Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tatalaksana Terapi Malaria

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Apa saja obat yang aman untuk ibu hamil dengan malaria?

a)

Klorokuin dan meflokuin.

b)

Sulfadoksin dan pirimetamin.

c)

Artemisinin dan doksisiklin.

d)

Atovaquone dan proguanil.

2.

Bagaimana tatalaksana malaria pada ibu menyusui?

a)

Obat antimalaria yang aman seperti artemisinin atau klorokuin.

b)

Obat herbal yang tidak terbukti efektif.

c)

Obat penghilang rasa sakit untuk gejala.

d)

Antibiotik untuk infeksi sekunder.

3.

Sebutkan gejala malaria yang perlu diwaspadai pada anak-anak!

a)

Batuk kering, sesak napas, nyeri dada.

b)

Demam tinggi, menggigil, berkeringat, nyeri kepala, mual, muntah, kejang.

c)

Sakit perut, diare, kelelahan berlebihan.

d)

Ruam kulit, gatal-gatal, pusing mendadak.

4.

Apa yang harus dilakukan jika pasien gagal ginjal terdiagnosis malaria?

a)

Tunggu hingga fungsi ginjal membaik sebelum pengobatan.

b)

Berikan terapi antimalaria dengan penyesuaian dosis sesuai kondisi ginjal.

c)

Lakukan hemodialisis sebelum terapi antimalaria.

d)

Berikan antibiotik untuk mengatasi infeksi sekunder.

5.

Jelaskan perbedaan tatalaksana malaria pada orang dewasa dan anak-anak!

a)

Perhatian terhadap efek samping tidak diperlukan pada anak-anak.

b)

Dosis obat untuk anak-anak lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.

c)

Tatalaksana malaria pada orang dewasa sama dengan anak-anak dalam semua aspek.

d)

Tatalaksana malaria pada orang dewasa dan anak-anak berbeda dalam dosis obat, perhatian terhadap efek samping, dan kebutuhan hidrasi serta nutrisi.

6.

Apa saja kontraindikasi penggunaan klorokuin pada ibu hamil?

a)

Klorokuin hanya berisiko bagi ibu hamil yang memiliki penyakit jantung.

b)

Klorokuin aman digunakan pada semua trimester kehamilan.

c)

Kontraindikasi penggunaan klorokuin pada ibu hamil termasuk risiko kerusakan janin dan interaksi obat.

d)

Penggunaan klorokuin tidak mempengaruhi kesehatan ibu hamil.

7.

Sebutkan langkah-langkah awal dalam penanganan malaria pediatrik!

a)

Identifikasi penyakit, pengobatan simtomatik, pemeriksaan laboratorium, perawatan intensif, edukasi keluarga.

b)

Identifikasi gejala, pemeriksaan fisik, tes diagnostik, pengobatan antimalaria, perawatan suportif.

c)

Pemeriksaan riwayat medis, pengobatan herbal, tes alergi, perawatan jangka panjang, rujukan ke rumah sakit.

d)

Pemberian vaksin, observasi gejala, pengujian darah, terapi antibiotik, konsultasi spesialis.

8.

Bagaimana cara memantau efek samping obat malaria pada ibu menyusui?

a)

Observasi gejala dan konsultasi dengan dokter.

b)

Membaca informasi di internet tanpa verifikasi.

c)

Hanya menggunakan obat herbal tanpa pengawasan.

d)

Mengabaikan gejala dan tidak berkonsultasi.

9.

Apa yang menjadi prioritas dalam tatalaksana malaria pada pasien dengan gagal ginjal?

a)

Penggunaan obat antimalaria dosis tinggi.

b)

Pemilihan obat antimalaria yang aman dan pemantauan fungsi ginjal.

c)

Pengabaian pemantauan fungsi ginjal.

d)

Pemberian cairan infus tanpa batas.

10.

Sebutkan jenis malaria yang paling umum terjadi pada anak-anak!

a)

Plasmodium malariae

b)

Plasmodium vivax

c)

Plasmodium falciparum

d)

Plasmodium ovale

11.

