wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

DASAR - DASAR AGRIBISNIS TERNAK

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Proses bisnis agribisnis ternak mencakup serangkaian kegiatan yang terintegrasi, mulai dari persiapan hingga pemasaran hasil produksi. Ini melibatkan berbagai aspek seperti manajemen produksi, pengelolaan sumber daya, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil ternak. Yang merupakan langkah awal dalam proses bisnis agribisnis ternak adalah ...

a)

Produksi

b)

Pemasaran

c)

Pemeliharaan

d)

Perencanaan

e)

Distribusi

2.

Dalam upaya meningkatkan keberhasilan jangka panjang sebuah usaha agribisnis ternak, kegiatan manakah di bawah ini paling mendasar dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi tahap produksi di agribisnis ternak?

a)

Pemasaran produk

b)

Pemilihan bibit atau benih ternak

c)

Distribusi hasil

d)

Analisis pasar

e)

Pengembangan merek

3.

Dalam konteks agribisnis ternak yang berkelanjutan dan berorientasi pada keuntungan, aspek manakah dari 'Manajemen Ternak' yang memiliki dampak paling signifikan terhadap efisiensi produksi dan kualitas produk ternak?

a)

Pemilihan bibit

b)

Pengelolaan sumber daya manusia dan Sarana produksi ternak

c)

Pemeliharaan kesehatan ternak

d)

Pemasaran produk ternak

e)

Analisis keuangan

4.

Dalam suatu usaha peternakan ayam ras pedaging, terjadi kenaikan biaya pakan 20% sehingga banyak peternak gagal panen. Jika dilihat dari struktur rantai pasok, kegagalan ini menunjukkan bahwa tahapan mana yang paling kritis untuk dijaga stabilitasnya?

a)
A. Distribusi
b)

Pengadaan input

c)
C. Pemasaran
d)

Pengolahan produk

e)

Konsumsi konsumen

5.
Apa peran teknologi dalam pengembangan agribisnis ternak?
a)

Meningkatkan efisiensi produksi

b)

Mengurangi permintaan pasar

c)

Memperlambat pertumbuhan ternak

d)

Menurunkan kualitas produk

e)

Memperlambat distribusi

6.

Harga pakan naik signifikan, tetapi harga telur stabil bahkan cenderung turun. Peternak tetap memaksakan jumlah populasi tinggi tanpa melakukan analisis usaha. Jika usaha mereka rugi, faktor perencanaan apa yang gagal dilakukan?

a)

Manajemen limbah

b)

Pengolahan hasil

c)

Penerapan biosekuriti

d)

Analisis biaya dan pendapatan

e)

Rekrutmen tenaga kerja

7.

Seorang peternak ayam petelur mengalami penurunan harga telur di pasar tradisional sehingga keuntungan menurun. Ia berencana memproses sebagian telur menjadi telur asin dan tepung telur untuk dijual ke pasar modern.

Tahap perencanaan ini termasuk dalam konsep:

a)

Diversifikasi pasar agar harga stabil

b)

Agroindustri untuk menambah nilai produk

c)

Pengelolaan kandang untuk meningkatkan produksi

d)

Pemasaran langsung ke konsumen akhir

e)

Pengadaan input untuk menekan biaya produksi

8.

Seorang peternak ingin meningkatkan keberlanjutan usaha ternaknya dengan mengurangi dampak lingkungan dan tetap mempertahankan keuntungan. Ia memiliki beberapa opsi:

Strategi manakah yang paling tepat untuk mendukung keberlanjutan agribisnis ternak, sekaligus menjaga efisiensi ekonomi dan kelestarian lingkungan?

a)

Memberikan pakan impor berkualitas tinggi setiap hari tanpa memperhatikan sumbernya.

b)

Meningkatkan jumlah ternak secara drastis untuk mengejar keuntungan cepat.

c)

Mengelola limbah ternak menjadi pupuk organik untuk tanaman pakan ternak.

d)

Menggunakan antibiotik secara rutin untuk mencegah penyakit tanpa pengawasan.

e)

Mengurangi jumlah ternak tanpa memperbaiki kualitas manajemen pakan dan kesehatan.

9.

