Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan UJI COBAAN

Total questions: 50

Worksheet time: 1hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Pak Ridwan mengajarkan materi tentang konsep tawassuth dalam Al-Qur'an dan Hadis yang mengajarkan tentang moderat dalam beragama. Dalam penyusunan tujuan pembelajaran, ia ingin agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif mengenai penerapan tawassuth dalam kehidupan sehari-hari. Manakah rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan materi tersebut?

a)

Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan antara tawassuth dengan ekstremisme dalam agama.

b)

Peserta didik memahami prinsip-prinsip tawassuth tanpa mampu mengaplikasikannya.

c)

Peserta didik mampu menyebutkan pengertian tawassuth dan contohnya dalam kehidupan.

d)

Peserta didik dapat menganalisis berbagai ayat dan hadis yang menjelaskan tawassuth dalam beragama.

2.

Dalam perencanaan pembelajaran kajian tafsir al-Qur'an menggunakan pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge), Pak Dafa ingin memastikan alur materi agar tafsir tematik tersusun logis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik yang kritis, kolaboratif, dan melek teknologi. Alur penyusunan materi ajar yang paling tepat adalah...

a)

Mengidentifikasi tema dalam Al-Qur'an -> menganalisis ayat -> pemahaman tematik

b)

Menjelaskan teori tafsir tematik -> menghafalkan contoh -> menyimpulkan

c)

Menyebutkan macam-macam metode tafsir -> menghafalkan definisi -> kuis pilihan ganda

d)

Membaca artikel tentang tafsir -> menghafalkan tema -> menyusun terjemah ayat-ayat tertentu

3.

Pak Ahmad mengajarkan materi Qashash dalam Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PBL), di mana peserta didik diminta untuk mengidentifikasi dan menggali nilai-nilai moral dari kisah-kisah dalam Al-Qur'an, serta mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menilai pencapaian peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, Pak Ahmad perlu memilih teknik asesmen yang tepat. Teknik asesmen yang paling sesuai untuk mendukung pembelajaran ini adalah...

a)

Tes tertulis yang berfokus pada pemahaman teks al-Qur'an terkait dengan kisah-kisah Qashash.

b)

Observasi langsung selama diskusi kelompok untuk menilai interaksi peserta didik dan pemahaman mereka mengenai moral yang terkandung dalam kisah Qashash.

c)

Portofolio yang berisi proyek, refleksi, dan dokumentasi individu peserta didik dalam menggali dan mengimplementasikan nilai-nilai dari kisah Qashash.

d)

Tes praktik yang menilai kemampuan peserta didik dalam memerankan atau mengaplikasikan nilai-nilai dari kisah Qashash dalam kegiatan nyata.

4.

Pak Rafi mengajar materi Kajian Historis Moderasi Beragama di Indonesia, ia ingin menggunakan pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) agar peserta didik memahami isi materi secara mendalam dengan memanfaatkan teknologi, strategi pedagogi yang tepat, dan kedalaman konten. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai dilakukan Pak Rafi adalah...

a)

Menyuruh peserta didik membaca artikel cetak tentang sejarah moderasi beragama dan membuat rangkuman

b)

Memberikan ceramah panjang tentang sejarah moderasi beragama tanpa bantuan media

c)

Menjelaskan materi moderasi beragama sambil memutar video dokumenter sejarah moderasi di Indonesia, lalu membahasnya bersama

d)

Menggunakan papan tulis untuk mencatat poin penting kajian moderasi beragama dan meminta siswa menghafalnya

5.

Pak Rudi mengajar materi Qur'an Hadis dengan mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Ia menggunakan aplikasi untuk mencari tafsir, mengelola data hadis, serta memfasilitasi diskusi online antar siswa. Meski sudah terbiasa dengan teknologi, Pak Rudi merasa tantangan terbesar adalah memahami cara AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Qur'an Hadis. Dalam hal ini, penilaian terhadap kemampuan Pak Rudi sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan adalah...

a)

Pak Rudi sudah cukup menguasai teknologi, namun perlu memperdalam pemahaman tentang penggunaan AI dalam pembelajaran

b)

Pak Rudi kurang menguasai teknologi dan harus belajar dari awal untuk mengajarkan materi Qur'an Hadis

c)

Pak Rudi sangat menguasai teknologi dan tidak perlu pengembangan lebih lanjut

d)

Pak Rudi sebaiknya lebih fokus pada materi tanpa perlu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran

6.

Pak Amir mengajar materi Studi Makkiyah dan Madaniyah dalam Penafsiran Al-Qur'an. Ia menggunakan tayangan video, membagikan tabel perbedaan Makkiyah-Madaniyah, lalu meminta siswa mencari contoh surah dari masing-masing kategori. Namun, sebagian siswa kesulitan memahami konteks historis turunnya ayat. Dalam merencanakan pembelajaran berkualitas secara berkelanjutan, praktik terbaik (best practice) yang seharusnya dilakukan Pak Amir adalah...

a)

Mengintegrasikan analisis latar belakang sosial ayat dalam pembelajaran.

b)

Menambah kuis cepat menggunakan aplikasi agar siswa lebih aktif.

c)

Mengurangi penggunaan teknologi untuk memfokuskan hafalan siswa.

d)

Memberikan tugas hafalan ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah.

7.

Dalam proses pembelajaran 'Pendekatan Semantik dalam Kajian al-Qur'an', seorang dosen mengevaluasi hasil asesmen formatif sebelumnya yang menunjukkan sebagian mahasiswa belum memahami makna kata dalam konteks ayat. Untuk memperbaiki capaian pembelajaran, dosen ingin memilih teknik asesmen lanjutan yang paling tepat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa. Teknik asesmen manakah yang paling sesuai?

a)

Tes uraian sederhana tentang definisi semantik dalam kajian al-Qur'an

b)

Tes objektif pilihan ganda tentang makna kata dalam al-Qur'an

c)

Penguasaan analisis semantik terhadap ayat-ayat tertentu dalam bentuk proyek

d)

Kuis cepat untuk mengingat arti kata-kata Arab klasik

8.

