Font size
WorksheetsRemidi Tradisional PSAS
Total questions: 88
Worksheet time: 44mins
Setelah ikan mati, terjadi perubahan-perubahan baik secara biologis, fisik, maupun kimia yang tidak diinginkan. Hal ini disebut dengan
Pembusukan
Pengawetan
Pengolahan
Kualitas
Manajemen
Kelebihan ikan sebagai bahan makanan kecuali
Tinggi protein hewani
Mudah didapat
Harga murah
Banyak mengandung unsur anorganik esensial
Tidak mudah busuk
Jenis produk olahan tradisional misalnya
Bakso
Kecap ikan
Sosis
Udang kupas
Khitosan
Pengolahan tradisional akan menghasilkan mutu produk yang jelek jika
Kadar air bahan diturunkan optimal
Bahan baku dicuci bersih
Alat yang digunakan tidak bersih
Menggunakan garam yang murah
Bahan baku segar
Yang bukan ciri pengolahan tradisional yaitu
Mutu bahan mentah bervariasi
Proses dan kondisi lingkungan susah dikontrol
Kemasan bervariasi
Bahan pembantu bervariasi
Titik akhir proses tidak pasti
Sifat akhir produk pengolahan tradisional yaitu kecuali
Perubahan pada produk tidak terkontrol
Produk tidak dapat terlindung dengan baik
Cita rasa sangat bervariasi
Penampilan sangat bervariasi
Masa simpan pendek
Suatu metode yang dilakukan untuk mengawetkan produk hasil perikanan dengan menggunakan garam (NaCl) disebut
Chilling
Freezing
Canning
Salting
Smoking
Penggaraman yang dilanjutkan dengan perebusan disebut
Ikan asin basah
Ikan asin kering
Ikan pindang
Ikan peda
Kecap ikan
Produk ikan asin banyak dijumpai di Indonesia karena
Harganya murah
Prosesnya sederhana
Disukai masyarakat
Produksi ikan berlebih
Masa simpan lama
Kandungan air dalam tubuh ikan berkurang melalui proses penggaraman karena
Proses osmosis
Penjemuran
Aktivitas bakteri
Pembusukan
Aktivitas enzim
Garam murni memiliki kandungan senyawa paling besar yaitu
Mg Cl2
Ca Cl2
Na Cl
Mg SO4
Ca SO4
Garam dapat dikategorikan sedang jika memiliki kandungan
Mg Cl2 80–90%
Ca SO4 90–95%
Ca Cl2 diatas 95%
Na Cl 80–90%
Mg SO4 di bawah 80%
Kelemahan garam yang mengandung Ca dan Mg yaitu
Menghasilkan produk yang kaku dan warnanya putih
Lambat menembus masuk ke dalam daging ikan
Produk menjadi agak pahit
Produk berwarna coklat kotor dan kuning
Produk berwarna putih keras dan mudah pecah
Kelemahan garam yang mengandung Mg SO4 yaitu
Menghasilkan produk yang kaku dan warnanya putih
Lambat menembus masuk ke dalam daging ikan
Produk menjadi agak pahit
Produk berwarna coklat kotor dan kuning
Produk berwarna putih keras dan mudah pecah
Kelemahan garam yang mengandung Fe dan Cu yaitu
Menghasilkan produk yang kaku dan warnanya putih
Lambat menembus masuk ke dalam daging ikan
Produk menjadi agak pahit
Produk berwarna coklat kotor dan kuning
Produk berwarna putih keras dan mudah pecah
Kelemahan garam yang mengandung Ca Cl2 yaitu
Menghasilkan produk yang kaku dan warnanya putih
Lambat menembus masuk ke dalam daging ikan
Produk menjadi agak pahit
Produk berwarna coklat kotor dan kuning
Produk berwarna putih keras dan mudah pecah
Kecepatan penyerapan garam dalam tubuh ikan tidak dipengaruhi oleh
Kesegaran ikan
Kandungan lemak
Ketebalan daging ikan
Kehalusan kristal garam
Warna daging ikan
Pernyataan berikut yang benar adalah
Viskositas larutan akan turun ketika suhu naik sehingga proses penyerapan garam naik
Viskositas larutan akan naik ketika suhu naik sehingga proses penyerapan garam naik
Viskositas larutan akan turun ketika suhu turun sehingga proses penyerapan garam naik
Viskositas larutan akan naik ketika suhu turun sehingga proses penyerapan garam naik
Viskositas larutan akan turun ketika suhu naik sehingga proses penyerapan garam turun
Metode penggaraman yang tanpa menggunakan wadah adalah
Dry salting
Wet salting
Kench salting
Mix salting
Pure salting