Seorang pengusaha ternak sedang merencanakan pembangunan peternakan baru. Pemilihan lokasi peternakan menjadi faktor krusial karena lokasi dapat memengaruhi berbagai aspek operasional dan keberlanjutan usaha.
Manakah alasan paling penting pemilihan lokasi peternakan dalam mendukung kelancaran agribisnis ternak?

a)

Meningkatkan keamanan produk

b)

Memudahkan distribusi

c)

Memengaruhi ketersediaan pakan

d)

Mempercepat produksi

e)

Menurunkan biaya tenaga kerja

10.

Seorang manajer agribisnis ternak ingin meningkatkan efisiensi dan nilai produk dari ternaknya. Ia mempelajari berbagai tahap mulai dari penyediaan pakan, pemeliharaan ternak, pengolahan daging atau telur, hingga distribusi ke konsumen.

Pertanyaan:
Konsep manakah yang menjelaskan rangkaian kegiatan ini untuk menciptakan nilai tambah pada setiap tahap dalam agribisnis ternak?

a)

Rantai pasok produk

b)

Perusahaan distribusi

c)

Pengembangan merek

d)

Analisis pasar

e)

Manajemen kesehatan ternak

11.

Seorang peternak ingin meningkatkan efisiensi produksi di peternakannya tanpa menambah jumlah ternak secara drastis. Ia mempertimbangkan penggunaan teknologi untuk mendukung manajemen pakan, kesehatan, dan pemeliharaan ternak.

Pertanyaan:
Teknologi manakah yang memiliki dampak paling signifikan dalam meningkatkan efisiensi produksi di industri ternak?

a)

Mesin cetak untuk label produk ternak

b)

Media sosial untuk promosi produk ternak

c)

Sistem pemantauan otomatis konsumsi pakan dan kesehatan ternak

d)

Software akuntansi untuk pembukuan usaha

e)

Penggunaan antibiotik rutin pada ternak

12.

Peternak ingin membuat kandang lebih ramah lingkungan menggunakan IoT. Sensor menunjukkan limbah air dan kotoran sering meluap. Apa strategi paling tepat?

a)

Memberikan lebih banyak pakan untuk ternak

b)

Mengurangi jumlah ternak tanpa perbaikan sistem

c)

Menggunakan sistem otomatis yang mengelola limbah dan memantau kualitas air

d)

Mengabaikan limbah karena produksi tetap tinggi

e)

Menambah jumlah ternak

13.

Seorang peternak ingin memastikan bahwa produknya (daging ayam dan telur) dapat dilacak asal-usulnya, mematuhi standar kesehatan, dan transparan bagi konsumen. Sistem digital mana yang paling tepat untuk mendukung tujuan ini?

a)

Catatan manual di buku harian peternak

b)

Sistem manajemen pakan otomatis tanpa catatan distribusi

c)

Blockchain untuk mencatat setiap transaksi, vaksinasi, dan distribusi secara permanen

d)

Pemasaran melalui media sosial tanpa dokumentasi

e)

Smart feeder yang hanya mengatur jumlah pakan

14.

Seorang peternak memiliki lahan penggembalaan yang luas dan ingin memantau kesehatan ternak serta kondisi padang rumput secara efisien. Teknologi mana yang paling tepat digunakan untuk tujuan ini, dan mengapa?

a)

Smart feeder otomatis di kandang tertutup

b)

Catatan manual jumlah ternak tanpa pengawasan visual

c)

Drone yang dilengkapi kamera dan sensor untuk memantau ternak dan lahan dari udara

d)

Pemberian pakan rutin tanpa pemantauan ternak

e)

Pemantauan manual dengan berjalan keliling lahan setiap hari

15.
Apa dampak positif dari penggunaan teknologi canggih dalam manajemen kesehatan ternak?
a)

Menurunkan kualitas produk

b)

Memperlambat pertumbuhan ternak

c)

Mengurangi biaya tenaga kerja

d)
D. Menurunkan efisiensi produksi
e)

Meningkatkan biaya produksi

16.

Sebuah perusahaan peternakan skala besar ingin meningkatkan produksi sambil tetap meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dari isu global yang umum terkait industri ternak, tindakan mana yang paling tepat untuk diprioritaskan?

a)

Mengurangi inspeksi kesehatan ternak untuk menekan biaya operasional

b)

Menurunkan standar kesejahteraan hewan untuk meningkatkan produktivitas

c)

Mengimplementasikan manajemen limbah dan pakan yang efisien untuk mengurangi emisi gas rumah kaca

d)

Mengabaikan penggunaan antibiotik dan fokus pada pertumbuhan cepat ternak

e)

Menambah jumlah ternak tanpa mempertimbangkan lahan atau sumber daya

17.

