Font size
WorksheetsTO SIMULASI FINAL 25
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Apa yang harus dilakukan petugas sektor jika menemukan jamaah yang tidak mematuhi aturan kesehatan selama ibadah?
A. Memindahkan jamaah ke lokasi lain
B. Membatasi aktivitas ibadahnya
C. Memberikan teguran secara langsung
D. Melaporkan kepada pimpinan kloter
E. Melakukan edukasi kesehatan tambahan
Apa yang menjadi perhatian utama petugas promkes dalam mendistribusikan masker kepada jemaah?
A. Membagi masker sesuai jumlah kloter
B. Menggunakan logistik KKHI untuk cadangan
C. mengubah masker cukup untuk semua jamaah
D. Mengubah masker sesuai standar
E. Mengedukasi cara penggunaan masker
Bagaimana petugas promkes dapat meminimalkan risiko dehidrasi pada jemaah haji?
A. Dengan memberikan lisan secara terjadwal
B. Dengan edukasi konsumsi air yang cukup
C. Dengan membagikan alat pengukur hidrasi
D. Dengan memadukan pola aktivitas jamaah
E. Dengan menyediakan air minum tambahan
Apa langkah strategi yang diambil petugas promosi kesehatan dalam menangani penyebaran penyakit menular?
A. Mengidentifikasi sumber penyebaran
B. Membatasi interaksi antar jemaah
C. Menambah logistik pencegahan wabah
D. Melakukan edukasi pencegahan wabah
E. Menyediakan alat pelindung diri
Bagaimana petugas promkes dapat memastikan efektivitas edukasi kesehatan di lapangan?
A. Dengan melakukan evaluasi respon jamaah
B. Dengan mencatat tingkat kehadiran
C. Dengan menediakan bahan edukasi visual
D. Dengan melibatkan tokoh masyarakat
E. Dengan menggunakan media yang sesuai
Manasik kesehatan haji harus diselenggarakan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Apakah makna kata "sistematis" pada penelenggaraan manasik kesehatan haji?
A. Dilaksanakan dari Aceh hingga Papua
B. Dilaksanakan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas sesuai kewenangannya.
C. Dilaksanakan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
D. Dilaksanakan secara serentak oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi
E. Dilaksanakan secara mandiri ole organisasi masyarakat Islam dan organisasi seminari yang memiliki kapasitas dan sumber daya.
Manasik kesehatan haji harus diselenggarakan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Apakah makna kata "masiP' pada manasik kesehatan haji?
A. Dilaksanakan dari Aceh hingga Papua
B. Dilaksanakan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
C. Dilaksanakan secara mandiri ole organisasi masyarakat Islam dan organisasi seminari yang memiliki kapasitas dan sumber daya.
D. Dilaksanakan dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga puskesmas sesuai kewenangannya dengan melibatkan semua pihak termasuk organisasi masyarakat, keagamaan, profesi sampai tingkat yang paling perifer yaitu KBIHU
E. Dilaksanakan secara bergantian di setiap provinsi
Persyaratan "mampu" untuk menunaikan ibadah haji adalah kemampuan jemaah haji secara jasmaniah, ruhaniah, pembekalan dan keamanan tapa menelagtarkan kewajiban terhadap keluarga. Apa yang dimaksud dengan "mampu" untuk beribadah haji?
A. Rukun
B. Sunnah
C. Mubah
D. Wajib
E. Istitha'ah
Apakah tujuan Manasik Kesehatan Haji pada jemaah haji?
A. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Jemaah haji tentang pelaksanaan ibadah haji
B. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman jemaah haji agar mampu memelihara kesehatan dan mencegah risiko kesehatan secara mandiri.
C. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman jemaah haji tentang pelatihan kesehatan haji.
D. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Jemaah haji tentang vaksinasi COVID-19
E. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Jemaah haji tentang vaksinasi Meningitis Meningokokus
Manasik kesehatan haji merupakan suatu proses untuk mengubah perilaku jemaah haji dalam meningkatkan status kesehatannya. Bagaimana strategi pelaksanaan manasik kesehatan haji?
A. Terstruktur, Strategis dan Masif
B. Terencana, Strategis dan Masif
C. Terstruktur, Sistematis dan Masif
D. Terencana, Sistematis dan Masif
E. Terencana, Terstruktur dan Masif
Manasik kesehatan haji menerapkan strategi koordinasi, kolaborasi, dan integrasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/kota, organisasi masyarakat Islam, organisasi profesi dan organisasi seminat. Bagaimana informas pemberian Manasik Kesehatan Haji?
A. Pada pelatihan TKHI dan PPIH yang terintegrasi dengan Kementerian Agama
B. Sosialisasi kesehatan haji secara interaktif
C. Peningkatan pelayanan Kesehatan haji di Arab Saudi
D. Disampaikan sesuai standar dan konsisten
E. Sosialisasi kesehatan haji secara konsisten
Udara dalam pesawat yang kering dan kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan risiko kesehatan pada jemaah haji selama di dalam penerbangan. Gangguan kesehatan yang dapat dialami Jemaah adalah...
A. Sesak Nafas
B. Diare
C. Kelelahan
D. Sakit Kepala
E. Dehidrasi dan disuria
Dalam masa perjalanan ke Arab Saudi jemaah haji bisa mengalami gangguan kesehatan berupa DVT (Deep Vein Thrombosis). Apa penyebab DVT?
A. Menggunakan pakaian yang ketat.
B. Berada di ruangan yang dingin.
C. Duduk terlalu lama dan tidak melakukan peregangan
D. Banyak minum air dingin (es).
E. Berada di ketinggian dalam waktu lama
Jemaah haji harus menempuh perjalanan udara yang cukup lama. Agar kondisi kesehatan tetap terjaga dengan baik selama perjalanan, upaya apakah yang dilakukan petujas kesehatan untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah selama di pesawat?
A. Membatasi minum air agar tidak sering BAK
B. Memakai masker dan menjaga jarak
C. Melakukan peregangan tubuh di dalam pesawat dan menghindari duduk dengan melipat kejang/kaki.
D. Pelembab kulit dan bibir tidak perlu digunakan.
E. Minum air puti tiap 2 jam
Manasik kesehatan haji diberikan secara berkelanjutan sejak mendaftar sebagai jemaah haji dengan mengikuti tahapan perjalanan jemaah haji di tanah air dan di tanah suci. Bagaimanakah Tahapan Manasik Kesehatan Haji?
