NEW
Font size
WorksheetsKISI ASAS PKWU SM1 BUDIDAYA
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Petani A telah berhasil menghasilkan 10 ton sayuran dalam satu musim tanam. Keberhasilan ini didukung oleh kepemilikan alat pertanian modern yang lengkap dan telah mengikuti pelatihan budidaya bersertifikat. Dalam analisis SWOT, kedua faktor ini paling tepat dikategorikan sebagai faktor pendukung internal, yaitu....
Ancaman (Threat)
Kelemahan (Weakness)
Keunggulan Kompetitif Eksternal
Kekuatan (Strength)
Peluang (Opportunity)
Analisis internal suatu usaha budidaya cabai menunjukkan bahwa tim produksi sering menghadapi kendala dalam menentukan dosis pupuk yang tepat, menyebabkan pemborosan dan ketidakseragaman hasil panen. Selain itu, catatan keuangan tidak dilakukan secara terperinci, mempersulit evaluasi profitabilitas. Kelemahan (Weakness) utama yang paling tepat diklasifikasikan dari kasus ini adalah
Fluktuasi harga cabai di pasar.
Keterbatasan pengetahuan teknis dan manajemen keuangan internal.
Persaingan dari cabai impor
Perubahan iklim yang tidak menentu.
Aturan baru pemerintah tentang pembatasan pestisida.
Permintaan sayuran organik di kota metropolitan meningkat sebesar 20% setiap tahun, dan pemerintah daerah sedang menawarkan kredit berbunga rendah khusus untuk petani yang menerapkan praktik budidaya ramah lingkungan. Dua kondisi eksternal ini harus dilihat oleh wirausaha budidaya sebagai....
Kelemahan, karena membutuhkan waktu untuk beralih ke organik.
Kekuatan, karena itu adalah aset yang dimiliki petani
Ancaman, karena kompetitor juga bisa mengakses kredit tersebut
.Peluang, karena merupakan kondisi eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
Faktor internal yang tidak relevan dengan pasar.
Data menunjukkan bahwa harga jual rata-rata produk sayuran sejenis (misal: sawi) di pasar lokal turun 15% akibat masuknya produk dari sentra produksi baru dengan biaya logistik yang lebih efisien. Bagaimana seharusnya wirausaha sayuran lokal mengidentifikasi kondisi ini dalam analisis SWOT....
Sebagai Peluang, untuk menambah volume produksi.
Sebagai Kekuatan, karena harga jual yang kompetitif adalah aset.
Sebagai Kelemahan, karena petani lokal tidak dapat mengontrol logistik.
Sebagai Ancaman, karena kondisi eksternal tersebut berpotensi menekan profitabilitas usaha secara signifikan.
Sebagai Strategi WO (Weakness-Opportunity).
Usaha budidaya "Sayur Sehat" memiliki Kekuatan (S): merek yang kuat dan sudah memiliki pelanggan setia yang bersedia membayar mahal. Namun, usahanya menghadapi Ancaman (T): tren cuaca ekstrem yang sering menyebabkan gagal panen di lahan terbuka. Strategi yang paling tepat untuk mengatasi Ancaman (T) menggunakan Kekuatan (S) adalah strategi...
WT (Weakness-Threat)
WO (Weakness-Opportunity)
SO (Strength-Opportunity)
ST (Strength-Threat)
IE (Internal-Eksternal)
Usaha budidaya "Sayur Sehat" memiliki Kekuatan (S): merek yang kuat dan sudah memiliki pelanggan setia yang bersedia membayar mahal. Namun, usahanya menghadapi Ancaman (T): tren cuaca ekstrem yang sering menyebabkan gagal panen di lahan terbuka. 6.Implementasi praktis dari strategi yang dipilih pada soal No. 5adalah....
Menghentikan produksi sayuran yang rentan cuaca ekstrem (WT).
Membangun kerjasama dengan petani lain di wilayah yang lebih aman (SO).
Menggunakan modal dari pelanggan setia untuk riset varietas baru (WO).
