpusat pada Kristus dan firman Tuhan. Cara Allah membaharui gereja melalui contoh tersebut adalah
a)
Menyesuaikan firman Tuhan agar cocok dengan selera anak muda.
b)
Memanfaatkan sarana modern tanpa meninggalkan nilai-nilai iman yang Alkitabiah.
c)
Menghapus seluruh kegiatan ibadah tatap muka karena dianggap kuno.
d)
Mengganti isi firman Tuhan dengan motivasi diri agar lebih menarik.
e)
Menghilangkan semua unsur rohani agar terlihat profesional
20.
Dalam pembuatan kolase tentang tokoh pembaharu gereja, Andi memilih tokoh Martin Luther karena ia menggagas Reformasi Gereja melalui “95 Dalil”. Ia menuliskan aksinya dalam kolase sebagai wujud keberanian memperbaiki kesalahan dalam gereja. Tokoh Martin Luther tepat dimasukkan dalam kolase karena
a)
Ia mendirikan gereja baru untuk menyaingi gereja lama.
b)
Ia memperjuangkan pembaharuan dengan kembali pada firman Tuhan sebagai dasar iman.
c)
Ia menolak semua ajaran gereja tanpa memilah kebenarannya.
d)
Ia melakukan pembaharuan hanya untuk kepentingan pribadinya.
e)
Ia membatasi pelayanan hanya kepada kaum pria
21.
Perhatikan ilustrasi berikut: Beberapa gereja kini menggunakan media digital seperti live streaming, aplikasi renungan harian, dan ibadah online. Namun sebagian jemaat merasa cara ini mengurangi kehangatan persekutuan secara langsung. Perubahan yang terjadi dalam gereja masa kini berdasarkan ilustrasi di atas terutama menunjukkan adanya penyesuaian terhadap
a)
Penurunan kualitas iman jemaat
b)
Kurangnya pengajaran dari pendeta
c)
radisi yang semakin ditinggalkan
d)
Kemajuan teknologi komunikasi
e)
Konflik antargereja lokal
22.
Sebuah komunitas pemuda gereja melakukan diskusi mengenai pentingnya menjaga keadilan, memperjuangkan kesetaraan bagi kelompok minoritas, menolak korupsi, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Perilaku pemuda gereja tersebut merupakan wujud pembaharuan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermakna sebagai
a)
Upaya menolak keterlibatan gereja dalam negara
b)
Pembentukan negara baru yang berlandaskan agama
c)
Perwujudan nilai-nilai Kristen dalam tanggung jawab warga negara
d)
Reaksi negatif terhadap pemerintahan yang ada
e)
Bentuk penolakan terhadap hukum negara yang berlaku
23.
Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Namun realitas menunjukkan masih terjadi pelanggaran hak asasi manusia, ketimpangan ekonomi, intoleransi, serta kurangnya rasa tanggung jawab warga negara. Evaluasi yang tepat terhadap kondisi tersebut sebagai alasan perlunya pembaharuan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah
a)
Pembaharuan diperlukan agar Pancasila dapat digantikan oleh ideologi baru
b)
Pembaharuan dilakukan agar rakyat dapat menolak semua aturan negara
c)
Pembaharuan hanya penting bagi pemerintah, bukan bagi seluruh warga negara
d)
Pembaharuan harus berfokus pada perubahan budaya luar negeri
e)
Pembaharuan dibutuhkan untuk mengembalikan kehidupan bangsa sesuai nilai dasar Pancasila dan keadilan sosial
24.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, masih banyak terjadi ketimpangan ekonomi antara kota besar dan daerah terpencil. Hal ini menyebabkan kesenjangan sosial serta munculnya rasa ketidakadilan dalam masyarakat. Persoalan utama yang tampak dalam ilustrasi tersebut adalah
a)
Individualisme dalam kehidupan keluarga
b)
Ketidakmerataan kesejahteraan sosial dan ekonomi
c)
Rendahnya tingkat pendidikan formal
d)
Kurangnya jumlah penduduk di kota besar
e)
Tidak adanya semangat gotong royong
25.