A. Masa Operasional - Masa Embarkasi - Masa Tunggu - Masa Keberangkatan - Masa Debarkasi Haji
B. Masa Tunggu - Masa Keberangkatan - Masa Embarkasi - Masa Operasional haji - Masa Debarkasi Haji
C. Niat - Ihram - Thawaf - Sa'l - Tahallul
D. Masa Embarkasi - Masa Keberangkatan - Masa Tunggu - Masa Operasional - Masa Debarkasi Haji
E. Masa Keberangkatan - Masa Embarkasi - Masa Operasional haji - Masa Debarkasi Haji
Diagnosis ditetapkan berdasarkan hasil
A. Pemeriksaan Fisik
B. Pemeriksaan penunjang
C. Anamnesis
D. Anamnesis, Pemeriksaan fisik, dan Pemeriksaan penunjang
E. Pemeriksaan Non Fisik
Faktor-faktor berikut yang bisa menjadi pemicu timbulnya angina pectoris yang harus dikaji:
A. Stres karena dapat menyebabkan frekuensi jantung menurun
B. Pajanan terhadap suhu dingin yang dapat mengakibatkan vasodilatasi
C. Retardasi mental berat.
D. Makan makanan berat akan meningkatkan aliran darah ke jantung
E.Latihan fisik, karena dapat meningkatkan kebutuhan oksigen jantung
Gejala klinis terjadinya meningitis adalah :
A. Peningkatan TIK
B. Kejang
C. Demam tinggi
D. Heat stroke
E. Sakit kepala
Jenis penyakit karena sengatan panas adalah
A. Trombosis Vena Dalam
B. Serangan panas
C. Kelelahan Akibat Panas
D. Kram Panas
E. Kejang panas
Seorang pasien datang dengan nyeri dada akut, keringat dingin, dan sesak napas. Tindakan pertama yang paling tepat adalah
A. Hipertensi Tidak Terkontrol
B. Diabetes Melitus Tidak Terkontrol
C. Memberikan analgetik
D. Memberikan oksigen dan memonitor tanda vital
E. Pemberian antibiotik
Apa langkah pertama dalam menangani pasien dengan henti jantung mendadak?
A. meminta pasier tidak sadar
B. Memasang monitor jantung
C. Memberikan napas buatan
D. Melakukan kompresi dada
E. Memberikan oksigen
Pasien dengan tekanan darah tinggi dan nyeri dada tiba-tiba datang ke IGD. Apa langkah awal yang harus dilakukan?
A. Melakukan rekam jantung (EKG)
B. Pemberian aspirin
C. Mengukur kadar gula darah
D. Memberikan antihipertensi
E. Memberikan cairan intravena
Seorang pasien mengalami luka robek yang dalam dan kotor. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan?
A. Membalut luka dengan kain steril
B. Membersihkan luka Nengan antiseptik
C. Merujuk ke dokter bedah
D. Menjahit luka dengan cepat
E. Pemberian antibiotik oral
Seorang pasien menunjukkan gejala syok hipovolemik. Apa intervensi utama yang harus dilakukan?
A. memeriksa kadar elektrolit
B. Memberikan oksigen
C. Pemberian vasopresor
D. Memberikan cairan intravena cepat
E. Memberikan diuretik
Pada pasien dengan luka bakar derajat tiga, apa prioritas utama dalam penanganan aval?
A. Memberikan cairan intravena
B. Membersihkan luka secara mendalam
C. Mengurangi nyeri dengan analgesik oral
D. Memberikan sale antibiotik
E. Menutupi luka dengan kain bersih
Apa indikasi utama pemasangan pipa endotrakeal pada pasien trauma?
A. Luka di kepala
B. Nyeri hebat di dada
C. Tekanan darah tinggi
D. Kehilangan Kesadaran
E. Gagal napas atau jalan napas tidak aman
Seorang Jemaah haji perempuan umur 48 tahun dengan keluhan nyeri dada dan sudah diberikan ISDN 5 mg atas saran temannya. kemudian jamaah merasakan nyeri dada berkurang. Apa yang dilakukan petugas TKH Klote-selanjutnya?
A. Merujuk Jemaah Haji ke RSAS terdekat
B. Mengukur tanda-tanda vital
C. Menyarankan Jemaah Haji untuk istirahat di kamar
D. Menyarankan Jemaah Haji untuk minum obat rutin secara teratur
E. Memberikan ISDN dosis kedua
Seorang jemaah haji perempuan umur 61 tahun dari kloter 30 SOC mengeluh lemas, kulit panas dan kering serta mengeluh kejang otot di tangan dan kaki setelah kembali dari masjid nabawi. Jemaah tersebut paling mungkin mengalami?
A. Stroke iskemik
B. Kram Panas
C. Kelelahan Akibat Panas
D. Dehidrasi
E. Sengatan Panas
Seorang jemaah laki-laki umur 57 tahun dari kloter 68 SUB mengeluh sesak dan nyeri dada sebelah kiri seperti stres dan menjalar ke lengan dan bahu setelah naik tangga hotel. Pasien tampak gelisa dan Pada Pemeriksaan Fisik T: 145/95 mmHg, N° 110x/menit, P: 32x/menit, S; 50C. Apakah Jenis Triase dan Tempat Rujukan pasien tersebut?
A. Triase Kuning dan dirujuk ke KKHI
B. Triase Merah dan dirujuk ke KKHI
C. Triase Merah dan dirujuk ke RSAS
D. Triase Hijau tetap berada di kloter
E. Triase Kuning dan dirujuk ke RSAS
Seorang jemaah laki-laki umur 58 tahun dari kloter 11 MES mengeluh Sesakrdan nyeri dada sebelah kiri seperti menekan dan menjalar ke lengan dan bah setelah naik tangga hotel. Pasien tampak gelisah dan pada pemeriksaan Fisik T : 150/90 mmHg, N : 108x/menit, P : 30x/menit, S; 36, 180C. Apakah diagnosa penyakit yang dialami pasien?