Seorang peternak ingin memastikan ternaknya sehat, bebas stres, dan nyaman di kandang. Teknologi manakah yang paling tepat digunakan untuk memantau kesehatan dan perilaku ternak secara real-time sehingga intervensi dapat dilakukan secara cepat?

a)

Sensor wearable dan sistem IoT yang memantau suhu tubuh, aktivitas, dan perilaku ternak

b)

Pemberian pakan rutin tanpa pengawasan sensor

c)

Drone digunakan hanya untuk mengambil gambar kandang secara periodik

d)

Pencatatan manual oleh petugas sekali sehari

e)

Kamera CCTV biasa tanpa analisis data

18.
Apa konsep dari 'Precision Livestock Farming' dalam konteks teknologi produksi ternak?
a)

Penggunaan mesin canggih

b)

Pemantauan dan manajemen individu ternak

c)

Pemanasan global

d)

Penggunaan sumber daya manusia

e)

Distribusi hasil ternak

19.

Seorang peternak global menghadapi musim panas yang lebih panjang dan curah hujan yang tidak menentu akibat perubahan iklim. Bagaimana peternak dapat menilai dampak perubahan iklim terhadap produksi ternaknya dan mengambil keputusan yang tepat?

a)

Fokus hanya pada distribusi hasil ternak tanpa memantau kesejahteraan ternak

b)

Mengandalkan metode tradisional tanpa data analisis lingkungan

c)

Menambah jumlah ternak tanpa memperhatikan sumber daya yang tersedia

d)

Memantau kondisi lingkungan, menyesuaikan manajemen pakan, air, dan ventilasi untuk menjaga kesehatan ternak

e)

Mengabaikan kondisi cuaca karena ternak dapat beradaptasi sendiri

20.

Sebuah perusahaan peternakan besar ingin meningkatkan produksi ternak sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan hewan. Strategi manajemen mana yang paling tepat untuk meningkatkan keberlanjutan?

a)

Menambah jumlah ternak tanpa memperhatikan ketersediaan pakan dan lahan

b)

Mengurangi inspeksi kesehatan ternak untuk menekan biaya operasional

c)

Mengabaikan kualitas pakan dan lingkungan karena produksi tetap tinggi

d)

Fokus hanya pada distribusi produk ternak tanpa pemantauan produksi

e)

Mengelola pakan, air, limbah, dan kesejahteraan ternak secara efisien menggunakan teknologi dan praktik ramah lingkungan

21.

Sebuah perusahaan peternakan ayam broiler ingin mengurangi penggunaan antibiotik dalam pakan untuk menghasilkan produk ayam yang lebih sehat dan aman bagi konsumen. Pendekatan manakah yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut?

a)

Meningkatkan dosis vaksinasi untuk mencegah penyakit pada ayam.

b)

Menerapkan sistem biosekuriti yang ketat untuk mencegah masuknya bibit penyakit.

c)

Memperpendek siklus produksi ayam broiler untuk mengurangi risiko infeksi.

d)

Mengurangi kepadatan populasi ayam dalam kandang untuk meningkatkan sirkulasi udara.

e)

Menggunakan probiotik dan prebiotik sebagai pengganti antibiotik dalam pakan.

22.

Sebuah perusahaan makanan olahan "UENAKK MAS" mengalami peningkatan permintaan produk secara tiba-tiba. Mereka kesulitan memenuhi permintaan tersebut karena pasokan bahan baku daging ayam dari peternak tidak mencukupi. Selain itu, biaya transportasi dari peternak ke pabrik juga meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar.

Manakah strategi yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut dalam jangka panjang, dengan mempertimbangkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok?

a)

Membangun kemitraan strategis dengan petani singkong lokal melalui program pendampingan dan memberikan insentif harga yang adil

b)

Mengurangi kualitas bahan baku singkong yang digunakan agar biaya produksi tetap rendah

c)

Menghentikan produksi produk "Kriuk Mania" untuk sementara waktu sampai pasokan singkong kembali normal

d)

Mengimpor singkong dari negara lain dengan harga yang lebih murah untuk memenuhi kekurangan pasokan

e)

Meningkatkan harga jual produk secara signifikan untuk menutupi biaya produksi yang meningkat

23.