Dalam sebuah diskusi remaja gereja, mereka membahas persoalan intoleransi dan perundungan (bullying) yang terjadi di sekolah. Mereka ingin menyusun rencana aksi konkret. Kontribusi kreatif yang paling sesuai dilakukan remaja Kristen adalah
a)
Membuat kelompok eksklusif agar tidak terpengaruh teman lain
b)
Menyebarkan kabar bahwa pelaku bullying adalah musuh yang harus dijauhi
c)
Membentuk komunitas peduli teman yang mengajarkan kasih dan menghargai perbedaan
d)
Menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada guru tanpa terlibat
e)
Meninggalkan sekolah dan mencari lingkungan yang lebih aman
26.
Sebagai seorang remaja Kristen, Rina merasa prihatin ketika melihat temannya mengalami bullying di sekolah hanya karena berasal dari suku minoritas. Ia mempertimbangkan untuk melaporkan kejadian tersebut dan mengajak teman-temannya menegur pelaku secara baik. Penilaian kritis yang paling tepat terhadap tindakan Rina adalah
a)
Tidak perlu ikut campur karena itu bukan urusannya
b)
Melaporkan kejadian tersebut sesuai prinsip keadilan dan kasih adalah langkah yang benar
c)
Membiarkan bullying terjadi agar korban belajar menjadi kuat
d)
Mengajak teman-teman untuk membalas pelaku bullying
e)
Menganggap bullying adalah hal wajar dalam dunia remaja
27.
Dalam wawancara dengan seorang pendeta, siswa mendapat informasi bahwa gereja terlibat dalam advokasi terhadap korban ketidakadilan sosial dan memberikan edukasi tentang nilai HAM dan demokrasi berdasarkan kasih Kristus. Penilaian kritis yang tepat terhadap peran gereja tersebut adalah
a)
Gereja telah menjalankan perannya sebagai pelindung hak asasi manusia sesuai dengan nilai kasih dan keadilan
b)
Gereja telah melampaui tugasnya karena urusan HAM hanya milik pemerintah
c)
Gereja tidak seharusnya terlibat dalam persoalan sosial masyarakat
d)
Gereja hanya perlu mengajarkan ibadah tanpa memperhatikan kondisi jemaat
e)
Gereja terlalu mencampuri urusan duniawi
28.
Dalam sebuah diskusi, murid diminta merancang solusi agar demokrasi yang dijalankan suatu negara benar-benar adil dan menghormati HAM seluruh warga negara. Solusi kreatif yang menggambarkan keterkaitan antara keadilan, demokrasi, dan HAM adalah
a)
Memberikan hak lebih kepada kelompok mayoritas agar negara stabil
b)
Menjamin partisipasi semua warga secara setara serta menegakkan hukum yang adil tanpa diskriminasi
c)
C. Membatasi kebebasan berpendapat remaja demi menjaga ketertiban
d)
Membiarkan kelompok yang tertindas memperjuangkan haknya sendiri
e)
Mengabaikan kesetaraan demi menjaga kekuasaan pemerintah
29.
Nelson Mandela adalah tokoh dunia yang memperjuangkan demokrasi dan HAM di Afrika Selatan dengan menentang sistem apartheid yang mendiskriminasi kulit hitam. Di Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan kebebasan beragama, kesetaraan hak, dan toleransi. Persamaan perjuangan Nelson Mandela dan Gus Dur sebagai tokoh demokrasi dan HAM adalah
a)
Keduanya memperjuangkan kekuasaan politik untuk kelompok tertentu
b)
Mereka menolak keberagaman sebagai bagian demokrasi
c)
Mereka memperjuangkan kesetaraan hak dan menolak diskriminasi
d)
Keduanya berjuang untuk menghapus seluruh perbedaan budaya
e)
Mereka mengutamakan kepentingan pribadi dalam perjuangannya
30.
