NEW
Font size
WorksheetsIpeem2
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Kasus 1 Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan riwayat putus obat anti HIV datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pinggir lidah kanan dan kirinya sejak 1 bulan yang lalu, terasa kasar dan tanpa nyeri. Pemeriksaan klinis: lateral lidah kanan dan kiri terdapat plak putih, tidak dapat diseka, berbentuk corrugated. Dokter gigi merujuk ke bagian penyakit dalam untuk meneruskan terapi anti HIV pasien. Hasil pemeriksaan intraoral kasus 1:
necrotizing ulcerative stomatitis
herpes zoster infection
oral hairy leukoplakia
human papillomavirus infection
oral candidiasis
Kasus 1 Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan riwayat putus obat anti HIV datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pinggir lidah kanan dan kirinya sejak 1 bulan yang lalu, terasa kasar dan tanpa nyeri. Pemeriksaan klinis: lateral lidah kanan dan kiri terdapat plak putih, tidak dapat diseka, berbentuk corrugated. Dokter gigi merujuk ke bagian penyakit dalam untuk meneruskan terapi anti HIV pasien.
Apakah etiologi kelainan pada lidah pasien tersebut? *
Epstein-Barr virus
Candida albicans
Varicella Zoster Virus
Human Immunodeficiency Virus
Prevotella intermedia
kasus 1-Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan riwayat putus obat anti HIV datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pinggir lidah kanan dan kirinya sejak 1 bulan yang lalu, terasa kasar dan tanpa nyeri. Pemeriksaan klinis: lateral lidah kanan dan kiri terdapat plak putih, tidak dapat diseka, berbentuk corrugated. Dokter gigi merujuk ke bagian penyakit dalam untuk meneruskan terapi anti HIV pasien.
Apakah golongan klasifikasi EC‑Clearinghouse pada kasus 1 tersebut?
grup 1
grup 2
grup 3
grup 4
grup 5
Kasus 1 Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan riwayat putus obat anti HIV datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pinggir lidah kanan dan kirinya sejak 1 bulan yang lalu, terasa kasar dan tanpa nyeri. Pemeriksaan klinis: lateral lidah kanan dan kiri terdapat plak putih, tidak dapat diseka, berbentuk corrugated. Dokter gigi merujuk ke bagian penyakit dalam untuk meneruskan terapi anti HIV pasien
Apakah terapi untuk kelainan pada lidah pasien kasus 1 tersebut?
Biopsi eksisi
Seka dengan kassa steril
Kumur buang klorheksidin
ARV
tidak perlu terapi
Kasus 2 – Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun datang ke RSGM dengan keluhan terdapat bercak putih pada pipi kanannya sejak 2 bulan lalu, tidak sakit. Pasien memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol sejak 10 tahun lalu sampai sekarang. Pasien sudah mencoba menyikat bercak putih tersebut dengan sikat gigi dan sudah pernah diobati dengan obat antijamur tetapi tidak hilang. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan mendiagnosis bahwa kelainan pada mulut pasien tersebut termasuk lesi OPMD.
Hasil pemeriksaan intraoral kasus 2:
oral candidiasis
oral hairy leukoplakia
leukoplakia
oral lichen planus
leukoedema
Kasus 2 – Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun datang ke RSGM dengan keluhan terdapat bercak putih pada pipi kanannya sejak 2 bulan lalu, tidak sakit. Pasien memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol sejak 10 tahun lalu sampai sekarang. Pasien sudah mencoba menyikat bercak putih tersebut dengan sikat gigi dan sudah pernah diobati dengan obat antijamur tetapi tidak hilang. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan mendiagnosis bahwa kelainan pada mulut pasien tersebut termasuk lesi OPMD.
Apakah ciri khas lesi pada diagnosis kasus tersebut?
bercak putih dapat diseka dan meninggalkan daerah kemerahan
bercak putih berbentuk "corrugated"
bentuknya seperti "cracked mud"
memiliki gambaran striae putih
jika mukosa bukal ditarik, lesi akan menghilang
Kasus 2 – Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun datang ke RSGM dengan keluhan terdapat bercak putih pada pipi kanannya sejak 2 bulan lalu, tidak sakit. Pasien memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol sejak 10 tahun lalu sampai sekarang. Pasien sudah mencoba menyikat bercak putih tersebut dengan sikat gigi dan sudah pernah diobati dengan obat antijamur tetapi tidak hilang. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan mendiagnosis bahwa kelainan pada mulut pasien tersebut termasuk lesi OPMD.
Apakah yang terjadi apabila temuan tersebut tidak ditatalaksana?
infeksi akan menyebar dan masuk pembuluh darah
lesi akan meluas
dapat berubah menjadi keganasan
lama‑kelamaan akan menimbulkan sakit
tidak akan berefek apa pun karena hanya merupakan lesi jinak
Kasus 3 – Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGM untuk mencabut gigi karena tinggal sisa akar. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan menemukan bercak merah berukuran sekitar 1 mm, multipel, tidak sakit saat palpasi pada palatum mole pasien (gambar terlampir). Dokter gigi mencurigai pasien tersebut memiliki kelainan pendarahan. Hasil pemeriksaan intraoral kasus 3:
papula
petechiae
patch
plaque
pigmentasi
Kasus 3 – Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGM untuk mencabut gigi karena tinggal sisa akar. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan menemukan bercak merah berukuran sekitar 1 mm, multipel, tidak sakit saat palpasi pada palatum mole pasien (gambar terlampir). Dokter gigi mencurigai pasien tersebut memiliki kelainan pendarahan.