Sebuah restoran bernama "Sedap Mantap" terkenal dengan menu ayam goreng kremesnya. Dalam beberapa bulan terakhir, restoran tersebut mengalami penurunan keuntungan yang signifikan. Setelah dilakukan evaluasi, diketahui bahwa biaya produksi ayam goreng kremes meningkat karena harga minyak goreng yang naik, sementara daya beli pelanggan cenderung menurun akibat kondisi ekonomi yang kurang stabil.

Strategi yang paling efektif untuk mengatasi masalah penurunan keuntungan tersebut, dengan tetap mempertahankan kualitas produk dan kepuasan pelanggan adalah ...

a)

Mengurangi porsi ayam goreng kremes yang disajikan kepada pelanggan.

b)

Mengganti minyak goreng yang lebih murah meskipun kualitasnya kurang baik.

c)

Menutup restoran "Sedap Mantap" dan beralih ke bisnis lain yang lebih menguntungkan.

d)

Melakukan promosi besar-besaran dengan memberikan diskon harga secara terus-menerus.

e)

Mencari pemasok bahan baku alternatif yang menawarkan harga lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas, serta mengembangkan menu pendamping yang lebih terjangkau.

24.

Seorang pengusaha peternakan ayam broiler menghadapi masalah penumpukan limbah kotoran ayam yang menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mencemari lingkungan. Ia berencana untuk mengolah limbah tersebut menjadi sumber energi alternatif yang dapat mengurangi dampak negatif lingkungan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternakannya. Setelah melakukan studi kelayakan, ia mempertimbangkan beberapa opsi pengolahan limbah, termasuk biogas, pembakaran langsung, pirolisis, dan gasifikasi.

Dengan mempertimbangkan karakteristik limbah kotoran ayam yang kaya akan nitrogen dan fosfor, serta kebutuhan energi peternakan untuk pemanas kandang dan operasional lainnya, manakah metode pengolahan limbah unggas yang paling optimal untuk diterapkan oleh pengusaha tersebut?

a)

Pembakaran langsung, karena limbah kotoran ayam memiliki kandungan energi yang tinggi dan mudah terbakar.

b)

Pirolisis, karena menghasilkan biochar yang dapat digunakan sebagai penyubur tanah dan bio-oil sebagai bahan bakar.

c)

Gasifikasi, karena menghasilkan syngas yang dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dengan efisiensi tinggi.

d)

Biogas (anaerobic digestion), karena menghasilkan biogas yang dapat digunakan untuk pemanas kandang dan listrik, serta menghasilkan digestate yang kaya nutrisi sebagai pupuk organik.

e)

Menggunakan limbah kotoran ayam sebagai campuran pakan ternak, karena mengandung protein yang tinggi.

25.

Seorang pengusaha sukses di bidang peternakan ayam petelur menerapkan prinsip "zero waste" dalam seluruh operasional bisnisnya. Ia telah berhasil mengoptimalkan penggunaan pakan, mengurangi penggunaan air, dan mengelola limbah cair dengan baik. Namun, ia masih menghadapi tantangan dalam mengelola limbah padat berupa bulu ayam yang dihasilkan dari proses penyortiran dan pengemasan telur.

Manakah strategi yang paling inovatif dan berkelanjutan untuk menerapkan prinsip "zero waste" dalam pengelolaan limbah bulu ayam tersebut, dengan mempertimbangkan potensi nilai tambah ekonomi, dampak lingkungan, dan kesesuaian dengan industri komoditi unggas modern?

a)

Membakar bulu ayam tersebut sebagai bahan bakar alternatif untuk menghasilkan panas di peternakan.

b)

Membuang bulu ayam tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA) terdekat secara rutin.

c)

Mengolah bulu ayam tersebut menjadi kompos bersama dengan limbah organik lainnya.

d)

Mengolah bulu ayam tersebut menjadi tepung bulu yang dapat digunakan sebagai campuran pakan ternak atau pupuk organik.

e)

Menjual bulu ayam tersebut kepada industri tekstil untuk diolah menjadi bahan pengisi bantal atau jaket.

