wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TRY OUT SIMULASI 25

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu kewajiban jemaah haji adalah memenuhi syarat istitaah kesehatan. Menurut Pasal 14 PP Nomor 8 Tahun

2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, apa yang menjadi tolok ukur istitaah kesehatan tersebut?

a)
  • A. Sertifikat kesehatan internasional dari lembaga resmi

b)
  • B.Kondisi kesehatan yang memungkinkan perjalanan internasional

c)
  • C. Kemampuan fisik dan mental berdasarkan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan

d)
  • D. Riwayat kesehatan tapa penyakit kronis selama 5 tahun terakhir

e)
  • E. Tingkat kesehatan fisik yang dilaporkan oleh dokter pribadi

2.

Dalam penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah bertanggung jawab menyediakan layanan kesehatan bagi jamaah. Berdasarkan Pasal 12 PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, apa saja komponen utama yang termasuk dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan haji?

a)
  • A. Konsultasi kesehatan secara berani sebelum keberangkatan

b)
  • B. Istitaah kesehatan, penyediaan sarana kesehatan, dan penanganan jemaah sakit

c)

C. Penyediaan informasi tentang perjalanan daf administrasi kesehatan haji

d)

D. Evaluasi dan pelaporan kesehatan jemaah haji setiap minggu

e)

E. Perekrutan tenaga kesehatan dari negara lain

3.

Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji, sarana dan prasarana menjadi salah satu aspek penting. Berdasarkan Pasal 16 PP Nomor 8 Tahun 2022 Tehtang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, mana di antara berikut ini yang merupakan kewajiban utama pemerintah terkait sarana kesehatan?

a)

A. menolak semua layanan kesehatan berbiaya rendah tapa subsidi

b)
  • B. Menyediakan obat-obatan, alat kesehatan, dan tempt layanan kesehatan di tanah air dan Arab Saudi

c)

C. Membuat kontrak dengan rumah sakit swasta di Arab Saudi

d)
  • D. Membuka jalur distribusi untuk pengiriman obat dari Indonesia ke Arab Saudi

e)

E. Memberikan pelatihan kesehatan bagi jamaah sebelum keberangkatan

4.

Pemerintah menetapkan kebutuhan petugas kesehatan haji sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Berdasarkan Pasal 15 PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, bagaimana proses perawatan petugas kesehatan ini dilakukan?

a)

A. Perekrutan tidak memerlukan koordinasi antar-kementerian

b)
  • B. Perekrutan dilakukan ole lembaga swasta yang bekerja sama dengan pemerintah

c)

C. Perekrutan dilakukan oleh kementerian yang menangani masalah kesehatan setelah menerima usulan kebutuhan dari Menteri Agama

d)
  • D. Perekrutan dilakukan langsung oleh pemerintah daerah untuk efisiensi

e)
  • E. Semua calon petugas dipilih ole Kementerian Luar Neger sesuai wilayah tugas merek

5.

Penanganan jemaah haji yang mengalami sakit merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Menurut Pasal 17 PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, kapan saja penanganan tersebut harus dilaksanakan?

a)
  • A. Saat jemaah menjalani ibadah di Makkah dan Madinah

b)
  • B. Sebelum keberangkatan hingga hari terakhir di Arab Saudi

c)
  • C. Sebelum keberangkatan, selama di Arab Saudi, dan setelah tiba di tanah air

d)
  • D. Selama masa tunggu di embarkasi dan embarkasi-antara

e)
  • E. Hanya selama masa keberangkatan dan kepulangan

6.

Pembinaan kesehatan merupakan upaya pemerintah untuk memastikan jemaah mampu menjalankan ibadah haji dengan optimal. Menurut Pasal 23 PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, kapan saja pelatihan ini dilaksanakan?

a)
  • A. Selama masa tunggu, masa keberangkatan, dan masa ibadah haji di Arab Saudi

b)
  • B. Hanya selama di tanah air untuk efisiensi

c)
  • C. Sebelum masa keberangkatan dan setelah tiba di tanah air

d)
  • D. Selama di embarkasi hingga masa kepulangan dari Arab Saudi

e)
  • E. Sebelum, selama, dan setelah melaksanakan ibadah haji

7.