Banyaknya garam yang ditambahkan untuk melakukan proses penggaraman yaitu
0–5%
5–10%
10–35%
35–50%
Di atas 50%
Pernyataan yang benar tentang proses penyiangan pada penggaraman adalah
Ikan yang berukuran besar tidak disiangi
Ikan yang berukuran sedang tidak perlu disiangi
Ikan berukuran kecil tidak disiangi
Ikan dicuci bersih dengan air mengalir sebelum disiangi
Ikan tidak ditiriskan setelah pencucian
Pernyataan yang salah dalam proses dry salting adalah
Garam ditaburkan di dasar wadah
Disusun ikan di atas lapisan garam dengan perut menghadap ke bawah
Wadah ditutup dengan penutup berbemberat
Proses penggaraman berlangsung selama 1–3 minggu
Penggaraman selesai bila ada perubahan tekstur, daging kencang dan padat
Proses penggaraman dalam wet salting dianggap selesai bila
Ikan mengapung
Wadah menjadi hangat
Larutan garam habis
Bau amis hilang
Konsentrasi cairan di dalam sama dengan di luar tubuh ikan
Berikut ini bukan alat yang digunakan dalam penggaraman yaitu
Food processor
Wadah dengan penutup
Pisau
Talenan
Para-para
Berikut ini bukan merupakan produk dari penggaraman yaitu
Ikan asin basah
Ikan asin kering
Ikan asin rebus
Ikan pindang
Ikan kaleng
Berikut bukan Standar Industri Indonesia (SII) untuk ikan asin yaitu
Penampakan segar
Mempunyai bau, rasa dan warna normal serta bentuk yang baik
Berkadar air paling tinggi 25%
Berkadar garam 10–20%
Tidak mengandung logam, jamur
Pink spoilage yaitu kerusakan pada ikan asin yang
Ditandai dengan warna kuning kemerahan karena aktivitas bakteri halofilik
Disebabkan oleh jamur yang tumbuh di permukaan menyebabkan warna keabu-abuan
Disebabkan karena reaksi senyawa karbonil dengan asam amino berbau tengik
Disebabkan bakteri saponifikasi menghasilkan lender berbau busuk
Berbau sangat busuk dan noda merah sepanjang tulang punggung ikan
Dun spoilage yaitu kerusakan pada ikan asin yang
Ditandai dengan warna kuning kemerahan karena aktivitas bakteri halofilik
Disebabkan oleh jamur yang tumbuh di permukaan menyebabkan warna keabu-abuan
Disebabkan karena reaksi senyawa karbonil dengan asam amino berbau tengik
Disebabkan bakteri saponifikasi menghasilkan lender berbau busuk
Berbau sangat busuk dan noda merah sepanjang tulang punggung ikan
Rust spoilage yaitu kerusakan pada ikan asin yang
Ditandai dengan warna kuning kemerahan karena aktivitas bakteri halofilik
Disebabkan oleh jamur yang tumbuh di permukaan menyebabkan warna keabu-abuan
Disebabkan karena reaksi senyawa karbonil dengan asam amino berbau tengik
Disebabkan bakteri saponifikasi menghasilkan lender berbau busuk
Berbau sangat busuk dan noda merah sepanjang tulang punggung ikan
Saponifikasi yaitu kerusakan pada ikan asin yang
Ditandai dengan warna kuning kemerahan karena aktivitas bakteri halofilik
Disebabkan oleh jamur yang tumbuh di permukaan menyebabkan warna keabu-abuan
Disebabkan karena reaksi senyawa karbonil dengan asam amino berbau tengik
Disebabkan bakteri saponifikasi menghasilkan lender berbau busuk
Berbau sangat busuk dan noda merah sepanjang tulang punggung ikan
Tanning yaitu kerusakan pada ikan asin yang
Ditandai dengan warna kuning kemerahan karena aktivitas bakteri halofilik
Disebabkan oleh jamur yang tumbuh di permukaan menyebabkan warna keabu-abuan
Disebabkan karena reaksi senyawa karbonil dengan asam amino berbau tengik
Disebabkan bakteri saponifikasi menghasilkan lender berbau busuk
Berbau sangat busuk dan noda merah sepanjang tulang punggung ikan
Salt burn yaitu kerusakan pada ikan asin yang
Ditandai dengan warna kuning kemerahan karena aktivitas bakteri halofilik
Disebabkan oleh jamur yang tumbuh di permukaan menyebabkan warna keabu-abuan
Disebabkan karena reaksi senyawa karbonil dengan asam amino berbau tengik
