Font size
Worksheetspuisi
Total questions: 60
Worksheet time: 54mins
Sebutkan langkah-langkah dalam menganalisis puisi!
Langkah-langkah dalam menganalisis puisi adalah membaca, menganalisis struktur, mengidentifikasi bahasa, meneliti makna, menghubungkan konteks, dan menyimpulkan interpretasi.
Hanya menyimpulkan tanpa analisis mendalam
Mengabaikan struktur dan bahasa puisi
Membaca puisi tanpa memahami konteks
Apa yang dimaksud dengan nada dan suasana dalam puisi?
Suasana adalah tema utama dalam puisi.
Nada adalah perasaan yang disampaikan, sedangkan suasana adalah konteks atau atmosfer dalam puisi.
Nada dan suasana adalah sinonim dalam puisi.
Nada adalah jenis puisi yang digunakan.
Apa yang dimaksud dengan simbol dalam puisi?
Simbol dalam puisi adalah elemen yang tidak berhubungan dengan tema.
Simbol dalam puisi adalah representasi dari ide atau perasaan yang lebih besar.
Simbol dalam puisi hanya digunakan untuk memperindah bahasa.
Simbol dalam puisi adalah kata-kata yang tidak memiliki makna.
Hiduplah kisah puteri besatari
Elok rupa serta memiliki budi
Tidak dapat menolak senyum berseri
Duhai puteri yang selalu menari
Cuplikan puisi lama tersebut berjenis ...
pantun
karmina
syair
talibun
Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu akan tersesat
Bila dilihat dari bentuk rima, cuplikan puisi tersebut berima ...
a-a
2 baris
8-12 suku kata
satu bait
Bila terkena penyakit kikir
....
Isi yang tepat untuk mengisi bagian gurindam yang rumpang di atas adalah ....
Tuan muda hidup kembali
Sanak saudara lari menyingkir
Mulia namanya sepanjang masa
Tentu dirimu kelak tersesat
Perhatikan ciri-ciri puisi rakyat berikut ini!
1. Terdiri dari dua baris dalam sebait
2. terdiri dari empat baris dalam sebait
3. Berisi nasihat atau kata-kata mutiara
4. Bersajak a-a-a-a
5. Bersajak a-b-a-b
6. Bersajak a-a
7. Semua baris adalah isi
8. Baris 1-2 sampiran,baris 3-4 isi
Berdasarkan ciri-ciri tersebut, yang merupakan ciri-ciri syair adalah …
a. 2-4-7
b. 1-6-7
c. 2-5-8
d. 1-3-6
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...
buah salak buah kedongdong
rasanya asam sebelum matang
buah manggis
buah nangka
Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru
buah nangka manis rasanya
anak baik tak boleh menangis baik budinya
Perhatikan pantun berikut ini!
Pergi ke laut membawa jala,
Jala ditebar sambil mengingat;
Meski hidup banyak kendala,
Haruslah kita selalu semangat.
Isi pantun tersebut adalah …
Janganlah putus asa dengan nasib yang telah digariskan
Jika kita berusaha dengan keras, maka cita-cita akan tercapai.
Kita harus selalu membantu sesama manusia agar hidup kita jadi bahagia.
Meski kehidupan banyak cobaan dan aral melintang, kita tidak boleh menyerah, kita harus tetap semangat berjuang.
Setelah berusaha belajar lebih giat dan serius, Danang mendapat peringkat pertama di kelas. Ia sangat senang karena akan memperoleh hadiah atas prestasinya itu.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Bila kita ingin ke pasar
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Kuda poni si kuda kepang
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Pergi ke goa Jatijajar
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
Jenis puisi baru berikut adalah contoh puisi ...
Romansa
Satire
Elegi
Himne
Seruling menggema di bukit Pina
Pada kutipan di atas termasuk ke dalam imaji visual (penglihatan).
Benar
Salah
Menyesal
Karya Ali Hasjmi
Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti.
Teks Puisi di atas terdiri atas 4 larik .
Benar
Salah
Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....
Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.
Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Buku yang memuat kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair, pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
pembacaan puisi
memahami puisi
antologi puisi
penilaian puisi
Puisi berjudul “aku“ merupakan karya dari....
Goenawan Muhammad
Chairil Anwar
Acep Zamzam
H.B. Jasin
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
mengharukan
mengecewakan
menyedihkan
menjengkelkan
.....................