Pembinaan kesehatan jemaah haji pada masa tunggu memiliki tujuan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental jemaah. Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 23 ayat (2), bentuk pembinaan ini meliputi:

a)
  • A. Pemeriksaan kesehatan umum dan pelatihan medis dasar

b)
  • B. Pendidikan kesehatan yang bersifat preventif dan promotif

c)
  • C. Pemeriksaan akhir sebelum keberangkatan ke Arab Saudi

d)
  • D. Pengawasan ole pemerintah daerah terkait kondisi kesehatan

e)
  • E. Melatih ketahanan fisik pada fasilitas olahraga khusus

8.

Selama melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi, pelatihan kesehatan tetap dilakukan untuk mengantisipasi risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Apa bentuk pelatihan in sesuai PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 23 ayat (2)?

a)
  • A. Pemantauan kesehatan melalui layanan posko kesehatan

b)
  • B. Koordinasi dengan rumah sakit setempat untuk penanganan darurat

c)
  • C. Pemberian informasi tentang pola makan yang sesuai

d)
  • D. Pemeriksaan kesehatan hanya bagi jamaah yang sakit

e)
  • E. Edukasi tentang pencegahan penyakit menular di Arab Saudi

9.

Pembinaan kesehatan selama masa kepulangan bertujuan memastikan jemaah kembali ke kondisi semula setelah perjalanan panjang. Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penelenggaraan Ibadah Haji Pasal 23, siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi pelatihan ini?

a)
  • A. Lembaga swasta yang bekerja sama dengan pemerintah

b)
  • B. Menteri Agama dengan melibatkan pihak-pihak terkait

c)
  • C. Pemerintah daerah berdasarkan lokasi kedatangan

d)
  • D. Menteri Kesehatan secara langsung

e)
  • E. Kepala Perwakilan RI untuk Arab Saudi

10.

Koordinasi pelatihan kesehatan selama ibadah haji melibatkan beberapa kementerian. Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 23 ayat (3), kementerian apa yang bekerja sama langsung dengan Menteri Agama untuk pembinaan kesehatan ini?

a)
  • A. Kementerian Luar Negeri

b)
  • B. Kementerian Kesehatan

c)
  • C. Kementerian Sosial

d)
  • D. Kementerian Dalam Negeri

e)
  • E. Kementerian Keuangan

11.

Menurut PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 18 ayat (1), penanganan jemaah haji sakit setelah keluar dari rumah sakit di Arab Saudi mencakup apa saja?

a)
  • A. Hanya pelayanan kesehatan lokal

b)
  • B. Layanan transportasi lokal dan akomodasi

c)
  • C. Pelayanan kesehatan dan layanan transportasi ke Indonesia

d)
  • D. Pelayanan teknis di tanah air dan transportasi pulang ke embarkasi

e)
  • E. Pemeriksaan akhir dan layanan medis tambahan

12.

Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 17 ayat (2), apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah setelah jamaah sakit tiba kembali di Indonesia?

a)
  • A. Melanjutkan layanan kesehatan selama pemulihan

b)
  • B. Menyediakan transportasi lokal khusus

c)
  • C. Membuat rekam medis tambahan

d)
  • D. Koordinasi lanjutan dengan rumah sakit setempat

e)
  • E. Melaporkan kondisi kesehatan ke keluarga

13.

Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 19, setelah jemaah haji tiba di tanah air, siapa yang bertanggung jawab atas penanganan kesehatan mereka?

a)
  • A. Kepala Perwakilan RI untuk Arab Saudi

b)
  • B. Pemerintah Daerah

c)
  • C. Menteri Kesehatan

d)
  • D. Gubernur di tingkat provinsi

e)
  • E. Menteri Agama

14.

Menurut PP Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 14, bagaimana cara membuktikan istitaah kesehatan jemaah haji sebelum keberangkatan?

a)
  • A. Dengan rekam medis yang dilaporkan ke pemerintah daerah

b)
  • B. Melalui sertifikat kesehatan dari lembaga swasta

c)
  • C. Dengan hasil pemeriksaan oleh tim penyelenggara kesehatan haji kabupaten/kota

d)
  • D. Melalui laporan kesehatan jamaah dari rumah sakit setempat

e)

E. Dengan surat keterangan kesehatan dari dokter pribadi

15.

Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/508/2024 merupakan perubahan atas ...

a)
  • A.Kepmenkes HK.01.07/MENKES/107/2023

b)
  • B.Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1218/2023

c)
  • C.Kepmenkes HK.01.07/MENKES/2118/2023

d)
  • D.Kepmenkes HK.01.07/MENKES/2118/2024

e)
  • E.Kepmenkes HK.01.07/MENKES/106/2023

16.

Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/508/2024 membahas tentang ...

a)
  • A. Penetapan Status Istithaah Kesehatan Jemaah Haji di Fasilitas Kesehatan

b)
  • B. Standar Teknis Pembinaan Kesehatan dalam Rangka Penetapan Status Istithaah Kesehatan Jemaah Haji

c)
  • C. Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan dalam Rangka Penetapan Status Laik Terbang Jemaah Haji

d)
  • D. Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan dalam Rangka Penetapan Status Istithaah Kesehatan Jemaah Haji

e)
  • E. Standar Teknis Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji di Embarkasi

17.
  • Ruang lingkup standar teknis pemeriksaan kesehatan dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/508/2024 meliputi

a)
  • A. Pemeriksaan meds, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan tes mental singkat dan penetapan istithaah kesehatan

b)
  • B. Pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan aktivitas sehari-hari dan penetapan istithaah kesehatan

c)
  • C. Pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan rujukan, pemeriksaan aktivitas sehari-hari dan penetapan istithaah kesehatan

d)
  • D. Pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan SRQ-20 dan penetapan istithaah kesehatan

e)
  • E. Pemeriksaan medis, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan aktivitas sehari-hari dan penetapan istithaah kesehatan

18.

Perbedaan KMK 508 Tahun 2024 dengan KMK 2118 Tahun 2023, di antaranya

a)
  • A. DM komorbid dengan HBA1C > 8% dan DM tapa komorbid dengan HBA1C > 8%

b)
  • B. DM komorbid dengan HBA1C > 8% dan DM tapa komorbid dengan HBA1C < 10%

c)

C. DM komorbid dengan HBA1C > 8% dan DM tanpa komorbid dengan HBA1C > 10%

d)

D. DM komorbid dengan HBA1C > 10% dan DM tanpa komorbid dengan HBA1C > 10%

e)
  • E. DM komorbid dengan HBA1C < 8% dan DM tapa komorbid dengan HBA1C > 10%

19.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, pemeriksaan medis dasar kepada jemaah haji meliputi

a)
  • A. Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan kesehatan mental

b)
  • B. Anamnesis, pemeriksaan kognitif, dan SRQ-20

c)
  • C. Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium sederhana

d)
  • D. Anamnesis, pemeriksaan ADL, dan SRQ-20

e)
  • E. Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan SRQ-20

20.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, kapan dilakukan pemeriksaan medis lanjutan?

a)
  • A. mengikuti aturan rumah sakit

b)
  • B. Apabila terdapat indikasi medis

c)
  • C. Sesuai permintaan jemaah haji

d)
  • D. Berikut ketentuan peraturan daerah setempat

e)
  • E. Sesuai aturan BPJS

21.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, pada pemeriksaan kesehatan jiwa sederhana diperoleh nilai 6 sampai 20, maka kesimpulannya adalah

a)
  • A. Indikasi kesehatan jiwa dan perlunya pengawasan dari dokter Puskesmas

b)
  • B.Biasa

c)
  • C. Tidak ada indikasi kesehatan tapi jiwa perlu pemeriksaan lebih lanjut ke psikiatri

d)
  • D. Indikasi kesehatan jiwa dan tidak perlu pemeriksaan lebih lanjut ke psikiatri

e)
  • E. Indikasi kesehatan jiwa dan perlunya pemeriksaan lebih lanjut ke psikiatri

22.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, pada pemeriksaan kognitif menggunakan instrumen.