Pak Rudi mengajarkan materi Moderasi Beragama dalam Konteks Al-Qur'an dan Hadis, namun peserta didik merasa bahwa materi yang disampaikan kurang relevan dengan tantangan zaman dan perkembangan sosial saat ini. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, Pak Rudi berencana menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai. Pendekatan pembelajaran yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut adalah...

a)

Menggunakan pendekatan Blended Learning yang merukakan pembelajaran daring dan tatap muka, dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendalami topik secara mandiri.

b)

Menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) yang memungkinkan peserta didik untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah sosial terkait moderasi beragama, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip al-Qur'an dan Hadis.

c)

Menggunakan pendekatan Direct Instruction (DI) dengan fokus pada penjelasan materi tanpa melibatkan diskusi atau interaksi peserta didik.

d)

Menggunakan pendekatan Traditional Lecture Method dengan cara penyampaian materi yang sepenuhnya mengandalkan ceramah panjang dan pemberian tugas individu tanpa interaksi kelas.

9.

Dalam pembelajaran materi Konsep Tawassuth dalam dalam al-Quran dan Hadis, Pak Ahmad mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya sikap moderat dalam Islam yang tercermin dalam ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Pembelajaran dilakukan melalui diskusi kelompok, analisis teks al-Quran dan Hadis, dan penugasan individu yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan sikap tawassuth dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menilai pencapaian mahasiswa pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, Pak Ahmad memilih teknik asesmen yang paling tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Teknik asesmen yang tepat dalam konteks ini adalah...

a)

Tes lisan untuk menilai pemahaman mahasiswa tentang konsep tawassuth dan keterampilan mereka dalam menyampaikan pendapat.

b)

Observasi terhadap sikap mahasiswa dalam berdiskusi dan dalam kehidupan sehari-hari untuk menilai penerapan nilai tawassuth.

c)

Ujian tertulis untuk menguji pengetahuan mahasiswa mengenai konsep tawassuth dalam al-Quran dan Hadis.

d)

Portofolio yang berisi refleksi pribadi mahasiswa tentang penerapan sikap tawassuth dalam konteks kehidupan nyata.

10.

Dalam pembelajaran, Bu Zahra menyampaikan materi tentang Struktur Hadis. Namun, sebagian peserta didik merasa materi tersebut kurang kontekstual dengan tantangan zaman sekarang. Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, aktif, dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing, Bu Zahra berencana menggunakan pendekatan Project Based Learning (PJBL). Strategi penerapan PJBL yang paling tepat dilakukan Bu Zahra adalah...

a)

Meminta peserta didik membuat proyek digital (infografis/video) tentang struktur hadis dan aplikasinya di era kini

b)

Menjelaskan kembali struktur hadis dengan ceramah dan meminta siswa mencatat dengan rapi

c)

Memberikan tugas hafalan tentang definisi sanad, matan, dan rawi dalam hadis

d)

Menugaskan peserta didik membuat makalah tentang struktur hadis berdasarkan referensi klasik

11.

Dalam pembelajaran Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Al-Qur'an dan Hadis, Pak Arman mengawali kegiatan dengan asesmen awal berupa refleksi tertulis mengenai pemahaman peserta didik tentang pentingnya toleransi, sikap adil, dan menghormati perbedaan. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian peserta didik memahami konsep moderasi secara teoritis, tetapi penerapannya dalam diskusi kelompok masih lemah. Untuk itu, Pak Arman perlu memilih instrumen asesmen yang tepat untuk mengevaluasi aspek sikap setelah pembelajaran berlangsung. Instrumen asesmen yang paling sesuai berdasarkan hasil asesmen awal tersebut adalah...

a)

Angket skala sikap tentang penerapan nilai moderasi beragama.

b)

Lembar observasi perilaku peserta didik saat berdiskusi dan berinteraksi.

c)

Kuis pilihan ganda mengenai istilah-istilah dalam moderasi beragama.

d)

Tes uraian tentang konsep-konsep moderasi beragama dalam Al-Qur'an dan Hadis.

12.

Dalam pelaksanaan pembelajaran materi hadis dha'if menggunakan pendekatan Project Based Learning (PjBL), Pak Amir meminta peserta didik untuk mengkaji contoh hadis dha'if dan proyek membuat poster edukatif tentang kriteria hadis dha'if. Agar pelaksanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik abad 21 yang kreatif dan kritis, fokus utama materi ajar yang perlu dianalisis adalah...

a)

Peserta didik menyebutkan contoh hadis dha'if yang populer di masyarakat

b)

Peserta didik menghafalkan daftar nama perawi hadis dha'if

c)

Peserta didik memahami fungsi hadis dha'if dalam hadith madhhah dan ghairu madhhah

d)

Peserta didik menguraikan kriteria sanad dan matan yang menyebabkan hadis dihukumi dha'if

13.

Dalam pembelajaran materi "Konsep Tawazun dalam al-Qur'an dan Hadis", seorang guru menemukan bahwa materi yang disampaikan kurang relevan dengan tantangan zaman modern. Ia ingin menggunakan pendekatan berbasis pelayanan bimbingan dan konseling agar suasana belajar menjadi progresif dan mendukung pembentukan karakter peserta didik yang unggul. Strategi pembelajaran manakah yang paling tepat untuk diterapkan?

a)

Menugaskan siswa membuat rangkuman tentang prinsip Tawazun.

b)

Membacakan teks tafsir klasik tentang Tawazun tanpa diskusi interaktif.

c)

Mengadakan sesi konseling kelompok untuk refleksi nilai-nilai Tawazun.

d)

Memberikan tes pilihan ganda tentang definisi Tawazun.