Apakah salah satu pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan dokter gigi untuk mengkonfirmasi kelainan mukosa oral pada kasus tersebut?
INR
jumlah platelet
Hb
MCHC
anti‑ANA
Kasus 3 – Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGM untuk mencabut gigi karena tinggal sisa akar. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan menemukan bercak merah berukuran sekitar 1 mm, multipel, tidak sakit saat palpasi pada palatum mole pasien (gambar terlampir). Dokter gigi mencurigai pasien tersebut memiliki kelainan pendarahan.
Mengapa lesi dapat terjadi pada kasus tersebut?
karena pasien memiliki penyakit autoimun
pasien dicurigai mengalami anemia
pasien mengkonsumsi asam traneksamat
perdarahan mikro terjadi akibat trombosit tidak dapat menghambat pendarahan
karena pasien memiliki kelainan genetik
Kasus 3 –Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGM untuk mencabut gigi karena tinggal sisa akar. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan menemukan bercak merah berukuran sekitar 1 mm, multipel, tidak sakit saat palpasi pada palatum mole pasien (gambar terlampir). Dokter gigi mencurigai pasien tersebut memiliki kelainan pendarahan.
Apakah pertanyaan yang dapat ditanyakan kepada pasien untuk membantu penegakkan kelainan sistemik yang dialami pasien?
apakah ada demam?
apakah sebelumnya pernah mengalami kelainan yang sama dalam rongga mulut?
apakah lokasi rumah pasien pada daerah endemik demam berdarah?
apakah di keluarga ada yang mengalami kelainan yang sama pada rongga mulut?
apakah pernah timbul memar pada kulit tanpa adanya benturan?
Kasus 3 – Seorang pasien perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGM untuk mencabut gigi karena tinggal sisa akar. Dokter gigi melakukan pemeriksaan intraoral dan menemukan bercak merah berukuran sekitar 1 mm, multipel, tidak sakit saat palpasi pada palatum mole pasien (gambar terlampir). Dokter gigi mencurigai pasien tersebut memiliki kelainan pendarahan.
Ke manakah dokter gigi akan mengkonsulkan pasien tersebut untuk mengkonfirmasi kelainan sistemik yang mungkin dialami pasien?
konsulen endokrin
konsulen alergi dan imunologi
konsulen penyakit mulut
konsulen hematoonkologi
konsulen THT
Kasus 4 –Seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dirujuk dari poli jantung ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan gigi. Riwayat sistemik: kelainan jantung koroner sedang konsumsi aspilet. Pemeriksaan intraoral: terdapat radiks gigi 46. Dokter gigi merencakan pencabutan dan mengirimkan surat ijin tindakan ke dokter jantung yang merawat pasien.
Apakah yang perlu diperhatikan pada pasien kasus tersebut sebelum pencabutan gigi dilakukan
pasien tersebut sudah lansia
pasien mengkonsumsi obat pengencer darah
radiks yang akan dicabut memiliki akar 4
pasien tersebut merupakan pasien dokter spesialis lain
pasien tersebut memiliki kelainan jantung yang dapat kambuh kapan saja
Kasus 4 – Seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dirujuk dari poli jantung ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan gigi. Riwayat sistemik: kelainan jantung koroner sedang konsumsi aspilet. Pemeriksaan intraoral: terdapat radiks gigi 46. Dokter gigi merencakan pencabutan dan mengirimkan surat ijin tindakan ke dokter jantung yang merawat pasien.
Apa yang akan terjadi apabila pasien langsung dilakukan tindakan pencabutan gigi?
pasien akan mengalami infeksi setelah pencabutan
pasien dapat terkena endokarditis
perdarahan panjang pasca pencabutan
pasien akan pingsan karena ketakutan
kelainan jantungnya akan kambuh di poli gigi
Kasus 4 – Seorang pasien laki-laki berusia 75 tahun dirujuk dari poli jantung ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan gigi. Riwayat sistemik: kelainan jantung koroner sedang konsumsi aspilet. Pemeriksaan intraoral: terdapat radiks gigi 46. Dokter gigi merencakan pencabutan dan mengirimkan surat ijin tindakan ke dokter jantung yang merawat pasien.
Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan tindakan pencabutan?
pemeriksaan INR dan pemberian antibiotik profilaksis
pemeriksaan Hb dan pemberian obat analgesik
pemeriksaan sop
pemeriksaan PT dan aPPT
transfusi platelet dahulu
Kasus 5 -- Seorang pasien perempuan dirujuk dari poli mata ke dokter gigi dengan keluhan mulut terasa kering sejak 3 bulan lalu. Dokter gigi menanyakan perawatan pasien saat ke poli mata kemudian pasien menjelaskan bahwa pasien memiliki keluhan mata terasa kering dan seperti berpasir. Pasien menjelaskan bahwa sudah melakukan pemeriksaan mata (gambar terlampir). Dokter gigi menduga keluhan pada mulut pasien terkait dengan keluhan pada matanya yang mengarah kepada suatu penyakit autoimun. Pasien mencontohkan pemeriksaan mata yang dilakukan di poli mata ke dokter gigi:
Apakah diagnosis kasus tersebut? *
Sjogren syndrome
rheumatoid arthritis
systemic lupus erythematous
behcet disease
granulomatosis
Kasus 5 -- Seorang pasien perempuan dirujuk dari poli mata ke dokter gigi dengan keluhan mulut terasa kering sejak 3 bulan lalu. Dokter gigi menanyakan perawatan pasien saat ke poli mata kemudian pasien menjelaskan bahwa pasien memiliki keluhan mata terasa kering dan seperti berpasir. Pasien menjelaskan bahwa sudah melakukan pemeriksaan mata (gambar terlampir). Dokter gigi menduga keluhan pada mulut pasien terkait dengan keluhan pada matanya yang mengarah kepada suatu penyakit autoimun. Pasien mencontohkan pemeriksaan mata yang dilakukan di poli mata ke dokter gigi:
Apakah nama pemeriksaan objektif yang akan dilakukan oleh dokter gigi
schirmer test
CRP dan ESR
helkimo index
uji laju alir saliva
test anti-Ana
Kasus 5 -- Seorang pasien perempuan dirujuk dari poli mata ke dokter gigi dengan keluhan mulut terasa kering sejak 3 bulan lalu. Dokter gigi menanyakan perawatan pasien saat ke poli mata kemudian pasien menjelaskan bahwa pasien memiliki keluhan mata terasa kering dan seperti berpasir. Pasien menjelaskan bahwa sudah melakukan pemeriksaan mata (gambar terlampir). Dokter gigi menduga keluhan pada mulut pasien terkait dengan keluhan pada matanya yang mengarah kepada suatu penyakit autoimun. Pasien mencontohkan pemeriksaan mata yang dilakukan di poli mata ke dokter gigi:
Apakah nama pemeriksaan objektif yang sudah dilakukan pada pasien tersebut di poli mata? *
schirmer test
CRP dan ESR
helkimo index
uji laju alir saliva
test anti-Ana
Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan adanya benjolan pada gusi pada bagian belakang atas kanannya sejak 3 bulan yang lalu dan tidak sakit. Riwayat sistemik: hamil 5 bulan. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya lesi eritematosa, mengkilap,dan berlobus. Pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya proliferasi vaskular, fibroblas immatur, disertai sel-sel inflamasi lainnya. Apakah diagnosis dari kasus tersebut? *
Fibroma
Hemangioma
Granuloma piogenik (granuloma gravidarum)
Peripheral giant cell lesion
Peripheral ossifying fibroma
Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan gigi-gigi depan atasnya sering terasa ngilu saat minum dingin. Riwayat sistemik: hamil 4 bulan, mual dan muntah berkepanjangan selama masa kehamilan. Pemeriksaan klinis menunjukkan permukaan enamel gigi yang terkikis terutama di sisi palatal gigi atas. Apakah nama kelainan yang dijumpai pada kasus tersebut?
Erosi gigi
Atrisi gigi
Karies gigi
Abrasi gigi
Abfraksi gigi
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan gusinya yang sering berdarah saat menyikat gigi. Riwayat sistemik: sedang hamil 5 bulan. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya inflamasi, perdarahan saat probing pada interdental gingiva dan poket dengan kedalaman 4-6 mm pada semua regio gingiva. Apakah diagnosis dari kasus tersebut?
Erosi gigi
Gingivitis
Mobilitas gigi
Periodontitis
Granuloma gravidarum
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan gusinya yang sedikit membesar pada bagian atas depannya, dan terlihat sangat mengganggu terutama saat menyikat gigi sejak 1 bulan terakhir. Riwayat sistemik: hamil 6 bulan. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya eritematosa dan edematosa pada gingivanya. Dokter gigi menjelaskan bahwa kelainan tersebut disebabkan karena perubahan hormon yang meningkat 10x lipat yang terjadi pada fase kehamilan. Apakah hormon yang terlibat pada kasus tersebut?
Relaksin
Prolaktin
Oksitosin
Progesteron
Melanocyte-stimulating hormone
Laki-laki 70 tahun datang dengan keluhan mulut terasa kering. Pemeriksaan klinis: plak pada regio E, aliran saliva kental, mukosa memucat. Pasien rutin mengonsumsi captopril selama 10 tahun. Kondisi apa yang dialami pasien?
Disgeusia
Sialore
Xerostomia
Pemfigus vulgaris
Burning mouth syndrome
Laki-laki 50 tahun mengeluh bercak putih pada lidah yang gatal dan kadang pedih sejak 1 bulan. Pemeriksaan: plak putih pada permukaan dorsal lidah dapat dikerok dan meninggalkan eritema. Pemeriksaan KOH positif. Mikroorganisme penyebab paling mungkin adalah?
Herpes simplex virus
Staphylococcus aureus
Candida albicans
Prevotella gingivalis
SARS‑CoV‑2
Perempuan 67 tahun mengeluh langit-langit mulut pedih dan gatal. Riwayat sistemik: diabetes mellitus 5 tahun. Menggunakan gigi tiruan sejak 4 tahun dan jarang dibersihkan. Pemeriksaan OMS positif. Apakah diagnosis kasus ini?