a)
  • A. Tes Menggambar Roda Gigi Mini dan Jam

b)
  • B. Roda Gigi Mini

c)
  • C. Mini Cog dan AMT

d)
  • D. Tes Menggambar Jam Mini dan Roda Gigi

e)
  • E. Tes Menggambar Jam

23.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan kesehatan jemaah haji adalah ...

a)
  • A. Fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk oleh Gubernur

b)
  • B. Fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota

c)
  • C. Fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk ole Kementerin Kesehatan

d)
  • D. Fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota

e)
  • E. Fasilitas pelayanan kesehatan yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi

24.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, batas waktu pemeriksaan kesehatan jemaah haji adalah

a)
  • A. 7 hari kerja sebelum masa pelunasan BIPIH selesai

b)
  • B. 7 hari kerja sebelum keberangkatan rombongan terbang pertama

c)
  • C. 3 hari kerja sebelum masa pelunasan BIPIH selesai

d)
  • D. 7 hari kerja sebelum masa pelunasan BIPIH dimulai

e)
  • E. 7 hari kerja sebelum jemaah haji masuk asram haji

25.

Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, jemaah haji yang memenuhi syarat istithaah kesehatan haji adalah ...

a)

A. Jemaah haji yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji tapa bantuan obat, alat dan atau orang lain

b)
  • B. Jemaah haji yang memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji tapa bantuan obat, alat dan atau orang lain

c)
  • C. Jemaah haji yang memiliki kemampuan sementara untuk mengikuti proses ibadah haji tapa bantuan obat, alat dan atau orang lain

d)
  • D. Jemaah haji yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji dengan bantuan obat, alat dan atau orang lain

e)
  • E. Jemaah haji yang memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji dengan bantuan obat, alat dan atau orang lain

26.

Apa yang dilakukan setelah selesai thawaf?

a)
  • A. Mabit di Mina

b)
  • B. Shalat sunnah di belakang Maqam Ibrahim

c)
  • C. Memotong rambut

d)
  • D. Minum air zam-zam

e)
  • E. Melontar Jumrah

27.

Apa itu Sa'i dalam prosesi haji?

a)

A. Berjalan atau berlari kecil antara Shafa dan Marwah

b)
  • B. Membaca Talbiyah

c)
  • C. Berjalan mengelilingi Ka'bah

d)
  • D. Bermalam di Muzdalifah

e)
  • E. Melontar Jumrah

28.

Apa hukum Sa'i dalam pelaksanaan haji?

a)
  • A. Rukun haji

b)
  • B. Wajib Haji

c)
  • C. Sunna Muakkadah

d)
  • D. Sunnah

e)
  • E. Mubah

29.

Dari mana Sa'i dimulai?

a)
  • A. Dari Marwah ke Shafa

b)
  • B. Dari Ka'bah ke Marwah

c)
  • C. Dari Ka'bah ke Safa

d)
  • D. Dari Shafa ke Marwah

e)
  • E. Bebas memilih

30.

Apa arti dari proses Sa'i?

a)
  • A. Mengingat perjalanan Nabi Ibrahim

b)
  • B. Meningkatkan kekuatan fisik jamaah

  • 

c)
  • C. Menandakan kepatuhan kepada Allah

d)
  • D. Meneladani perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail

e)
  • E. Menggantikan wukuf di Arafah

31.

Bahasa arab dari Apotek adalah?

a)

A. صَيْدَلِيَّةٌ

b)

B. مُسْتَشْفَى

c)

C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ

d)

D. مُمَرِّض 

e)

E. غُرْفَةُ الْعَمَلِيَّاتِ

32.

Bahasa arab dari Laboratorium kesehatan adalah?

a)

A. صَيْدَلِيَّةٌ

b)

B. مُسْتَشْفَى

c)

C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ

d)

D. مُمَرِّض 

e)

E. غُرْفَةُ الْعَمَلِيَّاتِ

33.

Bahasa arab dari perawat adalah?

a)

A. صَيْدَلِيَّةٌ

b)

B. مُسْتَشْفَى

c)

C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ

d)

D. مُمَرِّض 

e)

E. غُرْفَةُ الْعَمَلِيَّاتِ

34.