Menggunakan dana dari penjualan premium kepada pelanggan setia untuk investasi pembangunan screen house (rumah paranet) guna memitigasi dampak cuaca ekstrem
Memperluas area lahan terbuka (ST).
Seorang wirausaha memulai bagian proposalnya dengan memaparkan data konsumsi sayuran per kapita yang masih rendah, gap antara permintaan dan suplai sayuran segar, serta masalah sanitasi makanan di pasar tradisional. Fungsi utama dari uraian ini dalam proposal adalah....
Menyusun jadwal tanam dan panen
Memberikan konteks dan justifikasi mengapa ide usaha budidaya ini perlu dilakukan (Latar Belakang).
Menghitung Net Present Value (NPV).
Menguraikan struktur organisasi perusahaan.
Menetapkan standar kualitas produk.
Salah satu tujuan utama penulisan proposal rencana usaha budidaya adalah memberikan informasi kepada calon investor mengenai....
Daftar nama semua pemasok benih.
Sasaran pasar (target konsumen), kelayakan teknis, dan proyeksi keuangan usaha.
Hobi pribadi pemilik usaha.
Kelemahan semua pesaing di pasar.
Residu pestisida yang diizinkan dalam produk.
Dalam aspek teknis produksi suatu proposal budidaya terong, wirausaha harus secara spesifik menentukan sistem pengairan, jenis varietas terong yang akan ditanam, dan jadwal pemeliharaan. Komponen ini penting untuk menentukan....
Strategi promosi di media sosial.
Tingkat kesadaran merek (brand awareness).
Kebutuhan input produksi (benih, pupuk, air) dan estimasi hasil panen (yield).
Profil demografi konsumen.
Pembentukan tim pemasaran.
Dalam konteks penentuan jenis produk budidaya, konsep permintaan pasar (market demand) merupakan variabel kritis yang dipengaruhi oleh....
Hanya faktor cuaca dan iklim.
Hanya biaya tenaga kerja.
Harga produk, pendapatan konsumen, selera, dan harga barang substitusi.
Modal awal yang dimiliki oleh petani
Jumlah pesaing di pasar ekspor.
Biaya total (HPP) untuk memproduksi 1 ikat kangkung adalah Rp 1.500,00. Wirausaha menetapkan harga jual di pasar grosir Rp 2.000,00 per ikat. Berapakah persentase margin keuntungan (profit margin) dari harga jual yang diperoleh wirausaha tersebut
25%
33.33%
40%
50%
66.67%
Data Survei Pasar Bulanan:
Jenis Sayuran Permintaan (kg) Harga Jual Rata-rata (Rp/kg) Biaya Pokok Produksi (HPP) (Rp/kg)
A (Bayam Merah) 500 18.000 10.000
B (Pakcoy) 800 10.000 5.000
C (Kailan) 300 25.000 15.000
Jika diasumsikan usaha budidaya hanya mampu memenuhi 100% permintaan yang ada, sayuran manakah yang memberikan keuntungan kotor (total profit) bulanan tertinggi....
Sayuran A
Sayuran B
Sayuran C
Sayuran A dan C memberikan profit yang sama.
Semua sayuran memberikan profit yang sama.
Data Survei Pasar Bulanan:
Jenis Sayuran Permintaan (kg) Harga Jual Rata-rata (Rp/kg) Biaya Pokok Produksi (HPP) (Rp/kg)
A (Bayam Merah) 500 18.000 10.000
B (Pakcoy) 800 10.000 5.000
C (Kailan) 300 25.000 15.000
Jika wirausaha memiliki keterbatasan sumber daya untuk produksi massal, dan memilih untuk fokus pada sayuran dengan profit per kg tertinggi, jenis sayuran yang akan dipilih adalah:
Sayuran A
Sayuran B
Sayuran C
Tidak ada yang cocok.
Semua sayuran
Faktor iklim seperti curah hujan tahunan yang tinggi dan merata diidentifikasi sebagai potensi pendukung budidaya sayuran yang boros air (misalnya: kangkung darat). Hal ini terjadi karena curah hujan....