Oral thrush (pseudomembran kandidiasis)
Denture stomatitis
Stomatitis alergika
Burning mouth syndrome
Kandidiasis hiperplastik kronis
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan adanya rasa pedih pada mulutnya sejak 1 bulan terakhir yang menyebabkan pasien sulit untuk makan. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya ulserasi pada mukosa bukal bilateral sepanjang garis oklusi, iregular, dan dijumpai pula bulla. Adanya perdarahan pada usapan cotton swab. Pemeriksaan penunjang: Nikolysky’s sign (+). Pada kulit pasien juga terdapat bulla dan daerah eritema. Apakah diagnosis dari kasus tersebut?
Periodontitis
Oral lichen planus
Pemphigus vulgaris
Burning mouth syndrome
Acute atrophic candidiasis
Kasus 8 --- Seorang laki-laki 43 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan putih-putih di lidah. Pemeriksaan intraoral terlihat bercak putih keabu-abuan yang menutupi area ulserasi yang terlihat sudah hampir sembuh. Pasien menjelaskan sebelum putihputih muncul awalnya terdapat sariawan yang tidak sembuh-sembuh sekitar lebih dari 2 minggu. Ekstraoral; pada telapak tangan pasien terlihat adanya lesi makulopapular rash. Pasien dirujuk untuk pemeriksaan serologi dan hasilnya tes serologi TPHA (+).
Apakah diagnosis lesi pada lidah pasien tersebut?
Trush (pseudomembran kandidiasis)
Chancre
Leukoplakia
Mucous patch
Kasus 8 --- Seorang laki-laki 43 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan putih-putih di lidah. Pemeriksaan intraoral terlihat bercak putih keabu-abuan yang menutupi area ulserasi yang terlihat sudah hampir sembuh. Pasien menjelaskan sebelum putihputih muncul awalnya terdapat sariawan yang tidak sembuh-sembuh sekitar lebih dari 2 minggu. Ekstraoral; pada telapak tangan pasien terlihat adanya lesi makulopapular rash. Pasien dirujuk untuk pemeriksaan serologi dan hasilnya tes serologi TPHA (+).
mikroorganisme apa yang berperan?
Candida albicans
Neisseria gonorrhoeae
Treponema pallidum
Chlamydia trachomatis
Mycobacterium tuberculosis
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi mulutnya. Pemeriksaan intraoral terlihat ulser asimtomatik di area faring disertai sedikit area eritema. Anamnesis diketahui pasien sedang mengalami infeksi saluran kencing dan membawa hasil pemeriksaan laboratorium untuk penyakit yang dideritanya berupa nucleic acid amplification test (NAATs) dengan hasil positif. Apakah mikroorganisme yang berperan pada kasus tersebut?
Candida albicans
Neisseria gonorrhoeae
Treponema pallidum
Chlamydia trachomatis
Mycobacterium tuberculosis
Kasus 9 -- Laki-laki 45 tahun mengeluh sariawan besar di sisi lateral lidah sejak 1 minggu. Kelenjar getah bening teraba, tidak nyeri. Lesi ulser ireguler dengan tepi undermined, jaringan granulasi pada dasar, nyeri saat palpasi, indurasi positif. pasien mengaku sedang menjalani terapi kombinasi antibiotik selama 6 bulan.
Apakah mikroorganisme yang berperan pada kasus tersebut?
Candida albicans
Neisseria gonorrhoeae
Treponema pallidum
Chlamydia trachomatis
Mycobacterium tuberculosis
Kasus 9 -- Laki-laki 45 tahun mengeluh sariawan besar di sisi lateral lidah sejak 1 minggu. Kelenjar getah bening teraba, tidak nyeri. Lesi ulser ireguler dengan tepi undermined, jaringan granulasi pada dasar, nyeri saat palpasi, indurasi positif. pasien mengaku sedang menjalani terapi kombinasi antibiotik selama 6 bulan.
penyakit sistemik apa yang paling mungkin?
Sifilis
Tuberkulosis paru
HIV/AIDS
Kasus 9 -- Laki-laki 45 tahun mengeluh sariawan besar di sisi lateral lidah sejak 1 minggu. Kelenjar getah bening teraba, tidak nyeri. Lesi ulser ireguler dengan tepi undermined, jaringan granulasi pada dasar, nyeri saat palpasi, indurasi positif. pasien mengaku sedang menjalani terapi kombinasi antibiotik selama 6 bulan. Apakah gejala khas pada penyakit sistemik tersebut
nafas seperti bunyi berdenging
batuk kering
kehilangan fungsi penciuman dan perasa
berkeringat dimalam hari
flu like syndrom
Kasus 1 –Seorang perempuan berusia 46 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan bercak putih di lidahnya sejak 1 minggu terakhir, terasa seperti terbakar pada lidahnya ketika makan makanan pedas. Pemeriksaan intraoral terdapat plak putih pada dorsal lidah yang dapat diseka dengan kasa dan meninggalkan dasar kemerahan. Pasien didiagnosis mengalami penyakit sistemik oleh dokter spesialis penyakit dalam sejak 1 bulan yang lalu dengan hasil pemeriksaan HbA1C pasien adalah 8% dan OGTT 250 mg/dL. Dokter gigi memberi terapi untuk lesi pada lidah pasien.