A. Aritmia
B. PPOK
C. Asma Bronkial
D. Gagal Jantung
E. Penyakit Jantung Koroner
Seorang jemaah laki-laki umur 62 tahun dari kloter 9 LOP mengeluh sesak dan nyeri dada sebelah kiri seperti stres dan menjalar ke lengan dan bah setelah pulang melempar jumrah Pasien tampak gelisah dan Pada Pemeriksaan Fisik T: 160/90 mmHg, N: 112x/menit, P: 34x/menit, S; 49oC. Apakah Tatalaksana yang dapat dilakukan di Kloter ?
A. Berikan 15, infus kristaloid dan kompres udara dingin
B. Berikan furosemid 2 ampul kemudian teteskan 18mg/jam
C. Berikan 02 dan Diazepam 18 mg per oral
D. Berikan ISDN 5 mg, Aspilet 160 mg, Clopidogrel 300 mg
E. Segera berikan infus kristaloid dan antibiotik
Seorang jemaah laki-laki umur 65 tahun dari kloter 20 UPG mengalami penurunan kesadaran di dean hotel setelah memaksakan jalan kaki dari Masjidil Harom ke hotel setelah sholat jumat. Pada Pemeriksaan didapat TD: 90/60, N: 124x/menit, P: 28x/menit, S: 40, 180C, Kulit tampak kering dan tidak berkeringat. Manakah Tatalaksana segera untuk kasus ini yang dilakukan oleh TKHI?
A. Berikan air minum kepada pasien kemudian dirujuk ke KKHI
B. Menghubungi petugas TGC dan Merujuk ke KKHI
C. Dinginkan pasien dengan udara dingin dan segera pasang infus
D. Kipas pasien dengan kipas angin atau koran dan menghubungi TGC
E. Berikan Antibiotik
Seorang jemaah laki-laki umur 72 tahun dari kloter 17 JKG mengeluh sesak nafas disertai batuk berdahak berwarna kuning kehijauan. Pasien menyangkal memiliki riwayat alergi. Pasien memiliki riwayat merokok sejak berumur 18 tahun rata-rata 1 bungkus per hari. Pada pemeriksaan Fisik TD : 150/80 mmHg, N: 120x/menit, P : 32x/menit, S: 37,140C. Pemeriksaan Thorax didapatkan Ronchi halus dan mengi di kedua paru. Apakah diagnosis Penyakit yang diderita pasien tersebut ?
A. TBC Paru
B. PPOK
C. Radang paru-paru
D. MERS COV
E. Asma Bronkial
Seorang jemaah pada saat di penerbangan Arab Saudi mengeluh nyeri pada telinga, menuju pert kembung, nyeri pada gigi dan nyeri pada sinus. Dari keluhar/yang disampaikan oleh jemaah tersebut, sebagai TKH Kloter dapat didiagnosis bahwa jemaah tersebut mengalami:
A. Jet Lag
B. Penyakit Jantung Koroner (TDV)
C. Gas yang terperangkap
D. Kelelahan
E. Disbarisme
Seorang jemaah wanita umur 60 tahun dari kloter 10 BTJ mengeluh sesak dan nyeri dada sebelah kin seperti tertekan dan menjalar ke lengan dan bah setelah pulang umrah sunnah. Pasien tampak gelisah dan Pada Pemeriksaan Fisik T ::160/90 mmHg, N: 118x/menit, P: 32x/menit, S; 36, 180C. Apakah dokumen yang harus disiapkan jika ingin merujuk pasien tersebut?
A. Surat Rujukan, KKJH dan fotocopy Visa
B. Paspor dan fotokopi Visa
C. Surat Rujukan dan fotocopy Paspor
D. Surat Rujukan dan KKJH
E. Surat Rujukan dan fotocopy Visa
Suatu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko penularan infeksi mikroorganisme dari lingkungan pasien ke petugas haji
A. Prinsip infeksi
B. Prinsip pembersihan permukaan
C. Prinsip Sterilisasi
D. Prinsip Pencegahan Infeksi
E. Prinsip Dekontaminasi
Petugas maupun Jemaah haji kemungkinan dapat tertular peryakit Ketika berada di tanah suci, bila tidak melakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang benar. Komponen proses terjadinya penyakit yang teat, yaitu
A. Agen-host-resevoir-portal keluar-mode penularan-portal mask
B. Reservoir-portal keluar-mode penularan-portal masuk-agen-host
C. Agen-resevoir-portal keluar-mode penularan-portal masuk-inang
D. Host-agen-resevoir-portal keluar-mode penularan-portal mask
E. Host-reservoir-portal keluar-mode penularan-portal masuk-agen
Saat melakukan perawatan jamaah Haji di KKHI untuk mencegah penularan secara kontak Antar pasien maka petugas kesehatan menerapkan five moment hand hygine yang tepat yaitu
A.kontak Sebelum dengan pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh, setelah kontak dengan pasien, sebelum kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
B.kontak Sebelum dengan pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh, setelah kontak dengan pasien, setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
C.kontak Sebelum dengan pasien, sebelum kontak cairan tubuh, setelah melakukan tindakan aseptik, setelah itu, setelah kontak dengan pasien, sebelum kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
D. kontak Sebelum dengan pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik, sebelum kontak dengan cairan tubuh, setelah kontak dengan pasien, setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
E.kontak Sebelum dengan pasien, sebelum menghubungi cairan tubuh, setelah melakukan tindakan aseptik, setelah menghubungi pasien, setelah menghubungi lingkungan sekitar pasien.
Pada saat penerbangan keberangkatan jemaah haji kloter JKG 23 terdapat bebrapa jemaah haji yang batuk-batuk. Sebagai petugas haji, edukasi yang paling tepat diberikan pada sat dipesawat adalah:
A. Meminta jemaah haji yang batuk-batuk menggunakan masker, meminta jemaah haji lainnya untuk memakai masker, meminta jemah haji yang batuk agar menutup mulut dengan telapak tangan bila batuk lalu mencuci tangan, meminta jemaah haji yang batuk bila membuang dahak menggunakan tisu dan mask ke dalam kantong.
B. Meminta jemaah haji yang batuk-batuk menggunakan masker, peringatan jemaah haji lainnya untuk memakai masker, meminta jemah haji yang batuk agar menutup mulut dengan tisu atau telapak tangan bila batuk lalu mencuci tangan, meminta jemaah haji yang batuk bila membuang dahak menggunakan tisu dan mask ke dalam kantong.