Menyebabkan gagal panen sehingga harga sayuran naik.
Menyediakan sumber air alami yang mengurangi biaya irigasi buatan.
Menghilangkan kebutuhan akan pupuk kimia.
Menghambat pertumbuhan gulma.
Selalu menghasilkan sayuran dengan kualitas ekspor.
Sebuah kawasan budidaya berada di dataran tinggi dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Keunggulan iklim ini sangat mendukung budidaya....
Melon dan Semangka (Dataran rendah)
Bawang Merah (Tahan panas)
Kubis dan Brokoli (Membutuhkan suhu dingin)
Cabai Rawit (Tahan kering)
Padi (Dataran rendah/sedang)
Literasi Kearifan Lokal: Di Subak, Bali, sistem pengairan dan penentuan jadwal tanam diatur secara kolektif oleh organisasi adat berdasarkan siklus air dan ritual tertentu, bukan semata-mata berdasarkan kalender modern. Penerapan kearifan lokal ini dalam rencana budidaya bertujuan utama untuk...
Menambah biaya operasional karena harus mengikuti ritual.
Mencapai efisiensi dan keadilan dalam pembagian sumber daya air
Menghindari pemakaian peralatan modern.
Mempersulit masuknya investor asing.
Menanam varietas sayuran impor saja.
Tanah Podzolik Merah Kuning (PMK) cenderung masam, memiliki kesuburan rendah, dan mudah tererosi, namun cocok untuk tanaman yang toleran terhadap pH rendah. Berdasarkan analisis ini, tanaman sayuran yang paling rasional untuk dibudidayakan di lahan PMK dengan sedikit perbaikan adalah....
Kubis (pH netral)
Asparagus (pH basa)
Bawang Merah (pH netral hingga sedikit basa)
Ubi Jalar (Toleran terhadap tanah masam/pH rendah)
Brokoli (pH netral)
Dalam penyusunan proposal usaha budidaya, studi literatur memiliki peran utama untuk:
Mengisi halaman proposal agar terlihat banyak.
Menyediakan basis teoritis dan data empiris yang kuat (justifikasi ilmiah) untuk metode budidaya yang dipilih.
Menghitung total pinjaman bank yang dibutuhkan.
Menganalisis pesaing di media sosial.
Mencari kontak pembeli dari luar negeri.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi 1:10 (POC:Air) memberikan hasil panen sawi yang 15% lebih tinggi dibandingkan pupuk anorganik di lokasi uji. Berdasarkan data ini, tindakan yang paling sesuai untuk menentukan perlakuan budidaya adalah...
Menggunakan pupuk anorganik karena harganya lebih murah.
Menerapkan POC dengan konsentrasi 1:10 sebagai standar perlakuan budidaya yang baru.
Menggunakan konsentrasi 1:20 karena POC lebih hemat.
Mengabaikan hasil uji dan menggunakan dosis pupuk lama.
Menguji pupuk baru tanpa konsentrasi yang jelas.
Proposal "Kebun Ajaib" mengklaim dapat memanen bayam dalam 10 hari, jauh lebih cepat dari waktu panen normal 25 hari, berdasarkan screenshot dari unggahan video TikTok seorang influencer pertanian. Berdasarkan pernyataan tersebut, Analisis terhadap validitas justifikasi teknis ini menghasilkan kesimpulan bahwa...
Sangat Valid, karena media sosial adalah sumber informasi tercepat.
Validitas Moderat, karena ada bukti visual dari influencer.
Validitas Rendah, karena sumbernya tidak kredibel (media sosial influencer) dan klaimnya bertentangan dengan dasar ilmu pertanian.
Validitas Tinggi, karena didukung oleh media digital.
Validitas hanya berlaku jika influencer tersebut lulusan pertanian.