Apakah penyakit sistemik yang diderita pasien kasus tersebut?
Sifilis
TB paru
HIV/AIDS
Uretritis
Diabetes melitus
Kasus 1 –Seorang perempuan berusia 46 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan bercak putih di lidahnya sejak 1 minggu terakhir, terasa seperti terbakar pada lidahnya ketika makan makanan pedas. Pemeriksaan intraoral terdapat plak putih pada dorsal lidah yang dapat diseka dengan kasa dan meninggalkan dasar kemerahan. Pasien didiagnosis mengalami penyakit sistemik oleh dokter spesialis penyakit dalam sejak 1 bulan yang lalu dengan hasil pemeriksaan HbA1C pasien adalah 8% dan OGTT 250 mg/dL. Dokter gigi memberi terapi untuk lesi pada lidah pasienapakah diagnosis kelainan pada lidah pasien tersebut?
Trush (pseudomembran kandidiasis akut)
Chancre
Leukoplakia
Mucous patch
Geographic tongue
Kasus 1 –Seorang perempuan berusia 46 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan bercak putih di lidahnya sejak 1 minggu terakhir, terasa seperti terbakar pada lidahnya ketika makan makanan pedas. Pemeriksaan intraoral terdapat plak putih pada dorsal lidah yang dapat diseka dengan kasa dan meninggalkan dasar kemerahan. Pasien didiagnosis mengalami penyakit sistemik oleh dokter spesialis penyakit dalam sejak 1 bulan yang lalu dengan hasil pemeriksaan HbA1C pasien adalah 8% dan OGTT 250 mg/dL. Dokter gigi memberi terapi untuk lesi pada lidah pasien
terapi yang paling tepat adalah...
Antiinflamasi
Antibiotik
Antijamur
Antivirus
Eksisi
Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan pipi yang bengkak sejak 1 bulan yang lalu, tidak sakit. Riwayat sistemik: Diabetes mellitus tipe 2 sejak 3 bulan yang lalu dan tidak pernah mengkonsumsi obat anti-diabetes yang diresepkan dokter. Pemeriksaan ekstraoral terlihat wajah asimetri dengan pembesaran pada area di depan telinga, palapasi tidak sakit dan konsistensi serta warna sama seperti jaringan sekitar. Pemeriksaan intraoral pasien dalam kondisi full edentulous. Apakah diagnosis kelainan yang dialami pasien kasus tersebut?
Apakah diagnosis kelainan yang dialami pasien kasus tersebut?
Sialolithiasis
Sialadenosis
Sialadenitis
Parotitis
Abses
Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke dokter gigi mengeluhkan mulut terasa kering, sulit menelan makanan serta gigi palsu yang tidak cekat lagi sejak beberapa hari terakhir. Riwayat sistemik: diabetes mellitus tipe 2 sejak 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan intraoral gigi tiruan penuh lepasan rahang atas pasien beradaptasi dengan baik secara anatomis dengan mukosa. Laju alir saliva pasien 0,1 ml/menit.
Apakah istilah kondisi rongga mulut yang dialami pasien tersebut?
Xerostomia
Trismus
Trush
Sialorrhea
Hipersalivasi
Kasus 2 -- Seorang anak perempuan berusia 14 tahun datang ke dokter gigi bersama ibunya dengan keluhan terdapat darah pada bantal yang keluar dari mulutnya setiap bangun tidur. Keadaan umum: pucat dan lemah. Pemeriksaan ekstraoral: limfadenopati. Pemeriksaan intra oral: oral hygiene buruk, plak dan kalkulus di seluruh regio, mukosa pucat, adanya purpura pada gingiva yang juga membengkak dan berdarah spontan.
Apakah tindakan awal yang harus dilakukan dokter gigi terhadap pasien tersebut?
Lakukan scaling dan root planning untuk memperbaiki oral hygiene
Pemberian antibiotik dan evaluasi setelah obat habis
Lakukan gingivektomi bila memungkinkan
Lakukan pemeriksaan darah lengkap
Lakukan debridemen
Kasus 2 -- Seorang anak perempuan berusia 14 tahun datang ke dokter gigi bersama ibunya dengan keluhan terdapat darah pada bantal yang keluar dari mulutnya setiap bangun tidur. Keadaan umum: pucat dan lemah. Pemeriksaan ekstraoral: limfadenopati. Pemeriksaan intra oral: oral hygiene buruk, plak dan kalkulus di seluruh regio, mukosa pucat, adanya purpura pada gingiva yang juga membengkak dan berdarah spontan
apakah kemungkinan diagnosis yang menjadi keluhan utama pasien tersebut?
Anemia
Leukemia akut
Halitosis
Burning mouth syndrome
Diabetes melitus
Kasus 3 -- Seorang perempuan 25 tahun datang ke dokter gigi atas rujukan dokter ahli Hematologi dengan diagnosis Leukemia akut sedang kemoterapi. Pasien mengeluh gusi bengkak dan berdarah. Pemeriksaan intraoral kebersihan mulut baik, pembesaran gingiva menyeluruh disertai perdarahan, ekimosis dan erosi di mukosa bukal dan palatum.