14.

Dalam kelas pembelajaran PAI, Pak Deni mengajarkan Metode Takhrij Hadis untuk mengidentifikasi keaslian hadis dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Untuk itu, Pak Deni ingin memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk materi ini dengan memanfaatkan teknologi adalah...

a)

Membagi peserta didik dalam kelompok untuk menggunakan software takhrij hadis guna menganalisis dan mengidentifikasi hadis-hadis yang sahih atau tidak sahih

b)

Menyediakan buku teks tentang Takhrij Hadis dan meminta peserta didik untuk menghafal prosedur penggunaannya

c)

Memberikan presentasi PowerPoint tentang teori Takhrij Hadis dan mengadakan ujian tertulis

d)

Memberikan ceramah mengenai sejarah takhrij hadis dengan menggunakan papan tulis tanpa melibatkan teknologi

15.

Dalam pembelajaran materi Al-Jarh wa Ta'dil Hadis, Pak Zainal menggunakan pendekatan Direct Learning (DL), di mana peserta didik belajar melalui interaksi langsung dengan teks hadis dan berbagai referensi terkait penilaian keabsahan perawi hadis. Peserta didik diminta untuk menganalisis berbagai hadis dengan menggunakan kriteria Al-Jarh wa Ta'dil, serta mendiskusikan hasil analisis mereka dalam kelompok. Untuk menilai pencapaian peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, Pak Zainal memilih teknik asesmen yang tepat sesuai dengan lingkungan belajar yang telah direncanakan. Teknik asesmen yang paling sesuai untuk digunakan adalah...

a)

Tes lisan yang menguji kemampuan peserta didik dalam menjelaskan perbedaan antara hadis shahih dan hadis dha'if berdasarkan Al-Jarh wa Ta'dil.

b)

Observasi terhadap proses diskusi kelompok dan keterlibatan peserta didik dalam menganalisis hadis.

c)

Portofolio yang berisi kumpulan analisis peserta didik terhadap hadis-hadis yang telah dianalisis menggunakan kriteria Al-Jarh wa Ta'dil.

d)

Ujian tulis yang menguji pemahaman peserta didik mengenai teori dasar Al-Jarh wa Ta'dil.

16.

Dalam pembelajaran materi Konsep Tawazun dalam al-Quran dan Hadis, Pak Ali mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya sikap seimbang dalam memahami dan menerapkan ajaran Islam, baik dalam aspek ibadah, muamalah, maupun dalam kehidupan sosial. Melalui pendekatan diskusi kelompok, analisis ayat-ayat al-Quran dan hadis, serta penugasan individu, Pak Ali ingin menilai kemampuan mahasiswa dalam menguasai pengetahuan, mengaplikasikan sikap, dan menunjukkan keterampilan dalam konsep tawazun. Untuk menilai pencapaian mahasiswa pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam pembelajaran ini, instrumen asesmen yang tepat adalah...

a)

Tes praktik yang menilai keterampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan konsep tawazun dalam kegiatan sosial

b)

Ujian tulis untuk menguji pemahaman mahasiswa tentang konsep tawazun dalam al-Quran dan Hadis

c)

Observasi terhadap sikap mahasiswa dalam penerapan konsep tawazun dalam kehidupan sehari-hari dan diskusi kelompok

d)

Portofolio yang berisi refleksi dan tugas individu mengenai penerapan konsep tawazun dalam kehidupan nyata

17.

Dalam pembelajaran materi Pengertian Al-Qur'an, Wahyu, Ilham, dan Ta'lim, Pak Fikri ingin menumbuhkan sikap keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik terhadap ajaran Allah SWT. Untuk itu, ia perlu merumuskan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan indikator tersebut?

a)

Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri wahyu, ilham, dan ta'lim dengan tepat.

b)

Peserta didik mampu membedakan antara wahyu, ilham, dan ta'lim secara logis.

c)

Peserta didik menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan semangat mengamalkannya.

d)

Peserta didik memahami pengertian Al-Qur'an, Wahyu, Ilham, dan Ta'lim dengan benar.

18.

Bu Siti mengajar materi Metode Takhrij Hadis. Ia memaparkan definisi takhrij lewat ceramah, menampilkan contoh menggunakan aplikasi digital pencarian hadis, lalu meminta siswa mencari sanad hadis menggunakan buku manual. Banyak siswa terlihat kebingungan berpindah antara aplikasi dan buku. Untuk melaksanakan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan, praktik terbaik (best practice) yang seharusnya Bu Siti lakukan adalah...

a)

Fokus menggunakan satu sumber belajar saja agar siswa tidak bingung

b)

Membimbing siswa memahami alur takhrij digital dan manual secara integratif

c)

Menghapus penggunaan aplikasi supaya siswa menguasai metode tradisional

d)

Membebaskan siswa memilih metode tanpa arahan lebih lanjut

19.

Pak Amir mengajar mata pelajaran Qur'an Hadis di kelas 7. Untuk menarik minat peserta didik Gen Z dan Alpha, ia menggunakan aplikasi berbasis AI seperti Tafsir AI dan Voice-recognition Qur'an Apps dalam pembelajaran. Namun, beberapa siswa justru lebih sibuk dengan fitur lain di gadget mereka, dan sebagian besar hanya sekadar menyalin hasil dari AI tanpa memahami isi kandungan ayat. Sebagai guru profesional, tindakan paling tepat yang harus dilakukan Pak Amir adalah...

a)

Melarangan total penggunaan aplikasi AI saat pembelajaran Qur'an Hadis

b)

Mengalihkan pembelajaran Qur'an Hadis menjadi ceramah agar siswa fokus

c)

Membimbing siswa memanfaatkan AI untuk mengembangkan pemahaman makna ayat

d)

Memberi tugas hafalan agar siswa tidak tergantung pada teknologi

20.