Proposal "Kebun Ajaib" mengklaim dapat memanen bayam dalam 10 hari, jauh lebih cepat dari waktu panen normal 25 hari, berdasarkan screenshot dari unggahan video TikTok seorang influencer pertanian. Jika klaim tersebut tetap ingin dipertahankan, "Kebun Ajaib" harus...
Mengubah harga jual bayam menjadi sangat mahal.
Mengganti justifikasi teknis dengan merujuk pada hasil uji coba Balai Penelitian atau jurnal ilmiah terkemuka tentang varietas ultra fast growing yang mendukung klaim tersebut.
Menghapus seluruh bab justifikasi teknis.
Menyalahkan influencer tersebut.
Mengganti produk menjadi buah-buahan.
Penerapan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) dalam budidaya sayuran paling tepat diaplikasikan pada fase....
Pasca panen dan pengemasan produk.
Pemasaran dan promosi produk.
Pra-tanam, penanaman, dan pemeliharaan (pemberian air dan nutrisi).
Pengolahan limbah pasca panen.
Perhitungan Break Even Point (BEP)
Perusahaan A menjual 1 kg tomat seharga Rp 18.000 melalui platform E-commerce. Biaya yang terkait dengan penjualan ini adalah: Biaya Pokok Produksi (HPP) Rp 10.000/kg, Komisi Platform 10%, dan Biaya Pengiriman ditanggung konsumen. Berapakah total penerimaan bersih (setelah dikurangi komisi platform) yang diterima perusahaan untuk setiap 1 kg tomat?
Rp 18.000
Rp 16.200
Rp10.000
Rp 8.000
Rp 1.800
Perusahaan A menjual 1 kg tomat seharga Rp 18.000 melalui platform E-commerce. Biaya yang terkait dengan penjualan ini adalah: Biaya Pokok Produksi (HPP) Rp 10.000/kg, Komisi Platform 10%, dan Biaya Pengiriman ditanggung konsumen. 24.Berapakah profit bersih yang diperoleh perusahaan per kg tomat dari transaksi E-commerce ini....
Rp 18.000
Rp 16.200
Rp 10.000
Rp 6.200
Rp 8.000
Sebuah investasi teknologi rumah kaca otomatis membutuhkan Biaya Tetap (FC) sebesar Rp 200.000.000. Biaya Variabel per unit (Variable Cost per Unit) untuk 1 ikat selada adalah Rp 4.000. Harga Jual per ikat selada adalah Rp 14.000. Berapa unit (ikat) selada yang harus dijual untuk menutupi seluruh Biaya Tetap (FC) investasi tersebut?
10.000 ikat
14.000 ikat
20.000 ikat
40.000 ikat
50.000 ikat
Rancangan skema integrasi teknologi IoT (Internet of Things) yang paling inovatif untuk memecahkan masalah pemantauan kondisi lingkungan 24 jam sehari pada lahan budidaya yang luas adalah:
Merekrut 100 orang pegawai untuk mengukur suhu dan kelembaban secara manual.
Memasang papan pengumuman di setiap sudut lahan.
Mengintegrasikan sensor suhu, kelembaban, pH tanah, dan intensitas cahaya ke dalam jaringan nirkabel yang mengirim data secara real-time ke sistem kecerdasan buatan (AI) untuk memicu otomatisasi irigasi/ventilasi.
Menggunakan drone hanya untuk mengambil foto pemandangan.
Hanya menggunakan aplikasi kalkulator untuk menghitung biaya.
Keunggulan utama rancangan skema IoT tersebut (Soal 26) dalam konteks budidaya presisi adalah....
Membuat pekerjaan lebih rumit.
Menggantikan seluruh peran ahli pertanian.
Memungkinkan intervensi yang sangat cepat dan tepat (just-in-time) terhadap stres lingkungan tanaman, sehingga potensi kerugian akibat perubahan mikroklimat dapat dimitigasi.
Hanya bermanfaat untuk pemasaran produk.
Menambah biaya operasional tanpa peningkatan hasil.