Apa saja faktor risiko malaria pada ibu hamil?

a)

Memiliki akses penuh ke perawatan kesehatan

b)

Tinggal di daerah endemik malaria, status imun rendah, kurang akses perawatan, tidak menggunakan kelambu, riwayat malaria.

c)

Tinggal di daerah non-endemik malaria

d)

Menggunakan kelambu setiap malam

12.

Jelaskan pentingnya diagnosis dini malaria pada anak!

a)

Diagnosis dini malaria pada anak penting untuk mencegah komplikasi serius dan kematian.

b)

Diagnosis dini malaria dapat menyebabkan stres pada anak.

c)

Diagnosis malaria hanya diperlukan pada orang dewasa.

d)

Diagnosis dini malaria tidak berpengaruh pada kesehatan anak.

13.

Bagaimana cara memberikan terapi malaria pada pasien hamil trimester pertama?

a)

Berikan antibiotik sebagai terapi malaria pada pasien hamil trimester pertama.

b)

Gunakan aspirin sebagai terapi malaria pada pasien hamil trimester pertama.

c)

Gunakan artemisinin sebagai terapi malaria pada pasien hamil trimester pertama.

d)

Gunakan klorokuin sebagai terapi malaria pada pasien hamil trimester pertama.

14.

Apa yang harus diperhatikan dalam pemilihan obat malaria untuk ibu menyusui?

a)

Pilih obat yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi.

b)

Gunakan obat yang tidak terbukti aman untuk ibu menyusui.

c)

Pilih obat yang memiliki efek samping berat bagi ibu menyusui.

d)

Pilih obat yang aman untuk ibu menyusui dan tidak berisiko bagi bayi.

15.

Sebutkan tanda-tanda malaria berat pada anak!

a)

Demam tinggi, anemia berat, kejang, kesadaran menurun, tanda-tanda syok.

b)

Demam sedang, batuk, pilek, sakit perut, kelelahan.

c)

Demam tinggi, ruam kulit, nyeri dada, batuk kering, pusing.

d)

Demam rendah, kelelahan, mual, pusing, nyeri sendi.

16.

Bagaimana cara mencegah malaria pada ibu hamil?

a)

Menghindari makanan pedas dan asam.

b)

Mandi dengan air hangat setiap hari.

c)

Menggunakan kelambu berinsektisida, obat pencegahan, dan menjaga kebersihan lingkungan.

d)

Mengonsumsi suplemen vitamin C dan D.

17.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi reaksi alergi terhadap obat malaria?

a)

Lanjutkan obat, minum air banyak.

b)

Tingkatkan dosis obat, pantau gejala.

c)

Ganti obat dengan herbal, tunggu beberapa hari.

d)

Hentikan obat, hubungi tenaga medis.

18.

Jelaskan peran keluarga dalam mendukung pengobatan malaria pada anak!

a)

Keluarga mengabaikan pengobatan dan tidak memberikan dukungan.

b)

Keluarga hanya fokus pada pengobatan tanpa perawatan tambahan.

c)

Keluarga berperan dalam mengabaikan kebersihan dan obat-obatan.

d)

Keluarga mendukung pengobatan malaria dengan perawatan, memastikan konsumsi obat, menjaga kebersihan, dan memberikan dukungan emosional.

19.

Apa saja pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk diagnosis malaria pada pasien gagal ginjal?

a)

Pemeriksaan rontgen dada, tes fungsi hati, dan USG abdomen.

b)

Pemeriksaan darah lengkap, tes alergi, dan biopsi jaringan.

c)

Pemeriksaan urin lengkap, tes serologi, dan kultur darah.

d)

Pemeriksaan mikroskopis darah tepi, tes cepat malaria (RDT), dan PCR.

20.

Sebutkan langkah-langkah pencegahan malaria yang efektif untuk ibu hamil!

a)

Menghindari air dingin, menggunakan pakaian berwarna cerah, dan tidur di siang hari.

b)

Menggunakan semprotan parfum, berjemur di bawah sinar matahari, dan mengonsumsi makanan pedas.

c)

Menggunakan obat herbal, tidur larut malam, dan menghindari olahraga.

d)

Menggunakan kelambu, menghindari tempat banyak nyamuk, dan menggunakan obat anti-malaria.