Dalam sebuah kelas, Pak Ilham menyajikan materi Qashash dalam Al-Qur'an. Namun, peserta didik merasa isi materi terlalu kaku dan kurang relevan dengan tantangan masa kini. Agar menciptakan suasana belajar yang aman, aktif, dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing, Pak Ilham perlu menggunakan strategi pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL). Strategi pelaksanaan PBL yang paling tepat dilakukan Pak Ilham adalah...

a)

Membacakan kisah Qashash secara detail lalu meminta siswa meringkas isi kisah tersebut.

b)

Menyajikan kisah Qashash sebagai masalah nyata, lalu meminta peserta didik menganalisis nilai dan relevansinya untuk masa kini.

c)

Menjelaskan isi Qashash berdasarkan tafsir klasik tanpa mengaitkan dengan situasi modern.

d)

Memberikan tugas hafalan kisah-kisah Qashash lalu mengujinya dengan soal pilihan ganda.

21.

Dalam pembelajaran materi Pendekatan Semantik dalam Kajian al-Qur'an, Bu Sarah mengajarkan kepada mahasiswa pentingnya memahami makna kata dalam al-Qur'an berdasarkan konteks bahasa Arab klasik dan perubahan makna secara semantik. Setelah melakukan asesmen awal, Bu Sarah menemukan bahwa sebagian mahasiswa sudah memahami dasar-dasar semantik, namun masih lemah dalam menganalisis makna kata secara kontekstual. Untuk meningkatkan pencapaian belajar, ia ingin melakukan asesmen formatif lanjutan. Teknik asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya untuk aspek sikap, pengetahuan, atau keterampilan adalah...

a)

Penguasaan proyek membuat makalah pendek tentang perubahan makna beberapa istilah kunci dalam al-Qur'an.

b)

Tes uraian yang meminta mahasiswa menganalisis makna kata dalam konteks ayat-ayat al-Qur'an.

c)

Observasi sikap mahasiswa dalam berdiskusi tentang perbedaan makna kata dalam tafsir klasik dan kontemporer.

d)

Angket sikap untuk mengetahui pandangan mahasiswa terhadap pentingnya studi semantik dalam memahami al-Qur'an.

22.

Dalam kelas pembelajaran PAI, Pak Ahmad ingin mengajarkan perbedaan antara Al-Qur'an, Hadis Nabawi, dan Hadis Qudsi. Materi ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang sumber-sumber wahyu serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Pak Ahmad memutuskan untuk menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk materi ini adalah...

a)

Menyajikan ceramah panjang tentang perbedaan Al-Qur'an, Hadis Nabawi, dan Hadis Qudsi tanpa melibatkan diskusi kelompok.

b)

Menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis untuk kemudian diuji pada akhir pembelajaran.

c)

Membagi peserta didik dalam kelompok untuk menganalisis kasus praktis yang menunjukkan aplikasi perbedaan Al-Qur'an, Hadis Nabawi, dan Hadis Qudsi dalam kehidupan sehari-hari.

d)

Memberikan soal pilihan ganda untuk mengidentifikasi perbedaan antara Al-Qur'an, Hadis Nabawi, dan Hadis Qudsi.

23.

Pak Yusuf akan mengajar materi Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Hadis. Ia ingin menerapkan pembelajaran mendalam agar peserta didik dapat memahami nilai persatuan bangsa menurut ajaran Islam, menganalisis persoalan bangsa, dan mengaitkannya dengan nilai keislaman. Rancangan pembelajaran yang paling sesuai dilakukan Pak Yusuf adalah...

a)

Mengajak peserta didik menganalisis ayat dan hadis tentang persatuan, lalu mendiskusikan penerapannya dalam konteks kebangsaan saat ini.

b)

Menyampaikan ceramah singkat lalu memberi tugas membuat ringkasan isi materi.

c)

Memberikan soal pilihan ganda tentang ayat-ayat persatuan bangsa dalam Islam.

d)

Menugaskan peserta didik menghafal daftar ayat dan hadis tentang nasionalisme dalam Islam.

24.

Dalam pembelajaran materi Konsep Tawazun dalam al-Qur'an dan Hadis, Pak Ridwan ingin merancang pembelajaran berbasis perbedaan individu dengan memanfaatkan teknologi agar peserta didik dapat memahami konsep keseimbangan hidup dengan cara yang sesuai gaya belajar masing-masing. Rancangan pembelajaran yang paling tepat dilakukan Pak Ridwan adalah...

a)

Membagikan artikel teks tentang tawazun melalui platform belajar daring tanpa variasi aktivitas

b)

Menyuruh semua peserta didik membuat makalah cetak tentang tawazun dan dikumpulkan dalam bentuk hardcopy

c)

Menyediakan pilihan tugas berbasis teknologi, seperti membuat infografis digital, video pendek, atau podcast tentang penerapan tawazun

d)

Menyampaikan materi lewat PowerPoint kemudian mengadakan ujian pilihan ganda online yang seragam untuk semua peserta didik

25.

Dalam pembelajaran Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Hadis, Pak Adnan mengajak mahasiswa mendiskusikan nilai cinta tanah air, persatuan umat, dan toleransi. Setelah asesmen awal berupa kuis pengetahuan dasar, Pak Adnan menemukan bahwa mahasiswa sudah memahami definisi dan dalil-dalil, namun kurang menunjukkan sikap komitmen terhadap nilai kebangsaan dalam diskusi kelompok. Untuk itu, Pak Adnan ingin memilih instrumen asesmen yang tepat untuk mengukur sikap mahasiswa. Instrumen asesmen yang paling tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap adalah...

a)

Observasi perilaku mahasiswa dalam diskusi kelompok tentang wawasan kebangsaan.

b)

Penilaian proyek membuat poster digital bertema cinta tanah air.

c)

Tes uraian tentang konsep moderasi dalam berbangsa dan bernegara.

d)

Tes pilihan ganda tentang ayat dan hadis terkait kebangsaan.