Budidaya hidroponik menghasilkan larutan nutrisi bekas (spent nutrient solution) yang jika dibuang langsung ke badan air dapat menyebabkan eutrofikasi (penyuburan air berlebihan). Upaya mitigasi yang paling aplikatif dan bertanggung jawab terhadap limbah cair ini adalah....
Meningkatkan konsentrasi nutrisi agar tidak ada yang terbuang.
Menggunakan limbah cair tersebut untuk menyiram tanaman konvensional lain di lahan yang berbeda (integrasi) atau mengolahnya dalam instalasi pengolahan air limbah sederhana.
Membuangnya pada malam hari agar tidak terlihat.
Mengencerkan limbah hingga 1:100 sebelum dibuang ke sungai.
Mengumpulkan limbah dalam drum dan membakarnya
Manakah dari praktik berikut yang menunjukkan kesadaran tertinggi terhadap konsep pertanian berkelanjutan (sustainable farming)?
Hanya menggunakan bibit impor yang dimodifikasi genetik.
Menerapkan monokultur dan penggunaan pupuk urea dosis tinggi.
Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman penutup tanah (cover crop), membatasi penggunaan pestisida kimia, dan mengelola air dengan metode konservasi (misalnya: rainwater harvesting).
Membuang seluruh biomassa sisa panen ke sungai.
Menggunakan seluruh energi listrik dari PLN.
Kasus: Rencana budidaya sayuran di lahan gambut menggunakan sistem irigasi parit terbuka yang membutuhkan pengeringan gambut. Evaluasi terhadap keberlanjutan sumber daya air dan dampak lingkungan dari rencana ini adalah....
Sangat Tinggi, karena air di lahan gambut melimpah.
Rendah, karena pengeringan gambut meningkatkan risiko kebakaran lahan, emisi karbon, dan penurunan permukaan air secara permanen.
Moderat, hanya jika menggunakan bibit tahan api.
Keberlanjutan hanya relevan di dataran tinggi.
Sangat Tinggi, karena memanfaatkan air alami
Kasus: Rencana budidaya sayuran di lahan gambut menggunakan sistem irigasi parit terbuka yang membutuhkan pengeringan gambut. Solusi paling efektif untuk meningkatkan keberlanjutan pada kasus budidaya di lahan gambut adalah....
Mengubah budidaya menjadi tebu.
Menerapkan teknik rewetting (pembasahan kembali) dan budidaya berbasis kearifan lokal (misalnya: paludikultur atau budidaya yang toleran genangan) untuk mempertahankan tinggi muka air gambut.
Menutup lahan gambut dengan aspal.
Menghilangkan semua air dari lahan gambut.
Menggunakan sistem irigasi tetes di atas lahan gambut kering.
Untuk mengatasi masalah tanah yang tercemar logam berat akibat penggunaan pupuk/pestisida yang tidak terkontrol, solusi inovatif yang membutuhkan analisis ilmiah dan proses terstruktur adalah....
Mengganti semua peralatan pertanian dengan yang baru.
Merancang program fitoremediasi (penggunaan tanaman tertentu, misal: bunga matahari, untuk menyerap dan mengakumulasi logam berat dari tanah) diikuti dengan pengelolaan limbah tanaman yang terkontaminasi.
Membiarkan tanah dijemur di bawah sinar matahari selama setahun
Menambakan garam dapur ke dalam tanah.
Menanam sayuran impor yang tahan terhadap logam
Untuk mengatasi masalah tanah yang tercemar logam berat akibat penggunaan pupuk/pestisida yang tidak terkontrol, solusi inovatif yang membutuhkan analisis ilmiah dan proses terstruktur.Perumusan solusi tergolong inovatif karena...
Mudah diaplikasikan tanpa perlu pemantauan.
Murah dan dapat langsung meningkatkan hasil panen.
Menyediakan pendekatan bioteknologi yang ramah lingkungan dan spesifik untuk memulihkan kualitas tanah, menjadikannya layak untuk budidaya sayuran pangan kembali.
Tidak memerlukan adanya SOP.