Apakah penyebab pembesaran gingiva pada kasus tersebut?
Efek samping kemoterapi
Anemia
Infiltrasi sel-sel leukemik
Kondisi trombositopenia
Kalkulus tersembunyi
Kasus 3 -- Seorang perempuan 25 tahun datang ke dokter gigi atas rujukan dokter ahli Hematologi dengan diagnosis Leukemia akut sedang kemoterapi. Pasien mengeluh gusi bengkak dan berdarah. Pemeriksaan intraoral kebersihan mulut baik, pembesaran gingiva menyeluruh disertai perdarahan, ekimosis dan erosi di mukosa bukal dan palatum.
apakah penyebab perdarahan gingiva tersebut?
Efek samping kemoterapi
Anemia
Infiltrasi sel-sel leukemik
Kondisi trombositopenia
Kalkulus tersembunyi
Kasus 3 -- Seorang perempuan 25 tahun datang ke dokter gigi atas rujukan dokter ahli Hematologi dengan diagnosis Leukemia akut sedang kemoterapi. Pasien mengeluh gusi bengkak dan berdarah. Pemeriksaan intraoral kebersihan mulut baik, pembesaran gingiva menyeluruh disertai perdarahan, ekimosis dan erosi di mukosa bukal dan palatum.
Terapi apa yang diberikan untuk membantu penghentian perdarahan pada kasus tersebut?
Asam mefenamat
Amoksisilin
Nistatin
Asam traneksamat
Vitamin C
Seorang perempuan usia 56 tahun datang ke Puskesmas mengeluhkan rasa tidak nyaman pada lidah dan seluruh rongga mulutnya berupa rasa panas dan kering, ditambah dengan bau mulut yang mengganggu serta beberapa gigi berlubang. Dari anamnesis didapat keterangan bahwa pasien sudah mengalami menopause sekitar 4 tahun silam. Pemeriksaan ekstra oral terlihat bibir kering, pada pemeriksaan intra oral terlihat lidah berselaput putih, mukosa mulut secara umum berwarna kemerahan dan terkesan tipis, terdapat karies servikal pada gigi-gigi anterior bawah . Diagnosis apa yang paling tepat untuk keluhan pasien tersebut?
Foetor ex ore
Burning mouth syndrome
Glossitis anemia
Kandidiasis atrofik
Hiposalivasi
Pasien perempuan usia 52 tahun datang dengan keluhan nyeri tajam terus menerus, terasa seperti ditarik-tarik pada pipi hingga pelipis kiri. Namun kadang pasien sulit mendefinisikan rasa nyerinya. Hasil anamnesis diketahui bahwa pencabutan gigi geligi posterior pasien dilakukan ± 18 bulan yang lalu. Pemeriksaan intra oral tidak terdapat suatu kelainan yang nyata. Apakah diagnosis dari keluhan di atas
Bell’s palsy
Atypical facial pain
Burning mouth syndrome
Trigeminal neuralgia
Post-herpetic neuralgia
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirujuk oleh dari ruang rawat inap penyakit dalam ke dokter gigi untuk pencabutan sisa akar giginya. Penyakit sistemik: Hepatitis B sedang rawat inap 3 hari. Dokter gigi melakukan pemeriksaan ekstra dan intraoral untuk mengevaluasi kondisi pasien. Apakah hasil pemeriksaan ekstraoral (hasil pemeriksaan terlampir) yang ditemukan pada pasien tersebut?
(mata kuning)
Petekie
Hematoma
Ikterus (jaundice)
Spider angioma
Katarak
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirujuk oleh dari ruang rawat inap penyakit dalam ke dokter gigi untuk pencabutan sisa akar giginya. Penyakit sistemik: Hepatitis B sedang rawat inap 3 hari. Dokter gigi melakukan pemeriksaan ekstra dan intraoral untuk mengevaluasi kondisi pasien. Apakah hasil pemeriksaan ekstraoral (hasil pemeriksaan terlampir) yang ditemukan pada pasien tersebut?
: Pemeriksaan laboratorium apa yang perlu dilihat dokter gigi untuk mengetahui kondisi penyakit sistemik pasien hepatitis B ini?
INR
Jumlah trombosit
Hemoglobin (Hb)
HbA1C
HBsAg
Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirujuk oleh dari ruang rawat inap penyakit dalam ke dokter gigi untuk pencabutan sisa akar giginya. Penyakit sistemik: Hepatitis B sedang rawat inap 3 hari. Dokter gigi melakukan pemeriksaan ekstra dan intraoral untuk mengevaluasi kondisi pasien. Apakah hasil pemeriksaan ekstraoral (hasil pemeriksaan terlampir) yang ditemukan pada pasien tersebut?Sebelum tindakan pencabutan gigi, hal apa yang perlu diwaspadai dokter gigi pada pasien ini?