26.

Pak Farid mengajarkan materi Pendidikan Karakter dalam Perspektif al-Qur'an dan Hadis, tetapi peserta didik merasa bahwa materi yang disampaikan tidak cukup relevan dengan perkembangan zaman dan tantangan kehidupan modern. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, Pak Farid berencana menggunakan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai.

a)

Menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PBL) yang mengajak peserta didik untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam proyek sosial yang relevan dengan isu-isu masyarakat saat ini

b)

Menyampaikan materi dengan ceramah dan diskusi tanpa melibatkan teknologi atau pendekatan inovatif lainnya

c)

Menggunakan pendekatan Cooperative Learning (CL) dengan kelompok kecil yang hanya fokus pada pemahaman teori tanpa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata

d)

Menggunakan pendekatan Inquiry-Based Learning (IBL) dengan memberi peserta didik pertanyaan-pertanyaan besar yang mendorong mereka untuk mengeksplorasi dan menemukan prinsip-prinsip karakter dalam al-Qur'an dan Hadis

27.

Pak Budi mengajarkan materi Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Hadis. Namun, sebagian besar peserta didik merasa bahwa materi tersebut kurang sesuai dengan tantangan dan dinamika perkembangan zaman yang mereka hadapi saat ini. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, Pak Budi berencana menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan. Pendekatan pembelajaran yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut adalah...

a)

Menggunakan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) untuk membahas isu-isu kebangsaan terkini, menghubungkan nilai-nilai al-Qur'an dan Hadis dengan masalah sosial kontemporer.

b)

Menggunakan pendekatan Direct Instruction (DI) dengan memberikan materi yang terstruktur secara tradisional tanpa kesempatan untuk berinteraksi.

c)

Menggunakan pendekatan Discovery Learning dengan memberi tugas mandiri kepada peserta didik untuk mencari materi tentang wawasan kebangsaan dari buku-buku sejarah.

d)

Menyampaikan materi dengan ceramah panjang dan diskusi kelas tanpa melibatkan teknologi atau metode inovatif lainnya.

28.

Dalam mengajarkan materi Pendekatan Semantik dalam Kajian al-Qur'an, Bu Najwa ingin menerapkan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), ia bermaksud agar peserta didik tidak hanya menghafal konsep, tetapi benar-benar memahami makna perubahan istilah Al-Qur'an dalam konteks bahasa dan budaya. Strategi pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang paling tepat dilakukan Bu Najwa adalah...

a)

Membimbing peserta didik menganalisis perbedaan makna kata Qur'an dalam beberapa ayat lalu mendiskusikan relevansinya dalam kehidupan

b)

Memberikan daftar istilah penting dalam Al-Qur'an dan meminta peserta didik menghafalkannya

c)

Menyuruh peserta didik membaca buku teks tentang semantik lalu menjawab soal pilihan ganda

d)

Menyajikan ceramah satu arah tentang teori pendekatan semantik lalu mengadakan kuis cepat

29.

Dalam pembelajaran, Pak Ahmad mengajarkan materi Konsep Tawassuth dalam Al-Qur'an dan Hadis. Namun, sebagian peserta didik merasa materi tersebut kurang terhubung dengan perkembangan zaman dan tantangan kehidupan modern. Untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing, Pak Ahmad berencana menggunakan model pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Strategi penerapan model pembelajaran TPACK yang paling tepat adalah...

a)

Membahas materi Tawassuth dengan menyajikan informasi dari buku klasik tanpa mengintegrasikan teknologi atau pendekatan pedagogik.

b)

Menyampaikan materi tentang Tawassuth menggunakan ceramah dan diskusi tanpa melibatkan teknologi.

c)

Memberikan tugas membaca buku teks tentang konsep Tawassuth dan meminta peserta didik menulis makalah tentang teori tersebut.

d)

Menggunakan aplikasi pembelajaran digital yang memungkinkan peserta didik mencari dan mendiskusikan contoh-contoh penerapan tawassuth dalam kehidupan sehari-hari.

30.

Dalam pembelajaran materi Ulum al-Hadis, Bu Rania ingin mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memahami keotentikan hadis, perbedaan hadis sahih dan daif, serta metode kritik hadis. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling tepat untuk mencapai indikator tersebut?

a)

Peserta didik mampu menyebutkan nama-nama ulama ahli hadis klasik

b)

Peserta didik mampu menghafalkan definisi Ulum al-Hadis dan cabang-cabangnya

c)

Peserta didik dapat membedakan hadis sahih, hasan, dan daif berdasarkan kriterianya

d)

Peserta didik memahami sejarah perkembangan Ulum al-Hadis dari abad ke abad

31.

Dalam pembelajaran Pengembangan Nilai-Nilai Karakter dalam Pendidikan, Bu Hana melakukan asesmen awal berupa wawancara singkat dan angket kepada peserta didik. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta didik sudah memahami pentingnya nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama, tetapi penerapannya dalam perilaku sehari-hari masih perlu ditingkatkan. Untuk mengukur perkembangan aspek sikap peserta didik setelah proses pembelajaran, Bu Hana ingin memilih teknik asesmen yang paling tepat.

a)

Pembuatan makalah tentang pentingnya karakter dalam kehidupan

b)

Tes tertulis tentang pengertian dan contoh nilai-nilai karakter

c)

Observasi sikap peserta didik dalam kegiatan kolaboratif di kelas

d)

Tes pilihan ganda tentang ciri-ciri orang berkarakter mulia

32.