C. Benar semua
D. Menganjurkan jemaah haji yang batuk-batuk menggunakan masker, menganjurkan jemaah haji lainnya untuk memakai masker, meminta jemah haji yang batuk agar menutup mulutnya dengan tisu atau telapak tangan bila batuk, meminta jemaah haji yang batuk bila membuang dahak agar didalam kantong.
E. Meminta jemaah haji yang batuk-batuk menggunakan masker, meminta jemaah haji lainnya untuk memakai masker, meminta jemah haji yang batuk agar menutup mulutnya dengan tisu atau telapak tangan bila batuk lalu mencuci tangan, meminta jemaah haji yang batuk bila membuang dahak agar di dalam kantong.
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) harus tepat dan bijak dengan mempertimbangkan prinsip kewaspadaan transmisi, penggunaan APD yang paling tepat untuk petugas haji dibawah in yaitu:
E. Petugas menggunakan sarung tangan ketika mengukur tada vital serta mengantinya antar pasien serta menggunakan masker bedah
D. Petugas menggunakan sarung tangan ketika melakukan pemeriksaan fisik pasien hepatitis serta mengantinya antar pasien serta menggunakan masker dan apron
C. Petugas menggunakan sarung tangan ketika mengukur tanda vital serta mengantinya antar pasien serta menggunakan masker dan apron
B. Petugas menggunakan sarung tangan ketika mengukur tanda vital serta menggunakan masker bedah dan baju apron
A. Petugas menggunakan sarung tangan ketika melakukan pemeriksaan fisik pasien hepatitis seta mengantinya antar pasien
Yang menjadi salah satu fokus semua petugas adalah pencegahan dan pengendalian infeksi di klinik kesehatan haji adalah penanganan limbah. Dalam penanganan limbah yang perlu diketahui petugas adalah warna kontainer/ tempat/ plastik sampah. pernyataan yang tepat dibawah ini adalah:
A. Pempers dibuang ke kantong kuning, sampel lab dibuang ke kantong hitam, neadle dimasukkan ke safety box, urine dimasukkan ke dalam spoelhoek atau kloset
B. Limbah infeksius buang ke dalam kantong kuning, limb h non infeksius ke dalam kantog hitam, limbah tajam ke dalam safety box, limbah cair ke dalam spoelhoek atau kloset
C. Benar semua
D. A dan B benar
E. Perban bekas ganti luka dibuang ke kantong kuning, kotak makan dibuang ke kantong hitam, Bisturi atau scalpel dimasukkan ke dalam safety box, urine dimasukan ke dalam spoelhoek atau kloset
Pernyaataan yang tepat untuk limbah tajam dibawah ini adalah
B. Pernyataan diatas semua benar
C. Benda tajam dipatahkan atau ditekuk, tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai, segera buang limbah benda tajam pada safety box yang tertutup, tahan tusk dan kedap udara, wadah benda tajam (safety box) diletakkan di lokasi tindakan.
D. Benda tajam tidak dipatahkan atau ditekuk, tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai, segera membuang limbah benda tajam pada safety box yang tertutup, tahan tusk dan kedap udara, wadah benda tajam (safety box) diletakkan di lokasi tindakan.
E. Benda tajam dipatahkan atau ditekuk, tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai, segera buang limbah benda tajam pada safety box yang tertutup, than tusk dan kedap udara, wadah benda tajam (safety box) diletakkan di kamar tindakan.
A. Benda tajam tidak dipatahkan tau ditekuk, tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai, segera membuang limbah benda tajam pada safety box yang tertutup, than tusk dan kedap udara, wadah benda tajam (safety box) diletakkan di kamar tindakan
Dekontaminasi permukaan yang kurang tepat adalah:
A. Dekontaminasi dilakukan dari area yang bersih ke area yang lebih kotor
B. Dekontaminasi dari area yang kotor ke area yang bersih
C. Dekontaminasi tempat tidur antar pergantian pasien dengan cairan disinfektan
D. Dekontaminasi dilakukan dari atas ke bawah
E. Cairan disinfektan disemprotkan ke kain microfiber baru kemudian dilapkan ke permukaan
Saat melakukan penanganan di tenda Pos Kesehatan Arafah dan Mina diperlukan pelayanan yang cepat dan tepat tapa mengabaikan prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi. Pernyataan yang kurang tepat di bawah ini adalah
A. Pasien yang mencurigakan menular melalui udara (airborne) di pisahkan dalam jarak lebih 14 meter dari pasien lain dan dipasang masker.
B. Penggunaan alat medis non kritis antar pasien (conto stetoskop, termometer dil) dilakukan disinfeksi dengan alkohol swab
C. Prinsip pemasangan kateter urn walaupun di tenda tetap menggunakan teknik steril
D. Saat pemasangan infus dalam kondisi darurat tetap mempertahankan teknik aseptik
E. Petugas dapat menggunakan APD satu sarung tangan untuk menangani
Seorang petugas KKHI melakukan penyuntikan obat antibiotik kepada Jemdah haji lansia yang sedang dirawat, sat membuang jarum petugas tersebut secara tidak sengaja tertusuk jarum yang akan dibuang, pernyataan yang benar dibawah ini tentang prosedur tertusuk jarum adalah
A. Jangan panik, lapor petugas PPI atau PJ KKHI, segera disinfeksi dengan alkohol 83%, cuci dengan air mengalir dengan menggunakan sabun atau antiseptik, Jangan menekan-nekan daerah yang tertusuk jarum untuk mengeluarkan darah
B. Segera disinfeksi dengan alkohol 83%, cuci dengan air mengalir menggunakan sabun atau antiseptik, Jangan menekan-nekan daerah yang tertusuk jarum untuk mengeluarkan darah, lapor petugas PPI atau PJ KKHI, jangan panik.
C. Lapor petugas PPI atau PJ KKHI, jangan panik, segera desinfeksi dengan alkohol 83%, cuci dengan air mengalir dengan menggunakan sabun atau antiseptik, Jangan menekan-nekan daerah yang tertusuk jarum untuk mengeluarkan darah.
D. Jangan panik, segera disinfeksi dengan alkohol 83%, cuci dengan air mengalir menggunakan sabun atau antiseptik, Jangan menekan-nekan daerah yang tertusuk jarum untuk mengeluarkan darah, lapor petugas PPI atau
PJ KKHI
E. Lapor petugas PP atau PJ KKHI, segera disinfeksi dengan alkohol 83%, cuci dengan air mengalir dengan menggunakan sabun atau antiseptik, Jangan menekan-nekan daerah yang tertusuk jarum untuk mengeluarkan darah, jangan panik.