Hanya membutuhkan biaya tenaga kerja
Sebuah proposal mencantumkan analisis SWOT yang kuat di Pendahuluan, tetapi tidak ada bab khusus tentang Justifikasi Teknis (metode budidaya). Bab Rencana Keuangan hanya mencantumkan total modal tanpa rincian Biaya Tetap (FC) dan Biaya Variabel (VC). Evaluasi kritis terhadap proposal ini adalah....
Proposal sudah sangat baik karena memiliki analisis SWOT.
Rencana Keuangan yang ringkas adalah yang terbaik.
Proposal dinilai tidak lengkap dan tidak sistematis, karena tanpa Justifikasi Teknis, Rencana Keuangan (terutama BEP) tidak dapat dihitung secara valid, menunjukkan kurangnya keterkaitan antarkomponen.
ustifikasi teknis harus dimasukkan di bab pemasaran.
Rincian biaya tidak diperlukan untuk proposal.
Perhatikan pernyataan berikut:
1)Analisis Pasar, Permintaan, dan Strategi Pemasaran
2)Pendahuluan (Latar Belakang & Tujuan)
3)Rencana Keuangan (BEP, Anggaran, Proyeksi Laba)
4)Justifikasi Teknis (SOP Budidaya, Kebutuhan Alat & Bahan)
Manakah urutan kerangka proposal usaha budidaya yang paling logis dan sistematis berikut adalah....
1 - 2 - 3 - 4
2 - 4 - 1 - 3
2 - 1 - 4 - 3
4 - 1 - 3 - 2
2 - 4 - 3 - 1
Faktor utama penentu strategi produksi, seperti apakah menggunakan sistem MTO (Make-to-Order) atau MTS (Make-to-Stock), dalam budidaya sayuran adalah....
Jumlah kendaraan operasional yang dimiliki.
Sifat produk (misalnya: mudah layu), pola permintaan konsumen, dan tingkat toleransi risiko kerugian stoK
Jenis warna kemasan yang digunakan.
Jumlah lulusan sarjana pertanian di tim.
Biaya listrik bulanan.
Dalam budidaya sayuran daun yang sangat cepat layu, strategi produksi yang paling efektif untuk meminimalisasi waste dan menjamin kesegaran produk kepada konsumen adalah...
Mass Production (Produksi massal)
Make-to-Stock (Produksi untuk stok)
Just-In-Time (JIT) atau Make-to-Order (Produksi berdasarkan pesanan)
Agile Manufacturing
Batch Production
Produsen ingin agar sayuran timunnya masuk dalam kategori Grade A pasar ekspor Jepang. Analisis spesifikasi produk yang paling menentukan Grade A tersebut adalah....
Timun harus dipanen pada malam hari agar dingin.
Timun memiliki panjang yang beragam dan sedikit cacat fisik.
Kesegaran, keseragaman ukuran dan bentuk
Hanya menggunakan pupuk kimia yang mahal.
Kemasan berupa karung bekas.
Penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam kegiatan pemanenan sayuran bertujuan utama untuk....
Membuat panen menjadi lebih lama.
Memastikan bahwa sayuran dipanen pada tingkat kematangan yang optimal (sesuai standar), menggunakan alat yang tepat, dan ditangani secara higienis untuk menjaga kualitas pasca panen.
Menentukan jumlah profit bersih yang didapat.
Mencari investor baru.
Mengganti varietas sayuran.
perhatikan pernyataan berikut ini:
1)Pengecekan pH media tanam akhir.
2)Pengukuran dan pencampuran bahan sesuai rasio yang ditentukan.
3)Sterilisasi/fermentasi media jika diperlukan.
4)Pengisian media tanam ke wadah (pot/polybag).
Jika media tanam yang digunakan adalah campuran arang sekam, cocopeat, dan kompos. Urutan langkah penerapan SOP pengolahan yang paling tepat adalah....
4 - 2 - 3 - 1
2 - 4 - 3 - 1
2 - 3 - 1 - 4
3 - 2 - 4 - 1
1 - 2 - 3 - 4