Disebabkan bakteri saponifikasi menghasilkan lender berbau busuk
Disebabkan penggunaan garam berlebih sehingga bagian luar ikan keras
Berikut ini bukan merupakan fungsi formaldehid (HCHO) adalah
Disinfektan
Pengawet ikan
Fumigant
Fungisida
Resin
Berikut ini bukan merupakan cara untuk mempercepat pengeringan ikan asin yaitu
Menjemur ikan di atas para-para 1 meter di atas tanah
Jangan menumpuk ikan saat dijemur
Menambah garam
Membelah daging ikan
Membuat sayatan pada daging ikan
Jenis ikan air tawar yang biasa digunakan untuk bahan baku ikan asin yaitu
Euthynus spp
Scomberomorus spp
Decapterus spp
Cyprinus carpio
Chanos chanos
Limbah cair pembuatan ikan pindang biasanya digunakan untuk
Pupuk organik
Pembuatan petis
Pakan ikan
Penambah rasa makanan
Dibuang ke sungai
Berikut ini bukan keuntungan pemindangan dibandingkan pengolahan ikan asin yaitu
Proses lebih cepat
Kadar garam lebih rendah
Tekstur lebih lunak
Masa simpan lebih lama
Cita rasa lebih segar
Saat ini produksi ikan pindang lebih rendah dari ikan asin karena
Cita rasanya kurang sesuai
Pengolahannya rumit
Daya tahan ikan lebih rendah
Pengemasannya kurang menarik
Kurangnya produsen
Daya awet ikan pindang tidak akan lama bila
Ruang penyimpanan lembab
Ruang penyimpanan bersih, kering dan sejuk
Sirkulasi udara lancar di ruang penyimpanan
Tidak ada benda asing yang mencemari di tempat penyimpanan
Wadah penyimpanan tertutup rapat
Faktor yang tidak menyebabkan keberhasilan proses pemindangan yaitu
Kesegaran ikan
Lama perebusan
Kualitas garam
Sanitasi dan hygiene
Pengemasan dan penyimpanan
Mekanisme garam dalam pengawetan ikan yang menyebabkan membrane sel mikroba pecah karena
Memiliki rasa asin
Kristalnya lembut
Bersifat higroskopis
Mengurangi kelarutan oksigen
Menambah kelarutan oksigen
Berikut ini bukan merupakan criteria mutu ikan pindang yang baik yaitu
Warna pindang putih keabuan
Permukaan kulit keset
Ikan pindang utuh tidak patah-patah
Tidak terlihat adanya lender atau kapang
Berbau segar
Berikut bukan jenis ikan pindang berdasarkan wadahnya yaitu
Ikan pindang naya
Ikan pindang besek
Ikan pindang paso
Ikan pindang Juwono
Ikan pindang kendil
Berikut bukan jenis ikan pindang berdasarkan asalnya yaitu
Ikan pindang Pekalongan
Ikan pindang Kudus
Ikan pindang Muncar
Ikan pindang presto
Ikan pindang Juwono
Jenis pemindangan yang menggunakan suhu tinggi dan memiliki cirri durinya bersifat lunak yaitu
Ikan pindang naya
Ikan pindang air garam
Ikan pindang bumbu
Ikan pindang presto
Ikan pindang Juwono
Proses pengeluaran air dari bahan sampai kadar air setimbang dengan keadaan udara sekelilingnya atau sampai tingkat kadar air tertentu sehingga terhindar dari serangan jamur dan aktivitas serangga disebut
Pendinginan
Penjemuran
Pengeringan
Pemindangan
Penggaraman
Faktor yang tidak mempengaruhi kecepatan pengeringan adalah
Kecepatan udara
Daerah penangkapan ikan
Suhu udara
Kelembaban udara
Ukuran dan ketebalan ikan
Proses pengeringan alami maksudnya adalah
Menggunakan sinar matahari
Tanpa bahan pengawet
Menggunakan api
Menggunakan ikan segar
Menggunakan mesin pengering
Kelemahan pengeringan alami yaitu
Mahal
Memerlukan teknologi yang rumit
Tergantung kondisi cuaca
Sanitasi dan hygiene terjamin
Bisa dilakukan kapan saja
Tanda pengeringan alami sudah selesai prosesnya bila
Bau ikan sudah tidak amis
Tekanan jari pada produk tidak menimbulkan bekas
Tidak ada air yang menetes dari produk
Rasa ikan sudah asin
Penampakan produk bersih
Pengeringan yang proses pengeringannya tanpa penggunaan sinar matahari disebut
Pengeringan alami
Pengeringan musiman
Pengeringan teknis
Pengeringan suhu tinggi
Pengeringan buatan
Kelemahan pengeringan buatan yaitu
Suhu dan kelembaban dapat diatur