Kemungkinan hepatitis berkembang menjadi karsinoma
Kemungkinan infeksi pascapencabutan
Rencana pemberian obat pascapencabutan
Risiko perdarahan pascapencabutan
Status vaksin hepatitis B pasien
Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pipi kirinya yang disadari sejak 1 minggu yang lalu. Riwayat sistemik: hipertensi sedang terapi captopril sejak 1 bulan lalu. Pemeriksaan intraoral: plak putih berbentuk renda/ jala pada mukosa bukal kiri (hasil pemeriksaan terlampir). Hasil pemeriksaan intraoral kasus 5: Apakah diagnosis kelainan intraoral yang dialami pasien tersebut?
Linea alba
Lichenoid reaction
Pseudomembran candidiasis
Morsicatio buccarum
Leukoplakia
Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pipi kirinya yang disadari sejak 1 minggu yang lalu. Riwayat sistemik: hipertensi sedang terapi captopril sejak 1 bulan lalu. Pemeriksaan intraoral: plak putih berbentuk renda/ jala pada mukosa bukal kiri (hasil pemeriksaan terlampir). Hasil pemeriksaan intraoral kasus 5:
Berdasarkan gambaran klinis pada foto intraoral, apakah ciri khas temuan intraoral pasien tersebut?
wicham striae putih
plak putih yang jika diseka meninggalkan daerah kemerahan
garis putih sepanjang bidang oklusal
plak putih berbentuk "cracked mud"
plak putih yang tidak dapat diseka
Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan terdapat bercak putih pada pipi kirinya yang disadari sejak 1 minggu yang lalu. Riwayat sistemik: hipertensi sedang terapi captopril sejak 1 bulan lalu. Pemeriksaan intraoral: plak putih berbentuk renda/ jala pada mukosa bukal kiri (hasil pemeriksaan terlampir). Hasil pemeriksaan intraoral kasus 5:
Apakah tatalaksana untuk kelainan intraoral pasien tersebut?
mengganti obat hipertensinya
antijamur
biopsi insisi
antibiotik
Seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan lidah terasa nyeri sejak 1 minggu lalu. Riwayat sosial: pasien merupakan seorang model yang sedang diet ketat untuk mempersiapkan pertunjukannya bulan depan. Pasien hanya makan 1x sehari. Pemeriksaan intraoral: lidah tampak licin, kering dan berwarna kemerahan. Dokter gigi mencurigai pasien mengalami anemia sehingga melakukan pemeriksaan laboratorium darah. Hasil pemeriksaan intraoral kasus 6: Apakah diagnosis kelainan intraoral pasien tersebut? *
Geographic tongue
Atrophic glositis
Oral hairy leukoplakia
Erythematous candidiasis
Median rhomboid glositis
Seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan lidah terasa nyeri sejak 1 minggu lalu. Riwayat sosial: pasien merupakan seorang model yang sedang diet ketat untuk mempersiapkan pertunjukannya bulan depan. Pasien hanya makan 1x sehari. Pemeriksaan intraoral: lidah tampak licin, kering dan berwarna kemerahan. Dokter gigi mencurigai pasien mengalami anemia sehingga melakukan pemeriksaan laboratorium darah
Apakah faktor predisposisi anemia yang paling mungkin sehingga menimbulkan kelainan intraoral pada pasien tersebut?
Defisiensi nutrisi akibat asupan yang sangat terbatas
Kebiasaan merokok berat tanpa perubahan pola makan
Infeksi virus akut saluran napas atas
Trauma mekanis lidah karena kebiasaan menggigit
Reaksi alergi terhadap obat topikal mulut
Seorang pasien laki-laki berusia 22 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan lidah terasa nyeri sejak 1 minggu lalu. Riwayat sosial: pasien merupakan seorang model yang sedang diet ketat untuk mempersiapkan pertunjukannya bulan depan. Pasien hanya makan 1x sehari. Pemeriksaan intraoral: lidah tampak licin, kering dan berwarna kemerahan. Dokter gigi mencurigai pasien mengalami anemia sehingga melakukan pemeriksaan laboratorium darah
Apakah hasil laboratorium darah yang perlu diamati dokter gigi
Nilai hemoglobin (Hb)
Jumlah trombosit
Jumlah eritrosit
International Normalized Ratio (INR)
HbA1c
Seorang wanita usia 35 tahun datang ke poli gigi dengan keluhan mulutnya terasa panas terutama pada lidah sejak 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan ekstra oral didapatkan kuku jari pasien seperti sendok, pada sudut mulut terdapat ulserasi berbatas difuse, berwarna putih kemerahan, agak nyeri bila membuka mulut. Pemeriksaan intra oral tampak lidah depapilasi, eritema, nyeri pada lateral lidah bila disentuh. Pada lidah juga terdapat ulserasi multipel, ukuran bervariasi, berbatas difuse, berwarna putih kemerahan, agak nyeri. Apakah pemeriksaan penujang yang tepat untuk menegakkan diagnosis kasus tersebut?
Pemeriksaan gula darah sewaktu
Pemeriksaan HbA1c
Pemeriksaan faal hati
Pemeriksaan darah lengkap
Biopsi
Seorang wanita usia 35 tahun datang ke poli gigi dengan keluhan mulutnya terasa panas terutama pada lidah sejak 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan ekstra oral didapatkan kuku jari pasien seperti sendok, pada sudut mulut terdapat ulserasi berbatas difuse, berwarna putih kemerahan, agak nyeri bila membuka mulut. Pemeriksaan intra oral tampak lidah depapilasi, eritema, nyeri pada lateral lidah bila disentuh. Pada lidah juga terdapat ulserasi multipel, ukuran bervariasi, berbatas difuse, berwarna putih kemerahan, agak nyeri.
apakah diagnosis sistemik yang paling sesuai?