26.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di sebuah daerah mengeluhkan tingginya harga telur ayam dan daging ayam di pasar tradisional. Selain itu, ditemukan adanya praktik penjualan telur ayam yang sudah tidak segar dan mengandung bakteri Salmonella. Pemerintah daerah setempat berupaya untuk mengatasi masalah ini agar tidak merugikan konsumen dan peternak ayam.

Manakah tindakan yang paling strategis dan komprehensif yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah tersebut untuk mengatasi masalah tersebut, dengan mempertimbangkan efektivitas jangka panjang, keberlanjutan, dan keseimbangan kepentingan antara konsumen dan produsen?

a)

Meningkatkan pengawasan dan inspeksi terhadap peternakan ayam dan pedagang telur ayam untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, serta menindak tegas pelaku pelanggaran.

b)

Menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk telur ayam dan daging ayam di pasar tradisional.

c)

Melakukan operasi pasar dengan menjual telur ayam dan daging ayam dengan harga subsidi kepada masyarakat.

d)

Memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat untuk meringankan beban biaya pembelian telur ayam dan daging ayam

e)

Mengimpor telur ayam dan daging ayam dari negara lain untuk menekan harga di pasar tradisional.

27.

Sebuah wilayah memiliki produksi daging ayam yang melimpah, namun konsumsi masyarakat hanya terbatas pada daging ayam segar yang dijual di pasar tradisional. Hal ini menyebabkan fluktuasi harga daging ayam yang signifikan dan potensi kerugian bagi peternak saat produksi berlebih. Pemerintah daerah berupaya untuk mendorong diversifikasi produk pangan di bidang unggas guna meningkatkan ketahanan pangan, menstabilkan harga, dan meningkatkan pendapatan peternak.

Manakah strategi diversifikasi produk pangan di bidang unggas yang paling efektif dan berkelanjutan yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah tersebut, dengan mempertimbangkan aspek preferensi konsumen, potensi pasar, dan nilai tambah produk?

a)

Mengembangkan industri pengolahan daging ayam menjadi produk-produk olahan yang beragam, seperti sosis ayam, nugget ayam, abon ayam, dan bakso ayam, serta mempromosikan produk-produk tersebut melalui kampanye pemasaran yang efektif

b)

Mempromosikan konsumsi telur ayam sebagai sumber protein utama dan memberikan subsidi harga telur kepada masyarakat

c)

Mendorong peternak untuk mengurangi produksi ayam dan beralih ke budidaya ikan lele

d)

Mempercepat distribusi produkMengekspor daging ayam segar ke negara lain untuk mengurangi kelebihan pasokan di pasar lokal

e)

Membatasi produksi ayam dan mewajibkan masyarakat untuk mengonsumsi daging sapi sebagai sumber protein alternatif

28.

Sebuah restoran mewah di perkotaan ingin menerapkan konsep "farm-to-table" untuk menyajikan hidangan daging yang berkualitas tinggi dan mendukung peternak lokal. Restoran tersebut memiliki beberapa pilihan pemasok daging, termasuk:

  • Pemasok A: Perusahaan besar yang menyediakan daging sapi impor dengan harga yang lebih murah, namun kurang transparan mengenai asal-usul dan proses produksinya.

  • Pemasok B: Peternakan sapi lokal yang menerapkan praktik peternakan organik dan berkelanjutan, namun memiliki kapasitas produksi yang terbatas dan harga daging yang lebih tinggi.

  • Pemasok C: Distributor daging yang menyediakan berbagai jenis daging dari berbagai peternakan, namun tidak memiliki informasi yang lengkap mengenai praktik peternakan yang diterapkan.

  • Pemasok D: Peternakan sapi lokal yang menggunakan pakan impor dan pupuk kimia dalam produksi, namun memiliki harga daging yang kompetitif.

  • Pemasok E: Koperasi peternak yang menyediakan daging sapi dari peternakan anggota dengan harga yang wajar, namun belum memiliki sertifikasi organik.

Manakah pilihan pemasok daging yang paling sesuai dengan konsep "farm-to-table" yang ingin diterapkan oleh restoran tersebut, dengan mempertimbangkan aspek kualitas produk, transparansi, dukungan terhadap peternak lokal, dan keberlanjutan lingkungan?

a)

Pemasok E, karena menyediakan daging sapi dari peternakan anggota dengan harga yang wajar

b)

Pemasok D, karena harganya kompetitif

c)

Pemasok C, karena menyediakan berbagai jenis daging dari berbagai peternakan

d)

Pemasok B, karena menerapkan praktik peternakan organik dan berkelanjutan serta mendukung peternak lokal, meskipun harganya lebih tinggi

e)

Pemasok A, karena harganya paling murah dan dapat meningkatkan keuntungan restoran

29.