Bahasa arab dari dokter adalah?

a)

A. صَيْدَلِيَّةٌ

b)

B. مُسْتَشْفَى

c)

C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ

d)

D. مُمَرِّض 

e)

E. طَبِيب

35.

Bahasa arab dari kamar operasi adalah?

a)

A. صَيْدَلِيَّةٌ

b)

B. غُرْفَة الوِلَادَة

c)

C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ

d)

D. غرفة العناية المركزة 

e)

E. غُرْفَةُ الْعَمَلِيَّاتِ

36.

Apa strategi utama tim promosi kesehatan dalam mencegah heat stroke selama di Mina?

a)
  • A. Membatasi aktivitas ibadah sunnah

  • 

b)
  • B. Mengedukasi jamaah tentang penggunaan masker

c)
  • C. Memberikan pemeriksaan kesehatan massal di tenda

d)
  • D. Mendorong konsumsi cairan secara rutin tapa menunggu haus

  • 

e)
  • E. Mengurangi paparan sinar matahari pada waktu siang

37.

Bagaimana cara tim promosi kesehatan mencegah gangguan pernapasan pada jamaah haji?

a)
  • A. Menyediakan ruanßan dengan ventilasi alami

b)
  • B. Memberikan masker dan edukasi kegunaannya

c)
  • C. Membagikan selebaran tentang risiko penyakit pernapasan

d)
  • D. Melakukan sterilisasi tenda jemaah

e)
  • E. Menyediakan alat nebulizer di tiap kloter

38.

Apa langkah utama yang dilakukan promosi energi kesehatan untuk mengurangi risiko dehidrasi pada jamaah selama thawaf?

a)
  • A. Memonitor jemaah selama thawaf untuk mendeteksi tanda dehidrasi

b)
  • B. Memberikan cairan elektrolit secara langsung kepada jemaah yang berisiko

c)
  • C. Menyediakan tempt minum tambahan di sekitar lokasi ibadah

  • 

d)
  • D. Mengedukasi pentingnya minum air tapa menunggu haus

e)
  • E. Membagikan selebaran tentang risiko dehidrasi

39.

Dalam strategi promosi kesehatan, bagaimana cara mengedukasi jemaah terkait pencegahan heat stroke selama di Arafah?

a)
  • A. Menggunakan media video untuk edukasi terkait risiko heat stroke

b)
  • B. Membagikan alat pelindung diri seperti topi dan masker

c)
  • C. Melakukan penyuluhan langsung kepada jamaah di lokasi ibadah

d)
  • D. Memonitor suhu tubuh jamaah secara berkala

e)
  • E. Memberikan brosur pencegahan heat stroke kepada setiap jamaah

40.

Apa langkah tim promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran jemaah terhada pentingnya penggunaan masker selama ibadah haji?

a)
  • A. Mengawasi jamaah untuk memastikan mereka menggunakan masker

b)
  • B. Membagikan selebaran yang menjelaskan cara penggunaan masker

c)
  • C. Melakukan penyuluhan langsung tentang manfaat masker

d)
  • D. Membuat video edukasi yang diputar di lokasi tenda

e)
  • E. Membagikan masker secara gratis kepada sema jemaah

41.

Dalam strategi pelayanan kesehatan lapangan, apa peran utama tenaga promosi kesehatan selama di Mina?

a)
  • A. Melaporkan hasil edukasi ke Dalnis

b)
  • B. Membagikan selebaran edukasi tentang PHBS

c)
  • C. Membatasi aktivitas fisik jamaah dengan risiko tinggi

d)
  • D. Melakukan pemeriksaan kesehatan untuk semua jamaah

e)
  • E. Memberikan penyuluhan kesehatan secara langsung di tenda

42.

Bagaimana tim promosi kesehatan meningkatkan kepatuhan jamaah terhadap pola hidup sehat selama ibadah?

a)
  • A. Membagikan panduan PHBS yang disusun ole KKHI

b)
  • B. Mengadakan kunjungan ruin untuk memamerkan jamaah PHBS

  • 

c)
  • C. Membuat program senam pagi di tenda-tenda jemaah

d)
  • D. Memberikan penyuluhan kesehatan terkait pola makan

e)
  • E. Menyediakan alat peraga seperti banner dan video edukasi

43.