Dalam pembelajaran materi Pengertian Al-Qur'an, Wahyu, Ilham, dan Ta'lim, Pak Fikri ingin menumbuhkan sikap keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik terhadap ajaran Allah SWT. Untuk itu, ia perlu merumuskan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan indikator tersebut?

a)

Peserta didik mampu membedakan antara wahyu, ilham, dan ta'lim secara logis.

b)

Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri wahyu, ilham, dan ta'lim dengan tepat.

c)

Peserta didik memahami pengertian Al-Qur'an, Wahyu, Ilham, dan Ta'lim dengan benar.

d)

Peserta didik menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan semangat mengamalkannya.

33.

Dalam pembelajaran materi Studi Makkiyah dan Madaniyah dalam Penafsiran al-Quran, Pak Ali mengajarkan kepada mahasiswa mengenai perbedaan konteks dan isi antara ayat-ayat yang turun di Makkah dan Madinah. Pembelajaran ini dilakukan melalui diskusi kelompok dan analisis teks al-Quran untuk menggali makna serta pengaruh konteks sejarah terhadap tafsir. Untuk menilai pencapaian peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan, atau keterampilan, Pak Ali memilih instrumen asesmen yang tepat sesuai dengan lingkungan belajar yang telah disiapkan. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk digunakan dalam konteks ini adalah...

a)

Portofolio yang berisi tugas individu mahasiswa tentang ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah dengan penjelasan pribadi mereka.

b)

Ujian tertulis yang mengukur pemahaman tentang perbedaan ayat Makkiyah dan Madaniyah berdasarkan konteks sejarah.

c)

Rubrik penilaian untuk menilai kualitas dan kedalaman analisis mahasiswa terhadap ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah dalam diskusi kelompok.

d)

Tes lisan untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan perbedaan antara ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah secara lisan.

34.

Dalam pembelajaran Hermeneutik al-Qur'an, Bu Najwa mengadopsi model pelayanan konseling kelompok. Ia memulai dengan sesi refleksi kebutuhan belajar peserta didik, lalu membimbing diskusi makna teks, serta mendorong siswa merancang pendekatan memahami ayat sesuai konteks zaman. Agar alur materi ajar mendukung evaluasi tujuan pembelajaran dan sesuai karakteristik peserta didik, langkah logis yang sebaiknya dilakukan adalah...

a)

Memberikan tugas membaca buku teks Hermeneutik tanpa diskusi kelompok.

b)

Memberikan modul hafalan teori hermeneutik kepada seluruh siswa secara seragam.

c)

Memulai pembelajaran dengan ceramah panjang tentang sejarah hermeneutik klasik.

d)

Menyusun alur materi: refleksi kebutuhan eksplorasi makna - proyek aplikasi tafsir.

35.

Dalam melaksanakan pembelajaran berbasis Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin (PPRA), Pak Salman ingin mengembangkan materi ajar yang menumbuhkan sikap toleransi, kasih sayang, dan cinta damai pada peserta didik yang berasal dari latar belakang budaya dan sosial yang beragam. Strategi pengembangan materi ajar yang paling sesuai untuk melaksanakan tujuan pembelajaran tersebut adalah...

a)

Menugaskan peserta didik menghafalkan dalil-dalil tentang kasih sayang dalam Al-Qur'an.

b)

Memberikan ceramah tentang pentingnya persatuan umat tanpa memberi kesempatan diskusi.

c)

Merancang proyek sosial bertema "Merajut Persaudaraan dalam Perbedaan" di lingkungan sekolah.

d)

Membagikan teks ceramah ulama tentang rahmat Islam untuk dibaca dan disimpulkan sendiri.

36.

Pada suatu pembelajaran, Bu Siti menyajikan materi Metode Tafsir Kontemporer yang dirasa kurang relevan dengan perkembangan zaman. Beberapa peserta didik merasa kesulitan menghubungkan konsep-konsep dalam tafsir dengan tantangan dan kebutuhan sosial saat ini. Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih akomodatif, aktif, dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul serta berdaya saing, Bu Siti berencana menggunakan model pembelajaran berbasis Discovery Learning (DL). Strategi penerapan Discovery Learning (DL) yang paling tepat untuk materi tersebut adalah...

a)

Menghafalkan teori-teori tafsir kontemporer dari buku referensi utama sebagai tugas mandiri.

b)

Memberikan penjelasan lengkap tentang teori tafsir kontemporer tanpa memberi ruang untuk diskusi.

c)

Memberikan tes pilihan ganda mengenai tafsir kontemporer setelah menyampaikan materi secara tradisional.

d)

Mengajak peserta didik mengeksplorasi isu-isu kontemporer yang relevan, lalu meminta mereka menafsirkan ayat terkait isu tersebut.

37.

Bu Anisa mengajar materi Pengertian Pendidikan Karakter Ia ingin menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis teknologi agar peserta didik bukan hanya memahami definisi, tetapi mampu mengevaluasi pentingnya pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Rancangan pembelajaran berbasis teknologi yang paling tepat adalah...

a)

Membagikan soal kuis online seputar pengertian pendidikan karakter.

b)

Menugaskan peserta didik membuat infografis digital tentang nilai-nilai karakter dan mempresentasikannya.

c)

Menayangkan video ceramah tokoh pendidikan karakter dan meminta peserta didik merangkum isinya.

d)

Memberikan file PDF berisi teori pendidikan karakter untuk dibaca mandiri.

38.