Seorang pemuda bernama Andi memiliki latar belakang pendidikan di bidang peternakan. Ia mewarisi sebuah peternakan sapi perah dari orang tuanya. Peternakan tersebut masih dikelola secara tradisional dengan produktivitas yang rendah dan keuntungan yang minim. Andi bertekad untuk mengubah peternakan tersebut menjadi bisnis yang modern, efisien, dan menguntungkan.

Manakah langkah yang paling tepat yang harus dilakukan oleh Andi untuk menjadi seorang agripreneur sukses di bidang peternakan sapi perah, dengan mempertimbangkan aspek inovasi, orientasi pasar, dan keberlanjutan bisnis?

a)

Tetap menjalankan peternakan sapi perah seperti biasa, namun mengurangi biaya operasional dengan memberikan pakan yang lebih murah

b)

Menerapkan teknologi modern dalam pengelolaan peternakan, mengembangkan produk olahan susu yang inovatif, dan memasarkannya secara online

c)

Memperluas skala peternakan dengan membeli lebih banyak sapi perah tanpa mengubah sistem manajemen yang ada

d)

Mengganti semua sapi perah dengan jenis sapi yang lebih produktif, meskipun biaya investasinya sangat tinggi

e)

Menjual semua sapi perah dan beralih ke bisnis lain yang lebih menjanjikan

30.

Seorang agripreneur muda bernama Adit memiliki peternakan ayam petelur skala menengah. Ia menerapkan berbagai inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang kreatif untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, ia menghadapi beberapa tantangan, antara lain persaingan harga yang ketat dari peternak lain, fluktuasi harga pakan, dan perubahan preferensi konsumen terhadap produk telur.

Strategi yang paling komprehensif dan berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh Rina sebagai seorang agripreneur untuk mengatasi tantangan tersebut dan mengembangkan agribisnis ternak ayam petelurnya, dengan mempertimbangkan aspek efisiensi produksi, diversifikasi produk, pemasaran, dan keberlanjutan lingkungan adalah ....

a)

Mengurangi biaya produksi dengan memberikan pakan yang lebih murah meskipun kualitasnya kurang baik

b)

Menerapkan sistem otomatisasi dalam pengelolaan peternakan, mengembangkan produk olahan telur yang inovatif, memasarkannya secara online, serta mengelola limbah peternakan menjadi pupuk organik

c)

Menjual peternakan ayam petelur dan beralih ke bisnis lain yang lebih menjanjikan

d)

Hanya fokus pada penjualan telur ayam segar di pasar tradisional dengan harga yang bersaing

e)

Memperluas skala peternakan dengan menambah jumlah ayam petelur tanpa mengubah sistem manajemen yang ada

31.

Seorang lulusan baru dari jurusan peternakan ingin memulai usaha sendiri. Ia memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai jenis ternak, namun memiliki modal yang terbatas dan kurang memiliki pengalaman praktis dalam mengelola usaha peternakan. Ia tinggal di daerah pedesaan dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, namun infrastruktur yang kurang memadai.

Peluang usaha di bidang peternakan yang paling realistis dan berkelanjutan untuk lulusan baru tersebut, dengan mempertimbangkan aspek modal, pengalaman, potensi pasar, dan ketersediaan sumber daya adalah ...

a)

Membangun pabrik pakan ternak dengan teknologi canggih dan target pasar seluruh wilayah

b)

Membuka usaha pengolahan daging sapi menjadi produk-produk olahan premium dengan merek sendiri

c)

Memulai usaha penggemukan sapi potong dengan membeli sapi impor berkualitas tinggi dan memberikan pakan konsentrat

d)

Membangun peternakan sapi perah modern dengan sistem otomatisasi dan target pasar ekspor

e)

Beternak ayam kampung dengan sistem umbaran dan memanfaatkan pakan lokal, serta menjual produknya langsung ke konsumen atau restoran di sekitar desa

32.

Agus adalah Seorang lulusan program studi Manajemen Peternakan memiliki berbagai pilihan karir yang dapat ia tekuni. Ia memiliki minat yang besar dalam mengembangkan usaha peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan menguntungkan.