Leukemia
Anemia aplastik
Anemia defisiensi besi
Anemia hemolitik
Idiopatik trombositopenia purpura
Seorang wanita usia 35 tahun datang ke poli gigi dengan keluhan mulutnya terasa panas terutama pada lidah sejak 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan ekstra oral didapatkan kuku jari pasien seperti sendok, pada sudut mulut terdapat ulserasi berbatas difuse, berwarna putih kemerahan, agak nyeri bila membuka mulut. Pemeriksaan intra oral tampak lidah depapilasi, eritema, nyeri pada lateral lidah bila disentuh. Pada lidah juga terdapat ulserasi multipel, ukuran bervariasi, berbatas difuse, berwarna putih kemerahan, agak nyeri.
apakah diagnosis banding yang relevan?
Leukemia limfositik kronik
Idiopatik trombositopenia purpura
Anemia karena penyakit kronis
Limfoma Maligna
Von Willebrand Disease
Seorang laki laki berusia 35 tahun datang berobat untuk memeriksakan gusinya yang mudah berdarah dan tampak tebal sejak 1,5 bulan ini. Dari anamnesis pasien mengatakan gusi menebal setelah membersihkan karang gigi dan menggunakan gel untuk mengolesi gusinya. Pemeriksaan ekstra oral: purpura yang menyebar pada kulit tangan, sekitar mata terdapat ecchymosis. Pemeriksaan intra oral: hiperplasi gingiva pada seluruh regio, bleeding spontan pada regio posterior dextra, terdapat ptechiae pada palatum dan gingiva, terdapat ulser pada lidah, berukuran diameter ± 1 cm, single, berbatas jelas, berwarna putih kemerahan agak nyeri. Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dibawa didapatkan Pansitopenia. Apakah diagnosis sistemik kasus tersebut
Limfoma
Anemia aplastik
Anemia defisiensi besi
Anemia hemolitik
Anemia pernisiosa
Seorang laki laki berusia 35 tahun datang berobat untuk memeriksakan gusinya yang mudah berdarah dan tampak tebal sejak 1,5 bulan ini. Dari anamnesis pasien mengatakan gusi menebal setelah membersihkan karang gigi dan menggunakan gel untuk mengolesi gusinya. Pemeriksaan ekstra oral: purpura yang menyebar pada kulit tangan, sekitar mata terdapat ecchymosis. Pemeriksaan intra oral: hiperplasi gingiva pada seluruh regio, bleeding spontan pada regio posterior dextra, terdapat ptechiae pada palatum dan gingiva, terdapat ulser pada lidah, berukuran diameter ± 1 cm, single, berbatas jelas, berwarna putih kemerahan agak nyeri. Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dibawa didapatkan Pansitopenia.
apakah tatalaksana yang tepat di bidang kedokteran gigi?
Transfusi produk darah
Menggunakan sikat gigi yang halus untuk mencegah perdarahan gusi akibat trauma
Pendarahan berlebihan pasca skeling dapat dibatasi dengan pemberian obat anovulator
Penggunaan obat kumur antiseptik saja sudah cukup
Pemberian antibiotik dan analgesik rutin tanpa modifikasi kebersihan mulut
Seorang wanita usia 50 tahun datang dengan keluhan lidah terasa tidak nyaman, mulut terasa kering dan perih sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengaku mempunyai riwayat penyakit diabetes mellitus terkontrol sejak 5 tahun yang lalu dan minum obat metformin secara teratur. Pada pemeriksaan ekstra oral terdapat ulserasi, berwarna eritema, berbatas difuse pada kedua sudut mulut. Pada pemeriksaan intra oral tampak gigi posterior karies, 4 gigi anterior rahang bawah goyang derajat 2, terdapat kalkulus, gingiva eritema, bleeding bila disentuh, saliva kental dan berbuih, terdapat plak pseudomembran putih yang bisa dikerok pada dorsum lidah. Apakah diagnosis fokal infeksi pada lidah tersebut?
Angular cheilitis
Scrotal tongue
Kandidiasis pseudomembran akut
Gingivitis marginalis kronis
Gingival hyperplasia enlargement
Seorang pria usia 60 tahun datang dengan keluhan gusi mudah berdarah dan sensitive
bila makan/minum panas dingin. Dari anamnesis pasien mempunyai riwayat
hipertensi sejak 10 tahun yang lalu dan rutin minum obat amlodipine. Dari
pemeriksaan intra oral tampak pembesaran gingiva pada semua regio, terdapat
kalkulus, gingiva bleeding bila disentuh, terdapat poket periodontal setelah dilakukan
pemeriksaan dengan probe periodontal. Apakah diagnosis fokal infeksi pada kasus
tersebut
Angular cheilitis
Scrotal tongue
Kandidiasis pseudomembran akut
Gingivitis marginalis kronis
Gingival hyperplasia enlargement