Sanitasi dan hygiene terjaga
Kecepatan angin dapat diatur
Harga relative mahal
Dapat dilakukan kapan saja
Berikut ini bukan merupakan metode pengeringan buatan yaitu
Pengeringan dengan udara hangat
Pengeringan dengan udara dingin
Pengeringan menggunakan silica gel
Pengeringan menggunakan air
Pengeringan mekanis
Alat pengering yang memiliki pompa vakum dan kondensor yaitu
Alat pengering surya
Alat pengering tunnel
Alat pengering suhu rendah
Berikut ini bukan merupakan mekanisme keluarnya air dari bahan pangan selama pengeringan yaitu
Air bergerak melalui tekanan kapiler
Penarikan air karena perbedaan konsentrasi larutan
Penarikan air ke permukaan karena absorpsi lapisan permukaan bahan
Perpindahan air dari bahan ke udara karena perbedaan tekanan uap
Pengeringan terjadi terus menerus
Faktor yang tidak menentukan kecepatan pengeringan yaitu
Kebersihan lingkungan
Luas permukaan
Perbedaan suhu dan udara sekitarnya
Kecepatan aliran udara
Tekanan udara
Proses mengolah atau mengawetkan ikan dengan media pengawet yang merupakan sisa hasil pembakaran kayu, tempurung kelapa, serbuk gergaji, atau sekam padi yaitu
Pendinginan
Pembekuan
Pengeringan
Pengasapan
Penggaraman
Proses pengasapan merupakan gabungan dari beberapa metode yaitu
Pembekuan, pengeringan dan pengalengan
Penggaraman, pengeringan dan pengasapan
Pengasapan, pengeringan dan pengalengan
Pengeringan, penggaraman dan pengemasan
Penggaraman, pengasapan dan pengemasan
Tujuan pengasapan selain mengawetkan ikan adalah
Mengolah ikan dengan harga murah
Menurunkan suhu ikan
Memberikan rasa dan aroma yang khas
Memudahkan untuk dipasarkan
Memberi rasa asin
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pengasapan yaitu
Jenis ikan
Ukuran ikan
Jumlah ikan
Mutu dan volume asap
Tempat penyimpanan
Berikut ini bukan merupakan metode pengasapan yang dikenal yaitu
Cold smoking
Warm smoking
Hot smoking
Liquid smoking
Dry smoking
Berikut ini bukan merupakan keuntungan pengasapan cair yaitu
Hemat biaya
Dapat mengatur flavor produk
Mengurangi komponen yang berbahaya
Produk bersifat lebih kering
Mengurangi polusi udara
Alat berikut ini bukan peralatan pengolahan pengasapan yaitu
Smoking room
Drum smoke
Cabinet smoke
Semi conventional smoke
Indirect smoke
Faktor-faktor yang harus dikontrol selama pengasapan, kecuali
Volume dan mutu asap
Suhu
Kelembaban udara
Jumlah ikan yang diasap
Kecepatan udara dan pembagian asap
Proses penguraian senyawa dari bahan-bahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dalam keadaan yang terkontrol dengan bantuan mikroorganisme disebut
Koagulasi
Fermentasi
Diversifikasi
Pembusukan
Karamelisasi
Enzim yang mampu berperan dalam pengolahan ikan fermentasi adalah
Enzim karboksilase
Enzim lipolitik
Enzim proteolisis
Enzim buatan
Enzim amilase
Proses fermentasi dapat dibedakan dalam golongan berikut kecuali
Fermentasi garam tinggi
Fermentasi asam organic
Fermentasi asam mineral
Fermentasi bakteri
Fermentasi fisik
Proses fermentasi yang menggunakan asam propionate termasuk dalam golongan
Fermentasi garam tinggi
Fermentasi asam organic
Fermentasi asam mineral
Fermentasi bakteri
Fermentasi fisik
Proses fermentasi yang menggunakan asam kuat termasuk dalam golongan
Fermentasi garam tinggi
Fermentasi asam organic
Fermentasi asam mineral
Fermentasi bakteri
Fermentasi fisik
Proses fermentasi ikan berlemak tinggi dilakukan dalam kondisi
Penggaraman kering
Penggaraman basah
Tanpa cahaya
Tanpa oksigen
Tanpa suara
Proses fermentasi ikan berlemak rendah dilakukan dalam kondisi
Penggaraman kering
Penggaraman basah
Tanpa cahaya
Tanpa oksigen
Tanpa suara
Bakteri ini dapat mengubah 95% dari glukosa atau heksosa lainnya menjadi asam laktat disebut.