Dalam mengajarkan Konsep Tasamuh dalam al-Qur'an dan Hadis, Bu Rania menyadari bahwa peserta didiknya memiliki gaya belajar dan tingkat pemahaman yang beragam. Untuk itu, ia ingin merancang pembelajaran yang berbasis perbedaan individu agar semua peserta didik dapat memahami nilai toleransi secara efektif sesuai pengetahuan pedagogi. Rancangan pembelajaran yang paling tepat yang harus dipilih Bu Rania adalah...

a)

Memberikan tugas menulis makalah individu tentang konsep tasamuh tanpa variasi metode pembelajaran

b)

Menyediakan modul teks bacaan yang sama untuk semua peserta didik, lalu meminta mereka menyelesaikan soal pilihan ganda

c)

Membagi peserta didik ke dalam kelompok berdasarkan minat, lalu memberikan pilihan aktivitas: membuat poster, membuat video, atau melakukan debat tentang aplikasi tasamuh

d)

Menyampaikan ceramah satu arah tentang Tasamuh dan memberi tugas hafalan ayat-ayat tentang toleransi

39.

Pak Junaidi mengajarkan materi Pemahaman tentang Struktur Hadis dengan menggunakan pendekatan Project-based Learning (PjBL), di mana peserta didik diminta untuk mengkaji dan mempresentasikan struktur hadis berdasarkan berbagai aspek seperti sanad, matan, dan kategori hadis. Dalam hal ini, Pak Junaidi ingin menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tersebut adalah...

a)

Kuis tertulis yang menilai pemahaman peserta didik tentang istilah dan definisi terkait struktur hadis.

b)

Presentasi proyek yang berisi analisis terhadap struktur hadis dan refleksi peserta didik dalam menerapkan pemahaman tersebut.

c)

Tes lisan yang menguji kemampuan peserta didik menjelaskan teori-teori struktur hadis secara verbal.

d)

Portofolio yang mencakup berbagai tugas tertulis dan refleksi peserta didik tentang materi struktur hadis.

40.

Dalam sebuah forum diskusi keagamaan di masyarakat, para tokoh agama menekankan pentingnya moderasi beragama untuk menghadapi tantangan ekstremisme, intoleransi, dan konflik sosial. Saat merancang pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat, Pak Yusuf ingin memilih alasan yang paling tepat untuk memperkuat implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran. Manakah alasan berikut yang paling tepat untuk dasar pengembangan materi ajar tersebut?

a)

Karena moderasi beragama membuat peserta didik berbeda lebih hebat dalam mempertahankan keyakinannya

b)

Karena moderasi beragama membantu menjaga kerukunan dalam masyarakat majemuk dan mencegah radikalisme

c)

Karena moderasi beragama mendorong peserta didik berani menentang budaya lokal yang dianggap salah

d)

Karena moderasi beragama memperkuat identitas agama dengan mengabaikan pandangan kelompok lain

41.

Dalam merencanakan pembelajaran materi Nuzul al-Qur'an dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL), Bu Laila ingin peserta didik mampu menganalisis tahapan atau sejarah turunnya Al-Qur'an secara runtut dan ilmiah. Dalam penyusunan tujuan pembelajaran, ia perlu memastikan tujuan tersebut sesuai dengan struktur keilmuan dan karakteristik peserta didik yang suka berpikir kritis. Manakah aktivitas analisis yang paling tepat berdasarkan kebutuhan tersebut?

a)

Peserta didik memahami makna peristiwa Nuzul al-Qur'an secara umum

b)

Peserta didik membandingkan tahapan turunnya Al-Qur'an antara pandangan klasik dan modern

c)

Peserta didik menyebutkan tahun-tahun penting dalam proses nuzul al-Qur'an

d)

Peserta didik menghafalkan nama-nama malaikat yang terlibat dalam turunnya wahyu

42.

Dalam pelaksanaan pembelajaran konsep tawassuth (moderasi) dalam al-Qur'an dan hadis menggunakan pendekatan Discovery Learning (DL), Bu Hana ingin membangun pemahaman peserta didik secara logis dan aktif sesuai dengan karakteristik mereka yang kritis, ingin tahu, dan mandiri. Alur penyusunan materi ajar yang paling tepat adalah...

a)

Menyediakan ringkasan konsep tawassuth -> memberikan soal pilihan ganda moderasi

b)

Memberikan definisi tawassuth -> meminta peserta didik menghafalkannya

c)

Menjelaskan makna tawassuth -> menunjukkan contoh -> meminta simpulan

d)

Mengajukan masalah terkait sikap ekstrem -> membimbing pencarian ayat tawassuth

43.

Dalam sebuah program penguatan moderasi beragama di masyarakat, diadakan dialog lintas agama yang menekankan pentingnya menghormati perbedaan, mengutamakan persatuan, dan menghindari sikap ekstrem. Pak Arif ingin mengembangkan materi ajar nilai-nilai Islam sebagai agama wasathiyah dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran supaya peserta didik tumbuh menjadi pribadi moderat, toleran, dan cinta damai. Strategi pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk mendukung tujuan tersebut adalah...

a)

Membuat daftar hafalan ayat dan hadis tentang moderasi tanpa penjelasan aplikatif.

b)

Memberikan soal pilihan ganda tentang definisi moderasi beragama tanpa studi kasus.

c)

Menyusun materi tentang pentingnya toleransi, saling menghormati, dan menghindari fanatisme berlebih.

d)

Menginstruksikan peserta didik membahas kontroversi agama untuk mengasah argumentasi tajam.

44.