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Makna dalam bait puisi tersebut adalah .....
seseorang yang ingin bertaubat
seseorang yang selalu berbuat salah
seseorang yang mengetuk pintu
seseorang yang ikhlas terhadap takdirnya
Baca puisi ini dengan seksama!
Saya seorang anak yang penuh gairah
Saya selalu belajar keras
Patuhi orang tua saya
Ketaatan kepada guruku
Saya ingin menjadi anak yang cerdas
Untuk membuat orang tua saya bangga
Saya ingin mengejar tujuan saya
Saya akan menjadi guru nanti
Jadi guru itu mulia
Apa cita-cita anak-anak dalam puisi di atas?
Menjadi dokter
menjadi guru
menjadi orang tua
menjadi suster
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Permintaan Langit
maafkan aku…
jika aku tak seindah dulu
dan tak lagi berwarna biru
karena semua juga ulahmu
kau tebangi semua pilarku
untuk hiasan perabotanmu
wahai makhluk berbudi
permintaanku hanya satu
jagalah sahabatku
bumi ini
seperti kau jaga dirimu
andai kau sadari
sakit bumi ini adalah sakitmu
derita bumi adalah deritamu jua
sekali lagi, jagalah bumi
karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa
Isi puisi di atas adalah ...
Permintaan untuk menjaga bumi
Permintaan untuk menjaga langit
Permintaan untuk menjaga sahabat
Permintaan maaf dari penjaga bumi
Permintaan maaf telah menyakiti
Untuk dapat menghayati puisi, maka terlebih dahulu kita harus....
membuat puisi
merangkai puisi
menghafal puisi
memaknai puisi
Cara membaca puisi yang bagus adalah …
Suara tidak harus keras
Suara nyaring
Intonasi yang benar
Suara selalu hening
Kalau klasifikasi sorga ditentukan jumlah langit yang melapisinya
Maka negeri kita bagai maskapai rokok, sorga langit ke tujuh klasifikasinya
Majas yang terkandung dalam puisi tersebut yaitu ....
Majas personifikasi
Majas repetisi
Majas simile
Majas paradoks
Dengarlah kami akan menyanyi lagu yang tidak nyaman di hati
Tentang sebuah negeri, negeri yang sedih dan ngeri
imaji yang terkandung dalam larik kedua puisi tersebut adalah ....
imaji taktil
imaji visual
imaji auditif
imaji rabaan
Bagai bunyi tambur mainan
Anak-anak peri dunia yang gaib.
Dan angin mendesah mengeluh dan mendesah.
Citraan puisi tersebut adalah ... .
pendengaran
penglihatan
perasaan
pencecap
Gadis Peminta-Minta
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Kata-kata gadis kecil berkaleng kecil bermakna ...
Gadis kecil yang membawa kaleng yang berukuran kecil
Seorang gadis yang memegang mainan kaleng
Seorang perempuan yang masih anak-anak yang mengalami kesengsaraan
Seorang perempuan yang masih anak-anak yang suka membawa kaleng
Pagiku hilang sudah terbang melayang
Hari mudaku sudah jauh pergi
Kini petang datang membayang
Batang dari usiaku sudah sangat tinggi
Makna kata petang dalam kutipan di atas adalah .. .
Suasana yang menyelimuti senja.
Masa tua yang dihadapi.
Kehidupan malam yang dijalani.
Waktu yang berlangsung pada sore hari.
aku menggigil
di antara sunyi yang merambati
tebing-tebing pantai dengan jerit camarnya
menghempaskan dalam terjal karang-Mu
(…)
Larik bermajas untuk melengkapi puisi rumpang tersebut adalah … .
angin pun tertawa bersiutan.
angin bertiup dengan kencang
semilir angin laut
hembusan angin menerpa
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku
Suasana dalam puisi tersebut adalah ... .
bahagia
sedih
rindu
ceria
Struktur fisik yang menonjol dari puisi berikut ada;ah ...
Majas
Kata konkret
Tipografi
Imaji
Gadis Peminta-Minta
Karya Toto S Bachtiar
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu yang kau hafal Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bias membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku, ah kotaku Hidupnya tak punya lagi tanda.