Jamaah Haji Pria 65 th masuk ke IGD KKHI dengan keluhan demam 38,5°C, lemas, batuk berdahak sudah sejak 2 hari, RR 28x/menit. Pengetahuan di dalam kloternya ada 16 jamaah lain yg mengalami hal sama. Dalam pencegahan penularan penyakit, apa sikap kita sebagai petugas kesehatan di KKHI?
A. Menolak pasien langsung diminta balik kloternya
B. Melakukan penanganan di mobil ambulans
C. Melakukan pemeriksaan dan penanganan pasien di ruang isolasi KKHI yang telah ditetapkan.
D. Mencampur penempatan pasien dengan kasus penyakit pasien lain di UGD KKHI.
E. Melakukan pemeriksaan seperti pasien lain di UGD
Tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali bakteri endospora pada benda mati dengan cara merebus, mengukus atau penggunaan disinfektan kimjawi setelah petugas haji menggunakan instrumen duntuk mengganti balutan luka jemaah haji
A. Disinfeksi tingkat tinggi (DTT)
B. Pembersihan
C. Sterilisasi
D. Dekontaminasi
E. Disinfeksi
Faktor-faktor berikut yang bisa menjadi pemicu timbulnya angina pectoris yang harus dikaji:
A. Makan makanan berat akan meningkatkan aliran darah ke jantung
B. Stres karena dapat menyebabkan frekuensi jantung menurun
C.Latihan fisik, karena dapat meningkatkan kebutuhan oksigen jantung
D. Retardasi mental berat.
E. Pajanan terhadap suhu dingin yang dapat mengakibatkan vasodilatasi
Gejala klinis terjadinya meningitis adalah :
A. Demam tinggi
B. Serangan panas
C. Kejang
D. Peningkatan TIK
E. Sakit kepala
Jenis penyakit karena sengatan panas adalah
A. Kelelahan Akibat Panas
B. Kejang panas
C. Trombosis Vena Dalam.
D. Kram Panas
E. Sengatan panas
Yang merupakan kriteria safari wukuf adalah
MAP 64 mmHg
Saturasi Oksigen 88% dg NK 2-3L
GCS 13
Menderita penyakit kronis
Seorang jamaah haji ditemukan pingsan dibandara, oleh TMB dilakukan
pemeriksaan dan diputuskan akan dirujuk di rumah sakit terdekat.
dimanakah RSAS /tujuan TMB?
uhud hospital
al mowassat hospital
saudi german hospital
Abdur Rahman Toha
bakhsh hospital
Pemeriksaan dementia pada jamaah haji
dapat dilakukan mengggunakan pemeriksaan
CDT4
SRQ20
AMT
BARTHEL
Salah seorang lansia kloter LOP 16 50TH ditemukan berbicara ngelantur
sebelumnya pasien baru saja menjalankan umroh sunnah diantar oleh tmn sekamar.
didapatkan TD 210/100, Nadi 120x/menit, GDA 359mg/dL. kondisi apa yg dialami oleh pasien?
Delirium
Dementia
Psikosis
GMO
jamaah haji kloter JKG56 75th ditemukan mondar mandir seperti kebingunan.
sebelumnya pasien masih bisa makan, minum dan ngobrol dg tmn sekamar.
didapatkan TD 120/80, Nadi 89x/menit, GDA 135mg/dL. kondisi apa yg dialami oleh pasien?
Delirium
Dementia
Psikosis
GMO
Dalam melaksanakan tugasnya PJ Sanitasi bertanggung jawab kepada:
Koordinator Sanitasi
Koordinator Pelayanan Medik.
Koordinator Penunjang Medik.
Koordinator Obat dan Perbekkes.
Bukan salah satu diatas
Terhadap Jemaah Haji harus dilakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji dalam rangka Istithaah Kesehatan Haji, dalam Permenkes no 15 tahun 2016 tentang
Istithaah Kesehatan jemaah haji pernyataan ini terdapat pada
Pasal 3
Pasal 6
Pasal 2
Pasal 4
Pasal 5
Dalam melaksanakan tugasnya PJ Ambulance bertanggung jawab kepada:
Koordinator Pelayanan Medik.
Koordinator Ambulance.
Koordinator Penunjang Medik.
Bukan salah satu diatas
Koordinator Obat dan Perbekkes.
Kriteria Safari Wukuf adalah sebagai berikut, Kecuali
Hemodinamik (sirkulasi) stabil, Mean Arterial Pressure (MAP) paling rendah 65 mmHg.
Saturasi oksigen > 89 dengan nasal kanula 2-3 Itr/mnt.
. transpotable
Kesadaran baik
Menderita penyakit kronis eks akut
Salah satu Rumah Sakit Arab Saudi yang menjadi rujukan jemaah sakit di Kota Makkah adalah
Al hayat National Hospital
Mowassat Hospital
Albayt Medical Center
Miqat General Hospital
Awwad Al Bishri Hospital
Kepala Kesehatan daerah kerja menurut
Permenkes No 9 tahun 2021 membawahl
Klinik kesehatan haji, sektor, dan/atau
Kloter
Kloter, sektor, dan/atau pos kesehatan
Daker, Sektor, Pos Kesehatan
Klinik kesehatan haji, sektor, dan/atau pos kesehatan
Klinik kesehatan hajl, kloter, dan/atau pos
kesehatan
Jumlah Penanggung jawab medis di
KKHI bandara adalah..
6 PJ
7 PJ
8 PJ
9 PJ
5 PJ
Penyelenggaraan Kesehatan Haji berdasarkan Permenkes no. 62
tahun 2016 adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pembinaan,
pelayanan, dan perlindungan kesehatan dalam penyelenggaraan
ibadah haji. Apakah makna "perlindungan kesehatan haji"?
Upaya kesehatan dalam bentuk kuratif dan rehabilitatif, dilakukan
kepada Jemaah Haji pada seluruh tahap penyelenggaraan ibadah
haji.
Upaya kesehatan dalam bentuk tanggap cepat dan perlindungan
spesifik untuk melindungi keselamatan Jemaah Haji pada seluruh
tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Proses pemberian informasi atau penyuluhan yang bersifat
promotif dan preventif kepada Jemaah Haji yang dilaksanakan oleh
pemerintah, pemerintah daerah dan/atau dengan melibatkan peran
serta masyarakat.