Seorang siswa ingin membuat refleksi pribadi yang menunjukkan tanggung jawabnya dalam mendukung HAM dan demokrasi di lingkungan sekolah. Kalimat reflektif yang paling tepat untuk disusun siswa adalah
a)
“Saya tidak perlu peduli dengan keadilan selama tidak dirugikan.”
b)
“Saya akan berusaha menghargai pendapat teman, membela yang tertindas, dan ikut aktif menciptakan suasana demokratis di kelas.”
c)
“Saya hanya mengikuti keputusan teman-teman populer tanpa berpikir.”
d)
“Saya tidak ingin terlibat dalam hal-hal yang berkaitan dengan HAM.”
e)
“Saya menghormati demokrasi hanya jika pendapat saya selalu diterima.”
31.
Seorang siswa diminta membuat slogan yang dapat mendorong remaja untuk memilih pemimpin berdasarkan integritas, bukan karena tekanan atau iming-iming. Slogan yang paling kreatif dan sesuai dengan tujuan tersebut adalah
a)
“Yang penting ikut-ikutan, urusan belakangan.”
b)
“Satu suara untuk masa depan yang jujur!”
c)
“Pilih siapa saja, tidak penting asal terkenal.”
d)
“Tak memilih pun tidak masalah.”
e)
“Suara kita untuk janji tanpa bukti.”
32.
Damai sejahtera dalam pemahaman Alkitab bukan hanya berarti tidak adanya konflik, tetapi juga menunjuk pada keadaan kehidupan yang penuh dengan sukacita, keutuhan, dan rasa aman dalam Tuhan. Istilah yang digunakan dalam Perjanjian Lama untuk menggambarkan damai sejahtera adalah
a)
Agape
b)
Shalom
c)
Koinonia
d)
Logos
e)
Marturia
33.
Dalam masyarakat yang dipenuhi damai sejahtera dari Allah, hubungan antarwarga didasarkan pada kasih. Bentuk nyata sikap ini adalah
a)
Mengabaikan orang yang lemah karena dianggap beban
b)
B. Membantu sesama hanya jika mendapat imbalan
c)
C. Gotong royong dan saling mendukung dalam kesulitan
d)
D. Menyalahkan sesama ketika terjadi masalah
e)
E. Memutus hubungan ketika terjadi perbedaan pendapat
34.
Perhatikan kutipan Alkitab berikut: “Berusahalah hidup damai dengan semua orang...” (Ibrani 12:14). Salah satu perilaku yang sesuai dengan ajaran dalam ayat tersebut adalah
a)
Ikut menyebarkan kebencian di media sosial
b)
Menghindar dari teman yang berbeda pendapat
c)
Menjadi mediator dalam konflik antar teman
d)
Membalas perlakuan jahat dengan kekerasan
e)
Memihak teman tertentu tanpa mengetahui kebenarannya
35.
Perhatikan cerita berikut: Dalam kelompok belajar, terjadi pertengkaran antara Farel dan Dani karena perbedaan pendapat. Kelompok menjadi kacau. Lalu Melisa berkata, “Kita semua ingin hasil yang baik. Bagaimana kalau kita dengarkan satu per satu pendapat kalian, lalu kita putuskan bersama?” Akhirnya suasana menjadi tenang dan mereka dapat bekerja sama kembali. Tindakan Melisa pada ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa ia
a)
Mengabaikan konflik yang terjadi
b)
Memihak salah satu teman agar konflik cepat selesai
c)
Menjadi pembawa damai sejahtera
d)
Menyuruh mereka bertengkar hingga salah satu mengalah
e)
Memisahkan diri agar tidak terlibat
36.
Jelaskanlah menurut pendapatmu apa yang dimaksud dengan demokrasi dan HAM
4 lines
37.
Bagaimana pandangan Alkitab terhadap demokrasi dan HAM?
4 lines
38.
Jelaskan sikap yang diambil oleh gereja dalam menunjukkan demokrasi dan HAM
4 lines
39.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan multikulturalisme!
4 lines