1955
Tuhan, Kita Begitu Dekat
Karya Abdul Hadi W. M
Tuhan,
Kita begitu dekat
Sebagai api dengan panas
Aku panas dalam apimu
Tuhan,
Kita begitu dekat
Seperti kain dengan kapas
Aku kapas dalam kainmu
Tuhan,
Kita begitu dekat
Seperti angin dan arahnya
Kita begitu dekat
Dalam gelap
Kini aku nyala
Dalam lampu padammu
1976
Tema yang sesuai untuk dua puisi di atas ialah …
Puisi 1 kemanusiaan; puisi 2 ketuhanan
Puisi 1 kritik sosial; puisi 2 kemanusiaan
Puisi 1 ketuhanan; puisi 2 keindahan alam
Puisi 1 patriotisme; puisi 2 kemanusiaan
Puisi 1 kritik sosial; puisi 2 ketuhanan
Unsur puisi yang dominan pada puisi tersebut ialah …
Tema
Nada
Suasana
Tipografi
Enjabemen
Gadis Peminta-Minta
Karya Toto S Bachtiar
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu yang kau hafal Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bias membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku, ah kotaku Hidupnya tak punya lagi tanda.
1955
Suasana yang tergambar melalui puisi di atas adalah …
Sedih
Bahagia
Iba
Marah
Gelisah
Gadis Peminta-Minta
Karya Toto S Bachtiar
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang
……..
Makna larik “Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa” pada puisi di atas adalah ..
Kota yang seperti tak berpenghuni
Hilangnya kenyamanan kota
Kota yang ditinggalkan orang karena banyak gadis peminta-minta
Kota yang menghilang tanpa penghuni
Hilangnya kepedulian manusia pada sesama
Bacalah dengan cermat kalimat-kalimat bermajas berikut ini!
(1) Dengarkan angin mengusir batang-batang padi
(2) Sebelum matahari terbenam
(3) Dengarkan senandung di balik jendela
(4) Sebelum keadaan sepi
(5) Rumah kecil, bukalah pintu pagarmu
Berikut ini baris puisi yang bermajas sama ditunjukkan oleh nomor …
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
1 dan 5
2 dan 4
Tuhan, Kita Begitu Dekat
Karya Abdul Hadi W. M
Tuhan,
Kita begitu dekat
Sebagai api dengan panas
Aku panas dalam apimu
Tuhan,
Kita begitu dekat
Seperti kain dengan kapas
Aku kapas dalam kainmu
Tuhan,
Kita begitu dekat
Seperti angin dan arahnya
Kita begitu dekat
Dalam gelap
Kini aku nyala
Dalam lampu padammu
(1976)
Majas yang dominan pada puisi tersebut adalah...
hiperbola dan personifikasi
hiperbola dan metafora
metafora dan personifikasi
metafora dan simile
simile dan hiperbola
Pada Suatu Hari Nanti
Karya Sapardi Djoko Damono
Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak aka nada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini,
Kau akan tetap kusiasati.
Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari.
Amanat yang ingin disampaikan penyair pada puisi tersebut ialah …
Manusia sebaiknya melakukan usaha yang terbaik dalam hidup agar tidak menyesal kemudian hari.
Manusia baiknya tidak menyimpan kemarahan dan dendam pada seseorang sebelum dirinya meninggal.
Beribadahlah sebab kita tidak tahu kapan tepatnya dan bagaimana caranya ajal akan menjemput.
Berkaryalah sebab seseorang akan tetap hidup lewat karyanya meskipun telah meninggalkan dunia.
Manusia seharusnya menggunakan waktu sebaik-baiknya selama masih hidup di dunia.
Pemandangan Senjakala
Karya WS Rendra
….
Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua
Bau mesiu di udara, Bau mayat. Bau kotoran kuda
….
Citraan/imaji yang muncul pada baris puisi di atas adalah …
Pendengaran dan Penglihatan
Penglihatan dan penciuman
Pengecapan dan Penglihatan
Penglihatan dan Perabaan
Perasaan dan Penciuman
Di Tengah Jalan
Karya Leon Agusta
…..
Sayup-sayup terdengar suara kereta penghabisan
Gerbang-gerbang dikosongkan tinggal muatan kematian
Di tengah jalan terdengar lolongan bersahutan
…..