Upaya kesehatan dalam bentuk kunjungan, dilakukan kepada
Jemaah Haji pada seluruh tahap penyelenggaraan ibadah
Upaya kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif, dilakukan
kepada perorangan atau kelompok Jemaah Haji pada seluruh tahap
penyelenggaraan ibadah haji.
Salah satu rukun haji adalah Wukuf di Arafah yang merupakan
puncak ibadah haji. Wukuf di Arafah dilakukan di dalam tenda atau
lapangan terbuka. Selain itu jumlah jemaah dalam satu tenda sangat
padat. Wukuf di lapangan terbuka berpotensi terpapar udara
panas/dingin dengan tingkat kelembaban udara yang rendah. Kondisi
tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Untuk
mencegah risiko kesehatan sat Wukuf di Arafah maka jemaah haji
hendaknya memperhatikan hal-hal antara lain ?
Pakai masker, konsumsi makanan tepat waktu, istirahat yang
cukup dengan tidur minimal 6-8 jam sehari, pakai payung untuk
melindungi diri dari sengatan panas dan minum air putih walaupun
tidak merasa haus.
Membawa peralatan ibadah sendiri termasuk sajadah, tidak
memaksakan diri, hindari berdesak-desakan dan segera minum air
putih jika merasa haus
Membatasi konsumsi makanan atau minuman dan istirahat vang
cukup, melakukan keliling ke tenda-tenda jemaah lain.
Jaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan, selalu
menggunakan alat pelindung diri, konsumsi makanan tepat waktu,
istirahat yang cukup dan tidur minimal 6 - 8 jam sehari dan minum
air putih 5 - 6 botol @ 600ml sehari
Menghindari paparan langsung udara panas/dingin,
melaksanakan wukuf di dalam tenda, istirahat yang cukup, pakai
masker dan payung pada saat antri di toilet, konsumsi makanan
tenat waktu dan minum air putih 200 ml/ jam
Pemeriksaan kesehatan tahap masa keberangkatan yang
dilaksanakan di Puskesmas adalah untuk menetapkan
Status kebugaran atau tidak bugar
Vaksinasi jemaah haji
Sehat atau tidak sehat
Laik atau tidak Laik Terbang
Status Istithaah Kesehatan jemaah haji
Serangkaian kegiatan terpadu, terencana, terstruktur dan terukur,
diawali dengan Pemeriksaan Kesehatan pada sat mendaftar menjadi
jemaah haji sampai masa keberangkatan ke Arab Saudi, adalah
Vaksinasi kesehatan hall.
Manasik Haji
Pemeriksaan kesehatan hall.
Pembinaan istitaah kesehatan haji
Pengawasan kesehatan haji
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.9 Tahun 2021
mengatur tentang
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Tanah Suci
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Embarkasi
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di tingkat
Provinsi
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Indonesia
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi
Meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian faktor risiko
penyakit tidak menular dengan perhatian khusus pada penyakit
merupakan strategi penguatan pada
Penguatan struktur organisasi penyelenggaraan kesehatan haji
Penguatan pelindungan pada pelayanan kesehatan Jemaah Haji
Penguatan pembinaan kesehatan haji melalui upaya promotif dan
preventif
Koordinasi dan jejaring lintas kementerian
Penguatan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
Safari Wukuf ialah
Pelayanan Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji sakit di KKHI Mekkah
berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan
Pelayanan Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji sakit di KKHI Mekkah
berdasarkan kriteria yang ditetapkan KBIH
Pelayanan Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji sakit di KKHI Mekkah
berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh TKH
Pelayanan Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji sakit di KKHI Mekkah
berdasarkan kriteria yang ditetapkan Kepala KKHI
Pelayanan Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji sakit di KKHI Mekkah
berdasarkan kriteria yang ditetapkan Kadaker
Istilah yang digunakan untuk menyebut kemuliaan Raja-raja Arab
Saudi dalam menjaga dua kota suci Ummat Islam disebut
Al Mamluk
Khadim Al Haramain Sharifain
Al Malik assalam
Al Biladi
As'al Malik
jemaah haji yang ditetapkan Tidak Memenuhi Syarat Istithaah
Kesehatan haji, antara lain dengan kriteria;
Gastritis akut
Stroke akut.
Stroke Haemorhagic luas.
Sinusitis akut
Tuberkulosis (BTA-).
jemaah haji yang ditetapkan Tidak Memenuhi Syarat Istithaah
Kesehatan haji untuk Sementara, antara lain dengan penyakit;
Tonsilitis akut.
Barotrauma.
Diabetes Melitus Tidak Terkontrol.
retardasi mental berat.
Deep Vein Trombosis.
jemaah haji yang ditetapkan Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan
haji, antara lain dengan penyakit;
Tuberkulosis sputum BTA Positif, Tuberculosis Multi Drug
Halaman Soal
Resistance.
Bronkiektasis dengan Hypoksemia.
Tuberkulosis Totaly Drugs Resistance (TDR).
Barotrauma.
Hipertensi ringan.
Kondisi klinis jemaah haji dengan penyakit kardiovaskuker
ditetapkan Tidak Laik terbang pada pemeriksaan kesehatan ketiga
adalah:
Luka bakar kondisi stabil.
Grand mall fit < 24 jam.
HIV-AIDS dengan Diare Kronik.
AIDS stadium IV dengan infeksi oportunistik.
Edema paru.
Salah satu upaya mempersiapkan Istithaah Kesehatan Haji,
jemaah haji usia diatas 60 tahun melakukan pemeriksaan deteksi dini
Dimensia yang diselenggarakan oleh Puskesmas/klinik, metode ini
disebut Metode:
Hopkins Verbal Learning Test (HVLT).
Six Minutes Walking Test.
MMPI
Rockport Walking Test.
PAR-O Test.
Koordinator Obat dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas
antara lain
Mengoordinasikan dan memastikan pelayanan rekam medik,
laboratorium, radiologi, elektromedik, gizi, dan sanitasi berjalan
dengan baik.
Menyiapkan ruang penyimpanan dan pelayanan kefarmasian di
KKHI dan Pos Kesehatan Armina.