Bakteri asam laktat
Bakteri asam laktat homofermentatif
Bakteri asam laktat heterofermentatif
Bakteri proteolitik
Bakteri karboksilase
Faktor yang tidak mempengaruhi proses fermentasi yaitu.
Suhu
Oksigen
Substrat
Ketinggian
Air
Pada proses fermentasi, suhu penyimpanan yang terlalu tinggi akan menyebabkan.
Pertumbuhan bakteri terhambat
Proses fermentasi optimal
Produk awet
Produk rusak
Bahan baku rusak
Alat yang digunakan dalam proses fermentasi harus steril terutama agar.
Bakteri pembusuk tumbuh
Bakteri pembusuk tidak tumbuh
Memenuhi tuntutan konsumen
Sesuai aturan
Produk menjadi bagus
Produk fermentasi yang prosesnya memfermentasikan ikan dengan garam dan dibiarkan selama 1 minggu disebut.
Kecap Ikan
Bekasam
Terasi
Peda
Silase
Produk fermentasi yang berupa cairan jernih berwarna coklat yang mempunyai bau dan rasa yang khas serta banyak mengandung nitrogen terlarut dan garam disebut.
Kecap Ikan
Bekasam
Terasi
Peda
Silase
Produk fermentasi yang proses fermentasinya dilakukan bersamaan dengan proses fermentasi karbohidrat disebut.
Kecap Ikan
Bekasam
Terasi
Peda
Silase
Produk fermentasi yang berbentuk pasta dan merupakan usaha pemanfaatan dari hasil perikanan (ikan atau udang) yang berkualitas rendah disebut.
Kecap Ikan
Bekasam
Terasi
Peda
Silase
Produk cair fermentasi yang dibuat dari ikan-ikan utuh atau sisa-sisa industri pengolahan ikan yang dicairkan menyerupai bubur disebut.
Kecap Ikan
Bekasam
Terasi
Peda
Silase
Bahan kimia yang tidak biasa ditambahkan dalam pembuatan silase ikan yaitu.
HCl
H2SO4
NaCl
Asam propionate
Asam Formiat
Tujuan pengemasan produk perikanan yaitu.
Memudahkan saat produksi
Memberikan perlindungan dalam penyimpanan dan distribusi
Memudahkan konsumen membawa
Memperjelas identitas produk
Memudahkan saat menjual
Bahan pengemas yang biasa dan paling banyak digunakan untuk produk perikanan yaitu.
Logam
Kertas
Kayu
Plastik
Daun
Fungsi pengemasan sebagai berikut kecuali.
Perlindungan produk dari kotoran
Memberikan kemudahan dalam membuka dan menutup wadah
Memberikan informasi yang jelas ke konsumen
Mempunyai ukuran yang sesuai dan mudah dibentuk
Menambah biaya produksi
Berikut ini bukan merupakan criteria bahan kemasan yaitu.
Harganya murah
Tidak toksik
Barier terhadap air
Barier terhadap oksigen
Barier terhadap mikroba
Kemasan yang hanya digunakan sekali saja disebut.
Kemasan disposable
Kemasan multi trip
Kemasan primer
Kemasan sekunder
Kemasan tersier
Kemasan yang dapat dipakai berulang kali disebut.
Kemasan disposable
Kemasan multi trip
Kemasan primer
Kemasan sekunder
Kemasan tersier
Kemasan yang langsung bersentuhan dengan produk disebut.
Kemasan disposable
Kemasan multi trip
Kemasan primer
Kemasan sekunder
Kemasan tersier