Dalam sebuah kelas pembelajaran PAI, Ibu Nina ingin mengajarkan konsep ayat dan surat Makkiyah dan Madaniyah dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Materi ini mengajak peserta didik untuk memahami perbedaan antara ayat Makkiyah dan Madaniyah dalam konteks sejarah penurunan wahyu serta implikasinya terhadap kehidupan sehari-hari. Rancangan pembelajaran yang paling tepat dengan pendekatan PBL untuk materi ini adalah...

a)

Mengadakan ujian untuk mengidentifikasi ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah dengan cara menghafalkan tafsirnya

b)

Membagi peserta didik dalam kelompok untuk menganalisis contoh ayat dan surat Makkiyah dan Madaniyah dalam konteks sejarah dan kehidupan nyata

c)

Memberikan teks-teks ayat Makkiyah dan Madaniyah untuk dipelajari dan dijelaskan di kelas

d)

Memberikan ceramah panjang lebar mengenai perbedaan ayat Makkiyah dan Madaniyah tanpa melibatkan peserta didik secara aktif

45.

Dalam merancang pembelajaran, Bu Amira ingin mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (P5) secara logis dan sesuai karakteristik peserta didik yang kreatif, kolaboratif, dan berpikir kritis. Pengembangan materi ajar yang paling tepat untuk mendukung perencanaan tujuan pembelajaran tersebut adalah...

a)

Memberikan ceramah tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila tanpa melibatkan aktivitas peserta didik

b)

Menyediakan LKS (lembar kerja siswa) isian tentang definisi nilai-nilai P5 tanpa diskusi kelompok

c)

Menyusun proyek kolaboratif bertema 'Gotong Royong Membangun Sekolah Ramah Lingkungan'

d)

Menguasakan peserta didik menghafalkan sila-sila Pancasila untuk menguatkan pemahaman nilai

46.

Bu Salsabila mengajarkan Hermeneutik al-Qur'an kepada mahasiswa, Ia memanfaatkan aplikasi digital tafsir klasik-modern, memfasilitasi diskusi kelompok berbasis proyek analisis ayat, dan meminta mahasiswa membuat video refleksi hasil pemahaman mereka. Namun, dalam evaluasi, ia hanya menggunakan kuis pilihan ganda sederhana, tanpa menilai proses berpikir kritis atau integrasi teknologi. Agar praktik evaluasi pembelajaran lebih berkualitas dan berkelanjutan, Bu Salsabila sebaiknya...

a)

Mengandalkan nilai kuis sebagai representasi keseluruhan hasil belajar mahasiswa

b)

Membuat rubrik penilaian berbasis proyek yang menilai konten, proses, dan inovasi

c)

Menambah jumlah soal pilihan ganda agar penilaian lebih objektif

d)

Mengurangi penggunaan teknologi agar evaluasi lebih fokus ke isi

47.

Dalam pengembangan materi metode tafsir tematik, Pak Salman ingin menanamkan kepada peserta didik sikap penerimaan terhadap tradisi keagamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an. Tujuan ini penting agar peserta didik tidak bersikap ekstrem dalam memahami ajaran Islam. Manakah rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling tepat untuk mendukung pencapaian tersebut?

a)

Peserta didik memahami berbagai pendekatan dalam metode tafsir tematik secara utuh

b)

Peserta didik menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi keagamaan yang sesuai nilai Al-Qur'an

c)

Peserta didik dapat menyebutkan contoh tradisi keagamaan dalam tafsir tematik

d)

Peserta didik mampu membandingkan tradisi keagamaan berdasarkan metode tafsir tematik

48.

Pak Sulaiman mengajarkan materi Metode Tafsir Kontekstual kepada peserta didiknya dengan memperhatikan perbedaan individu dalam gaya belajar dan pemahaman. Pak Sulaiman ingin menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu untuk memastikan bahwa setiap peserta didik dapat memahami tafsir kontekstual sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Rancangan pembelajaran yang paling tepat dengan pendekatan ini adalah...

a)

Memberikan ceramah tentang tafsir kontekstual dan memberikan tugas yang sama kepada semua peserta didik.

b)

Menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti diskusi kelompok, presentasi, dan studi kasus untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik.

c)

Memberikan buku teks yang sama dan mengharuskan peserta didik untuk mempresentasikan tafsir kontekstual secara mandiri.

d)

Memberikan soal-soal pilihan ganda yang berfokus pada penghafalan konsep tafsir kontekstual.

49.

Dalam pembelajaran ketenotetikan hadis, Pak Yusuf menerapkan Discovery Based Learning (DBL) di kelas XI. Ia membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menemukan perbedaan antara hadis sahih, hasan, dan daif melalui telaah sanad dan matan. Namun, dalam evaluasi, Pak Yusuf hanya meminta siswa menyebutkan definisi masing-masing hadis tanpa menganalisis karakteristiknya. Agar tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan pendekatan DBL, evaluasi yang sebaiknya dilakukan Pak Yusuf adalah...

a)

Meminta siswa menganalisis contoh hadis dan mengelompokkan sesuai macamnya

b)

Memberikan soal pilihan ganda tentang definisi hadis sahih, hasan, dan daif

c)

Memberikan ceramah ulang tentang macam-macam hadis sebelum evaluasi

d)

Mengusaskan siswa membuat rangkuman definisi hadis dari berbagai kitab hadis

50.

Dalam sebuah sesi pembelajaran, Pak Rafi menyajikan materi Metode Takhrij Hadis. Namun, sebagian peserta didik merasa bahwa materi tersebut kurang relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan zaman modern. Untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan berkarakter unggul dan berdaya saing, Pak Rafi berencana menggunakan pendekatan Discovery Based Learning (DBL). Strategi penerapan DBL yang paling tepat dilakukan Pak Rafi adalah...

a)

Meminta peserta didik menyalin metode takhrij hadis dari buku-buku rujukan klasik

b)

Membimbing peserta didik mencari sendiri sumber hadis dengan menggunakan aplikasi digital takhrij, lalu mendiskusikan hasilnya

c)

Menjelaskan langkah-langkah takhrij hadis secara rinci, lalu memberikan latihan soal pilihan ganda

d)

Memberikan tugas hafalan daftar kitab takhrij hadis klasik tanpa eksplorasi lebih lanjut