Melaksanakan koordinasi dan membentuk jejaring kerja dengan
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) PP, Kasatgas GC, Kasatgas Sanitasi,
dan Kasatgas OP.
Bukan salah satu diatas
Melakukan koordinasi dengan Koordinator Obat dan Perbekalan
Kesehatan serta Koordinator Penunjang Medik.
Komunikasi dua arah antara dokter atau tenaga kesehatan dan
jemaah haji di puskesmas/klinik atau rumah sakit adalah pengertian
dari:
Semua salah
Semua benar
Kunjungan rumah
Konseling
Peningkatan kebugaran jasmani
Penetapan kelaikan terbang dilakukan oleh dokter dengan
kompentensi kedokteran penerbangan di PPIH Embarkasi bidang
Kesehatan berdasarkan hasil diagnosis pasien. Penyakit yang
ditetapkan tidak laik terbang:
Penyakit menular berpotensi wabah
Semua benar
Penyakit yang berhubungan dengan ketinggian
Penyakit dengan keadaan saturasi oksigen yang kurang
Penyakit yang membahayakan orang lain dan penerbangan (misal
skizofrenia akut)
Selama menunggu masa kepulangan, jemaah haji tetap berada di
hotel untuk beristirahat dan Jemaah haji tetap dalam kondisi prima
sebelum kembali ke Indonesia. Jemaah haji diharapkan tetap
mematuhi arahan atau himbauan dari petugas yaitu?
Minum air 200 mL (1 gelas) setiap jam
Belanja oleh-oleh sampai tengah malam
Jemaah haji yang sehat harus menyerahkan Kartu Kewaspadaan
Kesehatan Jemaah Haji (K3]H) ke Puskesmas terdekat dalam kurun
waktu 14 hari setelah kepulangan.
Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC)
Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti menjaga
kebersihan diri dan lingkungan, konsumsi makanan bergizi, istirahat
yang cukup
Pembinaan Kesehatan Haji adalah upaya kesehatan dalam bentuk
promotif dan preventif, dilakukan kepada perorangan atau kelompok
jemaah haji pada seluruh tahap penyelenggaraan ibadah haji.
Permenkes nomor berapa defenisi in dapat kita jumpai?
Permenkes No 62 Tahun 2016
Permenkes No 26 Tahun 2017
Permenkes No 26 Tahun 2015
Permenkes No 15 Tahun 2016
Permenkes No 16 Tahun 2015
lemaah haji sebelum melaksanakan Ibadah Haji ke Arab Saudi
waijb melaksanakan berbagai rangakain pemeriksaan dan pembinaan
kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh jemaah haji
untuk menetapkan status kelaikan terbang?
Pemeriksaan masa operasional haj
Pemeriksaan masa embarkasi
Pemeriksaan masa debarkaPemeriksaan masa keberangkatansi
Pemeriksaan masa tunggu
Pemeriksaan masa debarkasi
lemaah haji harus menempuh perjalanan udara yang cukup lama
dengan menggunakan pesawat terbang, dari Tanah Air ke Arab Saudi
begitupun sebaliknya. Agar kondisi kesehatan tetap terjaga dengan baik
selama melakukan perjalanan, sebaiknya petugas dapat
menyampaikan hal-hal yang dapat dilakukan oleh jemaah haji di dalam
pesawat. Upaya apakah yang dapat menjaga kondisi kesehatan agar
tetap baik selama melakukan perjalanan dalam pesawat?
Menggunakan baju hangat, selimut dan kaos kaki, membatasi
minum air agar tidak sering BAK.
Melakukan peregangan tubuh di dalam pesawat dan hindari
duduk statis dengan melipat tungkai/kaki.
Tidur 9 jam dan istirahat selama di pesawat
Pelembab kulit dan bibir tidak perlu digunakan.
Jalan-jalan di pesawat
Selama melaksanakan ibadah di tanah suci jemaah haji dianjurkan
untuk selalu menggunakan masker dan menghindari kerumunan masa
untuk mencegah penularan penyakit. Penyakit menular yang dapat
terjadi selama pelaksanakan ibadah haji antara lain?
MARS-COV, SARS, Meningitis Meningokokus dan Covid-19
TBC, Cacar Air, Campak Dan Ebola
Demam Berdarah Dengue, Malaria, Pneumonia, dan TBC
Hepatitis, Diare, Malaria, dan Tifus Abdominalis
Demam. Gatal-gatal, dan Mabuk Udara
Manfaatkan waktu dengan beristirahat selama di bandara, baik
jemaah haji Gelombang I di Jeddah maupun Gelombang Il di Madinah.
Hal tersebut di atas merupakan kegiatan manasik?
Sehat pada saat masa tunggu
Sehat Saat Kepulangan di Bandar Udara Arab Saudi
Sehat selama beribadah haji di Arab Saudi
Sehat pada masa keberangkatan
Sehat Sat Tiba di Kampung Halaman
Salah satu kewajiban jemaah haji adalah memenuhi syarat istitaah kesehatan. Menurut Pasal 14 PP Nomor 8 Tahun
2022 Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Ibadah Haji, apa yang menjadi tolok ukur istitaah kesehatan tersebut?
A. Sertifikat kesehatan internasional dari lembaga resmi
B.Kondisi kesehatan yang memungkinkan perjalanan internasional
C. Kemampuan fisik dan mental berdasarkan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan
D. Riwayat kesehatan tapa penyakit kronis selama 5 tahun terakhir
E. Tingkat kesehatan fisik yang dilaporkan oleh dokter pribadi
Ruang lingkup standar teknis pemeriksaan kesehatan dalam Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/508/2024 meliputi
A. Pemeriksaan meds, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan tes mental singkat dan penetapan istithaah kesehatan
B. Pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan aktivitas sehari-hari dan penetapan istithaah kesehatan
C. Pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan rujukan, pemeriksaan aktivitas sehari-hari dan penetapan istithaah kesehatan
D. Pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan SRQ-20 dan penetapan istithaah kesehatan
E. Pemeriksaan medis, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan kesehatan mental, pemeriksaan aktivitas sehari-hari dan penetapan istithaah kesehatan
Perbedaan KMK 508 Tahun 2024 dengan KMK 2118 Tahun 2023, di antaranya
A. DM komorbid dengan HBA1C > 8% dan DM tapa komorbid dengan HBA1C > 8%
B. DM komorbid dengan HBA1C > 8% dan DM tapa komorbid dengan HBA1C < 10%
C. DM komorbid dengan HBA1C > 8% dan DM tanpa komorbid dengan HBA1C > 10%
D. DM komorbid dengan HBA1C > 10% dan DM tanpa komorbid dengan HBA1C > 10%
E. DM komorbid dengan HBA1C < 8% dan DM tapa komorbid dengan HBA1C > 10%
Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, pemeriksaan medis dasar kepada jemaah haji meliputi
A. Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan kesehatan mental
B. Anamnesis, pemeriksaan kognitif, dan SRQ-20
C. Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium sederhana
D. Anamnesis, pemeriksaan ADL, dan SRQ-20
E. Anamnesis, pemeriksaan fisik, dan SRQ-20
Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, pada pemeriksaan kognitif menggunakan instrumen.