Profesi atau pekerjaan yang paling relevan dan strategis bagi lulusan Manajemen Peternakan tersebut untuk berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan sektor peternakan, dengan mempertimbangkan aspek manajemen, teknologi, dan keberlanjutan adalah ...

a)

Jurnalis pertanian yang bertugas meliput berita tentang perkembangan sektor peternakan

b)

Guru Biologi di sekolah menengah atas yang mengajarkan tentang sistem pencernaan hewan ternak

c)

Konsultan manajemen peternakan yang memberikan saran dan solusi kepada peternak untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan keuntungan usaha peternakan mereka

d)

Pegawai bank yang bertugas menyalurkan kredit kepada pelaku usaha peternakan

e)

Penjual pakan ternak yang menawarkan berbagai jenis pakan kepada peternak

33.

Seorang investor ingin memulai usaha di bidang peternakan ayam dengan tujuan menghasilkan keuntungan yang cepat dan berkelanjutan. Ia memiliki lahan yang cukup luas, modal yang terbatas, dan kurang memiliki pengalaman di bidang peternakan. Ia tertarik dengan usaha broiler farming karena siklus produksinya yang cepat.

Manakah strategi yang paling tepat bagi investor tersebut untuk memulai usaha broiler farming dengan sukses, dengan mempertimbangkan aspek modal, pengalaman, efisiensi produksi, dan risiko pasar?

a)

Mengabaikan aspek sanitasi dan kebersihan kandang untuk mengurangi biaya operasional.

b)

Membangun peternakan broiler dengan sistem kandang terbuka tradisional dan mengandalkan pakan alami untuk mengurangi biaya produksi

c)

Memulai usaha broiler farming dengan skala kecil dan menjual ayam broiler hidup langsung ke konsumen di pasar tradisional

d)

Membeli bibit ayam broiler berkualitas tinggi dari perusahaan pembibitan terkemuka, menerapkan sistem kandang tertutup modern dengan kontrol suhu dan kelembaban otomatis, serta menggunakan pakan komersial yang diformulasikan khusus untuk broiler

e)

Menggunakan obat-obatan dan antibiotik secara rutin untuk mencegah penyakit dan mempercepat pertumbuhan ayam broiler

34.

Seorang peternak ayam broiler mengalami kerugian dalam beberapa siklus panen terakhir. Ia menghadapi masalah dengan tingkat kematian ayam yang tinggi, pertumbuhan ayam yang lambat, dan biaya pakan yang mahal. Ia memutuskan untuk menyewa seorang konsultan agribisnis ternak ayam untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Tindakan yang paling tepat dan strategis yang harus dilakukan oleh konsultan agribisnis ternak ayam tersebut untuk membantu peternak ayam broiler tersebut meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keuntungan usaha peternakannya, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomis, dan manajerial adalah ...

a)

Menyarankan peternak untuk mengganti jenis ayam broiler dengan jenis yang lebih mahal namun memiliki potensi pertumbuhan yang lebih cepat

b)

Melakukan analisis terhadap sistem produksi peternakan ayam, memberikan rekomendasi tentang perbaikan manajemen pakan, kesehatan ayam, sanitasi kandang, dan sistem ventilasi, serta membantu peternak dalam menyusun rencana bisnis yang lebih baik

c)

C. Menjalankan peternakan secara pribadiMemberikan pinjaman modal kepada peternak untuk memperluas skala peternakan dan membeli peralatan modern

d)

Membantu peternak dalam memasarkan produk ayam broiler ke pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih tinggi

e)

Menyarankan peternak untuk beralih ke usaha peternakan lain yang dianggap lebih menguntungkan

35.

Seorang peternak ayam kampung mengeluhkan bahwa ayamnya sering mematuk bulu satu sama lain (kanibalisme). Sebagai ahli nutrisi ternak, apa saran yang paling tepat untuk mengatasi masalah ini dari sudut pandang nutrisi?

a)
  • Memastikan pakan mengandung cukup protein dan asam amino, serta mineral seperti natrium dan klorida

b)
  • Memotong paruh ayam agar tidak bisa mematuk

c)
  • Memberikan suplemen vitamin secara rutin

d)
  • Mengurangi kepadatan kandang agar ayam lebih leluasa bergerak

e)
  • Meningkatkan pemberian pakan agar ayam merasa kenyang

36.