Apa prioritas utama TKH kloter dalam mendampingi jemaah yang memiliki riwayat diabetes melitus selama di

Madinah?

a)
  • A. Memonitor gula darah jamaah secara berkala dan intensif

b)
  • B. Menyediakan alat pemantau gula darah untuk jemaah

c)
  • C. Mengedukasi jamaah tentang pola makan dan aktivitas fisik yang aman

d)
  • D. Memberikan obat secara ruin sesuai kebutuhan jamaah

  • 

e)
  • E. Membatasi aktivitas ibadah sunnah jamaah

44.

Apa langkah utama yang dilakukan TKH kloter untuk mengatasi jemaah dengan kondisi dehidrasi selama masa

Armuzna?

a)
  • A. Mengarahkan pasien ke KKHI jika tidak ada perbaikan

b)
  • B. Merujuk pasien ke pos kesehatan satelit untuk penanganan lebih lanjut

  • 

c)
  • C. Memberikan cairan rehidrasi oral secara langsung

d)
  • D. Melakukan observasi di lokasi hingga kondisi pasien stabil

e)
  • E. Memberikan cairan infus hanya pada jamaah dengan tanda dehidrasi berat

45.

Dalam strategi pengelolaan tenaga kesehatan selama puncak ibadah, bagaimana Danis memastikan bahwa semua petugas tetap produktif dan tidak kelelahan?

a)
  • A. membeli seluruh tenaga kesehatan memiliki akses fasilitas istirahat

  • 

b)
  • B. Memberikan istirahat bergilir kepada petugas sektor dan pos satelit

c)
  • C. Membagi jadwal kerja berdasarkan lokasi risiko tinggi dan rendah

d)
  • D. Mengadakan evaluasi kinerja harian dengan semua petugas kesehatan

e)
  • E. Menyediakan dukungan psikologis untuk tenaga kesehatan

46.

Apa yang harus disiapkan petugas promkes untuk mendukugg edukasi jemaah?

a)
  • A. Data statistik kesehatan

b)
  • B. Buku panduan kesehatan nasional

c)
  • C. Formulir rujukan pasien

d)
  • D. Media edukasi seperti leaflet dan video

e)
  • E. Laporan kesehatan harian

47.

Apa tindakan preventif yang dapat dilakukan petugas promkes untuk mencegah kelelahan akibat panas pada jemaah haji?

a)
  • A. Melakukan penyemprotan air

  • 

b)
  • B. Membawa kipas angin untuk ventilasi

c)
  • C. Memberikan edukasi pencegahan dehidrasi

d)
  • D. Membatasi aktivitas di luar ruangan

e)
  • E. Membagikan lisan pada jemaah

48.

Apa yang menjadi alasan utama penggunaan media edukasi audio visual dalam operasional kesehatan haji?

a)
  • A. Mengurangi kebutuhan promosi petugas

b)
  • B. Menjangkau jamaah dengan cepat

c)
  • C. Menghindari dokumentasi dalam edukasi

d)
  • D. Untuk menghemat waktu petug's sektor

e)

E. Menyediakan informasi secara interaktif

49.

Apa indikator keberhasilan program promosi kesehatan selama operasional kesehatan haji?

a)
  • A. Jumlah media edukasi yang terdistribusi

  • 

b)
  • B. Banyaknya edukasi yang dilakukan

  • 

c)
  • C. Tingginya tingkat partisipasi jamaah

  • 

d)
  • D. Penurunan angka penderitaan jemaah

e)
  • E. Kurangnya referensi ke RSAS

50.

Apa yang menjadi prioritas utama petugas promosi kesehatan di pos satelit?

a)
  • A. Melaporkan tren kesehatan

b)
  • B. Memberikan penyuluhan kepada jemaah

c)
  • C. Melakukan survei kesehatan jamaah

d)
  • D.menyertakan kasus kegawatdaruratan

e)
  • E. Membuat media edukasi tambahan