A. Tes Menggambar Roda Gigi Mini dan Jam
B. Roda Gigi Mini
C. Mini Cog dan AMT
D. Tes Menggambar Jam Mini dan Roda Gigi
E. Tes Menggambar Jam
Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, batas waktu pemeriksaan kesehatan jemaah haji adalah
A. 7 hari kerja sebelum masa pelunasan BIPIH selesai
B. 7 hari kerja sebelum keberangkatan rombongan terbang pertama
C. 3 hari kerja sebelum masa pelunasan BIPIH selesai
D. 7 hari kerja sebelum masa pelunasan BIPIH dimulai
E. 7 hari kerja sebelum jemaah haji masuk asram haji
Berdasarkan KMK 508 Tahun 2024, jemaah haji yang memenuhi syarat istithaah kesehatan haji adalah ...
A. Jemaah haji yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji tapa bantuan obat, alat dan atau orang lain
B. Jemaah haji yang memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji tapa bantuan obat, alat dan atau orang lain
C. Jemaah haji yang memiliki kemampuan sementara untuk mengikuti proses ibadah haji tapa bantuan obat, alat dan atau orang lain
D. Jemaah haji yang tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji dengan bantuan obat, alat dan atau orang lain
E. Jemaah haji yang memiliki kemampuan untuk mengikuti proses ibadah haji dengan bantuan obat, alat dan atau orang lain
Bahasa arab dari kamar operasi adalah?
A. صَيْدَلِيَّةٌ
B. غُرْفَة الوِلَادَة
C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ
D. غرفة العناية المركزة
E. غُرْفَةُ الْعَمَلِيَّاتِ
Bahasa arab dari Laboratorium kesehatan adalah?
A. صَيْدَلِيَّةٌ
B. مُسْتَشْفَى
C. مُخْتَبَرُ الصِّحَّةِ
D. مُمَرِّض
E. غُرْفَةُ الْعَمَلِيَّاتِ
Bagaimana tim promosi kesehatan meningkatkan kepatuhan jamaah terhadap pola hidup sehat selama ibadah?
A. Membagikan panduan PHBS yang disusun ole KKHI
B. Mengadakan kunjungan ruin untuk memamerkan jamaah PHBS
C. Membuat program senam pagi di tenda-tenda jemaah
D. Memberikan penyuluhan kesehatan terkait pola makan
E. Menyediakan alat peraga seperti banner dan video edukasi
Seorang jamaah haji laki2, 65 tahun ditemukan tidak sadar, setelah mengalami sesak
hampir 30 mneit lalu. riwayat sebelumnya batuk dan sesak lama. riw HT (+) dm (-)
dari hasil lab diketahui pH 7,31, PCO2 47, dan HCO3 28. bagaimana
status pasien tersebut?
Asidosis metabolik
terkompensasi
Asidosis respiratorik
terkompensasi
Asidosis respiratorik
terkompensasi sebagian
Asidosis metabolik
terkompensasi sebagian
Seorang jamaah haji SUB 60 ditemukan tidak sadar di lingkungan masjidil haram.
petugas TKH 25 melakukan pertolongan pertma RJP hingga pasien ROSC 2 kali
sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS ajyad dekat masjidil haram.
siapakah yang membuat certificate of death nya?
Dokter TKH 25
Dokter TKH 60
Dokter RS Ajyad
Dokter PJ Sektor Khusus
Jumlah penanggung jawab di KKHI Madinah adalah
7 PJ Pelayanan medik, 1 PJ Apotek dan 6 PJ Penunjnang medik
7 PJ Pelayanan medik, 2 PJ Apotek dan 6 PJ Penunjnang medik
7 PJ Pelayanan medik, 1 PJ Apotek dan 5 PJ Penunjnang medik
8 PJ Pelayanan medik, 1 PJ Apotek dan 5 PJ Penunjnang medik
8 PJ Pelayanan medik, 1 PJ Apotek dan 6 PJ Penunjnang medik
Lima menit lalu anda meninggalkan bandara King abdul aziz jeddah. Saat di bus satu jamaah haji anda mendadak
Pingsan, pemeriksaan menunjukkan TD 90/70, Nadi 98x/m
GDA 35mg/dL. Siapakah tim yg anda hubungi untuk proses rujukan
EMT Makkah
EMT Madinah
TMB
Tim poskes arofah
RSAS
Penetapan kriteria istithaah harus melibatkan semua pihak yang
menjadi tim penyelenggara kesehatan haji. Apa saja yang harus
dilaksanakan pada pemeriksaan kesehatan masa keberangkatan?
Anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang,
rekomendasi dokter spesialis, diagnosis, penetapan Istithaah
kesehatan, rekomendasi/saran/rencana tindak lanjut.
Anamnesa, pemeriksaan fisik, Pemeriksaan penunjang, hasil dan
rekomendasi dokter spesialis, diagnosis, penetapan Istithaah
kesehatan, rekomendasi/saran/rencana tindak laniut.
Anamnesa, pemeriksaan penunjang, hasil dan rekomendasi
dokter, penetapan Istithaah kesehatan, rekomendasi/saran/rencana
tindak lanjut.
Anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, hasil dan
rekomendasi dokter, diagnosis, penetapan Istithaah kesehatan,
rekomendasi/saran/rencana tindak lanjut.
Anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penuniang, hasil dan
rekomendasi dokter, penetapan Istithaah kesehatan,
rekomendasi/saran/rencana tindak laniut.
Jamaah haji risti yg berusia < 60 tahun namun memiliki
Komorbid, maka akan memakai gelang berwarna
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Jingga