Peternakan ayam petelur milik Pak Agus mengalami penurunan produksi telur secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Setelah dilakukan analisis, diketahui bahwa kualitas pakan yang diberikan kurang optimal karena harga pakan pabrikan terus meningkat.

Strategi inovatif apa yang dapat Pak Budi terapkan untuk mengatasi masalah ini sekaligus menciptakan peluang bisnis baru?

a)

Mengurangi jumlah ayam petelur untuk menekan biaya pakan

b)

Beralih ke jenis ternak lain yang lebih tahan terhadap kualitas pakan rendah

c)

Menjual seluruh ayam petelur dan beralih menjadi pedagang telur dari peternak lain

d)

Membuat pakan alternatif sendiri dengan memanfaatkan limbah pertanian dan bahan lokal yang bernutrisi, serta menjualnya ke peternak lain

e)

Menggunakan obat-obatan dan suplemen untuk meningkatkan produksi telur meskipun kualitas pakan buruk

37.

Adit memiliki peternakan ayam petelur yang menghasilkan banyak limbah berupa kotoran ayam. Anda menyadari bahwa limbah ini dapat menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Solusi kreatif apa yang dapat Adit terapkan untuk mengubah limbah kotoran ayam menjadi sumber pendapatan tambahan?

a)

Membakar kotoran ayam untuk mengurangi volumenya

b)

Mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik yang berkualitas tinggi dan menjualnya ke petani atau perusahaan perkebunan

c)

Menjual kotoran ayam mentah kepada petani dengan harga murah

d)

Menggunakan kotoran ayam sebagai pupuk kandang untuk tanaman pertanian

e)

Membuang kotoran ayam ke sungai agar tidak menumpuk di sekitar peternakan

38.

Anda adalah seorang agripreneur muda yang ingin memulai bisnis peternakan modern. Anda memiliki modal terbatas dan ingin memaksimalkan keuntungan dengan memanfaatkan teknologi.

Teknologi inovatif apa yang paling tepat Anda terapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya operasional peternakan Anda?

a)

Menggunakan sistem otomatisasi kandang (pemberian pakan, minum, dan pengaturan suhu) yang terintegrasi dengan sensor dan IoT (Internet of Things) untuk memantau kondisi ternak secara real-time

b)

Menggunakan kandang tradisional dengan sistem manual untuk meminimalkan biaya investasi awal

c)

Menggunakan artificial intelligence (AI) untuk memilih bibit ternak yang paling unggul

d)

Menggunakan drone untuk memantau kesehatan ternak dari udara

e)

Menggunakan robot untuk membersihkan kandang secara otomatis

39.

Anda adalah seorang agripreneur yang ingin mengembangkan bisnis peternakan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Anda memiliki lahan yang luas dan akses ke limbah pertanian.

Model bisnis apa yang paling tepat Anda terapkan untuk menciptakan sistem peternakan terpadu yang ramah lingkungan dan menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi?

a)

Mengembangkan peternakan monokultur dengan fokus pada satu jenis ternak saja

b)

Menggunakan pupuk kimia dan pestisida untuk meningkatkan hasil pertanianl

c)

Membakar limbah pertanian untuk mengurangi volumenya

d)

Menjual limbah pertanian kepada pihak lain dengan harga murah

e)

Mengembangkan peternakan yang terintegrasi dengan pertanian, perkebunan, atau perikanan, serta mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik atau biogas

40.

Anda adalah seorang agripreneur yang ingin mengembangkan bisnis peternakan dengan memanfaatkan dana dari investor. Anda memiliki ide bisnis yang inovatif dan potensi pasar yang besar.

Langkah-langkah apa yang paling tepat Anda lakukan untuk meyakinkan investor agar bersedia menanamkan modal di bisnis

a)

Meminta bantuan teman atau keluarga untuk menjadi investor tanpa perjanjian yang jelas

b)

Membuat proposal bisnis yang komprehensif, menyajikan data dan analisis yang akurat, serta menunjukkan potensi keuntungan yang menarik bagi investor

c)

Menjanjikan keuntungan yang tidak realistis kepada investor

d)

Menyembunyikan risiko yang mungkin terjadi dalam bisnis Anda

e)

Menyampaikan ide bisnis Anda secara lisan tanpa persiapan yang matang