Citraan/imaji yang dominan pada baris puisi di atas adalah …
Pendengaran
Penglihatan
Pengecapan
Gerak
Perasaan
SAJAK SUARA
Karya Widji Thukul
sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diamaku
siapkan untukmu: pemberontakan!
sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
………
Kata Engkau/Kau yang dimaksud oleh penyair pada puisi di atas merujuk kepada …
Kekasih yang meninggalkan
Kawan yang berkhianat
Pemimpin yang tidak mau dikritik
Pejuang kemerdekaan di masa lalu
Diri penyair sendiri
TSUNAMI: JERITAN HATI
Karya: Yulia Puspa
Tangisan terus terdengar
seakan alam tak mau kompromi
manusia terjajar
terkapar . . . .
hanya doa yang terucap untuk saudara kami
Citraan pendengaran terdapat pada baris . . . .
kesatu dan ketiga
kedua dan keempat
kesatu dan kelima
kedua dan ketiga
Perhatikan puisi berikut!
HAMPA
Sepi di luar
Sepi menekan mendesak
Lurus kaku pohonan
Tak bergerak
Sampai ke puncak
Sepi memagut
Segala menanti, menanti, menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa.
Karya Chairil Anwar
Amanat yang tepat dalam puisi tersebut adalah . . . .
Hendaknya jangan membuat sseorang harus menunggu.
Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan.
Menunggu adalah pekerjaan yang menyedihkan manusia.
Hendaknya seseorang menghindari kebiasaan menunggu.
Perhatikan cuplikan puisi berikut!
“Aku”
Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kata yang mengandung makna simbolik pada kutipan puisi di atas adalah ....
waktu
sedu sedan
merayu
binatang jalang
Pedang di kanan dan keris di kiri
Berselempang semangat tak bisa mati
Ini barisan tak bergenderung-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Penggalan puisi Chairil Anwar di atas melukiskan ....
semangat yang terbelenggu
sikap pasrah terhadap Tuhan
perjuangan tanpa senjata
semnagat perjuangan yang pantang meyerah
Perhatikan puisi berikut dengan seksama !
Tadi siang kulihat
Pejabat !
Terlihat mata kuyup
penuh harap
Rupanya angin dan awan
tlah membangkitkan
hati dan jiwanya
yang dulu beku dan bisu
yang dulu tawar dan hambar
Terakhir kulihat
Pejabat!
Tersenyum lebar
Menyematkan kuntum bunga
di bibirnya
Di tangan kanannya
tergenggam erat
sebuah pernyataan :
Camkan keadilan !
Pejabat !
Khianat !
Tamat !
Dari puisi di atas, pengarang menggambarkan seorang pejabat sebagai orang yang....
Ingin membangkitkan hati dan jiwanya
Ingin menyematkan kuntum bunga di bibirnya
Ingin menegakkan keadilan
Bersifat khianat kepada rakyat
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Di mana pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bisa mati
………
(Diponegoro: Chairil anwar)
Makna yang terkandung dalam kutipan puisi tersebut adalah….
Sekarang ini Indonesia harus membangun semangat juang para pahlawan.
Jangan gentar menghadapi masalah pembangunan apa saja.
Semangat juang para pahlawan harus diteladani dalam membangun negeri.
Pedang dan keris adalah senjata yang ampuh digunakan untuk berjuang.
Dalam membacakan/memusikalisasikan puisi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu ?
suasana, tema, dan makna
tema, makna, dan amanat
Intonasi, vokal, dan ekspresi
suara, tempat, dan gerakan
6. Bacalah puisi berikut dengan teliti!
Kau peluk aku sebelum membunuhku
Tersenyum melihatku merenung melihatmu
Kau menungguku, menunggu ku terjatuh
Setiap langkah tertuju serta dalam . . . .
Kata berima sama dengan larik sebelumnya yang tepat untuk melengkapi kutipan lagu di atas agar serasi maknanya adalah . . . .
A. senyumku
B. hidupku
C. renungku
D. langkahku
9. Puisi berikut yang menggunakan rima bebas adalah ....
A. Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
B. Pergi engkau jauh dariku
Pergi dan jangan kembali
Tak sudi lagi padamu
Biarkan aku sendiri
C. Waktu masih muda dewasa
Nyata gembira masih dikandung
Sungai mengalir gagah perkasa
Gegap gempita di celah gunung
D. Angin kencang datang dari jiwa
Air berpusar dan dan gelombang naik
Memukul hati kita yang telanjang
Dan menyelimuti dengan kegelapan
Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
.... (A. Hasyim)
5. Baris 1 dan 4 pada puisi di atas menunjukkan majas…
a. Simile
b. Metafora
c. Hiperbola
d. Personafikasi
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru buundar di dadanya
Senyum bekunya berkata, kita sedang perang
Dia tidak tahu bilamana ia datang
Kedua tangannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang
............................
(Toto Sudarto Bahtiar)
6. Rima puisi Pahlawan Tak Dikenal bait pertama adalah ...
a. a-b-a-b
b. b-a-a-a
c. a-b-b-a
d. a-a-b-a
Menyesal pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Ini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
.....................
(A. Hasyim)
9. Persamaan bunyi yang terdapat pada puisi di atas adalah....
a. Hilang dan Melayang
b. Pagiku dan Hilang
c. Pagiku dan Melayang
Sudah dan Melayang
Bacalah puisi berikut!
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(1989)
Karya Sapardi Djoko Damono
Makna “Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni”
yang terdapat dalam puisi tersebut adalah ....
Bersikap bijak dan tidak mengeluh seperti hujan.
Mampu menahan tidak menyampaikan sayang dan rindunya.
Kebijaksanaan seseorang dalam menghadapi masalah.
Sebagai manusia kita harus bersikap bijak seperti hujan.
Mampu berkorban demi cinta dan kasih sayang.
Bacalah gurindam berikut ini!
Jangan hanya pandai di dalam benak
Namun juga harus pandai ditindak
Berikut ini manakah yang tidak termasuk pada menafsirkan makna gurindam tersebut ....
Jangan hanya pintar berbicara, buktikan dengan tindakan.
Jangan hanya pandai secara intelektual, tetapi juga dalam mengambil suatu tindakan.
Orang yang banyak bicara biasanya tidak pandai dalam bertindak.
Dilarang mempunyai ilmu pengetahuan saja, tetapi pandailah juga dalam
bertindak.
Jangan hanya pandai dalam berpikir, namun haruslah dapat bertindak.
Bacalah puisi berikut!
Kita Adalah Pemilih Syah Republik Ini
Tidak ada lagi pilihan
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
berarti hancur
apakah akan kita jual keyakinan kita
dalam pengabdian tanpa harga
akan maukah kita duduk satu meja
dengan para pembunuh tahun yang lalu
dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku!”
Tidak ada lagi pilihan
Kita harus berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu,
Yang di tepi jalan mengacungkan tangan untuk oplet
dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahan hidup
sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya
merdeka
Kita yang tak punya dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan
Kita harus berjalan terus
(Karya: Taufiq Ismail dari Tirani dan Benteng, 1993)
Suasana yang terdapat dalam puisi tersebut adalah ....
perjuanan
tak ada pilihan
semangat
tidak gentar
emosional
Bacalah penggalan pantun berikut!
Pohon pepaya di dalam semak
Pohon manggis sebesar lengan
Kawan tertawa memanglah banyak
Kawan menangis diharap jangan
Maksud isi pantun tersebut adalah...
Mencari kawan sebanyak-banyaknya agar terus bisa tertawa.
Mencari kawan harus banyak supaya kesedihan hilang.
Carilah kawan yang banyak dan senang tertawa.
Kawan pada saat senang banyak, sangat sedikit ketika susah.
Jangan mencari kawan yang membuat kita menangis.
Perhatikan puisi berikut!
Karangan Bunga
Karya : Taufiq Ismail
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Amanat dalam puisi tersebut adalah...
Lakukan apa pun untuk membela kebenaran daqn keadilan.
Jangan takut membela rakyat miskin dengan menentang Kebijakan Pemerintah.
Berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara dengan cara patuh dengan peraturan.
Lakukan protes terhadap kebijakan Pemerintah yang merugikan rakyat kecil.
Hendaklah kita selalu mengenang jasa pahlawan yang rela berkorban untuk keadilan.
Cermati gurindam berikut!
Apabila anak tidak dilatih
jika besar bapaknya letih
Maksud isi gurindam tersebut adalah...
Seorang anak harus dilatih bekerja dengan giat agar dewasa sudah terbiasa.
Seorang bapak harus bertanggung jawab atas anaknya hingga dewasa.
Seorang bapak harus memberi contoh yang baik kepada anaknya.
Seorang anak yang tidak dididik sejak kecil ketika dewasa menyusahkan orang tua.
Seorang anak yang tidak belerja akan membebani kehidupan orang tuanya.
